Author name: Fikri Haikal

Jakarta, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Politik

Tahanan Rumah Yaqut Tuai Polemik : KPK Sedang Pertaruhkan Marwah Pemberantasan Korupsi

ruminews.id, JAKARTA — Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalihkan status penahanan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, Yaqut Cholil Qoumas, menjadi tahanan rumah terus menuai sorotan. Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Haji dan Umrah (HMJ MHU), Kahlil Abram, melontarkan kritik keras dan menyebut langkah tersebut sebagai sinyal berbahaya bagi masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia. “Kebijakan ini bukan sekadar keputusan administratif, tapi menyangkut kredibilitas lembaga. KPK sedang mempertaruhkan marwahnya sendiri,” tegas Kahlil, Selasa (24/3/2026). Menurutnya, alasan pengalihan penahanan yang hanya didasarkan pada permohonan keluarga tidak mencerminkan ketegasan dalam menangani kejahatan luar biasa seperti korupsi. Ia menilai, kebijakan tersebut berpotensi menjadi pintu masuk perlakuan istimewa bagi para tersangka kasus besar. “Kalau ini dijadikan standar, maka semua tersangka bisa mengajukan hal yang sama. Di titik itu, kita tidak lagi bicara penegakan hukum yang tegas, tapi soal kompromi,” ujarnya. Kahlil menegaskan bahwa publik berhak mempertanyakan konsistensi KPK dalam menegakkan prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Ia menilai, keputusan tersebut menciptakan kesan adanya perlakuan berbeda antara kasus korupsi dengan perkara lain. “Di satu sisi, banyak tahanan lain tetap berada di balik jeruji tanpa pengecualian, bahkan saat momen hari besar. Di sisi lain, tersangka korupsi justru mendapat kelonggaran. Ini bukan sekadar ironi, tapi pukulan bagi rasa keadilan masyarakat,” katanya. Tak hanya itu, ia juga menyoroti potensi pemborosan anggaran negara akibat kebijakan tahanan rumah. Pengawasan yang lebih kompleks dinilai justru menambah beban aparat penegak hukum. “Alih-alih efisien, ini bisa jadi pemborosan. Negara harus mengerahkan lebih banyak sumber daya hanya untuk mengawasi satu tahanan. Ini tidak masuk akal di tengah semangat efisiensi,” tambahnya. Kahlil mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera mengevaluasi dan membatalkan kebijakan tersebut jika tidak didasarkan pada alasan yang kuat dan objektif. “Kalau tidak ada urgensi selain permintaan keluarga, maka keputusan ini harus dicabut. KPK tidak boleh memberi ruang bagi standar ganda dalam penegakan hukum,” pungkasnya. Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pengalihan status penahanan dilakukan setelah adanya permohonan dari pihak keluarga dan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut bukan didasarkan pada alasan kesehatan. Namun, KPK belum menjelaskan secara rinci urgensi di balik pengabulan permohonan tersebut, yang kini justru memantik kritik luas dari berbagai kalangan.

Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Malam Penuh Cerita Putih Abu-Abu, Reuni 93 Hadirkan Nostalgia ke Kolaborasi

