Author name: Admin01

Ekonomi, Nasional

Siapa 3 Pimpinan Danantara? Inilah Tokoh di Balik Investasi Besar Indonesia.

ruminews.id, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Kepresidenan, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi diluncurkan pada hari ini, 24 Februari 2025.  Danantara dibentuk sebagai lembaga pengelola investasi negara yang bertujuan mengoptimalkan pengelolaan aset-aset pemerintah, mirip dengan model Temasek di Singapura. Lembaga ini akan mengelola tujuh badan usaha milik negara (BUMN), termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Maka Dana kelolaan Danantara pada tahap awal ini akan mencapai Rp9.000 Trilyun. Berikut profil singkat para eksekutif yang ditunjuk untuk menjalankan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara): Rosan Perkasa Roeslani – Chief Executive Officer (CEO): Lahir di Jakarta pada 31 Desember 1968, Rosan Roeslani adalah seorang pengusaha terkemuka di Indonesia. Ia merupakan pendiri Recapital Advisors pada tahun 1997 bersama rekannya, Sandiaga Uno. Rosan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2015-2021, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 2021-2023, dan Wakil Menteri BUMN pada 2023. Sebelum ditunjuk sebagai CEO Danantara, ia menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dalam Kabinet Merah Putih. Dony Oskaria – Chief Operating Officer (COO): Dony Oskaria berasal dari Tanjung Alam, Sumatra Barat. Kariernya dimulai di sektor perbankan, dengan pengalaman mulai dari call center di Bank Universal hingga menjadi Managing Director di Bank Mega. Ia juga pernah menjabat sebagai CEO di beberapa perusahaan di bawah naungan CT Corp dan menjadi Komisaris di Citilink. Sebelum ditunjuk sebagai COO Danantara, Dony menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN dalam Kabinet Merah Putih. Pandu Sjahrir – Chief Investment Officer (CIO): Pandu Sjahrir dikenal sebagai pengusaha dan investor dengan rekam jejak yang solid di bidang manajemen investasi. Ia menjabat sebagai Direktur di PT TBS Energi Utama Tbk dan memiliki peran penting dalam berbagai perusahaan teknologi dan energi di Indonesia. Pandu juga merupakan Managing Partner di Indies Capital, sebuah perusahaan manajemen investasi yang mengelola beberapa dana, termasuk Indies Special Opportunities.

Makassar, Pemerintahan, Politik

Hari Pertama Bertugas, Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Silaturahmi dengan OPD

Ruminews.id, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi menjalani hari pertamanya berkantor di Balai Kota Makassar setelah dilantik, Senin (24/2/2025). Kedatangannya disambut hangat oleh jajaran kepala dinas dan perangkat daerah lainnya. Sejak tiba di kantor, Aliyah langsung menjabat tangan serta menyapa para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pegawai Pemkot Makassar yang telah menantinya. Turut hadir dalam penyambutan tersebut, Pj Sekda Kota Makassar Irwan Adnan, Kepala BKPSDM Akhmad Namsum, Kabag Protokol Zuhur, Kepala Kesbangpol Andi Bukti Djufri, Kepala BPBD Hendra Kaimuddin, Kepala BKAD Muh Dakhlan, Kepala Bappeda Zulkifli, serta sejumlah pejabat lainnya. Setelah berinteraksi dengan para pegawai, Aliyah kemudian melakukan peninjauan ruang kerja. Ia melihat langsung ruangannya di Gedung Tower Balai Kota, mulai dari lantai tiga hingga lantai sepuluh. Di lantai tiga, ia mengecek ruangan yang telah disiapkan untuknya dan menuturkan bahwa ruangan tersebut sudah dalam kondisi siap pakai. Ia kemudian naik ke lantai sembilan untuk meninjau War Room dan melanjutkan ke lantai sepuluh, di mana ruang kerja Wakil Wali Kota sebelumnya berada. Dalam keterangannya, Aliyah menyebut bahwa kunjungannya hari ini adalah bagian dari silaturahmi serta orientasi awal sebagai Wakil Wali Kota Makassar. Ia ingin menyapa jajaran Pemkot Makassar sekaligus melihat langsung kondisi ruang kerja dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan bekerja bersamanya. Namun, mengenai ruangan kerja mana yang akan ditempatinya, Aliyah mengaku belum menentukan pilihan. Ia masih mempertimbangkan beberapa opsi, termasuk ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. “Tapi tentu perlu ada pembenahan lebih lanjut. Saya juga menunggu Pak Wali Kota Munafri Arifuddin untuk meninjau bersama dan meminta restu beliau,” ujar Aliyah. Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, diketahui masih menghadiri kegiatan retret di Magelang. Aliyah menegaskan bahwa keputusan akhir terkait ruang kerjanya akan dibuat setelah berdiskusi lebih lanjut dengan Wali Kota serta melakukan istikharah untuk mendapatkan pilihan terbaik. “Nantilah, kita tunggu hasil diskusi dan istikharah, mana yang terbaik,” tutupnya. Hari pertama Aliyah Mustika Ilham bertugas di Balai Kota Makassar menjadi momen perkenalan serta langkah awalnya dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota. Ia berharap dapat bekerja sama dengan seluruh jajaran OPD dan ASN untuk menjalankan program-program pemerintah yang telah dirancang.

