Politik

Pidato Kepresiden Prabowo Subianto
Nasional, Pemerintahan, Politik

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Dimajukan ke 14 Agustus, Ini Alasannya

Ruminews.id, Jakarta — Pemerintah memastikan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD akan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Jadwal tersebut dimajukan karena 16 Agustus 2026, yang biasanya menjadi waktu penyampaian pidato kenegaraan, bertepatan dengan hari Minggu.

Daerah, Makassar, Pemuda, Politik

Audiensi DPD GMPK Sulawesi Selatan Bersama H.A. Iwan Darmawan Aras, Perkuat Kolaborasi dan Semangat Kebangsaan

ruminews.id, Makassar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Sulawesi Selatan melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, H. A. Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI serta Ketua Dewan Pembina DPD GMPK Sulawesi Selatan. Pertemuan yang berlangsung di kediaman beliau tersebut dikemas dalam suasana santai, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan, sehingga menjadi ruang dialog yang produktif antara tokoh politik dan para aktivis kepemudaan.

Daerah, Ekonomi, Makassar, Nasional, Opini, Pemerintahan, Politik, Prov Sulawesi Selatan

Swadaya Jalan, Sunyinya Negara: Ketika Infrastruktur Desa Dikalahkan Prioritas Anggaran

Penulis: Yoris Palayukan (Ukolektifan) ruminews.id, – Fenomena masyarakat yang kembali bergotong royong memperbaiki jalan dengan biaya sendiri semakin sering terlihat di berbagai daerah. Apa yang dahulu dipandang sebagai simbol kuatnya budaya gotong royong, kini justru menghadirkan pertanyaan besar mengenai hadir atau tidaknya negara dalam memenuhi kewajiban dasarnya. Ketika warga harus mengumpulkan uang dari kantong pribadi untuk memperbaiki jalan yang menjadi fasilitas publik, persoalannya bukan lagi sekadar semangat kebersamaan, melainkan indikasi adanya kegagalan pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Beberapa bulan terakhir, praktik swadaya pembangunan infrastruktur jalan terjadi di Kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil) dan Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Warga bergotong royong memperbaiki ruas jalan yang telah lama rusak karena menilai respons pemerintah berjalan lamban. Di saat yang sama, publik juga mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dan penganggaran yang dijalankan oleh para legislator terhadap kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka. Apakah anggaran pembangunan desa benar-benar masih diarahkan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat, atau justru bergeser pada program-program lain yang dianggap lebih prioritas? Pertanyaan ini menjadi penting karena infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat secara keseluruhan. Fenomena swadaya pembangunan jalan tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang wajar. Sebaliknya, hal itu mencerminkan mulai menurunnya kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah memenuhi kewajiban konstitusionalnya. Masyarakat tetap membayar pajak, namun fasilitas publik yang seharusnya disediakan negara justru harus dibangun dengan biaya sendiri. Situasi demikian menghadirkan kesan adanya ketidakadilan fiskal, di mana kontribusi masyarakat kepada negara tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang mereka terima. Apabila praktik semacam ini terus berulang, maka swadaya infrastruktur bukan lagi menjadi pengecualian, melainkan akan berubah menjadi pola yang dianggap lumrah. Padahal, pembangunan jalan bukanlah tanggung jawab masyarakat, melainkan kewajiban pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik. Seorang warga Kecamatan Gandangbatu Sillanan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keresahan tersebut dengan tegas. Menurutnya, pembangunan infrastruktur publik merupakan kewajiban mutlak pemerintah dan tidak semestinya dialihkan menjadi beban masyarakat. Pernyataan itu mencerminkan suara banyak warga yang mulai mempertanyakan mengapa fasilitas dasar harus dibiayai secara mandiri, sementara pemerintah memiliki kewenangan mengelola anggaran publik. Kekecewaan masyarakat juga diarahkan kepada para wakil rakyat. Janji-janji pembangunan yang disampaikan saat kampanye dinilai belum diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata. Legislator tidak cukup hanya hadir pada masa pemilihan umum, tetapi juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat memperoleh perhatian dalam proses penyusunan dan pengawasan anggaran daerah. Di sisi lain, pemerintah desa juga menghadapi keterbatasan fiskal. Penurunan alokasi Dana Desa dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu alasan mengapa pembangunan infrastruktur berjalan lebih lambat. Berkurangnya ruang fiskal menyebabkan pemerintah desa harus melakukan penyesuaian terhadap berbagai program prioritas yang sebelumnya telah direncanakan. Di tengah kondisi tersebut, kebijakan pengalokasian sebagian anggaran desa untuk mendukung sejumlah program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat, turut memunculkan perdebatan di tingkat lokal. Pemerintah tentu memiliki alasan strategis dalam menjalankan program-program tersebut. Namun, ketika implementasinya di daerah berimplikasi pada tertundanya pembangunan jalan, jembatan, drainase, dan fasilitas dasar lainnya, evaluasi terhadap keseimbangan prioritas anggaran menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Persoalannya bukan terletak pada penting atau tidaknya program-program nasional tersebut, melainkan pada bagaimana pemerintah mampu memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat di daerah tidak terabaikan. Infrastruktur merupakan fondasi pembangunan. Tanpa jalan yang layak, aktivitas ekonomi melambat, distribusi hasil pertanian terganggu, akses pendidikan menjadi lebih sulit, dan pelayanan kesehatan tidak berjalan optimal. Karena itu, pemerintah daerah bersama DPRD perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pengalokasian anggaran pembangunan. Prioritas nasional semestinya tidak mengorbankan pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Negara harus hadir secara nyata, bukan hanya melalui program-program besar, tetapi juga melalui jalan yang dapat dilalui dengan aman oleh setiap warga. Pada akhirnya, maraknya pembangunan jalan secara swadaya bukan sekadar kisah tentang semangat gotong royong masyarakat desa. Fenomena tersebut merupakan alarm yang mengingatkan bahwa terdapat persoalan serius dalam tata kelola pembangunan dan prioritas anggaran. Jika pemerintah terus membiarkan kondisi ini berlangsung, maka yang terkikis bukan hanya kualitas infrastruktur, tetapi juga kepercayaan publik terhadap negara dan para wakil rakyat yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi masyarakat.

