Daerah

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Sesuai Arahan Wali Kota, PDAM Makassar Cetak Laba Rp826 Juta, Bangkit dari Kerugian Miliaran

ruminews.id, MAKASSAR – Bak angin segar di tengah paceklik, PDAM Makassar berhasil membalikkan keadaan yang semula terpuruk. Dalam waktu hanya tiga bulan, perusahaan pelat merah ini mampu menghapus kerugian Rp5,2 miliar dan mencatat laba bersih Rp826 juta. Transformasi ini tak hanya soal angka di neraca, tetapi juga bukti nyata pembenahan manajemen, efisiensi anggaran, dan peningkatan pelayanan pelanggan. Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar berhasil membalikkan kondisi keuangan dari posisi merugi Rp5,2 miliar menjadi meraih laba bersih Rp826 juta hanya dalam waktu tiga bulan. Capaian ini diumumkan oleh Plt Direktur Utama Hamzah Ahmad bersama Plt Direktur Keuangan Nanang Supriyatno dalam momentum menyambut peringatan HUT ke-101 PDAM di Aula Kantor PDAM Makassar. Hamzah Ahmad mengungkapkan, perbaikan kinerja mulai terlihat sejak dirinya menjabat pada akhir April 2025. “Saat kami masuk, kerugian akumulatif tercatat Rp5,2 miliar. Per Juli, kami berhasil membukukan laba bersih Rp826 juta,” jelasnya, saat dikonfirmasi ulang, Sabtu (9/8/2025). Dengan adanya capaaian ini, sesuai dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya pembenahan di tubuh perusahaan daerah, termasuk PDAM. Perusahaan milik daerah harus mampu bangkit dari kerugian miliaran rupiah dan terus berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik. Arahan ini sejalan dengan keberhasilan PDAM Makassar yang dalam waktu singkat mampu berbalik dari rugi menjadi untung, berkat langkah efisiensi dan perbaikan manajemen. Oleh sebab itu, Hamzah melanjutkan. Salah satu faktor kunci keberhasilan adalah penurunan angka Non-Revenue Water (NRW) dari 52% menjadi 45%. Perbaikan ini dicapai melalui percepatan penanganan kebocoran, dengan lebih dari 2.000 titik pipa berhasil diperbaiki, termasuk pipa induk berdiameter 630 mm di Jalan Beringin, Kabupaten Gowa. Dampaknya, 3.114 sambungan rumah yang sebelumnya tidak teraliri air kini kembali mendapatkan pasokan. Selain itu, hampir 500 pengaduan pelanggan diselesaikan, dan lebih dari 600 sambungan gratis program MULIA (Masyarakat Umum Layak Air) terealisasi di berbagai wilayah layanan. Hamzah juga memaparkan strategi distribusi air bersih ke wilayah utara dan timur Makassar, termasuk koneksi pipa Pa’baeng-baeng berdiameter 700 mm ke 350 mm yang sudah rampung. “Proyek ini diharapkan meningkatkan cakupan pelayanan, bahkan di musim kemarau,” harapnya. Beban biaya pegawai yang semula 36% dari pendapatan kini turun menjadi 27%. Pendapatan operasional dari rekening air pada Juli mencapai Rp30,4 miliar tertinggi sepanjang 2025, didukung pencatatan meter air yang lebih akurat dan penegakan disiplin petugas baca meter. “Kami berkomitmen menjaga tren positif ini untuk memastikan pemerataan akses air bersih di seluruh Makassar,” tegas Hamzah. Dengan tren positif yang terus berlanjut, PDAM Makassar optimistis mempertahankan jalur untung sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di sektor air minum. Hamzah Ahmad menambahkan, capaian finansial ini berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan. “Fokus kami bukan hanya laba, tapi pemerataan distribusi air bersih bagi seluruh warga Makassar,” tutup Hamzah. Sedangkan, Plt Direktur Keuangan Nanang Supriyatno yang fokus pada pembenahan menyeluruh. Disebutlan, PDAM Kota Makassar mencatat capaian luar biasa. Dari sisi keuangan, Nanang Supriyatno menjelaskan keberhasilan ini tak lepas dari efisiensi anggaran yang dijalankan secara ketat. Salah satu langkah strategis adalah memangkas anggaran kegiatan lain-lain dari Rp2,5 miliar menjadi hanya Rp1 miliar. “Kami juga melakukan penataan ulang tenaga kerja agar lebih proporsional dengan jumlah pelanggan,” ujar Nanang. Jumlah karyawan yang semula 1.431 orang kini menjadi 1.295 orang. Dengan sambungan aktif mencapai 183.936 pelanggan, rasio karyawan terhadap sambungan turun dari 1:7,78 menjadi 1:6,68. Meski belum mencapai rasio ideal 1:200 sesuai regulasi Kemendagri, tren perbaikannya dinilai sangat positif. Efisiensi ini berdampak signifikan pada penurunan beban biaya pegawai. Jika awal tahun porsinya mencapai 36% dari total pendapatan, pada Juli 2025 angkanya sudah turun menjadi 27%. Struktur keuangan pun menjadi lebih sehat. Pendapatan operasional dari rekening air juga melesat. Juli lalu, PDAM mencatat pemasukan Rp30,4 miliar—tertinggi sepanjang 2025. Lonjakan ini bukan semata akibat kenaikan tarif, tetapi juga hasil dari pencatatan meter air yang lebih akurat dan disiplin kerja petugas. “Kami menerapkan sistem penalti bagi petugas baca meter yang lalai. Ada yang dipotong gajinya hingga Rp5 juta, diturunkan statusnya dari pegawai tetap menjadi tenaga kontrak, bahkan dirumahkan enam bulan,” terang Nanang.

