Pemuda

Daerah, Makassar, Pemuda, Pendidikan

Dekan FAH UIN Alauddin Dukung Penuh Pelaksanaan SESAMATA FEST IV HIMAJIP

ruminews.id, Makassar – Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan (HIMAJIP) melakukan Audiensi dengan pimpinan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar (FAH-UINAM) dalam rangka menyongsong SESAMATA FEST IV. Rabu, (24/06/2026). Dekan FAH-UINAM Prof. Dr. Barsihannoor menaggapi peserta audiens dengan mengatakan ia mendukung kegiatan yang di adakan oleh HIMAJIP dan akan membantu untuk menyukseskan Sesamata Fest IV. “Saya apresiasi kepada HIMAJIP karena berani mengambil keputusan untuk melakukan kegiatan festival Sebesar ini dan saya akan membantu mahasiswa saya untuk bisa melaksanakan kegiatan SESAMATA FEST IV,” ungkapnya. Ketua umum HIMAJIP, Syahrul Ramadhani ia membenarkan ungkapan dekan FAH-UINAM. Dan ia juga memiliki harapan kepada teman-teman mahasiswa bisa untuk menambah wawasan. “Dari hasil audiens tadi pimpinan fakultas ingin membantu Kegiatan SESAMATA FEST IV, Saya berharap kegiatan SESAMATA FEST IV bisa memberikan Ruang kepada mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan untuk meningkatkan pemahaman literasi Meraka dan menambah pengetahuan, pengalaman yang nantinnya Mereka jadi pustakawan bisa mengatasi masalah literasi di lingkungan sekitarnya,” Ujarnya. Ketua panitia, Laafani Renhoat mejelaskan sesamata Fest adalah kegiatan tahunan yang di adakan oleh HIMAJIP dan bukan Eforia semata tetapi untuk mengatasi masalah literasi yang ada di Indonesia. “SESAMATA FEST ini dilakukan setiap dua tahun sekali yang di adakan oleh himpunan mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan, dan kegiatan ini bukan sekadar Eforia semata tetapi tujuan dari kegiatan yang akan diadakan ini untuk bisa mengatasi krisis literasi yang ada di Indonesia Dan mencapai tujuan masyarakat literat dan adil,” Pungkasnya. Sumber: Waris Ardiansyah

Daerah, Pemuda, Politik, Sinjai

Mahyuddin Minta Musda KNPI Sinjai Berjalan Demokratis Tanpa Intervensi

ruminews.id, SINJAI – Ketua Koordinator Nasional Perhimpunan Putra Putri Kebangsaan (PPPK) Sinjai, Mahyuddin, meminta agar Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Sinjai dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan bebas dari segala bentuk intervensi maupun tekanan pihak mana pun, termasuk dari pemerintah. Menurut Mahyuddin, KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan harus mampu menjadi contoh dalam menjalankan proses demokrasi yang sehat dan bermartabat. Karena itu, seluruh tahapan Musda harus mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, serta memberikan kesempatan yang sama kepada setiap calon yang ingin berkompetisi. “Musda KNPI harus dilaksanakan secara demokratis tanpa ada tekanan dari pihak mana pun, termasuk pemerintah. Biarkan para pemuda menentukan pilihannya secara bebas sesuai mekanisme organisasi,” ujar Mahyuddin. Ia menegaskan bahwa independensi KNPI perlu dijaga agar organisasi kepemudaan tersebut tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen pemuda. Menurutnya, campur tangan pihak luar berpotensi menimbulkan konflik dan mengurangi legitimasi hasil Musda. Mahyuddin juga mengajak seluruh peserta Musda, organisasi kepemudaan (OKP), dan para kandidat untuk mengedepankan persatuan serta menjaga kondusivitas organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan benar-benar merupakan pilihan mayoritas peserta Musda melalui proses yang jujur dan demokratis. “Yang terpenting adalah menjaga marwah organisasi. KNPI harus menjadi milik bersama, bukan alat kepentingan kelompok tertentu. Karena itu, proses pemilihan harus berlangsung secara fair dan demokratis,” tegasnya. Ia berharap pelaksanaan Musda KNPI Sinjai dapat menjadi momentum konsolidasi pemuda untuk memperkuat peran kepemudaan dalam pembangunan daerah, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen pemuda di Kabupaten Sinjai.