Nasional, Politik

Kawendra: Danantara Akan Kurangi Ketergantungan pada Investasi Asing

ruminews.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada Senin 24 Februari 2025. BPI Danantara, sebagai sovereign wealth fund, bertujuan untuk mengelola aset negara senilai lebih dari USD 900 miliar. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Danantara akan difokuskan pada investasi di sektor-sektor strategis, seperti energi terbarukan, industri manufaktur canggih, dan produksi pangan. Dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen per tahun, BPI Danantara diharapkan menjadi mesin utama dalam transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menilai peluncuran Danantara sebagai langkah strategis menuju kemandirian ekonomi Indonesia. “Peluncuran Danantara merupakan tonggak sejarah dalam membangun ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing. Dengan pendanaan awal sebesar USD 20 miliar, Danantara akan menjadi katalisator untuk pertumbuhan sektor unggulan, termasuk energi hijau dan industri berbasis teknologi tinggi,” ujar Kawendra, Senin (24/2/2025). Kawendra menambahkan, kehadiran Danantara memberi Indonesia peluang besar untuk mengurangi ketergantungan pada investasi asing serta meningkatkan daya saing ekonomi domestik. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Prabowo agar Indonesia dapat berdiri mandiri di atas kaki sendiri. “Ini bukan hanya soal investasi, tetapi tentang membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Danantara akan memastikan sumber daya yang kita miliki dikelola secara optimal untuk kepentingan rakyat,” tambahnya. BPI Danantara akan mengelola berbagai proyek dengan prinsip tata kelola yang transparan dan profesional, guna memastikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional. Dengan peluncuran ini, Kawendra berharap Indonesia dapat mempercepat transformasi ekonomi dan menjadi pemain utama dalam ekonomi global yang semakin kompetitif.

Uncategorized

Komisi A DPRD Makassar Soroti Pembangunan Kantor Lurah Kapasa Raya yang Belum Miliki Legalitas Lahan

ruminews.id, Makassar – Komisi A DPRD Kota Makassar menyoroti pembangunan Kantor Lurah Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, yang dilakukan secara swadaya oleh pihak kelurahan tanpa adanya kejelasan status legalitas lahan yang digunakan. Anggota Komisi A DPRD Makassar, Idris dari Fraksi Gerindra, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi inisiatif Lurah Kapasa Raya yang membangun kantor pelayanan secara mandiri menjelang masa pensiunnya. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut semestinya didahului oleh proses administrasi yang jelas, terutama terkait hibah lahan ke Pemerintah Kota Makassar.   “Kami tidak menyoal semangat membangun dari Pak Lurah. Tetapi tindakan ini terkesan terburu-buru karena lahan yang digunakan belum memiliki akta hibah resmi. Ini bisa menimbulkan persoalan hukum ke depannya,” kata Idris saat diwawancarai usai rapat Komisi A.   Pembangunan kantor lurah diketahui didanai melalui swadaya masyarakat dan bantuan dari sejumlah perusahaan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Lahan seluas 180 meter persegi disebut sebagai hibah dari seorang pengusaha lokal, Surya Jaya Latif alias Baba Tinggi, namun belum disertai dengan dokumen hibah yang sah secara hukum.   Ketua Panitia Pembangunan, Tiro Abdullah, menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan atas partisipasi masyarakat dan CSR perusahaan di wilayah Kapasa Raya. Ia juga menyebutkan bahwa surat pernyataan hibah lahan telah ditandatangani oleh pihak terkait pada 7 Januari 2025.   Meski demikian, Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan (LAKSUS) menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi gratifikasi dan penyalahgunaan dana CSR. Ketua LAKSUS, Muh Anshar, menegaskan pentingnya transparansi dalam penggunaan dana CSR, terlebih jika diperuntukkan bagi fasilitas pemerintah.   “Penggunaan dana CSR untuk pembangunan kantor lurah harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika tidak, ada potensi gratifikasi yang bisa berujung pada dugaan korupsi,” ujar Anshar.   Menindaklanjuti polemik ini, Komisi A DPRD Makassar berencana memanggil Lurah Kapasa Raya dan pemilik lahan untuk dimintai keterangan resmi. DPRD menekankan bahwa penyelesaian administrasi, khususnya legalitas lahan, harus menjadi prioritas sebelum pembangunan dilanjutkan.

