Daerah

Daerah, Makassar

Forum Pemerhati Keselamatan dan Kesehatan Kerja (FPK3) Laporkan Kasus Fatality di PT Comextra Majora ke Disnaker Sulsel

ruminews.id – Makassar, 20 Agustus 2025 – Forum Pemerhati Keselamatan dan Kesehatan Kerja (FPK3) resmi menyerahkan surat aduan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sulawesi Selatan, terkait peristiwa fatality yang menimpa salah seorang pekerja di perusahaan pengolahan biji kakao, PT Comextra Majora, Makassar. Sulhadrian selaku Ketua FPK3, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa pelaporan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas keselamatan kerja buruh yang kerap kali diabaikan oleh perusahaan. Menurutnya, kasus kecelakaan kerja yang berujung pada kehilangan nyawa harus ditangani secara serius dan transparan oleh pihak berwenang. “Insiden fatality ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Kami meminta Disnaker Sulsel turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, menindak pihak perusahaan apabila terbukti lalai, serta memastikan hak-hak pekerja dan keluarga korban terpenuhi,” tegas Sulhadrian Ketua FPK3. Dalam aduannya, FPK3 menekankan bahwa perusahaan memiliki kewajiban penuh menjamin standar keselamatan kerja sesuai regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan terkait Sistem Manajemen K3 (SMK3). Disnaker Provinsi Sulsel sendiri telah menerima surat resmi aduan tersebut dan berjanji segera menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan ke lapangan. FPK3 berharap, kasus ini menjadi momentum bagi semua perusahaan di Sulawesi Selatan untuk lebih serius dalam menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), agar insiden serupa tidak kembali terulang

Daerah, Makassar

BESOK!!! FPK3 Laporkan Kasus Fatality di Perusahaan Comextra Majora ke Disnaker Sulsel

ruminews.id – Makassar, Forum Pemerhati Keselamatan dan Kesehatan Kerja (FPK3) besok tepat tanggal 20 Agustus 2025 kami secara resmi menyampaikan aduan ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan terkait insiden kecelakaan kerja dengan kategori fatality yang terjadi di perusahaan Comextra Majora. Insiden tragis tersebut menelan korban jiwa pekerja dan diduga kuat terjadi akibat lemahnya penerapan sistem manajemen K3 di lingkungan perusahaan. FPK3 menilai bahwa perusahaan lalai menjalankan kewajiban dalam memberikan perlindungan keselamatan kerja yang semestinya menjadi hak dasar setiap pekerja. “Perusahaan wajib bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan pekerja. Kasus fatality ini adalah bukti nyata bahwa pengawasan internal sangat lemah. Kami menuntut Disnaker Sulsel segera melakukan investigasi menyeluruh serta memberikan sanksi tegas apabila terbukti adanya pelanggaran norma K3,” tegas Sulhadrian Selaku Ketua FPK3 Sulsel. FPK3 juga menekankan bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan satu perusahaan, tetapi peringatan bagi seluruh industri di Sulawesi Selatan untuk memperketat penerapan program K3. Tanpa komitmen serius dari perusahaan dan pengawasan pemerintah, tragedi serupa bisa terus berulang. “Keselamatan kerja bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Kami tidak ingin ada lagi nyawa pekerja yang melayang hanya karena kelalaian perusahaan dalam menerapkan K3,” tambahnya Sulhadrian Ketua FPK3 Sulsel. FPK3 akan terus mengawal kasus ini hingga adanya kepastian hukum dan langkah konkret dari pemerintah.

