8 September 2026

Daerah, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda

Gas Langka, BBM Mengantre, Air Tersendat, Listrik Padam. HMI Cabang Makassar: Ada Apa dengan Pelayanan Publik?

ruminews.id, MAKASSAR — Sejumlah persoalan terkait kebutuhan dasar masyarakat kembali menjadi sorotan di Kota Makassar. Keluhan mengenai keterbatasan pasokan gas, antrean kendaraan di sejumlah SPBU, distribusi air yang tersendat, hingga pemadaman listrik menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Daerah, Makassar, Pemuda, Pendidikan

Faried Wajdy Arifay: Mahasiswa Tidak Boleh Kehilangan Ruang untuk Mengkritik

ruminews.id, MAKASSAR — Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Faried Wajdy Arifay, menilai ruang kritik bagi mahasiswa harus tetap dijaga dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting untuk menyampaikan pandangan, mengawal kebijakan publik, serta menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Nasional, Opini, Pemerintahan, Pemuda, Politik

Jarak, Debu, dan Nurani : Pulang Sebelum Hilang

Penulis : M. Agusman – Sekretaris Umum HMI Cab. Sinjai ruminews.id – Di kala senja yang bersinar jingga, membelah lautan awan dan langit biru, aku memacu kendaraan menjauhi batas hiruk-pikuk tungku raksasa ini menuju sebuah portal usang di ujung jalan, sebuah landasan sunyi yang tak lagi menerbangkan apa pun selain sisa-sisa ingatan. Angin sore yang menerpa wajah seolah tak pernah cukup kuat untuk menyapu aroma debu, karat, dan kelelahan yang menempel di kulit.

Jakarta, Nasional

Semarakkan Dies Natalis ke-60, KOHATI PB HMI Resmi Meluncurkan Program September Bernilai

ruminews.id, Jakarta – Enam dekade perjalanan Korps HMI-Wati (KOHATI) menjadi momentum bagi KOHATI PB HMI Periode 2024–2026 untuk memperkuat kembali arah gerakan HMI-Wati. Menyambut Dies Natalis ke-60 KOHATI (1966–2026), KOHATI PB HMI resmi meluncurkan “September Bernilai” dengan tema “KOHATI Bernilai, Perempuan Berdaulat”, Senin, 7 September 2026, di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan. “September Bernilai” menjadi rangkaian gerakan sepanjang September yang mempertemukan pengabdian sosial, ruang diskusi dan pemikiran, serta penguatan kapasitas kader. Gagasan ini diarahkan untuk menjadikan momentum 60 tahun KOHATI sebagai energi baru perjalanan Kohati, sekaligus mendorong HMI-Wati agar memiliki kapasitas untuk membaca persoalan, keberanian mengambil posisi, dan kemampuan menghadirkan solusi di tengah masyarakat. Ketua Pelaksana “September Bernilai”, Nur Indah, menegaskan bahwa rangkaian ini dirancang sebagai ruang bersama bagi HMI-Wati untuk menguatkan kontribusi dan memperluas kebermanfaatan. “September Bernilai kami hadirkan untuk menguatkan kapasitas dan keberanian kader HMI-Wati. Usia 60 tahun harus menjadi energi baru bagi KOHATI untuk terus relevan, bergerak, dan memberi dampak. Karena itu, seluruh rangkaian ini membutuhkan gotong royong dan komitmen kolektif dari kader KOHATI di seluruh Indonesia,” ujar Nur Indah. Ketua Umum KOHATI PB HMI, Sri Meisista, menyampaikan bahwa enam puluh tahun KOHATI merupakan perjalanan panjang yang membentuk karakter dan kepemimpinan HMI-Wati. “Enam puluh tahun KOHATI adalah perjalanan pendewasaan. Dari dekade ke dekade, KOHATI telah menjadi ruang bagi HMI-Wati untuk bertumbuh, belajar, memimpin, dan mengambil peran. Momentum ini harus membawa kita untuk melihat kembali perjalanan perjuangan KOHATI sekaligus menentukan keberanian kita dalam menjawab tantangan ke depan,” ujar Sri Meisista. Menurutnya, perempuan berdaulat lahir dari perempuan yang memiliki pengetahuan, kapasitas, kemandirian, dan keberanian menentukan sikap. Karena itu, September Bernilai diharapkan menjadi ruang yang mendorong kader untuk terus berkembang dan mengambil peran strategis dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan keumatan. “Harapan saya, September Bernilai dapat meningkatkan kesadaran, memberdayakan, dan menginspirasi HMI-Wati di seluruh Indonesia. Kita ingin KOHATI yang bernilai melahirkan perempuan yang berdaulat, perempuan yang mampu menentukan arah hidupnya, berani bersuara, dan hadir membawa perubahan,” tegasnya. Peluncuran “September Bernilai” dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, yang menyatakan dukungannya terhadap rangkaian Dies Natalis ke-60 KOHATI. Dengan dimulainya “September Bernilai”, KOHATI PB HMI mengajak seluruh kader untuk menjadikan September sebagai ruang bertumbuh, bergerak, dan memberi arti. Enam puluh tahun KOHATI menjadi pijakan untuk menatap masa depan dengan gerakan yang semakin bernilai dan perempuan yang semakin berdaulat.

Nasional, Opini, Pemerintahan, Pemuda

Kampung Nelayan Merah Putih Entry Point Membangun Sinergi Gerakan Pemberdayaan Perempuan Pesisir dan Kepulauan

Penulis: Andi Muhammad Jufri (Tenaga Ahli Wamen KPPPA / Anggota Ikatan Sarjana Kelautan Unhas) ruminews.id – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, garis pantai Indonesia bukan sekadar bentangan geografis, melainkan fondasi kedaulatan dan keberlanjutan bangsa. Namun, di balik narasi megah ekonomi biru, ada realitas yang kerap terabaikan: kondisi jutaan perempuan pesisir dan kepulauan yang berada di garda terdepan kehidupan maritim namun masih terjebak dalam kerentanan multidimensi.

Scroll to Top