Daerah

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Aliyah Mustika Ilham Terima Audiensi Dian Kemala, Dukung Perayaan HUT RI & HUT Organisasi

ruminews.id, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari jajaran Pengurus Cabang Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (Dian Kemala) Kota Makassar, yang berlangsung di Ruang Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (5/8/2025). Ketua, Hasniah Arief, yang menyampaikan rencana kegiatan organisasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan dirangkaikan dengan Hari Jadi Dian Kemala ke-26. Acara tersebut direncanakan akan digelar pada bulan Agustus ini di SPN Batua. Dalam momen tersebut Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas semangat kebangsaan dan kebersamaan yang terus dijaga oleh organisasi Dian Kemala. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan terhadap kegiatan yang membawa nilai-nilai positif, khususnya yang berkaitan dengan semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para purnawirawan. “Saya menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Semangat kebersamaan dan nasionalisme yang dibawa oleh Dian Kemala adalah bagian dari semangat Kota Makassar.” ujar Aliyah Mustika Ilham. Lebih lanjut, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi wadah mempererat silaturahmi antara para purnawirawan dan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan karakter bangsa, khususnya di Kota Makassar. Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota dalam audiensi ini, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Haeruddin, yang juga menyampaikan dukungannya dalam kegiatan masyarakat yang berorientasi pada kebangsaan dan persatuan. Jajaran Pengurus Dian Kemala yang hadir dalam audiensi, Hasniah Arief (Ketua), Tuti Sa’ban (Wakil Ketua), Rahmawat (Penasehat), Nuraeni Yuliman (Bendahara), dan Sukawati Syarif (Sekretaris Organisasi). Dengan semangat kolaborasi Pemerintah Kota Makassar bersama organisasi kemasyarakatan seperti Dian Kemala diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Ketua PGRI Sulsel Sebut Program Seragam Gratis Pemkot Makassar Sangat Bermanfaat

ruminews.id, MAKASSAR — Program seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, terus menuai respons positif dari berbagai kalangan. “Program ini meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi orang tua yang tergolong kurang mampu,” ujarnya, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hasnawi Haris, Senin (4/8/2025). Prof. Dr. Hasnawi Haris, menyampaikan pandangannya terkait kebijakan tersebut. Ia menilai, program ini memiliki nilai manfaat yang signifikan, terutama dalam konteks pemerataan akses pendidikan. “Seragam gratis yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Makassar tentu sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang berada dalam keterbatasan ekonomi,” jelasnya. “Tapi, tentu saja tidak semua masyarakat akan memandang kebijakan ini dari sudut yang sama,” tambah guru besar UNM itu. Ia menyebutkan, dalam realisasi kebijakan publik, perbedaan persepsi merupakan hal yang wajar. Namun, sebagai Ketua PGRI Sulsel, dirinya menekankan pentingnya pemerintah menjalankan program ini secara konsisten dan bertanggung jawab. “Program ini merupakan janji kampanye dari Pak Wali dan Ibu Wawali, sehingga sudah sepatutnya ditunaikan. Ini bukan hanya soal janji politik, tapi juga soal komitmen pada pemerataan kesempatan bagi seluruh anak bangsa,” tambahnya. Hasnawi juga menilai dinamika dalam proses distribusi yang masih berlangsung. Dalam konteks ini, menurutnya, penting memastikan tidak ada kendala administratif atau teknis yang menghambat pendistribusian. Selain itu, ia menyebut adanya aspirasi dari pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal yang ingin dilibatkan dalam proses produksi seragam. Menurut Hasnawi, hal tersebut bisa menjadi nilai tambah apabila dikelola secara adil dan transparan. “Ini bisa jadi sinergi positif antara kebijakan pendidikan dan penguatan ekonomi lokal, selama pelaksanaannya dikawal dengan baik,” jelasnya. Hasnawi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa program ini tetap harus dijalankan hingga tuntas, dengan prinsip akuntabilitas dan keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Kuncinya ada di pelaksanaan. Selama program ini bermanfaat dan dijalankan sesuai aturan, tentu akan mendapat apresiasi dari masyarakat luas,” pungkasnya.