Opini

Conversational Trance: Saat Kata Kata Mengendalikanmu

ruminews.id – Mungkin di antara kita pernah merasa tiba-tiba setuju dengan sesuatu tanpa benar-benar tahu kenapa? Atau tiba-tiba mengikuti tren tertentu hanya karena “kedengarannya masuk akal” meskipun sebelumnya kita ragu? Nah, bisa jadi kita sedang terkena efek Conversational Trance atau Trans Percakapan. Conversational Trance adalah teknik komunikasi yang memanfaatkan ritme bicara, pengulangan, dan pola bahasa tertentu untuk membuat seseorang masuk ke kondisi “autopilot” atau setengah sadar. Dalam kondisi ini, orang cenderung kurang berpikir kritis dan lebih mudah menerima sugesti tanpa menyadarinya. Dalam dunia hipnosis, Conversational Trance adalah teknik dimana seseorang dibuat masuk ke dalam kondisi trance ringan hanya melalui percakapan biasa. Ini berarti seseorang menjadi lebih fokus, rileks, dan terbuka terhadap sugesti – tanpa menyadari bahwa mereka sedang dipengaruhi. Kalau dalam hipnosis formal, orang biasanya diminta untuk menutup mata dan mengikuti instruksi yang jelas, Conversational Trance bekerja secara lebih halus dan terselubung. Orang yang terkena teknik ini tetap sadar, tetap bisa ngobrol, tapi pikirannya mulai “terbuka” untuk menerima ide atau sugesti tanpa banyak perlawanan. Dalam hipnosis, trance ringan adalah kondisi dimana pikiran kita menjadi lebih fokus dan rileks, tetapi kita tetap sadar dan bisa berinteraksi seperti biasa. Trance ringan adalah bagian dari kondisi hipnosis, tetapi bukan berarti seseorang yang mengalami trance ringan selalu dalam kondisi “terhipnosis” seperti yang sering digambarkan di film atau pertunjukan sulap. Trance ringan adalah tahap awal dari hipnosis, dimana seseorang menjadi lebih fokus, lebih rileks, dan lebih mudah menerima sugesti. Namun, mereka tetap sadar dan bisa memilih apakah ingin mengikuti sugesti tersebut atau tidak. Jadi, bisa dibilang trance ringan adalah kondisi hipnosis yang sangat halus dan alami, yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan hipnosis adalah spektrum atau memiliki berbagai tingkat kedalaman, dari yang sangat ringan hingga sangat dalam. Trance ringan adalah tahap awal dari spektrum ini. Pernahkah di antara kita membaca buku atau menonton film, lalu merasa “terbawa suasana”? Seolah-olah kita ada di dalam cerita itu? Itu adalah contoh trance ringan. Atau ketika kita scrolling media sosial atau main game, lalu lupa waktu dan tidak sadar sudah berjam-jam berlalu, itu juga kondisi trance ringan. Teknik ini bekerja ketika ritme dan nada bicara kita yang menenangkan, dimana kita menggunakan nada suara yang stabil, lembut, dan berulang-ulang untuk membuat pendengar lebih rileks. Contohnya, dalam pergaulan anak muda, seseorang bisa berkata dengan suara tenang: “Santai aja… rileks… semakin kita ngobrol, semakin kamu paham kalau ini hal yang biasa.” Teknik ini juga bekerja dalam pengulangan (repetisi) untuk menanamkan ide, dimana pengulangan membuat seseorang lebih mungkin menerima sesuatu sebagai kebenaran, karena otak kita cenderung percaya sesuatu yang sering didengar. Contoh yang bersifat manipulatif: “Semua orang udah nyobain, semua orang suka, semua orang akhirnya sadar kalau ini nggak masalah.” Teknik ini bisa juga digunakan untuk membuat seseorang berpikir bahwa keputusan yang mereka ambil adalah hasil pemikiran sendiri, padahal telah diarahkan. Contoh: “Dengar baik-baik, semakin kamu mendengar ini, semakin kamu sadar kalau kamu memang ingin mencobanya.” Kata-kata seperti “semakin”, “mulai menyadari”, “sekarang kamu tahu”, digunakan untuk menanamkan asumsi bahwa perubahan sedang terjadi di dalam diri pendengar. Contoh: “Semakin lama kita ngobrol, semakin kamu sadar kalau semua ini sebenarnya bukan masalah besar.” Ada banyak sekali kalimat percakapan yang bersifat trance ringan dan cenderung memengaruhi teman pergaulan ke arah negatif. “Coba deh pikirkan… semua orang ngelakuin ini, dan semakin kamu melihat mereka, semakin kamu sadar kalau ini memang bagian dari hidup kita.” “Dengar baik-baik, semakin kamu dengar ini, semakin kamu sadar kalau kamu memang perlu melakukannya.” “Nggak ada yang salah, semakin kamu coba, semakin kamu ngerti kenapa semua orang suka ini.” Itu semua merupakan contoh kalimat percakapan yang membuat seseorang mengalami trance ringan sehingga ide negatif (pengaruh yang diharapkan) bisa langsung masuk ke pikiran bawah sadar dan kemudian diikuti. Bagaimana menghindari Conversational Trance yang manipulatif? Pertama, Sadari Pola Bahasa yang Berulang. Jika seseorang terus-menerus mengulang suatu ide, tanyakan pada diri sendiri apakah itu benar-benar pilihan kita atau hanya pengaruh sugesti; Kedua, Jangan Terburu-Buru Mengambil Keputusan. Jika merasa terbawa suasana dan ingin melakukan sesuatu, beri jeda untuk berpikir kritis; Ketiga, Gunakan Logika dan Intuisi. Jika sesuatu terdengar terlalu diarahkan, tanyakan: “Apakah ini benar-benar yang aku inginkan atau hanya karena aku terus mendengarnya?” Teknik Conversational Trance adalah teknik yang bisa sangat kuat dalam hipnosis dan komunikasi. Jika digunakan dengan niat baik, teknik ini bisa membantu seseorang merasa lebih rileks dan menerima sugesti positif (seperti dalam terapi atau motivasi). Namun, jika digunakan dengan niat buruk, ini bisa menjadi alat manipulasi yang membuat seseorang melakukan sesuatu tanpa benar-benar menyadarinya. #thesecretofattractorfactor #changelimitingbeliefs #pakarpemberdayaandiri #SelfAwarenessTransformation

