Gowa

Daerah, Gowa

Tiga kandidat akan bertarung, Nahkoda selanjutnya HMI Cabang Gowa Raya Periode 2026-2027

ruminews.id, Gowa – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, dekat ini akan menyelenggarakan pesta politik Konferensi Cabang (KONFERCAB) ke 12. dan munculkan 3 kandidat ketua umum yang akan memperebutkan kursi nahkoda periode 2026-2027. Konferensi Cabang (KONFERCAB) ke-12 ini akan diselenggarakan oleh HMI Cabang Gowa Raya sebagai transisis roda kepemimpinan. Setelah melalui tahapan panjang hingga ferivikasi berkas kelayakan bakal calon, akhirnya 3 Nama muncul sebagai kandidat terkuat yang salah satu diantaranya akan menjadi nahkoda baru bagi HMI Cabang Gowa Raya. Ketua panitia KONFERCAB XII Muh. Nurhidayatullah mengatakan, kontestasi politik di tubuh HMI Cabang Gowa Raya sebagai momentum bagi para kader HMI cabang gowa raya menentukan pilihan terbaiknya melalui delegasi 15 komisariat penuh tentu bertujuan merefresh kembali semangat perkaderan dan roda organisasi. Ia juga menambahkan, bahwa pada momentum kali ini KONFERCAB XII HmI Cabang Gowa Raya, bukan hanya sebagai formalitas politik saja akan tetapi juga menjadi ruang silaturrahmi seluruh kader HMI se-Cabang Gowa Raya dibawah kepemimpinan Nawir Kalling, Ketua Umum saat ini. Tiga nama yang mencuak sebagai kandidat Ketua umum HMI Cabang Gowa Raya Periode 2026-2027 diantaranya : Muhammad Amri, Andi Rini Sulestiani, dan A. Wahyu Pratama Hasbi. Ketiganya adalah kader terbaik HmI Cabang Gowa Raya yang bukan hanya muncul sebagai formalitas tapi juga sesuai dengan koridor organisasi serta melalui tahapan kelayakan berkas administrasi, keilmuan, dan tentunya visi dan misi yang jelas oleh tiga kandidat tersebut.

Daerah, Gowa

Launching Tema Konfercab HMI Gowa Raya Hadirkan Tiga Narasumber, Tegaskan Pentingnya Gagasan, Ketegasan, dan Mekanisme Organisasi

