ruminews.id, ENREKANG – Sebanyak 14 pelajar terpilih dari SD Negeri 172 Enrekang sukses mewakili Indonesia dalam sesi puncak daring (online) program pertukaran pelajar internasional Global Youth Network (GYN) 2026 bersama pelajar dari Korea Selatan pada tanggal 22 dan 23 Juli 2026. Kegiatan yang didukung oleh Good Neighbors International (GNI) ini dilangsungkan dari area SDN 172 Enrekang, Sulawesi Selatan. Program GYN 2026 ini diselenggarakan untuk menyatukan generasi muda dari berbagai negara agar dapat saling bertukar wawasan budaya sekaligus membangun komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan dalam bingkai Sustainable Development Goals (SDGs). Delegasi pelajar Enrekang secara khusus menyoroti visi “Bumi Impianku” melalui implementasi SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi serta SDG 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim. Dalam sesi presentasinya, para pelajar yang diwakili oleh siswi seperti Kezia, Ariqah, Adzkia, Rafa, dan Afifah dengan bangga memaparkan profil sekolah mereka yang telah menyandang predikat Adiwiyata Mandiri tingkat nasional sejak tahun 2015. Kepada teman-temannya di Korea Selatan, mereka menjelaskan bagaimana sekolah menyiasati keterbatasan lahan dengan kreativitas penghijauan melalui pot dan polibag. Para siswa juga mendeklarasikan aksi nyata harian mereka, seperti rutinitas mencuci tangan dengan benar, membuang sampah pada tempatnya, serta komitmen mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan selalu membawa botol minum (tumbler) sendiri dari rumah. Selain edukasi iklim, interaksi antar pelajar ini berlangsung hangat melalui sesi tanya jawab budaya. Para siswa SDN 172 Enrekang dengan antusias menanyakan berbagai hal kepada pelajar Korea Selatan, mulai dari rekomendasi makanan khas, jenis permainan tradisional, cara mereka menghabiskan waktu libur, hingga bentuk komitmen mereka dalam mewujudkan SDGs. Kepala Sekolah SDN 172 Enrekang, Saida, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa komitmen ini merupakan hasil dari muatan lokal sekolah yang fokus pada lingkungan hidup. Ia menjelaskan bahwa model pembelajaran kontekstual terus diterapkan agar siswa menyadari bahaya pencemaran sampah plastik sejak dini. “Pembelajaran diajarkan secara kontekstual, di mana anak-anak diajak ke luar kelas agar mereka bisa berinteraksi dengan lingkungan secara langsung, sehingga di mana pun mereka berada, mereka akan selalu tersadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” pungkasnya. Lebih lanjut, Richa Mauliana selaku Education Facilitator dari GNI Enrekang CDP menyampaikan harapan besarnya terhadap kontribusi para generasi muda di ajang internasional ini. “Melalui GYN 2026 kita berharap dapat menemukan solusi bagi tantangan global untuk masa depan yang lebih baik. Juga kita berharap agar perwakilan siswa dapat menjadi volunteer perubahan yang bisa mereka tularkan ke teman-teman yang ada di sekolahnya,” tuturnya.