Penulis: Hamzah Syam — Bendahara Umum DEMAU UINAM Rumunews.id — UIN Alauddin Makassar kini menjadi sorotan publik menyusul keterlibatan pihak militer dalam kegiatan pengenalan budaya kampus bagi mahasiswa baru. Kehadiran militer dalam ruang yang semestinya menjadi arena pengenalan tradisi akademik, kebebasan berpikir, organisasi kemahasiswaan, dan budaya intelektual kampus memunculkan pertanyaan serius tentang arah pendidikan tinggi. Jika pengenalan budaya akademik yang seharusnya disampaikan oleh para guru besar dan akademisi justru melibatkan institusi militer, lalu apa arti gelar profesor, apa makna kebebasan akademik, dan untuk apa universitas membangun tradisi keilmuan jika suara guru besar justru kehilangan daya di hadapan kekuasaan militer?