Pendidikan

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Wali Kota Makassar Perkenalkan Program Makassar Creative Hub di PKKMB Unibos 2025

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir memberikan sambutan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bosowa 2025 di Kampus Unibos, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (15/09/2025). Dalam kesempatan tersebut, Munafri memperkenalkan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar Creative Hub (MCH), yang digagas sebagai ruang pengembangan keterampilan dan kreativitas generasi muda. “Makassar Creative Hub memberikan ruang kepada anak muda untuk meng-upgrade keterampilannya. Kalau ingin jadi pengusaha, silakan berlatih di MCH. Kalau ingin mengasah profesionalisme, MCH juga hadir membina sesuai bidang masing-masing,” ujar Munafri. Ia menambahkan, MCH telah menjadi wadah lahirnya banyak talenta muda Makassar yang mampu menyalurkan potensi tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di dunia kerja dan kewirausahaan. Melihat banyaknya talenta-talenta muda seperti para Mahasiswa di Kota Makassar, Munafri pun menyampaikan tekadnya bahwa tahun depan, Pemkot Makassar menargetkan pembangunan dua MCH baru di kecamatan lain agar fasilitas ini lebih merata dirasakan masyarakat. Selain memperkenalkan program MCH, Munafri juga berpesan kepada mahasiswa baru Unibos agar menjadikan dunia kampus sebagai titik awal merancang masa depan. Menurutnya, universitas bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga membentuk karakter dan arah hidup generasi muda. “Tidak ada fakultas yang lebih baik dibandingkan lainnya. Semua memiliki keunggulannya masing-masing. Yang penting adalah bagaimana kalian bisa fokus, disiplin, dan mengembangkan minat agar bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” kata Munafri. Ia menekankan bahwa mahasiswa baru Unibos 2025 adalah bagian dari generasi yang akan membawa Indonesia menuju era emas 2045. Oleh karena itu, ia mendorong mereka untuk tidak hanya mengandalkan perkuliahan di kelas, tetapi juga aktif menambah pengalaman di luar kampus. “Belajar tidak cukup hanya dari dosen. Tambahkan ilmu dengan pengalaman, perbanyak jaringan, dan kembangkan diri kalian. Pemerintah hadir untuk menyediakan wadahnya, salah satunya lewat Makassar Creative Hub,” tutup Munafri.(*)

Pendidikan

Grand Opening Macca Education 3.0 : Hadir dengan Wajah Baru untuk Generasi Masa Depan

ruminews.id – Makassar, 15 September 2025 – Macca Education resmi membuka cabang barunya, Macca Education 3.0, yang berlokasi di Jl. Adhyaksa No. 17 (Lantai 2 Kaori Coffee), Makassar. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya Macca Education menghadirkan layanan pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan berkualitas bagi generasi muda. Acara grand opening yang berlangsung pada Sabtu, 30 Agustus 2025 pukul 14.00 WITA ini dihadiri oleh para tamu undangan, tokoh pendidikan, serta mitra strategis. Peresmian cabang baru ini ditandai dengan serangkaian agenda, mulai dari tour ruang belajar, perkenalan fasilitas, hingga ramah tamah bersama seluruh tamu yang hadir. Dalam sambutannya, Ms. Dian, Operational Manager Macca Education, menyampaikan rasa syukur dan optimismenya atas kehadiran cabang baru ini. “Kami sangat bangga dapat menghadirkan Macca Education 3.0 sebagai langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan berkualitas. Dengan fasilitas yang lebih modern serta program unggulan yang relevan, kami berharap bisa menjadi bagian dari perjalanan belajar anak-anak hingga orang dewasa di Makassar,” ujar Ms. Dian. Sebagai bagian dari rangkaian acara, Macca Education juga menggelar Master Class (Trial Class) untuk memperkenalkan berbagai program unggulannya, yaitu: English for Kids – kelas interaktif dengan metode belajar menyenangkan. English for Adults – program komunikasi praktis untuk kebutuhan kerja maupun sehari-hari. IELTS Preparatory – kelas persiapan ujian internasional untuk siswa dan profesional yang ingin melanjutkan studi atau karier global. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang berkesempatan mencoba langsung metode pembelajaran khas Macca Education. “Macca Education 3.0 merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kami ingin mencetak generasi unggul dengan pendekatan inovatif dan suasana belajar yang nyaman,” tambah perwakilan Macca Education. Selain peresmian fasilitas baru, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antara pendidik, orang tua, serta masyarakat luas. Macca Education berharap kehadiran cabang ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan di Makassar dan sekitarnya. Masyarakat dapat mengikuti momen grand opening ini melalui akun resmi Instagram @maccaeducation dan @maccajuniors. Tentang Macca Education Macca Education adalah lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi unggul melalui metode pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berorientasi pada pengembangan karakter. Dengan kehadiran cabang terbaru ini, Macca Education siap menjangkau lebih banyak siswa untuk meraih masa depan gemilang.

