Olahraga

Nasional, Olahraga, Opini, Pemuda, Pendidikan

Generasi Muda Luwu Timur: Gelombang Baru Prestasi dan Pemberdayaan di Bumi Batara Guru

Penulis: Erwin Lessy – Penulis Buku Filsafat Ekonomi ruminews.id – Di ujung timur Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Luwu Timur, yang akrab disapa Bumi Batara Guru, kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan sumber daya alam. Lebih dari itu, daerah yang genap berusia 23 tahun pada 2026 ini sedang menorehkan nama lewat gelombang prestasi generasi muda yang kian menggema, dari tingkat provinsi hingga ke panggung nasional dan internasional. Panggung Prestasi: dari Ring Tinju hingga Sirkuit Motegi Sorotan utama datang dari dunia olahraga. Pada Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2025 di Palu, empat petinju muda Luwu Timur menyumbangkan dua medali emas dan dua perunggu. Izack Timothy Masihor (kelas 40 kg School Boys) dan Yosafat Daniel Bryan Masihor (kelas 46 kg Junior Boys) naik ke podium tertinggi. “Ini bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di Luwu Timur berjalan dengan baik,” ujar Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya. Bakat muda Luwu Timur juga bersinar di cabang karate. Kontingen Inkado meraih Juara Umum III pada Piala Menpora RI Sulsel Open Tournament 2025 dengan 33 medali. Fauzia Annisa, karateka asal Towuti, meraih medali emas di Kejuaraan Nasional di Yogyakarta. Di sepak bola, Muhammad Rifqi Firmansyah, penjaga gawang asal Desa Pertasi Kencana, resmi bergabung dengan PSM Makassar U-20, menyusul rekannya Dirly yang lebih dulu bergabung. Ketua PSSI Lutim Asri Rachman menyatakan, “Terbukti putra lokal Luwu Timur mampu menembus PSM U-20 dan siap bersaing dengan pemain muda dari provinsi lain”. Di ajang internasional, pembalap muda Muhammad Badly Ayatullah Massorong (kelahiran 2009) mencetak podium ketiga pada Idemitsu Asia Talent Cup 2025 di Sirkuit Motegi, Jepang. Di cabang catur, Satya Sakti Narayana, siswa SMA Negeri 4 Luwu Timur, meraih medali emas pada Kejurprov Catur Sulsel 2026, mengantarkan Luwu Timur keluar sebagai juara umum. Melangkah ke Senayan dan Panggung Nasional Prestasi generasi muda tidak hanya di bidang olahraga. Ivonny, siswi SMAN 4 Luwu Timur, terpilih sebagai satu-satunya wakil dari daerahnya dalam Parlemen Remaja 2025 di Gedung DPR RI. “Ini bukti bahwa anak daerah punya kemampuan dan potensi luar biasa,” ujar Bupati Irwan Bachri Syam. Di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Syauqi Madani meraih Juara I Duta Wisata Sulawesi Selatan 2025. Pada Pemilihan Duta Wisata Luwu Timur 2026, Muhammad Rizaldy As Sahid dan Nurul Qisthi Arifuddin keluar sebagai juara. Sementara itu, Aura Malaeka Putri Rizaldi, siswi SMPN 1 Towuti, mewakili daerah di ajang Putera Puteri Ekonomi Kreatif Sulselbar 2026. Pemberdayaan: Membangun Fondasi untuk Masa Depan Di balik deretan prestasi, pemberdayaan generasi muda menjadi fondasi utama. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tengah menggodok Ranperda tentang Kepemudaan sebagai syarat meraih Predikat Kabupaten Layak Pemuda dari Kemenpora. Program “Sabtu Sehat Juara” digulirkan untuk menjaga kebugaran, mempererat silaturahmi, dan mendukung UMKM. Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga menggelar berbagai pelatihan, mulai dari bimbingan teknis wirausaha pemula hingga workshop Luwu Timur Creative Hub. Sebanyak 55 peserta yang terdiri dari 25 pengelola desa wisata dan 30 konten kreator, diberdayakan melalui bimbingan teknis pemasaran digital. Swasta dan Komunitas: Gerakan dari Bawah PT Vale Indonesia melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat membina dua komunitas pengrajin anyaman teduhu. Komunitas Teduhu dari Desa Nuha dan Komunitas Sampa Konao dari Desa Matano. Generasi kedua pengrajin berusia 16 hingga 23 tahun kini menjadi penerus tradisi yang telah berlangsung sejak 1970-an. Komunitas Pejuang Muda Wija To Cerekang dari Dusun Cerekang bahkan menjalani verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup sebagai calon penerima Penghargaan Kalpataru 2026, sebuah penghargaan tertinggi bagi pelestari lingkungan. “Mereka bukti nyata generasi muda mampu tampil sebagai garda terdepan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Esti Purwaningsih dari DLH Luwu Timur. Menatap Masa Depan Dengan 30 cabang olahraga dan 322 atlet yang telah lolos menuju Pekan Olahraga Provinsi 2026 di Bone-Wajo, serta 12 sekolah yang meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025, Luwu Timur menunjukkan bahwa pemberdayaan generasi muda bukan sekadar wacana. Dari ring tinju di Palu hingga sirkuit Motegi di Jepang, dari ruang rapat DPR RI hingga dusun-dusun di pelosok Cerekang, generasi muda Luwu Timur terus membuktikan diri. Bumi Batara Guru bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tapi juga kaya akan talenta, semangat, dan mimpi-mimpi besar anak-anak mudanya yang siap menyambut masa depan.

