Hukum & Kriminal

Daerah, Hukum & Kriminal, Makassar, Nasional

Kasus Umrah Subsidi Putri Dakka, Kuasa Hukum Korban Minta Polisi Terapkan Pasal TPPU

ruminews.id, Palopo — Tim advokat dari Kantor Hukum Toddopuli mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengembangkan penyidikan kasus dugaan penipuan subsidi umrah dan ponsel pintar iPhone ke arah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Langkah ini dinilai krusial untuk melacak aset dan mendeteksi aliran dana masyarakat yang dihimpun secara ilegal oleh para terlapor. Surat permohonan pengembangan penyidikan itu resmi dilayangkan melalui surat nomor 17/LAPORAN/LAW-TDL/VII/2026. Surat ditujukan kepada Kepala Unit II Subdit V Tipidsiber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel pada Senin, 13 Juli 2026. Kuasa hukum utama korban, Ardianto Palla, mengatakan desakan penerapan pasal TPPU ini didasari adanya indikasi kuat penghimpunan dana masyarakat skala besar melalui rekening pribadi. Dana tersebut diduga tidak dipergunakan sesuai dengan apa yang dijanjikan kepada para korban. “Kami mewakili 69 korban yang secara resmi menuntut transparansi aliran dana ini. Harus ada pemeriksaan mendalam, penelusuran aset (asset tracing), serta koordinasi dengan PPATK untuk mengungkap tuntas ke mana uang para korban dialirkan,” kata Ardianto melalui pesan tertulis yang dikirim ke redaksi, Senin, 13 Juli 2026. Berdasarkan dokumen laporan, modus operandi penipuan ini berupa penawaran Program Subsidi Umrah 50 persen dengan biaya Rp 16 juta per orang. Selain itu, ada pula Program Subsidi iPhone 50 persen dengan harga Rp 15,5 juta per unit. Seluruh dana dari korban dilaporkan mengalir ke tiga rekening berbeda, masing-masing atas nama Putriana Hamda Dakka, mantan calon Wali Kota Palopo yang merupakan kader Nasdem selaku terlapor utama serta Dahliana Sudarmin dan Putri Apriani. Berdasarkan bukti dokumen elektronik, total peserta yang ikut dalam program subsidi ini diperkirakan mencapai 300 orang. Hingga saat ini, jadwal keberangkatan umrah yang dijanjikan terus dibatalkan tanpa kejelasan. Upaya para korban meminta pengembalian dana (refund) juga terus menemui jalan buntu dan kembali ditunda oleh pihak terlapor. Tim kuasa hukum korban yang terdiri dari Ardianto Palla, Akbar, Syahrul, Putri Rejeki, Abdul Rahman, dan Kurniawan membidik Pasal 69 dan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU sebagai basis legalitas permohonan mereka. Ardianto berharap penyidik Polda Sulsel segera memeriksa mutasi transaksi dan menyita aset-aset terkait demi memulihkan kerugian para korban.

PATI Stateless
Hukum & Kriminal, Internasional, Nasional

Di Balik Stigma PATI dan Stateless di Sabah: Kisah Mereka yang Hidup dalam Ketakutan dan Kekerasan Struktural

Ruminews.id, Yogyakarta – Kehidupan orang-orang tanpa dokumen dan tanpa kewarganegaraan di Sabah tidak hanya dibayangi persoalan administrasi, tetapi juga ketakutan, diskriminasi, hingga ancaman penangkapan yang berlangsung hampir setiap hari. Realitas tersebut mengemuka dalam diskusi daring Kongsi Cerita #7 bertajuk “Antara PATI dan Stateless: Sejarah, Realita, dan Dinamika Gerakan Sosial di Sabah” yang diselenggarakan pada Minggu (12/7).

Polri Limpahkan tiga Perkara
Hukum & Kriminal, Nasional

Polri Limpahkan Tiga Perkara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung

Ruminews.id, Jakarta — Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya resmi melimpahkan penanganan tiga perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, kepada Kejaksaan Agung. Pelimpahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat penyelesaian perkara melalui sinergi antarlembaga penegak hukum.

Jampidsus mengundurkan diri
Hukum & Kriminal, Nasional, Pemerintahan

Polri Resmi Tetapkan Eks Jampidsus sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Kasus Batu Bara

Ruminews.id, Jakarta — Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) resmi menetapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola batu bara yang disertai dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hukum & Kriminal, Nasional, Pemerintahan, Politik

Korupsi Mantan Jampidsus, Hizkia Dukung Usulan Hukuman Mati dari Gus Falah

ruminews.id, Jakarta- Pengamat Sosial Hizkia Darmayana menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, yang meminta para tersangka dalam tiga kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, dijatuhi hukuman mati apabila terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Hukum & Kriminal, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Politik

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Desak Pencopotan Jampidsus dan Penetapan Tersangka

ruminews.id, Makassar – Gelombang desakan terhadap penegakan hukum kembali menggema dari Kota Makassar. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Jumat (10/7/2026).

Adinda Tenriangke
Hukum & Kriminal, Nasional, Pemerintahan

TII: Dugaan TPPU Jampidsus Ungkap Persoalan Serius Penegakan Hukum, Tata Kelola, dan Ego Institusi

Ruminews.id, Jakarta – Direktur The Indonesian Institute (TII), Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar, menilai penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah tidak hanya menyangkut pertanggungjawaban individu, tetapi juga memperlihatkan persoalan yang lebih mendasar dalam sistem penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, hingga relasi antarlembaga penegak hukum di Indonesia.

Scroll to Top