Daerah, Pangkep, Pendidikan

HMI Cabang Pangkep Hadirkan Dr. Fahri Bachmid, Bedah Legalisasi dalam Hukum Tata Negara di LK II Tingkat Nasional

ruminews.id, Pangkep — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan kapasitas intelektual kadernya melalui gelaran Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional. Forum prestisius ini menjadi ajang konsolidasi ide dan gagasan strategis kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu sesi yang mencuri perhatian digelar pada Jumat (8/8/2025) pukul 15.00 WITA di Aula DPRD Kabupaten Pangkep, mengangkat tema “Legalisasi dalam Hukum Tata Negara; Antara Norma, Kekuasaan, dan Legitimasi”. Hadir sebagai narasumber utama Dr. Fahri Bachmid, S.H., M.H., Pakar Hukum Tata Negara nasional yang dikenal kritis, lugas, dan memiliki analisis tajam terhadap dinamika ketatanegaraan Indonesia. Dalam pemaparannya, ia menyoroti hubungan kompleks antara norma hukum, praktik kekuasaan, dan problem legitimasi dalam kerangka negara hukum modern. “Sebuah norma hukum tidak selalu identik dengan keabsahan kekuasaan, apalagi legitimasi politik. Di sinilah pentingnya pemahaman mendalam tentang legalisasi, agar hukum tidak hanya menjadi alat kekuasaan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen keadilan,” tegas Dr. Fahri Bachmid di hadapan peserta. Ketua HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan Dr. Fahri Bachmid hadir dan membagikan pengetahuan berharga di forum LK II. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian materi strategis LK II HMI Cabang Pangkep yang digelar secara nasional. Lebih dari sekadar forum diskusi, momen ini diharapkan melahirkan perspektif hukum yang kritis, progresif, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Gerakkan RT/RW Genjot Urban Farming dan Maggot

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan pentingnya peran RT/RW dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Launching Gerakan 1 Kelurahan: 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah di Jl. Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, Jumat (8/8/2025). Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi inisiatif pihak Kecamatan Panakkukang bersama jajaran atas langkah progresif yang dinilai akan membawa dampak besar bagi pengelolaan sampah dan ketahanan pangan skala rumah tangga di Kota Makassar. “Urban farming, maggot dan bank sampah, ini bukan berdiri sendiri. Ini adalah output dari sistem pengelolaan sampah yang sudah kita dorong atasi persoalan sampah di kota ini,” ujar Munafri. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari sistem siklus pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhir sampah. “Khususnya sampah organik untuk kegiatan produktif seperti pertanian pekarangan dan budidaya maggot,” jelasnya. Munafri menegaskan bahwa seluruh RT di Makassar wajib memiliki urban farming, biopori, komposter, eco-enzyme, serta pengolahan maggot sebagai bentuk konkret pengelolaan sampah skala mikro. “Kita ingin agar sampah tidak lagi menjadi musuh, tapi bisa menjadi sumber penghasilan. Rumah tangga harus kita dorong menuju zero waste,” tegasnya. Ia menambahkan, kehadiran bank sampah di setiap kelurahan menjadi elemen vital untuk menangani sampah non-organik. Sementara itu, sampah organik diarahkan untuk dikembangkan melalui teknologi sederhana seperti maggot dan kompos, yang hasil akhirnya bisa dimanfaatkan dalam pertanian lahan sempit. Dalam kesempatan itu, Appi mengingatkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makassar yang sudah hampir melebihi kapasitas. “Bayangkan, luas TPA kita 19,1 hektare, tinggi gunungan sampah sudah 16–17 meter. Jika tidak ada perubahan dari rumah tangga, dalam satu atau dua tahun ke depan, TPA kita bisa kolaps,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan dari hulu: rumah tangga, sekolah, hingga kantor pemerintahan, harus menjadi pelaku perubahan. Wali Kota Makassar juga menginstruksikan agar seluruh kantor pemerintah menjadi teladan pengelolaan sampah. Ia bahkan meminta Dinas Pendidikan untuk mewajibkan siswa membawa sampah dari rumah, lalu belajar memilahnya di sekolah. “Anak-anak kita harus dididik sejak dini soal pemilahan sampah. Ini bukan sekadar soal bersih-bersih, tapi budaya hidup sehat dan berkelanjutan,” kata Munafri. Selain aspek sampah dan pertanian kota, Munafri juga menyoroti pentingnya biopori untuk penyerapan air, terutama di kawasan padat beton. “Sekarang kita sisir satu per satu,” tandasnya. Munafri menutup sambutannya dengan harapan agar kolaborasi lintas elemen masyarakat pemerintah, RT/RW, sekolah, dan warga dapat memperkuat sistem ketahanan lingkungan kota. “Jika ini berjalan, kita bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga memberikan peluang ekonomi bagi keluarga. Kota kita bersih, sehat, dan mandiri,” tandasnya. Sedangkan, Camat Panakkukang, M. Ari Fadli, mengungkapkan bahwa peluncuran program 1 Kelurahan: 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah di wilayahnya merupakan hasil kolaborasi dan inisiasi para lurah serta Sekretaris Camat (Sekcam), sebagai bentuk nyata dari dukungan terhadap visi besar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. “Inisiasi sebenarnya bukan dari saya pribadi, tetapi berasal dari para lurah dan Sekcam yang ingin menangkap impian besar Bapak Wali Kota: menciptakan kemandirian pangan melalui urban farming dan menekan volume sampah kota secara signifikan,” ujar Ari Fadli. Ari Fadli menekankan bahwa Kecamatan Panakkukang berambisi menjadi wilayah pertama di Makassar yang benar-benar mengintegrasikan konsep urban farming, pengolahan maggot, dan bank sampah sebagai satu kesatuan sistem pengelolaan lingkungan. “”Ketika bicara soal urban farming, maggot, dan bank sampah, kami berharap nama Kecamatan Panakkukang menjadi yang pertama disebut sebagai pelopor implementasi ide-ide besar Bapak Wali Kota di lapangan,” tegasnya. Ia melaporkan bahwa dari 11 kelurahan yang ada di Panakkukang, seluruhnya telah mulai bergerak. Bahkan, beberapa di antaranya telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam budidaya maggot, urban farming, hingga pengelolaan bank sampah. Dalam kesempatan itu, Ari Fadli juga menekankan peran serta para tokoh masyarakat dan penggiat lingkungan, sebagai pionir pengembangan maggot di Kecamatan tersebut. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga terlihat dengan hadirnya seluruh kepala puskesmas se-Kecamatan Panakkukang dalam kegiatan ini, menandai sinergi antara sektor kesehatan dan pengelolaan lingkungan. Ari Fadli menutup sambutannya dengan menekankan bahwa gerakan ini bukan hanya tentang mengelola sampah atau menanam di pekarangan. “Tetapi lebih jauh lagi, tentang membentuk budaya hidup bersih, sehat, dan mandiri mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas,” tutupnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Sambut Rakernas NasDem, Gala Dinner Bareng NasDem se-Indonesia di Anjungan Losari