Daerah, Kesehatan, Maros, Olahraga, Pemuda, Pendidikan

Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi : HMJ PENJASKESREK FIKK UNM Gelar Program “Kesrek Mengabdi” di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros

Ruminews.id, Maros – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (HMJ PENJASKESREK) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM) sukses menginisiasi program pengabdian masyarakat bertajuk “Kesrek Mengabdi”. Kegiatan ini ditempatkan di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, sebagai bentuk pengejawantahan poin ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa tidak hanya membawa misi akademis, tetapi juga melebur bersama warga untuk melakukan berbagai pendekatan holistik, mulai dari edukasi keolahragaan, kampanye sosial, kerja bakti, hingga pemetaan potensi wisata berbasis sejarah dan alam. Dalam kegiatan ini HMJ PENJASKESREK FIKK UNM Mengenalkan olahraga Pickleball dan Merajut Keakraban Lewat pertandingan Bola Voli dan pertandingan Domino Sebagai mahasiswa yang bergerak di bidang olahraga dan kesehatan, HMJ PENJASKESREK memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kebugaran berbasis ilmu olahraga (sports science). Menariknya, mahasiswa juga memperkenalkan olahraga modern yang saat ini tengah populer, yaitu olahraga pickleball. Pengenalan ini disambut antusias oleh remaja dan masyarakat setempat yang penasaran dengan perpaduan unsur tenis lapangan, bulu tangkis, dan tenis meja tersebut. Tidak berhenti pada teori dan pengenalan, hubungan emosional antara mahasiswa dan warga dipererat melalui lapangan hijau. Panitia menggelar turnamen bola voli persahabatan. Pertandingan ini berhasil mencairkan suasana dan menjadi panggung hiburan sehat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat desa, dari anak muda hingga tokoh masyarakat, selain membuat pertandingan voli panitia juga membuat pertandingan domino yang saat ini populer diberbagai kalangan sebagai perwujudan olahraga asah otak . Tak hanya itu HMJ PENJASKESREK FIKK UNM juha menggelar aksi Gotong Royong dan Kampanye Anti Bullying, ini merupakan kepedulian terhadap lingkungan dan moral generasi muda juga menjadi pilar penting dalam program “Kesrek Mengabdi”. Mahasiswa bersama warga bahu membahu melaksanakan aksi bakti sosial dan gotong royong membersihkan sejumlah fasilitas umum desa. Aksi nyata ini diharapkan dapat merawat budaya kerja sama yang menjadi ciri khas bangsa. Di sisi lain, menyikapi isu sosial yang kerap terjadi di lingkungan remaja, mahasiswa menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai dampak buruk perilaku menyimpang, khususnya perundungan (bullying). Melalui pendekatan yang komunikatif, anak-anak dan remaja di Desa Samangki diajak untuk membangun lingkungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan fisik maupun verbal. Menggali Jejak Sejarah dan Mendorong Potensi Wisata Desa Desa Samangki memiliki letak geografis dan kekayaan historis yang luar biasa melihat dari penginggalan sejarah yang ada di Desa Samangki yang memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai tempat pariwisata hingga tahap nasional. Menyadari hal tersebut, tim mahasiswa melakukan observasi mendalam serta menggelar forum diskusi bersama para tokoh masyarakat untuk membedah sejarah desa. Salah satu topik utama yang dibahas adalah keberadaan situs prasejarah berupa penemuan gambar cadas (lukisan gua) tertua di kawasan tersebut yakni diBulu Karampuang, yang memiliki nilai arkeologis berskala internasional dan juga masih banyak peninggalan sejarah dan potensi alam yang mampu dijadikan pariwisata nasional hingga berbasis internasional. Selain potensi sejarah, mahasiswa juga mengeksplorasi keindahan bentang alam Desa Samangki yang sangat potensial untuk digodok menjadi destinasi pariwisata berbasis alam (ecotourism). Hasil observasi ini nantinya diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi atau masukan berharga bagi pemerintah desa dalam engembangkan sektor pariwisata daerah untuk membangun perekonomian warga khususnya didesa Samangki kec. Simbang kabupaten Maros. “Kegiatan ‘Kesrek Mengabdi’ ini bukan sekadar program kerja seremonial, melainkan jembatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan agar berdampak langsung bagi masyarakat. Kami berharap kehadiran kami di Desa Samangki dapat meninggalkan manfaat yang berkelanjutan, baik dari segi kesehatan, kesadaran sosial, hingga pemetaan potensi desa,” ujar perwakilan pengurus HMJ PENJASKESREK FIKK UNM. Melalui integrasi kegiatan yang matang ini, HMJ PENJASKESREK FIKK UNM membuktikan bahwa peran mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) dan social of control (kontrol sosial) dapat diwujudkan secara nyata, santun, dan edukatif di tengah-tengah masyarakat. #HMJPENJASKESREKFIKKUNM💙🖤 #Pemdessamangki