Daerah, Makassar, Pendidikan

SAPMA PP Kota Makassar Jalin Kerja Sama dengan Universitas FAMIKA: Bantuan Pendidikan Gratis untuk Masyarakat Tidak Mampu

ruminews.id, Makassar, 04 Agustus 2025 – Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kota Makassar mengambil langkah signifikan dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Hari ini, mereka secara resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Fajar (FAMIKA), sebuah kolaborasi yang berfokus pada penyediaan beasiswa pendidikan gratis. Kerja sama ini lahir dari komitmen bersama untuk membantu anak-anak muda berprestasi namun terkendala biaya agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melalui program ini, SAPMA PP Kota Makassar dan FAMIKA akan bekerja sama dalam menyeleksi dan memberikan bantuan beasiswa penuh kepada calon mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Ketua SAPMA PP Kota Makassar, Husnul Mubarak, menyatakan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara dan jangan jadikan biaya sebagai penghalang untuk kiliah. “Kami percaya bahwa tidak ada lagi alasan bagi anak muda berprestasi untuk tidak kuliah karena masalah finansial. Kolaborasi dengan FAMIKA ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di Kota Makassar,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor Universitas FAMIKA, Syahrul Ramadhan, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mengapresiasi langkah konkret dari SAPMA PP Kota Makassar. Universitas FAMIKA selalu terbuka untuk kolaborasi yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu lebih banyak lagi generasi muda untuk meraih impian mereka melalui pendidikan,” ungkapnya. Adapun pilihan prodi dari Universitas Famika adalah sebagai berikut : 1. S1 Keperawatan 2. Profesi Ners 3. D3 Kebidanan 4. S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja 5. S1 Ilmu Biomedis 6. S1 Hukum 7. S1 Manajemen Adapun persyaratan penerima beasiswa pendidikan gratis sebagai berikut : 1. Lulusan SMA/SMK Se-derajat 3 tahun terakhir (Lulusan Tahun 2022, 2023, 2024) 2. Memiliki surat keterangan tidak mampu/memiliki kartu KIP Proses seleksi penerima beasiswa akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan mempertimbangkan prestasi akademik dan kondisi ekonomi calon mahasiswa. Diharapkan, program ini dapat menjadi jembatan bagi para pemuda kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Aliyah Mustika Ilham Dorong Penguatan Organisasi PPTI Sebelum Kolaborasi Program

ruminews.id, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu kesehatan masyarakat dengan menerima audiensi dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Makassar di Ruang Kerjanya, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (4/8/2025). Dalam pertemuan tersebut, Aliyah menyampaikan apresiasi atas langkah PPTI Makassar yang akan segera mengadakan pelantikan pengurus baru sebanyak 25 orang pada bulan Agustus ini yang merupakan pelantikan perdana untuk tingkat Kota Makassar. “Saya sangat menghargai semangat PPTI dalam berperan aktif menekan angka penyebaran TBC di Kota Makassar. Pelantikan pengurus ini adalah awal yang baik untuk memperkuat struktur organisasi agar ke depannya dapat berkolaborasi lebih efektif dengan pemerintah,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terbuka untuk menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi seperti PPTI, dalam mendukung visi Makassar sebagai kota yang unggul di bidang kesehatan. Namun demikian, Aliyah Mustika Ilham mendorong agar PPTI terlebih dahulu merampungkan pelantikan kepengurusan barunya sebagai dasar pijakan kolaborasi lebih lanjut. “Silakan lanjutkan pelantikan pengurus baru terlebih dahulu. Setelah itu, kita bisa duduk bersama lagi untuk membahas program-program yang bisa dijalankan secara kolaboratif,” tambahnya. Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, beserta jajaran dinas kesehatan yang siap mendukung langkah-langkah teknis dan kebijakan di lapangan. Sementara itu, jajaran PPTI Kota Makassar turut hadir, Misriani Ilyas (Ketua), AKBP (Purn) Yusni Ahmadi (Wakil Ketua), Irmawati Umar (Sekretaris), Johar Sanusi Bandu (Koordinator Bidang Penyuluhan dan Diklat), dan Rismawati (Bendahara). Melalui pertemuan ini, Aliyah Mustika Ilham kembali menegaskan bahwa Pemkot Makassar akan selalu mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan TBC secara menyeluruh di Kota Makassar.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