ruminews.id, MAKASSAR – Udara sejuk di atas Anjungan Pantai Losari mengiringi momen hangat penuh keakraban. Pemerintah Kota Makassar menjamu secara khusus jajaran pengurus Partai NasDem dari seluruh Indonesia dalam agenda Gala Dinner. Pada Kamis malam (7/8/2025), sebagai penyambutan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem yang digelar di Kota Makassar. Acara yang berlangsung di kawasan ikonik Anjungan City of Makassar itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, jajaran pengurus DPP, serta seluruh Ketua dan pengurus DPW NasDem dari berbagai provinsi. Turut hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rahmatika Dewi, serta tokoh-tokoh penting lainnya dari lintas wilayah. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Zulkifly Nanda, Ketua Tim Ahli Pemkot Hudli Huduri, serta seluruh jajaran kepala SKPD turut hadir menyambut para tamu agung. Suasana malam semakin semarak dengan alunan musik khas Makassar yang memperkuat nuansa hangat dan akrab dalam jamuan makan malam tersebut. Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan Partai NasDem memilih Kota Makassar sebagai tuan rumah Rakernas. Ia menyebut, kehadiran ribuan kader NasDem di Makassar bukan hanya menjadi kehormatan besar, tetapi juga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kota. “Kami sangat bangga dan merasa terhormat menyambut Bapak Surya Paloh dan seluruh jajaran pengurus Partai NasDem dari seluruh Indonesia,” ujar Appi. Menurutnya, kehadiran peserta kader NasDem dari berbagai Provinsi sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta, tentu membawa dampak ekonomi luar biasa. Hotel-hotel penuh, rumah makan kembali ramai, dan pelaku UMKM kami mendapatkan manfaat langsung. Ia juga menekankan bahwa Pemkot Makassar siap memberikan pelayanan maksimal untuk mendukung suksesnya agenda nasional Partai NasDem di kota ini. Munafri turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran fraksi NasDem di DPRD Kota Makassar yang selama ini menunjukkan dukungan dan sinergi yang baik dengan pemerintah kota. “Kehadiran fraksi NasDem di DPRD menjadi bagian penting dari kerja kolaboratif dalam pembangunan kota. Kami bersatu melayani masyarakat, meski berasal dari partai berbeda,” katanya “Saya, Ibu Wakil Wali Kota, dan Ketua DPRD berasal dari partai yang berbeda, tetapi kami satu dalam komitmen untuk pelayanan terbaik,” tambah politisi Golkar itu. Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh peserta Rakernas NasDem untuk menikmati keindahan, keramahan, dan kekayaan khas Kota Makassar. “Selamat datang di Kota Para Pemberani. Selamat datang di Kota Anging Mammiri. Mari nikmati segala cerita dan kekhasan Makassar,” ucapnya. “Mari sukseskan agenda nasional Partai NasDem, dan semoga Makassar terus menjadi tuan rumah bagi event-event berskala besar seperti ini,” lanjut Appi, menutup sambutan sebagai tuan rumah. Rakernas Partai NasDem di Kota Makassar ini menjadi momentum strategis, tidak hanya untuk penguatan internal partai, tetapi juga menunjukkan Makassar sebagai kota yang siap menyambut event nasional dengan semangat kolaboratif dan pelayanan prima. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dipilihnya Kota Makassar sebagai tuan rumah Rakernas perdana Partai NasDem. “Terima kasih kepada Partai NasDem yang telah memilih Makassar sebagai tempat Rakernas I. Ini adalah bentuk kepercayaan yang sangat kami hargai,” ujar Aliyah. Menurut Aliyah, kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Makassar. Momentum ini, lanjutnya, menjadi bukti bahwa Makassar semakin dipercaya sebagai kota penyelenggara agenda-agenda besar berskala nasional. Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh tamu untuk menikmati berbagai daya tarik yang dimiliki Kota Makassar, termasuk suasana malam di kawasan Pantai Losari yang menjadi ikon kota. “Selamat menikmati keindahan Kota Makassar. Jangan lupa juga mencicipi kuliner khas kami yang selalu menggugah selera,” tambah Aliyah. Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta Rakernas selama berada di Makassar.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Hanura Sulsel Siap Support Program Pemkot

