Author name: Rifki Tamsir

Daerah, Hukum & Kriminal, Makassar

Pesan Seragam Sejak Februari, Kader IMM Palopo Mengaku Dirugikan Ruma Konveksi Palopo

Ruminews, Palopo — Pemesanan sepuluh potong Pakaian Dinas Harian (PDH) oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palopo berujung persoalan. Uang sebesar Rp1 juta telah ditransfer kepada pihak yang menggunakan nama Rumah Konveksi Palopo. Namun, hingga Oktober 2026, seragam yang dipesan belum diterima. Pemesanan bermula pada 13 Februari 2026. Melalui Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan (EWIR), pengurus IMM menghubungi pihak konveksi untuk membicarakan harga dan jumlah seragam yang akan diproduksi. Setelah melalui negosiasi, kedua pihak menyepakati pemesanan sepuluh potong PDH dengan harga Rp150 ribu per potong. Total nilai pesanan mencapai Rp1,5 juta. Pada 6 Maret 2026, pengurus melakukan transfer pertama sebesar Rp500 ribu sebagai tanda jadi. Pembayaran berikutnya sebesar Rp500 ribu dilakukan pada 10 April 2026. Persoalan mulai muncul ketika pengurus meminta kepastian mengenai perkembangan produksi. Pada 2 Mei 2026, pihak konveksi menyampaikan bahwa pesanan masih dalam proses pengerjaan. Namun, komunikasi setelah itu tidak berjalan lancar. Sejumlah pesan yang dikirimkan pengurus sejak 6 hingga 26 Mei tidak memperoleh tanggapan. Pada 5 Juni 2026, pihak konveksi kembali menghubungi pemesan. Mereka meminta maaf dengan alasan WhatsApp admin mengalami gangguan dan menjanjikan pesanan selesai pada 12 Juni. Janji itu tak kunjung terealisasi. Ketika kembali dihubungi pada 18 Juni, pihak konveksi hanya menyampaikan, “Kami kabari bulan ini, kk.” Setelah itu, pengurus terus berupaya meminta kepastian. Namun, sejak 13 Juli hingga 3 September 2026, komunikasi dengan pihak konveksi tidak lagi membuahkan hasil. Merasa tidak mendapatkan kejelasan, sejumlah pengurus melakukan penelusuran langsung pada 17 Oktober 2026 ke alamat usaha yang tercantum di media sosial, yakni kawasan Jalan Kelapa, Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Di lokasi tersebut, mereka bertemu dengan seorang perempuan yang mengaku sebagai tetangga dari seseorang bernama Zulfikar, yang diduga berkaitan dengan usaha konveksi tersebut. Menurut keterangan perempuan itu, Zulfikar telah lama meninggalkan Palopo dan disebut merantau ke Morowali. Perempuan tersebut juga mengaku mengetahui adanya orang lain yang mengalami persoalan serupa, bahkan menyebut nominal kerugian berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Namun, keterangan mengenai dugaan korban lain tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Bagi pengurus PK IMM FKIP, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut uang Rp1 juta. Mereka menilai ketidakjelasan pemesanan selama berbulan-bulan telah merugikan anggota dan mengabaikan kepercayaan yang diberikan kepada penyedia jasa. Pengurus mendesak pihak yang bertanggung jawab atas Rumah Konveksi Palopo untuk memberikan klarifikasi dan menyelesaikan pesanan atau mengembalikan uang yang telah diterima. Mereka juga mempertimbangkan langkah hukum apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan penyelesaian. Hingga penyusunan rilis ini, belum terdapat tanggapan terbaru dari pihak konveksi berdasarkan catatan komunikasi yang disampaikan pengurus. Klarifikasi dari pihak yang bersangkutan masih diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.

