Timnas Indonesia U-17 Ditahan Imbang Malaysia 1-1, Kebobolan pada Menit Akhir
Ruminews.id, Solo – Timnas Indonesia U-17 harus puas bermain imbang 1-1 melawan Malaysia dalam laga uji tanding di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (4/7) malam.
Ruminews.id, Solo – Timnas Indonesia U-17 harus puas bermain imbang 1-1 melawan Malaysia dalam laga uji tanding di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (4/7) malam.
ruminews.id, Maros – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Melalui sebuah inisiatif yang progresif, HMJ PENJASKESREK FIKK UNM menyelenggarakan seminar pengenalan olahraga Pickleball yang dipusatkan di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
ruminews.id – Cape Verde menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik itu berhasil mencuri perhatian dunia setelah tampil mengejutkan dan mampu bersaing dengan negara-negara raksasa sepak bola. Dengan jumlah penduduk yang hanya sekitar 500 ribu jiwa, Cape Verde membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan strategi mampu mengalahkan segala keterbatasan. Berikut sejumlah fakta menarik tentang tim yang dijuluki sebagai “kuda hitam” Piala Dunia 2026. 1. Negara Kecil dengan Populasi Hanya Sekitar 500 Ribu Jiwa Cape Verde merupakan negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika. Populasinya hanya sekitar setengah juta penduduk, bahkan lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk di beberapa kota besar di Indonesia. Meski memiliki sumber daya yang terbatas, mereka mampu membangun tim nasional yang kompetitif dan mencatat sejarah di pentas dunia. 2. Banyak Pemain Berdarah Diaspora Salah satu kekuatan utama Cape Verde berasal dari pemain-pemain keturunan yang lahir dan berkembang di Eropa, terutama Portugal, Belanda, Prancis, hingga Luksemburg. Kombinasi pemain lokal dan diaspora membuat kualitas skuad mereka meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 3. Rekrut Pemain Lewat LinkedIn Salah satu kisah unik datang dari proses perekrutan bek Roberto “Pico” Lopes. Tim pelatih Cape Verde diketahui menghubunginya melalui aplikasi profesional LinkedIn. Lucunya, pesan tersebut baru dibaca sekitar sembilan bulan kemudian karena dianggap sebagai pesan spam. Setelah menerima ajakan itu, Lopes akhirnya bergabung dan menjadi salah satu pemain penting tim nasional. 4. Memiliki Kiper Veteran Berusia 40 Tahun Cape Verde mengandalkan kiper senior Vozinha yang telah berusia 40 tahun. Pengalamannya menjadi aset berharga bagi tim. Meski tak lagi muda, ia mampu tampil gemilang dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membantu Cape Verde melaju jauh di turnamen. 5. Sulit Dikalahkan di Waktu Normal Sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, Cape Verde menunjukkan pertahanan yang sangat disiplin. Mereka mampu menahan imbang beberapa tim kuat pada waktu normal, bahkan memaksa Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya kalah tipis 3-2. Performa tersebut membuktikan bahwa Cape Verde bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. 6. Disiplin dan Bermain Tanpa Beban Keberhasilan Cape Verde tidak dibangun dari pemain bintang semata, tetapi dari organisasi permainan yang solid, disiplin bertahan, serta semangat pantang menyerah. Mereka bermain tanpa tekanan besar sehingga mampu tampil lepas menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka. Inspirasi bagi Negara Kecil Perjalanan Cape Verde menjadi bukti bahwa ukuran negara maupun jumlah penduduk bukanlah penentu kesuksesan di dunia sepak bola. Dengan pembinaan yang baik, pemanfaatan pemain diaspora, dan semangat juang tinggi, mereka berhasil menciptakan salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026. Cape Verde mungkin belum berhasil mengangkat trofi, tetapi mereka telah memenangkan hati jutaan pencinta sepak bola dunia dan menjadi simbol bahwa mimpi besar dapat diwujudkan oleh siapa saja.
ruminews.id, Kansas City – Tim Nasional Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Ghana dengan skor tipis 1-0 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (4/7/2026) WIB. Gol tunggal kemenangan Kolombia dicetak oleh Jhon Arias pada menit ke-14. Berawal dari serangan cepat di sisi sayap, Luis Suárez yang baru masuk menggantikan Jhon Córdoba akibat cedera mengirimkan umpan matang ke kotak penalti.
