Pangkep

Makassar, Nasional, Opini, Pangkep, Pemuda, Pendidikan

Perempuan dalam Perspektif Islam: Martabat, Peran, dan Tanggung Jawab Sosial

ruminews.id – Dalam perspektif Islam, perempuan adalah sosok yang muliadan terhormat. Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW menjadi landasan utama yang menegaskan bahwa perempuanmemiliki martabat kemanusiaan yang setara dengan laki-laki. Islam hadir sebagai ajaran pembebasan, terutama pada masa ketika perempuan berada dalam posisi yang terpinggirkan dan diperlakukan secara tidak adil. Kehadiran Islam membawaperubahan mendasar dengan menempatkan perempuansebagai manusia seutuhnya, yang memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab moral di hadapan Allah SWT. Al-Qur’an secara jelas menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan dari satu jiwa (QS. An-Nisa: 1). Ayat ini menjadi fondasi teologis bahwa tidak ada hierarkikemanusiaan berdasarkan jenis kelamin. Nabi Muhammad SAW pun menegaskan pentingnya menghormati dan memuliakan perempuan, sebagaimana tercermin dalambanyak hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dalam ajaran Islam, ukuran kemuliaan manusiabukanlah jenis kelamin, melainkan ketakwaan dan amal saleh. Perempuan dalam Islam memiliki peran yang sangat pentingdalam kehidupan masyarakat. Sebagai ibu, perempuan adalahmadrasah pertama bagi generasi penerus bangsa. Sebagai istri, perempuan adalah mitra sejajar dalam membangun keluargayang dilandasi kasih sayang dan tanggung jawab bersama. Lebih dari itu, Islam juga mengakui perempuan sebagaiindividu yang mandiri, yang memiliki hak atas pendidikan, hak bekerja, hak memiliki harta, serta hak untuk berpartisipasidalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Islam tidak hanya memposisikan perempuan sebagai objekperlindungan, tetapi juga sebagai subjek moral dan spiritual. Perempuan dan laki-laki sama-sama memikul amanah sebagaikhalifah di muka bumi. Keduanya bertanggung jawabmenjaga nilai keadilan, kemanusiaan, dan keseimbangansosial. Dalam banyak ayat Al-Qur’an, amal saleh laki-laki dan perempuan disebutkan secara berdampingan, menegaskanbahwa kontribusi keduanya memiliki nilai yang sama di hadapan Allah SWT. Namun demikian, realitas sosial di berbagai masyarakatMuslim sering kali menunjukkan adanya kesenjangan antaranilai ideal Islam dan praktik yang terjadi. Diskriminasi, kekerasan, dan pembatasan terhadap perempuan masih kerapditemukan, bahkan tidak jarang dibenarkan atas nama agama. Padahal, ketidakadilan tersebut lebih banyak bersumber daribudaya patriarki, penafsiran agama yang sempit, serta struktursosial yang timpang, bukan dari ajaran Islam itu sendiri. Hipotesa yang patut ditegaskan adalah bahwa perempuandalam Islam memiliki potensi besar untuk menjadi agenperubahan positif dalam masyarakat apabila hak dan kewajibannya dihormati dan dipenuhi. Ketika perempuandiberi akses pendidikan yang layak, ruang partisipasi yang adil, dan perlindungan hukum yang memadai, makakesejahteraan masyarakat secara keseluruhan akan meningkat. Sebaliknya, mengabaikan hak perempuan hanya akanmelahirkan ketidakadilan, konflik sosial, dan ketidakseimbangan dalam kehidupan bersama. Known as part of that effort, peran negara dan sistem hukummenjadi sangat penting. Di Indonesia, UU Nomor 39 Tahun1999 tentang Hak Asasi Manusia serta UU Nomor 23 Tahun2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tanggadapat menjadi instrumen hukum yang memperkuatperlindungan hak-hak perempuan. Kehadiran regulasi initidak bertentangan dengan nilai Islam, justru sejalan denganspirit syariat yang menjunjung tinggi keadilan, perlindunganterhadap yang lemah, dan kemaslahatan umat. Dalam bahasa sastra dan refleksi nilai, perempuan dalamperspektif Islam dapat dipahami sebagai qawwamahpelaksana amanah kehidupan yang memiliki peran strategisdalam membangun masyarakat yang adil dan seimbang. Memuliakan perempuan bukanlah sekadar slogan normatif, melainkan komitmen moral dan sosial yang harus diwujudkandalam sikap, kebijakan, dan praktik kehidupan sehari-hari. Akhirnya, menghormati dan melaksanakan hak sertakewajiban perempuan dalam Islam adalah bagian dari upayamenghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ketika perempuan diperlakukan secara adil dan bermartabat, makamasyarakat akan tumbuh menjadi lebih beradab, seimbang, dan manusiawi sebuah cita-cita yang sejalan dengan nilailuhur ajaran Islam itu sendiri.