Infotainment

Nikita Mirzani Jadi Tersangka Pemerasan dan TPPU, Terancam 20 Tahun Penjara

Ruminews.id, Jakarta – Artis kontroversial Nikita Mirzani resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Polda Metro Jaya. Ia diduga terlibat dalam pemerasan terhadap seorang pengusaha skincare berinisial RGP, dengan nilai mencapai Rp 4 miliar. Kasus ini bermula dari laporan RGP yang mengaku menjadi korban pemerasan oleh Nikita Mirzani dan asistennya, IM. Polisi menduga uang hasil pemerasan tersebut telah dicuci melalui berbagai transaksi keuangan guna menyamarkan asal-usulnya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary, mengatakan bahwa penyidik telah mengumpulkan cukup bukti, termasuk komunikasi digital dan aliran transaksi yang mencurigakan. “Kami menemukan adanya praktik pemerasan yang dilakukan melalui media elektronik. Dana yang diperoleh kemudian disamarkan dengan berbagai transaksi untuk menghindari deteksi pihak berwenang,” ujar Ade Ary dalam konferensi pers, Rabu (20/2). Dalam kasus ini, Nikita Mirzani tidak sendirian. Ia diduga bersekongkol dengan asistennya, IM, dalam menjalankan aksi pemerasan. Sementara itu, korban adalah RGP, seorang pengusaha yang bergerak di bidang bisnis kecantikan. Kasus ini terungkap setelah laporan korban masuk ke kepolisian pada Januari 2025. Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa minggu, polisi akhirnya menetapkan Nikita Mirzani dan IM sebagai tersangka pada 20 Februari 2025. Pemerasan ini diduga dilakukan secara daring melalui media elektronik, namun transaksi yang mencurigakan tersebar di berbagai rekening. Sementara itu, proses hukum terhadap Nikita Mirzani ditangani oleh Polda Metro Jaya, Jakarta. Selain pemerasan, Nikita Mirzani juga dijerat dengan TPPU karena uang yang diduga diperolehnya dari pemerasan tidak langsung digunakan, melainkan diputar melalui berbagai transaksi keuangan. Langkah ini bertujuan untuk mengaburkan asal-usul dana tersebut. Karena itu, polisi menjerat Nikita dengan pasal berlapis, antara lain: Pasal 27 ayat (4) UU ITE tentang pemerasan melalui media elektronik Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman kekerasan Pasal 3 dan Pasal 4 UU No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU Ancaman hukuman bagi tersangka mencapai 20 tahun penjara. Polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Nikita dan IM. Namun, keduanya meminta penundaan pemeriksaan dengan alasan yang belum diungkapkan ke publik. Meski begitu, polisi menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut. Sementara itu, Nikita Mirzani belum memberikan pernyataan resmi terkait status tersangkanya. Publik pun menunggu perkembangan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat.

Uncategorized

Ketua DPRD Makassar Hadiri Pelantikan Munafri-Aliyah di Istana Negara

Ruminews.id, Jakarta — Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menghadiri pelantikan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025), dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.   Pelantikan Munafri-Aliyah merupakan bagian dari agenda nasional, di mana 417 kepala daerah dari seluruh Indonesia diambil sumpahnya untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya dedikasi dan komitmen seluruh kepala daerah dalam membangun daerah masing-masing demi kesejahteraan rakyat.   Kehadiran Supratman sebagai Ketua DPRD Makassar menjadi simbol dukungan penuh lembaga legislatif terhadap kepemimpinan baru di Kota Makassar. Ia turut menyaksikan seluruh rangkaian prosesi, yang diawali dengan kirab dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka, hingga pengambilan sumpah jabatan.   Sebelum pelantikan, Supratman terlihat berbincang akrab dengan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Aliyah Mustika Ilham, beserta suaminya, mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. Momen tersebut memperlihatkan keakraban dan kekompakan antara unsur eksekutif dan legislatif dalam membangun sinergi ke depan.   Usai pelantikan, Supratman menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan Munafri-Aliyah. Menurutnya, Makassar membutuhkan pemimpin yang visioner dan mampu merangkul semua elemen masyarakat.   “Saya berharap di bawah kepemimpinan Pak Appi (Munafri Arifuddin) dan Ibu Aliyah, Makassar bisa semakin maju dan berkembang. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sangat penting untuk mewujudkan program-program yang pro-rakyat,” ujar Supratman.   Legislator Partai NasDem ini juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Makassar dalam setiap pengambilan kebijakan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia optimistis kepemimpinan Munafri-Aliyah akan membawa perubahan positif, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkuat infrastruktur kota.   Pelantikan berlangsung dalam suasana khidmat. Setelah pembacaan Keputusan Presiden tentang pengangkatan kepala daerah, para kepala daerah yang beragama Islam mengucapkan sumpah jabatan dengan lafaz “Demi Allah, saya bersumpah,” diikuti oleh peserta lainnya sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.   Setelah prosesi selesai, suasana di Istana Merdeka dipenuhi dengan ucapan selamat dan diskusi hangat antar kepala daerah, pejabat negara, serta tamu undangan. Momen ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara pemimpin daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung program pembangunan nasional.   Dengan resmi dilantiknya Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, Kota Makassar memasuki babak baru kepemimpinan. DPRD Makassar berkomitmen untuk terus mengawal jalannya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.   “Kita ingin melihat Makassar semakin maju, berkembang, dan sejahtera. Itu adalah harapan kita semua,” pungkas Supratman. (*)