Ruminews.id, Miami – Timnas Argentina harus mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk menyingkirkan kejutan turnamen, Cape Verde, pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Albiceleste akhirnya memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menang dramatis 3-2 melalui babak extra time di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (4/7) WIB. Sebagai juara bertahan, Argentina diprediksi akan melaju dengan mudah. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Cape Verde tampil tanpa rasa gentar dan beberapa kali membuat lini belakang Argentina berada dalam tekanan. Lionel Messi membuka keunggulan Argentina pada menit ke-29 melalui penyelesaian khasnya yang tak mampu dihentikan kiper Vozinha. Namun semangat juang Cape Verde tidak surut. Pada menit ke-59, Deroy Duarte mencetak gol penyeimbang yang membuat pertandingan kembali terbuka dan memaksa laga berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal usai. Memasuki babak tambahan waktu, Argentina kembali memimpin lewat gol Lisandro Martínez pada menit ke-92. Akan tetapi, Cape Verde sekali lagi menunjukkan mental luar biasa. Sidny Cabral menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol spektakuler yang membuat peluang adu penalti semakin terbuka. Saat pertandingan tampak akan ditentukan melalui babak adu penalti, Argentina akhirnya memecah kebuntuan. Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-114 setelah Cristian Romero memanfaatkan kemelut di depan gawang Cape Verde. Skor berubah menjadi 3-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini memastikan Argentina melangkah ke babak 16 besar, tetapi pertandingan tersebut menjadi peringatan bahwa jalan mempertahankan gelar juara tidak akan mudah. Cape Verde, yang tampil sebagai debutan di Piala Dunia, justru berhasil mencuri perhatian dunia lewat permainan disiplin, keberanian menyerang, dan daya juang tinggi yang nyaris menumbangkan sang juara bertahan. Bagi Lionel Scaloni, hasil ini menjadi modal berharga sekaligus bahan evaluasi. Meski berhasil lolos, performa lini belakang Argentina masih menyisakan pekerjaan rumah sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat pada fase berikutnya. Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026Argentina 3-2 Cape Verde (setelah extra time). Argentina berhak melaju ke babak 16 besar.
Ruminews.id, Seattle — Belgia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Senegal 3-2 melalui drama hingga babak tambahan waktu pada laga 32 besar yang berlangsung di Stadion Seattle, Kamis (2/7) dini hari WIB. Kebangkitan luar biasa The Red Devils terjadi setelah sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya membalikkan keadaan lewat penalti Youri Tielemans di penghujung extra time.