Daerah, Makassar, Nasional, Opini, Pangkep, Pemuda, Pendidikan

Perempuan dalam Perspektif Islam: Antara Ajaran Mulia dan Realitas Sosial

ruminews.id – Perempuan dalam Islam adalah sosok yang dimuliakan dan dihormati. Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW secara tegas menempatkan perempuan sebagai manusia yang memiliki martabat, hak, dan tanggung jawab yang setaradengan laki-laki. Islam hadir sebagai ajaran pembebasan, terutama bagi perempuan yang pada masa pra-Islam hidupdalam belenggu tradisi yang tidak manusiawi. KehadiranIslam menjadi titik balik yang menegaskan bahwa perempuanbukan objek penindasan, melainkan subjek penuh dalamkehidupan sosial dan spiritual. Dalam ajaran Islam, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat. Sebagai ibu, perempuan adalahpendidik pertama dan utama bagi generasi masa depan. Sebagai istri, perempuan adalah mitra sejajar dalammembangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Lebih dari itu, Islam juga mengakui perempuan sebagaiindividu yang mandiri, yang memiliki hak atas dirinya sendiri, termasuk hak untuk memperoleh pendidikan, bekerja, sertaberpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Hak pendidikan bagi perempuan merupakan prinsip mendasardalam Islam. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiapMuslim tanpa membedakan jenis kelamin. Pendidikan bukanhanya sarana pengembangan diri, tetapi juga alatpemberdayaan yang memungkinkan perempuan berkontribusisecara nyata dalam pembangunan masyarakat. Begitu pula dengan hak bekerja dan beraktivitas di ruang publik, selamadilakukan dengan menjunjung nilai etika dan keadilan, Islam tidak pernah melarang perempuan untuk berperan aktif di luarranah domestik. Namun, realitas yang kita saksikan hari ini sering kali bertolakbelakang dengan nilai-nilai luhur tersebut. Di banyakmasyarakat yang mengatasnamakan Islam, perempuan masihmengalami diskriminasi, marginalisasi, bahkan kekerasan. Ironisnya, praktik-praktik ini kerap dibenarkan atas nama agama. Padahal, jika ditelaah secara jujur dan mendalam, ketidakadilan terhadap perempuan lebih banyak bersumberdari budaya patriarki, penafsiran agama yang sempit, sertastruktur sosial yang tidak adil, bukan dari ajaran Islam itusendiri. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara Islam sebagai ajaran dan praktik sosial yang berkembang dalammasyarakat. Islam tidak mengajarkan penindasan terhadapperempuan, justru menempatkan mereka sebagai manusiayang bermartabat dan berhak diperlakukan secara adil. Upaya memperjuangkan hak-hak perempuan dalam Islam sejatinyaadalah upaya mengembalikan nilai-nilai keadilan yang telahdiajarkan oleh Al-Qur’an dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Membangun masyarakat yang adil dan seimbang menuntutkesadaran kolektif untuk menafsirkan ajaran Islam secaralebih humanis dan kontekstual. Perempuan harus dilihatbukan sebagai pihak yang lemah, tetapi sebagai mitra sejajardalam membangun peradaban. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara utuh, perjuangan untukmemuliakan perempuan bukan hanya menjadi wacana, melainkan gerakan nyata menuju keadilan sosial yang sesungguhnya.

