Nasional

Nasional, Opini, Pemuda

Indonesia Sederhana

Penulis : A. Rachmat Ady Ullang – Sekretaris Umum HMI Cabang Bantaeng Ruminews.id – Delapan puluh satu tahun bukan usia yang singkat bagi sebuah bangsa. Dalam rentang waktu itu, Indonesia telah melewati berbagai fase sejarah: mempertahankan kemerdekaan, membangun fondasi negara, menghadapi krisis, hingga memasuki era digital yang penuh perubahan. Banyak hal telah dicapai, tetapi di tengah berbagai kemajuan tersebut, satu pertanyaan tetap layak diajukan, ‘Indonesia seperti apa yang sebenarnya sedang kita bangun?’

81 Tahun Merdeka
Nasional, Opini, Pemuda

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Indonesia Memanusiakan Manusia?

Penulis: Pedro Ngiso Ruminews.id — Saya perlu memulai esai reflektif saya ini dengan sebuah pengakuan sederhana: saya bukan ahli politik, bukan pengamat negara, bukan ahli kenegaraan, bukan ekonom, dan bukan pula seseorang yang memiliki otoritas khusus untuk berbicara atas nama Indonesia. Saya hanya seorang mahasiswa yang sedang belajar memahami dunia di sekitarnya, seorang manusia yang masih terus belajar menggunakan daya nalar, bertanya, meragukan, membaca, dan mencoba memahami berbagai hal secara lebih kritis.

GEMABUDHI Jambi
Nasional, Pemuda, Religi

HUT ke-81 RI, Ketua GEMABUDHI Jambi Ajak Generasi Muda Buddhis Perkuat Persatuan dan Kontribusi bagi Bangsa

Ruminews.id, Jambi — Ketua Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI) Jambi, Ferry Firmansyah, mengajak generasi muda untuk menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-81
Nasional, Opini, Pemuda

Refleksi Kemerdekaan Indonesia ke-81

Penulis: Eka Indonesia, 17 Agustus 2026 Dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, SIMPA sebagai bagian dari generasi muda Indonesia memandang bahwa kemerdekaan tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni, pidato-pidato kebangsaan, atau pengibaran Sang Merah Putih. Kemerdekaan seharusnya menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali sejauh mana cita-cita kemerdekaan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan rakyat. Bagi SIMPA, menjadi pemuda di tengah usia Republik Indonesia yang ke-81 bukan hanya tentang merayakan sejarah, tetapi juga mengambil tanggung jawab atas masa depan bangsa. Merdeka bukan sekadar terbebas dari penjajahan bangsa asing. Kemerdekaan juga berarti terbebas dari berbagai bentuk penindasan yang tumbuh dari dalam negeri sendiri. Penjajahan hari ini mungkin tidak lagi hadir dalam bentuk senjata dan pasukan. Ia dapat hadir melalui kemiskinan yang terus diwariskan, pendidikan yang tidak merata, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan sosial, eksploitasi sumber daya alam, hingga kebijakan yang menempatkan rakyat semata-mata sebagai objek pembangunan. Lantas, apa arti kemerdekaan apabila rakyat masih terbelenggu oleh ketidakadilan? Apa arti kemerdekaan apabila sebagian masyarakat masih kesulitan memperoleh pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan yang layak? Dan apa arti kemerdekaan apabila kekuasaan justru digunakan untuk mengutamakan kepentingan segelintir pihak dengan mengorbankan kepentingan rakyat? Bagi SIMPA, pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan bentuk pesimisme terhadap bangsa, melainkan bagian dari kecintaan terhadap Indonesia. Mencintai bangsa bukan berarti selalu membenarkan setiap keadaan. Sebaliknya, kecintaan terhadap bangsa juga menuntut keberanian untuk mengkritik, mengingatkan, dan memperjuangkan perubahan ketika cita-cita kemerdekaan semakin jauh dari kehidupan rakyat. Pada usia Republik Indonesia yang ke-81, sudah saatnya kita kembali bertanya: apakah kita benar-benar telah merdeka, atau sekadar mengganti bentuk penjajahan lama dengan bentuk penindasan yang baru? Mengibarkan Merah Putih adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu bangsa. Namun, menjaga dan mewujudkan nilai-nilai kemerdekaan merupakan tanggung jawab generasi hari ini. Karena itu, SIMPA mengajak seluruh pemuda Indonesia menjadikan momentum kemerdekaan ke-81 sebagai kesempatan untuk memperkuat keberanian, integritas, solidaritas, dan kepedulian terhadap kehidupan rakyat. Perjuangan hari ini memang bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah. Perjuangan itu hadir dalam upaya melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta berbagai bentuk penindasan yang merampas hak dan martabat manusia. Sebab, kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya ketika bangsa terbebas dari penjajahan bangsa lain, melainkan ketika setiap rakyat terbebas dari segala bentuk penindasan—baik yang datang dari luar maupun yang tumbuh dari dalam negeri sendiri. Merdeka bukan sekadar kata. Merdeka adalah keadaan yang harus terus diperjuangkan.

HUt RI ke-81
Nasional, Opini, Pemuda, Politik

HUT RI ke-81: Katanya Pemuda adalah Agen Perubahan, Tapi Giliran Mengkritik Disebut Provokator”

Penulis: Muh. Alief – Ketua DPW Muda Bergerak Prov. Sulawesi Selatan Ruminews.id —  Setiap memasuki bulan Agustus, kita selalu disuguhi narasi serupa dari podium ke podium pejabat: “Pemuda adalah agen perubahan.” Namun, tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini, kita seperti dipaksa menghadapi sebuah standar ganda. Di satu sisi, generasi muda dituntut untuk aktif dan peduli pada bangsa. Di sisi lain, ketika kami mulai menggunakan akal sehat untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang tumpang tindih, labelnya langsung berubah dalam semalam. Kami tidak lagi disebut agen perubahan, melainkan dicap sebagai “provokator” oleh mereka yang alergi terhadap perubahan itu sendiri.

SEPETA
Ekonomi, Nasional

SEPETA Tolak Wacana Ojol Dikategorikan UMKM: “Jangan Gunakan Label UMKM untuk Hindari Tanggung Jawab Platform”

Ruminews.id, Jakarta— Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia (SEPETA) menolak wacana pemerintah yang hendak mengategorikan pengemudi ojek online (ojol) dan kurir platform sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). SEPETA menilai kebijakan tersebut berisiko mengaburkan persoalan utama pekerja platform, yakni ketimpangan relasi kerja dan minimnya perlindungan terhadap jutaan pengemudi yang menopang ekonomi digital.

Scroll to Top