Ruminews.id, Poso — Tahun ini menjadi tahun yang bersejarah bagi Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) khususnya wilayah pelayanan Klasis Poso Pesisir dan Poso Pesisir Utara.
Bagaimana tidak setelah terpisah selama dua puluh tahun (sejak tahun 2006), kedua wilayah pelayanan GKST ini pada akhirnya dapat dipertemukan kembali melalui perayaan hari ulang tahun (HUT) Persekutuan Pemuda GKST ke-77.
Tahun ini terdapat dua puluh tiga jemaat yang berasal dari Klasis Poso Pesisir dan Klasis Poso Pesisir Utara yang datang untuk mengikuti perayaan hari ulang tahun pemuda GKST yang akan dilaksanakan selama hampir seminggu sejak tanggal 21 – 28 Juni 2026 bertempat di Jemaat GKST Torsina Patiwunga.
Adapun agenda kegiatan berupa berbagai macam perlombaan baik dibidang kerohanian, olahraga maupun kesenian. Selain itu terdapat juga kegiatan-kegiatan pembinaan dan pemantapan kader-kader pemuda-pemudi GKST melalui materi-materi pembinaan seperti;
- (Mengenal Dan Mencintai GKST: GKST sebagai institusi dan Persekutuan.
- Sejarah GKST: GKST dari masa ke masa.
- Manajement Organisasi: gereja membangung relasi dengan organisasi lainnya.
- Sukses Bersama Kristus: Menjadi Pengusaha yang beriman dan berintegritas.
Hari pertama kegiatan HUT Pemuda GKST dibuka dengan kebaktian bersama di gedung GKST Torsina Patiwunga. Kebaktian bersama ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Sinode GKST, Pdt. Djadaramo Tasiabe, M.Th.

Dalam ceramahnya beliau menyoroti mengenai penggunaan smartphone atau telepon pintar yang sangat berdampak untuk menghilangkan serta menggantikan banyak hal dari kehidupan manusia khususnya ketika memasuki era digital pada saat ini.
Semakin maraknya penggunaan smartphone yang mengakibatkan kebanyakan anak-anak muda memasuki dunia digital dan saat memasuki dunia digital, mereka kadang mengukur nilai dirinya berdasarkan standar media sosial dan standar orang lain di dalam media sosial tersebut.
Selain itu dalam ceramahnya Pdt. Djadaramo Tasiabe menitipkan pesan jika ingin menjadi seorang yang sukses ada empat hal yang wajib selalu diingat dan dilakukan oleh anak-anak muda; Pertama, menghormati orang tua. Kedua, selalu mengikuti kehendak Allah.
Ketiga, untuk sukses berasal dari usaha, kerja keras serta keberserahan kita kepada Tuhan. Keempat, untuk menjadi sukses rapikan dahulu tempat tidur saat bangun pagi sebagai sebuah tanggung jawab.
Dalam perayaan HUT Pemuda GKST tahun ini, Persekutuan Pemuda Jemaat GKST Mawar Saron Tambarana mengambil bagian untuk mengikuti serta memeriahkan seluruh rangkaian HUT Pemuda GKST di Jemaat GKST Torsina Patiwunga.
Terdapat sekitar 57 orang anggota pemuda dan pemudi Jemaat GKST Mawar Saron Tambarana yang hadir untuk memeriahkan serta mengikuti perlombaan. Sekedar informasi untuk setiap pembaca bahwa Jemaat GKST Mawar Saron Tambarana, merupakan salah satu jemaat yang memiliki jumlah keanggotaan atau warga jemaat terbanyak diwilayah pelayanan Klasis Poso Pesisir Utara.
Jemaat ini juga merupakan salah satu jemaat yang multi etnis dengan etnis terbanyak adalah Sangir, Bali, Mori, Besoa, Bada, Lauje, Pamona, Toraja dan beberapa suku pendatang lainnya yang memilih untuk bergabung dan menjadi anggota jemaat GKST Mawar Saron Tambarana.
Kehidupan Persekutuan Jemaat GKST Mawar Saron Tambarana tentunya tidak terlepas dari berbagai dinamika sosial serta perjalanan iman yang dialami bersama oleh seluruh warga jemaat.
Khususnya ketika menghadapi masa-masa kerusuhan Poso sekitar tahun 1998-2001 tetapi semua hal tersebut dapat dilalui oleh Jemaat GKST Mawar Saron Tambarana dan sampai saat ini kehadirannya ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
Bahkan telah memberikan banyak sekali dampak dan hal-hal baik melalui persekutuan maupun aksi-aksi sosial yang telah dilakukan.
Melalui pendampingan dari kedua orang pendeta jemaat yakni Pdt. Darmiati Laando, S.Th dan Pdt. Samsudin Lai’ia, S.Th , pada hari kedua perayaan HUT Pemuda GKST, Persekutuan Pemuda Jemaat GKST Mawar Saron Tambarana mengikuti pagelaran devile dengan mengangkat tema; “Regenerasi Emas, Mandiri, Berkualitas.”
Penatua Frederik Rompis selaku majelis pendamping Persekutuan pemuda Jemaat GKST Mawar Saron Tambarana secara antusias ketika diwawancarai pada hari Senin, 23 Juni 2026 beliau menyampaikan harapannya mengenai kegiatan HUT Pemuda GKST ke-77,
“Acara HUT Pemuda GKST Ke-77 tahun ini kiranya akan menjadi ruang untuk memperkuat Persekutuan bagi anak-anak muda di dalam Tuhan”.
Salah seorang pemudi GKST Mawar Saron Tambarana, Enjel Tandea juga mengungkap harapannya;
“Saya berharap bahwa kegiatan HUT Pemuda ini menjadi tempat bagi pemuda-pemudi untuk semakin bertumbuh dalam iman dan pengenalan dalam Tuhan”
Kegiatan HUT Persekutuan Pemuda GKST ke-77 yang dilaksanakan di Jemaat GKST Torsina Patiwunga merupakan sebuah acara akbar sekaligus reuni bersama dari kedua wilayah pelayanan (klasis) GKST yang dipertemukan kembali.
Melalui kegiatan HUT Persekutuan Pemuda ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi pemuda dan pemudi Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) untuk menunjukkan solidaritas dan memperkuat Persekutuan yang telah ada dalam tubuh gereja dan seluruh pelayanan GKST. (Welem Yeremia Ontrael)