Opini

Nasional, Opini, Pemuda

Merdeka Mengajar, Mengajar untuk Merdeka: Menagih Janji Pendidikan di Usia 81 Tahun RI

Penulis: Andi Tenri Abeng – Wabendum Kohati PB HMI 2024-2026 ruminews.id – Setiap kali bulan Agustus tiba, merah putih berkibar di setiap sudut jalan. Musik perjuangan diputar, perlombaan rakyat digelar, dan pidato resmi digaungkan. Tahun ini, Indonesia menapaki usia ke-81. Di usia yang semakin matang ini, pertanyaan mendasar kembali mengusik nurani kita: Apakah kemerdekaan ini sudah dirasakan secara merata oleh seluruh anak bangsa, khususnya dalam mendapatkan pendidikan yang layak?

Nasional, Opini, Pemuda

Indonesia Sederhana

Penulis : A. Rachmat Ady Ullang – Sekretaris Umum HMI Cabang Bantaeng Ruminews.id – Delapan puluh satu tahun bukan usia yang singkat bagi sebuah bangsa. Dalam rentang waktu itu, Indonesia telah melewati berbagai fase sejarah: mempertahankan kemerdekaan, membangun fondasi negara, menghadapi krisis, hingga memasuki era digital yang penuh perubahan. Banyak hal telah dicapai, tetapi di tengah berbagai kemajuan tersebut, satu pertanyaan tetap layak diajukan, ‘Indonesia seperti apa yang sebenarnya sedang kita bangun?’

81 Tahun Merdeka
Nasional, Opini, Pemuda

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Indonesia Memanusiakan Manusia?

Penulis: Pedro Ngiso Ruminews.id — Saya perlu memulai esai reflektif saya ini dengan sebuah pengakuan sederhana: saya bukan ahli politik, bukan pengamat negara, bukan ahli kenegaraan, bukan ekonom, dan bukan pula seseorang yang memiliki otoritas khusus untuk berbicara atas nama Indonesia. Saya hanya seorang mahasiswa yang sedang belajar memahami dunia di sekitarnya, seorang manusia yang masih terus belajar menggunakan daya nalar, bertanya, meragukan, membaca, dan mencoba memahami berbagai hal secara lebih kritis.

Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-81
Nasional, Opini, Pemuda

Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-81

Penulis: Eka Indonesia, 17 Agustus 2026 Dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, SIMPA sebagai bagian dari generasi muda Indonesia memandang bahwa kemerdekaan tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni, pidato-pidato kebangsaan, atau pengibaran Sang Merah Putih. Kemerdekaan seharusnya menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali sejauh mana cita-cita kemerdekaan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan rakyat. Bagi SIMPA, menjadi pemuda di tengah usia Republik Indonesia yang ke-81 bukan hanya tentang merayakan sejarah, tetapi juga mengambil tanggung jawab atas masa depan bangsa. Merdeka bukan sekadar terbebas dari penjajahan bangsa asing. Kemerdekaan juga berarti terbebas dari berbagai bentuk penindasan yang tumbuh dari dalam negeri sendiri. Penjajahan hari ini mungkin tidak lagi hadir dalam bentuk senjata dan pasukan. Ia dapat hadir melalui kemiskinan yang terus diwariskan, pendidikan yang tidak merata, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan sosial, eksploitasi sumber daya alam, hingga kebijakan yang menempatkan rakyat semata-mata sebagai objek pembangunan. Lantas, apa arti kemerdekaan apabila rakyat masih terbelenggu oleh ketidakadilan? Apa arti kemerdekaan apabila sebagian masyarakat masih kesulitan memperoleh pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan yang layak? Dan apa arti kemerdekaan apabila kekuasaan justru digunakan untuk mengutamakan kepentingan segelintir pihak dengan mengorbankan kepentingan rakyat? Bagi SIMPA, pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan bentuk pesimisme terhadap bangsa, melainkan bagian dari kecintaan terhadap Indonesia. Mencintai bangsa bukan berarti selalu membenarkan setiap keadaan. Sebaliknya, kecintaan terhadap bangsa juga menuntut keberanian untuk mengkritik, mengingatkan, dan memperjuangkan perubahan ketika cita-cita kemerdekaan semakin jauh dari kehidupan rakyat. Pada usia Republik Indonesia yang ke-81, sudah saatnya kita kembali bertanya: apakah kita benar-benar telah merdeka, atau sekadar mengganti bentuk penjajahan lama dengan bentuk penindasan yang baru? Mengibarkan Merah Putih adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu bangsa. Namun, menjaga dan mewujudkan nilai-nilai kemerdekaan merupakan tanggung jawab generasi hari ini. Karena itu, SIMPA mengajak seluruh pemuda Indonesia menjadikan momentum kemerdekaan ke-81 sebagai kesempatan untuk memperkuat keberanian, integritas, solidaritas, dan kepedulian terhadap kehidupan rakyat. Perjuangan hari ini memang bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah. Perjuangan itu hadir dalam upaya melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta berbagai bentuk penindasan yang merampas hak dan martabat manusia. Sebab, kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya ketika bangsa terbebas dari penjajahan bangsa lain, melainkan ketika setiap rakyat terbebas dari segala bentuk penindasan—baik yang datang dari luar maupun yang tumbuh dari dalam negeri sendiri. Merdeka bukan sekadar kata. Merdeka adalah keadaan yang harus terus diperjuangkan.