ruminews.id, MAKASSAR — Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Selatan dipastikan akan digelar pada 13 Agustus 2025 mendatang. Agenda utama dalam Musda ini adalah pemilihan Ketua DPD Hanura Sulsel periode 2025–2030. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar. Plt Ketua DPD Hanura Sulsel, Brigjen Pol (Purn) Adeni Muhan, bersama jajaran panitia pelaksana menyambangi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota, guna menyampaikan langsung undangan menghadiri Musda sekaligus menjalin silaturahmi. “Kami datang untuk bersilaturahmi dan sekaligus mengundang secara resmi Bapak Wali Kota agar berkenan hadir di acara Musda Hanura Sulsel. Insya Allah dilaksanakan tanggal 13 Agustus nanti,” ujar Adeni, di Kantor Balai Kota, Kamis (7/8/2025). Didampingi oleh Sekretaris Panitia Musda, Mide, serta sejumlah pengurus Adeni menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda sempat mengalami perubahan jadwal dari sebelumnya direncanakan tanggal 31 Juli. Perubahan tanggal ini menyesuaikan agenda pusat. Karena Ketua Umum berkeinginan untuk hadir langsung, maka pelaksanaannya digeser ke tanggal 13. “Kami di daerah menyesuaikan dan tetap menyiapkan segala sesuatunya secara maksimal,” tambahnya. Mantan Komandan Brimob itu menyebutkan, Musda ini juga akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), bersama beberapa staf dan pengurus pusat lainnya. Kehadiran Ketum Hanura di Makassar nanti merupakan kehormatan besar bagi kami di Sulawesi Selatan. “Dari sekian provinsi, beliau memilih hadir langsung di sini. Ini menjadi penyemangat tersendiri bagi kader Hanura di Sulsel,” jelasnya. Terkait dengan kandidat Ketua DPD Hanura Sulsel yang akan maju, Adeni mengungkapkan bahwa sebanyak 36 nama telah diajukan ke DPP. Masing-masing mewakili tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, baik internal maupun eksternal partai. “Namun, penentuan final tetap berada di tangan pengurus pusat,” tukasnya. Musda Partai Hanura Sulsel ini diperkirakan akan menjadi ajang konsolidasi politik yang penting, tidak hanya bagi internal partai, tetapi juga bagi peta politik lokal jelang Pemilu 2029. Pada kesempatan ini, pihak pengurus Hanura Sulsel, siap mensupport dalam bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota yang dipimpin Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham. Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik undangan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk hadir, jika tidak ada agenda kedinasan yang berbenturan. Politisi Golkar itu juga mengenang hubungan baik dengan Partai Hanura saat Pilwalkot Makassar beberapa waktu lalu. “Waktu Pilwali kemarin, saya sangat ingat Hanura memberikan support. Ini tentu menjadi bentuk hubungan yang baik dan semoga terus terjaga ke depan,” ujar Munafri yang akrab disapa Appi. Ia juga mengapresiasi semangat Hanura Sulsel yang ingin bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun demokrasi yang sehat dan solid di daerah.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Sidak Monumen Emmy Saelan, Munafri Instruksikan Perbaikan Situs Sejarah