Kolaka Utara, Pemerintahan, Pemuda

Zona Merah Narkotika di Kolaka Utara: Selamatkan Generasi Muda

ruminews.id, Kolaka Utara – Ancaman peredaran narkotika di Kabupaten Kolaka Utara menjadi perhatian serius yang tidak boleh dianggap sepele. Ketika penyalahgunaan narkotika mulai mengancam lingkungan masyarakat, hal ini menjadi tanda bahwa semua pihak harus bergerak untuk melindungi generasi muda dari bahaya yang semakin besar. Narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan masa depan. Generasi muda yang seharusnya menjadi penerus pembangunan daerah kini dapat kehilangan arah akibat pengaruh barang terlarang tersebut. Jika ini di biarkan,Dampaknya akan bersifat jangka panjang,penurunan kualitas pendidikan,peningkatan perilaku menyimpan dan rusaknya pengbangunan daerah yaitu generasi muda. dan juga dapat merusak kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat.kondisi ini sebagai”alarm merah”bagi masa depan daerah. “Keberhasilan pemberantasan narkoba bukan hanya di ukur dari banyaknya orang yang di tangkap,akan tetapi dari kemampuan negara dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah narkoba masuknya dan beredar di tengah masyarakat.”tegas pardi. Aparat penegak hukum atau polresta Kolaka utara(kolut)harus mengambil langkah tegas dalam memberantas peredaran narkotika, terutama terhadap jaringan pengedar yang mencari keuntungan dengan menghancurkan masa depan anak bangsa. Penindakan harus berjalan seiring dengan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.Oleh karena itu,kolaborasi antara pemerintah,kepolisian,pihak sekolah dan orng tua dalam edukasi serta pengawasan dini menjadi harga mati. Pemerintah daerah, aparat, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan keluarga harus bersatu membangun kesadaran tentang bahaya narkoba. Edukasi dan pencegahan harus terus dilakukan agar anak muda memiliki pemahaman serta ketahanan untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,kolaka utara menjadi korban dari ancaman narkotika. “Sudah saatnya pemda Kolaka Utara(kolut) dan aparat penegak hukum(APH) mengambil langkah konkret dan terukur sebelum kerusakan sosial semakin irreversibel. Menyelamatkan generasi muda bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama demi masa depan daerah yang lebih baik.”tutupnya.

Ekonomi, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Politik

JIN Soroti Pelemahan Rupiah ke Rp18.178 per Dolar AS, Minta Pemerintah Benahi Struktur Ekonomi

ruminews.id, Makassar – Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mencapai Rp18.178 per dolar Amerika Serikat pada awal Juni 2026 mendapat sorotan dari Jaringan Intelektual Nusantara (JIN). Organisasi tersebut menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa masih terdapat sejumlah persoalan mendasar dalam perekonomian nasional yang perlu segera dibenahi. Selasa (23/6/2026) Ketua Umum DPPJIN(jaringan intelektual nusantara Wahyu Se.MM (Bayu Bedipers), mengatakan pelemahan rupiah tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik global, tingginya suku bunga Amerika Serikat, maupun penguatan dolar AS. Menurutnya, kondisi tersebut juga mencerminkan adanya kerentanan struktural di dalam negeri. “Gejolak global memang berpengaruh, tetapi dampaknya akan berbeda pada setiap negara. Ketika rupiah mengalami tekanan yang cukup dalam, hal itu menunjukkan bahwa ekonomi nasional masih memiliki sejumlah kelemahan yang belum terselesaikan,” ujar Bayu dalam keterangannya, Selasa. Ia menilai tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku, barang modal, energi, dan sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu faktor yang membuat ekonomi rentan terhadap pelemahan nilai tukar. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi meningkat ketika rupiah terdepresiasi, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa. Selain itu, JIN juga menyoroti kebutuhan devisa yang besar untuk pembayaran utang luar negeri, repatriasi keuntungan perusahaan asing, serta berbagai transaksi internasional lainnya. Menurut Bayu, ketergantungan terhadap modal asing masih menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. “Selama struktur ekonomi masih sangat bergantung pada modal dan pembiayaan dari luar negeri, tekanan terhadap rupiah akan terus berulang setiap kali terjadi perubahan sentimen pasar global,” katanya. Di sisi lain, JIN menilai pemerintah saat ini juga menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan. Berbagai program prioritas membutuhkan dukungan anggaran yang besar sehingga perlu diimbangi dengan penguatan penerimaan negara dan pengelolaan fiskal yang berkelanjutan. Bayu menambahkan, pelemahan rupiah juga berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Kenaikan biaya hidup dan meningkatnya harga sejumlah kebutuhan dinilai dapat memberikan tekanan tambahan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah maupun pelaku usaha kecil. Karena itu, JIN mendorong pemerintah untuk mempercepat langkah-langkah reformasi ekonomi, mulai dari penguatan sektor pangan dan pertanian, pengembangan industri manufaktur berbasis teknologi, hingga peningkatan sumber pembiayaan domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap modal asing. Menurutnya, nilai tukar rupiah bukan hanya sekadar indikator moneter, melainkan juga mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. “Pelemahan rupiah harus dijadikan momentum evaluasi bersama. Pemerintah perlu melihat persoalan ini secara lebih menyeluruh agar ketahanan ekonomi nasional semakin kuat menghadapi berbagai tantangan global,” tutupnya. Sumber: Fajar – GAM

