Ruminews.id, Jakarta – Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) menggelar Refleksi Budaya Tahun Baru Hijriah 1448 H di Gedung Muhammad Toha, Bandung, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang dihadiri lebih dari 1.400 jemaah itu mengangkat tema “Merawat Kemanusiaan dalam Cahaya Karbala” sebagai upaya merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan kebangsaan melalui peringatan Asyura.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan juga diisi lantunan selawat yang dibawakan Habib Hamid Alaydrus bersama Tim Cahaya Rindu Rasul.
Ketua Umum Tanfidziyah PP IJABI, Ustadz Maran Sutarya, mengatakan peringatan Asyura merupakan ikhtiar untuk menjaga ingatan kolektif terhadap nilai-nilai perjuangan dan kemanusiaan di tengah tantangan kehidupan modern.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pertunjukan Mystical Art Performance yang dibawakan K.H. Miftah Fauzi Rakhmat. Melalui narasi dan lagu-lagu karya almarhum K.H. Jalaluddin Rakhmat, pertunjukan itu menghubungkan peristiwa Karbala dengan isu-isu kemanusiaan kontemporer, termasuk kondisi yang terjadi di Palestina.
Dalam sesi ‘Percik Allahyarham’, peserta juga diajak mendengarkan kembali rekaman ceramah almarhum K.H. Jalaluddin Rakhmat mengenai syahadah Imam Husain. Sejumlah jemaah mengaku terharu dan menilai penyelenggaraan acara tahun ini menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih mendalam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selain aspek spiritual, penyelenggara juga memadukan teknologi presentasi dengan konsep pertunjukan budaya. Menurut sejumlah peserta, tata suara, penyajian visual, dan alur acara dinilai mampu mendukung suasana reflektif tanpa mengurangi kesakralan peringatan Asyura.
IJABI menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kebangsaan melalui pendekatan budaya dan keagamaan. Organisasi berharap semangat pengorbanan, keadilan, dan solidaritas yang menjadi pesan utama peristiwa Karbala dapat terus menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia.
Acara ditutup dengan Doa Ziarah yang dipimpin Habib Abdullah, sebagai penutup rangkaian Refleksi Budaya Tahun Baru Hijriah 1448 H.