Makassar, Politik

Harapan Tak Bertepi: Danny Pomanto Pamit, Makassar Tetap di Hatinya

Ruminews.id, Makassar – Suasana haru menyelimuti Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, bersama istrinya, Ketua TP PKK Makassar Indira Jusuf Ismail, secara resmi berpamitan kepada seluruh masyarakat menjelang akhir masa jabatannya. Setelah mengabdi selama sembilan tahun, Danny menyampaikan permohonan maaf sekaligus rasa terima kasihnya kepada warga yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai pemimpin. “Perkenankanlah kami Danny Pomanto, ana’ lorongna Makassar bersama Indira Jusuf Ismail, izin pamit dari amanat sebagai Wali Kota Makassar,” ujar Danny dalam pernyataannya. Danny menyebut Makassar sebagai kota penuh dinamika dan tantangan. Namun, di balik tantangan itu, ia berhasil membawa kota ini menuju berbagai pencapaian gemilang. Selama dua periode kepemimpinannya (2014 -2019 dan 2021-2026), Makassar berhasil meraih total 420 penghargaan nasional dan internasional. Di antara pencapaian tersebut, Makassar mendapat Mayor of The Year dari Gov. Insider Singapura (2017), Predikat Kota Sehat Level 1 dari WHO (2024), serta Piala Adipura (2015-2017) dan Adipura ASEAN (2017). Secara individu, Danny juga dinobatkan sebagai Kepala Daerah Terbaik Indonesia versi Tempo (2017) dan menerima Satyalencana Wira Karya (2024). Namun, bagi Danny, bukan sekadar penghargaan yang terpenting, melainkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, Makassar mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%, angka kemiskinan turun menjadi 4,97%, serta pendapatan asli daerah (PAD) meningkat hingga Rp 1,6 triliun. Di penghujung amanahnya, Danny menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya. “Atas kerja sama dan kolaborasi selama ini, kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Atas ketidak sempurnaan dan ketidakpuasan dari hasil kerja-kerja kami, kami sampaikan permohonan maaf dari hati yang terdalam,” tuturnya dengan penuh ketulusan. Danny berharap Makassar terus melangkah maju, tetap menjadi kota yang kuat, inovatif, dan berdaya saing tinggi. “Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik. Semua pasti berakhir, tapi kebaikan itu abadi,” ujarnya menutup pernyataan, meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh warga Makassar. Kini, estafet kepemimpinan akan berganti. Namun, jejak perjuangan dan dedikasi Danny Pomanto akan selalu melekat dalam ingatan masyarakat Makassar. Terima kasih, Pak Danny. Kota ini tidak akan pernah melupakanmu.

