Pemuda

Daerah, Kuningan, Pemuda

Dari Kohe Menjadi Pupuk Gemuk, Lamping Kidang Perluas Distribusi Pupuk Organik

Ruminews.id, Kuningan — Persoalan kotoran hewan di Lamping Kidang perlahan diolah menjadi peluang pemanfaatan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Melalui pengelolaan kohe, masyarakat mengembangkan pupuk organik bernama Pupuk Gemuk yang kini mulai didistribusikan ke sejumlah kegiatan dan ruang publik di luar wilayah pengelolaannya. Pada Kamis (24/9/2026), sebanyak 100 karung kohe dikemas untuk didistribusikan kepada Sangkanika. Pengemasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan Pupuk Gemuk agar tidak hanya digunakan di sekitar Lamping Kidang, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat dan kelompok yang membutuhkan pupuk organik. Sebelumnya, Pupuk Gemuk juga digunakan dalam kegiatan penanaman pohon di Kesambi melalui DDV Chapter Cirebon, Kota Cirebon, pada Minggu (20/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lima kemasan dengan berat masing-masing tiga kilogram digunakan untuk mendukung penanaman pohon. Produk yang berasal dari pengelolaan kohe itu juga diperkenalkan melalui bazar kopi Hawwu dalam rangka Minangkala Kopi Hawwu ke-6. Pupuk Gemuk diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang pertemuan dan aktivitas komunitas, tidak hanya sebagai produk pertanian tetapi juga sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan. Distribusi berikutnya dijadwalkan berlangsung di Saung Wangsekerta pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah untuk memperkenalkan Pupuk Gemuk kepada masyarakat yang lebih luas. Pengembangan Pupuk Gemuk tidak hanya berkaitan dengan pengolahan limbah peternakan. Bagi masyarakat Lamping Kidang, proses tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Dalam prosesnya, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam di Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) turut terlibat. Lima mahasiswa PPL belajar dari masyarakat mengenai proses pengelolaan kohe sekaligus mengambil bagian dalam promosi dan pengenalan Pupuk Gemuk melalui media digital maupun kegiatan lapangan. Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi pengalaman langsung dalam melihat proses pemberdayaan masyarakat dari persoalan yang sederhana. Pengelolaan kotoran ternak yang sebelumnya menumpuk dikembangkan melalui proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi kepada masyarakat. “Pupuk Gemuk ini bukan hanya soal pupuk. Di baliknya ada proses masyarakat dalam mengelola kohe dan melihat bahwa sesuatu yang sebelumnya dianggap limbah ternyata masih bisa dimanfaatkan,” ujar Pak Yoesril, penyuluh wilayah Cisantana BTNGC. Menurut Yoesril, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan. “Kami tidak hanya bicara soal menjaga kawasan, tetapi bagaimana masyarakat juga bisa melihat bahwa potensi di sekitar kawasan dapat dikelola dengan baik. Ketika masyarakat terlibat dan merasakan manfaatnya, di situ konservasi bisa berjalan bersama dengan pemberdayaan dengan harapan para sektor juga ikut andil dalam pemberdayaannya.” Bagi mahasiswa PPL, proses pengemasan dan distribusi Pupuk Gemuk juga menjadi pembelajaran mengenai bagaimana produk masyarakat dapat diperkenalkan, digunakan, dan diterima oleh kelompok yang lebih luas. Dari Lamping Kidang ke Sangkanika, kegiatan penanaman pohon di Kesambi, bazar Kopi Hawwu, hingga Saung Wangsekerta, Pupuk Gemuk mulai menemukan ruang distribusi di luar tempat produksinya. Pengembangan tersebut menunjukkan bagaimana pengelolaan kohe dapat berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini dikembangkan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan.

Cirebon, Daerah, Ekonomi, Pemuda, Pendidikan

Mahasiswa PPL Dompet Dhuafa Jabar Petakan UMKM Pesisir Cirebon, Dorong Produk Naik Kelas

Ruminews.id, CIREBON — dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat pesisir serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Dompet Dhuafa Jawa Barat melaksanakan pemetaan lapangan untuk menelusuri calon UMKM yang akan menjadi bagian dari program ekonomi Dompet Dhuafa Jawa Barat di wilayah Cirebon.

Makassar, Nasional, Pemuda, Pendidikan

Kolaborasi, Edukasi dan Aksi Nyata Untuk Lingkungan Pesisir

Ruminews.id, Takalar – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar berkolaborasi dengan Lembaga Pemerhati Hukum dan HAM (LPHAM) Makassar dalam kegiatan Dialog Lingkungan dan Bersih-Bersih Pantai yang dilaksanakan di kawasan Pantai Topejawa, Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar.