ruminews.id, Gowa Raya — Kegiatan Launching Tema Konferensi Cabang (Konfercab) HMI Cabang Gowa Raya berlangsung hangat, harmonis dan penuh dinamika. Acara ini dihadiri langsung oleh tiga narasumber yakni Andi Jimmy Rusman (Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya Periode 2018-2019), Syahrir Karim (Akademisi, Pengurus KAHMI Sulsel, Pengurus KAHMI Rayon UIN), serta Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng, M.Pd.I (Akademisi, Kordinator Presidium MW FORHATI Sulsel dan Mantan Ketua Kohati Indonesia Timur). Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, dihadiri Ketua Kohati, jajaran pengurus cabang, steering committee, perwakilan komisariat, serta kader-kader HMI Gowa Raya. Andi Jimmy Rusman menyinggung Ketegasan Pemimpin Menentukan Arah Cabang Dalam pemaparannya, Andi Jimmy menegaskan bahwa dinamika organisasi merupakan bagian alamiah dari proses berhimpun. “Problem dalam berlembaga itu pasti ada. Yang membedakan adalah kemampuan kita mencari solusi. HMI itu punya tafsir tujuan, dan kita harus membuktikan bahwa kita berhimpun untuk tujuan itu,” ujarnya. Ia menyinggung kondisi cabang yang “mungkin saja tidak baik-baik saja”, sehingga membutuhkan sikap tegas dari seluruh pengurus. “Dalam penyelesaian dinamika cabang, pengurus tidak boleh mundur. Ketegasan itu penting. Kecerdasan itu penting. Dan ketegasan lahir dari karakter seorang pemimpin,” tambahnya. Jimmy menutup dengan ajakan untuk bersama-sama menyukseskan Konfercab XII HMI Gowa Raya sebagai momentum pembuktian kualitas kader. Syahrir Karim menyampaikan Konfercab adalah Pertarungan Gagasan, Bukan Konflik Pragmatis. Syahrir Karim, dalam penyampaiannya, menegaskan bahwa esensi Konfercab ialah kontestasi gagasan, bukan arena konflik yang tidak produktif. “Di Konfercab HMI, kita bertaruh gagasan. Pemimpin ke depan harus mampu menjual gagasan. Konflik selama ini banyak pragmatis, bukan konflik ide,” ucapnya. Ia mendorong kader untuk lebih produktif dalam perdebatan intelektual, saling mengkritik dan mengevaluasi dalam semangat membangun. “Kita perlu kultur berkunjung ke gagasan. Sekali-sekali kritis, tapi juga harus bersyukur. Produktivitas intelektual itu yang menguatkan organisasi,” tegasnya. Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng: Konfercab Harus Dilakukan Oleh Cabang, Bukan Pihak Lain Bunda Anci’, sapaan akrab Dr. Nur Syamsiah, menekankan pentingnya menjaga kemurnian mekanisme organisasi. “Konfercab itu dilakukan oleh pengurus cabang. Kalau ada yang lain melakukannya, berarti ada kelainan,” tegasnya. Ia menilai bahwa kader yang hadir adalah mereka yang tetap menjaga nilai-nilai kemurnian HMI. “Orang yang melakukan sesuatu yang tidak benar, berarti bukan HMI secara penuh karena dia tidak paham. Yang hadir hari ini adalah mereka yang bahagia menjadi bagian dari HMI,” ucapnya. Ketua Umum Cabang mengatakan HMI Bukan Organisasi Politis, Konfercab Bukan Tempat Kepentingan Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Nawir Kalling, memberikan penegasan mengenai prinsip dasar organisasi di tengah dinamika yang berkembang. “Konfercab bukan tempat untuk meletakkan kepentingan tertentu. HMI tidak berfungsi sebagai organisasi politis, tetapi sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan,” ungkap Nawir. Ia mengapresiasi komisariat atau kader-kader yang tetap solid di tengah isu perpecahan, dan memastikan bahwa kepengurusan akan diselesaikan secara bertanggung jawab. “Kalau pun ada yang ingin menghidupi kelompoknya sendiri, pastikan kita yang hadir hari ini adalah orang yang mampu menghidupi semuanya. Saya tegaskan, saya tidak pernah reaktif terhadap isu karateker. Kalau saya reaktif, mungkin cabang sudah pecah,” lanjutnya. Dengan semangat kolaboratif yang terus dibangun, ia berharap HMI Cabang Gowa Raya tetap menjadi contoh organisasi yang mampu bekerja sama dan merawat relasi dengan berbagai pihak. Ketua Panitia mengatakan Konfercab sudah menjalani Proses Panjang Ketua Panitia Konfercab, Nurhidayahtullah, menjelaskan perjalanan panjang penyelenggaraan Konfercab yang telah dimulai sejak Juni. “Mulai dari coming soon, SK panitia, hingga penyusunan steering. Sempat ada kendala teknis (redup), lalu masuk fase kedua. Tiba-tiba muncul berita karateker tanpa konfirmasi resmi,” jelasnya. Ia menilai isu tersebut menjadi konsumsi publik yang tidak objektif, karena tidak ada langkah resmi seperti teguran atau koordinasi melalui struktur organisasi. “HMI sebagai organisasi besar harus menjunjung mekanisme ideal dalam menyelesaikan polemik cabang. Konfercab harus dibangun secara terbuka, partisipatif, relevan, objektif, berbobot dan demokratis. Kami selaku penyelenggara Konfercab komitmen akan menyelesaikan amanah ini dengan gagasan, sebagaimaa arah dan mekanisme organisasi.” tegasnya.   Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kolektif bagi seluruh kader HMI Cabang Gowa Raya untuk kembali pada jati diri organisasi-berbasis nilai, gagasan, mekanisme, dan persaudaraan. Dengan hadirnya tiga narasumber lintas generasi, dialog berlangsung harmonis namun tetap substantif, menghadirkan solusi dan penegasan penting bagi perjalanan organisasi menyukseskan Konfercab XII. Semangat kolaborasi, integritas mekanisme, dan kedewasaan berpikir menjadi kunci agar HMI Cabang Gowa Raya tetap solid, rasional, dan relevan di tengah berbagai tantangan dinamika internal.