ruminews.id, MAKASSAR — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun 2025, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi bersejarah di Kota Makassar. Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah Monumen Maha Putra Emmy Saelan, yang terletak di Jl. Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini. Monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan tokoh pahlawan wanita asal Sulawesi Selatan, Emmy Saelan, dalam mengusir penjajah Belanda, kini tampak jauh dari kesan monumen bersejarah. Banyak bagian bangunan (tugu) monumen mengalami kerusakan, mulai dari keramik pecah, cat memudar, hingga pagar yang rendah dan tak layak. Bahkan, area sekitar monumen ditumbuhi tanaman liar. Wali Kota yang akrab disapa Appi ini mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi monumen yang menurutnya sangat tidak terawat. Ia menyoroti lemahnya perhatian dari pihak kelurahan, kecamatan, dan Dinas teknis terkait. “Saya ingin tahu, apakah ini aset milik Pemerintah Kota atau tidak. Kalau memang masuk dalam aset Pemkot, saya minta segera dialokasikan anggaran untuk perbaikan,” tanya Appi, saat menijau Monumen tersebut. Hadir juga Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Kebudayaan, perwakilan bagian BPKAD serta pihak Kecamatan Rappocini. Pada kesempatan ini, Munafri menegaskan agar perbaikan monumen dilakukan sebagai bagian dari merawat situs bersejarah di Kota Makassar. “Dinas mana berkaitan dengan tempat bersejarah. Tolong harus rawat dan perbaiki, harus ada juga pos penjagaan, pagarnya diperbaiki dan ditinggikan. Ini simbol sejarah, jangan dibiarkan seperti ini,” tegas Munafri di lokasi. Appi juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat tempat-tempat bersejarah, terlebih menjelang momen kemerdekaan nasional. Ia menilai bahwa penghormatan terhadap pahlawan tidak cukup hanya dengan seremonial, tetapi juga melalui perawatan fisik simbol-simbol perjuangan. Ini bukan sekadar bangunan. Monumen ini adalah pengingat bagi kita semua tentang keberanian dan pengorbanan perempuan Sulsel dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa. “Harus dijaga baik-baik, perawatan monumen. Jangan sampai kita lupa sejarah hanya karena lalai merawatnya,” tambahnya. Ia juga meminta agar SKPD terkait, khususnya dinas yang menangani aset dan kebudayaan, segera menindaklanjuti dan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap kondisi monumen. Jika Monumen Emmy Saelan belum tercatat sebagai aset Pemkot, maka perlu ada proses pencatatan dan perencanaan yang sistematis agar tidak terbengkalai. Selain itu, Appi mendorong agar tempat-tempat bersejarah di Makassar bisa menjadi bagian dari edukasi publik dan pariwisata sejarah, dengan penataan yang layak serta fasilitas pendukung yang memadai. “Kita ingin tempat-tempat seperti ini bisa dikunjungi pelajar, masyarakat umum, bahkan wisatawan. Tapi bagaimana mau kita ajak orang datang kalau kondisinya seperti ini? Mulai tahun ini harus ada perbaikan,” pungkasnya. Monumen Maha Putra Emmy Saelan dibangun untuk menghormati jasa Emmy Saelan, seorang pejuang wanita asal Sulsel yang gugur di medan perang dalam usia muda. Namun saat ini, kemegahan sejarah yang seharusnya terpancar dari monumen tersebut justru tertutup oleh kondisi fisik yang kumuh. Tidak ada papan informasi yang layak, kawasan sekitar tidak tertata, dan fungsi monumen sebagai sarana edukasi sejarah nyaris hilang. Inspeksi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin ingin menjadikan sejarah dan warisan perjuangan sebagai bagian dari identitas kota yang harus dijaga. Ia berharap sinergi antara sektoral Pemerintah Kota, Kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat, bisa membangkitkan kembali nilai-nilai sejarah melalui perawatan dan pemanfaatan ruang-ruang bersejarah.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Makassar–Pemerintah Kawasaki Kolaborasi Tekan Kebocoran Air

