Teknologi

Internasional, Nasional, Opini, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Politik, Teknologi, Uncategorized

Nexus: Ketika Jaringan Informasi Menjadi Arena Politik Peradaban

ruminews.id, Makassar – Yuval Noah Harari, melalui bukunya Nexus: A Brief History of Information Networks from the Stone Age to AI, sesungguhnya sedang mengajukan satu tesis besar: peradaban manusia tidak dibangun oleh kebenaran, melainkan oleh jaringan informasi yang dipercaya bersama. Dari mitos leluhur hingga kecerdasan buatan, sejarah manusia adalah sejarah tentang siapa yang mengendalikan arus informasi dan untuk kepentingan apa. Dalam perspektif komunikasi politik, argumen ini sangat relevan. Kekuasaan tidak lagi bertumpu pada senjata atau teritori, melainkan pada kemampuan membentuk narasi yang hidup di dalam jaringan. Negara, demokrasi, bahkan konsep kedaulatan publik bertahan karena dipercaya, dibicarakan, dan direproduksi secara kolektif. Jaringanlah yang memungkinkan jutaan orang, yang tidak saling mengenal, merasa menjadi bagian dari satu komunitas politik. Harari menegaskan bahwa keunggulan Homo sapiens tidak bersumber dari kecerdasan individu, tetapi dari kapasitas berkolaborasi dalam skala besar melalui fiksi kolektif uang, hukum, agama, dan ideologi. Dalam bahasa komunikasi modern, fiksi ini bekerja sebagai grand narrative yang mempersatukan publik. Tanpa jaringan informasi, narasi tersebut akan runtuh, dan bersamanya runtuh pula legitimasi kekuasaan. Sejarah media memperlihatkan pola yang konsisten. Lukisan gua berfungsi sebagai simbol kolektif, tulisan paku memungkinkan administrasi negara, kitab suci membangun otoritas moral, dan media sosial kini menjadi ruang produksi makna politik. Algoritma TikTok, X, dan Meta bukan sekadar teknologi distribusi pesan, tetapi aktor politik non-negara yang menentukan apa yang terlihat, dipercaya, dan diperdebatkan publik. “Informasi tidak selalu menginformasikan; ia menghubungkan, bahkan ketika ia adalah kebohongan.” Pernyataan Harari ini menemukan pembenarannya dalam berbagai studi komunikasi politik. Penelitian Vosoughi, Roy, dan Aral (2018) di Science menunjukkan bahwa informasi palsu menyebar lebih cepat dan luas dibandingkan informasi faktual, terutama karena daya emosionalnya. Dalam konteks digital, kebenaran kalah bukan karena lemah secara rasional, tetapi karena kalah secara algoritmik. Kasus global memberikan bukti konkret. Skandal Cambridge Analytica dalam Pemilu AS 2016 memperlihatkan bagaimana data, psikometri, dan mikro-targeting digunakan untuk memanipulasi preferensi politik pemilih. Di Myanmar, laporan PBB (2018) menyimpulkan bahwa Facebook berperan signifikan dalam menyebarkan ujaran kebencian terhadap etnis Rohingya. Sementara dalam konflik Palestina–Israel, berbagai riset media menunjukkan bagaimana algoritma media sosial memperkuat disinformasi, dehumanisasi, dan polarisasi ekstrem bukan karena niat moral, tetapi karena logika engagement. Di titik inilah Harari mengajukan kritik paling radikal: kecerdasan buatan bukan sekadar alat, melainkan sistem pengambil keputusan otonom. AI memiliki kecerdasan instrumental kemampuan mencapai tujuan—tetapi tidak memiliki kesadaran, empati, atau tanggung jawab moral. Dalam etika AI, ini sejalan dengan peringatan Nick Bostrom (2014) dan Shoshana Zuboff (2019): ketika keputusan publik diserahkan pada sistem yang hanya mengoptimalkan efisiensi dan atensi, maka nilai kemanusiaan berisiko terpinggirkan. Fenomena shared hallucinations narasi keliru yang diproduksi AI dan dipercaya secara kolektif menjadi ancaman serius bagi demokrasi deliberatif. Ketika publik tidak lagi berbagi realitas yang sama, ruang diskusi rasional runtuh. Politik berubah menjadi kompetisi algoritmik, bukan pertarungan gagasan. Namun, Nexus tidak berhenti pada pesimisme. Pesan terpenting Harari adalah penolakan terhadap determinisme teknologi. AI adalah hasil pilihan politik manusia, bukan takdir sejarah. Desain algoritma, regulasi platform, literasi digital, dan etika teknologi adalah wilayah keputusan kolektif bukan domain teknokrat semata. Pertanyaan Harari, “Jika kita tidak bisa mengubah masa depan, untuk apa membicarakannya?”, seharusnya dibaca sebagai seruan politik. Membicarakan AI, disinformasi, dan jaringan informasi bukan sekadar wacana akademik, melainkan bentuk tanggung jawab warga dalam mempertahankan masa depan demokrasi. Di era ketika jaringan informasi mampu membentuk realitas sosial, pertarungan sesungguhnya bukan antara manusia dan mesin, melainkan antara nilai kemanusiaan dan logika algoritma. Nexus mengingatkan kita: peradaban tidak runtuh karena teknologi terlalu canggih, tetapi karena manusia gagal mengendalikan jaringan yang mereka ciptakan sendiri. La Ode Muhamad Yuslan Manusia yang suka nyimak kemungkinan-kemungkinan kecil di sekitar.