Daerah, Gowa, Pemerintahan

Pasca Penetapan Tersangka Pungli PTSL : APK Indonesia Desak Evaluasi Total Tata Kelola Agraria BPN Gowa

ruminews.id, Gowa — Penetapan mantan Lurah Tombolo sebagai tersangka pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Gowa kembali membuka borok tata kelola agraria. Dari pemberitaan media, total pungli yang berhasil dihimpun dalam praktik tersebut mencapai lebih dari Rp 300 juta lebih hasil pungli dari 78 bidang tanah, sebuah angka yang memperlihatkan sistem yang sangat longgar, bahkan rawan ditunggangi mafia tanah. Menanggapi perkembangan terbaru ini, Aliansi Pemerhati Keadilan (APK) Indonesia menegaskan bahwa BPN Gowa tidak boleh menutup mata dan wajib melakukan evaluasi total atas seluruh proses administrasi, pemetaan, validasi, hingga penerbitan sertipikat PTSL di Kelurahan Tombolo. Jenderal Advokasi APK Indonesia, Nurhidayahtullah, menegaskan bahwa indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan PTSL di Tombolo bukanlah isu baru. “Sejak pelaksanaan PTSL berjalan, khususnya di Kelurahan Tombolo, prosesnya diduga kuat tidak melalui mekanisme hukum yang benar. Dengan adanya tersangka, kita patut mempertanyakan BPN terkait seluruh administrasi berkas yang masuk. Semuanya harus dievaluasi menyeluruh. Tata kelola di BPN sangat longgar,” ujar Nurhidayahtullah. Menurut APK Indonesia, dugaan keterlibatan pihak yayasan tertentu (YUPET) yang mengelola tanah dengan status HGB, namun kemudian diduga mengurus sertipikat hak milik atas nama pribadi, merupakan pelanggaran serius. Jika benar, tindakan tersebut bukan hanya penyimpangan administratif, tetapi masuk dalam kategori kejahatan agraria karena mengalihkan status tanah secara tidak sah dan berpotensi merampas ruang hidup masyarakat. “Jika tanah yang hanya boleh dikelola melalui HGB namun kemudian disertipikatkan atas nama pribadi, ini tidak boleh ditolerir. Ini bukan lagi kesalahan teknis, ini kejahatan agraria yang mengancam masyarakat,” tegasnya. APK Indonesia juga menilai bahwa proses PTSL tersebut diduga menyerobot lahan warga, tanah negara, termasuk fasum dan fasos, dan itu merupakan peringatan keras bahwa ada potensi sindikat mafia tanah bermain di Gowa. Nurhidayahtullah menyampaikan bahwa praktik PTSL yang tidak akuntabel berpotensi mengancam hak fundamental masyarakat, termasuk hak atas tempat tinggal dan rasa aman untuk bermukim. “Pelaksanaan PTSL yang disinyalir penuh rekayasa ini dapat mengancam hak masyarakat yang sudah turun-temurun tinggal di wilayah tersebut. Ini pelanggaran hak asasi manusia,” tambahnya. APK Indonesia menuntut BPN Gowa untuk segera: 1. Melakukan evaluasi total terhadap seluruh proses PTSL di Kelurahan Tombolo. 2. Menghentikan sementara (moratorium) seluruh produk administrasi pertanahan di wilayah tersebut sampai ada kejelasan hukum (administrasi yang jelas). 3. Membatalkan sertipikat yang terbukti cacat administrasi dan terbit dengan cara yang melanggar hukum. 4. Mengumumkan hasil evaluasi secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas publik. Selain BPN, APK Indonesia juga menyoroti Pemda Gowa, Inspektorat Kabupaten Gowa, dan DPRD Gowa yang dinilai lalai dan lamban merespons situasi. “Pemerintah daerah, inspektorat, hingga DPRD Gowa harus bertanggung jawab. Ini bukan persoalan administratif biasa, ini menyangkut hak hidup masyarakat. Ketidakmampuan mereka merespons cepat menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan,” tegas Nurhidayahtullah. APK Indonesia menegaskan bahwa kasus PTSL Tombolo harus menjadi momentum pembenahan total tata kelola agraria di Kabupaten Gowa. Jika tidak, maka ruang bermain bagi mafia tanah akan semakin terbuka, dan masyarakat akan terus menjadi korban.