Daerah, Makassar, Pangkep, Politik

Kasus Hibah Pilkada Pangkep, MW KAHMI Sulsel Tegaskan Sikap Resmi

ruminews.id, MAKASSAR — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan akhirnya angkat suara menyikapi penetapan Ichlas, Presidium MD KAHMI Pangkep periode 2023–2028, sebagai salah satu tersangka dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2024 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep pada 1 Desember 2025. Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel, H. Ni’matullah, SE., Ak, menegaskan bahwa pihaknya menghormati sepenuhnya proses hukum yang tengah berjalan dan meminta seluruh pihak untuk tidak menghakimi sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. “KAHMI Sulawesi Selatan menghormati sepenuhnya proses hukum terkait penetapan saudara Ichlas sebagai tersangka. Kami menjunjung asas praduga tak bersalah, sehingga status tersangka tidak boleh dianggap sebagai vonis sebelum ada keputusan pengadilan,” ujar Ni’matullah di Makassar, Selasa (2/12/2025). Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam mengusut perkara tersebut. “Kami berharap penyidikan berlangsung secara profesional dan terbuka. Saudara Ichlas pun kami harapkan bersikap kooperatif mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan hukum,” tambahnya. Ni’matullah menegaskan bahwa kasus yang menjerat Ichlas merupakan tanggung jawab hukum pribadi dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik di lembaga penyelenggara pemilu, dan tidak terkait dengan organisasi KAHMI. “Kami memisahkan secara tegas antara tanggung jawab hukum individu dan marwah organisasi. Perkara ini bukan terkait posisi beliau di KAHMI,” tegasnya. MW KAHMI Sulsel juga berencana melakukan komunikasi internal dengan MD KAHMI Pangkep untuk memastikan keberlangsungan organisasi tetap terjaga serta mengambil langkah-langkah sesuai mekanisme internal jika diperlukan. Selain itu, Ni’matullah mengimbau seluruh kader dan alumni HMI agar tetap tenang dan tidak larut dalam spekulasi yang dapat memperkeruh suasana. “Kami meminta keluarga besar KAHMI dan HMI agar tetap menjaga kehormatan organisasi dan tidak terprovokasi oleh opini liar. Sikapi proses ini secara bijak,” ucapnya. Di akhir pernyataannya, Ni’matullah menegaskan kembali komitmen KAHMI terhadap nilai integritas, kejujuran, dan keadilan. “KAHMI selalu berpegang pada prinsip integritas dan keadilan. Kami akan mengawal proses ini sambil tetap menghormati hak-hak setiap warga negara,” tutupnya. (*)

Daerah, Pangkep, Pemerintahan

Dua Screenshot yang Mengguncang Pangkep: HMI Menggema, Menuntut Terang di Balik Bayang-Bayang Proyek