Daerah, Maros, Nasional, Olahraga, Pemuda, Pendidikan

AKSI NYATA HMJ PENJASKESREK FIKK UNM : Mengakselerasi Popularitas Olahraga Pickleball Melalui Edukasi di Desa Samangki Maros.

ruminews.id, Maros – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Melalui sebuah inisiatif yang progresif, HMJ PENJASKESREK FIKK UNM menyelenggarakan seminar pengenalan olahraga Pickleball yang dipusatkan di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.

Internasional, Olahraga

Fakta Cape Verde yang Harus Kalian Tahu: Negara Kecil yang Mengguncang Piala Dunia 2026

ruminews.id – Cape Verde menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik itu berhasil mencuri perhatian dunia setelah tampil mengejutkan dan mampu bersaing dengan negara-negara raksasa sepak bola. Dengan jumlah penduduk yang hanya sekitar 500 ribu jiwa, Cape Verde membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan strategi mampu mengalahkan segala keterbatasan. Berikut sejumlah fakta menarik tentang tim yang dijuluki sebagai “kuda hitam” Piala Dunia 2026. 1. Negara Kecil dengan Populasi Hanya Sekitar 500 Ribu Jiwa Cape Verde merupakan negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika. Populasinya hanya sekitar setengah juta penduduk, bahkan lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk di beberapa kota besar di Indonesia. Meski memiliki sumber daya yang terbatas, mereka mampu membangun tim nasional yang kompetitif dan mencatat sejarah di pentas dunia. 2. Banyak Pemain Berdarah Diaspora Salah satu kekuatan utama Cape Verde berasal dari pemain-pemain keturunan yang lahir dan berkembang di Eropa, terutama Portugal, Belanda, Prancis, hingga Luksemburg. Kombinasi pemain lokal dan diaspora membuat kualitas skuad mereka meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 3. Rekrut Pemain Lewat LinkedIn Salah satu kisah unik datang dari proses perekrutan bek Roberto “Pico” Lopes. Tim pelatih Cape Verde diketahui menghubunginya melalui aplikasi profesional LinkedIn. Lucunya, pesan tersebut baru dibaca sekitar sembilan bulan kemudian karena dianggap sebagai pesan spam. Setelah menerima ajakan itu, Lopes akhirnya bergabung dan menjadi salah satu pemain penting tim nasional. 4. Memiliki Kiper Veteran Berusia 40 Tahun Cape Verde mengandalkan kiper senior Vozinha yang telah berusia 40 tahun. Pengalamannya menjadi aset berharga bagi tim. Meski tak lagi muda, ia mampu tampil gemilang dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membantu Cape Verde melaju jauh di turnamen. 5. Sulit Dikalahkan di Waktu Normal Sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, Cape Verde menunjukkan pertahanan yang sangat disiplin. Mereka mampu menahan imbang beberapa tim kuat pada waktu normal, bahkan memaksa Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya kalah tipis 3-2. Performa tersebut membuktikan bahwa Cape Verde bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. 6. Disiplin dan Bermain Tanpa Beban Keberhasilan Cape Verde tidak dibangun dari pemain bintang semata, tetapi dari organisasi permainan yang solid, disiplin bertahan, serta semangat pantang menyerah. Mereka bermain tanpa tekanan besar sehingga mampu tampil lepas menghadapi lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka. Inspirasi bagi Negara Kecil Perjalanan Cape Verde menjadi bukti bahwa ukuran negara maupun jumlah penduduk bukanlah penentu kesuksesan di dunia sepak bola. Dengan pembinaan yang baik, pemanfaatan pemain diaspora, dan semangat juang tinggi, mereka berhasil menciptakan salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026. Cape Verde mungkin belum berhasil mengangkat trofi, tetapi mereka telah memenangkan hati jutaan pencinta sepak bola dunia dan menjadi simbol bahwa mimpi besar dapat diwujudkan oleh siapa saja.