ruminews.id, MAKASSAR – Nuansa nostalgia “putih abu-abu” kembali menghidupkan kenangan lama yang sarat makna, dimeriahkan di Kota Makassar. Puluhan tahun berlalu, namun ikatan emosional para alumni sekolah menengah angkatan 1993 se-Kota Makassar tetap terjaga, bahkan semakin kuat dalam balutan kebersamaan dan keakraban yang hangat. Semangat itu terasa kian membuncah saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung dalam Malam Ramah Tamah Reuni Akbar Putih Abu-Abu Angkatan 93. Di tengah riuh rendah cerita masa sekolah yang kembali mengalir, Appi menyatu dengan para alumni, membakar semangat kebersamaan yang telah lama terjalin. Kehadiran orang nomor satu di Makassar tersebut menjadi penyemangat tersendiri, sekaligus bentuk apresiasi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan reuni, termasuk Jalan Sehat dan malam ramah tama “Putih Abu-Abu” Angkatan 93 yang sukses mempertemukan alumni lintas sekolah. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan, pertemuan lintas angkatan sekolah Menengah ini bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan wadah strategis untuk memperkuat jejaring sosial dan kolaborasi produktif demi kemajuan daerah. “Momen ini tidak sekadar temu kangen, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat jejaring sosial antaralumni,” hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Malam Ramah Tamah Reuni Putih Abu-Abu Angkatan 93 se-Kota Makassar yang digelar di Balai Prajurit Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Senin (23/3/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Lebih lanjut, Munafri menegaskan pentingnya memperkuat jejaring lintas generasi dalam momentum Reuni Akbar alumni angkatan 1993 se-Kota Makassar. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiasi yang telah dirancang sejak kurang lebih dua tahun lalu. Gagasan itu lahir dari diskusi bersama sejumlah rekan alumni untuk menghadirkan sebuah acara yang berbeda dan mampu menyatukan seluruh alumni lintas sekolah angkatan 1993 di Makassar. “Dari diskusi itu muncul ide untuk mengumpulkan seluruh teman-teman angkatan 1993 dari berbagai sekolah. Maka lahirlah Dekade 93 yang kita laksanakan hari ini,” katanya. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar ajang temu kangen, melainkan menjadi ruang strategis untuk membangun networking yang kuat antaralumni. Appi menilai, mayoritas alumni yang hadir saat ini telah berada di usia matang, sehingga memiliki peran penting dalam mengantar dan membimbing generasi berikutnya. “Kita butuh mengantarkan generasi kita, dari generasi Y menuju generasi Z hingga generasi Alpha. Keutuhan keluarga lintas generasi ini harus kita jaga bersama,” tambahnya. Munafri juga menyampaikan bahwa acara ini bukan milik individu atau satu sekolah, melainkan milik bersama seluruh alumni angkatan 1993. “Dengan beragam kegiatan yang melibatkan semua. Kita juga tidak melupakan adik kelas maupun kakak kelas, semuanya dirangkul dalam kebersamaan,” jelasnya. Dalam suasana penuh kehangatan, Munafri mengajak seluruh alumni untuk menikmati momen kebersamaan tanpa sekat, sembari mengenang berbagai memori masa sekolah yang pernah dilalui bersama. Lebih jauh, ia juga berharap dukungan pemikiran dari para alumni untuk turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Makassar ke depan. “Saya butuh pemikiran-pemikiran cerdas dari seluruh sahabat angkatan 1993 untuk membantu saya membangun Makassar ke depan,” imbuh Appi. Tak hanya itu, Appi juga menyatakan rasa bangga kepada panitia yang berhasil menghimpun ribuan alumni dari berbagai latar belakang sekolah. Hal ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan ikatan emosional yang terbangun sejak masa sekolah tetap terjaga meski telah melewati perjalanan waktu lebih dari tiga dekade. “Reuni adalah ruang untuk memperkuat jejaring sosial dan membangun kolaborasi yang produktif,” tuturnya. “Dari pertemuan seperti inilah lahir energi positif, ide-ide besar, dan semangat gotong royong yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambah Appi. Lebih lanjut, Wali Kota Makassar itu menekankan bahwa alumni Angkatan 93 yang kini telah berkecimpung di berbagai sektor, baik pemerintahan, swasta, maupun dunia usaha merupakan aset berharga bagi kota. Para alumni diajak untuk menyatukan kekuatan dalam mendukung transformasi Makassar menjadi kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan. Pemkot Makassar mendorong para alumni untuk mengambil peran aktif, baik melalui investasi, promosi destinasi unggulan, hingga inovasi pengembangan usaha lokal. “Saya melihat potensi besar itu hadir dalam diri para alumni Angkatan 1993. Kami percaya kekuatan kota ini tidak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan semangat kolaborasinya,” jelasnya. Di pun menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya kekompakan sebagai kunci keberhasilan kegiatan tersebut. Appi berharap agar persahabatan yang telah terbina sejak masa sekolah ini terus dirawat sebagai modal sosial. “Reuni ini, kita harapkan melahirkan komitmen bersama untuk terus berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Makassar di masa depan,” harapnya. (*)