Ekonomi, Opini, Teknologi

Menyambut Era Algoritmokrasi Ekonomi

ruminews.id – Kita akan memasuki fase kehidupan dimana keputusan ekonomi tidak lagi dibuat di ruang rapat kementerian atau lantai bursa, tetapi di ruang server yang dingin dan senyap. Harga tiket pesawat, peluang kredit, bahkan siapa yang muncul di linimasa media sosial Anda, semuanya diatur oleh algoritma. Dunia sedang bergerak ke arah baru, ke sebuah rezim yang belum sepenuhnya kita pahami, di mana logika digital menggantikan logika ekonomi konvensional. Saya menyebutnya: Algoritmokrasi Ekonomi. Istilah ini berasal dari dua kata: algorithm dan kratos. Kata pertama berakar dari nama ilmuwan Muslim abad ke-9, Al-Khwarizmi, pelopor aljabar yang warisannya melahirkan revolusi digital. Kata kedua berasal dari bahasa Yunani, berarti kekuasaan. Secara harfiah, algoritmokrasi berarti “pemerintahan oleh algoritma”. Jika demokrasi adalah kekuasaan rakyat, plutokrasi kekuasaan modal, maka algoritmokrasi adalah kekuasaan “kode” atau aturan-aturan digital yang mengatur perilaku manusia tanpa kita sadari. Fenomena ini tidak datang melalui kudeta atau revolusi, melainkan lewat inovasi yang menjanjikan kemudahan. Kita menyambutnya dengan antusias. Algoritma mempermudah hidup, mempercepat keputusan, dan menghapus bias manusia. Namun di balik kemudahan itu, tumbuh bentuk kekuasaan baru yang jauh lebih subtil. Sebuah kekuasaan yang tidak menampakkan wajahnya, tidak berpidato, tetapi menentukan arah hidup miliaran orang setiap hari. Shoshana Zuboff menyebutnya kapitalisme pengawasan, di mana data pribadi menjadi komoditas utama. Frank Pasquale menamainya black box society (masyarakat kotak hitam), karena keputusan yang memengaruhi hidup kita kini diambil oleh sistem yang tidak bisa diaudit. John Danaher, filsuf teknologi, bahkan memperingatkan munculnya algocracy, yaitu sistem pemerintahan yang dijalankan oleh algoritma, bukan manusia. Dalam dunia algoritmokrasi ekonomi, pasar dan negara tidak lagi menjadi pusat gravitasi ekonomi. Mekanisme harga yang dulu dianggap sebagai “tangan tak terlihat” kini digantikan oleh tangan tak berwujud, berupa kode yang bekerja melalui data besar (big data) dan kecerdasan buatan (AI). Ketika algoritma menentukan harga dinamis ojek daring, mengatur logistik, atau memprediksi permintaan, ia sedang menggantikan mekanisme pasar klasik. Saat sistem prediktif menentukan siapa berhak menerima bantuan sosial atau kredit, algoritma sedang mengambil peran negara dalam menentukan keadilan distribusi. Ironisnya, semua itu terjadi tanpa kita benar-benar menyadarinya. Kita hidup dalam kenyamanan yang dikendalikan. Setiap klik, setiap pembelian, setiap pencarian di internet, adalah bentuk partisipasi dalam ekonomi algoritmik. Suatu sistem di mana perilaku manusia menjadi sumber daya mentah untuk prediksi dan kontrol. Dalam paradigma ini, manusia tidak lagi sepenuhnya menjadi aktor ekonomi, melainkan objek data ekonomi. Kita bukan lagi produsen dan konsumen dalam pengertian klasik, melainkan kumpulan variabel yang terus diukur, diproses, dan dimonetisasi. Namun, algoritmokrasi ekonomi bukanlah kutukan yang tak terhindarkan. Ia adalah fase evolusi baru dalam sejarah ekonomi, yaitu sebuah bentuk teknopolitik di mana kekuasaan berpindah dari tangan modal ke tangan data. Ia bisa menjadi berkat, jika diarahkan untuk menciptakan keadilan dan transparansi baru. Tapi ia juga bisa menjadi bencana, jika dibiarkan bekerja tanpa akuntabilitas dan refleksi etis. Di sinilah filsafat memiliki peran mendesak. Kita harus meninjau ulang pertanyaan lama dengan cara baru: apa arti keadilan ketika algoritma menentukan peluang hidup seseorang? Apa makna kebebasan jika pilihan kita telah dikurasi oleh sistem rekomendasi? Dan apa yang dimaksud dengan rasionalitas ekonomi di dunia ketika mesin memahami kita lebih baik daripada kita memahami diri sendiri? Algoritmokrasi Ekonomi memaksa kita untuk menimbang kembali batas antara efisiensi dan kemanusiaan. Sebab di balik logika dingin data, selalu ada keputusan moral yang diambil oleh seseorang (atau sesuatu) atas nama kebaikan bersama. Pertanyaannya: siapakah yang mengontrol pengontrol itu? Apakah kita masih memiliki ruang untuk bertanya, berdebat, dan menegosiasikan nilai-nilai di tengah algoritma yang mengklaim netralitas mutlak? Pasar pernah kita percayai sebagai mekanisme alami, negara pernah kita andalkan sebagai pengatur moral kolektif. Kini, algoritma mengambil alih keduanya dengan wajah yang tak kasat mata. Di era ini, filsafat bukan lagi sekadar renungan akademik, melainkan kebutuhan politik. Sebuah upaya mempertahankan makna kemanusiaan di tengah dunia yang semakin dikalkulasi. Sebab jika kita tidak memikirkan cara manusia mengatur algoritma, maka cepat atau lambat, algoritmalah yang akan mengatur manusia.

