Daerah

Daerah, Kesehatan, Makassar, Nasional, Opini, Pemerintahan, Pendidikan

Hari Kesehatan Nasional: Alarm dari Luka Para Tenaga Kesehatan

ruminews.id – Di bawah sorot lampu perayaan Hari Kesehatan Nasional, gemerlap panggung dan lantunan pujian terdengar menggema. Spanduk-spanduk mengibar, jargon-jargon optimisme dilantunkan dengan bangga: “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Namun di balik kemeriahan itu, ada sunyi yang menjerit suara para tenaga kesehatan yang tak terdengar di tengah tepuk tangan. Mereka para nakes, yang berdiri di antara hidup dan mati setiap hari, menyulam pengabdian dari benang kesabaran dan luka. Namun ironis, tangan-tangan yang seharusnya digenggam penuh hormat justru sering disambut dengan kekerasan dan hinaan. Mereka yang datang membawa pertolongan, kerap menjadi sasaran amarah; mereka yang menjaga kehidupan, justru dibiarkan hidup dalam ketidakpastian. Di ruang-ruang rumah sakit yang dingin, ada cerita yang tak tertulis di baliho perayaan. Tentang perawat yang dipukul karena pasien tak tertolong. Tentang bidan yang diintimidasi karena miskomunikasi. Tentang dokter yang kelelahan bekerja berhari-hari tanpa istirahat, namun upahnya tak sepadan dengan pengorbanannya. Tentang tenaga honorer yang bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian status, menunggu keadilan yang tak kunjung datang. Hari Kesehatan Nasional semestinya bukan sekadar pesta seremonial dan pidato berisi janji. Ia seharusnya menjadi cermin refleksi atas krisis yang menggerogoti dunia kesehatan kita. Karena di balik wajah sistem yang tampak gagah, ada rapuh yang disembunyikan: kesejahteraan nakes yang timpang, beban kerja yang mencekik, dan krisis identitas profesi yang kian nyata. Apakah kesehatan bangsa bisa tegak di atas punggung mereka yang nyaris roboh? Apakah makna “sehat” hanya terbatas pada tubuh pasien, sementara jiwa para penyembuhnya sekarat oleh tekanan dan ketidakadilan? Pemerintah harus membuka mata gemerlap perayaan tak bisa menutupi luka di balik seragam putih itu. Mereka bukan hanya pekerja, mereka adalah penjaga denyut kehidupan bangsa. Sudah saatnya penghargaan terhadap nakes tak berhenti pada ucapan terima kasih, tapi diwujudkan dalam perlindungan nyata, kesejahteraan yang adil, dan pengakuan terhadap martabat profesi mereka. Karena di balik setiap detak jantung yang diselamatkan, ada nakes yang menahan lelah. Dan di balik setiap perayaan kesehatan nasional, seharusnya ada renungan: kesehatan sejati tak lahir dari pesta, tapi dari keadilan bagi mereka yang menjaga kehidupan.

Daerah, Makassar, Pendidikan

Dr. Azri Rasul Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum IKA FKM Unhas

ruminews.id – Makassar, 12 November 2025 — Musyawarah Fakultas Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (IKA FKM Unhas) resmi digelar pada Rabu (12/11/2025) di Room VIP Yotta Signature. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan 22 angkatan dari total 35 angkatan, mulai dari tahun 1987 hingga 2021, sebagai bentuk semangat kebersamaan dan komitmen memperkuat jejaring alumni. Dalam forum musyawarah tersebut, Dr. Azri Rasul, SKM., M.Si., MH terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IKA FKM Unhas periode berikutnya. Keputusan tersebut disambut dengan antusias oleh seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa IKA FKM Unhas ke arah yang lebih maju. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasinya dalam mendukung pengembangan fakultas. “Kami berterima kasih atas sumbangsih nyata pengurus IKA sebelumnya, salah satunya berupa 500 kursi yang hingga kini masih digunakan di ruang perkuliahan. Ini adalah bentuk kontribusi nyata alumni terhadap kemajuan FKM Unhas,” ujarnya. Lebih lanjut, Prof. Sukri juga berharap agar ke depan, peran IKA FKM Unhas dalam memperkuat jaringan alumni serta meningkatkan daya serap lulusan di dunia kerja dapat terus ditingkatkan. Ia juga menyampaikan bahwa fakultas akan menyiapkan ruangan khusus di Gedung Baru FKM Unhas sebagai sekretariat alumni, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi alumni. Musyawarah Fakultas IKA FKM Unhas ini ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal PP IKA Unhas, Prof. Dr. Yusran, yang turut memberikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru serta harapan agar sinergi antara alumni dan fakultas terus terjalin harmonis demi kemajuan bersama.