Daerah, Kesehatan, Makassar, Uncategorized

Balita Positif DBD di Bara-Baraya Timur, Sekum HMI Makassar Timur Kritik Lambannya Penanganan Kesehatan

‎ ruminews.id, ‎Makassar – Di tengah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, suara kritis terhadap kinerja pemerintah kembali mencuat. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur menyoroti keluhan warga Bara-Baraya Timur yang merasa diabaikan setelah laporan fogging sejak 3 Agustus 2025 tidak kunjung ditindaklanjuti. ‎ ‎Warga bernama Nafiatul Amalia S.S., M.Hum, yang juga ibu rumah tangga di Kelurahan Bara-Baraya, mengaku kecewa karena laporan sejak 3 Agustus 2025 tak kunjung ditindaklanjuti meski sudah melampirkan hasil laboratorium bahwa terdapat warga yang positif Demam Berdarah Dengue (DBD). ‎ ‎Sekretaris Umum HMI Makassar Timur, Rendi Pratama, menyebut kondisi ini sebagai cermin lemahnya pelayanan publik di tingkat dasar. ‎ ‎“Di momen kemerdekaan ini, kita seharusnya merdeka dari penyakit dan rasa takut akibat kelalaian pemerintah. Sayangnya, laporan warga yang menyangkut nyawa anak-anak masih dipandang sebelah mata. Kemerdekaan mestinya juga berarti adanya jaminan hak kesehatan dan pelayanan publik yang cepat dan tepat,” tegasnya, Minggu (17/8). ‎ ‎Ia menambahkan, apatisme birokrasi terlihat dari lambannya respon pihak kelurahan meski warga sudah menyampaikan keluhan disertai bukti hasil lab. ‎ ‎“Ironis, di satu sisi kita merayakan kemerdekaan, tetapi di sisi lain masyarakat masih terjajah oleh birokrasi yang lamban dan tidak peka. Bahkan komunikasi warga diabaikan begitu saja, ini sangat mengecewakan,” ujarnya. ‎ ‎Sekretaris Umum HMI Makassar Timur, Rendi Pratama, menilai kondisi ini sebagai bentuk abai pemerintah kelurahan terhadap keselamatan masyarakat. ‎ ‎“Ini masalah nyawa, bukan sekadar administrasi. Laporan sudah masuk sejak awal Agustus dan ada bukti hasil lab pasien yang terjangkit DBD, tetapi respon dari pihak kelurahan sangat lamban. Ini mencerminkan rendahnya sense of crisis dalam pelayanan publik,” tegasnya. ‎ ‎Ia juga menyoroti pernyataan warga yang menyebut pihak kelurahan tidak serius menanggapi laporan masyarakat, bahkan melalui komunikasi WhatsApp. ‎ ‎“Masyarakat sudah frustrasi karena keluhan mereka tidak digubris. Ironisnya, sering kita dengar soal keluhan keterlambatan gaji pegawai, tetapi komitmen pelayanan publik justru jauh dari kata maksimal. Ada ketimpangan antara hak yang dituntut dan kewajiban yang dijalankan,” sambungnya. ‎ ‎Lebih lanjut, Sekum HMI Makassar Timur menegaskan bahwa kasus pasien balita bernama Dhafin Nufail (2) yang dinyatakan positif DBD sejak 1 Agustus 2025 seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah kelurahan dan puskesmas untuk segera bertindak. ‎ ‎“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Fogging adalah langkah darurat yang bisa menekan penyebaran virus dengue. Keterlambatan seperti ini sama saja membiarkan potensi wabah semakin meluas,” jelasnya. ‎ ‎HMI Makassar Timur mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja aparat di tingkat kelurahan maupun puskesmas. ‎ ‎“Kalau pelayanan publik di tingkat dasar saja sudah abai, maka wibawa pemerintah di mata rakyat akan terus tergerus. HMI akan terus mengawal persoalan ini, termasuk menyiapkan langkah aksi jika tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat,” tutupnya.

Daerah, Maros

Polsek Camba Dinilai Tidak Becus Dalam Menjalankan Tugas Dan Tanggung Jawabnya : HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba Desak Evaluasi Kinerja Kapolsek Camba