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Kawasaki, Jepang, terus memperkuat kolaborasi teknis dalam upaya penanganan kebocoran air melalui program Non-Revenue Water (NRW), yang menjadi bagian dari proyek kerja sama teknis di bawah Japan International Cooperation Agency (JICA). Pertemuan berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran terkait, seperti Kepala Bappeda Makassar, Muhammad Dahyal, Kabag Kerja Sama Andi Zulfitra Dianta, dan Asisten Pemerintahan Firman Hamid Paggara. Sementara delegasi Pemerintah Kota Kawasaki dipimpin oleh Shiratori Shigeyuki, Chief Executive Officer Public Enterprise Kawasaki Waterworks and Sewerage. Pertemuan ini membahas capaian serta tindak lanjut dari kerja sama teknis yang telah berjalan sejak 2022, yang berfokus pada peningkatan kapasitas Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar dalam mengatasi kebocoran air bawah tanah dan menekan angka kehilangan air (NRW). Perwakilan Kawasaki Jepang, Shiratori Shigeyuki mengatalan, pihaknya hadir untuk menyampaikan salam hormat dan melaporkan capaian dari proyek kerja sama teknis antara Kawasaki dan Perumda Air Minum Makassar yang diberi nama “MAKAPLOS” (Makassar–Kawasaki Project Losses). “Alhamdulillah, proyek ini berjalan baik berkat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar,” ujar Shiratori Shigeyuki. Dia menjelaskan, proyek ini mencakup pelatihan deteksi dan perbaikan kebocoran bawah tanah, pengadaan alat survei, serta pengembangan sistem perencanaan pengendalian kebocoran. Hingga saat ini, enam jenis peralatan telah diberikan kepada Perumda Air Minum Makassar dan telah digunakan dalam pilot area untuk mendeteksi serta menangani kebocoran secara langsung. Shiratori menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengundang staf-staf PDAM Makassar, untuk mengikuti pelatihan langsung di Kawasaki, guna melihat bagaimana sistem dan teknologi pendeteksian kebocoran diterapkan secara komprehensif di Jepang. “Melalui proyek ini, kami tidak hanya membangun kapasitas teknis, tetapi juga menjalin hubungan yang erat antara masyarakat dan pemerintah kedua kota,” tuturnya. “Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, bahkan setelah proyek berakhir Oktober tahun ini,” harapnya, menambahkan. Selain Makassar, hasil dan metode dari proyek ini direncanakan akan menjadi referensi pembelajaran bagi daerah sekitar seperti Gowa, Takalar, dan Maros. MaKaPro menggelar pelatihan pertama dengan melibatkan peserta dari Perumda Air Minum se-Maminasata (Makassar, Maros, Takalar, Gowa). Bahkan, dokumentasi pelatihan telah dikemas dalam bentuk video pembelajaran yang dapat dijadikan rujukan jangka panjang. Proyek NRW ini tidak hanya menguatkan aspek teknis, tetapi juga menjadi contoh model kerja sama internasional yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik. “Harapan kami, dengan berakhirnya fase proyek di Oktober 2025, kerja sama Makassar–Kawasaki dapat terus berlanjut dalam format yang lebih luas dan strategis,” harapnya. Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kesinambungan kerja sama antara Kota Makassar dan Kota Kawasaki, Jepang, khususnya dalam penguatan sistem air bersih dan penanganan kebocoran air. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi dari delegasi Pemerintah Kota Kawasaki, yang dipimpin oleh Chief Executive Officer Public Enterprise Kawasaki Waterworks and Sewerage, Shiratori Shigeyuki, di Kantor Balai Kota Makassar. Munafri menyambut baik keberlanjutan kerja sama ini dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kawasaki atas kontribusi nyata dalam mendukung penguatan pelayanan air bersih di Makassar. “Kami mendukung penuh proyek ini. Kehilangan air adalah persoalan besar bagi PDAM dan masyarakat. Maka program yang berbasis teknologi dan penguatan SDM seperti ini sangat dibutuhkan. Kami juga terbuka untuk kolaborasi lanjutan di masa mendatang,” kata Appi. Ia juga menyatakan pentingnya sinkronisasi antara program teknis dan penganggaran. Ia mengapresiasi langkah tim Jepang yang turut menyusun kolom anggaran dalam rencana pengendalian kebocoran, sehingga implementasinya lebih terukur dan bisa dilaksanakan dengan baik. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Tapi saya berharap, kerja sama antara Makassar dan Kawasaki tidak hanya berhenti pada proyek yang sudah berjalan,” tuturnya. “Ke depan, kita harus melihat peluang kerja sama lainnya yang memberikan manfaat lebih luas bagi kedua kota,” tambah Munafri. Ia juga meminta agar hasil dari proyek yang dikenal dengan nama MAKAPLOS (Makassar–Kawasaki Project Losses) dapat disampaikan secara ringkas dan jelas, terutama terkait capaian, tantangan, dan peluang lanjutan dari program ini. “Kalau bisa, kami ingin tahu secara singkat dan konkret apa saja yang sudah menjadi bagian dari kerja sama ini. Karena di Makassar masih banyak hal yang bisa dikembangkan. Bisa saja, beberapa poin dari kerja sama ini dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih spesifik,” lanjutnya. Wali Kota juga membuka peluang untuk memperluas ruang kerja sama dengan Pemerintah Kota Kawasaki, tidak hanya terbatas pada air bersih, tetapi juga bidang lain seperti lingkungan, transportasi, hingga teknologi kota pintar (smart city). ‘Kami menyambut baik jika ada rencana lanjutan atau tindak lanjut teknis. Saya pastikan jajaran kami siap untuk mendampingi dan memperkuat komunikasi agar kerja sama ini tidak putus sampai di sini,” tutup Munafri.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Siap Tuntaskan Izin PBG PTUN Makassar