Daerah, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Politik

LMND Sulsel Ingatkan Kapolri: Pemberantasan Narkoba Jangan Berhenti di 100 Hari Pertama

Ruminews, MAKASSAR — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan mengapresiasi komitmen pemberantasan narkoba dalam agenda 100 hari kerja Kapolri. Namun, organisasi mahasiswa itu mengingatkan agar langkah kepolisian tidak berhenti pada operasi besar di awal masa kepemimpinan. Ketua LMND Sulawesi Selatan, Adri Fadhli, mengatakan pemberantasan narkoba membutuhkan konsistensi dan strategi jangka panjang. Menurut dia, keberhasilan kepolisian tidak cukup diukur dari banyaknya penggerebekan, tetapi juga dari kemampuan memutus jaringan peredaran narkoba hingga ke daerah. “Kami menyambut positif semangat baru ini. Yang kami harapkan adalah konsistensi agar upaya pemberantasan narkoba tidak menjadi langkah sesaat demi membangun citra awal, melainkan sebuah komitmen jangka panjang yang dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok daerah,” kata Adri di Makassar, Sabtu, 17 Oktober 2026. Adri menilai arahan pemberantasan narkoba yang disampaikan pimpinan Polri perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret di seluruh wilayah. Ia berharap operasi kepolisian tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu, tetapi juga menyasar wilayah yang dinilai masih membutuhkan penguatan pengawasan. Penggerebekan yang dilakukan Polrestabes Makassar dan Polres Takalar di sejumlah kawasan yang disebut sebagai titik peredaran narkoba, menurut Adri, merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Meski demikian, ia meminta kepolisian memperluas jangkauan penindakan secara terencana. Soroti Parepare, Sidrap, hingga Luwu Raya LMND Sulsel turut menyoroti sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Di Parepare, Adri menilai posisi kota tersebut sebagai salah satu simpul transportasi antardaerah perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat, terutama di kawasan pelabuhan dan jalur distribusi barang. Menurut dia, penguatan koordinasi antaraparat menjadi penting untuk mengantisipasi kemungkinan pemanfaatan jalur transportasi dalam peredaran narkoba. Sementara itu, di Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap, LMND Sulsel mendorong aparat kepolisian agar lebih memperhatikan keluhan dan laporan masyarakat. Adri menilai informasi dari warga dapat menjadi dasar untuk memperkuat pemetaan wilayah rawan dan menentukan langkah penindakan yang tepat. Perhatian serupa diarahkan ke kawasan Luwu Raya. Adri mengatakan masih terdapat kekhawatiran di kalangan masyarakat untuk melaporkan dugaan aktivitas peredaran narkoba karena persoalan keamanan. Ia menyebut sejumlah wilayah, antara lain Batusitanduk, Sabbang Nusa, dan Rompu di Masamba, sebagai kawasan yang perlu mendapat perhatian dalam penguatan pengawasan dan pelibatan masyarakat. Menurut Adri, persoalan tersebut tidak cukup dijawab melalui operasi penindakan. Kepolisian juga perlu memastikan adanya mekanisme pelaporan yang aman serta perlindungan terhadap warga yang memberikan informasi. “Kita menyadari bahwa setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Tidak semua hal bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Yang penting adalah ada langkah nyata yang berkelanjutan, dan masyarakat tahu ke mana harus menyampaikan laporan dengan rasa aman,” ujarnya. Minta Polisi Putus Jaringan, Bukan Sekadar Gelar Operasi Adri mengatakan pemberantasan narkoba membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari pemetaan jaringan distribusi, penguatan pengawasan antardaerah, hingga keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan. Ia mengingatkan bahwa penggerebekan di satu wilayah belum tentu mampu menghentikan peredaran narkoba apabila jaringan distribusi yang lebih luas belum terungkap. Karena itu, LMND Sulsel meminta kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan di lapangan, tetapi juga memperkuat strategi untuk memutus mata rantai peredaran narkoba secara berkelanjutan. “Kami percaya pada kemampuan institusi yang ada. Yang kami minta adalah ketelitian dan keberanian untuk terus memperbaiki strategi, memetakan tantangan secara terbuka, dan melibatkan masyarakat sebagai mitra, bukan sekadar penonton,” kata Adri. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan perkara narkoba. Menurut dia, keterbukaan informasi dan keberanian aparat menindak jaringan peredaran narkoba dapat menjadi landasan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Adri mengatakan masyarakat harus memiliki ruang untuk menyampaikan informasi tanpa dibayangi rasa takut. Di sisi lain, aparat kepolisian dituntut bekerja secara profesional dan memastikan setiap laporan mendapat tindak lanjut. “Mari kita bangun kepercayaan bersama: masyarakat berani menyampaikan, aparat bekerja dengan transparan, dan hasilnya bisa kita pantau bersama,” ujarnya. LMND Sulsel, kata Adri, mendukung upaya kepolisian dalam memberantas narkoba sepanjang dilaksanakan secara konsisten, transparan, dan melibatkan partisipasi publik. Ia menegaskan bahwa agenda 100 hari kerja seharusnya menjadi titik awal untuk membangun sistem pemberantasan narkoba yang lebih kuat, bukan sekadar ukuran keberhasilan jangka pendek. “100 hari pertama adalah awal yang baik. Yang terpenting adalah langkah ke-101 dan seterusnya tetap berjalan. Kepercayaan rakyat dibangun tidak dari satu aksi besar, tetapi dari ketegasan yang terus dijaga setiap hari,” kata Adri.