Luwu Utara, Pendidikan

Hasbi Syamsu Ali: Pemerintah Harus Adil dalam Kasus Dua Guru Luwu Utara

ruminews.id – MAKASSAR — Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, menyampaikan keprihatinan mendalam atas pemecatan tidak dengan hormat terhadap dua guru SMA Negeri 1 Luwu Utara yang dinilai beritikad baik membantu rekan guru honorer mereka. Menurut Hasbi, keputusan pemecatan terhadap Rasnal dan Abdul Muis sangat melukai rasa keadilan publik, terutama di tengah berbagai persoalan serius yang masih dihadapi dunia pendidikan Indonesia. “Rasanya sangat mengusik keadilan di tengah masih banyaknya masalah serius di dunia pendidikan kita,” kata Hasbi di Makassar, Rabu (12/11). Ia menegaskan, jika ditelaah secara jernih, tindakan kedua guru tersebut tidak memiliki unsur memperkaya diri. Sebaliknya, mereka justru berinisiatif membantu guru honorer lain yang belum menerima gaji selama berbulan-bulan. “Kalau disimak seksama kasus ini, tidak ada tujuan memperkaya diri pada kedua orang pelaku itu. Niatnya murni mau bantu guru honorer lain yang belum dapat gaji berbulan-bulan,” ujarnya. Hasbi juga menyerukan perhatian serius dari pemerintah, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel, hingga Presiden Prabowo Subianto, agar meninjau kembali keputusan tersebut dengan mempertimbangkan aspek keadilan dan kemanusiaan. “Saya berharap pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat, memberi atensi terhadap hal ini. Dunia pendidikan kita jangan sampai kehilangan rasa kemanusiaan hanya karena penegakan aturan yang kaku,” tegasnya. Lebih lanjut, Hasbi meminta agar pemerintah menelusuri akar persoalan sebenarnya, yakni mengapa ada guru honorer yang tidak memperoleh hak gajinya dalam waktu lama. Menurutnya, hal itulah yang seharusnya menjadi prioritas penyelidikan dan pembenahan. “Yang harus ditelusuri adalah mengapa bisa ada guru honorer tidak mendapatkan gaji. Ini yang harusnya jadi prioritas, karena pasti ada kebijakan atau pelaku yang menyebabkan para guru honorer itu tidak dapat alokasi gaji,” pungkasnya. Sebelumnya, dua guru SMAN 1 Luwu Utara dipecat tidak dengan hormat (PTDH) setelah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung atas kasus pengumpulan dana dari orang tua murid untuk membantu pembayaran gaji guru honorer. Keputusan tersebut menuai gelombang kritik dari berbagai kalangan yang menilai sanksi itu tidak sebanding dengan niat baik dan pengabdian para guru tersebut. (*)

Hukum, Makassar, Pendidikan, Uncategorized

Andi Riskullah Annang Nirwan Resmi Nahkodai BEM Fakultas Hukum UMI Periode 2025–2026

