Pemuda

Pemuda

Abd. Fajar M Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto Periode 2026–2029

ruminews.id – Jeneponto – Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jeneponto menetapkan Abd. Fajar M sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto periode 2026–2029 secara aklamasi. Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Musda XVI yang diselenggarakan setelah seluruh peserta yang memiliki hak suara menyatakan dukungan kepada Abd. Fajar M. Dengan tidak adanya calon lain yang memenuhi syarat, sidang pleno menetapkan Abd. Fajar M sebagai ketua terpilih secara aklamasi. Musda XVI KNPI Kabupaten Jeneponto menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi kepemudaan untuk memperkuat persatuan, sinergi, dan kolaborasi antara KNPI, organisasi kepemudaan (OKP), pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Dalam sambutannya usai ditetapkan, Abd. Fajar M menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta Musda. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun KNPI Kabupaten Jeneponto yang inklusif, solid, dan menjadi wadah berhimpun seluruh potensi pemuda. “Kami mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersatu, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan pemuda dan pembangunan Kabupaten Jeneponto,” ujarnya. Dengan terpilihnya Abd. Fajar M secara aklamasi, diharapkan DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto semakin mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan menjadi ruang pengembangan kreativitas, kepemimpinan, serta pengabdian generasi muda menuju Jeneponto yang lebih maju dan berdaya saing.

Luwu Timur, Nasional, Pemerintahan, Pemuda

HMI Cabang Luwu Utara Kecam Dugaan Tindakan Represif dalam Konflik Agraria Laoli, Desak Penyelesaian Berkeadilan

ruminews.id, LUWU UTARA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Luwu Utara mengecam dugaan tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan dalam proses pengosongan lahan di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. HMI Cabang Luwu Utara menilai pendekatan keamanan yang mengedepankan penggunaan kekuatan berpotensi memperuncing konflik agraria dan mencederai prinsip-prinsip negara hukum.

Daerah, Pemuda, Pendidikan

Mahasiswa KKN-PK 69 UNHAS Edukasi Masyarakat Desa Corawali mengenai Fisioterapi Kardiorespirasi untuk Pasien Tuberkulosis

ruminews.id, Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja edukasi kesehatan yang bertajuk “Breathe Better: Edukasi Fisioterapi Kardiorespirasi untuk Pasien Tuberkulosis” pada Senin (27/7/2026) di Posyandu Dusun Alappang, Desa Corawali, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Program kerja yang diprakarsai oleh Muhammad Aiman Manaf, mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai fisioterapi kardiorespirasi untuk pasien Tuberkulosis (TBC) melalui penyampaian materi edukasi, demonstrasi, dan praktik latihan pernapasan sederhana. Sebanyak 22 peserta yang terdiri atas masyarakat, kader kesehatan, dan petugas Puskesmas mengikuti kegiatan tersebut.

Hukum & Kriminal, Lampung, Pemerintahan, Pemuda

HMI Badko Sumbagsel Minta Kapolri dan Panglima TNI Bentuk Tim Investigasi Dugaan Tambang Ilegal di Lampung

ruminews.id – Bandar Lampung, 30 Juli 2026 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Sumbagsel mendesak Kapolri dan Panglima TNI untuk menunjukkan komitmen nyata dalam penegakan hukum dengan membentuk tim investigasi independen guna mengusut secara menyeluruh dugaan praktik pertambangan dan pengangkutan batu bara ilegal di Provinsi Lampung.

Ekonomi, Enrekang, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Prov Sulawesi Selatan

Dorong Kemandirian Pemuda, GNI Enrekang CDP Gelar Pelatihan Kewirausahaan Lanjutan dan Pendampingan Bisnis

ruminews.id, ENREKANG – Good Neighbors Indonesia (GNI) Enrekang Community Development Project (CDP) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri dan berdaya saing melalui program pemberdayaan ekonomi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Business Development Training yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pemuda asal Kelurahan Lewaja yang telah memiliki rintisan usaha. Pelatihan merupakan program lanjutan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pelaku usaha yang siap menerima dukungan permodalan dari GNI Enrekang CDP. Materi pelatihan difokuskan pada penyusunan proposal bisnis, pemetaan strategi usaha menggunakan Business Model Canvas (BMC), hingga pendampingan pengurusan legalitas dan perizinan usaha. Program ini menyasar pemuda berusia di atas 18 tahun, khususnya mantan anak sponsor GNI yang telah lulus dan sempat putus sekolah, agar mampu bertransformasi dari tahap perencanaan menuju implementasi usaha yang lebih profesional. Pelatihan difasilitasi oleh Richa Mauliana, Fasilitator Sektor Pendidikan GNI Enrekang CDP, dengan menghadirkan Manggazali, pelaku UMKM sekaligus praktisi bisnis asal Makassar, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Manggazali mengapresiasi langkah GNI Enrekang CDP yang secara konsisten memberikan ruang belajar bagi para pemuda untuk mengembangkan potensi kewirausahaan. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada GNI Enrekang yang telah mengupayakan kegiatan baik ini. Senang sekali bisa berbagi dan belajar bersama para pemuda hebat. Semoga materi yang didapat bisa diimplementasikan serta membawa manfaat luas bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan oleh Burhan Lempang, S.P., Lurah Kelurahan Lewaja. Menurutnya, pelatihan ini selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam mendorong pertumbuhan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Ia menilai pembinaan kewirausahaan bagi generasi muda merupakan investasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan produktif sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. Manfaat pelatihan turut dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Muh. Irfan Hidayat, pemuda Kelurahan Lewaja yang mengembangkan usaha di sektor jasa dan digital. Ia mengaku materi mengenai Business Model Canvas memberikan pemahaman baru dalam menyusun strategi bisnis dan memetakan peluang pasar. “Melalui materi Business Model Canvas, saya jadi lebih memahami bagaimana memetakan target pasar, menyusun strategi usaha, dan mempertahankan bisnis di tengah persaingan. Ini sangat membantu pengembangan usaha yang sedang saya jalankan,” ungkapnya. Inspirasi juga datang dari Nur Hapsa, Guru TK PGRI Data Tokkonan yang merupakan alumni Pelatihan Kewirausahaan GNI tahun 2025. Berkat pendampingan yang diterimanya, ia kini berhasil mengembangkan usaha grosir di Desa Rossoan. Dalam sesi berbagi pengalaman, Nur Hapsa menceritakan bagaimana pelatihan dan pendampingan GNI menjadi titik awal berkembangnya usahanya. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak pemuda berusia 16–30 tahun di seluruh Kabupaten Enrekang agar semakin banyak generasi muda yang mampu membangun usaha secara mandiri. Melalui Business Development Training ini, GNI Enrekang CDP menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan sehingga para peserta memiliki bekal yang kuat dalam membangun usaha yang legal, berdaya saing, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan muda yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Enrekang.

Hukum & Kriminal, Pemerintahan, Pemuda

Negara Darurat HAM: GSMM Turun Ke Jalan Desak Keadilan Dan Hentikan Pembungkaman Rakyat

ruminews.id, Makassar – Gerakan Solidaritas Mahasiswa Merdeka (GSMM) kembali turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa yang mengangkat isu besar “Negara Darurat HAM”. Aksi ini menjadi bentuk kegelisahan sekaligus perlawanan mahasiswa terhadap kondisi negara yang dinilai semakin jauh dari prinsip keadilan dan kemanusiaan.

Scroll to Top