“Gencarkan Pencegahan Stunting, Mahasiswa KKN 114 Unhas Dorong Pola Makan Bergizi di Melalui Edukasi pencegahan Stunting di Kota Parepare”

ruminews.id, Parepare – 30 Juli 2025 ,Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 114 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Edukasi Pencegahan Stunting dengan Makanan Bergizi” di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Program ini diinisiasi oleh Jihan Ananta Azhary, mahasiswa Universitas Hasanuddin yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat melalui KKN. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu dengan balita, mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting pada anak sejak dini. Dalam kegiatan tersebut, Jihan memberikan penyuluhan door to door yang didampingi oleh Ibu PKK, serta Tim Tenaga Kesehatan Provinsi kepada para ibu mengenai stunting, dampak jangka panjangnya, serta cara pencegahannya melalui pola makan sehat. Selain itu, juga dibagikan pemahaman menu makanan bergizi seimbang yang mudah diolah dari bahan lokal yang terjangkau. “Saya berharap dengan edukasi ini, para ibu semakin sadar akan pentingnya asupan gizi yang cukup dan seimbang bagi tumbuh kembang anak. Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga menyangkut kualitas generasi di masa depan,” ujar Jihan saat ditemui di lokasi kegiatan. Para ibu balita penderita stunting turut menunjukkan antusiasme dan sangat terbuka dengan edukasi yang diberikan. “Terimakasih adik-adik KKN untuk edukasinya. Saya jadi tahu bahwa yang penting bukan cuma kenyang, tapi juga harus ada sayur, protein, dan karbohidrat. Anak saya juga sering susah makan, jadi saya tertarik coba menu yang tadi dijelaskan,” Ujar Mama Aisyah. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan drg. Nursyamsi, M.Kes dan Ibu PKK yang sekaligus mendampingi dalam kegiatan ini dan mengapresiasi langkah nyata mahasiswa dalam berkontribusi langsung terhadap isu kesehatan masyarakat yang strategis. “Intervensi langsung seperti ini sangat penting. Pencegahan stunting harus dimulai dari edukasi di level keluarga, dan program ini menjadi salah satu contoh pengabdian yang tepat sasaran,” tutur drg. Nursyamsi, M.Kes. Program ini diharapkan mampu menjadi pemicu gerakan sadar gizi di lingkungan masyarakat dan mendukung program nasional percepatan penurunan stunting khususnya di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Daerah, Jakarta, Olahraga, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Percepat Pembangunan Stadion Untia, Studi Lapangan ke JIS