ruminews.id, Makassar — Suasana pagi di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 10 November 2025 dipenuhi semangat kepemudaan. Di bawah langit yang bergemuruh, pelantikan Andi Riskullah Annang Nirwan, sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UMI periode 2025 2026 berlangsung khidmat dan penuh makna. Momen pelantikan yang bertepatan dengan Hari Pahlawan itu menjadi simbol lahirnya semangat baru di kalangan mahasiswa hukum UMI. Selain menandai pergantian kepemimpinan, acara ini juga menjadi refleksi perjuangan dan pengabdian generasi muda dalam membawa perubahan positif bagi kampus dan masyarakat. Dalam sambutannya, Andi Riskullah Annang Nirwan menegaskan tekadnya untuk menjadikan BEM Hukum UMI sebagai wadah aspirasi, perjuangan, dan pengabdian mahasiswa hukum yang berintegritas serta progresif. “Hari ini bukan sekadar pelantikan, tapi amanah besar. Semangat para pahlawan harus hidup dalam diri kita, dalam setiap langkah perjuangan mahasiswa,” ujar Andi Annang dengan lantang di hadapan peserta pelantikan. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, organisasi kemahasiswaan, dan para tamu undangan. Suasana haru sekaligus bangga terasa ketika lagu “Indonesia Raya” berkumandang, menandakan tongkat estafet perjuangan kini resmi berpindah ke tangan generasi penerus. Dengan semangat Hari Pahlawan sebagai pijakan, BEM Fakultas Hukum UMI di bawah kepemimpinan Andi Riskullah Annang Nirwan, diharapkan mampu melahirkan gebrakan nyata menjadikan mahasiswa hukum tak hanya penggerak perubahan di lingkungan kampus, tetapi juga pahlawan muda di tengah masyarakat.

Daerah, Hukum, Luwu Timur, Makassar, Pemerintahan

HMPLT Soroti IHIP dan Vale, Minta Pemerintah Hentikan Sementara Proyek Industri di Luwu Timur

ruminews.id, MAKASSAR — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Penyelamat Luwu Timur (HMPLT) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (11/11) siang. Mereka mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan penyimpangan dalam pengelolaan lahan dan proyek industri di Kabupaten Luwu Timur. Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan Salman sebagai Jenderal Lapangan, HMPLT menyoroti sejumlah kebijakan dan tindakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang melibatkan PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) dan PT Vale Indonesia. Menurut mereka, berbagai kerja sama tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan daerah, menimbulkan ketidakpastian hukum, serta mengancam keberlanjutan lingkungan hidup maupun hak masyarakat setempat. “Kami melihat adanya indikasi kuat terjadinya penyimpangan administratif, hukum, dan tata kelola pemerintahan dalam sejumlah proyek industri di Luwu Timur,” demikian salah satu poin pernyataan HMPLT. Mahasiswa mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap perjanjian sewa lahan antara Pemkab Luwu Timur dan PT IHIP. Nilai sewa yang disepakati, menurut mereka, berpotensi merugikan keuangan negara dan diduga mengandung unsur gratifikasi. HMPLT juga meminta agar kredibilitas lembaga appraisal yang digunakan ditelusuri dan metode perhitungan harga dievaluasi secara terbuka. Selain itu, mereka meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polda Sulsel, dan Kejati Sulsel segera menyelidiki dugaan keterlibatan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dalam perjanjian sewa lahan kompensasi pembangunan DAM Karebbe dengan PT IHIP tanpa persetujuan DPRD setempat. HMPLT juga menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Vale Indonesia. Perusahaan tersebut disebut menyerahkan tanah kompensasi DAM Karebbe di Desa Harapan, Kecamatan Malili, kepada Pemkab Luwu Timur, padahal lahan itu berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. “Penyerahan itu dilakukan tanpa alas hak yang sah dan seharusnya dikembalikan sebagai kawasan hutan pengganti,” tulis pernyataan mereka. Tak hanya itu, PT Vale juga disebut belum melaksanakan kewajiban reboisasi atas lahan pengganti sejak tahun 2006, sebagaimana disyaratkan oleh Kementerian Kehutanan dalam izin penggunaan kawasan hutan lindung untuk pembangunan DAM Karebbe. HMPLT kemudian mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), ATR/BPN, PUPR, dan Kementerian Investasi/BKPM untuk menghentikan sementara seluruh proses administratif dan perizinan PT IHIP di Luwu Timur sampai aspek legalitas, tata ruang, serta dampak sosial dan lingkungan kawasan industri tersebut dinyatakan memenuhi ketentuan hukum. Sebagai penutup, para mahasiswa meminta Presiden Republik Indonesia mengevaluasi penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Luwu Timur agar tidak menjadi legitimasi bagi praktik eksploitasi yang merugikan masyarakat dan merusak lingkungan hidup. Usai menyatakan sikap dan diterima oleh pohak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, rombongan aksi kemudian bergeser menuju kantor DPRD Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani. Mereka meminta lembaga wakil rakyat tingkat Provinsi itu memberikan atensi serius dan meneruskan aspirasi ke pihak-pihak terkait di tingkat nasional. DPRD Sulsel mengutus politisi PAN Muh. Irfan AB menemui massa aksi. Ia menegaskan pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas lebih jauh masalah yang terjadi di Luwu Timur. “Selain menjadwalkan RDP, kami juga akan teruskan 6 poin tuntutan kawan-kawan ke pihak terkait. Luwu Timur ini harus kita jaga bersama karena menjadi penyumbang terbesar PAD Sulawesi Selatan,” tegas Irfan di atas mobil komando meski diguyur hujan gerimis. (*)

