Nasional

Badan Gizi Nasional, Jakarta, Nasional

Keracunan Massal Program MBG: DPR Minta Evaluasi Sistem, JPPI Desak Moratorium

ruminews.id – Jakarta, 23 September 2023-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengungkapkan bahwa kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terjadi di Jakarta, meski tidak terekspos luas di media. Ia menyebutkan ada 79 siswa di Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara, yang menjadi korban. Charles menilai angka resmi kasus keracunan yang selama ini dilaporkan kemungkinan besar jauh di bawah kenyataan. “Kalau data keracunan hanya bersumber dari media monitoring, jelas banyak yang tidak tercatat. Contoh kasus di Jakarta saja tidak terpublikasikan,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat umum dengan para ahli dan koalisi masyarakat sipil, Senin (22/9/2025). Politikus PDI-P itu khawatir berulangnya insiden keracunan di berbagai daerah membuat orangtua enggan mengizinkan anak-anaknya mengonsumsi MBG. Ia menekankan persoalan bukan hanya pada penyedia makanan, melainkan ada masalah sistemik dalam pelaksanaan program. Karena itu, Charles meminta masukan dari para ahli dan masyarakat sipil agar program tidak terus menelan korban. Sementara itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan sementara program MBG dan melakukan evaluasi total. Hingga 21 September 2025, tercatat lebih dari 6.400 kasus keracunan, dengan Jawa Barat, DIY, dan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan kasus terbanyak. Peneliti Monash University, Grace Wangge, juga menilai moratorium penting dilakukan demi memulihkan kepercayaan publik. “Ini sudah sembilan bulan berjalan dan kasus terus berulang. Pemerintah perlu segera bersikap,” tegasnya.

Badan Gizi Nasional, Nasional

IKA ISMEI: MBG Investasi Masa Depan, Harus Dibenahi Serius

ruminews.id – Jakarta, 22 September 2025 – Ikatan Alumni Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (IKA ISMEI) menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap penting dilanjutkan meski belakangan diterpa berbagai masalah. Ketua Umum IKA ISMEI, Bahtiar Sebayang, menyebut MBG adalah “investasi masa depan” untuk anak-anak, ibu hamil, serta penguatan ekonomi lokal. Namun, ia menekankan perlunya evaluasi serius, terutama di wilayah yang sering bermasalah. Saat ini ada lebih dari 6.000 dapur MBG yang melayani 20 juta penerima manfaat. Targetnya, 30.000 dapur aktif hingga akhir 2025 untuk menjangkau 82,9 juta orang. IKA ISMEI mendorong beberapa langkah perbaikan: Evaluasi menyeluruh standar pengolahan dan distribusi makanan. Pengawasan ketat dari pemerintah, ahli gizi, dan lembaga independen. Perbaikan khusus di wilayah rawan masalah seperti Garut, Brebes, Sukoharjo, dan kawasan Timur Indonesia. Menjaga keberlanjutan program demi pembangunan SDM dan penanganan stunting. Penyelenggara dapur harus berkomitmen menjaga kualitas dan bebas penyelewengan. “Masalah yang ada jangan jadi alasan menghentikan program. Justru harus jadi panggilan untuk memperbaiki dan mengendalikan dengan serius,” tegas Bahtiar. IKA ISMEI berharap pemerintah pusat dan daerah bekerja sama agar MBG berjalan aman, sehat, dan benar-benar memberdayakan masyarakat.

Jakarta, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pertanian, Uncategorized

Abd. Jalal Bohari Pimpin DPW Tani Merdeka Sulsel, Siap Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo

ruminews.id – JAKARTA, 21, September 2025 — Dewan Pimpinan Wilayah Tani Merdeka Indonesia (DPW-TMI) Wilayah Sulawesi selatan resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN-TMI), Penyerahan SK tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat DPN Tani Merdeka Indonesia Duren tiga, Pancoran Jakarta Selatan. (Minggu/21/09/2025) Ketua DPW TMI Provinsi Sulawesi selatan Abd. Jalal Bohari S,Sos. Didampingi Ketua Dewan pembina TMI DPW Sulsel Dr. Mulyadin Abdullah, M.Si. menerima SK tersebut di kantor sekretariat DPN Tani Merdeka Indonesia yang diserahkan langsung oleh ketua umum DPN-TMI Don Muzakkir didampingi oleh sekjend H. Nandang Sudrajat, Bendahara Umum Fahmi dan Ketua Bidang Organisasi Ayman Adnan. SK ini menjadi legalitas resmi yang memperkuat posisi organisasi dalam menjalankan program pemberdayaan petani dan peternak di wilayah Sulawesi selatan. Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan petani harus berhenti diposisikan sebagai objek. Ia menegaskan petani punya hak menentukan arah kebijakan pangan dan pembangunan. “Petani bukan sekadar penyedia pangan, tetapi penentu arah masa depan negeri. Melalui Tani Merdeka, kita ingin petani berdiri tegak dengan martabat,” kata Don Muzakir. Sesaat setelah penerimaan SK Ketua DPW TMI Sulawesi Selatan ketika di wawancarai menyatakan Siap Melaksanakan Tugas dan tanggung jawab yang di amanahkan. Lebih lanjut Abd. Jalal Bohari S,Sos. menegaskan pembetukan TMI DPW Sulawesi Selatan ini merupakan implementasi progmam nasional tentang ketahanan pangan dan memastikan bahwa siap mendukung program Swasembada pangan yang di canangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, setelah menerima SK ini hal pertama yang kami lakukan adalah melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka pembentukan struktrur organisasi hinga tingkat desa demikian Tegasnya.

