11 Agustus 2026

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel
Daerah, Ekonomi, Pemuda

5,59 Persen Pertumbuhan Ekonomi Sulsel, Ketua HMM-FEB UNANDA: Jangan Hanya Jadi Angka Statistik

Ruminews.id, Palopo — Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan II 2026 yang mencapai 5,59 persen secara tahunan (y-on-y) menjadi capaian positif bagi perekonomian daerah. Namun, di balik angka tersebut, terdapat pertanyaan yang perlu dijawab: sejauh mana pertumbuhan ekonomi tersebut memberikan dampak nyata dan merata bagi masyarakat, khususnya di kawasan Luwu Raya?

HMI Cabang Gowa Raya
Daerah, Gowa, Pemuda

Telaah Kritis HMI Cabang Gowa Raya: Kemenpora Harus Kembali Menjadi Rumah Besar Pemuda

Ruminews.id, Gowa — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya menyoroti arah kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dinilai perlu memperluas orientasi pembangunan kepemudaan. Pemerintah tidak boleh memaknai pembangunan pemuda sebatas prestasi olahraga, sementara aspek kepemimpinan, intelektualitas, literasi, kaderisasi, organisasi, dan pemberdayaan sosial belum mendapatkan ruang yang proporsional.

Ekonomi, Hukum & Kriminal, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Prov Sulawesi Selatan

AZKO Sampaikan Klarifikasi Terkait Kebakaran Mal NIPAH PARK Makassar, Tegaskan Bukan Pemicu Kebakaran

Ruminews.id, Makassar – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk melalui merek AZKO menyampaikan klarifikasi dan hak jawab terkait pemberitaan mengenai kebakaran yang terjadi di Mal NIPAH PARK Makassar. Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul adanya pemberitaan yang mengaitkan AZKO maupun neon box milik AZKO dengan pemicu terjadinya kebakaran. Dalam surat klarifikasi yang disampaikan kepada media massa, manajemen PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk menegaskan bahwa AZKO maupun neon box milik AZKO bukan merupakan penyebab terjadinya kebakaran di NIPAH PARK Makassar.

Logam Tanah Jarang
Daerah, Ekonomi, Mamuju, Opini

Logam Tanah Jarang: Antara Harapan Lompatan Ekonomi dan Taruhan Masa Depan Sulawesi Barat

Penulis: Muh. Ihsan Abrari – Ketua Bidang PPD HMI Badko Sulawesi Barat Ruminews.id, Mamuju – Penemuan cadangan Logam Tanah Jarang di wilayah Mamuju telah menempatkan Sulawesi Barat di persimpangan penting perjalanan pembangunannya. Konfirmasi Badan Geologi mengenai cadangan mencapai sekitar 122.505 ton di blok Botteng serta kadar tinggi di Botteng Utara dan Ahu Pasabu, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu prospek utama LTJ primer nasional selain Bangka Belitung. Hal ini memunculkan harapan besar bahwa provinsi tersebut dapat bertransformasi dari sekadar penyuplai bahan mentah menjadi bagian vital dari rantai pasok teknologi global, namun sekaligus menyisakan pertanyaan mendalam terkait dampak nyata bagi rakyat, alam, dan masa depan jika tidak dikelola dengan sangat hati-hati.

ular piton
Opini

Munculnya Piton Besar Resahkan Warga Taliabu, Putra Tanah Taliabu Angkat Bicara

Penulis: Jhovy Asad Almasy – Putra Tanah Taliabu Ruminews.id -Maluku Utara, Belakangan ini warga Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, kembali dibuat resah dengan munculnya ular piton berukuran besar. Dalam waktu kurang dari satu bulan, dua warga meninggal setelah diserang ular piton saat sedang berada di kebun. Pada 23 Juni 2026, warga berinisial L (25) meninggal setelah diserang dan dililit ular piton saat menuju kebunnya di kawasan hutan Air Pala, Desa Ufung. Sebelumnya, pada 9 Juni 2026, warga berinisial E (44) juga meninggal setelah diserang piton ketika berada di kebun. Kejadian ini tentu membuat masyarakat bertanya-tanya. Mengapa ular piton yang biasanya berada jauh di dalam hutan sekarang semakin sering muncul di sekitar kebun dan tempat aktivitas warga? Ular piton yang dilaporkan memiliki panjang sekitar 6 sampai 7 meter bukanlah ukuran yang kecil. Kemunculannya tentu menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggantungkan kehidupan dari kebun dan hutan. Salah satu warga, Hamka Sahupala, menduga kerusakan habitat akibat pembukaan hutan dan aktivitas pertambangan menjadi salah satu penyebab hewan liar keluar dari habitatnya dan mendekati perkebunan warga. Menurut Jhovy Asad Almasy Putra Tanah Taliabu, persoalan ini tidak seharusnya hanya dilihat sebagai masalah munculnya ular. Ada persoalan lingkungan yang lebih besar untuk dipikirkan. Ketika hutan rusak dan ruang hidup hewan semakin berkurang, maka kemungkinan terjadinya pertemuan antara manusia dan satwa liar juga semakin besar. Kita tidak bisa menyalahkan hewan begitu saja ketika mereka masuk ke wilayah manusia. Bagi hewan, hutan adalah rumah mereka. Ketika rumah tersebut berubah atau rusak, mereka akan mencari tempat lain untuk bertahan hidup. Karena itu, munculnya piton besar di sekitar perkebunan warga seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Pembangunan dan pertambangan memang dapat memberikan manfaat bagi daerah, tetapi dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat juga harus menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu sendiri berencana bekerja sama dengan BRIN untuk melihat perubahan tutupan lahan, kondisi habitat, cuaca dan jalur pergerakan hewan liar. Langkah ini penting agar masyarakat tidak hanya diberikan imbauan untuk berhati-hati, tetapi juga ada upaya untuk mencari penyebab dari masalah tersebut. Masyarakat juga perlu lebih berhati-hati ketika pergi ke kebun atau hutan, terutama jika harus pergi sendirian. Namun, kewaspadaan masyarakat saja tidak cukup. Pemerintah dan perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kegiatan pembangunan tidak mengabaikan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. Bagi Jhovy Asad Almasy Putra Tanah Taliabu, Taliabu bukan hanya tempat manusia mencari kehidupan, tetapi juga rumah bagi berbagai jenis hewan. Hutan, kebun dan lingkungan alam merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Taliabu yang harus dijaga. Munculnya piton besar mungkin menjadi sebuah peringatan bahwa hubungan manusia dengan alam sedang mengalami masalah. Karena itu, menjaga hutan bukan hanya tentang menyelamatkan pohon dan hewan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan dan masa depan masyarakat Taliabu. Taliabu membutuhkan pembangunan, tetapi pembangunan yang tidak membuat masyarakat kehilangan rasa aman di tanahnya sendiri.

Scroll to Top