Daerah, Gowa, Makassar, Nasional

Kolaborasi Insinyur Muda dan Mahasiswa UINAM Dorong Mutu Proyek Strategis dan Layanan Perumahan Publik

ruminews.id – ​Makassar, 21 November 2025 – Tiga organisasi dalam satu kolaborasi, yaitu Forum Insinyur Muda (FIM) PII Sulawesi Selatan (Sulsel), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UINAM, dan Forum Anggota Mahasiswa (FAM) PII UINAM, sukses berkolaborasi dalam kegiatan strategis. Acara ini mengusung tema “Penguatan Peran, Kompetensi, dan Teknologi Profesi untuk Menjamin Mutu Proyek Strategis Nasional dan Layanan Perumahan Publik”. ​Kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi peran Insinyur dalam proyek strategis nasional, sekaligus memastikan kesiapan dan kompetensi insinyur muda dalam mengawal mutu dan kualitas konstruksi demi mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Dalam Penyampaian Materinya, Ketua FIM PII Sulawesi Selatan yang sekaligus Anggota DPR-RI Komisi V, Ir. Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc, menyoroti urgensi infrastruktur yang berorientasi pada pembangunan regional. ​“Kami berharap ada integrasi transportasi antar daerah yang menghubungkan beberapa wilayah di Sulawesi Selatan. Infrastruktur semacam ini tidak hanya akan menjadi solusi pengurangan kemacetan, tetapi juga berpotensi besar menjadi pembangkit ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Ir. Teguh. Diskusi inti dalam acara ini berfokus pada peran Insinyur (Engineer) sebagai penjamin mutu dan kualitas (quality control) proyek konstruksi, termasuk optimalisasi peran PII melalui inisiatif “Klinik PKP”. Klinik ini diharapkan menjadi pusat layanan konsultasi teknis dan sarana bagi masyarakat untuk menerapkan teknologi digital, demi meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pelaksanaan proyek, termasuk program perumahan publik. Kegiatan ini disambut antusias oleh para mahasiswa sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas diri. ​Ketua DEMA Saintek, Muh. Alwi Nur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan investasi penting bagi masa depan mereka. “Kegiatan ini adalah langkah awal yang fundamental bagi mahasiswa. Ini merupakan persiapan penting untuk menghadapi tantangan dunia keprofesian yang kompleks dan dinamis di masa mendatang,” tegas Muh. Alwi Nur. ​Acara ini menegaskan komitmen bersama antara organisasi profesi, mahasiswa, dan akademisi dalam mencetak insinyur yang unggul, profesional, dan berintegritas tinggi untuk mengawal pembangunan nasional.

Daerah, Gowa

Komisariat Syariah Cagora: “Vikram Syahrir Kader Terbaik Disiapkan Jadi KETUM HMI CAGORA”

ruminews.id, Gowa – Menjelang Konferensi Cabang ke-XII HMI Cabang Gowa Raya, tensi politik internal semakin menguat. Berbagai kepentingan mulai bergerak, dan arah masa depan organisasi kembali dipertanyakan. Di tengah situasi tersebut, HMI Komisariat Syariah dan Hukum menyatakan sikap tegas: mengusung dan memperjuangkan kemenangan Muh. Vikram Syahrir As atau Viki sebagai Ketua Umum HMI Cagora. Iksan, salah satu kader aktif Komisariat Syariah, menegaskan bahwa dukungan ini lahir dari pembacaan objektif terhadap peta politik dan kualitas kepemimpinan para kandidat. “Viki adalah kader terbaik yang disiapkan untuk memimpin Gowa Raya” “Konfercab kali ini bukan ruang eksperimen. HMI Cagora butuh figur yang kuat, visioner, dan tidak dapat ditarik oleh kepentingan-kepentingan pragmatis. Kami melihat tidak ada jalan lain untuk menyudahi kegaduhan politik internal kecuali menerima Viki sebagai solusi final bagi masa depan kepemimpinan HMI Cagora,” ujar Iksan. Menurutnya, dinamika yang terjadi selama beberapa periode terakhir menunjukkan bahwa organisasi tidak bisa lagi dipimpin oleh figur kompromistis yang rentan terhadap tekanan kelompok. Cagora membutuhkan pemimpin yang mampu memotong konflik, bukan menjadi bagian darinya. Komisariat Syariah menilai Muh. Vikram Syahrir As adalah sosok yang memiliki ketegasan politik, kedewasaan berpikir, serta rekam jejak advokasi dan kaderisasi yang tidak diragukan. Nilai itulah yang diyakini mampu membawa Cagora keluar dari stagnasi, sekaligus mengembalikan wibawa organisasi sebagai poros gerakan mahasiswa paling strategis di Gowa Raya. Pernyataan dukungan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Koalisi Syariah siap berada di garis depan dalam pertarungan politik Konfercab. Bagi mereka, kemenangan bukan hanya soal mengangkat figur, tetapi memastikan bahwa HMI Cagora dipimpin oleh kader yang mampu mengonsolidasikan kembali integritas organisasi. Dengan demikian, Komisariat Syariah dan Hukum menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh pencalonan Vikram, serta mengajak seluruh komisariat dan kader HMI se-Cagora untuk memilih pemimpin yang bukan hanya populer, tetapi benar-benar mampu memimpin.

