Uncategorized

Daerah, Gowa, Pemuda, Pendidikan, Politik, Uncategorized

Uji Publik dan Debat Kandidat Konfercab HMI Gowa Raya: Khidmat Penuh Gagasan, Tegas, Dinamis dan Solutif

ruminews.id – HMI Cabang Gowa Raya menggelar Uji Publik dan Debat Kandidat Konferensi Cabang (Konfercab) XII pada 1 Desember malam bertempat di Coffee Solution Makassar. Kegiatan ini mengusung tema “Kuantum Leadership: Jalan Baru Kepemimpinan HMI Cabang Gowa Raya” dan menghadirkan tiga panelis, yakni Mujiburrahman, S.Sos., M.Si (Sekretaris Umum HMI Cabang Gowa Raya Periode 2003–2004), Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng, M.Pd.I (Akademisi, Koordinator Presidium MW FORHATI Sulsel, Mantan Ketua Kohati Indonesia Timur), dan Aflina Mustafaina (Aktivis Perempuan, Dewan Pakar Forhati Sulsel). Turut hadir Muh. Isra DS (Presidium KAHMI Gowa), serta tiga kandidat Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya: A. Wahyu Pratama Hasbi (Komisariat Syariah dan Hukum), Andi Rini Sulestiani (Komisariat Kesehatan dan Ilmu Kedokteran), dan Muhammad Amri (Komisariat Sains dan Teknologi). Acara juga dihadiri jajaran Pengurus Cabang, Pengurus Kohati, komisariat se-Gowa Raya, tim sukses masing-masing kandidat, serta ratusan kader HMI Cabang Gowa Raya. Dalam sambutan Nawir kaling selaku Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya menyampaikan bahwa “Sepanjang HMI Cabang Gowa Raya belum dibubarkan. Maka kita harus saling membersamai satu sama lain”. Nawir menambahkan dalam statemennya bahwa “Sebelum dikeluarkannya SK Karateker dari PB HMI, pengurus HMI Cabang Gowa Raya sebelumnya tidak pernah mendapatkan surat teguran/SP. Baik secara keorganisasian maupun penyampaian lisan kepada kami secara individu di kepengurusan. Kemudian setelah diduga terbit karateker, kami selaku pengurus menumpuh surat Permohonan PK dengan uraian catatan kritis ke PB HMI dengan melampirkan dokumen-dokumen konfercab yang sedang berjalan sejak bulan Juni 2025. Kenapa tertunda, itu ada alasannya. Sementara SK Karateker muncul pada saat bulan November. Hingga saat ini belum ada tanggapan dri PB HMI mengenai Permohonan PK yang kami ajukan. Sebabnya itu kami berkesimpulan bahwa, sekalipun Konfercab versi karateker dijalankan. Maka kami juga tetap menjalankan Konfercab ini sesuai mekanisme organisasi. Ini adalah tantangan bagi kita semua terkait pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah HMI, dan kita tidak mengaminkan itu. Maka HMI Cabang Gowa Raya tidak akan terbelah. Mengenai polemik ini, di ujung sayang ingin menyelesaikan dengan baik-baik. Kepengurusan ini siap saya pertanggungjawabkan di forum Konfercab ke-XII. Secara pribadi dan kelembagaan, saya sangat tidak menginginkan HMI Cabang Gowa Raya terpecah. Mari kita jaga Marwah HMI Cabang Gowa Raya. Untuk para kandidat, persiapkan pengorbanan kalian, selebihnya sisahkan keikhlasan dan rasa syukur. Ketika ingin berjalan cepat, maka jalanlah sendirian. Tetapi ketika ingin berjalan jauh maka jalanlah bersama-sama. (Tutupnya). Dalam kegiatan Uji Publik dan Debat Kandidat Konferensi Cabang ke-XII ini dipandu langsung oleh Aenul Ikhsan selaku Direktur Eksekutif LKBHMI Cabang Gowa Raya bertindak sebagai moderator. Dimulai dengan pembukaan resmi, pencabutan nomor urut, orasi ilmiah dan pemaparan visi misi Kandidat, sesi tanya jawab, dialog solutif, support, saran-saran yang membangun serta diakhiri dengan hikmat dan foto bersama. Visi misi diawali oleh kandidat nomor urut 1 Muhammad Amri dalam visi misinya mendorong gagasan “HMI konstruktif” bahwa “HMI Cabang Gowa Raya kedepannya akan dikelola melalui teknologi dan database digital agar mudah diakses dalam ruang-ruang perkaderan maupun sebagai wadah kader dalam merespon isu-isu kehormatan dan kebangsaan. Ke depan menargetkan minimal 1000 kader dalam satu periode, dan merangkum dalam