Pendidikan

Nasional, Pemuda, Pendidikan

DPP KEPMI Bone Periode 2026–2028 Resmi Dilantik, Usung Semangat Revitalisasi Organisasi dan Kebangsaan

Ruminews.id, MAKASSAR — Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (DPP KEPMI) Bone Periode 2026–2028 resmi dilantik dalam rangkaian kegiatan Pelantikan, Upgrading, dan Rapat Kerja DPP KEPMI Bone Periode 2026–2028, Selasa, 29 September 2026, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

Cirebon, Daerah, Ekonomi, Pemuda, Pendidikan

Mahasiswa PPL Dompet Dhuafa Jabar Petakan UMKM Pesisir Cirebon, Dorong Produk Naik Kelas

Ruminews.id, CIREBON — dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat pesisir serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Dompet Dhuafa Jawa Barat melaksanakan pemetaan lapangan untuk menelusuri calon UMKM yang akan menjadi bagian dari program ekonomi Dompet Dhuafa Jawa Barat di wilayah Cirebon.

Makassar, Nasional, Pemuda, Pendidikan

Kolaborasi, Edukasi dan Aksi Nyata Untuk Lingkungan Pesisir

Ruminews.id, Takalar – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar berkolaborasi dengan Lembaga Pemerhati Hukum dan HAM (LPHAM) Makassar dalam kegiatan Dialog Lingkungan dan Bersih-Bersih Pantai yang dilaksanakan di kawasan Pantai Topejawa, Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar.

Daerah, Nasional, Pemuda, Pendidikan

KKN-T UM Palopo dan LPDI Desa Lera Gelar LDK, Siapkan Generasi Muda untuk Kepemimpinan Masa Depan

ruminews.id, Luwu Timur– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Palopo (UM Palopo) berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan Dakwah Islam (LPDI) Desa Lera menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Masjid Amar Ma’ruf, Desa Lera, pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 39 peserta dan dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Lera, Kasbiyono. Pelaksanaan LDK ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN-T UM Palopo bersama LPDI Desa Lera dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter kepemimpinan sebagai persiapan menghadapi masa depan. Dalam sambutannya, kepala desa Lera Kasbiyono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki manfaat besar dalam mempersiapkan generasi penerus, khususnya bagi Desa Lera. “Kegiatan ini sangat berguna untuk membekali anak-anak kita untuk masa depan. Karena kita tidak selamanya menjadi pemimpin. Kita membutuhkan regenerasi baru yang progresif dalam membangun bangsa dan negara, khususnya di Desa Lera.” Ia menekankan bahwa regenerasi merupakan bagian penting dalam keberlanjutan kepemimpinan dan pembangunan. Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri agar mampu mengambil peran di tengah masyarakat. LDK tersebut menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh pemateri dengan bidang masing-masing. Materi Kepemimpinan disampaikan oleh Rifki Tamsir, yang membahas pentingnya tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan dalam memimpin diri sendiri maupun orang lain. Materi kedua, Adab dan Ilmu, disampaikan oleh Ustaz Alimuddin, S.H.I. Materi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan adab dalam membentuk pribadi yang tidak hanya berwawasan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Selanjutnya, materi Remaja vs Kemajuan Teknologi disampaikan oleh Andini Aprilah, S. Materi tersebut mengajak peserta untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus menyikapinya secara bijak. Generasi muda didorong agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif, tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, materi Public Speaking disampaikan oleh Friansyah, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN-T UM Palopo Desa Lera. Materi ini memberikan pembekalan kepada peserta mengenai kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan di depan umum secara percaya diri, jelas, dan terstruktur. Dalam kesempatan tersebut, Friansyah juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kegiatan LDK sekadar sebagai kegiatan seremonial. Ia mengajak peserta untuk menjadikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh sebagai batu loncatan untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin di masa depan. “Jadikan kegiatan ini sebagai batu loncatan untuk terus belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan,” pesan Friansyah kepada para peserta. Ketua LPDI Desa Lera, Ustaz Marwan Ahmad, S.H.I., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat, Pemuda dan agama Desa Lera yang turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan pembinaan generasi muda tersebut. Kolaborasi antara KKN-T UM Palopo dan LPDI Desa Lera melalui kegiatan LDK ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memahami tantangan yang dihadapi di tengah perkembangan teknologi. Melalui kegiatan ini, generasi muda Desa Lera diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beradab, percaya diri, mampu berkomunikasi, bijak dalam menggunakan teknologi, dan memiliki semangat kepemimpinan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di Desa Lera.