Daerah, Gowa, Pemerintahan

SAPMA PP Gowa Desak Penuntasan Kasus PTSL dan Beri Warning Keras ke Lurah & Kades

ruminews.id – Gowa, 19 November 2025 — SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Gowa melalui Kabid Sosial Kemasyarakatan, Jamal Dg Pasuntik, mengecam keras dugaan korupsi dan pungutan liar (pungli) program PTSL yang menyeret mantan Lurah Tombolo, Kecamatan Somba Opu. Tindakan tersebut dinilai bukan hanya merugikan warga, tetapi juga mencoreng integritas pelayanan publik. “Ini bukan sekadar penyimpangan, ini pengkhianatan terhadap masyarakat. Kami mengecam keras dan menuntut proses hukum tanpa kompromi,” tegas Jamal Dg Pasuntik. SAPMA PP Gowa memberikan warning keras kepada seluruh lurah dan kepala desa di Kabupaten Gowa agar tidak mengulangi perbuatan yang merugikan negara dan masyarakat, khususnya dalam program-program pelayanan publik seperti PTSL. “Kami peringatkan lurah dan kepala desa: hentikan semua praktik yang merugikan negara dan menekan masyarakat. Jangan jadikan jabatan sebagai alat untuk memeras warga,” lanjutnya. Selain itu, SAPMA PP Gowa turut mengapresiasi langkah cepat Polres Gowa yang berhasil mengungkap kasus PTSL di Kelurahan Tombolo. Menurut SAPMA PP, tindakan tersebut menunjukkan komitmen aparat dalam memberantas pungli di daerah. “Kami apresiasi Polres Gowa yang bergerak cepat dan tegas. Ini contoh nyata keberpihakan pada rakyat,” ujar Jamal. SAPMA PP Gowa juga mengajak masyarakat untuk berani melapor jika menemukan pungli, korupsi, atau tindakan penyalahgunaan wewenang lainnya, baik kepada aparat penegak hukum maupun langsung kepada SAPMA PP Gowa. “Jangan takut! Jika ada pungli atau penyelewengan, laporkan ke pihak berwajib atau kepada kami. Kami siap mengawal,” tegasnya. Dalam waktu dekat, SAPMA PP Gowa akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran mendesak Kejaksaan Negeri Gowa untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam pungli PTSL berdasarkan aduan masyarakat. “Kami akan turun dalam jumlah besar. Kejari Gowa harus memproses semua pelaku tanpa tebang pilih. Tidak ada ruang bagi oknum yang merampas hak rakyat,” tutup Jamal daeng pasuntik.

Daerah, Gowa

Putra Mahkota Kerajaan Gowa Hadiri Hari Jadi Gowa ke-705: Tradisi, Harapan, dan Napas Sejarah di Balla Lompoa