big data digital, sebagai akses kader mempermudah menjalankan misi kualitas insan cita. “Tentu dalam sebuah kepemimpinan, pentingnya manajemen konflik dalam merespon trouble yang terjadi di internal HMI cabang Gowa Raya khususnya tentu diselesaikan dengan bijak, sikap ideal struktural dan tidak lepas dari aturan main organisasi. Dalam kepemimpinan ke depan, Tetap pada prinsip mengedepankan nilai-nilai keummatan dan kebangsaan, dengan fokus menjadikan HMI Cabang Gowa Raya sebagai laboratorium keilmuan, menjawab tantangan zaman yang berdampingan dengan Artificial Intelegensi. (Tutupnya) Andi Rini Sulestiani selaku Kandidat Nomor urut 2, menekankan “pentingnya membangun jiwa kepemimpinan bagi kader-kader melalui Komisariat” Yang menjadi titik fokus dalam misi calon ketua umum raya yang berlatar belakang Kohati ini menekankan “pentingnya membangun kesadaran kader melalui proses kaderisasi yang baik dan tidak terlalu menekankan pada pragmatisme kader dalam menjalankan misi HMI. Rini juga menekankan “Pentingnya pengembangan skill bagi kader-kader komisariat sehingga kader tidak terlalu berpikir taktis. Membuka akses dan ruang-ruang bagi kader sesuai dengan bidangnya. Agar mewujudkan kader-kader yang berkualitas insan cita. Merespon polemik internal HMI dengan menurunkan ego sentris dan saling simpu merangkul. “Izinkan saya tumbuh seperti bunga tembok, mungkin tumbuh indah di tempat yang keras, tapi tidak untuk datang merusak.” (Tutupnya) Sementara A Wahyu Pratama Hasbi kandidat nomor urut 3 menekankan bahwa “ingin membawa HMI Cabang Gowa Raya melangkah bersama-sama menentukan arah, agar HMI cabang Gowa Raya mampu berkarakter dan menjunjung tinggi nilai-nilai intelektual serta mendorong pentingnya profesionalisme dalam tubuh HMI. Dengan tetap berdiri pada komitmen independensi etis dan independensi organisatoris. Kader HMI cerminanya adalah lima kualitas insan cita, cerminanya NDP. Membuka ruang yang selebar-lebarnya kepada seluruh kader yang memiliki keterampilan, skil dan kreativitasnya melalui ruang-ruang perkaderan. Mendudukkan problem HMI pada muara perkaderan, mengharmonisasi kepengurusan yang bernuansa intelektual dan semangat perjuangan di tubuh HMI Cabang Gowa Raya. Dalam kesempatan sebagai panilis Mujiburrahman merespon tema konferensi cabang yakni ‘Kuantum Leadership” “tentunya membicarakan mengenai perubahan yang berusaha mengajak kita untuk meninggalkan pola-pola yang tidak mendidik, dan menumbuhkan kepemimpinan dalam tubuh HMI Cabang Gowa Raya yakni kepemimpinan yang progres. Quantum leadership membawa kita untuk pindah dari kepemimpinan yang linear, dari kepemimpinan yang statis,  yang tidak progres. Tapi mengajak kita membawa kepemimpinan manajerial dan adaptasi dengan teknologi. Sehingga kita semua berharap bahwa kepemimpinan HMI ke depan mampu membawa warna yang cerah terhadap agenda-agenda kekaderan. HMI adalah organisasi kader, ini dulu yang harus kita pahami sebagaimana 5 kualitas insan cita dalam tujuan HMI. Mujiburrahman sebagai mantan ketua internal Badko HMI Sulselrabar tahun 2004-2005, juga menyinggung terkait fenomena dualisme kepemimpinan, “Dualisme ini merusak jantung organisasi dan ini bukan sekedar polemik struktural, namun ini mengenai krisis etika dan krisis integritas. Proses menuju pemimpin di HMI itu harus ditempa dengan proses yang matang. Kaderisasi memang nomor satu tapi tidak kalah penting adalah struktural, itu sangat mempengaruhi kebijakan. HMI adalah rule mode organisasi modern. Karena saat ini HMI Cabang Gowa Raya ada dua versi konfercab, maka tugas daripada Nawir dan ketiga kandidat ini adalah selesaikan Konfercab dan membuat rekomendasi kritis ke PB HMI melalui pertimbangan konstitusi, terkait kondisi di HMI Cabang Gowa Raya. Kader-kader HMI ke depan harus banyak-banyak merefleksi diri. Harus memiliki intelektual