Daerah, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Teknologi

LTMI HMI Maktim Dukung Dewan Energi Nasional dalam Mewujudkan Net Zero Emisi

ruminews.id, Makassar – Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung tercapainya Net Zero Emisi 2060 dengan menggelar Latihan Kader Khusus (Laksus) 2 Tingkat Nasional. Kegiatan ini mengangkat tema “Transformasi Energi Hijau melalui Inovasi Teknologi Cerdas Menuju Net Zero Emisi” sebagai wujud nyata kontribusi kader HMI terhadap isu global transisi energi. Melalui kegiatan ini, LTMI HMI Maktim menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran energi hijau yang berkelanjutan. Peserta akan mendapatkan materi yang tidak hanya memperkuat ideologi dan kepemimpinan, tetapi juga menekankan inovasi teknologi cerdas yang mendukung pembangunan energi ramah lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan LTMI HMI Cabang Makassar Timur terhadap kebijakan transisi energi yang dikoordinasikan oleh Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dalam upaya mewujudkan Net Zero Emisi 2060. “Melalui kegiatan ini, kita ingin melahirkan kader yang siap menjadi motor penggerak transformasi energi hijau di tingkat lokal maupun nasional. Dukungan terhadap Net Zero Emisi adalah bukti bahwa mahasiswa Islam hadir membawa solusi untuk masa depan bangsa,” ujar Ketua LTMI HMI Cabang Makassar Timur. Dengan semangat kolaborasi, LTMI berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbangunnya gerakan mahasiswa yang konsisten mendorong tercapainya Net Zero Emisi dan keberlanjutan energi di Indonesia.

