6 Agustus 2026

Daerah, Nasional, Pendidikan

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Barru Bantah Klaim Rektor UNMUH Soal Tiga Kali Pemanggilan Dosen Rukayah

Ruminews.id, Barru– Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Barru berdasarkan surat Nomor ; 083/PER/lll.O/B/2026 dan surat pernyataan Nomor ; 082/PER/lll.0/B/2026 membantah pernyataan Rektor Universitas Muhammadiyah Barru (UMB) yang menyebut bahwa PDM telah tiga kali mengundang atau memanggil dosen Rukayah untuk memberikan klarifikasi terkait progres akreditasi Program Studi Bimbingan Konseling.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Warga Tamalanrea Tolak Lokasi Proyek PSEL, Desak Pemkot Makassar Relokasi dari Kawasan Permukiman

Ruminews.id, Makassar — Ratusan warga Kecamatan Tamalanrea yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi (GERAM PLTSa) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Makassar, Kamis (6/8). Mereka mendesak Pemerintah Kota Makassar memindahkan lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dari kawasan permukiman menuju zona industri atau lokasi yang dinilai lebih aman bagi masyarakat.

Nasional, Opini, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan

Universitas Rakyat Indonesia Solusi Pendidikan atau Sekadar Proyek Elit?

Penulis : Muhammad Nor Aqli – Peserta Intermediate Training Tingkat Nasional HMI Cabang Tanjung ruminews.id – Rencana pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) memunculkan optimisme sekaligus kekhawatiran. Pemerintah menyebut URI sebagai institusi yang akan mencetak pemimpin masa depan Indonesia. Namun, di balik narasi besar tersebut, publik berhak mempertanyakan: apakah Indonesia benar-benar membutuhkan universitas baru, atau justru membutuhkan pembenahan terhadap perguruan tinggi yang sudah ada?

Daerah, Makassar, Pemuda, Politik

Audiensi DPD GMPK Sulawesi Selatan Bersama H.A. Iwan Darmawan Aras, Perkuat Kolaborasi dan Semangat Kebangsaan

ruminews.id, Makassar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Sulawesi Selatan melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, H. A. Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI serta Ketua Dewan Pembina DPD GMPK Sulawesi Selatan. Pertemuan yang berlangsung di kediaman beliau tersebut dikemas dalam suasana santai, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan, sehingga menjadi ruang dialog yang produktif antara tokoh politik dan para aktivis kepemudaan.

Ekonomi, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan

DPP IKA ISMEI: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% di Q2-2026 Bukti Resiliensi Nasional.

ruminews.id, JAKARTA — Dewan Pengurus Pusat Ikatan Kekeluargaan Alumni Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (DPP IKA ISMEI) melalui Bidang Kajian Strategis dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) merilis hasil telaah strategis atas kinerja makroekonomi Kuartal II-2026 dan asesmen terkait Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III per Agustus 2026.

Nasional, Opini, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan

Jangan Biarkan Rumah Mangrove Marunda Hilang

Penulis: Andi Muhammad Jufri – Penggiat Literasi ruminews.id – Setiap tanggal 26 Juli, dunia memperingati International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem atau Hari Mangrove Sedunia. Peringatan yang ditetapkan UNESCO pada Konferensi Umum tahun 2015 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia merupakan pengingat bahwa mangrove adalah salah satu benteng terdepan dalam menjaga keberlanjutan kehidupan pesisir dunia.

Daerah, Jeneponto, Nasional, Pemerintahan, Pemuda

Dewan Pengurus Pusat Generasi Milenial Indonesia Apresiasi Program dan Kinerja Kapolres Jeneponto

ruminews.id, Jeneponto – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Generasi Milenial Indonesia (GMI) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolres Jeneponto, AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H., atas berbagai program yang dinilai mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi warga Kabupaten Jeneponto.

Peringatan Arbain
Nasional, Pemuda, Religi, Samarinda

Ratusan Jamaah Hadiri Peringatan Arbain Imam Husain AS di Samarinda, Angkat Pesan Persatuan dan Keadilan

Ruminews.id, Samarinda — Ratusan jamaah menghadiri peringatan Arbain Imam Husain AS yang digelar di Ballroom Tranz Mav Hotel, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (4/8). Mengusung tema “Syiar 40 Hari Kesyahidan Imam Husain AS, Suara yang Tak Pernah Bungkam: Arbain dalam Jejak Zainab”, kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang perjuangan cucu Nabi Muhammad SAW sekaligus menguatkan nilai persatuan, keadilan, dan kepedulian sosial.