Uncategorized

Lulus Lemhannas, Arief Rosyid Gaungkan Meritokrasi Pemimpin Muda

ruminews.id – Jakarta, 2 Desember 2025 — Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVI Lemhannas RI resmi ditutup hari ini. Salah satu peserta, Dr. drg. Muh. Arief Rosyid Hasan, M.K.M., menyelesaikan Kertas Kerja Perorangan (KKP) strategis berjudul “Meritokrasi Kepemimpinan Muda Guna Transformasi SDM Unggul dalam Rangka Ketahanan Nasional.”  Dalam laporannya, Arief menegaskan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila generasi muda diberi ruang memimpin melalui sistem merit yang adil dan berlandaskan nilai Pancasila. Ia mengkritisi kesenjangan antara norma dan praktik dalam rekrutmen jabatan publik serta kepemimpinan politik, yang masih dipengaruhi patronase, modal ekonomi, dan budaya senioritas.  “Jumlah generasi muda (Milenial & Gen Z) mencapai 53%. Artinya, potensi pemimpin muda Indonesia besar, tetapi belum sepenuhnya terserap ke posisi strategis. Meritokrasi bukan hanya persoalan teknokrasi, tetapi agenda kebangsaan untuk memperkuat Ketahanan Nasional,” tegas Arief. Dalam KKP-nya, Arief menawarkan Strategi Tiga Pilar Holistik yang memantapkan Lemhannas RI sebagai pusat kaderisasi kenegarawanan yang melahirkan pemimpin lintas sektor yang berakar pada ideologi Pancasila. Strategi tersebut diperkuat melalui penerapan Manajemen Talenta Nasional berbasis data dan kompetensi, sehingga pemimpin muda terbaik dari sektor pemerintahan, industri, pendidikan, maupun organisasi masyarakat dapat ditempatkan secara objektif dan terencana. Untuk mengawal transparansi dan keadilan, Arief juga mengusulkan pembentukan Indeks Kepemimpinan Muda sebagai instrumen akuntabilitas publik guna memastikan regenerasi berjalan terukur, adil, dan relevan dengan tantangan Indonesia Emas 2045.  Arief menegaskan bahwa meritokrasi kepemimpinan muda adalah prasyarat bagi stabilitas politik, inovasi ekonomi, dan ketangguhan karakter kebangsaan sebagai fondasi Ketahanan Nasional. “Indonesia harus memastikan yang terbaik dan berintegritas-lah yang memimpin bukan yang sekadar dekat dengan kekuasaan. Bangsa ini membutuhkan pemimpin muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan geopolitik dan teknologi,” ujarnya. Selama 3,5 bulan mengikuti pendidikan, Arief terlibat dalam berbagai diskusi strategis bersama tokoh nasional serta mengikuti studi strategis luar negeri untuk memperkuat pemahaman geopolitik dan tata kelola SDM unggul. Di akhir pendidikan, Arief menyampaikan ajakan kepada generasi muda dari berbagai sektor untuk turut mendaftar dan mengikuti Lemhannas RI. “Lemhannas adalah kawah candradimuka untuk menjadi pemimpin lintas sektor. Saya berharap lebih banyak orang muda hadir di sini, menjadikan Lemhannas sebagai bekal untuk mengabdi bagi bangsa,” pungkasnya. *Tentang P3N Lemhannas RI* Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) adalah program pendidikan strategis yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Program ini bertujuan memantapkan kapasitas kepemimpinan pimpinan nasional dari berbagai unsur termasuk TNI, Polri, ASN, tokoh masyarakat, akademisi, dan pelaku pembangunan bangsa lainnya agar memiliki integritas, perspektif visioner, berpikir strategis, serta berkarakter negarawan dalam menjaga Ketahanan Nasional di tengah dinamika global.

