Politik

Nasional, Pemuda, Politik

Maju Calon Koordinator Pusat BEM PTMAI, Mujahid Turaihan Bawa Gagasan Strategis untuk Bangsa

Ruminews.id, Sinjai – Menjelang perhelatan Temu Nasional BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Indonesia (PTMAI) yang akan diselenggarakan di Surakarta pada 29 Oktober 2026, bursa kepemimpinan nasional mahasiswa Muhammadiyah makin hangat. Mujahid Turaihan secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Bakal Calon Koordinator Pusat (Koorpus/Koorpresnas) BEM PTMAI Periode 2026–2027.

Nasional, Opini, Pemerintahan, Politik

Filsuf di Lingkar Istana

Penulis: Erwin Lessy – Penulis Buku Filsafat Ekonomi ruminews.id – Rocky Gerung tidak pernah sekadar kritikus. Ia adalah simbol kritik yang berdiri di luar pagar kekuasaan. Dari luar, ia bisa menembak ke mana saja. Sekarang ia masuk ke dalam. Jika benar ia duduk sebagai Wantimpres, yang berubah bukan cuma alamat. Yang berubah adalah relasi kuasa, akses, dan risiko.

ORI DIY
Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nasional, Politik

DPD ORI DIY Resmi Dilantik, Dorong Organisasi Jadi Rumah Bersama Masyarakat

Ruminews.id, Yogyakarta — Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Rakyat Indonesia (DPD ORI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2026–2031 resmi dilantik pada Sabtu (3/10/2026). Pelantikan yang digelar di Gedung Pertemuan Bumiputera Yogyakarta tersebut diawali dengan kegiatan donor darah sebagai bagian dari agenda sosial organisasi.

Gowa, Nasional, Pertanian, Politik

Darmawangsyah Muin Pimpin HKTI Gowa, Siap Perkuat Pertanian dan Sejahterakan Petani

‎Ruminews.id – Gowa – Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin resmi dilantik sebagai Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Gowa bersama para ketua DPC HKTI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Pelantikan berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (4/10/2026), dan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKTI H. Abdul Kadir Karding. ‎Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Sulawesi Selatan. Ketua Panitia Pelaksana, Rachmat Sasmito, mengatakan sejumlah kepengurusan HKTI di daerah kini banyak diisi kepala daerah, mulai dari wali kota, wakil wali kota, bupati hingga wakil bupati. Menurutnya, kondisi ini menjadi modal penting untuk memperkuat peran HKTI dalam mendorong pembangunan sektor pertanian. ‎Darmawangsyah Muin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengatakan amanah tersebut menjadi tantangan sekaligus semangat untuk memperkuat kebersamaan dalam memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Gowa. ‎Menurut Darmawangsyah, Gowa merupakan salah satu daerah penopang sektor pertanian di Sulawesi Selatan. Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, HKTI dan seluruh pemangku kepentingan perlu diperkuat, termasuk dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang menjadi salah satu agenda nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. ‎Sementara itu, Sekjen HKTI H. Abdul Kadir Karding menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ketua DPC HKTI se-Sulawesi Selatan yang dilantik. Ia mengapresiasi komposisi kepengurusan yang banyak melibatkan kepala daerah dan berharap HKTI semakin aktif turun ke masyarakat untuk memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Hukum & Kriminal, Nasional, Politik

‎Surat MA Tak Pernah Diterima, Bupati Gowa Sebut Ada Dugaan Sabotase. ‎

ruminews.id – Gowa – Kuasa hukum Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang melaporkan PT Pos Indonesia ke Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait dugaan kelalaian pengiriman surat dari Mahkamah Agung (MA). Surat tersebut berisi kesempatan bagi Bupati Gowa untuk memberikan tanggapan dalam perkara uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemakzulan dirinya. ‎Kuasa hukum Bupati Gowa, Adhi Bintang, mengatakan surat MA tersebut diduga salah dikirim oleh PT Pos Indonesia DC Sungguminasa ke Pengadilan Agama Sungguminasa. Surat yang telah diserahkan ke pihak Pos sejak awal September 2026 itu baru ditarik kembali pada Jumat (2/10), setelah MA memutus perkara tersebut pada Kamis (1/10). ‎Bupati Gowa menilai kejadian tersebut bukan sekadar kesalahan pengiriman dan mempertanyakan kemungkinan adanya sabotase. Adhi mengatakan rentang waktu hampir satu bulan sejak surat diserahkan hingga akhirnya diketahui salah kirim menjadi salah satu hal yang dipertanyakan pihaknya. ‎Adhi menilai kesalahan tersebut membuat Sitti Husniah kehilangan kesempatan untuk memberikan tanggapan dan sanggahan kepada MA sebelum putusan dijatuhkan. Pihak Pos Indonesia disebut telah membuat surat pernyataan yang mengakui adanya kesalahan dalam pengiriman surat tersebut dan menyebutnya sebagai kelalaian. ‎“Bagi kami ini tidak berhenti di sini. Kalau hanya sebatas permintaan maaf, itu tentu kami akan tetap melakukan upaya hukum untuk mencari apa sebenarnya motifnya,” kata Adhi. Laporan tersebut kini diserahkan kepada Polda Sulsel untuk menyelidiki apakah persoalan ini murni kelalaian atau ada dugaan sabotase dalam proses pengiriman surat MA tersebut.