ruminews.id, Gowa — Dalam balutan adat dan kemegahan sejarah yang tak lekang dimakan waktu, Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, Kumala Ijo Karaeng Lembang Parang, menghadiri Peringatan Hari Jadi Gowa ke-705 Tahun 2025 di kompleks bersejarah Balla Lompoa, Jl. K.H. Wahid Hasyim, Kabupaten Gowa, Senin (17/11/2025). Pada pagi yang teduh itu, Balla Lompoa seolah kembali bernapas sebagai saksi perjalanan panjang Kerajaan Gowa. Irama gandrang, lantunan doa, serta ragam pertunjukan budaya mengalir harmonis, memadukan kemeriahan perayaan dengan keagungan tradisi. Para tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat menyatu dalam sebuah panggung sejarah yang hidup sebuah ruang perjumpaan antara masa lalu dan masa kini. Kehadiran Putra Mahkota Kerajaan Gowa menjadi penegas bahwa warisan leluhur bukan sekadar cerita, melainkan napas yang terus dijaga. Sosoknya hadir membawa simbol kedekatan, sinergi, serta komitmen untuk memperkuat hubungan antara kerajaan, pemerintah daerah, dan masyarakat luas. Dalam setiap langkahnya, tersirat tekad untuk memastikan bahwa budaya Gowa tetap berdiri tegak di tengah arus perubahan zaman. “Selamat Hari Jadi Gowa yang ke-705. Semoga Gowa senantiasa maju dan sejahtera, tanah yang kaya akan sejarah dan budaya,” ujar Putra Mahkota dengan penuh harap. Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan persatuan dan mendorong kemajuan Gowa ke masa depan yang lebih gemilang. Peringatan Hari Jadi Gowa tahun ini pun ditutup dengan nuansa hangat dan penuh makna. Para hadirin membawa pulang bukan hanya kenangan akan perayaan, tetapi juga sebuah pengingat bahwa Gowa adalah tanah yang hidup oleh sejarah, berdiri atas budaya, dan tumbuh melalui kebersamaan seluruh warganya.

Daerah, Gowa, Nasional, Pemerintahan, Politik

Ketika Politik Menepi: Adnan Purichta Ichsan dan Amir Uskara Menyeruput Kehangatan di Peringatan HUT Gowa

ruminews.id, Gowa — Di tengah hiruk-pikuk peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Gowa, ada sebuah adegan kecil yang merebut perhatian publik, bukan karena kemegahan panggung atau gemerlap perayaan, melainkan karena sepotong momen sederhana: dua sosok yang selama ini berdiri di kutub politik berbeda, duduk berdampingan menikmati secangkir kopi. Dalam unggahan Instagram Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, tampak dirinya berbagi tawa dan cerita bersama Amir Uskara, politisi yang kerap disebut sebagai lawan di gelanggang politik. Namun pada sore itu, politik seakan menepi, memberi ruang bagi kemesraan dua sahabat lama yang sempat terpisah oleh arus kepentingan. Mereka duduk tidak jauh dari pusat perayaan, tepat di sudut lokasi yang teduh, seolah menjauh sebentar dari riuh panggung dan mendekat pada keheningan percakapan. Asap tipis kopi mengepul dari cangkir, seakan menjadi jembatan yang meruntuhkan sekat-sekat yang selama ini dibangun oleh dinamika politik. Potret itu, yang dibagikan Adnan tanpa sepatah keterangan panjang, justru berbicara lebih lantang dari banyak pernyataan resmi. Senyum mereka mengandung isyarat: bahwa persaingan tidak selalu harus berujung pada jarak, bahwa dalam politik pun masih ada ruang untuk merawat persaudaraan. Warganet pun segera membanjiri kolom komentar, sebagian dengan kagum, sebagian dengan tanda tanya. Ada yang menyebut momen tersebut sebagai pertanda mencairnya suhu politik di Gowa, ada pula yang melihatnya sebagai seni silaturahmi yang tak mengenal musim kontestasi. Apa pun tafsirnya, unggahan itu telah menorehkan satu pesan kuat: bahwa di antara gemuruh perayaan dan gesekan politik, selalu ada secangkir kopi yang mampu menyatukan. Dan di Gowa, hari itu, kopi menjadi saksi bisu dua tokoh yang memilih untuk duduk berdampingan walau hanya sejenak.