Daerah, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Politik

LMND Sulsel Sambut Wacana Pendidikan Gratis Prabowo, Desak Realisasi Nyata

Ruminews, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan kembali menggelar aksi demontrasi pada jum.at 16/10/2026 di depan kantor wali kota palopo. melalui ketuanya, Adri Fadhli, menanggapi wacana Presiden Prabowo Subianto mengenai pendidikan gratis mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi negeri (PTN). LMND Sulawesi Selatan menyambut wacana tersebut dengan penuh kehangatan dan harapan karena cita-cita pendidikan yang dapat diakses oleh seluruh rakyat sejalan dengan semangat serta pokok-pokok perjuangan LMND sejak didirikan hingga hari ini. Bagi LMND, pendidikan bukanlah barang mewah yang hanya dapat dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan ekonomi. Pendidikan merupakan hak dasar rakyat dan instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan, memperluas kesempatan hidup, serta mewujudkan keadilan sosial. Oleh karena itu, gagasan pendidikan gratis dari PAUD hingga perguruan tinggi negeri harus didorong menjadi kebijakan nyata yang mampu menjawab persoalan ketimpangan akses pendidikan di Indonesia. Namun, melalui aksi demonstrasi dan pernyataan sikapnya, Adri Fadhli mengingatkan bahwa niat baik tersebut harus diikuti dengan perencanaan yang matang, kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan, serta komitmen politik yang jelas. Pemerintah harus memastikan bahwa pendidikan gratis tidak berhenti sebagai wacana, melainkan direalisasikan secara bertahap, berkelanjutan, dan sesuai dengan kemampuan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). “Kami menyambut hangat wacana pendidikan gratis dari PAUD hingga perguruan tinggi negeri karena cita-cita ini sejalan dengan semangat perjuangan LMND sejak awal berdiri. Namun, pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan ini benar-benar dapat direalisasikan dengan perencanaan yang matang, penganggaran yang realistis, dan keberpihakan yang nyata kepada rakyat,” tegas Adri Fadhli, Ketua LMND Sulawesi Selatan. LMND Sulawesi Selatan berpandangan bahwa pelaksanaan pendidikan gratis harus mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat dan ketimpangan akses pendidikan antardaerah. Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang masih menghadapi persoalan keterbatasan infrastruktur, fasilitas pendidikan, tenaga pendidik, serta biaya akses pendidikan. Sementara itu, di wilayah perkotaan, kebijakan tersebut harus diarahkan untuk membantu keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah yang masih terbebani biaya pendidikan di tengah meningkatnya kebutuhan hidup. Skema pembiayaan yang adil dan tepat sasaran menjadi penting agar keterbatasan ekonomi tidak merampas hak anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak. LMND juga menegaskan bahwa pendidikan gratis tidak cukup hanya dimaknai sebagai penghapusan biaya administrasi atau uang pendidikan. Pemerintah harus menjamin kualitas pembelajaran, ketersediaan fasilitas yang memadai, kesejahteraan tenaga pendidik, serta transparansi penggunaan anggaran. Untuk pendidikan tinggi negeri, kebijakan pembiayaan juga harus membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tanpa terhambat persoalan ekonomi. Karhutla Harus Menjadi Perhatian Serius Negara Di samping persoalan pendidikan, LMND Sulawesi Selatan turut menyoroti pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara serius, terencana, dan berkelanjutan. Persoalan karhutla tidak boleh dipandang sebatas bencana musiman, melainkan sebagai persoalan lingkungan hidup yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat, kesehatan publik, keberlanjutan ekosistem, serta penghidupan warga yang terdampak. Karhutla yang tidak ditangani secara optimal berpotensi menimbulkan pencemaran udara, gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta kerugian ekonomi bagi masyarakat. Dampaknya dapat dirasakan secara luas, terutama oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, masyarakat berpenghasilan rendah, dan warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, mulai dari pengawasan kawasan rawan kebakaran, deteksi dini, kesiapan personel dan sarana pemadaman, hingga penegakan hukum yang konsisten terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara melanggar hukum. Penanganan karhutla juga tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika api telah meluas. Pemerintah harus membangun sistem pencegahan yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat setempat, organisasi masyarakat sipil, serta pihak-pihak terkait lainnya. Pemulihan kawasan terdampak dan perlindungan terhadap masyarakat yang mengalami kerugian juga perlu menjadi bagian dari tanggung jawab negara. Dalam perspektif LMND, persoalan lingkungan hidup berkaitan erat dengan keadilan sosial. Masyarakat tidak boleh terus-menerus menanggung dampak kerusakan lingkungan, sementara upaya pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum belum berjalan secara optimal. Karena itu, penanganan karhutla harus ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan yang berorientasi pada keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan. “Kami mendorong pemerintah agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan karhutla. Negara tidak boleh hanya hadir ketika kebakaran sudah meluas dan masyarakat mulai merasakan dampaknya. Pencegahan, pengawasan, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan harus berjalan secara konsisten. Keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari tanggung jawab negara,” menjadi penegasan sikap LMND Sulawesi Selatan. Anggaran Negara Harus Berpihak kepada Rakyat LMND Sulawesi Selatan menilai bahwa berbagai persoalan mendasar, mulai dari pemerataan pendidikan hingga penanganan karhutla, membutuhkan perencanaan kebijakan dan pengelolaan anggaran yang transparan, terukur, serta berorientasi pada kepentingan publik. Dalam merealisasikan pendidikan gratis, pemerintah harus menyusun peta jalan yang mempertimbangkan kapasitas APBN, skala prioritas, kebutuhan daerah, dan keberlanjutan pembiayaan. Sementara dalam penanganan karhutla, alokasi anggaran harus mendukung upaya pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan. Bagi LMND, keberpihakan anggaran tidak sekadar diukur dari besarnya alokasi dana, tetapi juga dari ketepatan penggunaannya dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kebijakan publik harus memastikan bahwa kelompok yang paling rentan memperoleh perlindungan dan akses yang memadai terhadap layanan dasar maupun lingkungan hidup yang aman. LMND Sulawesi Selatan menegaskan bahwa dukungan terhadap cita-cita pendidikan gratis akan selalu berjalan beriringan dengan sikap kritis dalam mengawal proses perumusan dan pelaksanaannya. Demikian pula dalam persoalan karhutla, LMND mendorong negara untuk bertindak tegas, mengedepankan pencegahan, dan memastikan adanya pertanggungjawaban terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi. Sebagai organisasi gerakan mahasiswa, LMND berkepentingan untuk terus mendorong kebijakan publik yang demokratis, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Pendidikan yang terjangkau dan lingkungan yang sehat merupakan dua aspek penting dalam mewujudkan kehidupan yang layak dan berkeadilan. Pendidikan adalah hak rakyat, bukan hak istimewa bagi mereka yang mampu membayar. Lingkungan yang sehat adalah hak masyarakat, bukan sesuatu yang boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir pihak. Atas dasar itu, LMND Sulawesi Selatan mendesak pemerintah agar menerjemahkan wacana pendidikan gratis menjadi kebijakan yang terukur dan tepat sasaran, sekaligus memastikan penanganan karhutla dilakukan secara serius, sistematis, dan berkelanjutan.