Daerah, Makassar, Pendidikan, Teknologi

LTMI HMI Cabang MAKTIM Gelar Seminar Teknologi: Dorong Penguatan SDM dan Inovasi Energi Berkelanjutan

ruminews.id, Makassar, 19 Juli 2025 — Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur sukses menyelenggarakan Seminar Teknologi bertajuk “Smart and Green Energy Infrastructure dalam Mewujudkan Sistem Energi Berbasis Teknologi dan Berkelanjutan” pada Sabtu, 19 Juli 2025 di Aula Prof. Hardjoeno, Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LTMI dalam mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) kader HMI di bidang teknologi dan energi terbarukan, sejalan dengan perkembangan zaman dan tantangan global menuju transisi energi yang ramah lingkungan. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, Muh. Zulfikar Ridha, dan Direktur LTMI Cabang Makassar Timur, Erlangga Pratama Susilo. Dalam sambutannya, mereka menegaskan pentingnya peran intelektual muda Islam dalam menjawab tantangan ketahanan energi nasional berbasis inovasi dan keberlanjutan. Seminar ini menghadirkan para pembicara ahli di bidang energi dan teknologi, yakni: Prof. Ir. Nur Hamzah, M.T., Ph.D., Koordinator Prodi Teknik Energi Terbarukan PNUP, Andi Bayu Arief, S.E., M.Si., Kepala Bidang EBT Dinas ESDM Provinsi Sulsel. Ketiganya membahas tantangan dan peluang pengembangan infrastruktur energi cerdas (smart energy), arah kebijakan EBT nasional, serta pentingnya integrasi teknologi dalam menciptakan sistem energi berkelanjutan. Moderator seminar, Syahrul Gunawan, yang juga menjabat sebagai Kepala Deputi Teknologi Energi dan Sumber Daya Mineral LTMI, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret lembaga dalam membangun ekosistem keilmuan dan profesionalisme kader dalam bidang strategis nasional. Seminar ini dihadiri oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, di antaranya Universitas Hasanuddin, Universitas Dipa Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Universitas Teknologi Akba Makassar. Diharapkan, melalui kegiatan ini, LTMI semakin mempertegas perannya sebagai wadah kaderisasi dan transformasi ilmu pengetahuan di tengah dinamika perubahan zaman.

Teknologi

Mengapa Desain Ergonomis Penting dalam Sistem Informasi Berbasis Web?

ruminews.id, Ketika kenyamanan digital menjadi ilusi Setiap hari, kita menggunakan sistem informasi berbasis web—mulai dari mengecek hasil lab pada layanan kesehatan, mengakses nilai kuliah, hingga penggunaan LMS lainnya. Namun, tak sedikit dari kita yang merasa frustrasi: teks terlalu kecil, navigasi membingungkan, tombol susah ditemukan. Mata lelah, kepala pusing.
Yang jarang disadari, semua ini adalah akibat dari sistem yang tidak ergonomis. Layar digital adalah ruang kerja baru Sama seperti kursi yang tidak nyaman bisa menyebabkan sakit punggung, desain antarmuka yang buruk bisa memicu kelelahan visual dan stres mental. Ergonomi digital adalah ilmu yang memastikan manusia dapat berinteraksi dengan sistem secara nyaman, efisien, dan aman. Berdasarkan artikel dengan judul Old web in a new bottle: Thai digital natives’ cyberspace experience in China oleh Lin et al (2025), diketahui pengalaman pengguna dalam sistem digital lintas negara tidak hanya ditentukan oleh antarmuka, tetapi juga oleh norma budaya, regulasi, dan pola kebiasaan digital yang dibentuk sejak lama—sebuah fenomena yang disebut sebagai ‘cyberspace habitus’.” Sayangnya, banyak sistem digital hari ini dibangun lebih untuk memenuhi kebutuhan data atau manajemen, bukan untuk kenyamanan pengguna. Padahal, bagi petugas administrasi, guru, atau tenaga kesehatan, layar adalah “meja kerja” sehari-hari. Jika desainnya buruk, produktivitas bisa anjlok. Seperti apa sistem informasi yang ergonomis? Sistem informasi yang ergonomis memperhatikan setidaknya tiga aspek utama: Ergonomi Visual Gunakan kontras warna yang cukup (minimal rasio 4.5:1), ukuran huruf yang terbaca (minimal 14pt untuk teks utama), dan warna yang tidak menyilaukan. Hindari tampilan yang terlalu ramai atau animasi berlebihan. Ergonomi Kognitif Sajikan informasi secara bertahap, dengan alur yang logis dan mudah dipahami. Gunakan ikon yang familiar, berikan umpan balik saat pengguna melakukan tindakan, dan hindari istilah teknis yang membingungkan. Aksesibilitas Fungsional Pastikan sistem bisa digunakan oleh siapa saja: dari mahasiswa hingga lansia. Gunakan tombol besar, hindari menu tersembunyi, dan sediakan mode gelap untuk kenyamanan mata. Uji coba oleh manusia, bukan hanya teknisi Sebelum sistem diluncurkan, pastikan dilakukan uji coba dengan pengguna nyata. Gunakan alat sederhana seperti survei beban mental (misalnya, NASA-TLX), evaluasi kontras warna, dan simulasi kondisi pencahayaan yang berbeda. Di Makassar, sebuah tim pengembang sistem pengelolaan sampah digital berbasis web melibatkan petugas kebersihan dalam pengujian antarmuka. Hasilnya: dashboard lebih sederhana, ikon lebih besar, dan sistem lebih cepat digunakan. Ini membuktikan bahwa keterlibatan pengguna adalah kunci sistem yang ergonomis. Aplikasi berbasis web yang dirancang dengan prinsip aksesibilitas dan pembelajaran terbukti mampu meningkatkan kepercayaan diri pengguna, mengurangi kecemasan, dan mendorong kemandirian—menunjukkan kekuatan desain digital yang ergonomis dalam menjangkau kelompok pengguna yang termarjinalkan. Sebuah studi menarik tentang Catch the Bus©, misalnya, menunjukkan bagaimana pelatihan berbasis game digital mampu membekali penyandang disabilitas intelektual untuk menggunakan transportasi umum secara mandiri dan percaya diri. Kita butuh sistem yang memanusiakan pengguna Di tengah gempuran digitalisasi, kita sering lupa: teknologi dibuat bukan hanya untuk berjalan, tapi untuk membantu manusia bekerja lebih baik. Sistem informasi yang baik bukan hanya tentang kecepatan, tapi tentang rasa nyaman, aman, dan efisien.
Sudah saatnya kita membangun sistem yang tidak hanya berfungsi, tapi juga bersahabat bagi penggunanya. Tentang Penulis Besse Irna Tawaddud, SKM.,M.Kes adalah dosen Polimedia dengan bidang K3 dan Manajemen Lingkungan dengan fokus media dan Industri Kreatif Tulisan ini berdasarkan penelitian dengan judul Design and build a web-based Bulukumba Regency tourism information system from an ergonomic perspective oleh Besse Irna Tawaddud dan Muhammad Akhsan