Uncategorized

Autism Awareness Indonesia akan Gelar Santunan untuk 100 Anak Berkebutuhan Khusus Sekaligus Lantik Pengurus DPD AAI Provinsi DKI Jakarta

ruminews.id – Jakarta, 28 November 2025 – Autism Awareness Indonesia (AAI) akan mengadakan acara ganda pada Desember mendatang. Selain menggelar acara santunan amal bertajuk “Berbagi untuk Anak-anak Hebat Indonesia” untuk memberikan dukungan dan kebahagiaan kepada 100 anak berkebutuhan khusus (ABK), AAI juga akan melaksanakan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Autism Awareness Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Acara penting ini bertujuan untuk memperkuat komitmen AAI dalam meningkatkan kesadaran publik, memberikan dukungan nyata kepada anak-anak dengan disabilitas, khususnya yang berada dalam spektrum autisme, serta memperluas jangkauan advokasi dan program kerja organisasi di tingkat daerah. Kegiatan Santunan untuk 100 ABK & Pelantikan DPD AAI Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan Rabu, 12 Desember 2025 di Hotel Manhattan Kuningan, Jakarta Selatan . AAI berkomitmen bahwa setiap anak adalah anak hebat, dan mereka berhak mendapatkan dukungan terbaik. Kegiatan santunan ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan kegembiraan dan dukungan dari komunitas yang lebih luas. “Kami sangat gembira dapat melaksanakan dua agenda besar ini secara bersamaan. Kegiatan santunan ini diharapkan dapat membawa senyum dan meringankan beban keluarga. Anak-anak berkebutuhan khusus adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa ini, dan dukungan kita sangat berarti,” ujar VERONICA DESSY ANGGRAENI, S.E., AMTRU., Ketua Umum DPP Autism Awareness Indonesia (AAI). Sementara itu, Ketua DPD AAI yang akan dilantik juga memberikan pernyataan terkait komitmen daerah: “Pelantikan DPD AAI Provinsi DKI Jakarta merupakan langkah awal untuk menguatkan program AAI di tingkat lokal. Kami siap bersinergi dengan semua pihak untuk memastikan setiap ABK di Jakarta mendapatkan akses pendidikan, terapi, dan dukungan sosial yang layak,” tambah Dr. Hj. Zahara, S.Pd., M.Psi., Ketua DPD AAI Provinsi DKI Jakarta yang akan dilantik. Ajakan Donasi untuk Santunan Untuk menyukseskan acara santunan ini, Autism Awareness Indonesia membuka kesempatan bagi masyarakat, perusahaan, dan pihak-pihak terkait untuk turut berpartisipasi dalam donasi. Salah satu bentuk donasi yang ditawarkan adalah melalui pembelian Voucher Donasi senilai Rp 50.000. Setiap donasi akan dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan santunan. Dengan berdonasi, masyarakat secara langsung telah mendukung dan beramal untuk anak-anak disabilitas di Indonesia, memastikan acara santunan pada tanggal 12 Desember 2025 dapat terselenggara dengan baik dan membawa manfaat besar.

Uncategorized

Fatmawati Rusdi Serukan Kampanye Ruang Aman bersama Koalisi Aktivis Perempuan dan Anak di momentum 16HAKTP

ruminews.id – Makassar, 30 November 2025. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Koalisi Aktivis Perempuan dan Anak berkolaborasi dalam Gerakan Bersama 16HAKTP yang mengusung tema “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman”. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Kirana Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar ini menghadirkan sejumlah tokoh dan aktivis perempuan, organisasi dan lembaga perempuan, lembaga layanan, organisasi penyandang disabilitas, komunitas literasi perempuan, perwakilan mahasiswa, OPD terkait, Pusat Studi Gender di beberapa Perguruan Tinggi, NGO, Lembaga Perlindungan Anak serta pegiat isu perempuan dan anak. “Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan mengingatkan kita bahwa setiap perempuan berhak hidup tanpa rasa takut, tanpa tekanan dan tanpa kekerasan dalam bentuk apapun. Mari bersama membangun Sulawesi Selatan sebagai daerah yang memuliakan perempuan”, tegas Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi. Momentum 16HAKTP merupakan kampanye internasional selama 16 Hari sejak 25 November hingga 10 Desember 2025 nanti. “Upaya menghadirkan ruang aman bagi perempuan membutuhkan dukungan bersama. Pemerintah daerah terus memperkuat layanan berbasis korban, meningkatkan kapasitas pendamping serta memperluas jaringan koordinasi dengan lembaga sosial dan masyarakat”, urai Hj. Andi Mirna, S.H. Kepala DP3ADaldukKB Sulsel selaku panitia pelaksana. Dalam giat ini, Koalisi aktivis melakukan diskusi kelompok dengan mengangkat 8 tema kritis Perempuan Sulawesi Selatan yaitu ; 1) Kepemimpinan Perempuan, 2) Media dan Literasi, 3) Perdamaian dan Keberagaman, 4) Lingkungan, Pangan dan Perubahan Iklim, 5) Ekonomi Kreatif dan UMKM, 6) Layanan adminduk (Pendidikan, Kesehatan dan Perlindungan Sosial), 7) Hukum, HAM, Demokrasi dan Anti Korupsi serta 8) Kerentanan Sosial Diskusi dipandu oleh tiga Fasilitator ; Rosniaty Azis (YASMIB Sulawesi), Ema Husein (KPI / SPAK Indonesia Timur) dan Fadiah Machmud (LPA Sulsel). Hasil diskusi diplenokan dan kemudian disusun menjadi sebuah rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