ruminews.id, Camba – 17 Agustus 2025, Ketua umum HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba Ahmad Asyari mengecam kinerja pihak kepolisian sektor Polsek Camba yang dinilai tidak becus dalam menyelesaikan berbagai konflik yang ada di bawah wilayah naungannya. Salah satu warga yang melaporkan kehilangan alat pertanian yang berupa (traktor) hingga sampai hari ini belum menemukan titik terang yang yang dimana kasus pencurian tersebut terjadi di desa bajipamai, desa timpuseng, dan kelurahan mario. Kehilangan alat pertanian traktor tersebut terjadi di dua kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Camba, dan Kecamatan Cenrana. itu bertanda bahwa kecamatan Camba dan kecamatan Cenrana masih jauh dari kata aman. dua kecamatan tersebut berada dalam naungan pihak Kapolsek Sektor Camba. Yang dimana kritik ini muncul setelah berlarut-larutnya penanganan kasus yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Menurut keterangan beberapa saksi, aparat kepolisian terkesan lamban dan tidak responsif dalam menindak lanjuti laporan warga, bahkan diduga terjadi pembiaran terhadap tindakan kekerasan yang semestinya bisa dicegah. Sejak awal, hal tersebut tidak hanya terjadi satu kali namun hal tersebut berulang kali terjadi di Polsek Camba “Kami sudah melapor, tapi tidak ada tindakan tegas dari polisi. Ini menunjukkan lemahnya keberpihakan dan tanggung jawab aparat dalam menjaga keamanan masyarakat,” ungkap masyarakat yg tidak ingin disebutkan namanya Kabid Humas & Advokasi HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba (Jack See F.W.A) juga menyoroti hal serupa. Mereka menilai bahwa lemahnya koordinasi, kurangnya kehadiran aparat di lapangan, serta dugaan adanya kepentingan tertentu telah memperburuk situasi. “Polisi seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, bukan malah terkesan abai. Situasi ini harus segera dievaluasi oleh pimpinan institusi kepolisian,” tegas (Ahmad Asyari). Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian (Polsek Camba) belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Warga berharap agar Kapolres segera turun tangan dan memperbaiki kinerja anggotanya demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum.

Bulukumba, Daerah

Darubiah Untik Negeri: Kare’-Karenang Na Darubiah

ruminews.id, Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Pada tanggal 10 hingga 15 Agustus 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) angkatan 114 Universitas Hasanuddin yang ditempatkan di Desa Darubiah telah melaksanakan serangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menjadi sarana hiburan dan pemberdayaan masyarakat sebagai penutup masa pengabdian selama 39 hari di Desa Darubiah. Rangkaian acara dibuka secara resmi pada tanggal 10 Agustus 2025 dengan pelaksanaan berbagai perlombaan yang berlangsung hingga tanggal 14 Agustus 2025 dan memuat total 17 jenis lomba. Seluruh lomba dilaksanakan pada waktu sore dan malam hari, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat dari ketiga dusun yakni Dusun Dauhe, Biralohe, dan Kasuso untuk ikut serta dan memeriahkan acara. Antusiasme warga sangat tinggi terlihat dari keterlibatan aktif peserta dari berbagai usia, serta suasana kompetitif yang tetap menjunjung sportivitas dan kerukunan. Perlombaan tersebut mencakup cabang-cabang olahraga, permainan tradisional, dan kompetisi seni budaya lokal sehingga menjadi wadah untuk menggali potensi serta bakat masyarakat Desa Darubiah. Sebagai puncak kegiatan, pada tanggal 15 Agustus 2025 dilaksanakan acara ramah tamah yang dihadiri oleh lebih dari 400 penonton. Acara puncak tersebut berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Dalam sambutannya, Adrian Hidayat selaku Koordinator Desa mengatakan, “Darubiah bukan lagi sekadar surga tersembunyi, tapi bisa bersaing hingga level internasional.” Menurutnya, keindahan alam dan keramahan warga menjadi bekal kuat untuk menjadikan Darubiah sebagai salah satu dari 10 besar desa wisata di Indonesia, dan selama masa pengabdian para mahasiswa telah merasakan kedekatan emosional dengan masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Darubiah, Ibu Dewi Asniar, S.E. menyampaikan, “Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi wujud nyata kehidupan bermasyarakat dan kenangan berharga bagi warga Darubiah.” Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan pihak yang telah mendukung, termasuk pemuda SPARTA dan organisasi kepemudaan, sehingga acara ini berlangsung spektakuler dan penuh kebersamaan. Secara keseluruhan, kegiatan “Kare’-Karenang Na Darubiah” berjalan sangat sukses dan meninggalkan kesan mendalam baik bagi mahasiswa KKN maupun masyarakat desa. Program ini telah berhasil menciptakan harmonisasi masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan antarwarga, serta menunjukkan bahwa Desa Darubiah memiliki potensi luar biasa untuk terus berkembang di masa depan. Dengan selesainya acara puncak ramah tamah ini, seluruh rangkaian kegiatan KKN-T 114 di Desa Darubiah dinyatakan resmi ditutup, sekaligus menandai akhir masa pengabdian mahasiswa selama 42 hari di desa tersebut.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Wujudkan Makassar Kota Sehat 2025