Opini

YSherly-Sarbin, Wajah Baru Pembangunan Moloku Kie Raha

ruminews.id- Moloku Kie Raha, sebagai representasi budaya dan sejarah Maluku Utara, tengah menghadapi babak baru dalam pembangunan. Pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih Provinsi Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos dan Sarbin Sehe (Sherly-Sarbin) yang secara resmi akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto Kamis 20 Februari 2025, tentu hadir dengan visi yang diklaim mampu membawa perubahan signifikan bagi daerah ini. Namun, pembangunan yang dicanangkan bukan hanya sekadar infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek kebudayaan yang menjadi identitas utama masyarakat Moloku Kie Raha. Dalam konteks yang lebih spesifik, terutama terkait pembangunan pada aspek kebudayaan, maka hematsaya, yang penting untuk diproyeksikan ialah membuka ruang komunikasi yang terbuka dan intensif dengan para pemangku kebijakan atau otoritas adat, yakni keempat wilayah kesultanan di Maluku Utara. Di samping simpul-simpul komunitas masyarakat adat (indegenous people) yang tersebar di hampir di semua wilayah Halmahera. Hal tersebut patut dipertimbangkan sebagai disain pembangunan dalam lanskap kebudayaan oleh Sherly-Sarbin, mengingat kurang-lebih pada tiga periode pemerintahan provinsi Maluku Utara sebelumnya, upaya ke arah pembangunan kebudayaan dengan mempertimbangkan kebijakan adat masih sangat minim. Kondisi demikian justru berdampak serius pada melebarnya kesenjangan (gap) di antara pemerintah negara dengan simpul atau otoritas adat yang tak jarang memunculkan konflik sosial yang tak berkesudahan disebabkan oleh pencaplokan ruang hidup (hutan, laut, tanah ulayat, dlsb). Lagipula, kebudayaan tidak mesti dimaknai secara artifisial pada batasnya yang seremonial semata. Lebih dari itu, kebudayaan menyangkut dengan mengenal lalu kemudian mengalami kebudayaan itu sendiri sabagai semacam ‘piranti’ atau ‘pintu masuk’ menuju kemanusiaan. Sebuah bangunan kemanusiaan yang berkeadilan dan berkeadaban. Sebagai sebuah laboraturium kebudayaan, Moloku Kie Raha mestinya lebih fleksibel dibangun dengan ciri khas seperti ini. Pembangunan yang bertumpu pada akar-akar kearifan lokal (local wisdom) orang-orang Moloku Kie Raha sendiri. Pembangunan yang menempatkan adat se atoran sebagai prisma demi terwujudnya masyarakat adil makmur. Tentu sebagai catatan pembuka, selaku seorang ngofase dano dari leluhur negeri kepulauan rempah ini, saya menaruh rasa optimis pada kepemimpinan yang baru di Provinsi Maluku Utara dengan dua nahkoda barunya bernama Sherly-Sarbin. Tanpa menunggu waktu dilantik secara resmi pada 20 Februari 2025 besok, catatan ini merupakan rentetan catatan yang akan meneropong terus ke mana kedua nahkoda tersebut berlayar. Pembangunan Politik-Kebudayaan : Sebuah Titik temu Perspektif Pembangunan tanpa kebudayaan adalah proyek kosong yang kehilangan ruhnya. Sejarah telah membuktikan bahwa Moloku Kie Raha adalah wilayah dengan akar budaya yang kuat, dari Kesultanan Ternate dan Tidore hingga nilai-nilai lokal (local values) seperti Fagogoru di “Tiga Negeri” Gamrange di Halmahera, dan lain-lain. Oleh karena itu, dalam konteks pemerintahan Sherly-Sarbin, menurut hemat saya, kebijakan pembangunan harus berorientasi pada kearifan lokal (local wisdom), bukan hanya mengikuti pola modernisasi yang seragam dan cenderung mengabaikan identitas budaya. Kebudayaan di Maluku Utara tidak hanya soal adat dan tradisi, tetapi juga cara masyarakat memahami dan menjalankan kehidupan sosial, politik, serta ekonomi mereka. Jika pembangunan hanya menitik beratkan kepada investasi besar dan proyek-proyek industri tanpa mempertimbangkan dampak