Uncategorized

Vonny Ameliani Soan ke Ilham Asikin Soultan Ketua KNPI Sulsel 2007-2010, Perkuat Silaturahmi dan Menyatukan Napas Konsolidasi

ruminews.id, Makassar — Dalam senja yang menggantung lembut di langit Sulawesi Selatan, langkah Vonny Ameliani seakan memantulkan denyut harapan baru bagi tubuh besar organisasi pemuda yang bernama KNPI. Dengan hati yang teduh dan niat yang jernih, ia bersilaturahmi kepada para senior, membuka pintu konsolidasi dengan bahasa yang tak hanya terdengar oleh telinga, tetapi juga dirasakan oleh jiwa. Di antara para tetua organisasi yang telah lebih dulu menapaki jalan panjang perjuangan, hadir sosok Ilham Syah Azikin, mantan Bupati Bantaeng sekaligus Ketua KNPI Sulsel periode 2007–2010. Pertemuan itu berlangsung di Panbakers Pettarani, Makassar, sebuah ruang yang sore itu diselimuti kehangatan obrolan, aroma kopi, dan napas persaudaraan yang memadatkan suasana. Di tempat itulah Ilham menerima kedatangan Vonny dengan senyum yang menyimpan ingatan panjang tentang dinamika pemuda yang tak pernah padam. Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan. Ia ibarat sungai kecil yang kembali mencari induknya, menyatukan mata air pengalaman dengan arus energi muda yang ingin bergerak. Vonny berbincang dengan penuh takzim, mendengarkan pengalaman Ilham tentang masa-masa ketika KNPI menjadi kawah candradimuka kader pemuda, tempat nilai-nilai kepeloporan ditempa dengan disiplin dan idealisme. Ilham menyambut langkah Vonny sebagai angin segar yang menghidupkan kembali semangat pembaruan. “Perjalanan organisasi membutuhkan figur yang mau mendengar, merangkul, dan menata. Silaturahmi semacam ini bukan hanya tradisi, ini fondasi,” begitu kurang lebih pesan yang mengalir dari sang mantan ketua. Bagi Vonny, soan kepada para senior bukanlah proses meminta restu semata, melainkan upaya meneguhkan jembatan generasi. Ia sadar bahwa organisasi sebesar KNPI tumbuh dari perjalanan panjang, dari tangan-tangan yang pernah bekerja keras sebelum dirinya. Maka setiap pertemuan menjadi perhentian untuk belajar, memperkuat kompas moral, serta merawat kehormatan organisasi. Silaturahmi itu menghadirkan sebuah kesimpulan sunyi yang tak perlu diucapkan: bahwa masa depan KNPI Sulawesi Selatan harus dibangun dengan kolaborasi lintas generasi. Dengan semangat yang lembut namun teguh, Vonny menapak langkah berikutnya menyatukan semangat pemuda, memantapkan konsolidasi, dan membawa KNPI kembali menjadi rumah besar yang menyatukan, bukan memisahkan. Pertemuan dengan para senior hanyalah awal. Namun dari awal yang sederhana itulah kerap terbentang perjalanan yang besar. Dan di langkah Vonny, hari ini, tersirat sebuah ikhtiar untuk menghadirkan KNPI yang lebih matang, lebih inklusif, dan lebih siap menjawab tantangan zaman.