Daerah, Hukum, Kriminal, Makassar

APK Indonesia Desak Polrestabes Makassar Tangkap Oknum Diduga Gelapkan Mobil Rental Atas Nama Bawaslu

ruminews.id, Makassar, 11 November 2025 — Aliansi Pemerhati Keadilan (APK) Indonesia menyoroti dugaan kasus penggelapan mobil rental yang dilakukan oleh seorang oknum yang mengatasnamakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum tersebut diketahui merental sebuah mobil dari salah satu tempat penyewaan kendaraan di Kota Makassar dengan menggunakan nama institusi Bawaslu Makassar, dan mengklaim kendaraan tersebut akan digunakan untuk kegiatan resmi lembaga. Namun belakangan, mobil tersebut diduga tidak dikembalikan sesuai perjanjian dan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Sumber internal menyebutkan bahwa Ketua Bawaslu Makassar merasa kecewa dan jengkel atas tindakan oknum yang mencatut nama lembaga tersebut, karena dapat mencoreng citra dan integritas Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang semestinya menjunjung tinggi etika dan profesionalitas. Menanggapi hal itu, Aliansi Pemerhati Keadilan (APK) Indonesia mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat. Muh. Fajar Nur selaku Bidang Advokasi mengatakan “Kami mendesak Kapolrestabes Makassar untuk segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Perbuatan ini tidak hanya merugikan pihak rental, tetapi juga merusak nama baik Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara pengawasan pemilu,” tegas pernyataan resmi APK Indonesia di Makassar, Senin (11/11). APK Indonesia juga menilai bahwa kasus seperti ini perlu menjadi perhatian serius agar tidak ada lagi oknum yang berlindung di balik nama institusi negara demi kepentingan pribadi. “Penegakan hukum yang tegas akan menjadi pelajaran bagi siapa pun yang mencoba mencatut nama lembaga negara untuk tindakan yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya. Hingga saat ini, pihak Bawaslu Makassar dikabarkan masih melakukan koordinasi internal dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Serukan Teladani Semangat Juang Pendahulu

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 yang digelar di halaman Balai Kota Makassar, Senin (10/11/2025). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ASN lingkup Pemerintah Kota Makassar. Dalam upacara tersebut, Wali Kota Makassar membacakan amanat seragam Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menundukkan kepala dan mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia. “Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa,” ujar Munafri. “Mereka para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” jelas Appi yang membacakan amanat Menteri Sosial. Ia melanjutkan, semangat perjuangan para pahlawan yang berjuang dari berbagai penjuru negeri, dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu generasi hari ini. “Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” lanjutnya. Dalam amanat tersebut, Wali Kota menyampaikan tiga nilai keteladanan utama yang dapat dipetik dari perjuangan para pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para pahlawan. Para pahlawan memiliki kesabaran luar biasa dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. “Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” imbuh Munafri. Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, dan tidak mengincar peninggalan penjajah. Mereka, para pahlawan kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. “Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” tegas, politisi Golkar ini. Pesan ketiga, Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang bukan hanya untuk masa mereka hidup, melainkan untuk generasi masa depan. Perjuangan mereka dijadikan bagian dari ibadah, di mana darah dan air mata mereka menjadi doa yang tak pernah padam. “Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. Semangat pantang menyerah inilah modal besar bagi generasi kita saat ini untuk melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan,” tutur Wali Kota. Munafri juga menegaskan bahwa perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian. Namun, semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan seluruh anak bangsa tidak tertinggal dalam arus kemajuan. Ia menekankan bahwa semangat perjuangan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional. Serta emajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, serta membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya. “Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” ajaknya. Menutup amanatnya, Wali Kota Makassar mengingatkan seluruh peserta upacara untuk terus menyalakan api perjuangan melalui tindakan nyata, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa dan kota tercinta. “Sebagaimana, para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak, dan berdampak. Pahlawanku teladanku, terus bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” pungkas Munafri.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi Kemenag Perkuat Toleransi dan Pembinaan Keagamaan