HUt RI ke-81
Nasional, Opini, Pemuda, Politik

HUT RI ke-81: Katanya Pemuda adalah Agen Perubahan, Tapi Giliran Mengkritik Disebut Provokator”

Penulis: Muh. Alief – Ketua DPW Muda Bergerak Prov. Sulawesi Selatan Ruminews.id —  Setiap memasuki bulan Agustus, kita selalu disuguhi narasi serupa dari podium ke podium pejabat: “Pemuda adalah agen perubahan.” Namun, tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini, kita seperti dipaksa menghadapi sebuah standar ganda. Di satu sisi, generasi muda dituntut untuk aktif dan peduli pada bangsa. Di sisi lain, ketika kami mulai menggunakan akal sehat untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang tumpang tindih, labelnya langsung berubah dalam semalam. Kami tidak lagi disebut agen perubahan, melainkan dicap sebagai “provokator” oleh mereka yang alergi terhadap perubahan itu sendiri.

Hari Kemerdekaan Indonesia
Nasional, Opini, Pemuda, Pendidikan

Merdeka-Merdekaan: Refleksi Kritis Peringatan 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Penulis: Rafael Dylan Arkananta Krisnawan — Siswa SMA Kolose DeBritto Ruminews.id — Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Tepat 81 tahun lalu bendera merah putih dikibarkan pertama kali di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Pidato-pidato bernada megah digemakan, memuji keberhasilan bangsa ini keluar dari cengkeraman penjajah yang datang beribu mil jauhnya. Sorak-sorakan gembira yang menyambut kibaran merah putih tinggi di langit. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang sampai ke setiap sudut jalan raya. Keringat dan darah yang selama ini diberikan kini dibayar lunas. Akhir manis dari perjuangan serta pengorbanan bangsa Indonesia demi Ibu Pertiwi.

Nasional, Opini, Pemuda

Selamat Ulang Tahun, Indonesia: Merdeka dari Siapa, untuk Siapa?

Penulis : Ahnaf Amanullah Gangka – Mahasiswa Hukum Tata Negara Ruminews.id – Kemerdekaan Indoneisa yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus seharusnya tidak hanya menjadi sebuah perayaan seremonial semata. Melainkan kemerdekaan semestinya menjadi momentum untuk melihat secara jujur apakah negara ini benar-benar berjalan sesuai dengan cita-cita yang telah dirumuskan oleh pendiri bangsa indoneisa.

Momentum Hari Kemerdekan
Nasional, Opini, Pemuda

Momentum Hari Kemerdekaan : Apakah Benar Merdeka atau Sekedar Ungkapan Tanpa Makna

Penulis : Muh Akhwan Al Wahda M – Founder Komunitas Kawan Baca Ruminews.id – setelah beberapa waktu yang telah usai, kini kita dipertemukan kembali dengan bulan yang singkat, namun jejak historisnya penuh dengan tinta yang berwarnah merah sebagai tanda juang dan cita-cita awal yang tak pernah bisa luput dalam ingatan setiap individu yang mengaku mencintai bangsanya.

Nasional, Opini, Pemuda

81 Tahun Indonesia. Merdeka dalam Konstitusi, Belum Selesai dalam Realitas

Penulis: Andi Yaumil Imam Hidayat – Sekretaris Umum SEMMI Cabang Bulukumba Refleksi atas Jarak antara Janji Kemerdekaan, Konstitusi, dan Kehidupan Rakyat Ruminews.id – Indonesia telah memasuki usia 81 tahun kemerdekaan. Delapan puluh satu tahun adalah perjalanan panjang bagi sebuah bangsa. Kita telah melewati pergantian rezim, perubahan politik, krisis ekonomi, reformasi, serta berbagai dinamika sosial yang terus membentuk wajah Indonesia.

Opini, Pendidikan

Mendidik Anak Merdeka di Tengah Realitas Negeri yang Tidak Sempurna

Penulis: Muqimah Surganingsih – Dosen PGPAUD FIP UNM ruminews.id – Tanggal 17 Agustus, kita kembali berbicara tentang kemerdekaan. Bendera dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, perlombaan digelar, dan anak-anak diperkenalkan pada sejarah perjuangan bangsa. Namun, di tengah berbagai persoalan sosial dan kegaduhan dalam kehidupan pemerintahan, ada pertanyaan yang mungkin lebih penting untuk kita renungkan sebagai pendidik, apa sebenarnya makna kemerdekaan bagi anak usia dini, dan karakter seperti apa yang perlu kita tanamkan kepada generasi sekarang?

Scroll to Top