Penulis: Rais Syukur Timung – Nalar Pinggiran ruminews.id – Kurang lebih Tahun 2014 Setelah meyaksikan filem legenda Brazil “Edison Arantes do Nascimento alias Dico atau Pele di Trans Tv. Pele, yang tiga kali berhasil membawa Brazil menjadi juara world cup. Di situ pula brazil mengukuhkan karakter dan. kultur persepakbolaannya dengan “jogo Bonito atau Gingga”. Brazil, tidak cuman tendang bola, mereka menghibur. di lapangan itulah brazil ingin mengatakan, ini kultur sepak bola kami. Ada struktur Nilai yang di bentangkan di atas Lapangan. Secara cepat-cepat kita melihat, Jogo Bonito atau Gingga, hampir mirip-mirip dengan Tango (Argentina). Hanya saja Jogo bonito lebih mengandalkan ketangkasan tubuh, seluruh badannya bermain bola. mereka seperti menari di lapangan bola, sementara tango mengandalkan kecepatan kaki. Sosiologi Brazil “Gilberto frayre (1959) menulis, orang Brazil menari (samba) untuk menghilangkan beban pikiran. sebab, itu orang brazil bermain bola seperti menari”. lepas dan menghibur. itu yang membuat saya kepingcut pada Brazil di era Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho. Belakangan kita menyaksikan, transformasi permainan Brazil sangat berbeda. Tak ada lagi Jogo Bonito dan tarian samba yang mereka bentangkan diatas lapangan. Mereka bukan lagi Brazil yang Dulu membuat Saya Kepingcut. Padahal, Saya selalu berpegang pada sesuatu yang memiliki Nilai dan strukturnya, termasuk dalam sepak bola; harus filosofis, tidak sembarangan. mereka, negara-negara yang hebat dalam persepakbolaan, selalu punya itu. Dulu Italy punya kultur sepak bola Catenaccio atau pertahanan grendel. mereka selalu bermain dengan pola menutup dan mengunci rapat-rapat pintu pertahanan, dan di saat lawan frustasi, mereka melakukan counter attack habis-habisan. Di inggris yang di kenal dengan Pola Kick and Rush. tendang dan serbu. pola ini mengandalkan kecepatan dan fisik. Makanya, Hampir semua pemain-pemain tangguh di inggrish selalu berada di lini sayap. Di belanda sana. mereka punya kultur permainan yang di kenal dengan Total Football. Filosofi penting dari Total Football ialah kolektivitas. semua penyerang adalah pemain bertahan dan semua pemain bertahan harus bisa menyerang. Tiki taka yang di populerkan oleh Johan cruyff di tahun 1988-1996. gaya permainan dengan umpan-umpan pendek. melalui setiap saluran dengan tetap mempertahankan penguasaan bola dan akurasi. Tak lebih dan tak kurang bahwa sepak bola telah menjadi tata nilai di masyarakat dunia, bahkan mungkin saja akan menjadi ideologi. Sebab itu, dalam hal-hal tertentu perlu ada diferensiasi nilai dan strukturnya yang filosofis dalam mengidolakan Tim kebanggaan. Jika Wisdom Brazil, dalam sepak bola dengan Jogo Bonito dan Argentina dengan Tanggo. Wisdom indonesia dalam sepak bola itu apa?. Indonesia adalah Gerbang Nilai-nilai di Dunia, kita punya wisdom yang negara lain tidak punya. Dunia mengukuhkan itu pada Indonesia. tetapi, naas. untuk Menjuarai AFF dan AFC saja Susahnya Minta ampun. Lalu, dengan Nada sesumbar banyak yang bertutur ; “Setiap Pertandingan memang harus ada yang kalah dan menang. Kalau tidak mau kalah, jangan bertanding”. Itulah sebabnya, Kita sudah harus mendefenisikan Ulang Nilai (Kearifan / Local Wisdom) yang hendak kita sampaikkan diatas rumput hijau. Sebagaimana keberhasilan Brazil, Argentina, Jerman, Inggris, Belanda, dsb dalam menerjemahkan Kearifan sepak Bola mereka. ” Nos encestres les gaulois etaientt blonds”, demikian yang sering di sampaikkan politisi Jean Marie Le pen”. Kira-kira artinya : ” nenek moyang kita adalah bangsa Gaulis berambut pirang. Tahun 1996/1997, jelang pemilu di prancis, istilah