Makassar, Nasional, Politik

Gerindra Sulsel Optimistis Raih Formasi 3-4-3 di DPR RI 2029, AIA: All Out Attack

ruminews.id – MAKASSAR – Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), menegaskan optimisme partainya menghadapi Pemilu 2029 dengan mengusung strategi “All Out Attack” untuk merebut 10 kursi DPR RI dari Sulawesi Selatan. Target tersebut disampaikan AIA saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Gerindra Sulsel yang dihadiri Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di Makassar, Selasa (4/8/2026). AIA menjelaskan, target 10 kursi itu dirumuskan dalam skema 3-4-3, yakni tiga kursi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel III, empat kursi dari Dapil Sulsel II, dan tiga kursi dari Dapil Sulsel I. Menurutnya, perhitungan tersebut disusun berdasarkan kekuatan politik dan potensi elektoral yang dimiliki Partai Gerindra di setiap daerah pemilihan. “Kita siap all out attack. Target ini optimistis, tetapi juga rasional. Seluruh kader akan bekerja maksimal dengan mengerahkan tenaga, kemampuan, dan sumber daya untuk mewujudkan kemenangan Gerindra di Sulawesi Selatan,” tegas AIA disambut semangat para kader yang hadir dalam Rakorda. Rakorda Gerindra Sulsel juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dengan dilantiknya lima bupati sebagai Ketua DPC Partai Gerindra. Dengan pelantikan tersebut, kini terdapat 10 Ketua DPC Gerindra di Sulawesi Selatan yang berstatus sebagai kepala daerah, sebuah kekuatan politik yang diyakini akan semakin memperkuat mesin partai hingga ke tingkat akar rumput. ‎Bertambahnya kepala daerah yang memimpin DPC merupakan sinyal positif menuju kemenangan Gerindra pada Pemilu 2029.  sinergi antara struktur partai  akan menjadi modal besar untuk merealisasikan target formasi 3-4-3 sekaligus mengukuhkan Gerindra sebagai salah satu kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan.

Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Politik

URI dan Ironi Pendidikan Tinggi: Ambisi Terpusat di Tengah Krisis Akses Kuliah

ruminews.id – Makassar, 5 Agustus 2026 — Gelombang penolakan terhadap rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) kian bergulir tajam. Aliansi Mahasiswa menilai langkah pemerintah menghadirkan perguruan tinggi baru bernuansa terpusat (top-down) tersebut sebagai bentuk kekeliruan prioritas di tengah krisis biaya kuliah dan meluasnya komersialisasi di Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Adinda Tenriangke
Ekonomi, Hukum & Kriminal, Nasional, Politik

The Indonesian Institute Kritik Prioritas Kebijakan Pemerintah, Nilai Tak Peka terhadap Masukan Publik

Ruminews.id, Jakarta — Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Adinda Tenriangke Muchtar, mengkritik arah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin tidak peka terhadap kebutuhan masyarakat, konteks persoalan nasional, serta berbagai kritik yang berkembang di ruang publik.

Iman Amirullah
Opini, Pemuda, Politik

Mungkinkah Demokrasi Berfungsi Tanpa Juru Selamat?

Penulis: Iman Amirullah Ruminews.id, Yogyakarta —Setiap kali Indonesia berusaha memperbaiki diri, seringkali masalah baru justru muncul. Upaya memberantas korupsi melahirkan bentuk korupsi baru. Reformasi hukum justru menghasilkan tumpukan aturan yang membingungkan. Demokrasi yang seharusnya memperkuat partisipasi warga malah kerap berubah menjadi ajang perebutan kekuasaan segelintir elite.

Nasional, Opini, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan, Pemuda, Politik

Politik Residu Di TPA Antang: Kota Makassar Berbenah, Nasib Pemulung Dipertaruhkan?

Penulis : Maulana Ishak – Societas Initiative ruminews.id – Ketika sebagian besar warga Makassar masih menyiapkan diri untuk berangkat bekerja, truktruk sampah telah lebih dulu membentuk antrean di pintu masuk TPA. Bau menyengat yang bagi banyak orang cukup untuk membuat mereka menutup hidung, bagi sebagian yang lain justru menjadi penanda dimulainya hari. Burung-burung berputar rendah di atas gunungan sampah.

Daerah, Medan, Nasional, Politik

24 PD IAI Deklarasikan Dukungan Penuh kepada apt. Lilik Yusuf Indrajaya sebagai Calon Ketua Umum PP IAI 2026–2030

ruminews.id – Medan, 4 Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan Kongres Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang akan berlangsung pada 4-5 Agustus 2026 di Hotel Aryaduta Medan, Jl. Kapten Maulana Lubis No. 8, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, sebanyak 24 Pengurus Daerah (PD) IAI dari berbagai provinsi di Indonesia menggelar pertemuan konsolidasi untuk menyatukan dukungan menjelang pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat IAI periode 2026-2030.

Scroll to Top