Teknologi

Ketika Muhammadiyah Bikin AC, Bikin Adem Dunia dan Ingat Akhirat

Ruminews.id – Dalam acara Tanwir Muhammadiyah 2024 yang berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Muhammadiyah memperkenalkan inovasi terbaru berupa pendingin udara bernama Air Conditioner Muhammadiyah (ACMU). Produk ini dirancang dengan teknologi terkini untuk efisiensi energi, kelestarian lingkungan, serta dilengkapi fitur Islami yang mendukung ibadah umat muslim. Teknologi Mutakhir dan Ramah Lingkungan CEO PT Green Sinar Mentari, Jaenudin, menyampaikan bahwa ACMU dirancang dengan teknologi inverter mutakhir. Produk ini hemat energi, memiliki emisi karbon rendah, dan telah memenuhi standar pemerintah sebagai AC bintang 5. “ACMU merupakan AC yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien dengan penghematan energi hingga 26%,” ujar Jaenudin dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (6/12). Sejak 2017, ACMU telah diuji di enam rumah sakit Muhammadiyah dengan total pemasangan hampir 1.000 unit. Penghematan energi yang tercatat meliputi 24% di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, 17% di RS Muhammadiyah Lamongan, dan 26% di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Fitur Pengingat Salat Salah satu keunggulan ACMU adalah fitur pengingat waktu salat yang terintegrasi. Pengguna dapat menikmati tampilan visual jadwal salat atau pengingat azan setiap waktu. Produk Lokal dengan Komitmen Tinggi ACMU diproduksi di Semarang, meskipun saat ini 90% bahan baku masih diimpor. Perusahaan berkomitmen meningkatkan kandungan lokal seiring meningkatnya permintaan. ACMU juga menawarkan garansi hingga 10 tahun, menjadikannya salah satu produk dengan keunggulan kompetitif di pasar. Produk ini tersedia dalam berbagai tipe, seperti AC split 1 PK, 1,5 PK, hingga AC cassette untuk ruangan besar. Harga yang bersaing menjadikannya pilihan menarik, terutama bagi amal usaha Muhammadiyah seperti rumah sakit dan sekolah. Mendukung Amal Usaha Muhammadiyah ACMU diharapkan menjadi solusi pendinginan udara yang andal untuk berbagai amal usaha Muhammadiyah. Anggota Muhammadiyah dapat menikmati potongan harga hingga 10% untuk pembelian produk ini. ACMU juga direncanakan menjadi mitra resmi dalam Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan. Jaenudin menambahkan bahwa jaringan layanan purna jual ACMU sudah tersebar luas, sehingga memudahkan konsumen mendapatkan dukungan teknis. Dengan inovasi ini, Muhammadiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam dalam setiap produknya.