ruminews.id – Pangkep kembali bergetar bukan oleh gempa bumi, melainkan oleh gelombang desakan yang bergulung dari suara-suara muda yang menuntut keadilan. Dua screenshot percakapan WhatsApp, yang datang tanpa permisi dan menyebar seperti angin liar dari status pribadi ke linimasa publik, mendadak menjelma bara. Bara yang menyala di hadapan Gedung DPRD Pangkep, memantik keresahan, memantik penolakan, memantik tuntutan akan kejelasan. Senin, (24/11/2025), halaman kantor DPRD Pangkep berubah menjadi panggung bagi puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep. Di bawah langit yang sedikit muram, mereka berdiri seperti tembok penyangga moral, menghadang kabut keraguan yang menghalangi pandangan publik. Indra Gunawan, jenderal lapangan aksi, berdiri di depan massa dengan suara yang menggema. Kata-katanya meluncur tegas, mengiris udara siang seperti guratan pedang keadilan. “Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jika tidak benar, jelaskan. Kalau ada persoalan, buka. Jangan biarkan kabur,” serunya, memaksa setiap telinga mendengar dan setiap hati mempertimbangkan. Ketua Umum HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, menambahkan tekanan dari sisi lain, dengan nalar yang tak kalah tajam. Bagi Fadli, potongan chat yang viral itu bukan sekadar teks digital melainkan pintu kecil yang mungkin mengarah pada ruang lebih luas tempat persoalan bersembunyi. “Ini bukan hanya potongan chat. Ini bisa menjadi awal pembongkaran dugaan penyimpangan pengelolaan proyek. APH harus turun tangan,” tuturnya, seolah membunyikan lonceng tanda dimulainya penyelidikan moral. Aksi mahasiswa itu diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Pangkep, H. Tauhid. Dengan wajah yang menimbang situasi, ia menyampaikan apresiasi sekaligus janji. Sebuah janji bahwa laporan itu tidak akan dibiarkan menguap seperti kabut pagi. “Aspirasi ini akan kami teruskan ke Badan Kehormatan untuk pemanggilan dan klarifikasi terkait screenshot WA yang beredar,” kata Tauhid, mencoba menjemput harapan yang dibawa para mahasiswa. Isu ini bermula dari dua screenshot percakapan WhatsApp yang pertama kali menyelinap melalui status WA, lalu berlari ke Facebook dan TikTok. Kalimat-kalimat dalam tangkapan layar itu penuh frasa pembagian persentase, kecemasan terhadap aparat, hingga kerja swakelola menyulut spekulasi publik. Nama-nama panggilan seperti Pablo, Emil, dan Emman muncul seperti bayang-bayang tokoh tanpa wajah, menggantung di antara rasa penasaran dan kecemasan. Beberapa potongan kalimat yang berhasil ditangkap publik menambah riuh suasana: “Janganki harap bisa na ambil 20% itu kerja seokololah krn banyaki dibagi-bagi di situ…”“Pengharapannya itu boska kita sendiri kelolai, tdk natauki bilang dijualki pekerjaannta…” Namun hingga kini, tidak ada satu pun pihak yang berani memastikan konteks sebenarnya. Identitas para pembicara masih kabur, seperti siluet di balik tirai gelap. DPRD maupun Badan Kehormatan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemanggilan legislator berinisial HI. Kekosongan informasi itu membuat ruang spekulasi semakin lebar, dan keresahan masyarakat kian meninggi. Sebelum aksi ditutup, HMI menegaskan komitmen mereka: perjuangan ini tidak berhenti hari ini. Jika tak ada perkembangan berarti, mereka berjanji akan kembali turun ke jalan lebih banyak, lebih lantang, lebih tegas. Di Pangkep, angin perubahan tampaknya sedang bergerak pelan namun pasti. Dan mahasiswa, seperti biasa, memilih menjadi gelombang pertama yang menabrak sunyi.

Pangkep

dr. Andi Nusawarta: Fun Run 5.7 Ini Bukti Semen Tonasa Tumbuh Bersama Masyarakat Pangkep

ruminews.id – Pangkep, 26 Oktober 2025 — Fajar baru saja menyingkap tirai langit, Udara pagi yang masih lembut disapa embun menjadi saksi riang ribuan jiwa yang menyatu dalam satu irama: Semen Tonasa Fun Run 5.7. Di antara gelombang manusia yang berlari dengan wajah berbinar, tampak sosok Komisaris PT Semen Tonasa, dr. Andi Nusawarta, turut menapaki lintasan, seakan ingin merasakan denyut energi yang mengalir di antara para peserta. Komisaris PT Semen Tonasa, dr. Andi Nusawarta, turut ambil bagian dalam kegiatan Semen Tonasa Fun Run 5.7 yang digelar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Minggu pagi. Acara ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum yang antusias memeriahkan kegiatan tersebut. Fun Run 5.7 yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-57 PT Semen Tonasa ini mengambil rute mengelilingi kawasan Semen Tonasa hingga Kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, dan mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar. Dalam kesempatan itu, dr. Andi Nusawarta menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat. “Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang memperkuat silaturahmi antara Semen Tonasa dan warga Pangkep. Kami ingin terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya. Suasana penuh kegembiraan tampak di sepanjang acara. Selain lomba lari, panitia juga menyediakan berbagai hiburan, doorprize menarik, serta stand UMKM lokal yang menambah semarak kegiatan. Melalui Fun Run ini, Semen Tonasa menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan yang tak hanya fokus pada industri semen, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kebahagiaan masyarakat Pangkep.