Mamuju, Pemuda, Pertanian

Pacu Hilirisasi Kakao, BRMP Sulbar Apresiasi Penanganan Kakao CV. Mario Mandiri Perkasa di Mamuju Tengah

ruminews.id, Mamuju Tengah – 24/06/2026 BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) melakukan kunjungan dan monitoring terhadap beberapa titik penangkaran kakao milik CV. Mario Mandiri Perkasa, hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi bibit sesuai jumlah dan spesifikasi sebelum disalurkan ke kelompok-kelompok tani. Hilirisasi kakao yang di canangkan pemerintah melalui kemeterian pertanian merupakan program strategis dalam rangka penguatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi Masyarakat. Saat melakukan kunjungan ke beberapa titik penangkaran, BRMP mengapresiasi kinerja CV. Mario Mandiri perkasa bahwasanya kondisi bibit yang di tangkar dalam keadaan sehat, sesuai spesifikasi bibit unggul dan beberapa sudah dalam kondisi siap salur. “Kunjungan dan monitoring ini kami lakukan dalam rangka pendampingan dan memastikan kondisi bibit sesuai spesifikasi sebelum disalurkan pada kelompok-kelompok tani, kami mengapresiasi kinerja CV. Mario Mandiri Perkasa dari beberapa titik penangkaran semua dalam kondisi baik sesuai juknis dan spesifikasi bibit yang akan disalurkan pada kelompok tani” ungkap Muhtar LO tim teknis yang melakukan monitoring pada penangkaran kakao. Menurutya BRMP optimis bahwa program hilirisasi ini akan berjalan maksimal setelah melihat kondisi penangkaran kakao secara langsung bahwa semua aspek teknis telah terpenuhi mulai dari perawatan, sanitasi, pengendalian HPT dll semua sudah sesuai juknis dan rekomendasi hasil riset. Saat di konfirmasi via telepon Elya Panggalo selaku Direktur CV. Mario Mandiri Perkasa mengatakan bahwa: “Program ini Adalah program strategis nasional dalam rangka penguatan ekonomi petani, kami berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik, sebagai mitra pemerintah tentunya sinergitas dengan semua stakeholder sangat penting dalam rangka menyukseskan program ini” tandasnya.

Nasional, Opini, Pemuda

Gizi dan Gelas Retak Aktivisme: Refleksi Satu Dekade Polarisasi MBG

Penulis:M. Taufiq Fayyad A. — Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin. Ruminews.id, Makassar — Saya mencoba berimajinasi dan memposisikan diri berada di tahun 2035 dalam gedung kelas sekolah dasar. Saya melihat anak-anak tumbuh dengan fisik yang lebih tegak, sehat dan bugar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai satu dekade lalu kini menjadi sebuah bagian dari keseharian anak-anak di seluruh Indonesia.