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memantapkan langkah mewujudkan “Kota Sehat” sebagai arah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa implementasi konsep Kota Sehat membutuhkan keseriusan, dukungan lintas sektor, dan komitmen berkelanjutan. Hal itu disampaikan Munafri saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat di Balai Kota Makassar, Rabu (13/8/2025). Dalam kesempatan itu, pria yang ajrab disapa Appi itu memaparkan profil kota, capaian indikator, dan inovasi di sembilan tatanan Kota Sehat. “Makassar sendiri merupakan satu dari tiga kota di Sulawesi Selatan, dengan luas wilayah 199,3 km², jumlah penduduk 1,47 juta jiwa, terdiri dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan,” papar Munafri, secara virtual di hadapan tim menilai, juga dari Kementerian Kesehatan. Pertama soal Kehidupan Sehat Mandiri. Memiliki 29 indikator dengan capaian 81%. Angka harapan hidup naik dari 72,68 tahun (2023) menjadi 72,78 tahun (2024). Kemudian, prevalensi stunting turun dari 3,14% menjadi 3,12%. Dan penemuan kasus TBC dari 45,59% menjadi 122,52% berkat intensifnya deteksi. Inovasi mencakup Posyandu Era Baru, pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil KEK dan balita, layanan dokter on call 24 jam. Juga, dokter spesialis untuk pulau-pulau, dan integrasi layanan primer di 47 puskesmas terakreditasi. Pemkot juga menjalankan Gerakan Orang Tua Hinggap berbasis by name by address untuk intervensi stunting. Pencegahan penyakit menular dan tidak menular dilakukan melalui forum multisektoral eliminasi TBC, kolaborasi puskesmas–klinik, program prioritas hipertensi dan diabetes, serta Posbindu di seluruh kelurahan. “Selain itu, hadir Mobile Dinas Ketahanan Pangan dan Mobile Lab Keamanan Pangan untuk uji bahan pangan di lapangan,” jelas Munafri. Kedua, Permukiman dan Fasilitas Umum. Memiliki 22 indikator dengan capaian 81%. Serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup naik dari 57,53 menjadi 61,41. Dan Sanitasi aman meningkat dari 4,56% menjadi 8,45%. Didukung regulasi Perda No.1/2016 dan Perwali No.43/2024 tentang pengelolaan air limbah domestik, serta pembangunan IPAL Losari berkapasitas 16.000 m³/hari yang melayani 14.000 sambungan rumah. “Kami Pemkot juga berkolaborasi dengan Pemerintah Australia dan pihak lain, untuk penanganan kawasan kumuh,” tuturnya. Ketiga, Satuan Pendidikan. Memiliki 11 indikator dengan capaian 95%. Dimana, terdapat regulasi daerah terkait UKS/M, inspeksi kesehatan lingkungan sekolah, dan inovasi Podcast Adiwiyata. “Lingkungan sekolah dipantau secara rutin untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyakit,” ungkap Appi. Keempat, Pasar. Memiliki 13 indikator dengan capaian 88%. Sedangkan, KTR di pasar naik dari 38% ke 55%. Dan Fasilitas ruang ASI naik dari 67% ke 72%. Serta Pengelolaan limbah cair meningkat dari 11% ke 33%. “Lima pasar telah menerapkan KTR, sementara sejumlah pasar lain mengelola sampah dengan metode 3R. Pengawasan bahan pangan dilakukan rutin bersama dinas terkait dan BPOM,” jelas politisi Golkar itu. Kelima, Perkantoran dan Perindustrian. Memiliki 11 indikator dengan capaian 86%. Serta, seluruh industri kecil-menengah mendapat pembinaan K3, pos UKK berjalan optimal, dan seluruh kawasan perkantoran menerapkan KTR. “Juga Mall pelayanan publik dilengkapi ruang bermain anak dan ruang laktasi,” terang Ketua IKA FH Unhas itu. Keenam, Pariwisata. Memiliki 12 indikator dengan capaian 85%. Dimana, pada tahun 2024, daya tarik wisata telah menyediakan asuransi wisata. Desa wisata berkembang di Pulau Lanjukang, Pulau Samalona, dan pulau lainnya. Ketujuh, Transportasi dan Tertib Lalu Lintas. Memiliki 11 indikator dengan capaian 86%. Serta, Angkutan umum laik jalan 86,7%. Juga, fatalitas kecelakaan turun dari 7,6% ke 7%. Dan terminal Daya memenuhi standar kesehatan dan KTR. “Kami Pemkot mengoperasikan bus sekolah gratis untuk meringankan biaya transportasi pelajar. Sebanyak 243 unit CCTV dipasang untuk memantau lalu lintas dan keamanan kota,” tutur Appi. Kedelapan, Perlindungan Sosial. Memiliki 13 indikator dengan capaian 82%. Dan Kasus kriminal menurun dari 243 kasus menjadi 131 kasus. Serta Layanan rumah aman, trauma center, dan pusat pembelajaran keluarga tersedia bagi korban kekerasan. “Perlindungan anak diperkuat lewat pembinaan moral dan spiritual, termasuk program kampung tangguh bencana sosial,” katanya. Kesembilan, Penanggulangan Bencana. Memiliki 14 indikator dengan capaian 82%. Serta dokumen kajian risiko bencana telah disusun pada 2024, dan forum pengurangan risiko bencana terus berjalan. “Edukasi kesiapsiagaan bencana dilakukan melalui program Salaman Sahabat Anak dengan metode ramah anak,” jelas orang nomor satu Kota Makassar itu. Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa seluruh capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Kota sehat hanya bisa terwujud bila semua pihak bergerak bersama. “Data ini menunjukkan kita berada di jalur yang benar, tapi kita tidak boleh berhenti di sini,” tutupnya.