Gowa, Pemerintah kabupaten Gowa, Pemerintahan

Bupati Gowa: Sinergi Media dan Pemerintah Dorong Pembangunan Daerah

Terima Kunjungan PWI Gowa ruminews.id, GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menerima kunjungan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gowa di Rumah Jabatan Bupati Gowa, Senin (23/3). Bupati Talenrang menegaskan, pentingnya peran media dalam mendukung pembangunan daerah. Khususnya, melalui pemberitaan yang berimbang dan beretika. “PWI menjadi garda terdepan dalam menjaga kode etik jurnalistik. Wartawan harus mampu menghasilkan berita yang objektif, netral, serta tidak memiliki itikad buruk,” tegasnya. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam pemberitaan agar kerja jurnalistik dapat berjalan maksimal sekaligus mampu mengangkat potensi budaya daerah. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan media menjadi kunci dalam menciptakan pemerintahan yang baik. “Kalau pemerintah disupport dengan baik, maka hasilnya juga akan baik. Komunikasi harus sejalan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” jelas orang nomor satu di Gowa ini. Bupati Talenrang juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dengan PWI, tetapi juga seluruh organisasi wartawan lainnya. Menurutnya, semua pihak harus dirangkul agar tidak ada yang merasa ditinggalkan dalam proses pembangunan daerah. Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua PWI Gowa, Andi Baso Tenri Gowa menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan antara insan pers dan Pemerintah Kabupaten Gowa, sekaligus silaturahmi dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia menegaskan bahwa PWI Gowa siap mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, penanganan kemiskinan ekstrem, serta program unggulan seperti Gowa Cerdas, Gowa Annangkasi, dan Gowa Massanang. “PWI Gowa akan terus mendukung Pemkab Gowa dan berharap sinergitas dengan insan media dapat terus terjalin,” ujarnya. Kunjungan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan Kabupaten Gowa yang semakin maju dan inklusif.(FA)

Bone, Pemuda, Pendidikan, Uncategorized

Halal Bihalal dan Reuni Kader KEPMI Bone Komisariat Latenriruwa

ruminews.id, Bone – Kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Reuni Kader KEPMI Bone Komisariat Latenriruwa berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antara kader, alumni, dan para pendiri organisasi lintas generasi. Dalam kegiatan tersebut turut hadir tokoh pelaku sejarah peletakan dasar organisasi sebelum bernama KEPMI Bone Komisariat Latenriruwa, yaitu Prof. Dr. Nursyirwan dan Dr. Mahmud Suyuti. Keduanya merupakan bagian dari generasi awal yang merintis organisasi saat masih bernama Forum Kajian Mahasiswa Bone, yang kemudian berkembang dan bertransformasi menjadi KEPMI Bone Komisariat Latenriruwa seperti yang dikenal saat ini. Hadir pula Sulaeman La Odo selaku Dewan Penasihat KEPMI Bone bersama para Ketua KEPMI Bone Komisariat Latenriruwa dari setiap periode kepengurusan. Kehadiran para pimpinan lintas generasi ini menjadi simbol bahwa organisasi ini memiliki sejarah panjang dan ikatan kekeluargaan yang kuat. Ketua Panitia, Muh. Awaluddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa reuni pertama ini merupakan bagian dari inisiasi awal untuk menghimpun seluruh alumni dalam satu wadah yang lebih terorganisir. Ia berharap ke depan Alumni KEPMI Bone Komisariat Latenriruwa dapat membentuk Ikatan Alumni (IKA) sebagai organisasi yang menghimpun seluruh alumni dan menjadi wadah silaturahmi lintas angkatan, lintas profesi, serta tetap menjaga hubungan emosional dengan organisasi. Kegiatan Halal Bihalal dan Reuni ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang pertemuan biasa, tetapi menjadi awal dari terbentuknya kekuatan alumni yang dapat memberikan kontribusi bagi organisasi, daerah, dan masyarakat. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa organisasi ini dibangun dengan perjuangan, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan yang harus terus dijaga oleh generasi berikutnya.