Bantaeng, Daerah, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Uncategorized

Simposium Kepemudaan HmI Cabang Bantaeng 2025

ruminews.id, Bantaeng – Pada tanggal 28 November 2025, Simposium Kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bantaeng, resmi digelar dengan mengusung tema “ Literasi Insan Cita :Insan yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT”. Kegiatan ini menghadirkan peserta s dari berbagai latar belakang organisasi kedaerahan, serta narasumber dari Pegiat Literasi, Plh kejaksaan negeri Bantaeng, dan Ketua Badko Sulsel Bidang politik dan demokrasi. Simposium ini menegaskan bahwa pemuda bukan hanya penerus, tetapi aktor utama dalam memastikan masa depan pemerintahan yang lebih bersih, responsif, dan berkeadilan. Simposium ini bertujuan memperkuat jejaring kepemudaan serta mendorong kolaborasi dan membuka peluang bagi pemuda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan berkelanjutan, melalui kegiatan ini, Akbar Fadli selaku ketua Bidang PTKP HmI Cabang Bantaeng, “menegaskan akan terus mengawal roda berjalannya kepemerintahan di kab. Bantaeng, serta mengharapkan lahir komitmen baru yang mendorong kreativitas, kepemimpinan, serta aksi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.” Dengan kegiatan ini, kami menegaskan kesiapan untuk berkontribusi bagi masa depan Bantaeng yang lebih progresif dan berintegritas.

Uncategorized

OKP Himpunan Pemuda Al Khairaat Nyatakan Dukungan untuk Vonny Ameliani Sebagai Calon Ketua DPD KNPI Sulsel

ruminews.id – Makassar — Dukungan terhadap Vonny Ameliani S sebagai calon Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan terus bertambah. Kali ini, Organisasi Kepemudaan (OKP) Himpunan Pemuda Al Khairaat melalui Ketua, Faruq Umar, secara resmi menyatakan komitmen untuk mendukung langkah Vonny dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD KNPI Sulsel. Faruq Umar menegaskan bahwa Himpunan Pemuda Al Khairaat, sebagai organisasi yang berfokus pada penguatan pendidikan Islam, melihat kepemimpinan Vonny Ameliani S selaras dengan visi dan misi organisasi. Salah satunya adalah komitmen Vonny dalam mendorong program pemberdayaan pemuda yang inklusif, berkarakter, serta memiliki landasan moral yang kuat. “Kami melihat Ibu Vonny membawa semangat perubahan yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang kami junjung,” ujar Faruq Menurutnya, KNPI Sulsel membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengakomodasi keragaman OKP sekaligus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar pengembangan pemuda. Himpunan Pemuda Al Khairat menilai Vonny memiliki strategi yang relevan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas pemuda melalui pendidikan, pelatihan moral, hingga penguatan literasi keagamaan. Lebih lanjut, Fikar selaku Sekertaris menjelaskan bahwa orientasi Himpunan Pemura Al Khairaat yang fokus pada pendidikan Islam sangat sejalan dengan rencana program Vonny Ameliani S, yang menekankan penguatan karakter, integritas, dan kecerdasan sosial pemuda Sulsel. Ia menyebut bahwa sinergi positif ini diyakini mampu menciptakan ekosistem kepemudaan yang lebih berdaya dan berkeadaban. Dengan deklarasi dukungan ini, Himpunan Pemuda Al Khairaat berharap KNPI Sulsel di bawah kepemimpinan Vonny nantinya dapat menjadi wadah yang lebih inklusif, progresif, dan mampu mengangkat potensi pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk yang bergerak di bidang pendidikan Islam. Dukungan Himpunan Pemuda Al Khairat menambah deretan OKP yang siap mengawal kemenangan Vonny Ameliani S dalam pemilihan mendatang