Olahraga, Pangkep

dr. Nusawarta : Tonasa Ingin Terus Membangun Bukan Hanya Pabrik, Tapi Juga Manusia dan Lingkungan Yang Kuat

ruminews.id – Pangkep – Pagi itu, matahari menari di atas perbukitan Pangkep, memantulkan cahaya keemasan di antara pepohonan kawasan perumahan karyawan PT Semen Tonasa. Minggu (19/10/2025) menjadi hari di mana ribuan langkah berpadu dalam satu irama: kebersamaan. Lebih dari dua puluh ribu peserta dari anak-anak hingga orang tua, dari karyawan hingga masyarakat sekitar membanjiri jalanan dalam gelaran Fun Walk HUT ke-57 PT Semen Tonasa. Di tengah lautan manusia yang bergembira, ada satu sosok yang memancarkan kehangatan tersendiri: dr. Andi Nusawarta, Komisaris PT Semen Tonasa, tokoh muda yang tak asing di hati warga Pangkep. Dengan senyum yang tak pernah lepas, ia menyapa satu per satu peserta, berbaur tanpa jarak, hingga berpelukan hangat dengan Bupati Pangkep, Dr. Muhammad Yusran Lalogau pemandangan yang menyiratkan kedewasaan dan keindahan sosial yang jarang kita saksikan di tengah hiruk-pikuk politik daerah. Hari itu, langkah-langkah peserta bukan sekadar gerak tubuh, melainkan simbol dari persatuan yang tumbuh di tanah karst Pangkep. Dalam tiap hentakan kaki, terasa denyut kehidupan antara perusahaan dan masyarakat yang saling menopang. “Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun perusahaan,” tutur dr. Andi dengan nada penuh makna. “Ini momentum untuk mempererat silaturahmi, menegaskan bahwa Semen Tonasa tumbuh bersama masyarakatnya.” Sebagai komisaris, dr. Andi memandang peran sosial perusahaan sebagai jantung yang menghidupkan roda bisnis. Ia meyakini, kekuatan Tonasa bukan hanya pada mesin-mesin yang berputar, tetapi pada manusia yang saling menguatkan. “Perusahaan besar harus punya hati yang besar pula,” ujarnya lembut. “Kami di Tonasa ingin terus membangun bukan hanya pabrik, tapi juga manusia dan lingkungan yang kuat.” Kegiatan Fun Walk resmi dilepas oleh Bupati Yusran bersama jajaran direksi, komisaris, dan unsur Forkopimda. Rute sejauh lima kilometer melintasi pemukiman karyawan menjadi bukti bahwa Semen Tonasa bukan sekadar berdiri di tengah masyarakat, tetapi tumbuh bersama mereka. “Ini bukan sekadar olahraga,” ujar Bupati Yusran dalam sambutannya, “tetapi cermin dari kedekatan dan kolaborasi sosial antara perusahaan dan warga.” Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Tonasa, H. Anis, mengingatkan bahwa usia ke-57 bukan hanya angka, melainkan perjalanan panjang penuh refleksi. “Kami ingin terus menjaga harmoni antara bisnis dan kehidupan sosial. Karena di balik setiap kantong semen, ada doa, kerja keras, dan kebersamaan.” Dari barisan tamu kehormatan, Komisaris Utama Andi Rio Idris Padjalangi pun menyampaikan pesan mendalam: “Semen Tonasa ini bukan sekadar industri. Ia bagian dari kehidupan kita semua. Jika satu bagian rusak, semua ikut merasakan.” Namun, di antara semua suara yang bergema, sosok dr. Andi Nusawarta menjadi benang merah yang merajut pesan hari itu. Ia berdiri di persimpangan antara dunia industri dan nurani sosial menjembatani kepentingan ekonomi dengan kemanusiaan, menghadirkan wajah kepemimpinan yang inklusif dan penuh empati. Dan ketika ribuan langkah itu berhenti di garis akhir, yang tersisa bukan sekadar napas terengah, melainkan rasa syukur. Di bawah langit Pangkep yang biru, tersimpan pesan sederhana namun abadi: Bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari kokohnya beton, melainkan dari hati-hati yang saling terhubung. Selama 57 tahun, PT Semen Tonasa telah menjadi lebih dari sekadar pabrik ia adalah denyut kehidupan, simbol perjuangan, dan rumah bagi harapan ribuan keluarga. Seperti yang diucap dr. Andi Nusawarta di akhir kegiatan, “Kekuatan kita bukan pada mesin, tetapi pada manusia yang saling menopang.” Dan pagi itu, Pangkep membuktikan: di setiap langkah bersama, Tonasa bukan hanya membangun semen ia membangun kebersamaan.

