18 Kasus Influenza A Terdeteksi di DIY, Dinkes Sebut Kasus ISPA Justru Menurun
Ruminews.id, Yogyakarta — Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026.
Ruminews.id, Yogyakarta — Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat 18 kasus Influenza A hingga 23 September 2026.
Ruminews.id, Kota Blitar — Elim Tyu Samba terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kota Blitar melalui Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub), Selasa (22/9/2026). Elim meraih 24 suara, unggul empat suara dari rivalnya, Ratih Dewi Indarti, yang memperoleh 20 suara.
Ruminews.id, Tulungagung — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tulungagung menyampaikan keberatan atas artikel dalam Majalah Mimbar Pembangunan Agama (MPA) terbitan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Artikel berjudul “2 Kali PKI Berkhianat” tersebut mencantumkan GMNI sebagai salah satu organisasi yang disebut sebagai underbouw Partai Komunis Indonesia (PKI). Ketua DPC GMNI Tulungagung Taufik Maulana mengatakan Majalah MPA edisi Nomor 105/480 September 2026 telah mengategorikan GMNI sebagai underbouw PKI. Menurutnya, pencantuman tersebut menggeneralisasi sejumlah organisasi mahasiswa dan organisasi massa yang memiliki latar belakang politik berbeda. “Seharusnya dalam pembahasan sejarah gerakan mahasiswa era 1950 hingga 1960-an perlu ketelitian akademik dan pembedaan identitas setiap organisasi,” ujar Taufik, Senin (21/9/2026). Taufik mengatakan GMNI tidak keberatan dengan kajian mengenai sejarah politik dan gerakan mahasiswa. Namun, menurut dia, penulisan sejarah perlu didasarkan pada sumber yang dapat diverifikasi serta membedakan konteks dan identitas masing-masing organisasi. Ia merujuk Ensiklopedia Sejarah Indonesia Kementerian Kebudayaan yang menyebut GMNI lahir dari peleburan tiga organisasi berhaluan Marhaenisme, yakni Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (GMDI), Gerakan Mahasiswa Merdeka, dan Gerakan Mahasiswa Marhaenis. “Proses peleburan tiga organisasi itu berujung pada Kongres I GMNI di Surabaya pada 23 Maret 1954. Dalam sumber yang sama, GMNI memiliki kedekatan dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) di masa awal,” terangnya. GMNI juga menyoroti perbedaan sejarah organisasinya dengan Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI). Berdasarkan sumber yang dirujuk GMNI dari repositori Kementerian Pendidikan Menengah Dasar dan Menengah, GMNI berdiri pada 1954, sedangkan CGMI lahir pada 1956. “Dalam dokumen tersebut, keduanya merupakan organisasi yang berbeda. Maka GMNI menilai penyebutan sebagai underbouw PKI harus didukung sumber yang kuat,” jelas Taufik. Menurut Taufik, Marhaenisme juga tidak dapat disederhanakan sebagai identitas PKI. Ia menyebut Marhaenisme berkembang dari pemikiran Soekarno dan memiliki sejarah tersendiri dalam dinamika politik Indonesia. “Marhaenisme memiliki tradisi dan akar pemikiran tersendiri dalam sejarah politik Indonesia. Karena itu, sangat tidak tepat jika identitas GMNI direduksi tanpa melihat sejarah kelahiran dan falsafah organisasinya,” lanjutnya. Atas pemberitaan tersebut, DPC GMNI Tulungagung meminta Kanwil Kemenag Jawa Timur memberikan klarifikasi mengenai sumber dan dasar akademis yang digunakan dalam artikel Majalah MPA. GMNI juga meminta dilakukan verifikasi ulang terhadap materi sejarah tersebut. Apabila ditemukan kekeliruan, mereka meminta koreksi disampaikan secara terbuka. Selain itu, GMNI meminta perbaikan atau penarikan edisi majalah yang beredar apabila materi tersebut terbukti memuat narasi yang tidak tepat. Mereka juga meminta permohonan maaf secara terbuka apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya kesalahan dalam penulisan. DPC GMNI Tulungagung berharap Kanwil Kemenag Jawa Timur merespons keberatan tersebut melalui dialog berbasis data dan dokumen primer. GMNI menyatakan persoalan tersebut tidak ditempatkan sebagai persoalan menang atau kalah, melainkan berkaitan dengan ketelitian dalam menyampaikan sejarah kepada publik.
Ruminews.id – KENDARI, 23 September 2026 — HMI MPO Cabang Kendari menyoroti dugaan aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan oleh PT TRK di wilayah pesisir Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Ruminews.id, Cirebon – Upaya Untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat yang berlandaskan potensi daerah, Dompet Dhuafa Jawa Barat Unit Cirebon turut menggandeng mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon guna melakukan survei serta seleksi calon UMKM binaan di Kabupaten Indramayu pada hari Jumat, 11 September 2026.
Penulis :Muh. Faisal l – Mahasiswa STIE AMKOP ruminews.id – Kemiskinan masih menjadi salah satu persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2025 terdapat sekitar 685,14 ribu penduduk Sulawesi Selatan yang berada dalam kondisi miskin. Persentasenya mencapai 7,43 persen dari jumlah penduduk.
Penulis: Hendra Ketua Umum HMI Cabang Barru ruminews.id – Pemandangan lanskap ekonomi di Kabupaten Barru belakangan ini mengalami pergeseran visual yang mencolok. Berdirinya gerai-gerai ritel modern—seperti Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi—hingga ke sudut-sudut kecamatan menandai derasnya arus modernisasi arus distribusi. Di satu sisi, kehadiran mereka memberikan kepraktisan dan kenyamanan berbelanja bagi masyarakat.
Ruminews.id, Bantaeng – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Angkatan Muda Islam Indonesia (AMII) Sulawesi Selatan menunjuk Abd. Malik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMII Kabupaten Bantaeng periode 2026–2031.
Ruminews.id, LUWU TIMUR — Kegiatan pengamanan dan penegasan penguasaan sejumlah lahan bersertifikat Hak Milik (SHM) di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, mulai dilakukan Selasa (22/9/2026).
Ruminews.id, Teminabuan — Pelaku usaha wisata Sungai Kohoin Taman Kableki, Kaka Darwin Kondororik, mengaku kecewa karena bantuan yang sebelumnya dijanjikan Bupati Sorong Selatan belum juga terealisasi hingga September 2026.