Uncategorized

Menolak Lupa kasus Proyek Bola Soba

ruminews.id – Ditengah gemuruh pembangunan infrastruktur yang terus diklaim sebagai kemajuan Kabupaten Bone, ada satu bangunan yang kini berdiri seperti monumen kegagalan: Proyek Bola Soba. Proyek bernilai sekitar Rp. 10,7 miliar yang seharusnya selesai pada akhir juni 2023 itu justru mangkrak, terbengkalai, dan menjadi bukti telanjang bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaan anggaran dengan dugaan korupsi pada proyek yang menelan biaya Rp10,7 Miliar. Dikerjakan oleh CV Megah Jaya, proyek ini mestinya menjadi wajah baru sebagai ikon kebudayaan Bone, tetapi justru berubah menjadi wajah ketidakjelasan yang sampai hari ini masih menghantui masyarakat. Yang membuat publik semakin geram adalah lambannya penanganan kasus ini oleh pihak berwenang. Laporan dugaan penyimpangan proyek tersebut sudah lama bergulir di polres bone, namun hingga Jum’at, 21 November 2025, tidak ada perkembangan signifikan yang dapat menenkankan hati masyarakat. Waktu berjalan tahun berganti, tapi kasus ini seolah diam di tempat. “Sepertinya Kapolres Bone yang sekarang tidak serius tuntaskan kasus bola soba Bone terbukti sampai sekarang belum ada proses yang berjalan, Mungkin beliau tidak berani tangani kasus ini,” Tegas Rusdi Sekum Partai Gelora Bone. Masyarakat Bone hari ini bertanya dengan nada yang semakin tajam: apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa proses hukum pada sebuah proyek bernilai miliaran rupiah tampak begitu lamban? Apakah penyelidikannya berjalan? Jika iya, sejauh mana? Jika tidak, apa kendalanya? Mengapa publik tidak diberi penjelasan yang layak, padahal dana yang digunakan adalah uang rakyat? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar ungkapan emosi—ini adalah bentuk kontrol publik yang sah terhadap penggunaan anggaran daerah. “Saya begitu miris apabila kasus ini mandek begitu saja bola soba bukan hanya sekadar rumah pajangan melainkan sebagai ikon kebudayaan bone, yang katanya kota beradat,” Tegas Arly Ketua Umum DPK KEPMI BONE LATENRIRUWA Sampai jawaban itu muncul, publik tidak akan berhenti menagih. Menolak lupa bukan sekadar seruan—ini adalah kewajiban moral untuk memastikan bahwa uang rakyat tidak hilang begitu saja tanpa pertanggungjawaban. Kami tetap berharap bahwa polres bone dapat menyelesaikan kasus ini secara transparansi dan akuntabilitas, olehnya itu marilah kita bersama-sama membangun kabupaten bone yang betul-betul “KOTA BERADAT”. #Menolak Lupa #Tuntaskan kami percaya polres bone #Aju maluru e mi diala parewa bola

Daerah, Nasional, Papua, Pemerintahan, Uncategorized

Wagub Papua Buka Rakornas Gercin Indonesia, Apresiasi Peran Strategis Gercin dalam Pembangunan Tanah Papua

ruminews.id, Jayapura – Rakornas Gercin Indonesia di Jayapura Papua Dihadiri Pejabat Pusat dan Daerah Wagub Papua, Aryoko Alberto Rumaropen. Gercin Indonesia Memiliki Posisi Strategis  Memperkuat Semangat Kebangsaan Saat Hadiri Rakornas Gercin Indonesia, Wagub Papua Ajak Bersatu Bangun Enam Provinsi di Tanah Papua Wagub Papua, Rakornas Gercin Indonesia Sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Papua menuju Transformasi Papua Baru Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Rumaropen, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin Indonesia) yang melibatkan kepengurusan dari 6 Provinsi di Tanah Papua. Gelaran bergengsi ini dilaksanakan di Aula Lukmen Lantai 9, Kantor Gubernur Papua, Dok II Jayapura, Jumat (21/11/25). Dalam sambutannya, Wagub Aryoko menegaskan bahwa sebagai organisasi masyarakat, Gercin Indonesia memiliki posisi strategis dalam memperkuat semangat kebangsaan, mengisi ruang sosial, serta meneguhkan komitmen terhadap NKRI di Tanah Papua. “Gercin Indonesia adalah ormas yang membawa visi cinta tanah air. Perannya sangat penting dalam memperkuat kebersamaan dan menjadi bagian dari pembangunan Papua dan Indonesia,” ujar Wagub Aryoko melalui rilis media, Senin (24/11/2025). Harapan Rakornas: Rumuskan Kebijakan yang Konstruktif untuk Papua Wagub berharap Rakornas tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konstruktif bagi pemerintah pusat maupun daerah, terutama dalam membangun Papua yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Menurutnya, tujuan strategis Rakornas ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua menuju Transformasi Papua Baru yang maju dan harmonis, meliputi: peningkatan kualitas SDM Papua, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, modern, dan profesional. Rakornas Gercin Indonesia turut dihadiri oleh: Dr. Lenis Kogoya, Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Bidang Kedaulatan Negara, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri RI, yakni Direktur Penataan Daerah Otsus dan DPOD Ditjen Otda Kemendagri,Dr Sumule Tumbo SE. M dan ajaran Forkopimda Provinsi Papua, Serta ketua, sekretaris, dan bendahara DPD dan DPC Gercin Indonesia Se-Tanah Papua. Gercin Indonesia Diapresiasi Sebagai Wadah Anak Papua Dalam kesempatan itu, Wagub Aryoko memberikan apresiasi mendalam kepada DPN Gercin Indonesia beserta seluruh jajaran yang telah konsisten memperkuat wawasan kebangsaan dan menjadi mitra strategis pemerintah. “Gercin Indonesia telah menjadi wadah bagi anak-anak Papua untuk berkontribusi dalam gerakan sosial kebangsaan. Papua bukan hanya penerima pembangunan, tetapi pelaku utama dan bagian penting dari masa depan Indonesia,” tegasnya. Menutup sambutannya, Wagub mengajak seluruh peserta Rakornas untuk menjadikan momentum ini sebagai pijakan memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan di Bumi Cenderawasih. “Mari kita bangun enam provinsi di Tanah Papua dengan hati bersih, semangat persaudaraan, dan tekad untuk mewujudkan masa depan baru bagi anak cucu kita.” Ia juga berharap penyelenggaraan Rakornas ini membawa berkah dan menjadi langkah nyata menuju Papua yang lebih damai, maju, dan sejahtera. (red)