Uncategorized

Melek Untuk Kerbermanfaatan: Ketua HMI Cabang Soppeng Nursandi Ucapkan Dirgahayu Soppeng ke-765

ruminews.id, Soppeng – Momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Soppeng yang ke-765, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Soppeng, Nursandi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan bagi kemajuan daerah. “Dirgahayu Soppeng ke-765″. Ujarnya. Nursandi juga menyematkan doa “Semoga daerah yang kita cintai ini semakin maju, sejahtera, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Yasisoppenggi yang menjadi identitas masyarakat Soppeng,”. Penekanan penting yaitu kolaborasi antara pemerintah daerah, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat Soppeng untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Rasa syukur dan kebanggaan ini, tentu masih ada berbagai hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Pembangunan yang merata, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta terbukanya peluang bagi generasi muda, menjadi harapan yang terus tumbuh. Pemerintah Kabupaten Soppeng diharapkan dapat terus hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui program-program yang bersifat administratif, tetapi juga melalui langkah-langkah nyata yang dirasakan langsung manfaatnya. Pendekatan yang responsif, terbuka, dan berkelanjutan akan menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan ke depan. Perhatian yang serius terhadap generasi muda juga menjadi hal yang sangat penting. Generasi muda Soppeng adalah aset daerah yang harus diberdayakan secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih konkret dalam menciptakan lapangan kerja, membuka ruang kreativitas, serta mendorong lahirnya wirausaha muda yang mandiri dan inovatif. Pemuda wajib menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah Soppeng “Momentum hari jadi ini harus menjadi refleksi bersama untuk terus memperkuat sinergi dan terus menjaga Kabupaten Soppeng dengan mengedepankan prinsip Yasisoppengi, sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat” tutupnya.

Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan, Politik

Momen Lebaran, Aliyah Mustika Ilham Sowan ke Jusuf Kalla

ruminews.id, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar oleh H. Muhammad Jusuf Kalla (JK) bersama keluarga di kediamannya, Jalan Haji Bau, Makassar, Senin (23/3/2026). Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi momentum mempererat tali silaturahmi usai perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Para tamu yang hadir saling bermaaf-maafan, berbincang akrab, serta memperkuat hubungan persaudaraan dalam nuansa yang sederhana namun bermakna. Turut hadir, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Anggota DPR RI Syamsu Rizal, serta Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, yang semuanya larut dalam suasana kebersamaan dan keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi langsung dengan orang tua kita, H. Muhammad Jusuf Kalla, yang dikenal sebagai tokoh bangsa dan panutan masyarakat. “Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami bisa bersilaturahmi dengan beliau. Sosok Pak Jusuf Kalla adalah teladan yang selalu mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Ia juga menambahkan bahwa Halal Bihalal seperti ini merupakan tradisi yang sangat baik dan patut terus dijaga di tengah masyarakat. “Tradisi Halal Bihalal ini memiliki makna yang sangat dalam, bukan hanya sebagai ajang berkumpul, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan tokoh yang kita tuakan,” tambahnya. Menurutnya, menjaga tradisi tersebut berarti turut merawat nilai-nilai luhur budaya bangsa yang mengedepankan silaturahmi, saling menghargai, dan mempererat hubungan kekeluargaan. Momentum Halal Bihalal ini memperkuat ikatan emosional antar sesama dalam bingkai kekeluargaan. Kehangatan yang tercipta mencerminkan nilai luhur budaya silaturahmi yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan suasana penuh keakraban tersebut, kegiatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan baik, menghormati yang lebih tua, serta merawat persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Gowa, Pemerintah kabupaten Gowa, Pemerintahan, Politik