Daerah, Nasional, Pemuda, Pendidikan

DAD Gelombang II PK IMM Datuk Sulaiman, Menyiapkan Kader untuk Membaca Zaman

ruminews.id, PALOPO –  Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Datuk Sulaiman sukses melaksanakan Darul Arqam Dasar (DAD) Gelombang II di Masjid Jabal Nur, Perumnas Rampoang, Kota Palopo. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 2 Oktober 2026 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palopo DAD menjadi salah satu proses perkaderan penting dalam IMM untuk membentuk kader yang memiliki pemahaman keislaman, kemuhammadiyahan, intelektualitas, serta kepedulian terhadap persoalan sosial. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang kampus untuk mengenal dan berproses bersama dalam gerakan IMM. Ketua PK IMM Datuk Sulaiman, Muhammad Faikar, mengatakan bahwa pelaksanaan DAD merupakan bagian dari komitmen komisariat dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi. “Kami berharap IMM terus berikhtiar dan berproses dalam melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, spiritual, dan kepedulian sosial. DAD ini adalah awal dari proses panjang seorang kader untuk terus belajar, bergerak, dan memberikan manfaat,” ujar Muhammad Faikar. Ia menambahkan bahwa kader yang telah mengikuti DAD diharapkan tidak berhenti pada proses perkaderan formal, tetapi terus mengembangkan diri melalui aktivitas organisasi dan pengabdian di tengah masyarakat. “Setelah DAD, kader harus terus berproses. Kami ingin para kader mampu membaca persoalan di sekitarnya, membangun gagasan, dan menghadirkan aksi nyata. IMM harus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk menjadi insan yang berilmu dan berkemajuan,” tambahnya. Dengan terlaksananya DAD Gelombang II, PK IMM Datuk Sulaiman berharap lahir kader-kader baru yang mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi serta mengambil peran dalam kehidupan kampus dan masyarakat. PK IMM Datuk Sulaiman juga berkomitmen untuk terus memperkuat proses perkaderan sebagai bagian dari upaya melahirkan kader yang berilmu, berintegritas, berkemajuan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan persyarikatan.

Daerah, Nasional, Pemuda, Pendidikan

KKN-T UM Palopo dan LPDI Desa Lera Gelar LDK, Siapkan Generasi Muda untuk Kepemimpinan Masa Depan

ruminews.id, Luwu Timur– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Palopo (UM Palopo) berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan Dakwah Islam (LPDI) Desa Lera menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Masjid Amar Ma’ruf, Desa Lera, pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 39 peserta dan dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Lera, Kasbiyono. Pelaksanaan LDK ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN-T UM Palopo bersama LPDI Desa Lera dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter kepemimpinan sebagai persiapan menghadapi masa depan. Dalam sambutannya, kepala desa Lera Kasbiyono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki manfaat besar dalam mempersiapkan generasi penerus, khususnya bagi Desa Lera. “Kegiatan ini sangat berguna untuk membekali anak-anak kita untuk masa depan. Karena kita tidak selamanya menjadi pemimpin. Kita membutuhkan regenerasi baru yang progresif dalam membangun bangsa dan negara, khususnya di Desa Lera.” Ia menekankan bahwa regenerasi merupakan bagian penting dalam keberlanjutan kepemimpinan dan pembangunan. Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri agar mampu mengambil peran di tengah masyarakat. LDK tersebut menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh pemateri dengan bidang masing-masing. Materi Kepemimpinan disampaikan oleh Rifki Tamsir, yang membahas pentingnya tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan dalam memimpin diri sendiri maupun orang lain. Materi kedua, Adab dan Ilmu, disampaikan oleh Ustaz Alimuddin, S.H.I. Materi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan adab dalam membentuk pribadi yang tidak hanya berwawasan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Selanjutnya, materi Remaja vs Kemajuan Teknologi disampaikan oleh Andini Aprilah, S. Materi tersebut mengajak peserta untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus menyikapinya secara bijak. Generasi muda didorong agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif, tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, materi Public Speaking disampaikan oleh Friansyah, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN-T UM Palopo Desa Lera. Materi ini memberikan pembekalan kepada peserta mengenai kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan di depan umum secara percaya diri, jelas, dan terstruktur. Dalam kesempatan tersebut, Friansyah juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kegiatan LDK sekadar sebagai kegiatan seremonial. Ia mengajak peserta untuk menjadikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh sebagai batu loncatan untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin di masa depan. “Jadikan kegiatan ini sebagai batu loncatan untuk terus belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan,” pesan Friansyah kepada para peserta. Ketua LPDI Desa Lera, Ustaz Marwan Ahmad, S.H.I., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat, Pemuda dan agama Desa Lera yang turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan pembinaan generasi muda tersebut. Kolaborasi antara KKN-T UM Palopo dan LPDI Desa Lera melalui kegiatan LDK ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memahami tantangan yang dihadapi di tengah perkembangan teknologi. Melalui kegiatan ini, generasi muda Desa Lera diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beradab, percaya diri, mampu berkomunikasi, bijak dalam menggunakan teknologi, dan memiliki semangat kepemimpinan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di Desa Lera.

