Internasional

Ekonomi, Internasional, Nasional, Pemerintahan

Rupiah Tembus Rp17.926 per Dolar AS, IHSG Anjlok 4 Persen Dipicu Ketegangan Global dan Lonjakan Harga Minyak

Ruminews.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Rupiah bahkan sempat menembus level Rp17.926 per dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 4 persen akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang memicu kekhawatiran pelaku pasar. Data perdagangan menunjukkan rupiah melemah 39 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.878 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.839 per dolar AS. Tekanan berlanjut hingga kurs rupiah menyentuh kisaran Rp17.926 per dolar AS, sedangkan data RTI mencatat posisi dolar AS terhadap rupiah berada di sekitar Rp17.915. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan geopolitik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia yang berdampak langsung terhadap penguatan dolar AS dan meningkatnya tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik ke level US$94,58 per barel, sementara Brent crude oil menguat menjadi US$96,72 per barel. Kenaikan harga energi tersebut meningkatkan biaya impor bagi Indonesia yang masih bergantung pada pasokan energi dari luar negeri, sehingga kebutuhan dolar AS untuk pembayaran impor semakin besar. Selain faktor geopolitik, Ibrahim menjelaskan bahwa konflik yang berpotensi melibatkan Iran dan Israel turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong inflasi di Amerika Serikat akibat meningkatnya biaya energi, transportasi, dan logistik. Akibatnya, Bank Sentral AS atau Federal Reserve berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan pada tahun 2026. Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari meningkatnya kebutuhan devisa untuk pembayaran impor energi, kewajiban utang luar negeri yang jatuh tempo, serta pembayaran dividen perusahaan asing. Selain itu, sebagian masyarakat mulai mengalihkan simpanan dari tabungan konvensional ke tabungan valuta asing (valas), yang semakin meningkatkan permintaan dolar AS di pasar domestik. Melemahnya rupiah turut berdampak pada pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pukul 11.10 WIB tercatat turun 255,71 poin atau 4,13 persen ke level 5.939,71. Pelemahan tersebut menjadi salah satu koreksi terdalam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Analis saham MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan bahwa depresiasi rupiah menjadi faktor utama yang menekan pergerakan IHSG. Menurutnya, ketika nilai tukar rupiah menyentuh kisaran Rp17.928 per dolar AS, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko sehingga memicu aksi jual di pasar saham. Selain tekanan dari pelemahan rupiah, IHSG juga dibebani oleh saham-saham konglomerasi yang sebelumnya mengalami penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dengan kapitalisasi pasar yang besar, koreksi pada saham-saham tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap penurunan indeks secara keseluruhan. Dari sisi teknikal, Herditya menilai pergerakan IHSG masih berada dalam tren penurunan dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat. Kondisi ini membuat peluang rebound dalam jangka pendek masih relatif terbatas, terutama apabila tekanan terhadap rupiah dan sentimen global belum mereda. Pelemahan rupiah dan koreksi tajam IHSG menjadi sinyal bahwa pasar keuangan Indonesia saat ini sedang menghadapi tekanan yang cukup besar akibat kombinasi faktor eksternal dan domestik. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan akan menjadi penentu utama arah pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Internasional, Nasional, Olahraga, Pemuda

Jelang Bergulirnya Piala Dunia,Ketua Bidang PTKP PB HMI Yakin Brazil Jadi Juara

ruminews.id, Jakarta – Beberapa pekan kedepan, semua pasang mata di dunia akan tertuju pada satu turnamen besar yaitu FIFA WORLD CUP 2026 atau Piala Dunia 2026,turnamen ini akan di adakan di 3 Negara yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. “Menjelang bergulirnya turnamen tersebut, hampir semua pundit sepak bola atau para penggemar sepak bola mulai memprediksi negara mana yang akan merengkuh trofi paling prestisius di dunia itu, tidak ketinggalan Ketua Bidang PB HMI Abdul Hakim EL yang menjagokan Brazil Sebagai Pemenang” Menurut Pria yang akrab di sapa Don EL itu Piala Dunia 2026 ini Brazil Pasti akan Keluar sebagai pemenang, hal ini bukan hanya hayalan semata namun melihat dari komposisi pemain yang dipanggil untuk memperkuat Tim Samba, merupakan semua pemain bintang yang lagi top performance di tim mereka masing-masing dan rata-rata bermain di tim elit Eropa. Selain pemain yang dipanggil merupakan pemain top, kehadiran Carlo Ancelotti sebagai Pelatih merupakan keberkahan untuk Tim Brazil sebab selama ini Don Carlo dikenal sebagai pelatih yang lekat dengan trofi, hal ini bisa dilihat dari rekam jejak Alinatore asal Italia ini yang hampir semua Tim yang dia latih pasti mendapatkan trofi.’Tandas EL Hakim’ El hakim menambahkan selain keberadaan Ancelotti sebagai Pelatih, kembali dipanggilnya sang pangeran jogo bonito Neymar da Silva Santos Junior kedalam skuad Brazil untuk Piala Dunia 2026 merupakan keputusan yang tepat karena selain sebagai pemain yang terkenal jago dan hebat, Neymar juga bisa menjadi sosok yang dapat memberikan semangat dan motivasi untuk pemain lain baik didalam lapangan maupun di ruang ganti pemain. Olehnya itu pilihan pada Tim Samba Brazil adalah sebuah Keharusan mutlak, sebab Brazil Pasti akan menjadi Juara Piala Dunia 2026.