sosial-budaya, maka masyarakat adat dan komunitas lokal berisiko tersingkir dari proses pembangunan itu sendiri. Konteks pembangunan seperti ini yang telah lama dirindukan oleh masyarakat Maluku Utara di tengah arus pembangunan modern yang semakin menguat. Atau dengan lain kalimat, pembangunan yang ditopang dengan pemanfaatan sebesar-besarnya teknologi dan industri. Tentu ruang ini lebih bisa dimaknai sebagai titik temu perspektif. Sebab, tidak harus ada pertentangan yang membabi buta terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan modern itu. Akan tetapi di sisi yang lain, tidak mesti lantas terlepas atau meninggalkan nilai atau identitas lokal yang telah eksis bahkan melampaui usia kemerdekaan negara ini dan telah menjadi karakter atau ciri khas kita sebagai manusia Moloku Kie Raha. Jika titik temu perspektif ini bisa diterapkan dengan harmonis dalam proyeksi pembangunan pemerintahan propinsi Maluku Utara, setidaknya selama 5 (lima) tahun ke depan, saya yakin dan semakin optimis bahwa wajah pemerintahan Maluku Utara di bawah arahan dua nahkoda Sherly-Sarbin ini akan terus berlayar seimbang dan fokus ke tujuan pembangunan itu sendiri. Meskipun kerap tak bisa dipungkiri akan selalu ada terpaan badai dan gelombang yang datang sewaktu-waktu. Politik-Kebudayaan sebagai PendekatanPembangunan Nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan yang dijadikan acuan dalam interaksi sosial perlu dikaji dalam merencanakan sebuah pembangunan. lebih-lebih bila pembangunan tersebut langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dove (1988) mengemukakan bahwa aspek pranata kebudayaan tersebut harus pula diperhitungkan karena sesungguhnya pranata-pranata kebudayaan terkait erat dan secara langsung menunjang proses sosial, ekonomi dan ekologis masyarakat secara mendasar dalam kehidupannya dan yang secara operasional telah mereka praktekkan sejak dahulu. Pembangunan politik-kebudayaan merupakan langkah strategis dalam pengembangan politik bangsa. Karena budaya dapat menjadi kontrol terhadap politik ketika pada praktiknya menanggalkan martabat dan integritas manusia. Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan bahwa kebijakan pembangunan tidak menjadi alat marginalisasi, melainkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat lokal. Pendekatan top-down (atas ke bawah) yang terlalu dominan sering kali membuat masyarakat hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerahnya sendiri. Sebaliknya, pendekatan berbasis budaya dan partisipasi masyarakat atau bottom-up (bawah ke atas) akan memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar berakar pada kebutuhan dan aspirasi lokal. Sherly-Sarbin, sebagai wajah baru pembangunan di Moloku Kie Raha, memiliki peluang untuk menciptakan keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya. Keberpihakan terhadap kebudayaan bisa diwujudkan melalui kebijakan pendidikan berbasis lokal, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, serta perlindungan terhadap situs-situs sejarah yang menjadi warisan leluhur. Pembangunan di Moloku Kie Raha tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang berdiri atau seberapa besar investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa jauh budaya dan identitas lokal tetap hidup dan berkembang. Politik kebudayaan dalam pemerintahan Sherly-Sarbin harus mampu menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan objek dari kebijakan yang ditentukan dari luar. Dengan demikian, wajah baru pembangunan Moloku Kie Raha bukan hanya tentang modernisasi, tetapi juga tentang keberlanjutan warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi kegenerasi. Sukur dofu-dofu!(*).

