Pemuda

Daerah, Luwu Timur, Pemerintahan, Pemuda

FORMAK LUTIM Pertanyakan Sumber Dana Santunan Rp16 Miliar untuk Warga Laoli

Ruminews.id, LUWU TIMUR — Forum Mahasiswa Anti Korupsi Luwu Timur (FORMAK LUTIM) mempertanyakan sumber dan mekanisme penggunaan dana sebesar Rp16 miliar yang disebut dialokasikan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk santunan masyarakat terdampak pengosongan lahan di Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili.

Iin Afliani
Nasional, Pemuda, Pendidikan

Reshuffle Struktur Kohati PB HMI: Iin Afliani Resmi Ditetapkan Sebagai Bendahara Umum Periode 2024–2026

Ruminews.id, Jakarta — Barisan kepemimpinan Korps HMI-Wati (Kohati) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) resmi memasuki babak baru. Srikandi tangguh asal Sulawesi, Iin Afliani, secara resmi ditetapkan sebagai Bendahara Umum Kohati PB HMI periode 2024–2026. Penetapan posisi strategis ini tertuang dalam Surat Keputusan PB HMI Nomor: 407/KPTS/A/12/1447 H tentang pengesahan susunan reshuffle Pengurus Kohati PB HMI periode 2024–2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyegaran organisasi demi merealisasikan visi-misi Kohati yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Daerah, Pemuda, Pendidikan, Uncategorized

Mahasiswa KKN 03 ITH Mangempang Gelar Pelatihan Digitalisasi bagi Aparatur Kelurahan

Ruminews.id, Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 03 Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) melaksanakan program pelatihan digitalisasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kantor kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Kegiatan ini digagas berdasarkan hasil observasi awal mahasiswa yang menemukan bahwa masih banyak staf kelurahan yang kurang memahami penggunaan aplikasi dasar perkantoran seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel dalam pekerjaan sehari-hari.

Nasional, Opini, Pemuda

Musnahnya Peradaban Manusia Akibat Eksploitasi Hutan: Refleksi Kritis Peringatan Hari Hutan Indonesia

Penulis: Angga Riyon Nugroho S.Pd. Ruminews.id — Hutan memiliki bagian terpenting dalam kehidupan umat manusia. Selain digunakan sebagai cadangan air hutan juga memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti memanfaatkan kayunya, berbagai tumbuhan dan fauna yang ada di dalamnya untuk kebutuhan sehari-hari. Namun hutan ternyata juga memiliki cerita kelam saat manusia mengeksploitasinya menjadi sebuah keuntungan. Hal ini terjadi di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.

Nasional, Pemuda, Pendidikan

Kenali Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Masyarakat melalui Sosialisasi SDGs 13 di Watang Soreang

Ruminews.id, PAREPARE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Kenali Iklim, Wujudkan Aksi: Sosialisasi SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim bagi Masyarakat” di Rumah Ketua RW 002, Jl. Menara, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sabtu (1/8).

Daerah, Pemuda, Pendidikan

Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Program PELITA dan Serahkan Paket Hidroponik kepada Ibu PKK Kelurahan Lakessi

Ruminews.id, PAREPARE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin kembali melaksanakan program kerja inovatif bertajuk PELITA (Pemanfaatan Lahan Sempit Perkotaan). Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dilaksanakan di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, pada Selasa (04/08/2026).

Ekonomi, Makassar, Maros, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Prov Sulawesi Selatan, Sidrap

KKN Unhas Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Program “Petualangan ke Pulau Impian”