Internasional, Nasional, Politik

PILAR Rayakan Ulang Tahun ke-19, Tegaskan Komitmen Perjuangan Buruh Migran di Hong Kong

Ruminews.id, Hong Kong — Persatuan Buruh Migran Indonesia Tolak Overcharging (PILAR) Hong Kong, merayakan hari jadinya yang ke-19 pada Minggu (24/5/2026) di kawasan Causeway Bay, Hong Kong. Mengusung tema “Mari Kita Perkuat Diri dan Perjuangan Buruh Migran dengan Terus Belajar, Berorganisasi, dan Berkarya untuk Menegakkan Keadilan dan Kesejahteraan Migran serta Keluarganya,” perayaan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan solidaritas di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pekerja migran.

Internasional, Nasional, Politik

ATKI Hong Kong Gelar Pertemuan Umum Tahunan ke-11, Bahas Capaian dan Penguatan Organisasi Migran

Ruminews.id, Hong Kong — Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Hong Kong menggelar Pertemuan Umum Tahunan (PUT) ke-11 pada Minggu (31/5/2026) di Gedung Africa Centre Jordan, Hong Kong. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 waktu setempat itu menjadi forum evaluasi tahunan sekaligus ruang konsolidasi bagi pengurus dan anggota organisasi pekerja migran tersebut. Acara diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, pemutaran film yang menampilkan perjalanan perjuangan dan pembangunan organisasi, serta penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan selama tahun 2025.

Internasional, Nasional, Politik

SEPETA Bawa Suara Ojol Indonesia ke Konferensi Perburuhan Dunia ILO 2026

Ruminews.id, Jenewa — Sidang ke-114 International Labour Conference (ILC) yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) resmi dibuka di Jenewa, Swiss, pada Senin (1/6/2026). Forum ketenagakerjaan terbesar di dunia tersebut akan berlangsung hingga 12 Juni 2026 dan dihadiri oleh delegasi pemerintah, organisasi pengusaha, serta serikat pekerja dari 187 negara anggota ILO. Penyelenggaraan ILC tahun ini menjadi momentum penting bagi pekerja platform digital di berbagai negara. Salah satu agenda utama yang mendapat perhatian luas adalah pembahasan lanjutan mengenai decent work in the platform economy atau kerja layak dalam ekonomi platform digital. Pembahasan tersebut diarahkan untuk mendorong lahirnya standar internasional yang mampu memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja platform, termasuk pengemudi transportasi daring, kurir, pekerja berbasis aplikasi, dan berbagai profesi digital lainnya.

Internasional, Nasional, Politik

PPR Serukan Solidaritas Internasional untuk Kuba, Kecam Embargo Amerika Serikat

Ruminews.id, Jakarta — Partai Pembebasan Rakyat (PPR) menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Kuba yang saat ini tengah menghadapi krisis energi berkepanjangan. Dalam pernyataan sikap yang dirilis pada 23 Mei 2026, PPR menilai krisis yang melanda negara Karibia tersebut tidak dapat dilepaskan dari kebijakan embargo dan blokade ekonomi yang selama puluhan tahun diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Hukum, Internasional, Nasional, Politik

Parlemen Eropa Soroti Kasus Kekerasan Terhadap Aktivis Pembela HAM dan Lingkungan di Indonesia

Ruminews.id, Yogyakarta — Kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus dan Muhammad Rosidi kini turut menjadi perhatian Parlemen Eropa. Lembaga legislatif Uni Eropa tersebut menilai penanganan perkara ini berkaitan dengan situasi perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan sipil di Indonesia secara lebih luas. Parlemen Eropa sendiri merupakan lembaga legislatif Uni Eropa yang berwenang menyusun kebijakan, mengawasi pemerintahan Uni Eropa, serta mengeluarkan sikap politik dan resolusi terkait isu demokrasi dan HAM di berbagai negara. Sorotan terhadap kasus Andrie Yunus dan Muhammad Rosidi muncul melalui pernyataan resmi mereka mengenai kondisi HAM dan ruang sipil di Indonesia yang diterbitkan pada 21 Mei 2026 lalu.