Felia Primaresti
Ekonomi, Nasional, Pendidikan

The Indonesian Institute Soroti Wacana Kuliah Gratis di PTN, Tekankan Kualitas dan Kebebasan Akademik

Ruminews.id, Jakarta — Wacana pendidikan tinggi gratis di perguruan tinggi negeri (PTN) dinilai perlu dibarengi dengan penguatan kualitas pendidikan dan perlindungan kebebasan akademik. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan skema pendidikan tinggi gratis secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara.

Pendidikan

Tim Satgas PPKPT Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Kampus UNM Pare-Pere

ruminews.id – PAREPARE – Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Perguruan Tinggi UNM Kampus 5 Parepare menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan di Aula Kampus 5 UNM Parepare, Senin, 28 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa serta dosen dan tenaga kependidikan dari Program Studi PGSD dan Fakultas Kedokteran UNM Parepare. Hadir sebagai dalam kegiatan, Ketua UPP PGSD Parepare UNM Dr. Lukman, S.S., M.Ag., dan Pimpinan Perwakilan Fakultas Kedokteran yakni dr. Aida Ayu Chandrawati, M.Biomed, sebagai Ketua Jurusan. Sedangkan Tim Satgas mendelegasikan Novi Yanti Pratiwi, S.Psi.,M.Psi., Psikolog, Nur Wulandani, S.Pd., M.Pd., dan Sopian Tamrin, M.Pd., yang bertindak sebagai narasumber. Selain itu, hadir pula tim dari unsur Mahasiswa yakni saudari Fauziah Diar Hazja dan St. Nabila Afifah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua UPP PGSD Parepare UNM. Beliau menekankan urgensi penguatan literasi seluruh civitas akademika mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Materi inti disampaikan oleh Sopian Tamrin, M.Pd. dengan moderasi dari Novianti Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Fokus pembahasan meliputi tipologi kekerasan di perguruan tinggi, identifikasi kerentanan akibat relasi kuasa khususnya pada konteks Fakultas Kedokteran dan PGSD, serta prosedur pencegahan dan pelaporan sesuai Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024. Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta mengajukan pertanyaan terkait implementasi ruang aman pada kegiatan kepaniteraan, indikator relasi kuasa yang disalahgunakan, dan alur pendampingan psikologis bagi korban. Tim menyempatkan evaluasi materi sosialisasi ke peserta untuk memastikan apakah sudah memahami materi dengan baik. Selain itu, peserta diminta untuk terlibat proaktif dalam pencegahan dan pelaporan jika ada kasus di lingkungan sekitar yang masuk ranah tridharma. Hal ini untuk memastikan tidak ada korban yang diabaikan di lingkungan kampus UNM. Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Diharapkan melalui sosialisasi ini, mahasiswa, dosen, dan tendik di UNM Kampus Parepare memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai peran Satgas PPKPT dan mekanisme pelaporan.Satgas PPKPT UNM juga membuka akses layanan pengaduan bagi seluruh civitas akademika yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Nasional, Pendidikan

LMND NTB Titip Aspirasi ke Komisi X DPR RI: Perluas Kuota Beasiswa S1–S3 untuk Putra-Putri Daerah