Pangkep, Pendidikan, Politik

Lewat Pendidikan Politik, Ketua PWI Pangkep Ajak Pelajar Pahami Peran Pers dalam Menjaga Demokrasi

ruminews.id – PANGKEP- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Pangkep menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda melalui pendidikan politik di Gedung Sekretariat DPD II Golkar Pangkep, Senin (20/10/2025). Salah satu topik yang diangkat adalah peran pers dalam demokrasi. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep, Sakinah Fitrianti, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan pentingnya media dalam menjaga informasi publik. “Pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Pers bukan hanya pilar keempat demokrasi, tetapi juga cermin dari kematangan politik masyarakat,” ujar Jurnalis Harian Fajar ini. Selain itu, ia juga mengungkap bahwa pers hadir dalam rangka melakukan kontrol terhadap pemerintahan dan juga partai politik agar berjalan transparan dan akuntabel. “Karena fungsi pengawasan media itu menjaga akuntabilitas institusi untuk publik dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem. Itu pula yang menjadi poin penting pers dalam pilar demokrasi,” tuturnya. Ketua DPD II Golkar Pangkep, Andi Ilham Zainuddin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen partai dalam membangun kesadaran politik di kalangan pelajar, hal itu dengan menghadirkan sejumlah siswa dari pelbagai SMA di Kabupaten Pangkep. Menurutnya, pendidikan politik penting agar generasi muda memahami nilai-nilai demokrasi dan dapat berpartisipasi secara bijak dalam kehidupan berbangsa. Terlebih lagi pelaksanaan ini menjadi rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Partai Golkar ke-61 dengan menghadirkan narasumber dari Kesbangpol Pangkep dan PWI Pangkep membahas pentingnya pendidikan politik. “Golkar ingin menumbuhkan generasi muda yang kritis, memahami nilai-nilai demokrasi, dan aktif dalam kehidupan masyarakat, dan Golkar juga hadir untuk senantiasa sebagai penyambung aspirasi masyarakat,” tambahnya yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Pangkep ini.