Teknologi

Realme C75: Inovasi Baru di Tengah Tekanan Pasar yang Kian Sulit

Ruminews.id – Realme resmi meluncurkan Realme C75, smartphone entry-level pertama dengan sertifikasi IP68 dan IP69 di Indonesia. Dengan daya tahan luar biasa, perangkat ini mencoba menciptakan standar baru di segmen smartphone tangguh. “Dengan menggabungkan ketangguhan dan fitur-fitur canggih, realme C75 menetapkan tolok ukur baru untuk smartphone entry-level. Smartphone ini adalah perangkat yang mencerminkan komitmen realme untuk memberikan value tinggi dan memenuhi beragam kebutuhan penggunanya,” kata Public Relations Lead realme Indonesia Krisva Angnieszca dalam keterangannya, Selasa (10/12). Namun, di tengah peringkat Realme yang terlempar dari lima besar pasar smartphone Asia Tenggara, langkah ini tampak sebagai upaya agresif untuk merebut kembali perhatian konsumen. Fitur Tangguh yang Menarik, Tapi Kompetisi Ketat Realme C75 hadir dengan tiga keunggulan utama: tahan air, tahan banting, dan baterai 6.000 mAh. Smartphone ini bahkan dilengkapi dengan sertifikasi MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap benturan, serta teknologi SonicWave Water Ejection untuk mengeluarkan air dari lubang speaker. Sertifikasi IP68 dan IP69 menjadi nilai jual utama. Fitur ini membuat Realme C75 mampu bertahan dari cipratan air hingga semburan air bertekanan tinggi, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna aktif di lingkungan basah atau berdebu. Dengan harga Rp2.299.000 saat flash sale, Realme C75 menargetkan pasar anak muda dengan gaya hidup dinamis. Namun, tantangan besar menghadang. Canalys melaporkan bahwa pangsa pasar Realme di Asia Tenggara semakin tergerus, bahkan keluar dari posisi lima besar. Dengan OPPO, Samsung, TRANSSION, Xiaomi, dan vivo mendominasi, Realme harus bersaing di segmen entry-level yang semakin kompetitif. Mengapa Realme Kehilangan Momentum? Canalys mencatat pasar smartphone Asia Tenggara tumbuh 15% pada Q3 2024, dengan total pengiriman 25 juta unit. Namun, Realme yang pernah menjadi pilihan populer anak muda kini menghadapi tantangan berat: Perang Harga: Segmen entry-level didominasi perang harga dan promosi besar-besaran, di mana vendor seperti Xiaomi dan OPPO telah menciptakan produk kompetitif dengan strategi branding yang kuat. Portofolio Produk Kurang Tersegmentasi: Kompetitor seperti Samsung dan OPPO sukses menyederhanakan portofolio entry-level mereka, sementara Realme masih harus memperbaiki segmentasi produk untuk mengurangi konflik harga. Strategi Distribusi Lemah: Samsung dan Apple terus memperluas toko pengalaman premium, sementara kompetitor lain menggandeng operator untuk penetrasi lebih luas. Realme C75, Strategi Pemulihan? Meski Realme C75 membawa inovasi menarik, pertanyaannya adalah apakah perangkat ini cukup kuat untuk membantu Realme bangkit? Keunggulan ketahanan air dan daya tahan bantingnya merupakan diferensiasi signifikan, tetapi kompetisi di pasar entry-level tidak hanya soal spesifikasi, melainkan juga strategi branding, distribusi, dan harga. Realme harus memanfaatkan momentum peluncuran ini dengan kampanye pemasaran yang kuat dan perluasan distribusi. Selain itu, meningkatkan fokus pada segmen harga menengah atas bisa menjadi langkah strategis untuk mengimbangi perang harga di segmen entry-level.

