Pendidikan

Ekonomi, Enrekang, Kesehatan, Nasional, Pemuda, Pendidikan

GNI Enrekang CDP dan SDN 172 Enrekang Gelar Global Youth Network 2026, Perkuat Komitmen Pelajar terhadap SDGs

ruminews.id, ENREKANG – Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) Enrekang Community Development Project (CDP) bekerja sama dengan SD Negeri 172 Enrekang sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan tatap muka (offline) Program Pertukaran Pelajar Internasional Global Youth Network (GYN) 2026. Program yang berada di bawah naungan Good Neighbors International ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk memperkuat kepedulian terhadap isu lingkungan sekaligus membangun komitmen dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sebanyak 14 siswa terpilih dari kelas V dan VI mengikuti program tersebut. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok sesuai fokus pembelajaran, yakni SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Kepala SD Negeri 172 Enrekang, Saida, S.Pd., M.M., bersama dua guru pembimbing, Jumiaty Halim, S.Pd., dan Basri, S.Pd. Kegiatan juga melibatkan partisipasi Forum Anak Massenrempulu Enrekang (FAME) yang turut memeriahkan jalannya program. Kepala SD Negeri 172 Enrekang, Saida, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa program GYN 2026 sejalan dengan muatan lokal sekolah yang berfokus pada pendidikan peduli lingkungan. Menurutnya, pendidikan lingkungan telah menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah, terlebih SDN 172 Enrekang telah menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Mandiri sejak 2015. “Kebetulan muatan lokal yang ada di sekolah adalah peduli lingkungan hidup. Kesadaran anak-anak ditanamkan sejak dini tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik dan tidak membuang sampah sembarangan. Untuk melindungi lingkungan, semuanya harus diawali dari diri sendiri sehingga di mana pun mereka berada, mereka memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan,” ujar Saida. Ia menilai kehadiran Global Youth Network menjadi ruang belajar yang relevan bagi peserta didik untuk bertukar pengalaman dan wawasan dengan pelajar dari berbagai negara mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Rangkaian kegiatan GYN 2026 dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni sesi offline dan sesi online. Tahap tatap muka berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan materi yang disusun secara bertahap. Pada pertemuan pertama, peserta diperkenalkan dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Program Global Youth Network 2026, serta budaya Korea Selatan. Pertemuan kedua diisi dengan pengenalan konsep SDGs beserta 17 tujuan pembangunan berkelanjutan. Selanjutnya, peserta mengikuti pendalaman materi sesuai kelompok masing-masing, yaitu SDG 6 dan SDG 13. Setelah memahami materi, siswa melaksanakan praktik sekaligus mendeklarasikan komitmen bersama dalam mewujudkan visi lingkungan bertajuk “Bumi Impianku”. Sebagai penutup rangkaian sesi offline, peserta melakukan refleksi melalui aksi nyata penanaman pohon serta menyusun berbagai pertanyaan yang akan disampaikan kepada pelajar Korea Selatan pada sesi pertukaran internasional. Seluruh hasil pembelajaran, komitmen, dan gagasan yang telah disusun selama kegiatan offline akan menjadi bekal dalam sesi daring yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut, SD Negeri 172 Enrekang akan mewakili Indonesia untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bertukar wawasan secara langsung dengan pelajar dari Korea Selatan melalui Program Global Youth Network 2026. Melalui program ini, GNI Enrekang CDP berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman pertukaran budaya, tetapi juga tumbuh sebagai generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan serta mampu menjadi agen perubahan dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Luwu, Luwu Timur, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Malili, Nasional, Opini, Pemuda, Pendidikan

Ketika Hierarki Hanya Menjadi Simbol: Krisis Kepemimpinan PB IPMIL RAYA dalam Mengayomi PKPT