Daerah, Hukum & Kriminal, Palu, Pemerintahan, Uncategorized

Kematian Afif Siraja Getarkan Emosi Publik: Kuasa Hukum Mendesak Polda Sulteng Rilis Hasil Otopsi

ruminews.id, Palu – Kematian Afif Siraja, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sesama kader, dan masyarakat luas. Di tengah duka yang masih terasa kuat, kuasa hukum keluarga mendesak Polda Sulawesi Tengah untuk segera merilis hasil otopsi sebagai bentuk keadilan dan transparansi yang selama ini diharapkan banyak pihak. Gelombang Kesedihan yang Belum Reda Bagi masyarakat yang mengenal Afif, kepergiannya terasa terlalu cepat dan meninggalkan banyak tanda tanya. Warga dan para kader HMI merasakan kehilangan bukan hanya seorang sahabat, tetapi seorang anak muda yang dikenal aktif, penuh semangat, dan selalu berdiri pada nilai perjuangan organisasi. Kehilangan yang tiba-tiba ini menimbulkan gejolak emosional antara kesedihan, kebingungan, hingga rasa tidak terima yang sulit disembunyikan. Di berbagai daerah, doa dan solidaritas terus mengalir. Banyak kader HMI menyebut bahwa Afif bukan hanya nama, tetapi simbol dari generasi muda yang berani berbicara dan berjuang. Ketidakpastian yang Menggerus Rasa Aman Kuasa hukum menilai bahwa belum adanya publikasi resmi hasil otopsi membuat masyarakat berada dalam ruang ketidakpastian yang panjang. Ketidakjelasan ini perlahan menggerus rasa aman dan kepercayaan publik terhadap proses hukum. Masyarakat dan para kader menunggu jawaban pasti jawaban yang diharapkan mampu memulihkan luka psikologis dan memperjelas duduk perkara kematian Afif. Bagi para kader HMI, situasi ini menimbulkan tekanan mental tersendiri. Mereka bergulat antara rasa duka dan harapan bahwa kebenaran akan ditegakkan. Banyak yang menyampaikan, “Kami hanya ingin keadilan untuk saudara kami.” Kebutuhan Mendesak akan Transparansi Di hadapan kesedihan yang begitu dalam, kuasa hukum menegaskan bahwa keterbukaan hasil otopsi adalah langkah paling mendasar untuk menghentikan spekulasi liar yang beredar. Hasil otopsi bukan hanya data medis tetapi fondasi bagi keluarga dan masyarakat untuk menerima kenyataan dengan tenang, serta memastikan bahwa setiap dugaan yang muncul diproses dengan dasar ilmiah, bukan asumsi. Transparansi ini juga menjadi penopang penting bagi stabilitas psikologis masyarakat. Ketika informasi jelas, masyarakat dapat memahami proses hukum dan menciptakan ruang yang lebih sehat untuk berdialog. Harapan untuk Kepastian dan Keadilan Keluarga Afif bersama kuasa hukumnya berharap Polda Sulteng dapat menyampaikan hasil otopsi secara lengkap, akurat, dan terbuka. Harapan ini bukan semata desakan hukum, tetapi jeritan batin dari keluarga yang sedang berduka dan komunitas HMI yang masih terpukul. Mereka percaya bahwa keterbukaan adalah jalan terbaik untuk mengembalikan rasa percaya, meredakan gelisah publik, serta memastikan bahwa setiap nyawa termasuk Afif dihargai dengan proses hukum yang adil dan bermartabat.

Scroll to Top