ini sangat populer. ‘Le pen’ adalah seorang politisi. Sudah menjadi kelaziman seorang politisi membutuhkan isu-isu, yang dengan isu tersebut, mereka bisa mengkapitalisasi untuk kepentingan mereka sendiri. Sebagaimana “Trump” yang menggoreng isu sejenis itu saat berhadapan dengan Hillary Clinton dalam kontestasi pilpres AS. maka sinisme terhadap Imigran adalah andalan “Le pen”. Dia menganggap imigran tersebut tidak memiliki Nasionalisme, tidak cinta tanah air. Termasuk sinisnya kepada para pemain prancis yang menyanyikan lagu kebangsaan prancis, tidak dari hati. Imigran bagi Le Pen adalah pangkal bala permasalahan sosial. Pokoknya, yang buruk-buruk ia nisbatkan pada warga negara prancis keturunan imigran tersebut. Le pen kalah. Ia kemudian menghilang setelah prancis menggondol juara dunia tahun 1998 dan juara Euro tahun 2000. Dagangnya merugi. Semua ini karena kontribusi besar para pemain keturunan imigran. Seperti “Zinedine Zidane (Zainuddin Zaidan”, pemain andalan prancis saat itu adalah keturunan imigran asal Aljazair. Lalu Si tembok tegar “Lilian Thuram” dari Gaudeloupe, sebuah daerah di Karibia yang merupakan wilayah koloni Prancis. Lalu, siapa yang tidak mengenal “Marcel Desailly” yang memiliki darah Ghana serta “Patrick vieira” keturunan Senegal. Ada Si Tampan “Trezeguet”, “Theiry Henry”, dll. Dengan di pimpin oleh pelatih Aime Jacquet dan kapten Diedir Descamps, mereka membuat Prancis terbang tinggi dalam sepak bola dunia. Le pen, senyap..! Tahun 2012-2014, “Le pen” muncul lagi. ” DNA” politiknya tidak berubah, masih seperti dulu. “Nos encestres les gaulois etaientt blonds”. Tapi publik prancis tahu, Le pen hanyalah politisi yang sebenarnya tidak mencintai negarannya. Ia hanya memanfaatkan isu sensitif ini untuk kepentingan potiknya. Kepentingan instan, pendek. Parsial dan egoistik. Di piala Dunia 2018 Rusia, kembali pemain Prancis keturunan imigran menunjukkan Nasionalisme mereka. Di bawah pelatih Didier Deschamps yang dulunya sukses membawa kawan-kawanya tahun 1998 dan 2000. “Kylian Mbappe” pemain prancis keturunan kamerun dari ayah dan Ibunya dari aljazair, Bahu membahu bersama kawan-kawannya seperti Samuel Umititi, Presnel Kimbempe, Benjamin Mendy, Lucas Hernandez, N’golo Kante, Paul Pogba yang juga keturunan Imigran berhasil membawa Prancis Juara Piala Dunia 2018. Mereka kembali membuat Didier Deschamps, sang pelatih, memegang trofi piala dunia di dua posisi yang berbeda (pemai-Kapten dan Pelatih) seperti yang pernah di alami oleh “Der Kaizer” Fransz Beckenbauer-Jerman. Lalu, “Le pen”?. Ia kalah kembali dalam kontestasi pilpres prancis. Saya yakin le pen tidak akan muncul lagi. Sebab, jualannya tidak pernah laku-laku. Perjalanan sejarah ummat manusia tidak pernah ramah terhadap orang Rasis. Diaspora itu jika di terjemahkan secara liar, ia merujuk pada pemahaman penduduk dari etnik tertentu dengan penyebabnya tersendiri. mereka terusir dari tanah kelahiran mereka ke berbagai kawasan dunia dan lalu membangun diri sendiri dan budaya mereka. Dalam sejarah migrasi dunia, bangsa yahudi adalah yang di kenal mengalami diaspora (586m), mereka di usir dari Judas oleh orang-orang babylonia dan tahun (136M) oleh kerajaan Roma. Di tanah pengusiran mereka membangun diri dan budaya, serta melakukan gerakan kembali ke tanah asal mereka yang di sebut dengan Zionisme. gerakan inilah yang berhasil melahirkan Israel yang kita kenal sekarang. Etnik China dan Migrasi WNA yang berduyun-duyun masuk Zamrud khatuliatiwa (Indonesia) itu
Ruminews.id — Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada laga 32 besar di Estadio Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6) WIB.