Daerah, Nasional, Pemuda, Pendidikan

KKN-T UM Palopo dan LPDI Desa Lera Gelar LDK, Siapkan Generasi Muda untuk Kepemimpinan Masa Depan

ruminews.id, Luwu Timur– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Palopo (UM Palopo) berkolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan Dakwah Islam (LPDI) Desa Lera menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Masjid Amar Ma’ruf, Desa Lera, pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 39 peserta dan dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Lera, Kasbiyono. Pelaksanaan LDK ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN-T UM Palopo bersama LPDI Desa Lera dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter kepemimpinan sebagai persiapan menghadapi masa depan. Dalam sambutannya, kepala desa Lera Kasbiyono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki manfaat besar dalam mempersiapkan generasi penerus, khususnya bagi Desa Lera. “Kegiatan ini sangat berguna untuk membekali anak-anak kita untuk masa depan. Karena kita tidak selamanya menjadi pemimpin. Kita membutuhkan regenerasi baru yang progresif dalam membangun bangsa dan negara, khususnya di Desa Lera.” Ia menekankan bahwa regenerasi merupakan bagian penting dalam keberlanjutan kepemimpinan dan pembangunan. Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri agar mampu mengambil peran di tengah masyarakat. LDK tersebut menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh pemateri dengan bidang masing-masing. Materi Kepemimpinan disampaikan oleh Rifki Tamsir, yang membahas pentingnya tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan dalam memimpin diri sendiri maupun orang lain. Materi kedua, Adab dan Ilmu, disampaikan oleh Ustaz Alimuddin, S.H.I. Materi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan adab dalam membentuk pribadi yang tidak hanya berwawasan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Selanjutnya, materi Remaja vs Kemajuan Teknologi disampaikan oleh Andini Aprilah, S. Materi tersebut mengajak peserta untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus menyikapinya secara bijak. Generasi muda didorong agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif, tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, materi Public Speaking disampaikan oleh Friansyah, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN-T UM Palopo Desa Lera. Materi ini memberikan pembekalan kepada peserta mengenai kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan di depan umum secara percaya diri, jelas, dan terstruktur. Dalam kesempatan tersebut, Friansyah juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kegiatan LDK sekadar sebagai kegiatan seremonial. Ia mengajak peserta untuk menjadikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh sebagai batu loncatan untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin di masa depan. “Jadikan kegiatan ini sebagai batu loncatan untuk terus belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan,” pesan Friansyah kepada para peserta. Ketua LPDI Desa Lera, Ustaz Marwan Ahmad, S.H.I., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat, Pemuda dan agama Desa Lera yang turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan pembinaan generasi muda tersebut. Kolaborasi antara KKN-T UM Palopo dan LPDI Desa Lera melalui kegiatan LDK ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memahami tantangan yang dihadapi di tengah perkembangan teknologi. Melalui kegiatan ini, generasi muda Desa Lera diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beradab, percaya diri, mampu berkomunikasi, bijak dalam menggunakan teknologi, dan memiliki semangat kepemimpinan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di Desa Lera.

Ekonomi, Halmahera, Kesehatan, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Pertanian, Peternakan, Politik, Teknologi

Dana Disebut Tersedia Sejak 8 September, Jasa Pelayanan RSUD Weda Januari-Maret 2026 Belum Dibayarkan

ruminews.id, WEDA — Pembayaran jasa pelayanan bagi tenaga kesehatan di RSUD Weda untuk periode Januari hingga Maret 2026 hingga kini disebut belum dibagikan kepada pegawai. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan tenaga kesehatan, terlebih adanya informasi bahwa dana untuk pembayaran jasa pelayanan tersebut disebut telah tersedia sejak 8 September 2026. Informasi mengenai ketersediaan dana tersebut diperoleh dari sumber internal rumah sakit. Namun, hingga saat ini belum terdapat penjelasan terbuka mengenai alasan jasa pelayanan untuk periode Januari-Maret 2026 belum disalurkan kepada tenaga kesehatan yang berhak menerimanya. Jasa pelayanan merupakan salah satu bentuk penghargaan atas pelayanan dan pekerjaan yang telah dilakukan tenaga kesehatan. Karena itu, kepastian mengenai proses, tahapan administrasi, serta jadwal pembayaran menjadi hal penting bagi pegawai. Apabila masih terdapat kendala administratif dalam proses pembayaran, pihak manajemen RSUD Weda diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada para pegawai. Informasi mengenai tahapan yang masih harus diselesaikan, pihak yang bertanggung jawab, serta perkiraan waktu pembayaran dinilai penting agar tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan. Sebaliknya, apabila seluruh proses administrasi telah dinyatakan selesai dan dana memang telah tersedia, tenaga kesehatan tentu berharap pembayaran dapat segera direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Keterbukaan manajemen dalam menyampaikan informasi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan tenaga kesehatan terhadap pengelolaan pelayanan dan administrasi rumah sakit. Terlebih, pembayaran tersebut berkaitan langsung dengan hak pegawai atas pelayanan yang telah mereka jalankan selama periode Januari hingga Maret 2026. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan resmi dari Direktur RSUD Weda mengenai alasan belum dibagikannya jasa pelayanan tersebut maupun kepastian jadwal pembayaran. Konfirmasi dari pihak manajemen rumah sakit diperlukan untuk memastikan status dana, tahapan administrasi, serta kendala yang mungkin masih berlangsung. Dengan demikian, persoalan utama yang kini menjadi perhatian adalah kejelasan mengenai status pembayaran tersebut. Jika benar dana telah tersedia sejak 8 September 2026, publik dan terutama tenaga kesehatan berhak mengetahui proses apa yang masih harus diselesaikan hingga jasa pelayanan Januari-Maret 2026 belum juga dibayarkan.