Melampaui Citra
Nasional, Opini, Pemerintahan, Politik

Melampaui Citra, Menguji Kualitas: KDM di Antara Panggung dan Sistem

Penulis: Andi Muhammad Jufri — Praktisi Pembangunan Sosial Ruminews.id — Ada dua wajah dari fenomena yang sama yang kita sebut KDM hari-hari ini. Wajah pertama adalah KDM yang turun. Ia datang ke NTT saat gempa menghantam. Membawa Rp4 miliar dari Pemprov Jabar, total sekitar Rp4,5 miliar bersama pengusaha, ASN, Baznas dan elemen masyarakat lain. Ia menyusuri rumah retak, duduk bersama pengungsi, menyerahkan bantuan perbaikan rumah dan kebutuhan dasar. Di Subang ia menawarkan pekerjaan tetap dan kontrakan layak bagi warga miskin. Di kasus lain ia membantu penjual es yang diintimidasi dengan modal, biaya sekolah anak, hingga bantuan hukum. Pada Mei 2026 di Lembang, ketika ambulans tak kunjung datang, ia membawa korban kecelakaan dengan mobil pribadinya sendiri ke rumah sakit.

Daerah, Nasional, Pemuda, Pendidikan, Uncategorized

Festival Olahraga Maramba Hidupkan Pujasera, UMKM Ikut Bergeliat

Ruminews, Luwu Timur — Pujasera Desa Maramba, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, mendadak ramai pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Warga berdatangan menyaksikan rangkaian Festival Olahraga yang digelar mahasiswa KKN-T Posko V Desa Maramba dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan

Usai Dilantik, Muhammad Faikar Bidik Penguatan Jaringan Perguruan Tinggi

Ruminews, Palopo — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulawesi Selatan resmi melantik jajaran kepengurusan periode 2026–2027 di Saokotae, pada Sabtu (15/8/2026). Dalam pelantikan tersebut, Muhammad Faikar ditetapkan sebagai Ketua Bidang Pengembangan Jaringan dan Perguruan Tinggi PC IMM Kota Palopo periode 2026–2027. Amanah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran IMM membangun jejaring strategis dengan perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas kader. Bidang Pengembangan Jaringan dan Perguruan Tinggi akan berfokus pada tiga agenda utama: Membangun ruang komunikasi dan jaringan dengan perguruan tinggi, melalui kerja sama kelembagaan, forum akademik, maupun kegiatan pengembangan mahasiswa. Mendorong pengembangan kuantitas dan kualitas kader IMM, melalui perluasan jaringan kaderisasi serta penguatan kapasitas intelektual dan kepemimpinan. Mendorong terbukanya akses beasiswa bagi kader IMM, melalui jejaring informasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Muhammad Faikar menyampaikan bahwa amanah tersebut harus dijalankan dengan kerja nyata dan kolaborasi. Menurutnya, pengembangan jaringan perguruan tinggi bukan sekadar memperluas relasi, tetapi juga membuka ruang bagi kader untuk berkembang dan berkontribusi di lingkungan akademik. “Bidang Pengembangan Jaringan dan Perguruan Tinggi harus menjadi ruang yang mempertemukan IMM dengan berbagai potensi di perguruan tinggi. Kita ingin membangun komunikasi produktif, memperkuat kualitas kader, serta membuka akses dan peluang yang memberikan manfaat nyata,” ujar Muhammad Faikar. Ia menambahkan, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi IMM di tengah dinamika dunia akademik. Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2027, PC IMM Kota Palopo diharapkan mampu menghadirkan gerakan progresif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan kader serta penguatan jaringan kelembagaan. Momentum ini menjadi awal bagi seluruh jajaran pengurus untuk menjalankan amanah dengan semangat kolaborasi, intelektualitas, dan pengabdian, demi terwujudnya kader IMM yang unggul dan berkemajuan.

Scroll to Top