Internasional, Olahraga

Kolombia Singkirkan Ghana, Gol Cepat Jhon Arias Antar Los Cafeteros ke 16 Besar

ruminews.id, Kansas City – Tim Nasional Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Ghana dengan skor tipis 1-0 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (4/7/2026) WIB. Gol tunggal kemenangan Kolombia dicetak oleh Jhon Arias pada menit ke-14. Berawal dari serangan cepat di sisi sayap, Luis Suárez yang baru masuk menggantikan Jhon Córdoba akibat cedera mengirimkan umpan matang ke kotak penalti.

Internasional, Nasional, Olahraga

Argentina Lolos Dramatis! Taklukkan Cape Verde 3-2 Lewat Extra Time

Ruminews.id, Miami – Timnas Argentina harus mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk menyingkirkan kejutan turnamen, Cape Verde, pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Albiceleste akhirnya memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menang dramatis 3-2 melalui babak extra time di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (4/7) WIB. Sebagai juara bertahan, Argentina diprediksi akan melaju dengan mudah. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Cape Verde tampil tanpa rasa gentar dan beberapa kali membuat lini belakang Argentina berada dalam tekanan. Lionel Messi membuka keunggulan Argentina pada menit ke-29 melalui penyelesaian khasnya yang tak mampu dihentikan kiper Vozinha. Namun semangat juang Cape Verde tidak surut. Pada menit ke-59, Deroy Duarte mencetak gol penyeimbang yang membuat pertandingan kembali terbuka dan memaksa laga berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal usai. Memasuki babak tambahan waktu, Argentina kembali memimpin lewat gol Lisandro Martínez pada menit ke-92. Akan tetapi, Cape Verde sekali lagi menunjukkan mental luar biasa. Sidny Cabral menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol spektakuler yang membuat peluang adu penalti semakin terbuka. Saat pertandingan tampak akan ditentukan melalui babak adu penalti, Argentina akhirnya memecah kebuntuan. Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-114 setelah Cristian Romero memanfaatkan kemelut di depan gawang Cape Verde. Skor berubah menjadi 3-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini memastikan Argentina melangkah ke babak 16 besar, tetapi pertandingan tersebut menjadi peringatan bahwa jalan mempertahankan gelar juara tidak akan mudah. Cape Verde, yang tampil sebagai debutan di Piala Dunia, justru berhasil mencuri perhatian dunia lewat permainan disiplin, keberanian menyerang, dan daya juang tinggi yang nyaris menumbangkan sang juara bertahan. Bagi Lionel Scaloni, hasil ini menjadi modal berharga sekaligus bahan evaluasi. Meski berhasil lolos, performa lini belakang Argentina masih menyisakan pekerjaan rumah sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat pada fase berikutnya. Hasil Babak 32 Besar Piala Dunia 2026Argentina 3-2 Cape Verde (setelah extra time). Argentina berhak melaju ke babak 16 besar.

Infotainment, Internasional, Nasional, Olahraga

Belgia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Senegal Lewat Drama Extra Time

Ruminews.id, Seattle — Belgia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Senegal 3-2 melalui drama hingga babak tambahan waktu pada laga 32 besar yang berlangsung di Stadion Seattle, Kamis (2/7) dini hari WIB. Kebangkitan luar biasa The Red Devils terjadi setelah sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya membalikkan keadaan lewat penalti Youri Tielemans di penghujung extra time.