Internasional, Nasional, Pendidikan, Teknologi

Paus Leo XIV Terbitkan Ensiklik “Magnifica Humanitas”, Serukan AI Harus Melayani Kemanusiaan

Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, resmi menerbitkan ensiklik Magnifica Humanitas yang berfokus pada tantangan moral dan kemanusiaan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dokumen tersebut ditandatangani pada 15 Mei 2026 dan dipublikasikan secara resmi kepada publik pada 25 Mei 2026.

Ekonomi, Internasional, Nasional, Opini, Pemuda, Pendidikan

Indonesia Di Antara Kepentingan Politik Global Dan Krisis Ekonomi Moneter

Penulis : Arfan – PP Imwal Bidang Advokasi Komunitas : (IMWAL) Ikatan Mahasiswa Walenrang Lamasi ruminews.id – Indonesia saat ini berada dalam situasi yang kompleks di tengah pusaran ekonomi politik global. Sebagai negara berkembang dengan sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar mencapai lebih dari 280 juta jiwa dan posisi geografis strategis menjadi jalur vital arena pertarungan kepentingan ekonomi politik global. Menurut data IMF tahun 2026, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 5% dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari US$1,5 triliun. Namun di balik angka tersebut, Indonesia menghadapi ancaman serius berupa tekanan ekonomi global yang dapat memicu ketidakstabilan moneter dan sosial di dalam negeri. Di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan melemahnya kondisi ekonomi nasional rakyat di tuntut diam di atas ketidakpastian arah kebijakan negara dan tekenan krisis Ekonomi Moneter atas nilai tukar rupiah-dolar melemah Pada Mei 2026, nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh titik terlemah hingga Rp17.745 per dolar AS. Kondisi ini memaksa Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25% untuk menahan tekanan terhadap rupiah dan menjaga stabilitas inflasi. Pelemahan rupiah bukan sekadar persoalan angka di pasar keuangan, melainkan ancaman langsung terhadap rakyat. Ketika dolar menguat, harga BBM, pupuk, bahan pangan impor, dan biaya produksi ikut meningkat. Maka rakyat akan menjadi tumbal dari akumulasi kepentingan global dan nasional. Alih-Alih Muncul Pernyataan Presiden, Prabowo Subianto, bahwa “masyarakat desa tidak butuh dolar” Narasi yang kemudian di angkat menuai kritik luas di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan realitas ekonomi rakyat hari ini. Sebab, meskipun masyarakat desa tidak secara langsung menggunakan mata uang dolar dalam aktivitas sehari-hari, dampak dari naiknya dolar Amerika tetap sangat memengaruhi kehidupan masyarakat desa, mulai dari kenaikan harga pupuk, biaya produksi meningkat dan kebutuhan pokok menjerat, kebijakan politik ekonomi global tidak bisa di pisahkan dengan kehidupan masyarakat kecil. Karena itu, sebagian publik menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk penyederhanaan masalah ekonomi yang justru dapat menutupi kenyataan bahwa rakyat desa juga menjadi korban dari ketidakstabilan ekonomi nasional. Dalam situasi ekonomi yang penuh tekanan, masyarakat membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar narasi yang dianggap menjauh dari kondisi riil di lapangan. Di sisi lain, kondisi ekonomi saat ini mulai memunculkan kembali ingatan publik terhadap krisis moneter 1998. Melemahnya rupiah, meningkatnya pengangguran, naiknya harga kebutuhan pokok, dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi faktor yang membuat narasi Reformasi 1998 kembali diperbincangkan dalam ruang publik. Reformasi 1998 lahir bukan hanya karena jatuhnya nilai rupiah, tetapi juga akibat krisis kepercayaan terhadap pemerintah dan ketidakmampuan negara menjawab penderitaan rakyat. Hari ini, situasi memang berbeda, tetapi keresahan sosial yang muncul memiliki pola yang mulai dirasakan sebagian masyarakat: ketimpangan ekonomi, tekanan hidup yang meningkat, dan kebijakan yang dianggap kurang berpihak pada rakyat kecil. Indonesia saat ini berada di antara kepentingan ekonomi politik global dan tuntutan kesejahteraan rakyat di dalam negeri. Pemerintah dituntut untuk mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membangun komunikasi publik yang lebih bijak dan realistis. Sebab dalam situasi krisis, setiap pernyataan pemimpin memiliki dampak besar terhadap kepercayaan masyarakat. Jika persoalan ekonomi terus diabaikan dan kritik masyarakat tidak dijawab dengan kebijakan yang berpihak pada rakyat, maka bukan tidak mungkin gelombang kekecewaan publik akan terus membesar. Dan ketika kepercayaan rakyat mulai runtuh, sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar sering lahir dari akumulasi keresahan sosial yang lama dipendam.

Scroll to Top