ruminews.id, JAKARTA – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan pembangunan Stadion Untia, di Kecamatan Biringkanaya. Hal ini ditandai dengan dilakukannya studi lapangan ke Jakarta Propertindo (Jak Pro) atau Jakarta International Stadium (JIS) bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjadi leading sector pembangunan stadion, Rabu (30/7/2025). Turut hadir dalam kunjungan ini, Sekda Kota Makassar A. Zulkifly Nanda, Kepala Dinas PU Zuhaelsi Zubir, Plt Kepala Dinas Penataan Ruang Fuad Azis, Kepala Bapenda Andi Asminullah Azis. Kemudian, Kepala Bappeda Muhammad Dahyal, Kepala DLH Helmy Budiman, Kepala Dinas Perdagangan Evi Aprialty, serta Ketua Tim Ahli Pemkot Makassar Hudli Huduri, Prof. Dr. Nurlina Zubair. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Proyek JIS dari Jakpro, Iwan Takwin, bersama Head of SBU JIS Shinta Syamsu Arief, serta jajaran direksi JIS lainnya. Dalam keterangannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk membangun Stadion Untia sebagai pusat pengembangan kawasan ekonomi baru di Kota Makassar. Munafri menyebut bahwa kunjungan ke JIS dilakukan untuk tujuan utama, memperdalam proses perencanaan pembangunan stadion dan belajar dari pengalaman Jakarta dalam membangun infrastruktur berskala besar dan berstandar internasional. “Ada dua hal utama mengapa kami datang ke sini. Pertama, kami sedang dalam proses membangun stadion sepak bola yang akan menjadi trigger atau pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di Kota Makassar,” ungkap Munafri. Ia menjelaskan, atmosfer sepak bola yang sangat kuat di Kota Makassar menjadi salah satu alasan strategis pembangunan stadion ini. Meski kapasitasnya kelak hanya sekitar seperempat dari JIS. Sehingga stadion Untia yang direncanakan ini akan menjadi ikon baru kota dan diharapkan mampu memenuhi standar internasional. “Kami targetkan kapasitasnya di angka 15.000 sampai 20.000 kursi. Tapi yang lebih penting dari itu, kami ingin stadion ini memenuhi kaidah dan regulasi internasional agar bisa digunakan di semua level pertandingan, baik nasional maupun internasional,” lanjutnya. Appi juga mengapresiasi Jakarta International Stadium sebagai infrastruktur modern yang dibangun dengan desain canggih, bahkan berhasil diselesaikan di tengah tantangan besar pandemi COVID-19. Menurutnya, JIS adalah contoh konkret bagaimana infrastruktur modern bisa dibangun di tengah tantangan besar. “Kami ingin pelajari bagaimana perencanaan, manajemen risiko, dan eksekusi proyek stadion yang dilakukan dengan baik di sini,” kata politisi Golkar itu. Stadion Untia, menurut Munafri, bukan hanya proyek olahraga semata. Pemerintah Kota Makassar menjadikan proyek ini sebagai katalisator tumbuhnya pusat ekonomi baru di bagian timur kota, termasuk dengan merancang kawasan komersial dan UMKM yang terintegrasi. Dalam kunjungan ini, Wali Kota juga menyampaikan bahwa tahapan perencanaan teknis Stadion Untia akan dimulai pada akhir 2025. Dokumen seperti FS, DED, Amdal, Amdalalin, hingga sertifikasi lahan tengah dirampungkan agar proses groundbreaking bisa dimulai pada awal 2026. “Kami ingin pembangunan stadion ini menjadi model pembangunan yang terencana, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan dari semua sisi: teknis, legal, dan manfaatnya bagi masyarakat,” tegas Munafri. Kunjungan ke JIS menjadi bagian penting dari upaya menyusun pembangunan Stadion Untia dengan pendekatan pembelajaran langsung dari pengalaman terbaik nasional. Munafri berharap proyek ini tak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi, budaya, dan kebanggaan warga Kota Makassar. Wali Kota berlatar pengusaha itu, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan matang sebelum memulai tahapan groundbreaking Stadion Untia pada akhir 2025. “Kami ingin memastikan pembangunan Stadion Untia dibangun dengan standar internasional tahun 2025 ini,” ujarnya, usai berbincabg di lapangan JIS. “Oleh karena itu, kami melakukan studi lapangan di JIS untuk melihat langsung kebutuhan teknis, tahapan pembangunan, hingga aspek regulasi seperti standar FIFA, Amdal, Amdalalin, DED, hingga status legalitas lahan,” tambah Munafri. Dengan langkah konkret ini, Pemerintah Kota Makassar memperlihatkan keseriusan dalam menghadirkan infrastruktur monumental yang tidak hanya membanggakan kota, tapi juga memperkuat ekosistem olahraga nasional. Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Kota Makassar sedang menuntaskan dokumen-dokumen teknis sebagai persyaratan dasar. Pekerjaan perencanaan diharapkan rampung pada akhir 2025 agar proses konstruksi bisa segera dimulai awal tahun 2026. “Kami targetkan seluruh dokumen—mulai dari feasibility study, Amdal, DED hingga sertifikasi tanah bisa diselesaikan di tahun ini. Sehingga akhir 2025 atau awal 2026 kita bisa mulai pekerjaan fisik stadion,” katanya. Apa yang dilakukan Wali Kota Munafri ini tujuanya agar mempercepat pembangunan stadion menjawab harapan masyarakat dan pecinta sepak bola di kota Daeng. Apalagi dalam visi-misi tujuh Program uanggulan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wawali Aliyah Mustika Ilham, Stadion Untia masuk dalam prioritas. Oleh sebab itu, ia menegaskan, rencana pembangunan Stadion Untia dirancang berdiri di atas lahan seluas 6 hektare lebih akan secepatnya terwujud. Meski tidak sebesar JIS, stadion ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan fasilitas olahraga berstandar internasional di Kawasan Timur Indonesia, khususnya di Makassar. Munafri juga menyebut, pembangunan stadion ini bukan hanya fokus pada sektor olahraga, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan sekitar. “Kita ingin stadion Untia ini menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Bukan hanya tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga memicu kegiatan UMKM, pariwisata, serta membuka lapangan kerja baru,” tururnya. Appi pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan perguruan tinggi dalam proses perencanaan dan pengawasan teknis proyek. Pihak Pemkot Makassar, akan melibatkan akademisi perguruan tinggi yang punya kapasitas di bidang arsitektur, teknik sipil, dan tata kota. “Kita butuh transfer pengetahuan dan pemantauan independen agar pembangunan stadion ini benar-benar sesuai dengan best practice, (prosedur, kebijakan dan kegiatan operasional),” imbuhnya. Pada kesempatan ini, Munafri fan Direktur Jakpro Iwan berdiskusi soal teknis Pembangunan stadion. Bahakan memantau lapangan JIS tersebut untuk menjadi acuan dibangun fisik Stadion Untia. Dalam sesi kunjungan Pemerintah Kota Makassar ke Jakarta International Stadium (JIS), Direktur Proyek Jakpro, Iwan Takwin, menyampaikan sejarah, struktur, serta peran strategis PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dalam pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta. Iwan menjelaskan bahwa Jakpro merupakan salah satu dari 14 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Jakpro memiliki fokus utama di sektor infrastruktur strategis dan pengelolaan kawasan. “Jakpro ini adalah satu dari 14 BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Kami fokus pada infrastruktur strategis dan pelayanan publik,” ujarnya. Cikal bakalnya berasal dari Badan Pengelola Kawasan Blok M Fluid pada era 70–80an. Dari situ berkembang menjadi PT Jakarta Propertindo pada tahun 2000,” jelas Iwan kepada Wali Kota Makassar dan rombongan. Dalam perjalanannya, Jakpro telah bertransformasi menjadi korporasi besar dengan struktur yang mencakup tujuh anak usaha dan sejumlah afiliasi. Perusahaan ini juga mengelola beberapa