Gowa

Sigit Sugiarto Siap Maju di MUSDA KNPI Gowa: Dorong Generasi Aksi dan Generasi Solusi.

ruminews.id – Gowa, 16 November 2025 — Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Gowa, Sigit Sugiarto, resmi menyatakan kesiapan maju dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) KNPI Kabupaten Gowa. Kehadirannya membawa semangat baru bagi generasi muda Gowa melalui tagline yang diusungnya: “Generasi Aksi, Generasi Solusi.” Di tengah momentum peringatan Hari Jadi Gowa, Sigit menegaskan bahwa langkahnya maju dalam MUSDA bukan sekadar kontestasi, tetapi wujud komitmen menghadirkan KNPI yang lebih progresif, inklusif, dan berdampak nyata bagi pemuda serta masyarakat. “Hari Jadi Gowa adalah pengingat bahwa kita punya sejarah besar dan tanggung jawab besar. Pemuda harus tampil menjadi motor perubahan. KNPI harus menjadi ruang kolaborasi, rumah besar yang menggerakkan pemuda dari berbagai latar belakang untuk beraksi dan memberi solusi,” ungkap Sigit. Sebagai tokoh muda yang telah lama berkecimpung dalam organisasi kepemudaan, Sigit membawa visi pembangunan pemuda yang berorientasi pada kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas organisasi. Ia menilai pemuda Gowa harus memiliki ruang kreatif, ruang diskusi, hingga ruang pemberdayaan yang lebih terstruktur dan produktif. Maju di MUSDA KNPI Gowa, Sigit mendapat dukungan dari berbagai elemen pemuda, aktivis, komunitas, hingga kader organisasi kemahasiswaan. Dukungan ini menunjukkan adanya dorongan kuat untuk menghadirkan wajah baru KNPI Gowa yang mampu menjawab tantangan zaman. “Generasi sekarang adalah generasi aksi dan generasi solusi. Kita tidak hanya bicara, tetapi bergerak. Kita hadir untuk memberi nilai, memberi manfaat, dan membawa perubahan,” tambahnya. Momentum Hari Jadi Gowa menjadi titik refleksi bagi Sigit dan para pemuda untuk kembali memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah. Ia optimistis bahwa melalui kepemimpinan yang terbuka dan kolaboratif, KNPI dapat menjadi wadah pemuda yang lebih relevan, dinamis, dan dekat dengan masyarakat. Dengan langkah mantap menuju MUSDA, Sigit berharap KNPI Kabupaten Gowa dapat melahirkan kepengurusan baru yang siap mendorong kemajuan daerah melalui kekuatan pemuda.

Daerah, Gowa

Unhas Gowa Gelar Forum Klinik PKP: Mengupas Isu Permukiman hingga Layanan Konsultasi Hunian

ruminews.id – Kegiatan Forum Diskusi Layanan Klinik Perumahan dan Kawasan Permukiman yang diselenggarakan pada Jumat, 14 November 2025, di Universitas Hasanuddin, Fakultas Teknik Gowa, berlangsung dengan penuh antusiasme. Sejak pagi, segenap civitas akademika Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota telah memenuhi Gedung CSA Lt.1, menunjukkan tingginya minat terhadap isu perumahan, permukiman, dan layanan konsultasi pembangunan hunian. Forum diskusi ini berkembang dengan sangat dinamis, memperluas wawasan peserta mengenai tantangan pembangunan permukiman di berbagai kawasan, sekaligus memperkuat peran Klinik PKP sebagai layanan konsultasi dan edukasi yang dapat diakses oleh masyarakat, pemerintah, serta lingkungan akademik. Narasumber pertama, Dr. Sri Aliyah Ekawati, S.T., M.T., memaparkan materi bertema Isu Kesehatan di Permukiman Pesisir, menyoroti tantangan sanitasi, risiko kesehatan, serta kebutuhan intervensi berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Pemaparan ini membuka diskusi yang kaya perspektif, terutama dari mahasiswa dan peserta akademik. Selanjutnya, Ratna Juwita, S.T., M.Eng., M.Mg., menyampaikan materi terkait Layanan Klinik Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang menjelaskan fungsi Klinik PKP sebagai pusat layanan konsultasi teknis dan edukasi dalam mendukung terwujudnya hunian layak, aman, dan terjangkau. Beliau memaparkan bagaimana Klinik PKP dapat menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan akademisi dalam meningkatkan kualitas perumahan. Kolaborasi antara Universitas Hasanuddin Fakultas Teknik Gowa dan Balai P3KP Sulawesi III ini menciptakan ruang dialog yang produktif, menghadirkan pertukaran gagasan yang saling memperkaya. Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di Indonesia. Terima kasih kepada Universitas Hasanuddin, Fakultas Teknik Gowa, atas sinergi dan kolaborasi yang sangat baik. Semoga kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dalam mendukung terwujudnya hunian yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Scroll to Top