Daerah, Pangkep, Pendidikan

Latihan Kader 1 Perdana Pengurus HMI Kom.STKIP A.M Cabang Pangkep 2025-2026

ruminews.id – Pangkep, 10 Oktober 2025 – Setelah dilantik sebagai Pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat STKIP Andi Matappa Cabang Pangkep Periode 2025-2026, dengan sigap berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader 1 (LK-1) sebagai bentuk kaderisasi dasar organisasi di ruang Aula kantor BKKBN Pangkep.(Kamis, 9/10/2025). Kegiatan ini menyusun Tema: “Membentuk kader yang berintelktual dan militan. sejalan dengan lima kualitas insan cita.” Dihadiri oleh Sabaruddin Kabid PA Badko Sulsel, Ariel Kumang Sekretaris MD KAHMI Pangkep, dan Mamal Lapor Jendral Mantan Ketua Umum HMI Komisariat STKIP A.M. serta puluhan calon kader HMI komisariat STKIP. Ketua Umum yang baru HMI Komisariat STKIP A.M yang kerap di panggil Lukman ini, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk keberlangsungan serta untuk menghidupkan kembali ruang intelektual. “Ini adalah kegiatan wajib yang harus diikuti oleh calon kader HMI. Kegiatan yang merupakan kewajiban dalam tingkat komisariat ini harus tetap berlanjut.” Ujarnya. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Mantan ketua umum HMI Komisariat STKIP A.M Cabang Pangkep, Mamal (Lapor Jendral) memberikan motivasi kepada calon peserta agar tetap konsisten mengikuti kegiatan LK1 ini hingga selesai. “Jika kegiatan wajib pada jenjang komisariat seperti ini tidak ada, maka tidak ada itu HMI. dan pada kegiatan ini juga menjadi salah satu kunci kesuksesan kita untuk membesarkan HMI. LK1 ini bukan sekedar formalitas, tetapi menyiapkan kader sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan, jadi memang harus dilatih mulai sekarang, dan kalian harus benar-benar serius mengikuti kegiatan ini” Ungkapnya. Sementara itu, Sekretaris MD KAHMI Pangkep, Ariel Kumang dalam kesempatan yang sama mengatakan, ilmu adalah “makanan termahal” bagi setiap kader HMI. Ia juga menyampaikan rasa rindu yang mendalam kepada himpunan mahasiswa Islam. “Sudah lama saya tidak hadir di agenda Basic Training, mungkin karena dulu saya terlalu cepat keluar dari dinamika HMI karena pekerjaan. Hari ini saya sempatkan hadir, karena rindu, cinta, sekaligus ingin melihat langsung semangat para peserta dan kader HMI.” Ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama Sabaruddin, Kabid PA Badko Sulsel memberikan apresiasi melalui sambutannya bahwa Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan kader HMI untuk memperkuat intelektualitas, semangat berorganisasi, serta kesadaran akan tanggung jawab sebagai bagian dari umat dan bangsa. “Tentu saja harapannya kedepan, di forum ini kalian akan terbentuk sebagai kader yang memiliki kepribadian muslim yang berkualitas akademis, memiliki kesadaran fungsi serta peran dalam berorganisasi, dan mampu menunaikan hak serta kewajiban sebagai kader umat dan bangsa” Jelasnya. Sementara itu Fadly, Ketua umum HMI Cabang Pangkep dalam sambutannya menyampaikan kepada calon kader sekaligus membuka secara resmi kegiatan Basic Training LK1 Angkatan-IX ini. “Untuk calon kader HMI komisariat STKIP A.M dsini kalian akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan penting untuk menginternalisasi nilai-nilai yang dianut HMI. Semoga calon kader dapat produktif sampai akhir kegiatan LK1 ini.” Tutupnya. Diakhir kegiatan tampak penyerahan semua berkas Basic Training LK1 kepada ketua umum HMI komisariat STKIP A.M Pangkep oleh ketua umum HMI cabang Pangkep dan selanjutnya ditutup dengan sesi foto bersama. (Febrian)

Daerah, Pangkep, Pemerintahan

Dinsos Pangkep Perkuat Validasi Data: 9.000 Penerima Program Jaminan Kesehatan Dinonaktifkan