Teknologi

Aeon Biznet Card Diluncurkan, Solusi Baru Transaksi Digital dengan Banyak Keuntungan

Ruminews.id- Biznet, penyedia layanan internet terkemuka di Indonesia, resmi meluncurkan kartu kredit co-branding pertama mereka, Aeon Biznet Card, hasil kolaborasi dengan Aeon Credit Service Indonesia dan didukung oleh jaringan JCB. Peluncuran ini menjadi langkah strategis Biznet untuk menghadirkan kemudahan pembayaran serta mendukung gaya hidup digital para pelanggannya. President Director Biznet, Adi Kusma, menyampaikan bahwa inovasi ini adalah bagian dari komitmen Biznet untuk terus memberikan nilai tambah bagi pelanggan. “Di penghujung tahun 2024 ini, kami bangga mengumumkan kolaborasi dengan Aeon Credit Service Indonesia. Aeon Biznet Card hadir sebagai solusi pembayaran baru yang memberikan berbagai manfaat serta keuntungan bagi pelanggan. Kami juga bangga menjadi ISP pertama di Indonesia yang meluncurkan kartu kredit co-branding seperti ini,” ujar Adi dalam acara peluncurannya, Kamis (12/12). Keuntungan Eksklusif Aeon Biznet Card Aeon Biznet Card menawarkan berbagai keuntungan bagi pengguna, khususnya pelanggan layanan Biznet. Beberapa manfaat utama yang diberikan meliputi: Gratis biaya pembelian Biznet WiFi Fiber Modem melalui cashback. Gratis tiga bulan berlangganan Biznet Home, layanan internet untuk perumahan dan apartemen. Cashback 10% untuk pembelanjaan di Aeon Store setiap bulan. Diskon 15% di Ayana Hotel dan Restoran, serta 20% di Ayana Spa pada hari tertentu. Bebas iuran tahunan seumur hidup. Diskon hingga 20% untuk pembelanjaan di Jepang pada periode 1 Januari hingga 30 April 2025. Bebas akses ke lounge bandara sebanyak delapan kali setahun. Presiden Direktur Aeon, Yasunori Narabayashi, menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya mendukung gaya hidup digital masyarakat tetapi juga berkontribusi pada perkembangan ekonomi digital Indonesia. “Dengan meningkatnya transaksi kartu kredit di Indonesia, kami optimis Aeon Biznet Card akan memberikan pilihan baru dan manfaat lebih kepada pelanggan,” jelasnya. Mendukung Transformasi Digital dan Gaya Hidup Modern Fitur contactless payment yang disematkan dalam Aeon Biznet Card mendukung gaya hidup cashless society yang terus berkembang di Indonesia. Selain itu, kartu ini menawarkan berbagai keuntungan di sektor perjalanan dan kuliner, yang semakin relevan di era digital. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi kartu kredit pada Februari 2024 meningkat 6,13% secara tahunan, menegaskan pentingnya inovasi ini. Pelanggan yang tertarik dapat melakukan registrasi Aeon Biznet Card melalui situs resmi Aeon di www.Aeon.co.id atau situs Biznet di www.biznethome.net/Aeoncard, serta melalui agen penjualan. Peluncuran ini juga menjadi bagian dari perayaan 24 tahun Biznet yang terus berkomitmen menghadirkan layanan inovatif untuk masyarakat. “Kami akan terus berinovasi untuk mendukung kebutuhan masyarakat akan layanan digital di masa depan,” tutup Adi Kusma.

Teknologi

Merger XL dan Smartfren Tuntas 2025, Apa yang Didapat Pelanggan?

Ruminews.id – PT XLSmart Telekom Sejahtera Tbk., perusahaan hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren, ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2025. Hal ini disampaikan Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/12). Merza menyebut seluruh tahapan proses merger diperkirakan rampung pada semester pertama 2025. “Paling tidak, tidak lebih dalam kurun waktu sebelum semester pertama berakhir, ini semua sudah harus selesai, sehingga XLSmart sudah harus bisa beroperasi pada first-half 2025,” ujarnya dikutip dari Antara. Proses Perizinan dan Persetujuan Merza menjelaskan bahwa proses penggabungan masih membutuhkan persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia berharap pengurusan perizinan dari regulator dan pemegang saham berjalan lancar agar XLSmart dapat mulai beroperasi sesuai target. “Kita akan lanjutkan dengan proses perizinan dari regulator, yaitu Komdigi maupun dari OJK,” tambahnya. Dampak Positif bagi Pelanggan dan Korporasi Merza optimis penggabungan ini akan membawa dampak positif bagi karyawan, pelanggan, dan korporasi. Dengan kehadiran XLSmart, layanan internet diproyeksikan akan lebih cepat, terutama melalui peluncuran teknologi 5G. “Kecepatan internet pasti akan jauh lebih baik dengan kecepatan dan peluncuran 5G, adanya kebebasan memilih, karena tadi produk-produk yang ditawarkan dengan tiga macam brand,” jelas Merza. Selain itu, layanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi juga diharapkan meningkat setelah merger terealisasi. Meningkatkan Kompetisi dan Pilihan Produk Merger ini juga bertujuan untuk memberikan pilihan produk yang lebih luas bagi pelanggan, dengan tetap mempertahankan kekuatan masing-masing brand. XLSmart diharapkan menjadi pemain utama dalam industri telekomunikasi Indonesia, menggabungkan sumber daya kedua perusahaan untuk menawarkan layanan yang lebih baik.