ruminews.id, SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Lainungan, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), membangun kebiasaan menabung sejak dini melalui program kerja bertajuk “Petualangan ke Pulau Impian: Membangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 tersebut menyasar siswa kelas II sebagai bagian dari upaya mengenalkan literasi keuangan dengan metode sederhana, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya menabung, tetapi juga membagikan celengan yang dilengkapi Tracker Saving Money. Media tersebut dirancang untuk membantu siswa mencatat sekaligus memantau kebiasaan menabung mereka secara bertahap. Kegiatan diawali dengan interaksi ringan antara mahasiswa KKN dan siswa mengenai kebiasaan menggunakan uang jajan sehari-hari. Para siswa diajak memahami perbedaan antara uang yang langsung digunakan dan sebagian uang yang dapat disisihkan untuk ditabung. Mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa menabung tidak harus dimulai dengan nominal yang besar. Kebiasaan tersebut dapat dibangun dari jumlah kecil, asalkan dilakukan secara konsisten. “Menabung itu bukan tentang siapa yang punya uang paling banyak. Yang paling penting adalah membiasakan diri menyisihkan sebagian uang yang kita punya, walaupun sedikit. Kalau dilakukan terus-menerus, sedikit demi sedikit akan menjadi banyak,” ujar Abd. Samad selaku penanggung jawab program kerja. Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa KKN memperkenalkan penggunaan Tracker Saving Money yang ditempel pada masing-masing celengan. Setiap kali siswa menabung, mereka dapat memberikan tanda centang pada tracker sebagai penanda bahwa mereka telah melakukan aktivitas menabung. “Kalau sudah menabung, nanti dicentang di sini. Jadi kita bisa lihat sudah berapa kali kita menabung,” jelas Abd. Samad saat memperagakan penggunaan tracker kepada para siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi secara langsung. Siswa diajak mempraktikkan tahapan menabung, mulai dari menyisihkan uang, memasukkannya ke dalam celengan, hingga memberikan tanda centang pada tracker. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah siswa aktif menjawab pertanyaan mengenai kebiasaan menggunakan uang jajan serta menyampaikan berbagai keinginan yang ingin mereka capai melalui uang yang berhasil dikumpulkan. Salah seorang siswa kelas II mengaku senang mendapatkan celengan dan tracker karena media tersebut dapat membantunya mengingat untuk menabung. “Saya mau menabung supaya uangnya terkumpul. Nanti kalau sudah menabung, saya mau kasih centang di celengan,” ungkapnya. Siswa lainnya juga menyampaikan keinginannya untuk mulai menyisihkan sebagian uang jajannya secara rutin. “Saya mau coba menabung setiap hari, walaupun sedikit,” katanya. Melalui konsep “Petualangan ke Pulau Impian”, mahasiswa KKN menggambarkan aktivitas menabung sebagai sebuah perjalanan yang dilakukan secara bertahap. Setiap tanda centang pada tracker menjadi simbol satu langkah yang telah dilakukan siswa menuju “Pulau Impian”, yang dimaknai sebagai tujuan atau keinginan yang ingin dicapai melalui kebiasaan menabung. Mahasiswa KKN berharap penggunaan celengan dan Tracker Saving Money tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan edukasi, tetapi dapat terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di rumah. “Harapannya, anak-anak tidak berhenti menabung setelah kegiatan ini selesai. Celengan dan tracker yang diberikan diharapkan dapat menjadi pengingat sederhana agar mereka terbiasa menyisihkan uang secara rutin. Jadi yang ingin kami bangun bukan hanya tabungannya, tetapi kebiasaannya,” tutur Abd. Samad. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama para siswa untuk mulai membiasakan diri menabung dan mengisi tracker setiap kali menyisihkan uang. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 berupaya menghadirkan edukasi literasi keuangan yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam menanamkan pemahaman mengenai pengelolaan uang sejak usia dini, dengan menekankan bahwa kebiasaan finansial yang baik dapat dimulai dari langkah kecil dan dilakukan secara konsisten.

Daerah, Pemuda, Pendidikan

Sulap Limbah Dapur Jadi Pupuk Cair, Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Watang Soreang Olah Sampah Rumah Tangga

Ruminews.id, PAREPARE — Sebagai bentuk aksi nyata dalam memitigasi dampak perubahan iklim global serta menekan volume limbah domestik di kawasan pesisir, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis pemilahan sampah rumah tangga di Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Sabtu (1/8/2026).

Ekonomi, Nasional, Opini, Pemuda

Paradoks Industrialisasi dan Kedaulatan Ekologis: Membangun Indonesia di Tengah Perebutan Masa Depan Hijau Dunia

Penulis: Abdullah Rumadan – Kader HMI ruminews.id – Di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya krisis iklim, dunia sedang memasuki babak baru persaingan internasional. Jika pada abad ke-20 perebutan kekuasaan bertumpu pada minyak bumi dan kekuatan militer, maka abad ke-21 ditentukan oleh siapa yang menguasai energi terbarukan, mineral kritis, teknologi hijau, serta rantai pasok industri rendah karbon. Pergeseran ini melahirkan apa yang kini dikenal sebagai geopolitik hijau, yakni kompetisi global yang menjadikan isu lingkungan sebagai instrumen baru dalam membangun pengaruh ekonomi dan politik.

Scroll to Top