Penulis : Dafa (Kader IPMIL Raya) ruminews.id, – Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL RAYA) merupakan salah satu organisasi kedaerahan tertua di Sulawesi Selatan yang telah berdiri sejak 5 Agustus 1958, tiga belas tahun setelah Republik Indonesia merdeka. Dengan usia yang telah melampaui enam dekade, IPMIL RAYA telah menjelma menjadi rumah besar bagi mahasiswa asal Luwu Raya dan melahirkan ribuan alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang profesi di seluruh Indonesia. Saat ini, organisasi tersebut memiliki lima cabang dan delapan belas Pengurus Koordinator Perguruan Tinggi (PKPT) yang secara struktural berada di bawah naungan Pengurus Besar (PB) IPMIL RAYA. Modal historis dan jejaring kader yang luas seharusnya menjadi kekuatan utama bagi keberlanjutan organisasi ini. Namun, di tengah panjangnya perjalanan tersebut, IPMIL RAYA justru dihadapkan pada persoalan serius mengenai arah kepemimpinan dan relasi struktural antara PB dengan PKPT. Hubungan yang semestinya dibangun atas dasar koordinasi, pembinaan, dan pengawasan kini dinilai mengalami kemunduran. Dalam praktiknya, hierarki organisasi seolah hanya menjadi formalitas administratif. Struktur yang seharusnya berfungsi sebagai instrumen penguatan organisasi justru tampak kehilangan makna. Kehadiran PB IPMIL RAYA di tengah dinamika PKPT dinilai belum menunjukkan peran yang substansial, terutama dalam mendampingi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masing-masing PKPT di tingkat kampus. Padahal, setiap PKPT memiliki tantangan yang berbeda-beda, mulai dari persoalan regenerasi kader, hubungan kelembagaan dengan pihak kampus, hingga dinamika internal organisasi yang membutuhkan arahan dan pendampingan. Dalam kondisi demikian, peran PB semestinya tidak berhenti pada fungsi seremonial atau sekadar membuka ruang-ruang perkaderan, melainkan hadir sebagai pengayom, fasilitator, sekaligus penyelesai persoalan yang dihadapi oleh jajarannya. Minimnya keterlibatan PB dalam dinamika PKPT pada akhirnya mendorong masing-masing PKPT untuk berjalan sendiri-sendiri dan menyelesaikan persoalannya secara mandiri. Situasi ini melahirkan kesenjangan antara cita-cita kolektivitas yang menjadi fondasi berdirinya IPMIL RAYA dengan realitas organisasi saat ini. Semangat kebersamaan perlahan memudar, berganti dengan pola gerak yang cenderung parsial dan tanpa koordinasi yang jelas. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana PB IPMIL RAYA menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai induk organisasi? Apakah PB tidak memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk mengetahui, mendampingi, serta turut menyelesaikan persoalan yang terjadi di setiap PKPT? Ataukah keberadaan PB selama ini hanya menjadi simbol kepemimpinan yang kehilangan fungsi pembinaan dan kontrol terhadap jajarannya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut patut menjadi bahan refleksi bersama. Sebab, sebuah organisasi induk yang tidak mampu menghadirkan manfaat nyata bagi struktur di bawahnya berpotensi kehilangan legitimasi moral di hadapan kader dan anggotanya. Ketika fungsi pembinaan dan pengayoman tidak lagi dirasakan, maka bukan tidak mungkin akan muncul keinginan dari setiap PKPT untuk berdiri secara lebih independen dalam mengelola dinamika organisasinya masing-masing. IPMIL RAYA memiliki sejarah panjang dan warisan kaderisasi yang besar. Namun, sejarah semata tidak cukup untuk menjaga eksistensi organisasi. Diperlukan kepemimpinan yang responsif, komunikasi yang kuat, serta komitmen nyata dalam membangun hubungan yang sehat antara PB dan seluruh PKPT. Tanpa itu, hierarki organisasi hanya akan menjadi simbol di atas kertas, sementara semangat persatuan yang menjadi ruh IPMIL RAYA perlahan akan kehilangan maknanya.