Teknologi

4 Cara Nonton YouTube Tanpa Iklan, Streaming Jadi Lebih Lancar!

Ada banyak cara untuk bisa menonton video YouTube tanpa iklan, salah satunya adalah membayar biaya berlangganan akun premium. Saat sedang bersantai, siapapun pasti tidak ingin waktu “me time” nya diganggu oleh orang lain, begitupun saat sedang asik menonton podcast di YouTube. Dulu, semua orang bisa menonton YouTube tanpa hambatan alias bebas iklan. Sekarang, semua konten yang tayang di YouTube pasti ada iklan yang ditambahkan oleh konten kreator agar bisa menghasilkan uang. Tapi sayangnya, keberadaan iklan tersebut sangat mengganggu pengguna, terutama bagi mereka yang sedang mencari informasi cepat. Beruntungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar bisa kembali menonton YouTube tanpa iklan. Cara Nonton YouTube Tanpa Iklan Dikutip dari berbagai sumber, berikut deretan cara menonton YouTube bebas iklan: 1. Pasang Ad-Block Hampir semua orang pasti memasang ekstensi atau aplikasi ad-block untuk memblokir iklan-iklan yang tayang di situs. Tidak hanya di situs, aplikasi Ad-Block ini ternyata juga mampu memblokir iklan yang tayang saat sedang streaming YouTube. Bagi yang ingin memasangnya, ikuti langkah-langkah berikut ini untuk menggunakan AdBlock di browser laptop: Buka browser Chrome Kunjungi getadblock.com Klik “Get Adblock Now” Di halaman instalasi Google Web Store, klik “Add to Chrome” untuk menambahkan ekstensi AdBlock ke Chrome. Setelah terinstall, klik ikon berhenti dan pilih pengaturan. Pilih pengaturan sesuai keinginan dan simpan. Sekarang ekstensi AdBlock sudah berjalan dan siap memblokir iklan di YouTube. 2. Unduh Video YouTube Cara lain yang bisa dilakukan agar bisa menonton video YouTube dengan nyaman adalah dengan mengunduh videonya di savefrom.net. Bagi yang belum pernah melakukannya, bisa ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengunduh video YouTube: Buka browser. Masuk ke YouTube dan cari video yang ingin diunduh. Salin tautan URL video tersebut. Setelah itu, buka en.savefrom.net Di kolom yang tersedia, tautkan link yang sudah di salin lalu tekan Enter. Setelah itu, pilih format video yang diinginkan dan klik “Download”. Tunggu sampai proses pengunduhan selesai. Setelah berhasil terunduh, video sudah bisa dimainkan di perangkat. 3. Pakai Aplikasi Pihak Ketiga Buat yang sering mengakses YouTube dari Hp, bisa coba pakai aplikasi pihak ketiga seperti YouTube Vanced, GoTube, dan NewPipe. Ketiga aplikasi tersebut merupakan aplikasi alternatif untuk menonton YouTube tanpa iklan. Fitur-fitur yang ditawarkan oleh aplikasi tersebut hampir sama seperti fitur yang diberikan pada akun YouTube Premium, seperti streaming tanpa iklan, floating window, dan lain sebagainya. 4. Berlangganan YouTube Premium Cara terakhir agar bisa menonton YouTube tanpa iklan adalah berlangganan akun Premium. Ada tiga opsi tarif berlangganan YouTube Premium yang bisa dipilih oleh pengguna, yakni: Individual: Rp69.000 per bulan. Family : Rp 139.000 per bulan. Student : Rp 41.000 per bulan. Ketika pilihan tersebut menawarkan layanan dan fitur yang sama, yakni streaming video bebas iklan, fitur floating windows, dan fitur premium lainnya. Memang harganya cukup mahal untuk sebagian orang. Tapi ini menjadi satu-satunya cara legal untuk menikmati konten video YouTube tanpa iklan.(*)

Scroll to Top