Bupati Gowa Perkuat Kedekatan dan Serap Aspirasi Tokoh Lokal Demi Kemajuan Daerah

ruminews.id, GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang membangun kedekatan bersama tokoh-tokoh masyarakat lokal yang ada. Hal ini nampak terlihat pada kunjungan Bupati Gowa di kediaman dua sesepuh Gowa yakni, Mallingkai Maknun dan Mapparessa Tutu. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Gowa ini tentunya selain memanfaatkan momen Idul Fitri 1447 Hijriah juga bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menyerap wejangan atau aspirasi dari para tokoh lokal. Pertemuan antar mereka pun berlangsung penuh kekeluargaan, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah. Selain itu, kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi untuk memperkuat arah pembangunan daerah. Bupati Talenrang menegaskan pentingnya mendengarkan nasihat dari para tokoh yang telah berpengalaman dalam pemerintahan dan kemasyarakatan. “Momentum Lebaran ini kita manfaatkan untuk saling mengunjungi, terutama tokoh masyarakat dan orang tua yang menjadi simbol Kabupaten Gowa. Ini juga bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka,” ujarnya, dalam kunjungan, Senin (23/3). Ia juga menekankan bahwa dukungan dari para tokoh masyarakat sangat penting dalam kemajuan daerah. Salah satunya untuk menjaga stabilitas pemerintahan agar tetap berjalan lancar, aman, dan terarah. “Kami berharap silaturahmi yang terjalin dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun Gowa yang lebih maju, dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” harapnya. Sementara, Mallingkai Maknun mengapresiasi langkah silaturahmi tersebut dan berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga. Termasuk meminta agar semangat kerja terus dijaga demi kemajuan daerah. “Bagus sekali kalau ibu selalu bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat. Kita harus saling membantu dalam pemerintahan dan pembangunan,” ujarnya. Sementara itu, Mapparessa Tutu menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang membumi. “Ini luar biasa, karena biasanya rakyat yang mengunjungi bupati, tapi ini justru sebaliknya. Kunci keberhasilan ada pada persatuan, koordinasi, dan transparansi,” tuturnya. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam merangkul masyarakat dan menggerakkan seluruh elemen pemerintahan.(FA)