Nasional, Olahraga, Opini

Jogo Bonito, Diaspora, dan Mimpi Garuda: Mencari Falsafah Sepak Bola Indonesia

Penulis: Rais Syukur Timung – Nalar Pinggiran ruminews.id – Kurang lebih Tahun 2014 Setelah meyaksikan filem legenda Brazil “Edison Arantes do Nascimento alias Dico atau Pele di Trans Tv. Pele, yang tiga kali berhasil membawa Brazil menjadi juara world cup. Di situ pula brazil mengukuhkan karakter dan. kultur persepakbolaannya dengan “jogo Bonito atau Gingga”. Brazil, tidak cuman tendang bola, mereka menghibur. di lapangan itulah brazil ingin mengatakan, ini kultur sepak bola kami. Ada struktur Nilai yang di bentangkan di atas Lapangan. Secara cepat-cepat kita melihat, Jogo Bonito atau Gingga, hampir mirip-mirip dengan Tango (Argentina). Hanya saja Jogo bonito lebih mengandalkan ketangkasan tubuh, seluruh badannya bermain bola. mereka seperti menari di lapangan bola, sementara tango mengandalkan kecepatan kaki. Sosiologi Brazil “Gilberto frayre (1959) menulis, orang Brazil menari (samba) untuk menghilangkan beban pikiran. sebab, itu orang brazil bermain bola seperti menari”. lepas dan menghibur. itu yang membuat saya kepingcut pada Brazil di era Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho. Belakangan kita menyaksikan, transformasi permainan Brazil sangat berbeda. Tak ada lagi Jogo Bonito dan tarian samba yang mereka bentangkan diatas lapangan. Mereka bukan lagi Brazil yang Dulu membuat Saya Kepingcut. Padahal, Saya selalu berpegang pada sesuatu yang memiliki Nilai dan strukturnya, termasuk dalam sepak bola; harus filosofis, tidak sembarangan. mereka, negara-negara yang hebat dalam persepakbolaan, selalu punya itu. Dulu Italy punya kultur sepak bola Catenaccio atau pertahanan grendel. mereka selalu bermain dengan pola menutup dan mengunci rapat-rapat pintu pertahanan, dan di saat lawan frustasi, mereka melakukan counter attack habis-habisan. Di inggris yang di kenal dengan Pola Kick and Rush. tendang dan serbu. pola ini mengandalkan kecepatan dan fisik. Makanya, Hampir semua pemain-pemain tangguh di inggrish selalu berada di lini sayap. Di belanda sana. mereka punya kultur permainan yang di kenal dengan Total Football. Filosofi penting dari Total Football ialah kolektivitas. semua penyerang adalah pemain bertahan dan semua pemain bertahan harus bisa menyerang. Tiki taka yang di populerkan oleh Johan cruyff di tahun 1988-1996. gaya permainan dengan umpan-umpan pendek. melalui setiap saluran dengan tetap mempertahankan penguasaan bola dan akurasi. Tak lebih dan tak kurang bahwa sepak bola telah menjadi tata nilai di masyarakat dunia, bahkan mungkin saja akan menjadi ideologi. Sebab itu, dalam hal-hal tertentu perlu ada diferensiasi nilai dan strukturnya yang filosofis dalam mengidolakan Tim kebanggaan. Jika Wisdom Brazil, dalam sepak bola dengan Jogo Bonito dan Argentina dengan Tanggo. Wisdom indonesia dalam sepak bola itu apa?. Indonesia adalah Gerbang Nilai-nilai di Dunia, kita punya wisdom yang negara lain tidak punya. Dunia mengukuhkan itu pada Indonesia. tetapi, naas. untuk Menjuarai AFF dan AFC saja Susahnya Minta ampun. Lalu, dengan Nada sesumbar banyak yang bertutur ; “Setiap Pertandingan memang harus ada yang kalah dan menang. Kalau tidak mau kalah, jangan bertanding”. Itulah sebabnya, Kita sudah harus mendefenisikan Ulang Nilai (Kearifan / Local Wisdom) yang hendak kita sampaikkan diatas rumput hijau. Sebagaimana keberhasilan Brazil, Argentina, Jerman, Inggris, Belanda, dsb dalam menerjemahkan Kearifan sepak Bola mereka. ” Nos encestres les gaulois etaientt blonds”, demikian yang sering di sampaikkan politisi Jean Marie Le pen”. Kira-kira