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyatakan komitmennya untuk membantu dan memfasilitasi segala kebutuhan administrasi yang berkaitan dengan renovasi gedung dan status lahan milik Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima audiensi dari jajaran PTUN Makassar di Kantor Balai Kota, Rabu (6/8/2025). Audiensi ini dipimpin oleh Ketua PTUN Makassar, Fajar Wahyu Jatmiko, SH., yang secara langsung memaparkan beberapa hal penting yang membutuhkan dukungan dari Pemkot. Aantara lain proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk renovasi kantor PTUN di Jalan Pendidikan Raya, serta penanganan lahan kosong yang berada tepat di depan kantor tersebut. “Kami datang untuk berkoordinasi dan mencari solusi bersama Pemkot. Terkait dengan PBG, saat ini prosesnya masih dalam tahap administratif,” ujarnya. “Kami berharap bisa mendapatkan arahan dan bantuan dari Pak Wali Kota agar prosesnya bisa segera ditindaklanjuti,” tambah Fajar Wahyu Jatmiko. Ia juga menyinggung persoalan lahan kosong di depan kantor PTUN yang hingga saat ini masih bermasalah karena adanya klaim dari pihak lain. Permasalahan ini, menurutnya, sudah pernah dikomunikasikan sejak kepemimpinan wali kota sebelumnya, namun belum mendapatkan titik terang. “Semoga ada solusi terbaik dari Pemerintah Kota Makassar. Selain itu, audiensi ini juga menjadi ajang silaturahmi kami dengan Pak Wali Kota yang baru,” harap dia. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan mendukung penuh proses administrasi yang dibutuhkan PTUN Makassar. “Kami dari Pemkot akan bantu secepatnya, terutama soal perizinan. Selama prosesnya sesuai aturan, kami akan percepat agar bisa berjalan lancar. Kami juga akan coba carikan jalan keluar terkait status lahan yang masih bermasalah,” tegas Munafri. Lebih lanjut, Munafri menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi lintas sektor dan perangkat daerah terkait agar seluruh tahapan teknis dapat segera diselesaikan. “Kami juga berharap, agar sinergi antara Pemkot Makassar dan PTUN terus terjaga, mengingat pentingnya peran PTUN sebagai lembaga hukum tata usaha negara di daerah,” harapnya.

Bone, Daerah, Olahraga

Dalam rangka menyambut HUT RI,DPK KNPI Gelar Turnament Badminton Se-Camara

DPK KNPI Gelar Turnament Badminton Se-Camara (CAMBA,MALLAWA,CENRANA) Di Aula kecamatan Camba (6/08/205) firdaus sebagai ketua panitia,mengungkapkan bahwa kegiatan ini ikuti oleh peserta dari camba,cenrana & mallawa “kegiatan ini di bagi menjadi dua kategori dari ganda putra,di antaranya kategori A & B,Di kategori A terisi sebanyak 12 pasang sedangkan di B sebanyak 20 pasang,terlepas dari itu kami jga membuka untuk ganda putri,antusias peserta untuk mengikuti kegiatan ini patut di apresiasi ”ungkapnya lebih lanjut,ryaas mahendrat ketua umum DPK KNPI kecamatan camba,mengatakan ini adalah ruang untuk mempererat silaturahim. “harapanya dengan terlaksananya kegiatan ini semoga mampu menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat antar pemain,mengasa kemampuan serta menjadi ajang harmonisasi hubungan,terimakasih kami ucapkan untuk seluruh peserta serta elemen masyrkt yang tidak henti-hentinya mensupport sehingga kegiatan ini berlangsung kembali yang sempat di laksanakan pada tahun 2019 silam”..tutupnya

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar–Unhas Perkuat Kolaborasi Pembangunan di Pulau