Daerah, Nasional, Pemerintahan, Politik

Uji-Sah Resmi Pimpin Bantaeng, Presiden Prabowo: “Saudara Adalah Pelayan Masyarakat”

Ruminews.id, Jakarta – Pasangan M. Fathul Fauzy Nurdin dan H. Sahabuddin (Uji-Sah) resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng periode 2025-2030. Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025, bersama dengan 961 kepala daerah lainnya. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan, yang diikuti seluruh pasangan kepala daerah, termasuk Uji Nurdin dan Sahabuddin. Dalam sumpahnya, mereka berjanji akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap kepala daerah yang telah dilantik kini mengemban amanah besar sebagai pelayan masyarakat. “Saya ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia, saudara dipilih untuk menjadi pelayan masyarakat. Saudara harus membela dan menjaga kepentingan rakyat, memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Itu adalah tugas kita,” ujar Prabowo. Ia juga menekankan pentingnya persatuan dalam pemerintahan, tanpa memandang latar belakang partai atau agama. Menurutnya, seorang pemimpin harus bekerja demi kesejahteraan rakyat, bukan demi kepentingan kelompok tertentu. Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah dijadwalkan mengikuti orientasi kepemimpinan yang akan berlangsung pada 21-28 Februari 2025 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pemimpin daerah dengan wawasan kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, serta strategi pembangunan yang efektif. Dengan pelantikan ini, Uji-Sah resmi memulai perjalanan baru dalam memimpin Kabupaten Bantaeng. Masyarakat menaruh harapan besar agar kepemimpinan mereka dapat membawa perubahan positif, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mendorong kemajuan daerah. Seperti kata bijak, “Kepemimpinan bukan soal jabatan, tetapi tentang bagaimana melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati.”

Scroll to Top