Daerah, Gowa, Pemerintahan

Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Mantapkan Sinergi Lewat Capacity Building di Malino

ruminews.id, MALINO — Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan capacity building selama dua hari, 9–10 Agustus 2025, di Malino, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan Bunda PAUD kecamatan se-Kota Makassar. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana memperkuat kapasitas, mempererat sinergi, dan membangun kolaborasi antar-pengurus dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di Kota Makassar. Meskipun Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota, ia tetap memberikan perhatian khusus terhadap jalannya acara. Melalui pesan video yang diputar di awal kegiatan, Melinda menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadirannya. Ia menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga sinergitas demi mewujudkan PAUD yang berkualitas. “Peran kita sebagai Bunda PAUD bukan hanya sebatas mengawasi, tetapi juga menginspirasi. Mari kita terus bergandengan tangan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi masa depan,” ucapnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina. Dalam sambutan pembukaannya, ia menekankan pentingnya kehadiran peserta bukan sekadar untuk memenuhi undangan, melainkan membawa misi besar bagi kemajuan pendidikan anak usia dini. “Hari ini kita tidak sekadar hadir di acara. Kita hadir dengan misi menguatkan langkah, menjaga amanah, dan memastikan anak-anak Kota Makassar memiliki masa depan yang cemerlang,” tegas Titin. Ia menambahkan, anak yang hebat lahir dari lingkungan yang hebat, dan lingkungan tersebut dibentuk oleh pemimpin yang menginspirasi, tim yang solid, serta kolaborasi yang saling menguatkan. “Ingat, leadership bukan soal posisi, tapi menjadi teladan. Kolaborasi bukan sekadar membagi tugas, tapi membagi semangat dan saling menopang,” ujarnya. Menurutnya, capacity building ini menjadi momen penting untuk belajar, berbagi, dan mempererat tali kebersamaan. “Sendiri kita mungkin cepat, tetapi bersama-sama kita akan sampai lebih jauh dan lebih kokoh,” imbuhnya. Kegiatan yang penuh manfaat ini dikoordinatori oleh Ketua Panitia, Mirna Kartika. Selama dua hari pelaksanaan, ia merancang rangkaian acara yang padat, terstruktur, dan sarat pembelajaran. Peserta mendapatkan beragam materi, mulai dari wawasan tentang pendidikan inklusif, etika berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus, sesi refleksi bersama, hingga sharing pengalaman lapangan yang memperkaya sudut pandang. Selain materi, kegiatan ini juga diwarnai dengan malam keakraban, hiburan, senam pagi, outbound games, tukar kado dan hingga kesempatan mengeksplorasi wisata alam Malino. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk membangun kebersamaan dan menyegarkan semangat peserta. Di penutupan acara, Titin Florentina kembali memberikan pesan inspiratif. Ia menyebut dua hari capacity building ini merupakan perjalanan yang menyatukan hati, memperkuat tekad, dan menyalakan semangat baru. “Kita pulang dengan hati yang lebih kuat, pikiran yang lebih terbuka, dan rasa percaya bahwa kita tidak sendiri,” kata Titin. Ia menegaskan bahwa anak-anak PAUD adalah bibit masa depan bangsa. “Apa yang kita tanam hari ini akan mereka tuai di masa depan. Tanam cinta, tumbuh kasih; tanam kebaikan, tumbuh kesantunan; tanam ilmu, mereka akan menjadi penerang masyarakat,” tuturnya. Untuk itu, Titin mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang semangat yang didapat selama kegiatan, lalu mengaplikasikannya di wilayah masing-masing. “Bunda PAUD Kota Makassar adalah pejuang sejati. Kita tidak hanya bicara visi, tetapi bergerak mewujudkan aksi,” pungkasnya.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

KKNT Unhas 114 Lakukan Re-branding UMKM Ujung Lare untuk Tingkatkan Daya Saing dan Citra Produk

ruminews.id, Parepare – 11 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja NyataTematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang114 melakukan pendampingan re-branding bagi pelaku UMKM di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas merek, meningkatkan daya tarik produk, dan memperluas jangkauan pasar. Program ini menjadi bagian dari misi KKNT Unhas 114 dalammendorong UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar modern. Re-branding dilakukan dengan mempertimbangkantren desain terkini, segmentasi pasar, serta identitas unik darimasing-masing produk. Kegiatan dimulai dengan sesi diskusi bersama pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan merek yang sudah ada. Mahasiswa kemudian melakukan analisis terhadapdesain kemasan, logo, label, serta strategi pemasaran yang digunakan sebelumnya. Proses re-branding yang dilakukan meliputi pembuatan logo baru dengan visual modern dan mudah diingat sesuaikarakteristik produk, desain ulang kemasan menggunakankombinasi warna dan tipografi yang lebih menarik denganpenempatan informasi yang rapi, pembuatan label produk yang memuat informasi legalitas. Koordinator KKNT Unhas 114, Muhammad Fauzan Bachtiar, menjelaskan bahwa re-branding menjadi langkah penting agar UMKM dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. “Kemasan dan identitas merek adalah kesan pertama yang dilihat konsumen. Dengan re-branding, kami berharap produkUMKM Ujung Lare dapat tampil lebih profesional dan bersaingtidak hanya di pasar lokal, tetapi juga regional,” ujarnya. Salah satu pelaku UMKM, Ibu Ati, pemilik Bubble Ati, merasakan dampak positif dari perubahan yang dilakukan. ”Terima kasih banyak kepada mahasiswa KKNT Unhas 114 yang sudah membantu saya membuat spanduk jualan dan label produk. Sekarang tempat jualan saya kelihatan lebih rapi dan menarik, pembeli juga jadi gampang mengenali dagangan saya,”Katanya. Melalui program re-branding ini, diharapkan UMKM Ujung Lare tidak hanya mengandalkan kualitas rasa dan bahan baku, tetapi juga mampu membangun citra produk yang berkesan, relevan, dan memiliki daya tarik tinggi di pasaran.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