Daerah, Pemerintahan, Pemuda, Sinjai

Publik Mulai Soroti Arah Politik Sulsel, Dominasi Tokoh Besar dan Regenerasi Kepemimpinan Jadi Perbincangan

ruminews.id, Makassar – Arah politik Sulawesi Selatan mulai menjadi perhatian publik seiring meningkatnya dinamika politik daerah dan munculnya berbagai figur yang diprediksi akan memainkan peran penting dalam percaturan politik mendatang. Di tengah berbagai tantangan pembangunan dan kebutuhan akan kepemimpinan yang responsif, masyarakat dinilai semakin kritis dalam menilai kualitas para pemimpin dan arah kebijakan daerah. Rahim, mahasiswa Sulawesi Selatan asal Sinjai, menilai bahwa perhatian masyarakat terhadap perkembangan politik daerah menunjukkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dan kepemimpinan yang berintegritas. Menurutnya, politik Sulawesi Selatan selama ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh sejumlah tokoh besar yang memiliki jaringan kuat dan kontribusi panjang dalam perjalanan politik daerah maupun nasional. Nama-nama seperti Andi Amran Sulaiman, Syahrul Yasin Limpo, Nurdin Halid, dan Taufan Pawe kerap menjadi bagian dari diskursus publik ketika membahas arah politik Sulawesi Selatan. “Sulawesi Selatan tidak pernah kekurangan tokoh besar. Banyak figur yang memiliki pengaruh, pengalaman, dan kontribusi bagi daerah. Namun masyarakat hari ini mulai mempertanyakan apakah masa depan politik Sulsel hanya akan berputar pada lingkaran elite yang sama atau membuka ruang bagi lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang membawa gagasan segar dan solusi konkret,” ujar Rahim, Kamis (25/6/2026). Ia menilai bahwa pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, telah mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya faktor popularitas dan kekuatan jaringan politik menjadi pertimbangan utama, kini masyarakat mulai memberi perhatian lebih besar pada rekam jejak, integritas, dan kapasitas kepemimpinan. “Hari ini masyarakat semakin cerdas dalam menilai pemimpin. Mereka tidak hanya melihat siapa yang memiliki nama besar, tetapi juga siapa yang mampu bekerja, memiliki gagasan, dan berani memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya. Rahim menambahkan bahwa berbagai persoalan yang masih dihadapi Sulawesi Selatan, mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, lapangan kerja bagi generasi muda, hingga penguatan ekonomi daerah, membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran. Menurutnya, masyarakat tidak lagi mudah terpengaruh oleh narasi politik semata, melainkan menuntut hasil dan manfaat nyata dari setiap kebijakan yang diambil oleh pemimpin daerah. “Yang dibutuhkan Sulawesi Selatan bukan hanya tokoh yang dikenal luas, tetapi pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Rakyat ingin melihat kerja dan hasil, bukan sekadar pencitraan politik,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menilai bahwa demokrasi yang sehat harus memberikan ruang bagi regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, daerah membutuhkan munculnya figur-figur baru yang memiliki kapasitas, keberanian, dan visi yang mampu menjawab tantangan zaman. “Demokrasi akan berkembang jika memberi kesempatan kepada generasi baru untuk tampil dan berkompetisi secara terbuka. Sulawesi Selatan membutuhkan regenerasi politik yang sehat agar lahir pemimpin-pemimpin yang mampu membawa daerah ini lebih maju dan kompetitif,” ujarnya. Rahim juga menegaskan bahwa meningkatnya perhatian masyarakat terhadap arah politik daerah seharusnya menjadi momentum bagi para elite politik untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kedekatan dengan masyarakat. “Ketika masyarakat mulai aktif mengawasi dan mengkritisi arah politik daerah, itu bukan ancaman. Justru itu tanda bahwa demokrasi berjalan. Yang berbahaya adalah ketika masyarakat sudah tidak lagi peduli terhadap jalannya pemerintahan,” katanya. Di akhir keterangannya, Rahim berharap seluruh elemen politik di Sulawesi Selatan dapat menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. “Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya besar karena pengaruh politiknya, tetapi pemimpin yang besar karena pengabdiannya kepada rakyat. Itulah yang akan menentukan masa depan Sulawesi Selatan ke depan,” pungkas mahasiswa asal Sinjai tersebut.

Scroll to Top