Author name: Andi Yuni Elfira

Jakarta, Nasional

Guntur Setiawan, SH., MM Minta Deddy Sitorus Sampaikan Permintaan Maaf kepada Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia

ruminews.id, Jakarta – Kader Partai Golkar sekaligus Pengurus Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Guntur Setiawan, SH., MM, menyampaikan protes atas pernyataan Deddy Sitorus yang dinilainya telah menyeret nama Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam polemik yang masih menjadi ruang pembahasan publik. Menurut Guntur, sebagai negara hukum, setiap dugaan terhadap seseorang harus disampaikan berdasarkan fakta, data, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, serta tidak boleh mengabaikan asas praduga tak bersalah. Ia menilai pernyataan yang disampaikan kepada publik semestinya tidak bersifat menggiring opini sebelum ada kesimpulan dari lembaga yang berwenang. “Sebagai kader Partai Golkar dan MKGR, saya menyesalkan pernyataan Saudara Deddy Sitorus yang menurut saya telah mencederai etika komunikasi politik. Kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan secara objektif, berdasarkan fakta, dan tidak menimbulkan kesan menghakimi seseorang sebelum ada proses hukum yang berkekuatan,” ujar Guntur. Karena itu, Guntur meminta Deddy Sitorus untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, apabila pernyataan yang disampaikannya tidak didukung oleh bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elite politik untuk mengedepankan etika, menjaga suasana politik yang sehat, serta menghormati proses hukum yang berlaku. Menurutnya, perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyampaikan pernyataan yang berpotensi merugikan nama baik seseorang tanpa dasar yang kuat.

Hukum & Kriminal, Nasional, Pemerintahan, Politik

Hizkia: Pelibatan TNI dalam Pengamanan Jampidsus Mengarah pada Militerisasi Penegakan Hukum

Ruminews.id, Jakarta — Pengamat sosial Hizkia Darmayana menyatakan bahwa pelibatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penjagaan ketat rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, serta kedatangan puluhan anggota TNI ke Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) pada keesokan harinya menunjukkan kecenderungan militerisasi penegakan hukum yang berpotensi mengancam demokrasi dan supremasi sipil.

Nasional, Pemerintahan, Politik

Tokoh Agraria dan Pertanahan Dr. Budi Suryanto, SH, CN, MH, M.Si, Dari Fondasi Peradaban Menuju Masa Depan Indonesia

ruminews.id, Jakarta – Di Indonesia tidak banyak tokoh dan ahli yang fokus menekuni praktek beserta keilmuan agraria dan pertanahan. Salah satu ahli ini yaitu, Dr. Budi Suryanto, SH, CN, MH, M.Si dengan pangkat Widyaiswara Ahli Utama Tinggi Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional RI (BPN RI).

Nasional, Pemerintahan, Politik

Hizkia Darmayana: Hillary Brigitta Buktikan Komitmen Membela Kebebasan Beribadah Sesuai Amanat Konstitusi

ruminews.id, Jakarta – Pengamat Sosial Hizkia Darmayana menilai Anggota DPR RI Komisi XI, Hillary Brigitta Lasut, menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap warga yang mengalami gangguan dalam menjalankan hak beribadah. Menurut Hizkia, langkah yang dilakukan Hillary merupakan bentuk nyata pelaksanaan amanat Konstitusi, bukan sekadar retorika politik.

Nasional, Opini, Pemuda

Gibran, Jembatan Antar Generasi: Menghubungkan Pengalaman dengan Semangat Anak Muda

Penulis: Arwin Welhalmina (KETUA UMUM GENG Z ) ruminews.id – Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan kekuatan lintas generasi. Sosok Gibran Rakabuming Raka kerap diposisikan sebagai bridge generation atau jembatan antar generasi—menghubungkan kebijaksanaan para senior dengan energi, kreativitas, dan cara berpikir generasi milenial serta Gen Z.

Depok, Infotainment, Nasional

Hizkia Darmayana: Peristiwa Misa Arwah di Depok Buktikan Gagasan “Ketuhanan yang Berkebudayaan” Belum Membumi

ruminews.id, Depok – Pengamat Sosial Hizkia Darmayana menilai peristiwa perdebatan yang sempat mewarnai pelaksanaan Misa Arwah di sebuah rumah warga di Gang Haji Abdul Azis, Cipayung, Kota Depok, hingga ibadah tersebut dipindahkan ke Rumah Duka Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) di kawasan Pancoran Mas, merupakan refleksi bahwa gagasan “Ketuhanan yang Berkebudayaan” yang dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945 belum sepenuhnya membumi dalam kehidupan bermasyarakat.

Scroll to Top