Nasional, Opini, Pemuda, Pendidikan

Fitrah dan Kesempatan Baru

Penulis: Muh. Fajar Nur – Bendahara Umum HMI Cabang Gowa Raya ruminews.id – Hari raya bukan sekadar perayaan, melainkan momentum pembenahan diri, ruang hening yang mempertemukan manusia dengan dirinya yang paling jujur. Idul Fitri adalah jeda kosmis dalam riuh kehidupan; sebuah titik di mana manusia diajak menanggalkan segala kepalsuan, lalu kembali kepada fitrahnya yang paling murni. Di titik ini, kesadaran tidak lagi bersifat artifisial, tetapi menjelma sebagai nurani yang hidup, yang mampu membedakan antara yang hakiki dan yang semu. Ramadhan telah menjadi laboratorium spiritual: menahan lapar, dahaga, dan hasrat bukan sekadar disiplin fisik, tetapi proses sublimasi diri. Ia mengajarkan bahwa manusia bukan sekadar makhluk biologis, melainkan entitas moral yang memiliki kapasitas untuk melampaui dirinya sendiri. Maka Idul Fitri bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal, sebuah kelahiran kembali menuju kesadaran eksistensial yang lebih utuh. Al-Qur’an menegaskan: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia salat.” (QS. Al-A’la: 14-15). Ayat ini tidak hanya berbicara tentang keberuntungan dalam makna material, tetapi tentang keberhasilan ontologis, keberhasilan manusia dalam meneguhkan jati dirinya sebagai makhluk yang sadar akan asal-usul dan tujuan akhirnya. Penyucian diri (tazkiyatun nafs) menjadi jalan menuju kebebasan sejati: bebas dari belenggu ego, bebas dari dominasi nafsu, dan bebas dari ilusi dunia yang sering menipu kesadaran. Dalam lanskap pemikiran Islam modern, Nurcholish Madjid mengingatkan bahwa agama sejatinya adalah jalan menuju autentisitas kemanusiaan. Ia menolak reduksi agama menjadi sekadar simbol atau ritual kosong. Baginya, keberagamaan harus bertransformasi menjadi kekuatan etis yang membebaskan manusia dari ketertinggalan, ketidakadilan, dan kebekuan berpikir. Dalam terang gagasan ini, Idul Fitri menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan, ia adalah momen revolusi batin, di mana manusia dituntut untuk menghadirkan nilai-nilai ilahiah dalam realitas sosial. Fitrah, dalam pengertian filosofis, bukan hanya keadaan “kembali suci”, tetapi sebuah potensi dasar yang selalu mengarah pada kebenaran. Ia adalah kompas batin yang, jika dirawat, akan menuntun manusia pada jalan keadilan dan kemanusiaan. Namun fitrah juga rapuh; ia bisa tertutup oleh ambisi, keserakahan, dan kealpaan. Oleh karena itu, Idul Fitri adalah kesempatan baru, sebuah momentum untuk membuka kembali tabir yang menutupi nurani, untuk menyalakan kembali cahaya kesadaran yang sempat redup. Dalam dimensi sosial, Idul Fitri mengajarkan rekonsiliasi. Tradisi saling memaafkan bukan sekadar formalitas, melainkan praktik etis yang memiliki kedalaman filosofis: mengakui keterbatasan diri, menerima ketidaksempurnaan orang lain, dan membangun kembali relasi yang lebih manusiawi. Di sinilah nilai ukhuwah menemukan maknanya, bukan sebagai slogan, tetapi sebagai praksis kehidupan yang nyata. Bagi kader HMI, Idul Fitri juga adalah momen refleksi perjuangan. Bahwa perjalanan panjang dalam himpunan bukan sekadar akumulasi aktivitas, melainkan proses pembentukan karakter dan kesadaran historis. Di tengah dinamika zaman, satu hal yang seringkali menjadi tantangan terbesar bukanlah jarak, bukan pula waktu, melainkan ingatan. Sebab, yang paling jauh di HMI adalah ingatan, termasuk ingatan akan nilai, tujuan, dan cita-cita perjuangan itu sendiri. Ketika ingatan itu memudar, maka arah pun menjadi kabur. Namun ketika ia dijaga, maka setiap langkah akan tetap terarah pada misi besar: terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. Lebih jauh, Idul Fitri juga adalah panggilan untuk melampaui diri. Kemenangan sejati tidak berhenti pada keberhasilan mengendalikan diri selama Ramadhan, tetapi pada kemampuan menjaga nilai-nilai itu dalam keseharian. Kejujuran, integritas, empati, dan keberpihakan pada keadilan harus menjadi manifestasi nyata dari fitrah yang telah diperbarui. Tanpa itu, Idul Fitri berisiko tereduksi menjadi sekadar seremoni tanpa substansi. Akhirnya, Idul Fitri adalah tentang harapan, bahwa manusia selalu memiliki kesempatan untuk memulai kembali, memperbaiki yang retak, dan meneguhkan yang benar. Ia adalah pengingat bahwa di tengah segala keterbatasan, manusia tetap memiliki ruang untuk menjadi lebih baik, lebih sadar, dan lebih bermakna. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Yakin Usaha Sampai.