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali mempertegas komitmennya dalam membangun kota secara inklusif dan berbasis riset, termasuk Pembangunan di Pulau. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), yang dilaksanakan di Kampus Unhas, Tamalanrea. Penandatanganan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa. Keduanya sepakat memperkuat kerja sama lintas sektor, mulai dari pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), penataan wilayah kepulauan, penanganan banjir, hingga pembangunan infrastruktur strategis di Kota Makassar. “MoU ini bukan hanya seremoni, tapi bentuk komitmen untuk menjawab persoalan nyata di lapangan, baik di darat dan terutama di Keplualauan,” jelas Munafri. “Kami membutuhkan banyak masukan, riset, dan kolaborasi akademik dari Unhas untuk membangun kota ini secara terarah,” tambah Appi. Sebagai tindak lanjut dari kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Makassar dan Universitas Hasanuddin, kedua pihak merencanakan kunjungan langsung ke wilayah kepulauan di Kota Makassar. Langkah ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan serta merumuskan solusi konkret dan berbasis riset dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah pulau. “Kami Pemerintah Kota menaruh harapan besar agar bersama Unhas membangun wilayah Pulau. Perlu menjadi fokus bersama dalam hal pembangunan, banyak yang kami bernahi di Pulau. Jadi, bisa kita kunjungi kembali pulau,” imbuh Appi. Munafri menekankan pentingnya pembangunan yang menyentuh masyarakat pesisir dan kepulauan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah kota ingin membangun kembali pola komunikasi yang kuat dengan Unhas, khususnya untuk merumuskan solusi konkret atas tantangan di wilayah pulau-pulau. “Kita perlu lihat lagi seperti apa kondisi pulau-pulau kita saat ini. Di situlah kita ingin hadir. Warga pulau juga punya hak atas pembangunan yang adil,” ungkapnya. Selain itu, penanganan banjir menjadi salah satu isu utama yang tengah berjalan. Munafri menggarisbawahi bahwa kerja sama teknis dan akademis dengan Unhas sangat dibutuhkan dalam menyusun strategi jangka panjang. Termasuk dalam hal pengelolaan drainase, tata ruang, dan pembangunan kawasan rendah resiko bencana. Kerja sama juga meliputi pengembangan kawasan baru seperti di wilayah Muntia, yang selama ini dikenal sebagai kawasan nelayan dengan keterbatasan ekonomi. Pemkot Makassar merencanakan pembangunan kawasan terpadu yang meliputi stadion baru, penguatan sektor ekonomi masyarakat, dan penyediaan fasilitas penunjang. “Kami ingin menjadikan Untia sebagai kawasan yang punya nilai tambah. Tak hanya membangun stadion, tapi juga menciptakan ekosistem pendukung di sekitarnya,” jelas Munafri. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyinggung soal tantangan besar yang dihadapi Kota Makassar, yakni pengelolaan sampah yang kian kompleks. Menurutnya, Makassar saat ini menghadapi situasi darurat kampung, dengan volume sampah harian mencapai 1.000 hingga 1.300 ton, mayoritas merupakan sampah organik. “Masalah kita bukan hanya menumpuk, tapi juga mendalam. Kami butuh pendekatan yang berbasis sains dan teknologi, dan di sinilah peran Unhas sangat kami harapkan,” tegasnya. Appi juga menyampaikan bahwa hampir semua kajian dan dokumen penting yang dibawa ke Forum Perangkat Daerah (FPD) dilakukan dengan pendampingan dari akademisi Unhas. “Keterlibatan perguruan tinggi menjadi kunci dalam memastikan kebijakan berjalan berbasis data dan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, dalam sambutannya turut menyambut baik perpanjangan kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa Unhas selalu siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Makassar dalam merumuskan kebijakan berbasis riset dan keberlanjutan. Kerja sama ini diharapkan tak hanya berdampak pada pencapaian target pembangunan jangka menengah daerah, tetapi juga mempercepat terwujudnya visi Makassar sebagai kota maju, hijau, dan inklusif, dengan dukungan penuh dari kekuatan akademik. Jamaluddin Jompa, menegaskan pentingnya mengakselerasi kolaborasi antara Unhas dan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan. Menurutnya, kolaborasi antara institusi akademik dan pemerintah harus benar-benar dioptimalkan, tidak hanya sebatas kedekatan fisik atau pertemuan seremonial. “Kita Unhas ini secara geografis dekat dengan Pemkot, tapi jangan hanya dekat secara lokasi. Kita harus dekat dalam aksi, kerja nyata, dan solusi bersama,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unhas secara khusus menyoroti kondisi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi berbagai kesenjangan, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur ekonomi. “Masyarakat di pulau-pulau sering kali hanya jadi objek simpati. Padahal mereka butuh solusi konkret yang menyentuh langsung kehidupan mereka,” ujarnya. Guru besar Ilmu Kelautan itu menyebutkan, bahwa saat ini Unhas bersama mitra dari Jepang tengah mendorong hadirnya teknologi terapan seperti cold storage berbasis tenaga surya yang memungkinkan hasil tangkapan nelayan langsung tersimpan dalam rantai dingin untuk menjaga kualitas produk laut. Inovasi ini disebut bisa mendongkrak nilai jual ikan lokal, termasuk untuk kebutuhan restoran sushi dan pasar ekspor. Rektor juga menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat sekitar kampus harus menjadi prioritas awal. Ia mencontohkan berbagai masalah sosial di kawasan belakang kampus, seperti akses jalan, kesehatan, dan ketenagakerjaan yang masih belum terselesaikan. “Kampus ini harus menjadi laboratorium hidup. Jika ada masalah di sekitar kita, maka di situlah inovasi dan kontribusi Unhas harus hadir pertama kali,” katanya. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap proyek infrastruktur seperti jalan di sekitar kampus yang belum rampung meskipun telah direncanakan sejak lama. Menurutnya, proyek ini harus dikawal agar dapat segera memberikan manfaat bagi warga. Prof. Jamaluddin menyampaikan bahwa Unhas siap menjadi mitra aktif dalam perumusan dan pelaksanaan berbagai program strategis Pemkot Makassar. Ia menilai kehadiran Wali Kota Munafri Arifuddin merupakan bentuk keterbukaan pemerintah terhadap sinergi kampus dan birokrasi. “Ini harus dimanfaatkan bersama demi kepentingan masyarakat luas, baik di kota maupun di pulau,” ujar Prof. Jamaluddin. Ia juga menekankan bahwa semua pihak harus bergerak bersama dalam semangat kolaborasi untuk membawa perubahan nyata. “Jangan tunggu sempurna dulu, yang penting bergerak. Kita kolaborasi, akselerasi, dan terus evaluasi,” imbuh dia. Dia juga menegaskan komitmen Unhas untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Makassar melalui kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota. “Sekali lagi saya tekamankan, Unhas berada di Makassar. Tentu tidak elok jika inovasi-inovasi dari kampus ini tidak diterapkan di kota tempat kami berdiri,”” tegas Prof. Jamaluddin. Menurutnya, hampir semua bidang keilmuan dan riset yang dikembangkan di Unhas berpotensi besar untuk diimplementasikan di Makassar mulai dari penanganan banjir, pengelolaan sampah. Lanjut dia, tata ruang, hingga penguatan kapasitas masyarakat dan pemberdayaan kawasan pesisir serta kepulauan. Makassar adalah kota yang sangat ideal untuk menjadi laboratorium penerapan hasil-hasil kajian. “Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Makassar punya kompleksitas, sekaligus peluang yang luar biasa untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri,

Scroll to Top