Ruminews.id, Houston — Brasil memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Jepang dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Tim Samba bangkit dari ketertinggalan sebelum mengunci kemenangan lewat gol pada masa injury time.
ruminews.id – Momentum ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga Takalar di bawah kepemimpinan Ketua KONI Takalar yang baru, Kompol Alauddin Torki. Dalam sambutannya, Torki menyampaikan komitmennya membangun organisasi yang solid dan menargetkan peningkatan prestasi olahraga Takalar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Bupati Takalar, Daeng Manye, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan olahraga di berbagai negara lahir dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia mencontohkan Amerika Serikat yang mengintegrasikan olahraga dengan sistem pendidikan, serta Tiongkok yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari budaya disiplin sejak usia dini hingga mampu menjadi tuan rumah Olimpiade dan melahirkan atlet-atlet dunia. Menurutnya, olahraga bukan sekadar ajang meraih medali, tetapi mampu mengangkat nama daerah, menggerakkan perekonomian, bahkan menjadi instrumen pembangunan. “Hari ini kita melantik Ketua KONI Takalar yang baru. Saya yakin dengan semangat yang ditunjukkan, Takalar mampu masuk 10 besar Porprov. Spirit itu harus ada, tidak boleh loyo,” tegas Daeng Manye. Ia menegaskan bahwa atlet hebat lahir dari tim yang kuat, sementara tim yang kuat dibentuk oleh organisasi yang profesional. “Organisasi yang hebat akan melahirkan tim olahraga yang tangguh, dan tim yang tangguh akan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis ilmu olahraga,” ujarnya. Bupati juga mengingatkan agar olahraga Takalar tidak lagi dipandang sebagai sektor yang berjalan tanpa arah. “Tantangan KONI hari ini adalah melahirkan prestasi agar Takalar semakin dikenal. Jangan lagi ada anggapan olahraga Takalar seperti anak ayam kehilangan induk,” katanya. Sebagai bentuk motivasi, Daeng Manye secara khusus menargetkan Takalar mampu menembus 10 besar Porprov Sulawesi Selatan. Ia bahkan menjanjikan bonus bagi atlet peraih medali apabila target tersebut tercapai. “Saya sudah hitung peluangnya berdasarkan hasil Pra Porprov. Saya yakin 10 besar bisa diraih. Kalau masuk 10 besar, atlet peraih medali akan mendapat hadiah dari Bupati. Tapi syaratnya harus masuk 10 besar dulu,” tegasnya. Selain prestasi, Bupati mengajak KONI membangun ekosistem olahraga yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media melalui konsep pentahelix. Menurutnya, olahraga harus berkembang menjadi industri melalui konsep sport business dan sport tourism, sehingga mampu meningkatkan ekonomi daerah sekaligus Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar telah mengusulkan pembangunan Stadion Takalar dan Sport Center kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai bagian dari penguatan infrastruktur olahraga. Di sisi lain, Daeng Manye berencana menghadirkan berbagai event olahraga tahunan, termasuk mengembangkan olahraga air yang dipadukan dengan potensi wisata Takalar agar mampu menarik wisatawan sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi. Menutup sambutannya, Bupati meminta seluruh pengurus KONI meninggalkan ego sektoral antar cabang olahraga dan mengedepankan kebersamaan demi membawa nama baik Kabupaten Takalar. “Yang kita perjuangkan bukan kepentingan cabang olahraga masing-masing, tetapi nama besar Takalar. Hilangkan egoisme, bangun kekompakan, dan jadikan KONI sebagai rumah besar seluruh insan olahraga,” pesannya. Pelantikan dan rapat kerja ini diharapkan menjadi awal lahirnya organisasi olahraga yang solid, profesional, dan mampu membawa Kabupaten Takalar meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional. Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Takalar masa bakti terbaru resmi dilantik dan dilanjutkan dengan rapat kerja sebagai langkah awal menyusun strategi pembinaan olahraga menuju prestasi yang lebih tinggi. senin 29 juni 2026 Pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPRD Takalar, Dandim 1426/Takalar, Ketua Harian KONI Sulawesi Selatan, jajaran pengurus KONI Takalar, para pengurus cabang olahraga, serta sejumlah tamu undangan. Momentum ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga Takalar di bawah kepemimpinan Ketua KONI Takalar yang baru, Kompol Alauddin Torki. Dalam sambutannya, Torki menyampaikan komitmennya membangun organisasi yang solid dan menargetkan peningkatan prestasi olahraga Takalar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Bupati Takalar, Daeng Manye, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan olahraga di berbagai negara lahir dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia mencontohkan Amerika Serikat yang mengintegrasikan olahraga dengan sistem pendidikan, serta Tiongkok yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari budaya disiplin sejak usia dini hingga mampu menjadi tuan rumah Olimpiade dan melahirkan atlet-atlet dunia. Menurutnya, olahraga bukan sekadar ajang meraih medali, tetapi mampu mengangkat nama daerah, menggerakkan perekonomian, bahkan menjadi instrumen pembangunan. “Hari ini kita melantik Ketua KONI Takalar yang baru. Saya yakin dengan semangat yang ditunjukkan, Takalar mampu masuk 10 besar Porprov. Spirit itu harus ada, tidak boleh loyo,” tegas Daeng Manye. Ia menegaskan bahwa atlet hebat lahir dari tim yang kuat, sementara tim yang kuat dibentuk oleh organisasi yang profesional. “Organisasi yang hebat akan melahirkan tim olahraga yang tangguh, dan tim yang tangguh akan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis ilmu olahraga,” ujarnya. Bupati juga mengingatkan agar olahraga Takalar tidak lagi dipandang sebagai sektor yang berjalan tanpa arah. “Tantangan KONI hari ini adalah melahirkan prestasi agar Takalar semakin dikenal. Jangan lagi ada anggapan olahraga Takalar seperti anak ayam kehilangan induk,” katanya. Sebagai bentuk motivasi, Daeng Manye secara khusus menargetkan Takalar mampu menembus 10 besar Porprov Sulawesi Selatan. Ia bahkan menjanjikan bonus bagi atlet peraih medali apabila target tersebut tercapai. “Saya sudah hitung peluangnya berdasarkan hasil Pra Porprov. Saya yakin 10 besar bisa diraih. Kalau masuk 10 besar, atlet peraih medali akan mendapat hadiah dari Bupati. Tapi syaratnya harus masuk 10 besar dulu,” tegasnya. Selain prestasi, Bupati mengajak KONI membangun ekosistem olahraga yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media melalui konsep pentahelix. Menurutnya, olahraga harus berkembang menjadi industri melalui konsep sport business dan sport tourism, sehingga mampu meningkatkan ekonomi daerah sekaligus Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar telah mengusulkan pembangunan Stadion Takalar dan Sport Center kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai bagian dari penguatan infrastruktur olahraga. Di sisi lain, Daeng Manye berencana menghadirkan berbagai event olahraga tahunan, termasuk mengembangkan olahraga air yang dipadukan dengan potensi wisata Takalar agar mampu menarik wisatawan sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi. Menutup sambutannya, Bupati meminta seluruh pengurus KONI meninggalkan ego sektoral antar cabang olahraga dan mengedepankan kebersamaan demi membawa nama baik Kabupaten Takalar. “Yang kita perjuangkan bukan kepentingan cabang olahraga masing-masing, tetapi nama besar Takalar. Hilangkan egoisme, bangun kekompakan, dan jadikan KONI sebagai rumah besar seluruh insan olahraga,” pesannya. Pelantikan dan rapat kerja ini diharapkan menjadi awal lahirnya organisasi olahraga yang solid, profesional, dan mampu membawa Kabupaten Takalar meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional. Sumber: Susi Bebo’ (Kontributor