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

UMKM Ujung Lare On The Map! Mahasiswa Unhas & ITH Dorong UMKM Go Digital Lewat Google Profil Business

ruminews.id, Parepare – 29 Juli 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Institut Teknologi Habibie (ITH) berkolaborasi dalam program kerja bertajuk UMKM Parepare On The Map: Langkah Awal Go Digital dengan Google Profil Business, yang dilaksanakan di Kelurahan Ujung Lare, Kota Parepare. Program ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dalam upaya mendorong pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi era digital. Sebagai langkah awal, tim KKN menyelenggarakan sosialisasi bertema “UMKM Naik Kelas: dari Legalitas, Halal, hingga Go Digital” pada Senin, 21 Juli 2025 di Aula Kantor Kelurahan Ujung Lare. Sosialisasi ini memperkenalkan berbagai aspek penting dalam pengembangan UMKM, termasuk legalitas usaha, sertifikasi halal, serta pemanfaatan digital platform seperti Google Profil Business. Program ini kemudian dilanjutkan dengan pendampingan langsung secara door to door kepada pelaku UMKM di Kelurahan Ujung Lare, yang dilaksanakan pada 23–26 Juli 2025. Pendampingan ini membantu pelaku UMKM untuk mendaftarkan lokasi usahanya ke Google Maps melalui Google Profil Business, sebagai strategi awal untuk meningkatkan visibilitas usaha di dunia digital. Hingga saat ini, sebanyak 12 UMKM di Kelurahan Ujung Lare telah resmi terdaftar di Google Maps dan mulai merasakan dampaknya. “Setelah usaha saya di daftarkan di Google Maps, tadi saya dapat pelanggan dan dia mengaku dapat usaha saya lewat Google Maps,” ujar Bu Ida, pemilik usaha jahit di Ujung Lare. Kolaborasi antar mahasiswa dari dua perguruan tinggi ini juga membawa semangat sinergi lintas kampus dalam pengabdian masyarakat. “Bisa bekerja bersama teman-teman dari Unhas memberikan pengalaman baru bagi kami. Kolaborasi ini memperluas perspektif kami dan semoga dampaknya bisa benar-benar dirasakan UMKM di sini,” tutur Maharani Reva Awliya, mahasiswa ITH yang ikut dalam program ini. Program ini diharapkan menjadi titik awal bagi pelaku UMKM di Parepare untuk terus berkembang, tidak hanya dari sisi legalitas tetapi juga digitalisasi usaha. Tim KKN juga mendorong agar UMKM yang sudah terdaftar dapat berbagi pengalaman dan menginspirasi pelaku usaha lainnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Aliyah Mustika Ilham: Pemkot Makassar Dukung Kegiatan Kepemudaan yang Positif dan Efisien