ruminews.id, Mataram – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan apresiasi atas kehadiran H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI, sebagai salah satu narasumber dalam Dialog Publik yang membahas masa depan pendidikan di NTB. Dialog publik tersebut mengangkat tema “Membaca Arah Pendidikan: Pemerataan Akses, Peningkatan Mutu, Kesejahteraan Guru, dan Keadilan Anggaran.” Kegiatan berlangsung di Bhumi Resto, depan Kampus UIN Mataram, Minggu (27/9/2026), mulai pukul 16.00 WITA. Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan kebijakan publik. Selain H. Lalu Hadrian Irfani, Isnaini, S.Pd., M.H., M.Pd, (Akademisi UMMAT), Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, M.M., M.Kes. dari Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM), serta Sadrul Imam, S.Ip., M.Ip., (Praktisi pendidikan NTB). Ketua EW-LMND NTB, Arif Haryadin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh narasumber, khususnya H. Lalu Hadrian Irfani yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berdialog bersama mahasiswa serta masyarakat. Menurut Arif, kehadiran Wakil Ketua Komisi X DPR RI dalam forum ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat NTB, khususnya terkait akses dan kualitas pendidikan. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak H. Lalu Hadrian Irfani yang telah hadir di tengah-tengah kami. Ini merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, terutama terkait persoalan pendidikan di NTB,” ujar Arif dalam sambutannya. Arif menilai, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai ruang kelas dan proses belajar mengajar. Lebih dari itu, pendidikan berkaitan erat dengan masa depan generasi muda, kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang layak, kualitas tenaga pendidik, hingga kebijakan anggaran yang mampu menjangkau masyarakat secara merata. Karena itu, EW-LMND NTB berharap dialog ini menjadi ruang terbuka untuk membicarakan berbagai persoalan pendidikan secara konstruktif dan melahirkan gagasan yang dapat diperjuangkan pada tingkat kebijakan. Di akhir sambutannya, Arif secara khusus menitipkan harapan kepada H. Lalu Hadrian Irfanti sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI agar aspirasi masyarakat NTB yang berkaitan dengan pendidikan dapat terus diperjuangkan di tingkat nasional. Salah satu perhatian yang dititipkan adalah perluasan akses beasiswa bagi putra-putri NTB, baik untuk jenjang S1 maupun S2, bahkan S3, sehingga semakin banyak generasi muda daerah yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Kami berharap Bapak H. Lalu Hadrian Irfanti dapat terus memperjuangkan kepentingan pendidikan masyarakat NTB, termasuk memperluas akses dan kuota beasiswa S1 maupun S2 bagi anak-anak NTB. Banyak generasi muda kita yang memiliki potensi, tetapi masih membutuhkan dukungan dan kesempatan,” tegas Arif. Selain persoalan beasiswa, EW-LMND NTB juga berharap perhatian terhadap pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu sekolah, kesejahteraan guru, serta keadilan dalam pengalokasian anggaran pendidikan dapat terus menjadi bagian dari perjuangan kebijakan di tingkat nasional. Bagi Arif, forum dialog publik bukan kegiatan seremoni, melainkan ruang untuk mempertemukan gagasan antara mahasiswa, akademisi, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan. Lewat dialog ini, kita bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPR RI, sekaligus menjadi bahan masukan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat. “Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, suara mahasiswa dan masyarakat harus terus didengar agar arah kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” pungkas Arif.

Ekonomi, Halmahera, Kesehatan, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Pertanian, Peternakan, Politik, Teknologi

Dana Disebut Tersedia Sejak 8 September, Jasa Pelayanan RSUD Weda Januari-Maret 2026 Belum Dibayarkan

ruminews.id, WEDA — Pembayaran jasa pelayanan bagi tenaga kesehatan di RSUD Weda untuk periode Januari hingga Maret 2026 hingga kini disebut belum dibagikan kepada pegawai. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan tenaga kesehatan, terlebih adanya informasi bahwa dana untuk pembayaran jasa pelayanan tersebut disebut telah tersedia sejak 8 September 2026. Informasi mengenai ketersediaan dana tersebut diperoleh dari sumber internal rumah sakit. Namun, hingga saat ini belum terdapat penjelasan terbuka mengenai alasan jasa pelayanan untuk periode Januari-Maret 2026 belum disalurkan kepada tenaga kesehatan yang berhak menerimanya. Jasa pelayanan merupakan salah satu bentuk penghargaan atas pelayanan dan pekerjaan yang telah dilakukan tenaga kesehatan. Karena itu, kepastian mengenai proses, tahapan administrasi, serta jadwal pembayaran menjadi hal penting bagi pegawai. Apabila masih terdapat kendala administratif dalam proses pembayaran, pihak manajemen RSUD Weda diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada para pegawai. Informasi mengenai tahapan yang masih harus diselesaikan, pihak yang bertanggung jawab, serta perkiraan waktu pembayaran dinilai penting agar tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan. Sebaliknya, apabila seluruh proses administrasi telah dinyatakan selesai dan dana memang telah tersedia, tenaga kesehatan tentu berharap pembayaran dapat segera direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Keterbukaan manajemen dalam menyampaikan informasi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan tenaga kesehatan terhadap pengelolaan pelayanan dan administrasi rumah sakit. Terlebih, pembayaran tersebut berkaitan langsung dengan hak pegawai atas pelayanan yang telah mereka jalankan selama periode Januari hingga Maret 2026. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan resmi dari Direktur RSUD Weda mengenai alasan belum dibagikannya jasa pelayanan tersebut maupun kepastian jadwal pembayaran. Konfirmasi dari pihak manajemen rumah sakit diperlukan untuk memastikan status dana, tahapan administrasi, serta kendala yang mungkin masih berlangsung. Dengan demikian, persoalan utama yang kini menjadi perhatian adalah kejelasan mengenai status pembayaran tersebut. Jika benar dana telah tersedia sejak 8 September 2026, publik dan terutama tenaga kesehatan berhak mengetahui proses apa yang masih harus diselesaikan hingga jasa pelayanan Januari-Maret 2026 belum juga dibayarkan.

Scroll to Top