Ekonomi, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Pertanian, Politik, Teknologi

Guest Lecture Epidemiologi FKM Unhas Dorong Riset Lebih Berdampak bagi Kebijakan Kesehatan

ruminews.id, MAKASSAR — Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Guest Lecture bertema “Translation Research into Health Policy” pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-44 FKM Unhas dengan menghadirkan Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI, Prof. Asnawi Abdullah, S.KM., MHSM., M.Sc., HPPF., DLSHTM., Ph.D., sebagai narasumber. Kegiatan ini mengangkat isu penting mengenai bagaimana hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi kebijakan kesehatan yang relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Diskusi juga menjadi ruang bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk memahami tantangan dalam menjembatani dunia penelitian dengan proses pengambilan kebijakan. Dekan FKM Unhas, Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Guest Lecture tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis FKM Unhas ke-44. Ia juga menekankan pentingnya publikasi ilmiah sebagai bagian dari pengembangan budaya akademik dan kontribusi perguruan tinggi. “Guest Lecture hari ini menjadi rangkaian dari perayaan Dies Natalis FKM Unhas yang ke-44,” ujar Ansariadi. Sementara itu, Prof. Asnawi dalam sesi utama menekankan bahwa penelitian tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil riset, menurutnya, perlu dikomunikasikan secara efektif kepada para pengambil kebijakan agar pengetahuan yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan kesehatan. “Riset berdampak jika dikomunikasikan kepada para pengambil kebijakan,” tegas Prof. Asnawi. Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara hasil penelitian dan kebijakan. Dalam pemaparannya, Prof. Asnawi menyebut hanya sekitar 6 persen hasil riset yang dapat digunakan dalam proses kebijakan. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah belum optimalnya keterhubungan antara peneliti, institusi pendidikan tinggi, dan pengambil kebijakan. Menurutnya, peneliti perlu memahami proses pembuatan kebijakan sekaligus menguasai persoalan kesehatan yang menjadi objek penelitian. Pemahaman tersebut penting agar hasil riset tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan pengambil kebijakan. Dalam konteks tersebut, Prof. Asnawi turut menjelaskan pentingnya policy modeling sebagai pendekatan untuk memperkirakan berbagai kemungkinan dampak suatu kebijakan sebelum diterapkan. Dengan memanfaatkan data dan pemodelan, pengambil kebijakan dapat memperoleh gambaran mengenai konsekuensi kebijakan dalam jangka menengah dan panjang, termasuk kemungkinan dampaknya dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Ia juga mendorong peneliti untuk lebih responsif terhadap dinamika permasalahan kesehatan masyarakat. Perubahan struktur demografi, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, serta besarnya beban penyakit tidak menular menjadi sejumlah isu yang membutuhkan dukungan riset agar kebijakan yang dihasilkan tetap relevan dengan perkembangan masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi, kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga dinilai semakin penting dalam mendukung kegiatan penelitian dan perumusan kebijakan kesehatan. “Di masa sekarang, skill AI yang kuat menjadi sebuah kekuatan,” ungkap Prof. Asnawi. Melalui Guest Lecture tersebut, mahasiswa dan sivitas akademika FKM Unhas didorong untuk melihat penelitian dalam perspektif yang lebih luas. Riset tidak hanya diposisikan sebagai produk akademik dalam bentuk publikasi, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan kebijakan yang menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem penelitian yang tidak berhenti pada produksi pengetahuan, tetapi mampu menjembatani temuan ilmiah dengan kebutuhan kebijakan dan pelayanan kesehatan di masyarakat.

Scroll to Top