Kesehatan, Nasional, Pendidikan

dr. Muhammad Fadel Yudawa – Direktur Bakornas LKMI resmi menutup kegiatan LKKES LKMI HMI MAKTIM Tahun 2025

ruminews.id – Makassar, 21 September 2025 – Badan Koordinasi Nasional Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam PB HMI dr. Muhammad Fadel Yudawa resmi menutup kegiatan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar Timur. Kegiatan ini ditutup langsung oleh Direktur Eksekutif BAKORNAS LKMI PB HMI, dengan 24 Jumlah peserta yang dinyatakan telah menyelesaikan LKKES yang berasal dari Cabang Makassar Timur hingga cabang-cabang HMI di luar Makassar Timur. Yang bertemakan “Penguatan Kapasitas Peran Kader dalam Sistem Kesehatan Terintegrasi Berbasis Teknologi”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader-kader kesehatan HMI untuk mengaktualisasikan peran dan langkahnya dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam sambutannya dr. Muhammad Fadel Yudawa sebagai Direktur Eksekutif BAKORNAS LKMI PB HMI menegaskan bahwa hal ini, kali pertama pasca ia terpilih sebagai Direktur Eksekutif BAKORNAS LKMI PB HMI dalam rapat harian PB HMI menghadiri langsung kegiatan penutupan LKKES di luar pulau jawa. Ia juga memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta yg baru saja menyelesaikan LKKES 2025 bahwa, jangan hanya aktif dalam forum training formal, melainkan di forum non formal juga, ia juga berharap para peserta LKKES tidak hanya sampai pada training LKKES Dasar melainkan sampai pada training LKKES Nasional. Tegasnya Harapan dr. Muhammad Fadel Yudawa juga berharap kegiatan LKKES 2025 itu mampu melahirkan calon-calon pemimpin yang visioner, juga mampu menjawab tantangan Indonesia emas 2045. Lanjutnya Penulis:Randi.M

Hukum, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Kanda Dhihram Tenrisau: Advokasi Berdasarkan Data, Antara Strategi, Aktor, dan Tantangan

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, digelar Sabtu, 20 September 2025, salah satu sesi penting dibawakan oleh Kanda Dhihram Tenrisau dengan materi berjudul “Advokasi Berdasarka Data ” Dalam pemaparannya, Dhihram menekankan bahwa advokasi adalah proses sistematis untuk mendukung tujuan atau kelompok tertentu dengan memengaruhi pembuat kebijakan maupun publik. Ia menyebutkan bahwa advokasi tidak cukup dengan semangat, tetapi harus dilandasi data yang kuat, strategi yang tepat, serta keberanian dalam menghadapi konflik kepentingan. Dari sisi tahapan, ia menjelaskan tujuh langkah advokasi kebijakan, mulai dari penentuan isu strategis, identifikasi masalah, penyusunan agenda, konsultasi publik, pembahasan dan pengesahan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi. Selain itu, advokasi juga menuntut pemetaan aktor dan pengaruh, serta penentuan strategi melalui pendampingan, kajian kebijakan, kampanye publik, dialog, koalisi, maupun aksi demonstrasi. Dari perspektif penggunaan data, Dhihram menegaskan pentingnya kejujuran dan transparansi. Ia merujuk pada buku Berbohong dengan Statistik karya Darrell Huffl sebagai pengingat bahwa data dapat memperkuat argumen, namun juga bisa menyesatkan bila dipelintir. Karena itu, kader dan aktivis advokasi harus menjadikan data sebagai instrumen pembelaan publik, bukan alat manipulasi. Menutup sesinya, Dhihram menekankan bahwa advokasi yang berbasis data, dilaksanakan dengan strategi yang terukur, serta berlandaskan etika akan lebih berpeluang menciptakan perubahan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ia mengingatkan, advokasi sejati bukanlah tentang ego kelompok, melainkan tentang keberanian mencegah derita dan bencana bagi masyarakat luas.

Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Kader LKMI HMI Cabang Makassar Timur Gelar Kampanye Digital Kesehatan: Ajak Masyarakat Kurangi Konsumsi Gula Berlebih

ruminews.id – Makassar, 21 September 2025. Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025, peserta LKMI HMI Cabang Makassar Timur menggelar aksi nyata kampanye kesehatan pada kegiatan Car Free Day dan area olahraga masyarakat di pagi hari. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan integrasi transformasi digital kesehatan melalui inovasi kampanye publik yang menyentuh langsung masyarakat. Pada kesempatan ini, para kader membagikan selebaran poster digital interaktif. Poster tersebut dilengkapi dengan kode QR yang dapat dipindai menggunakan smartphone, sehingga masyarakat dapat langsung mengakses konten kampanye kesehatan dan menyebarkannya ke berbagai platform media sosial. Isi dari poster mengangkat isu konsumsi gula berlebih, yang menurut data kesehatan nasional menjadi salah satu penyumbang utama meningkatnya kasus obesitas, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga kematian dini. Muhammad Raid Nabhan, selaku Koordinator Steering yang turut turun langsung bersama peserta, menyampaikan bahwa kampanye ini bukan sekadar simbolis, tetapi wujud keterlibatan aktif kader HMI dalam menjawab tantangan transformasi kesehatan. “Data menunjukkan sekitar 28,7% penduduk Indonesia masih mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas anjuran. Akibatnya, penyakit tidak menular seperti diabetes dan jantung terus meningkat, bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi konsumsi manis. Aksi sederhana ini bisa menyelamatkan masa depan generasi kita,” ujarnya. Lebih jauh, Raid menegaskan bahwa transformasi digital harus dipahami bukan hanya soal sistem elektronik atau kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana kader mampu memanfaatkannya untuk menyuarakan kampanye kesehatan yang lebih luas, cepat, dan berdampak. “Kami ingin memastikan pesan dan harapan dari kegiatan inibisa sampai ke setiap smartphone, setiap rumah, dan setiap hati,” tambahnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata perilaku hidup sehat, karena selain membagikan poster, kader juga mengajak masyarakat sekitar untuk rutin berolahraga dan menjaga kesehatannya. Semangat kolaborasi antara kader kesehatan HMI dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya sehat yang bukan hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan aksi ini, LKMI HMI Cabang Makassar Timur menegaskan bahwa transformasi kesehatan bukan hanya agenda pemerintah, tetapi juga gerakan sosial yang lahir dari kesadaran masyarakat dimulai dari pilihan sederhana di meja makan, hingga kebiasaan rutin menjaga tubuh tetap bugar

Kesehatan, Nasional, Pendidikan

Basic Life Skill: Kesiapsiagaan Kesehatan di Era Transformasi Sistem oleh dr. Akbar Kapita Baharsyah

ruminews.id – Salah satu materi penting dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur adalah “Basic Life Skill sebagai Kesiapsiagaan Kesehatan di Era Transformasi Sistem Kesehatan” yang dibawakan oleh dr. Akbar Kapita Baharsyah. Materi ini dirancang untuk membekali kader dengan kemampuan dasar penyelamatan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat kesehatan. Dalam pemaparannya, dr. Akbar menekankan bahwa transformasi sistem kesehatan tidak hanya berbicara tentang teknologi canggih, digitalisasi, dan pelayanan modern, tetapi juga soal kapasitas individu dalam menghadapi keadaan kritis. Keterampilan dasar seperti pertolongan pertama, resusitasi jantung paru (RJP), penanganan luka, hingga manajemen kondisi darurat merupakan pengetahuan yang wajib dikuasai setiap kader kesehatan. Di tengah realita keterbatasan akses layanan di banyak wilayah, kemampuan basic life skill menjadi ujung tombak penyelamatan nyawa. Hal ini sejalan dengan semangat kader HMI yang tidak hanya bergerak di ranah intelektual, tetapi juga hadir langsung sebagai pelayan sosial dan penggerak perubahan di masyarakat. Melalui penguatan materi ini, diharapkan kader mampu menjawab tantangan transformasi kesehatan dengan cara yang sederhana namun vital: mempersiapkan diri menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan kesehatan, menjaga kehidupan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Dian Sidik Arsyad: Transformasi Kesehatan. Masa Depan Digitalisasi Kesehatan Indonesia