Jakarta, Jakarta, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Pertanian, Peternakan, Politik, Teknologi

FKM UNHAS Siapkan Program S3 Kesehatan Masyarakat di Kampus Jakarta

ruminews.id, JAKARTA — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Program Studi Kesehatan Masyarakat pada Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unhas Kampus Jakarta. Persiapan tersebut dilakukan melalui kunjungan pimpinan FKM Unhas ke Kampus Unhas Petojo, Jakarta, pada 24 September 2026, menjelang visitasi akreditasi minimum oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) yang dijadwalkan pada 5–6 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dihadiri Dekan FKM Unhas Ansariadi, SKM, MSc.PH, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni Prof. Yahya Thamrin, SKM, M.Kes, MOHS, Ph.D, serta Ketua PSDKU FKM Unhas Dr. Indra Fajarwati Ibnu. Kehadiran jajaran pimpinan FKM Unhas menjadi bagian dari koordinasi sekaligus memastikan kesiapan akademik dan kelembagaan PSDKU Kesehatan Masyarakat di Kampus Jakarta. Setibanya di Kampus Unhas Petojo Jakarta, rombongan FKM Unhas disambut Direktur Kampus Jakarta Dr. Syarif Burhanuddin dan Anggota Majelis LAM-PTKes Dr. Ridwan M. Thaha. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan koordinasi terkait kesiapan fasilitas, tata kelola, serta berbagai aspek pendukung yang akan menjadi bagian dari proses visitasi akreditasi. Dekan FKM Unhas Ansariadi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada koordinasi dengan jajaran Direktorat Kampus Jakarta, tetapi juga menjadi momentum bagi Tim PSDKU FKM Unhas untuk melakukan simulasi secara langsung di lokasi. Simulasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi visitasi LAM-PTKes yang akan berlangsung pada awal Oktober mendatang. Sementara itu, Direktur Kampus Jakarta Dr. Syarif Burhanuddin menyampaikan bahwa sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan PSDKU Kesehatan Masyarakat telah dipersiapkan. Kesiapan tersebut mencakup berbagai fasilitas yang diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus memenuhi standar yang menjadi bagian dari penilaian lembaga akreditasi. Anggota Majelis LAM-PTKes Dr. Ridwan M. Thaha yang turut menyaksikan proses simulasi memberikan apresiasi terhadap persiapan yang dilakukan Tim PSDKU FKM Unhas. Menurutnya, simulasi yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik dan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan tim menghadapi proses visitasi akreditasi. Selain melakukan persiapan di Kampus Jakarta, rangkaian kunjungan pimpinan FKM Unhas juga diarahkan pada penguatan jejaring kemitraan dan pengembangan sumber daya manusia. Wakil Dekan FKM Unhas Prof. Yahya Thamrin menyampaikan bahwa pihaknya juga melakukan kunjungan ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Jalan Gatot Subroto, bertemu pimpinan FKM Universitas Indonesia (UI) di Kampus Depok, serta mengikuti pertemuan virtual dengan jajaran Direktorat Penyediaan SDM Kesehatan. Pimpinan Unhas juga melakukan koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait peluang kerja sama di bidang pengembangan SDM dan penelitian. Berbagai agenda tersebut menjadi bagian dari upaya FKM Unhas memperkuat kesiapan kelembagaan, kualitas akademik, serta jejaring kerja sama dalam pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat di luar Kampus Utama. Melalui persiapan yang dilakukan secara terkoordinasi, FKM Unhas menargetkan seluruh aspek pendukung PSDKU Kesehatan Masyarakat Kampus Jakarta dapat memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam proses visitasi LAM-PTKes.

Scroll to Top