Ansarullah Klaim Serang Kapal Tanker Saudi di Teluk Aden, UKMTO Laporkan Ledakan di Dekat Kapal

ansarullah

Ruminews.id — Kelompok Ansarullah Yaman mengklaim telah menyerang kapal tanker Saudi Daisy menggunakan rudal balistik di Teluk Aden. Klaim tersebut muncul bersamaan dengan laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) yang menyebut sebuah kapal tanker mengalami insiden ledakan di perairan tenggara Kota Aden.

Mengutip laporan Fars News Agency, Kamis (6/8), Ansarullah menyatakan kapal tanker Saudi Daisy menjadi sasaran operasi militer mereka. Kelompok tersebut juga menegaskan seluruh kapal tanker milik Arab Saudi berada dalam pengawasan dan tidak akan diizinkan melintasi Laut Merah bagian selatan maupun jalur utara kawasan tersebut selama blokade terhadap Yaman belum dicabut.

Pernyataan itu merupakan bagian dari sikap Ansarullah yang selama ini menyatakan akan terus menargetkan kapal-kapal yang dianggap memiliki keterkaitan dengan negara-negara yang terlibat dalam konflik di Yaman.

Pada waktu yang hampir bersamaan, UKMTO melaporkan nahkoda sebuah kapal tanker mendengar beberapa ledakan besar saat berlayar sekitar 95 mil laut di tenggara Kota Aden.

Meski demikian, pusat operasi maritim Inggris tersebut menyatakan seluruh awak kapal berada dalam kondisi selamat dan hingga kini belum menerima laporan mengenai kerusakan pada kapal.

“Berdasarkan laporan awal, seluruh awak kapal selamat dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan,” jelas UKMTO dalam keterangan persnya.

Data pelayaran menunjukkan kapal yang dimaksud adalah Daisy, kapal tanker minyak dan bahan kimia berbendera Republik Dominika dengan nomor IMO 9516545. Kapal tersebut dimiliki perusahaan pelayaran Saudi Bakri dan dikelola oleh Red Sea Marine Services yang berbasis di Jeddah.

Berdasarkan informasi pelayaran, Daisy berangkat dari Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, pada 26 Juli 2026 menuju Pelabuhan Djibouti dan dijadwalkan tiba pada Rabu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi klaim Ansarullah bahwa ledakan yang dilaporkan UKMTO merupakan akibat serangan rudal terhadap kapal tanker tersebut. Pihak otoritas Arab Saudi maupun operator kapal juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Share

Scroll to Top