ruminews.id, MAKASSAR, — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi pimpinan baru Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar, di Balai Kota Makassar, Senin (10/11/2025). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Pemerintah Kota dan Kemenag dalam pembinaan kehidupan beragama yang harmonis di Makassar. Kepala Kemenag Kota Makassar, Muhammad, yang baru saja dilantik pada awal November, datang memperkenalkan diri dan menyampaikan harapan agar koordinasi lintas lembaga dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Pada kesempatan itu, Munafri menegaskan pentingnya peran Kemenag sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang toleran, berdaya dan berkarakter. Ia menilai Kemenag menjadi sentral bagi pemerintah kota untuk memastikan kehidupan beragama berjalan damai dan inklusif. “Kadang intoleransi itu tidak tampak di permukaan, tapi ada kelompok tertentu yang menimbulkan ketidaknyamanan. Karena itu, saya ingin agar Makassar keluar dari zona intoleran,” tegas Munafri. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam memperkuat lembaga keagamaan seperti BAZNAS dan berbagai badan keislaman yang berfungsi mendukung kesejahteraan umat. Lebih jauh, Munafri menyinggung perlunya perlunya pelayanan di daerah kepulauan di Makassar. Ia menjelaskan masih hampir seluruh pulau belum memiliki Kantor Urusan Agama (KUA) kecuali Barrang Lompo. “Kalau di pulau belum ada KUA, masyarakat terpaksa ke darat untuk menikah. Ini jadi perhatian bersama agar pelayanan Kemenag bisa menjangkau semua wilayah,” tambahnya. Munafri juga berharap kegiatan besar keagamaan dapat dikelola secara inklusif, dengan saling menghargai antarumat beragama. “Kalau ada kegiatan umat Islam, teman-teman dari agama lain kita harapkan bisa hadir, begitu juga sebaliknya. Ini wujud kebersamaan kita di Kota Makassar,” ujarnya. Selain itu, Munafri meminta menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak di wilayah yang kurang mendapat pembinaan keagamaan. Ia menyoroti kondisi anak-anak yang terpaksa mencari pekerjaan padahal masih di usia belajar. “Masih banyak anak usia belasan tahun di beberapa kampung yang sudah mencari pekerjaan karena kurang pembinaan. Saya harap Kemenag bisa ikut mendorong pendidikan informal, seperti program paket belajar,” ujarnya.(*)

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Ketua Korpri Pusat Apresiasi Semarak Jalan Santai HUT Korpri dan HUT ke-418 di Makassar