artinya : ” nenek moyang kita adalah bangsa Gaulis berambut pirang. Tahun 1996/1997, jelang pemilu di prancis, istilah ini sangat populer. ‘Le pen’ adalah seorang politisi. Sudah menjadi kelaziman seorang politisi membutuhkan isu-isu, yang dengan isu tersebut, mereka bisa mengkapitalisasi untuk kepentingan mereka sendiri. Sebagaimana “Trump” yang menggoreng isu sejenis itu saat berhadapan dengan Hillary Clinton dalam kontestasi pilpres AS. maka sinisme terhadap Imigran adalah andalan “Le pen”. Dia menganggap imigran tersebut tidak memiliki Nasionalisme, tidak cinta tanah air. Termasuk sinisnya kepada para pemain prancis yang menyanyikan lagu kebangsaan prancis, tidak dari hati. Imigran bagi Le Pen adalah pangkal bala permasalahan sosial. Pokoknya, yang buruk-buruk ia nisbatkan pada warga negara prancis keturunan imigran tersebut. Le pen kalah. Ia kemudian menghilang setelah prancis menggondol juara dunia tahun 1998 dan juara Euro tahun 2000. Dagangnya merugi. Semua ini karena kontribusi besar para pemain keturunan imigran. Seperti “Zinedine Zidane (Zainuddin Zaidan”, pemain andalan prancis saat itu adalah keturunan imigran asal Aljazair. Lalu Si tembok tegar “Lilian Thuram” dari Gaudeloupe, sebuah daerah di Karibia yang merupakan wilayah koloni Prancis. Lalu, siapa yang tidak mengenal “Marcel Desailly” yang memiliki darah Ghana serta “Patrick vieira” keturunan Senegal. Ada Si Tampan “Trezeguet”, “Theiry Henry”, dll. Dengan di pimpin oleh pelatih Aime Jacquet dan kapten Diedir Descamps, mereka membuat Prancis terbang tinggi dalam sepak bola dunia. Le pen, senyap..! Tahun 2012-2014, “Le pen” muncul lagi. ” DNA” politiknya tidak berubah, masih seperti dulu. “Nos encestres les gaulois etaientt blonds”. Tapi publik prancis tahu, Le pen hanyalah politisi yang sebenarnya tidak mencintai negarannya. Ia hanya memanfaatkan isu sensitif ini untuk kepentingan potiknya. Kepentingan instan, pendek. Parsial dan egoistik. Di piala Dunia 2018 Rusia, kembali pemain Prancis keturunan imigran menunjukkan Nasionalisme mereka. Di bawah pelatih Didier Deschamps yang dulunya sukses membawa kawan-kawanya tahun 1998 dan 2000. “Kylian Mbappe” pemain prancis keturunan kamerun dari ayah dan Ibunya dari aljazair, Bahu membahu bersama kawan-kawannya seperti Samuel Umititi, Presnel Kimbempe, Benjamin Mendy, Lucas Hernandez, N’golo Kante, Paul Pogba yang juga keturunan Imigran berhasil membawa Prancis Juara Piala Dunia 2018. Mereka kembali membuat Didier Deschamps, sang pelatih, memegang trofi piala dunia di dua posisi yang berbeda (pemai-Kapten dan Pelatih) seperti yang pernah di alami oleh “Der Kaizer” Fransz Beckenbauer-Jerman. Lalu, “Le pen”?. Ia kalah kembali dalam kontestasi pilpres prancis. Saya yakin le pen tidak akan muncul lagi. Sebab, jualannya tidak pernah laku-laku. Perjalanan sejarah ummat manusia tidak pernah ramah terhadap orang Rasis. Diaspora itu jika di terjemahkan secara liar, ia merujuk pada pemahaman penduduk dari etnik tertentu dengan penyebabnya tersendiri. mereka terusir dari tanah kelahiran mereka ke berbagai kawasan dunia dan lalu membangun diri sendiri dan budaya mereka. Dalam sejarah migrasi dunia, bangsa yahudi adalah yang di kenal mengalami diaspora (586m), mereka di usir dari Judas oleh orang-orang babylonia dan tahun (136M) oleh kerajaan Roma. Di tanah pengusiran mereka membangun diri dan budaya, serta melakukan gerakan kembali ke tanah asal mereka yang di sebut dengan Zionisme. gerakan inilah yang berhasil melahirkan Israel yang kita kenal sekarang. Etnik China dan Migrasi WNA yang berduyun-duyun masuk Zamrud khatuliatiwa (Indonesia) itu

Scroll to Top