Kesehatan

Ekonomi, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan

FKM Unhas Sosialisasikan Employer Reputation untuk Perkuat Posisi di Pemeringkatan QS World University Rankings

ruminews.id, MAKASSAR — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat strategi peningkatan reputasi lulusan melalui Sosialisasi Employer Reputation dalam rangka mendukung capaian Universitas Hasanuddin pada pemeringkatan QS World University Rankings. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kealumnian Unhas tersebut berlangsung di Ruang Prof. Nur Nasry Noor, FKM Unhas, Selasa (20/10/2026), secara hibrida dengan melibatkan peserta luring dan daring. Sosialisasi ini menjadi forum koordinasi antara Direktorat Kealumnian dan FKM Unhas untuk membahas strategi penguatan reputasi alumni di mata pemberi kerja. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif, sejalan dengan komitmen Unhas dalam meningkatkan daya saing lulusan serta memperkuat posisinya menuju universitas berkelas dunia (world-class university). Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Kealumnian Unhas, Prof. Ir. Muhammad Yusuf, S.Pt., Ph.D., IPU.; Kepala Subdirektorat Data dan Jejaring Alumni, Prof. Ir. Andi Haris Muhammad, S.T., M.T., Ph.D.; serta Kepala Subdirektorat Data dan Tracer Study Alumni, Hidayatullah Yunus, S.S., M.Tesol. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FKM Unhas, Prof. Yahya Thamrin, SKM., M.Kes., MOHS., Ph.D., bersama tim kelompok kerja (pokja) Employer Reputation, dosen nominator se-FKM Unhas, dan tenaga kependidikan. Dalam pemaparannya, Direktur Kealumnian Unhas menekankan pentingnya memperkuat jejaring dan kerja sama dengan dunia usaha serta dunia industri sebagai salah satu upaya meningkatkan reputasi lulusan. Kolaborasi yang terbangun secara berkelanjutan diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap alumni Unhas sekaligus meningkatkan kepercayaan pemberi kerja terhadap kompetensi lulusan. Penguatan hubungan dengan sektor industri juga dipandang strategis dalam mendukung capaian indikator Employer Reputation pada QS World University Rankings. Melalui keterlibatan berbagai pihak, Unhas diharapkan mampu memperluas jejaring profesional, meningkatkan visibilitas alumninya, serta membangun persepsi positif di kalangan pemberi kerja. Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FKM Unhas, Prof. Yahya Thamrin, menyampaikan bahwa fakultas akan menindaklanjuti upaya tersebut melalui langkah-langkah strategis yang telah dirancang untuk mendukung pencapaian target Employer Reputation. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya fakultas untuk memperkuat kontribusi terhadap peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. Diskusi yang berlangsung selama sosialisasi turut menjadi ruang untuk menyelaraskan strategi, memahami indikator penilaian, serta memperjelas peran masing-masing pihak dalam mendukung target universitas. Keterlibatan dosen nominator, tim pokja, dan tenaga kependidikan diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta memastikan pelaksanaan strategi berjalan secara terarah. Melalui kegiatan ini, FKM Unhas dan Direktorat Kealumnian berharap sinergi antara fakultas, universitas, alumni, dan mitra industri semakin kuat. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan reputasi Unhas dalam pemeringkatan dunia, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Kesehatan, Nasional

Komnas Pengendalian Tembakau Minta Pemerintah Waspadai Narasi Industri Vape soal Diabetes

Ruminews.id, Jakarta — Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas Pengendalian Tembakau) meminta pemerintah dan media mewaspadai penyajian hasil penelitian tentang vape yang dinilai tidak utuh. Peringatan ini muncul setelah sejumlah pemberitaan menyebut belum ada bukti ilmiah yang membuktikan penggunaan vape menyebabkan diabetes.