Daerah, Ekonomi, Makassar, Nasional, Opini, Pemerintahan, Politik, Prov Sulawesi Selatan

Swadaya Jalan, Sunyinya Negara: Ketika Infrastruktur Desa Dikalahkan Prioritas Anggaran

Penulis: Yoris Palayukan (Ukolektifan) ruminews.id, – Fenomena masyarakat yang kembali bergotong royong memperbaiki jalan dengan biaya sendiri semakin sering terlihat di berbagai daerah. Apa yang dahulu dipandang sebagai simbol kuatnya budaya gotong royong, kini justru menghadirkan pertanyaan besar mengenai hadir atau tidaknya negara dalam memenuhi kewajiban dasarnya. Ketika warga harus mengumpulkan uang dari kantong pribadi untuk memperbaiki jalan yang menjadi fasilitas publik, persoalannya bukan lagi sekadar semangat kebersamaan, melainkan indikasi adanya kegagalan pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Beberapa bulan terakhir, praktik swadaya pembangunan infrastruktur jalan terjadi di Kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil) dan Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Warga bergotong royong memperbaiki ruas jalan yang telah lama rusak karena menilai respons pemerintah berjalan lamban. Di saat yang sama, publik juga mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dan penganggaran yang dijalankan oleh para legislator terhadap kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka. Apakah anggaran pembangunan desa benar-benar masih diarahkan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat, atau justru bergeser pada program-program lain yang dianggap lebih prioritas? Pertanyaan ini menjadi penting karena infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat secara keseluruhan. Fenomena swadaya pembangunan jalan tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang wajar. Sebaliknya, hal itu mencerminkan mulai menurunnya kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah memenuhi kewajiban konstitusionalnya. Masyarakat tetap membayar pajak, namun fasilitas publik yang seharusnya disediakan negara justru harus dibangun dengan biaya sendiri. Situasi demikian menghadirkan kesan adanya ketidakadilan fiskal, di mana kontribusi masyarakat kepada negara tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang mereka terima. Apabila praktik semacam ini terus berulang, maka swadaya infrastruktur bukan lagi menjadi pengecualian, melainkan akan berubah menjadi pola yang dianggap lumrah. Padahal, pembangunan jalan bukanlah tanggung jawab masyarakat, melainkan kewajiban pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik. Seorang warga Kecamatan Gandangbatu Sillanan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keresahan tersebut dengan tegas. Menurutnya, pembangunan infrastruktur publik merupakan kewajiban mutlak pemerintah dan tidak semestinya dialihkan menjadi beban masyarakat. Pernyataan itu mencerminkan suara banyak warga yang mulai mempertanyakan mengapa fasilitas dasar harus dibiayai secara mandiri, sementara pemerintah memiliki kewenangan mengelola anggaran publik. Kekecewaan masyarakat juga diarahkan kepada para wakil rakyat. Janji-janji pembangunan yang disampaikan saat kampanye dinilai belum diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata. Legislator tidak cukup hanya hadir pada masa pemilihan umum, tetapi juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat memperoleh perhatian dalam proses penyusunan dan pengawasan anggaran daerah. Di sisi lain, pemerintah desa juga menghadapi keterbatasan fiskal. Penurunan alokasi Dana Desa dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu alasan mengapa pembangunan infrastruktur berjalan lebih lambat. Berkurangnya ruang fiskal menyebabkan pemerintah desa harus melakukan penyesuaian terhadap berbagai program prioritas yang sebelumnya telah direncanakan. Di tengah kondisi tersebut, kebijakan pengalokasian sebagian anggaran desa untuk mendukung sejumlah program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat, turut memunculkan perdebatan di tingkat lokal. Pemerintah tentu memiliki alasan strategis dalam menjalankan program-program tersebut. Namun, ketika implementasinya di daerah berimplikasi pada tertundanya pembangunan jalan, jembatan, drainase, dan fasilitas dasar lainnya, evaluasi terhadap keseimbangan prioritas anggaran menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Persoalannya bukan terletak pada penting atau tidaknya program-program nasional tersebut, melainkan pada bagaimana pemerintah mampu memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat di daerah tidak terabaikan. Infrastruktur merupakan fondasi pembangunan. Tanpa jalan yang layak, aktivitas ekonomi melambat, distribusi hasil pertanian terganggu, akses pendidikan menjadi lebih sulit, dan pelayanan kesehatan tidak berjalan optimal. Karena itu, pemerintah daerah bersama DPRD perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pengalokasian anggaran pembangunan. Prioritas nasional semestinya tidak mengorbankan pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Negara harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui program-program besar, tetapi juga melalui jalan yang dapat dilalui dengan aman oleh setiap warga. Pada akhirnya, maraknya pembangunan jalan secara swadaya bukan sekadar kisah tentang semangat gotong royong masyarakat desa. Fenomena tersebut merupakan alarm yang mengingatkan bahwa terdapat persoalan serius dalam tata kelola pembangunan dan prioritas anggaran. Jika pemerintah terus membiarkan kondisi ini berlangsung, maka yang terkikis bukan hanya kualitas infrastruktur, tetapi juga kepercayaan publik terhadap negara dan para wakil rakyat yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi masyarakat.

Scroll to Top