Makassar, Nasional, Pemuda, Pendidikan, Teknologi

Politeknik Negeri Media Kreatif Gelar Lokakarya Penulisan Artikel Ilmiah Bilingual Berkolaborasi dengan Forum Awardee Beasiswa Unggulan Indotim

Ruminews.id – Makassar, 17 Juli 2026 — Politeknik Negeri Media Kreatif melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), berkolaborasi dengan Forum Awardee Beasiswa Unggulan Indonesia Timur, menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Sharing Session 2 di Skopa Cafe, CitraLand Hertasning Baru, Makassar, Jumat, 17 Juli 2026.

Ekonomi, Hukum & Kriminal, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Pertanian, Peternakan, Sidrap, Teknologi

Seminar Program Kerja KKN-T Inovasi Desa UNHAS Hadirkan Program Kolaboratif dan Berkelanjutan untuk Kemajuan Kelurahan Duampanua

ruminews.id, SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, menggelar Seminar Program Kerja pada Selasa (14/7). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memaparkan berbagai program lintas disiplin ilmu yang telah dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Seminar tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kecamatan Baranti, Pemerintah Kelurahan Duampanua, Dosen Pendamping Kegiatan, Babinsa, kepala sekolah, tokoh masyarakat, kader PKK, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. Selain menjadi forum pemaparan program kerja, kegiatan ini juga bertujuan menghimpun saran dan masukan dari berbagai pihak agar program yang akan dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Koordinator Desa KKN-T Inovasi Desa Kelurahan Duampanua, Abdul Mubdiul Kahfi, menjelaskan bahwa seluruh program kerja yang disusun merupakan hasil dari observasi lapangan yang dilakukan sejak awal penerjunan mahasiswa di lokasi KKN. “Sejak pertama kali diterjunkan di lokasi KKN, kami telah melakukan observasi untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan di Kelurahan Duampanua sebagai dasar penyusunan program kerja. Hasil observasi tersebut kemudian dikonsultasikan bersama pemerintah kelurahan dan berbagai pemangku kepentingan sehingga program yang dirancang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya. Mewakili Camat Baranti, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Baranti, Hj. Darwati Nonci, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN-T Inovasi Desa UNHAS di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Baranti memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan KKN dan berharap program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Dosen Pendamping Kegiatan Mahasiswa, Ir. Sahriyanti Saad, S.Hut., M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa sebelum diterjunkan ke lokasi, mahasiswa telah melakukan observasi secara daring dan memperoleh pembekalan dari Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program kerja yang disusun sesuai dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan masyarakat setempat. Lurah Duampanua, Andi Ahmad, S.Sos., juga menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut. Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN-T Inovasi Desa UNHAS dapat menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan Kelurahan Duampanua. Dalam sesi diskusi, sejumlah tokoh masyarakat memberikan berbagai masukan terhadap program yang dipaparkan. Mereka berharap program-program yang dirancang tidak hanya berhenti pada masa pelaksanaan KKN, tetapi juga memiliki keberlanjutan setelah mahasiswa kembali ke kampus. Selain itu, masyarakat berharap mahasiswa mampu mendorong partisipasi aktif warga sehingga berbagai program yang telah diinisiasi dapat terus dikembangkan secara mandiri. Melalui Seminar Program Kerja ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa UNHAS Gelombang 116 menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan program pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan demi mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Duampanua.

Daerah, Pemuda, Pendidikan, Sidrap

KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Siapkan Enam Program Kerja Strategis untuk Mendukung Pembangunan Desa Ajubissue

Ruminews.id, Sidrap – Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Seminar Program Kerja Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada 16 Juli 2026.