Ekonomi, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pemuda, Pendidikan, Teknologi

FKM Unhas Salurkan Hibah Internal untuk Perkuat Pengabdian Dosen kepada Masyarakat

ruminews.id, MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali memberikan hibah internal kepada tim dosen untuk mendukung pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. Penyerahan hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak di Ruang Prof. Nur Nasry Noor, sebagai bentuk dukungan fakultas terhadap penguatan peran akademisi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan III Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FKM Unhas, Prof. Yahya Thamrin, SKM., M.Kes., MOHS., Ph.D., bersama para ketua tim pengabdi dari tujuh departemen. Keterlibatan lintas departemen tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi keilmuan dalam merancang dan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program pengabdian direncanakan berlangsung di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Lokasi dan bentuk kegiatan disesuaikan dengan bidang keilmuan serta fokus kajian masing-masing kelompok pengabdi di lingkungan FKM Unhas. Melalui pendekatan tersebut, setiap tim diharapkan mampu menghadirkan intervensi yang relevan dengan persoalan kesehatan di wilayah sasaran. Pelaksanaan program akan melibatkan dosen dari setiap departemen sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dirancang melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemangku kepentingan setempat sebagai mitra, sehingga proses pelaksanaan dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Seluruh rangkaian pengabdian dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan dengan evaluasi secara berkala oleh tim pelaksana. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk menilai ketercapaian program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan dan luaran yang telah direncanakan. Wakil Dekan III FKM Unhas, Prof. Yahya Thamrin, mengapresiasi para dosen penerima hibah dan menekankan pentingnya memanfaatkan pendanaan tersebut secara optimal. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat tidak semata-mata menjadi kewajiban akademik, tetapi juga merupakan wujud nyata kehadiran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat. “hibah ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menghadirkan alternatif peningkatan derajat kesehatan yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan seremonial,” pesan Prof. Yahya. Ia juga mendorong agar setiap program menghasilkan luaran yang konkret, mulai dari publikasi ilmiah dan produk inovasi hingga bahan pengayaan pembelajaran bagi mahasiswa. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat dikembangkan untuk kepentingan akademik dan masyarakat secara lebih luas. Melalui hibah internal ini, FKM Unhas diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pembangunan kesehatan, khususnya di Sulawesi Selatan. Keberhasilan program akan ditentukan oleh kemampuan tim pengabdi menghasilkan luaran yang terukur, membangun kemitraan berkelanjutan, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat sasaran. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan rekognisi fakultas dalam menjalankan peran pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Daerah, Kesehatan, Nasional, Pemerintahan, Pendidikan, Uncategorized

Asap Karhutla Sampai ke Makassar, Hypoglossus Foundation Bagikan Masker dan Edukasi ke Sekolah Dasar

Ruminews.id, Makassar — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terasa hingga ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Asap yang terbawa angin mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak. Kondisi ini memicu keprihatinan dari Hypoglossus Foundation (H9F), organisasi aksi kemanusiaan yang didirikan oleh alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) Angkatan 2009. Pada Senin (19/10/2026), H9F turun langsung membagikan masker medis anak dan flayer informasi terkait bahaya paparan asap bagi kesehatan. Perwakilan H9F, dr. Akhmad Edwin Indra P, Sp.BS (dr. Ciwon), menegaskan pentingnya menjaga kesehatan organ pernapasan di tengah situasi ini. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah. “Asap karhutla sangat berbahaya bagi organ pernapasan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi imbauan pemerintah, seperti mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengonsumsi makanan bergizi dan bervitamin,” ujar dr. Ciwon saat ditemui di kawasan Boulevard, Makassar. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan langkah penanganan. Menurutnya, aksi H9F adalah bentuk dukungan nyata agar seluruh elemen masyarakat mengambil peran sesuai porsi masing-masing. Prioritaskan Kesehatan Siswa Sekolah Dasar Sementara itu, perwakilan H9F lainnya, dr. Nur Sabriani Lihawa, M.Kes, menjelaskan bahwa anak-anak usia sekolah dasar menjadi prioritas utama penjangkauan karena kekebalan tubuh mereka yang masih rentan terhadap polusi udara. Pada aksi hari pertama ini, tim H9F membagi diri ke beberapa titik lokasi sekolah dasar di Makassar, antara lain: dr. Akhmad Edwin IP, Sp.BS: Menyasar SD UNM dan SD Rappocini. dr. Nur Sabriani Lihawa, M.Kes: Menyasar SD N Bontorambu dan SD N Tamalanrea. Lokasi sasaran lainnya ada dr.Moniq Desy Ratnasari AIFO-K di SD Inpres Batua 1, SD Inpres Batua 2, dan SD Tello Baru 2. Aksi pembagian masker dan leaflet edukasi ini diharapkan dapat menekan risiko penyakit saluran pernapasan pada anak-anak sekolah selama paparan asap karhutla masih berlangsung di Kota Makassar.