ruminews.id, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda Kota Makassar dengan menerima audiensi dari Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Makassar di ruang kerjanya, Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (25/7/2025). Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Festival Pengkaderan Nasional HMI yang akan dilaksanakan pada 27 Juli hingga 6 Agustus 2025 dan direncanakan diikuti oleh ribuan kader HMI dari seluruh Indonesia. Dalam pertemuan ini, Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, menyampaikan maksud kedatangannya yang berharap kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar demi menyukseskan agenda tersebut. Menanggapi hal itu, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas semangat kader HMI dan menegaskan bahwa Pemkot Makassar mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu membangun karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. “Kami di Pemerintah Kota Makassar selalu terbuka untuk kegiatan-kegiatan kepemudaan yang positif dan produktif. Kegiatan seperti Festival Pengkaderan ini adalah bagian dari proses membangun generasi unggul yang berdaya saing dan berintegritas,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Namun demikian, Aliyah Mustika Ilham juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dan efisiensi. Ia menegaskan bahwa bentuk dukungan dari Pemkot Makassar harus melalui mekanisme yang jelas dan sesuai regulasi. Turut hadir mendampingi dalam audiensi ini Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Fathur Rahim, dan Kepala Bagian Umum, Firnandar Sabara. Sementara dari pihak HMI, hadir Ketua Umum KOHATI Cabang Makassar, Marwati Sumardi, Ketua Panitia Syafika Naura, dan Sekretaris Panitia Lelanur Pratiwi. Melalui audiensi ini, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa Pemkot Makassar senantiasa mendukung pada penguatan kapasitas anak muda sebagai agen perubahan, namun tetap mengedepankan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan profesional. “Pemuda adalah mitra strategis dalam pembangunan. Mari kita kolaborasi dengan tetap menjaga integritas, akuntabilitas, dan semangat untuk memajukan Makassar yang unggul, inklusif, aman dan berkelanjutan,” tutupnya.

Daerah, Ekonomi, Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Resmikan Pabrik Coklatana, Harap Serap Tenaga Kerja Lokal