Ekonomi, Hukum & Kriminal, Jakarta, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Pertanian, Politik

Gugat Sentralisasi WIUP ke Mahkamah Konstitusi, Arfan Jaya dan Sukri: Tanah Rakyat Tidak Boleh Ditentukan Sepihak dari Jakarta

ruminews.id, JAKARTA – Aktivis lingkungan sekaligus mahasiswa Magister Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI), Arfan Jaya, S.H., bersama aktivis lingkungan asal Kabupaten Kolaka, Sukri, S.H., secara resmi mengajukan permohonan pengujian materiil (judicial review) terhadap sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) ke Mahkamah Konstitusi. Permohonan tersebut menguji konstitusionalitas Pasal 17 ayat (1) dan ayat (1a), Pasal 17A ayat (3), Pasal 22A ayat (2), serta Pasal 31A ayat (4) yang memberikan kewenangan penuh kepada Menteri dalam menetapkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Menurut Arfan, pengaturan tersebut telah menimbulkan berbagai persoalan di sejumlah daerah pertambangan, termasuk di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dalam praktiknya, tidak sedikit masyarakat yang baru mengetahui bahwa tanah miliknya telah masuk ke dalam WIUP setelah perusahaan mulai melakukan aktivitas atau mengurus perizinan lanjutan. “Tanah rakyat tidak boleh ditentukan statusnya secara sepihak tanpa melibatkan pemiliknya. Negara wajib melindungi hak konstitusional warga negara, bukan justru menciptakan ketidakpastian hukum melalui kebijakan yang sepenuhnya tersentralisasi,” tegas Arfan. Ia menjelaskan, sentralisasi kewenangan tersebut juga menutup ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan koreksi terhadap penetapan WIUP, padahal pemerintah daerah dinilai lebih memahami kondisi tata ruang, penguasaan tanah, serta dinamika sosial masyarakat di wilayahnya. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menimbulkan tumpang tindih antara WIUP dengan tanah masyarakat, kawasan permukiman, lahan pertanian, maupun fasilitas umum. Ketika persoalan itu terjadi, masyarakat kerap mengalami kesulitan memperoleh kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab, sebab pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk memperbaiki penetapan dimaksud, sementara seluruh keputusan berada di tangan pemerintah pusat. “Persoalan utama bukan hanya siapa yang menerbitkan WIUP, tetapi siapa yang bertanggung jawab ketika hak masyarakat dirugikan akibat penetapan tersebut. Negara tidak boleh menciptakan ruang tanpa pertanggungjawaban hukum,” tegas Sukri. Melalui permohonan di Mahkamah Konstitusi, Arfan dan Sukri berharap lahir mekanisme penetapan WIUP yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif, sehingga hak masyarakat atas tanah, lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta kepastian hukum memperoleh perlindungan yang seimbang dengan kepentingan pengelolaan sumber daya mineral. “Mahkamah Konstitusi memiliki peran penting untuk memastikan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam benar-benar dilaksanakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan dengan mengabaikan hak-hak konstitusional masyarakat yang hidup di kawasan pertambangan.”

Daerah, Hukum & Kriminal, Makassar, Nasional, Pendidikan

MA Tolak Kasasi Rektor UNM, Prof. Ichsan Ali Menang dan SK PAW Wakil Rektor II Dinyatakan Batal

 SIARAN PERS ruminews.id – Makassar, 24 Juni 2026 – Mahkamah Agung Republik Indonesia secara resmi menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Prof. Hartati, S.Si., M.Si., Ph.D. dalam perkara Tata Usaha Negara Nomor 333 K/TUN/2026.

Daerah, Makassar, Nasional, Pemuda, Pendidikan

UKM Manuver Universitas Bosowa Gelar Seminar HANI, Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Bebas Narkoba

ruminews.id, Makassar – Sekretaris Umum UKM Manuver Bosowa, Andi Makkasau Raja, menjelaskan bahwa Komitmen membangun lingkungan kampus yang sehat dan bebas narkoba ditunjukkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Manuver Universitas Bosowa melalui penyelenggaraan Seminar Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) bertema “Membangun Generasi Sehat Bebas Narkoba serta Cerdas dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”.

Scroll to Top