Kesehatan, Makassar, Nasional

Asap Karhutla Mengancam Kesehatan Anak, Hypoglossus Foundation Bagikan Masker di Makassar

ruminews.id – MAKASSAR (19/10/2026)— Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut terbawa angin hingga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendorong Hypoglossus Foundation (H9F) melakukan aksi kemanusiaan. Organisasi yang didirikan oleh alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) angkatan 2009 itu membagikan masker medis khusus anak dan selebaran edukasi mengenai bahaya asap bagi kesehatan, Senin, 19 Oktober 2026. Aksi tersebut menyasar sejumlah sekolah dasar. Anak-anak menjadi perhatian utama karena paparan asap dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Melalui pembagian masker dan materi edukasi, H9F berharap siswa lebih memahami risiko paparan asap serta langkah-langkah untuk melindungi diri. Dokter spesialis bedah saraf, dr. Akhmad Edwin Indra P., Sp.BS, yang akrab disapa dr. Ciwon, mengatakan masyarakat perlu menyikapi kondisi tersebut dengan tenang, tetapi tetap waspada. Menurut dia, asap karhutla berpotensi membahayakan kesehatan, khususnya organ pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti imbauan pemerintah, termasuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menjaga asupan makanan bergizi yang mengandung vitamin. “Pemerintah sudah melakukan penanganan dan memberikan imbauan terkait kondisi ini. Kita semua sedang berusaha sesuai dengan porsi dan tugas masing-masing. Karena itu, masyarakat perlu mematuhi imbauan yang telah disampaikan,” kata dr. Ciwon saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Boulevard, Makassar. Ia menekankan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi risiko paparan asap. Sementara itu, dr. Nur Sabriani Lihawa, M.Kes., mengatakan H9F memprioritaskan anak-anak sekolah dasar dalam kegiatan pembagian masker dan edukasi tersebut. Anak-anak, menurut dia, perlu mendapat perhatian khusus ketika kualitas udara terganggu akibat asap. “Kami membagikan masker dan selebaran edukasi ke beberapa titik. Hari ini, kami mendatangi empat sekolah dasar. Anak-anak menjadi prioritas karena paparan asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan,” ujar Nur Sabriani saat dihubungi melalui WhatsApp. Pada Senin itu, tim H9F mengunjungi SD Negeri Bontorambu dan SD Negeri Tamalanrea. Adapun dr. Ciwon mewakili kegiatan di SD UNM dan SD Rappocini. Pembagian masker tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai bantuan langsung, tetapi juga sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya perlindungan diri saat terjadi pencemaran udara akibat karhutla. Melalui kegiatan ini, Hypoglossus Foundation berharap masyarakat semakin memahami dampak asap terhadap kesehatan anak. Organisasi tersebut juga mengajak semua pihak untuk memperhatikan kondisi udara, mengikuti informasi dan imbauan resmi pemerintah, serta mengutamakan keselamatan kelompok rentan, khususnya anak-anak. Di tengah ancaman asap, langkah sederhana seperti menggunakan masker yang sesuai, membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul keluhan pernapasan dapat menjadi bagian dari upaya melindungi kesehatan keluarga.

Kesehatan, Makassar, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan

HMI untuk Umat: HMI Komisariat Institut Nani Hasanuddin Gelar Penyuluhan, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan Donor Darah di Tamamaung

Ruminews.id, MAKASSAR — Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Institut Nani Hasanuddin sukses menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah dengan mengusung tema “HMI untuk Umat”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah, RT 06/RW 06, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Sabtu (17/10/2026).

Kesehatan, Nasional, Pemerintahan, Pemuda

BEM Nusantara Sulawesi Selatan Bantah Pernyataan MENKES: “Jangan Suruh Rakyat Beradaptasi dengan Asap, Suruh Negara Bekerja!”

ruminews.id, MAKASSAR — Kabid Politik, Hukum, HAM dan Demokrasi BEM Nusantara Sulawesi Selatan, Risaldi Aditia, membantah keras pernyataan Menteri Kesehatan yang meminta masyarakat beradaptasi dengan kondisi asap karhutla dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Scroll to Top