Gowa, Pemerintah kabupaten Gowa, Pemerintahan, Pendidikan

Wabup Gowa Salurkan Paket Sembako Ke Guru Honorer

Kolaborasi PGRI dan BazNas Gowa ruminews.id, GOWA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gowa bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkolaborasi menyalurkan paket sembako kepada puluhan guru honorer. Bantuan kali ini menyasar 80 guru honorer di Kabupaten Gowa yang diserahkan langsung Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/3). Darmawangsyah Muin mengungkapkan, kolaborasi PGRI dan Baznas merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau kebutuhan para tenaga honorer. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, termasuk kalangan tenaga pendidik. “Kami menyampaikan terimakasih kolaborasi atau kerjasama yang baik antara PGRI dan Baznas dengan mengadakan aksi sosial ini yang peduli akan nasib para guru honorer kita,” ungkapnya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para guru honorer, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Lanjutnya, di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gowa menaruh perhatian serius terhadap kondisi guru honorer. Sebab hingga saat ini masih ada ratusan guru honorer yang belum mendapatkan kesempatan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya. Ia menyebutkan jumlah guru honorer di Gowa yang belum terangkat PPPK diperkirakan mencapai sekitar 600 orang. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya terjadi di Kabupaten Gowa, tetapi juga menjadi persoalan nasional akibat kebijakan dari pemerintah pusat yang telah menutup formasi PPPK. Karena itu, Pemkab Gowa terus mendorong agar kebijakan tersebut dapat kembali dibuka. Harapan tersebut juga diarahkan kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian lebih terhadap nasib para guru honorer. “Ini menjadi perhatian kami. Kami tidak tinggal diam, tetapi terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK,” ujar Darmawangsyah. Ia berharap kolaborasi antara PGRI dan Baznas dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata bagi para tenaga honorer. Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus memantau perkembangan kebijakan di tingkat pusat demi memperjuangkan masa depan para guru honorer agar memperoleh status yang lebih pasti sebagai abdi negara. Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Sampe Mangiriang, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas organisasi terhadap para guru honorer yang selama ini telah mengabdikan diri di dunia pendidikan meski dengan keterbatasan status dan kesejahteraan. “Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, pihaknya berharap ke depan cakupan penerima manfaat dapat semakin luas” ungkapnya. Salah satu penerima bantuan, Idris Syarif, guru honorer di SMK 4 Gowa, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para guru honorer untuk terus mengabdi. “Kami berharap pemerintah dapat membuka peluang lebih luas agar tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK. Terimakasih kepada PGRI Gowa dan Baznas semoga kolaborasi ini terus terjalin dengan baik melalui aksi sosial yang dilakukan hari ini,” ujarnya.(NH)

Ekonomi, Gowa, Pemerintah kabupaten Gowa, Pemerintahan

Pemkab Gowa Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri, Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga

ruminews.id, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M melalui inspeksi langsung di Pasar Minasa Maupa dan Pasar Sentral Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Selasa (17/3). Kegiatan ini dipimpin Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang didampingi sejumlah pimpinan SKPD terkait. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa mayoritas komoditas pangan berada dalam kondisi stabil. Kenaikan hanya terjadi pada cabai dan ayam dengan tren yang masih terkendali. Kondisi ini berdampak langsung pada terjaganya daya beli masyarakat dan kelancaran aktivitas transaksi di pasar. “Secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif normal. Kenaikan hanya terjadi pada cabai dan ayam, dan itu masih dalam batas yang wajar,” ujar Bupati Talenrang. Bupati Talenrang menilai tidak terjadi gejolak harga yang signifikan. Aktivitas belanja masyarakat tetap berlangsung, menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi menjelang lebaran dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti. “Kami melihat masyarakat masih tetap berbelanja artinya kebutuhan pokok tetap terpenuhi meskipun ada penyesuaian harga,” lanjutnya. Dari sisi tata kelola, Pemkab Gowa memperkuat pengawasan untuk memastikan tidak terjadi distorsi harga di tingkat pedagang. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa bersama pengelola pasar melakukan pemantauan rutin guna menjaga kepatuhan terhadap harga acuan serta mencegah praktik kecurangan yang merugikan konsumen. “Kami terus melakukan pengawasan. Jika ada kenaikan yang tidak wajar atau praktik yang merugikan masyarakat, tentu akan segera ditindak,” tegas orang nomor satu di Gowa ini. Langkah ini memberikan dampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi pasar serta menjaga ekspektasi harga tetap terkendali hingga hari raya. Stabilitas ini juga menjadi faktor penting dalam mengendalikan tekanan inflasi daerah pada periode musiman. Salah satu pedagang di Pasar Minasa Maupa, Hj. Asni menyampaikan bahwa kenaikan harga masih dalam batas yang dapat diikuti oleh pasar. “Memang cabai sama ayam naik sedikit, tapi pembeli tetap ada. Orang tetap belanja karena kebutuhan lebaran,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar komoditas lain masih stabil sehingga tidak memicu penurunan transaksi secara keseluruhan. “Yang lain seperti sayur, bawang, bumbu masih normal, jadi tidak terlalu berpengaruh ke jualan,” lanjutnya. Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, stabilitas harga, dan perlindungan daya beli masyarakat di Kabupaten Gowa. Turut hadir pada pemantauan ini, SKPD yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD), Camat Somba Opu, serta lurah di wilayah Kecamatan Somba Opu.(PS)

Scroll to Top