Ruminews.id, Pangkep – untuk memastikan penyaluran bantuan program jaminan kesehatan tepat sasaran Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Pangkep Menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Fasilitasi Bantuan Sosial Kesejahteraan Keluarga, Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan BP Pemerintah Daerah Tahun 2025. Dihadiri oleh Dinas Kesehatan Hj. Herlina, para operator lurah dan desa se-kabupaten pangkep di ruang rapat lantai 3 kantor bupati pangkep. (Rabu, 8/10/2025). Rakor ini dibuka secara resmi oleh asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda kab. Pangkep, Kusumawati. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk menyamakan persepsi antar operator di lapangan. “Tujuannya agar penyaluran bantuan iuran jaminan kesehatan ini dapat berjalan tepat sasaran,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pangkep, Asykur Abubakar, dalam pemaparannya, rakor ini bertujuan memberikan pemahaman yang sama bagi para operator, baik yang menangani PBI APBN maupun PBI APBD. “Saat ini banyak muncul inovasi dan perubahan, sehingga penting untuk menyamakan persepsi di antara para operator,” jelas Asykur. Sebanyak 9.000 jiwa penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah dinonaktifkan setelah ditemukan tidak lagi memenuhi kriteria sebagai warga kurang mampu, sekitar 300 orang lagi telah Berhasil Diaktifkan Kembali dalam Skema Reaktivasi Mendesak. Penghapusan ribuan nama ini penting, terutama setelah adanya skema dari Universal Health Coverage (UHC) menjadi sistem daftar tunggu untuk pendaftar baru di kabupaten Pangkep. “Reaktivasi ini bisa dilakukan dengan alasan tertentu, seperti kondisi sakit yang mendesak atau akan menjalani operasi. Prosesnya dapat selesai dalam 1-2 hari,” ungkapnya. Asykur menegaskan bahwa pembaruan data penerima manfaat di Kabupaten Pangkep dilakukan dua kali dalam setahun untuk memastikan keakuratannya. Ia berharap seluruh data penerima dapat valid dan sinkron dengan Data Induk Kependudukan (Dukcapil). “Banyak kasus ketidakaktifan BPJS disebabkan oleh data kependudukan yang belum diperbarui, seperti warga meninggal tanpa akta kematian, pindah tidak melapor, atau bayi lahir tidak dilaporkan,” tuturnya. Kepala Dinas Sosial Pangkep, Asykur Abubakar, menambahkan bahwa validasi data adalah kunci untuk meminimalisir penyimpangan. Dari total 230.000 warga Pangkep yang terdaftar sebagai penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (termasuk 160.000 PBI APBN dan 70.000 PBI APBD). Penulis: Febrian

Pangkep, Uncategorized

Bupati Pangkep, Yusran Hadiri Sosialisasi IEPK BPKP SULSEL, Dukung Budaya Antikorupsi

ruminews.id – PANGKEP – Bupati Kab. Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) Hadiri Sosialisasi Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) di kantor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan. Selasa (7/10/2025). Sosialisasi IEPK, bertujuan untuk mengukur dan menilai tingkat keberhasilan pemerintah daerah dalam menerapkan sistem pencegahan dan penanganan korupsi. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Rencana Aksi Kolaboratif Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi Tahun 2025 bersama dengan beberapa kepala daerah di Sulawesi Selatan. Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Selatan, Rasono, menyampaikan bahwa melalui penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Rencana Aksi Kolaboratif Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi ini. “BPKP mendorong pemda untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian korupsi secara baik dan efektif untuk mencegah potensi terjadinya masalah hukum dan BPKP selalu siap bekerja sama dengan pemda, inspektorat, serta seluruh OPD untuk membangun sistem pengendalian intern guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, termasuk di Kabupaten Pangkep,” ujarnya. Kepala Inspektorat Kabupaten Pangkep, Bachtiar, yang juga turut hadir mendampingi Bupati Pangkep, menjelaskan bahwa bupati menghadiri sosialisasi IEPK di BPKP sekaligus penandatanganan rencana aksi pencapaian Level 3 IEPK Pangkep. “Ini merupakan salah satu tools atau instrumen untuk mencegah dan mengendalikan korupsi di pemerintah daerah maupun pemerintah kota. Hal ini menunjukkan keseriusan Bupati Pangkep dalam melakukan pengendalian korupsi di Kabupaten Pangkep,” ujarnya dalam wawancara bersama Pangkep TV Penulis: Febrian

Scroll to Top