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, salah satu sesi penting menghadirkan materi bertajuk “Transformasi Kesehatan; Masa Depan Digitalisasi Kesehatan Indonesia” yang dibawakan oleh Dian Sidik Arsyad, SKM., MKM., Ph.D. Dalam pemaparannya, Dian Sidik menegaskan bahwa masa depan sistem kesehatan Indonesia akan sangat bergantung pada digitalisasi. Mulai dari penerapan rekam medis elektronik, telemedicine, pemanfaatan big data kesehatan, hingga kecerdasan buatan, semuanya akan menjadi pondasi dalam pembangunan layanan kesehatan yang lebih efisien, cepat, dan akurat. Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi bukan tanpa tantangan. Ketimpangan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Jika transformasi digital hanya menyentuh kota-kota besar, sementara wilayah terpencil tertinggal, maka teknologi justru bisa memperlebar jurang ketidakadilan. Karena itu, ia mendorong para kader HMI untuk hadir sebagai agen perubahan. Tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penjaga nilai kemanusiaan, memastikan setiap inovasi digital benar-benar berpihak pada rakyat kecil dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua lapisan masyarakat.

Daerah, IKN, Nasional, Pemerintahan

Prabowo Subianto Tetapkan IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028

ruminews.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur akan resmi berstatus sebagai ibu kota politik pada tahun 2028 mendatang. Kepastian itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan IKN. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan ke Nusantara merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola negara sekaligus mewujudkan visi Indonesia yang lebih merata dan berkelanjutan. “Perencanaan dan pembangunan kawasan serta pemindahan ibu kota ke Nusantara dilaksanakan sebagai upaya mendukung terwujudnya Ibu Kota Nusantara menjadi Ibu Kota Politik pada tahun 2028,” demikian bunyi salah satu pasal dalam Perpres tersebut. Perpres ini juga mengatur target pembangunan kawasan yang mencakup lahan seluas 800 hingga 850 hektare. Dari total pembangunan tersebut, 20% diperuntukkan bagi gedung pemerintahan dan perkantoran, 50% untuk hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan, serta 50% lainnya ditujukan untuk pemenuhan sarana dan prasarana dasar kawasan. Selain itu, pemerintah menargetkan indeks aksesibilitas dan konektivitas IKN mencapai angka 0,74, sebagai tolok ukur kemudahan mobilitas masyarakat maupun aparatur negara. Langkah ini menandai komitmen pemerintahan Prabowo dalam melanjutkan pembangunan IKN sekaligus mempertegas peran Nusantara bukan hanya sebagai pusat administrasi baru, tetapi juga sebagai simbol persatuan politik bangsa Indonesia di masa depan.

Kesehatan, Makassar, Nasional

Pembukaan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HmI Cabang Makassar Timur

ruminews.id – Makassar, 19 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur resmi membuka Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, dengan diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari Cabang Makassar Timur hingga cabang-cabang HMI di luar Makassar Timur. Mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Peran Kader dalam Sistem Kesehatan Terintegrasi Berbasis Teknologi”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader kesehatan HMI untuk meneguhkan peran dan langkahnya dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam sambutannya, Koordinator Steering, Muhammad Raid Nabhan, yang juga menjabat sebagai Kepala Direktur Bidang Penelitian dan Partisipasi Pembangunan Kesehatan LKMI HMI Cabang Makassar Timur, menegaskan bahwa tema ini lahir dari refleksi mendalam atas kondisi bangsa saat ini. “Kita hidup di era percepatan teknologi, di mana layanan kesehatan semakin canggih, namun di saat yang sama masih banyak rakyat yang tidak mampu menjangkaunya. Di tengah ketimpangan sistem kesehatan, kader-kader HMI dituntut hadir sebagai katalisator. Mereka tidak hanya berhenti sebagai intelektual kampus, tetapi juga pelayan sosial yang berpihak pada umat dan memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil makmur, dari pikiran, tindakan, hingga perbuatan,” ujarnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa setiap kader harus mampu menjadi cahaya yang tidak hanya memantulkan ilmu, tetapi juga menghadirkan makna. Teknologi hanyalah sarana; tujuan akhirnya adalah melahirkan keadilan dan rahmat bagi sesama. Kesehatan tidak boleh dilihat semata sebagai urusan medis, melainkan bagian dari amanah kemanusiaan. Maka kader HMI dituntut menjaga keseimbangan antara kecerdasan akal dan ketulusan hati, antara kemampuan teknis dan keberpihakan sosial. Kegiatan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 ini diharapkan menjadi ruang lahirnya kader-kader kesehatan yang bukan hanya siap berkompetisi di dunia modern, tetapi juga senantiasa berpihak pada mereka yang tertindas. Sebab, sebagaimana ditegaskan Raid, “Ilmu tanpa keberpihakan hanyalah bayangan tanpa cahaya; sedang kader sejati adalah mereka yang menjadikan pikirannya sebagai lentera dan tindakannya sebagai jalan menuju kemaslahatan umat

Scroll to Top