ruminews.id, MAKASSAR — Suasana kebersamaan dan semangat kebanggaan warga Makassar benar-benar terasa di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (11/11/2025). Sejak pagi buta, puluhan ribu warga tumpah ruah memenuhi ikon kota ini untuk mengikuti Semarak Jalan Santai dalam rangka memperingati HUT ke-54 Korpri sekaligus HUT ke-418 Kota Makassar. Kemeriahan tampak di mana-mana. Senyum, tawa, dan semangat peserta berpadu dengan semilir angin laut Losari yang seolah ikut merayakan hari istimewa bagi “Kota Daeng” tercinta. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Melinda Aksa, Ketua Korpri Pusat sekaligus Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Sekprov Sulsel Jufri Rahman, Sekda Makassar serta jajaran SKPD dan Direksi Perusda lainnya tampak berbaur akrab dengan masyarakat dan komunitas. Tak ada sekat antara Munafri dan Aliyah selaku pemimpin dan warga, semua larut dalam suasana hangat dan penuh kegembiraan menyongsong hari jadi Korpri dan Kota Makassar. Tepat pukul 06.00 Wita, tanda dimulainya jalan santai dikibaskan. Ribuan langkah menyusuri rute dari Anjungan Pantai Losari menuju Balai Kota dan kembali lagi ke panggung utama Anjungan Losari pukul 07.30, menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, dan semangat membangun Makassar yang terus maju. Ketua Korpri Pusat sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan Semarak Jalan Santai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korpri dan Hari Jadi ke-418 Kota Makassar, yang digelar di Anjungan Pantai Losari. Dalam sambutannya di hadapan puluhan ribu peserta yang memadati kawasan Losari, Prof. Zudan mengungkapkan rasa bangga dan kebahagiaannya bisa hadir langsung di tengah masyarakat Kota Makassar. “Saya ikut bangga dan bahagia. Terima kasih atas undangannya, juga kepada Ketua Korpri Kota Makassar, Pak Zulkifly Nanda. Terima kasih undangannya,” ucapnya. “Saya turut bangga diundang untuk hadir di acara istimewa ini, Hari Ulang Tahun Kota Makassar yang ke-418,” Lanjutnya. Menurut data dari aplikasi LONTARA+, tercatat lebih dari 31 ribu peserta ikut serta dalam kegiatan ini. Usai melintasi rute, peserta disambut atraksi senam lagu daerah timur, tayangan video sejarah Korpri, serta momen reflektif mengenang para pendahulu. Dalam gaya khasnya yang hangat dan humoris, Prof. Zudan juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga keamanan dan kerukunan di Kota Makassar. “Kalau anak, umur 418 tahun ini sudah gede banget,” ujarnya disambut tawa peserta. “Ayo, kita jaga Kota Makassar agar terus aman dan damai. Kita semua sama-sama menjaga kerukunan di kota ini. Jaga ya kota kita agar aman, damai, dan tetap rukun,” tambah mantan PJ Gubernur Sulsel ini. Lebih lanjut, Prof. Zudan juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar. Ia menyampaikan, terima kasih sudah 54 tahun terus mengabdi, terus berkarya, dan berbuat yang terbaik untuk bangsa. “Jangan pernah lelah mencintai Indonesia, mencintai Sulawesi Selatan, dan mencintai Makassar. Berikan yang terbaik untuk kota kita tercinta,” pesannya. Dalam kesempatan itu, Zudan juga memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Makassar dan jajaran Korpri Makassar atas keberhasilan mereka menggelar kegiatan besar dengan partisipasi masyarakat yang begitu tinggi. “Saya memberikan apresiasi yang luar biasa. Hebat sekali, Korpri Kota Makassar yang bisa mengumpulkan lebih dari 31.000 ASN dan warga masyarakat. Pak Wali Kota, terima kasih atas ikhtiarnya. Ini, acara yang hebat, acara yang bagus,” tuturnya. Zudan menilai, keberhasilan pelaksanaan kegiatan berskala besar tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi dan inovasi daerah dalam pembiayaan kegiatan publik melalui konsep pendanaan kreatif (creative financing). Pihaknya dari Korpri Nasional dan BKN Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi. Tidak mudah membuat acara seperti ini, karena ramai, meriah, dan penuh kebersamaan. Ini wujud kolaborasi dan kekompakan. Ia memberikan satu catatan penting, Kota Makassar berhasil menerapkan yang namanya creative financing. Dimana, pendanaan kreatif, dengan menggandeng mitra swasta, BUMN, BUMD, dana APBN, APBD, Bank Indonesia, OJK, Forkopimda, semuanya bisa berkontribusi. “Jadi tidak semua harus dibiayai dari APBD. Ini luar biasa, karena dapat menggerakkan ekonomi dari tingkat lokal sampai nasional,” jelasnya. Menutup sambutannya, Prof. Zudan kembali mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar dan keluarga besar Korpri atas suksesnya kegiatan tersebut. “Sekali lagi, selamat untuk Kota Makassar dan selamat untuk Korpri Kota Makassar. Pak Munafri beserta Ibu, juga Ibu Wakil Wali Kota, terima kasih dan sukses selalu. Salam hangat dari kami, Korpri Nasional dan BKN seluruh Indonesia,” katanya. Menariknya, di penghujung sambutannya, Zudan juga secara spontan menambah dua paket hadiah umrah bagi peserta jalan santai. Ia tak mau kala dari Wali Kota Munafri memberikan hadiah utama berupa umrah. “Ibu, Bapak, tadi saya dengar hadiah umrahnya dua dari Pak Wali. Perlu ditambah tidak?” tanyanya yang langsung disambut teriakan “perlu nambah” dari peserta. “Kalau begitu saya tambahkan dua lagi, satu dari Kepala BKN dan satu dari Ketua Umum Korpri,” ujarnya disambut sorak gembira. Ia pun menyampaikan bahwa hadiah tersebut juga dapat diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp35 juta jika penerimanya bukan muslim, agar tetap bisa digunakan untuk kebaikan. Kalau misalnya bukan muslim, boleh diberikan ke yang muslim. “Tapi kalau mau diambil uangnya, saya beri Rp35 juta. Silakan untuk disedekahkan, bisa juga untuk ke Vatikan atau Yerusalem, silakan. Yang penting niatnya untuk kebaikan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah. Dengan penuh kehangatan, Prof. Zudan menutup sambutannya sambil mengajak istrinya, yang juga anggota Korpri pusat, untuk turut serta menyerahkan hadiah di panggung utama. Suasana makin meriah dan menjadi penanda semangat kebersamaan Korpri dan masyarakat Makassar dalam perayaan penuh sukacita tersebut. Kemeriahan semakin terasa ketika panggung hiburan menampilkan penampilan spesial Ridwan Sau, musisi asal Sulsel yang memadukan sentuhan musik tradisional dan dangdut, membawa suasana euforia khas Makassar. Lebih dari sekadar olahraga bersama, kegiatan ini menjadi simbol eratnya persaudaraan antara ASN, masyarakat, dan seluruh elemen kota, berjalan bersama menuju Makassar yang lebih kuat, harmonis, dan bahagia.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Ketua Dekranasda Kota Makassar Resmi Buka Makassar Craft Expo 2025: Momentum Kebangkitan Industri Kreatif Lokal