Legalitas UMKM Diperkuat, KKNT Unhas 114 Dampingi Pengurusan SPP-IRT hingga Penyerahan Sertifikat PIRT

ruminews.id, Parepare – 11 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja NyataTematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang114 melaksanakan pendampingan pembuatan Surat PersetujuanPendaftaran Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) bagi pelakuUMKM di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidangpengembangan UMKM yang bertujuan meningkatkan legalitasproduk pangan olahan rumahan. Dengan memiliki sertifikatPangan Industri Rumah Tangga (PIRT), pelaku usaha dapatmemperluas pemasaran dan meningkatkan kepercayaankonsumen. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap pengumpulandokumen persyaratan, pengisian formulir pendaftaran, hinggaproses pengajuan ke Dinas Kesehatan. Setelah proses selesai, sertifikat PIRT diserahkan secara resmi kepada pelaku UMKM penerima. Koordinator KKNT Unhas 114, Nur Uswah Isba, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu pelaku usaha memenuhi aspek legalitas, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai standar keamanan pangan. “Dengan adanya sertifikat PIRT, produk UMKM akan lebih mudah menembus pasar modern dan terjamin dari sisi keamanan pangan,” ujarnya. Salah satu pelaku UMKM penerima sertifikat PIRT, Ibu Ita, pemilik usaha Aneka Kue kering, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. “Saya sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Proses pengurusan PIRT ternyata tidak serumit yang saya bayangkan. Sekarang produk saya sudah punya izin resmi, jadi lebih percayadiri untuk memasarkannya ke toko-toko dan pameran,” tuturnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM Ujung Lare untuk lebih kompetitif dan berdaya saing, sekaligusmendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui produk panganolahan yang aman, berkualitas, dan memiliki izin resmi.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Kolaborasi Kesra dan Dinas Pendidikan Makassar Gelar Expo Hifdzi Qur’an untuk Pelajar SMP

ruminews.id, MAKASSAR, – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar menggelar kegiatan Expo Hifdzi Qur’an dan Keterampilan tingkat SMP sederajat yang berlangsung di Masjid Raya dan Pesantren MIM, pada Sabtu, (9/8/2025). Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keterampilan di kalangan pelajar Makassar. Sebanyak 500 siswa SMP se-Makassar mengikuti lomba hafalan Al-Qur’an, pidato agama, olah limbah, cerdas cermat, hingga olahraga panahan. Lomba yang digelar meliputi beberapa kategori, di antaranya Lomba Hifdzil Qur’an Juz 30 dan 29 untuk putra dan putri, Ceramah Agama untuk putra dan putri, Limbah Majalah Dinding Islami, Cerdas Cermat, serta Lomba Panahan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Muhammad Syarief, yang dalam sambutannya mengungkapkan tujuan acara ini membangun karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan agama di kalangan generasi muda. “Kegiatan seperti ini tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih berkualitas, terutama dalam hal agama, keterampilan, dan kepemimpinan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pelajar Makassar semakin termotivasi untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” ujarnya. Syarief mengingatkan pentingnya menjaga kualitas iman di tengah tantangan zaman serta memperkuat kebersamaan antar umat Islam melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini. “Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pesantren, serta partisipasi aktif para pelajar, dapat tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam hal pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya. Syarief berharap melalui kegiatan ini, para pelajar Makassar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kualitas moral dan spiritual yang tinggi. “Inilah saatnya kita memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, baik dalam hafalan Al-Qur’an maupun dalam bidang keterampilan lainnya,” ujarnya Acara ini semakin meriah dengan adanya total hadiah yang disediakan mencapai 80 juta rupiah. Selain itu, semua peserta yang mengikuti lomba juga akan mendapatkan souvenir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Pada hari pertama kegiatan, acara diakhiri dengan Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Raya Makassar. Tabligh Akbar ini diisi oleh Ustadz Dr. Faisal Abd. Rahman memberikan tausiyah yang memotivasi peserta.

Scroll to Top