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Makassar terus mendorong pertumbuhan industri berbasis produk lokal yang berdampak langsung pada masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meresmikan pabrik coklatana PT Agrinesia Raya yang berlokasi di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jumat (25/7/2025), di Kecamatan Biringkanaya. Dalam sambutannya, Wali Kota menyatakan dukungan penuh atas kehadiran pabrik tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor industri makanan dan membuka peluang kerja bagi warga Makassar. “Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas berdirinya pabrik ini,” ujarnya. “Kehadiran PT Agrinesia Raya di Makassar tentu memberikan dampak positif, khususnya dalam menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat rantai pasok industri makanan kita,” tambah Munafri. Wali Kota juga mengungkapkan bahwa sebagian besar harapan tenaga kerja yang direkrut oleh pabrik tersebut merupakan warga lokal, hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membuka akses seluas-luasnya terhadap lapangan pekerjaan. “Kita tidak bisa menutup mata bahwa kebutuhan akan lapangan kerja di Makassar masih tinggi. Alhamdulillah, pihak perusahaan telah melibatkan tenaga kerja dari warga Makassar sendiri. Ini sangat membantu,” jelasnya. Munafri menekankan, kehadiran PT Agrinesia Raya menjadi contoh baik kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hadirnya pabrik cokelat ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi lokal dan memperkuat ekosistem industri kuliner khas Makassar. Besar harapan produk yang dihasilkan PT Agrinesia bisa menjadi bagian dari identitas kuliner Makassar yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. “Tentu, ini membuka peluang besar bagi Makassar untuk lebih dikenal melalui produk-produk unggulan,” harap Appi. Lanjut dia, Kota Makassar dikenal sebagai kota yang kaya akan ragam kuliner, dari makanan tradisional hingga olahan modern. Dengan hadirnya industri makanan berskala besar seperti ini, Pemkot berkomitmen untuk terus menjadi fasilitator dan pembuka jalan bagi pelaku usaha, baik di sektor UMKM maupun industri menengah-besar. Ke depan, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong hadirnya berbagai unit usaha makanan dan minuman melalui berbagai skema dukungan. “Karena kita sadar, Makassar sejak dulu adalah kota jasa dan perdagangan, dan hari ini, posisi itu makin kuat,” tuturnya. Ia juga menekankan bahwa peluang pasar di Kota Makassar sangat potensial. Dengan populasi warga yang mencapai 1,4 juta jiwa dan meningkat hingga 2 juta jiwa di siang hari karena mobilitas urban. Menurutnya, pasar domestik Makassar menjadi sangat strategis bagi pengembangan industri makanan. Dimana Makassar memiliki daya serap pasar yang sangat besar. Ini peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang. “Namun tentu saja, kita juga berharap ada kontribusi balik, seperti kepatuhan dalam membayar pajak agar pembangunan kota tetap berjalan lancar,” tegas Wali Kota.

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pemerintahan

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Dampingi Menag Resmikan RS UIN Alauddin

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dalam peresmian Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar, Kamis (24/7/2025). Berlokasi di Kampus Lama UIN Alauddin, Jl. Sultan Alauddin, kehadiran rumah sakit ini menjadi tonggak penting sinergi antara sektor pendidikan, layanan kesehatan, dan nilai-nilai spiritualitas. Rumah sakit ini tidak hanya berperan sebagai pusat layanan medis, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan yang mengedepankan pendekatan holistik menggabungkan ilmu kedokteran modern dengan kearifan lokal dan spiritualitas Islam. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan harapan besar atas kehadiran rumah sakit ini sebagai bukti nyata sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan pemerintah daerah. “Kehadiran RS UIN Alauddin menjadi momentum penting bagi penguatan sistem pelayanan kesehatan di Kota Makassar,” ujar Aliyah. Ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Makassar untuk menjalin kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. “Rumah sakit ini melayani masyarakat,” tuturnya, Pada kesempatan teraebut, dalam sambutannya, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa RS UIN Alauddin memiliki posisi strategis, bukan hanya secara geografis, tetapi juga secara konseptual. Menurutnya, rumah sakit ini memiliki keistimewaan karena mengusung pendekatan holistik yang memadukan ilmu pengobatan modern dengan nilai-nilai tradisional dan spiritual. “Kami ingin rumah sakit ini menjadi unggul karena mampu menggabungkan metode pengobatan ilmiah dengan kearifan lokal. Dulu, masyarakat Nusantara hidup bersahabat dengan alam tanpa rumah sakit, tapi tetap sehat,” jelasnya. “Kini, kita ingin menghadirkan kembali keharmonisan itu, selaras antara sains, spiritualitas, dan alam,” tambah Nasaruddin, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Ia mengajak seluruh sivitas akademika UIN Alauddin dan pengelola rumah sakit untuk mengelola fasilitas ini secara komprehensif, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan dalam setiap layanan yang diberikan. Sebagai rumah sakit pendidikan di bawah naungan perguruan tinggi keagamaan, RS UIN Alauddin diharapkan mampu menjadi model rumah sakit integratif yang menjawab kebutuhan masyarakat modern, sekaligus merawat akar-akar budaya dan spiritual bangsa.

Scroll to Top