ruminews.id, MAKASSAR — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, secara resmi membuka Makassar Craft Expo 2025 yang digelar di Main Atrium Trans Studio Mall Makassar, Jumat (7/11/2025). Acara ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar ke-418, yang digelar selama 3 hari dan menghadirkan 17 pelaku UMKM dan perajin lokal yang menampilkan produk unggulan mulai dari kerajinan tangan, tenun, anyaman, produk fashion, hingga kriya modern berbasis budaya lokal. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, jajaran SKPD terkait, serta pimpinan berbagai organisasi wanita di Kota Makassar. Dalam sambutannya, Melinda Aksa menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya pameran tersebut yang menjadi wadah bagi karya dan kreativitas putra-putri daerah. “Kota Makassar bukan hanya dikenal sebagai kota metropolitan yang dinamis, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan budaya yang kaya. Melalui Makassar Craft Expo 2025 ini, kami ingin menegaskan bahwa karya anak daerah memiliki daya saing dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional,” ujar Melinda. Ia menekankan komitmen Dekranasda Kota Makassar untuk terus mendorong lahirnya produk-produk kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan sektor kriya dan kerajinan bukan hanya berkontribusi terhadap ekonomi keluarga, tetapi juga berperan penting dalam melestarikan budaya dan identitas Kota Makassar. “Kami ingin agar kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat untuk menguatkan ekosistem ekonomi kreatif lokal,” tambahnya. Melinda juga mengajak masyarakat Makassar untuk bangga menggunakan produk lokal. “Mari luangkan waktu untuk berkeliling, kunjungi booth para pelaku UMKM, kenali produk lokal, dan bawa pulang karya anak Makassar sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi kreatif,” pesannya. Dalam kesempatan tersebut Melinda Aksa bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifudin juga menyerahkan secara simbolis bantuan mesin jahit kepada peserta pelatihan menjahit binaan Dekranasda Kota Makassar. Program pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Dekranasda dalam mencetak lebih banyak pengrajin kreatif yang siap bersaing dan mandiri secara ekonomi. Makassar Craft Expo 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri kreatif lokal, sekaligus memperkuat semangat cinta produk dalam negeri di kalangan masyarakat. “Semoga event ini menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk terus berkarya, berinovasi, dan mencintai produk buatan Makassar,” tutup Melinda.(*)

Scroll to Top