Daerah, Pekanbaru, Pendidikan

ISMEI Gelar Indonesia Berdialog 2025, BEM FEB UMRI Siap Jadi Tuan Rumah

ruminews.id, Pekanbaru – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB UMRI) menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pelaksanaan agenda nasional Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) bertajuk Indonesia Berdialog 2025. Mengangkat tema “Menakar Peran APBN dalam Mewujudkan Ekonomi Nasional yang Berkeadilan dan Berkelanjutan dari Perspektif Daerah,” forum nasional ini dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2025 di kampus UMRI, Pekanbaru. Kegiatan ini akan mempertemukan mahasiswa ekonomi dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia bersama akademisi, tokoh muda, pemerintah, hingga praktisi ekonomi nasional maupun internasional. Fokus pembahasan diarahkan pada peran APBN dalam menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional. Gubernur Mahasiswa BEM FEB UMRI, Nur Hidayat, menyebut bahwa kepercayaan ISMEI kepada UMRI merupakan kehormatan sekaligus peluang berharga. “Indonesia Berdialog adalah momentum penting bagi mahasiswa untuk menghadirkan perspektif kritis terhadap kebijakan fiskal negara. Kami ingin memastikan bahwa suara daerah tidak terabaikan, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada rakyat, baik pusat maupun daerah,” ujarnya. Lebih jauh, Nur Hidayat menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang strategis untuk merumuskan gagasan, rekomendasi kebijakan, serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Budaya dialog yang konstruktif harus kita bangun bersama, agar mahasiswa tidak hanya aktif di ranah akademik, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial yang sadar akan dinamika bangsa,” tambahnya. Selain menjadi ajang dialektika intelektual, Indonesia Berdialog 2025 juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi antarorganisasi kemahasiswaan, serta membuka peluang lahirnya gerakan positif dari kampus untuk masyarakat. UMRI juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan identitas, budaya, dan potensi daerah Riau kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia. Saat ini, BEM FEB UMRI tengah mematangkan persiapan teknis dan substansi acara dengan dukungan penuh dari pimpinan fakultas, universitas, serta mitra eksternal. Dengan semangat kolaboratif, UMRI optimis mampu menjadi tuan rumah yang profesional sekaligus menghadirkan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta. Tentang BEM FEB UMRI BEM FEB UMRI adalah organisasi kemahasiswaan di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau. Di bawah kepemimpinan Nur Hidayat, BEM FEB UMRI konsisten mendorong intelektualitas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa dengan berlandaskan nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan keilmuan.

Daerah, Gowa, Pendidikan

UKM SB eSA Tantang Kampus: Demokrasi Bukan Formalita!

ruminews.id – Makassar, 10 September 2025. Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya eSA (UKM SB Esa) menegaskan sikap kerasnya dalam dialog bertajuk “Kampus dan Imaji Demokrasi: Merawat Ruang Kritis” yang digelar bersama Pekerja Seni Kampus (PSK) Makassar, Rabu (10/09) di Kampung Esa. Dialog ini menghadirkan Gunawan Hatmin (Mahasiswa Pascasarjana UINAM) dan Tawakkal Mahmud (Menteri Hukum dan HAM DEMA UINAM) sebagai narasumber, serta dipandu oleh Alamzah Amor sebagai moderator. Acara ini menjadi forum konsolidasi mahasiswa seni untuk menyuarakan kegelisahan atas kondisi kampus dan demokrasi nasional yang kian terjebak dalam pragmatisme. Dalam forum, UKM SB eSA menyampaikan ultimatum moral kepada pihak kampus: berhenti memperlakukan seni sekadar pelengkap kegiatan formalitas. Seni harus menjadi ruang hidup bagi kritik mahasiswa, bukan dibungkam atau dipoles sebagai hiburan seremonial. “Kampus tanpa ruang kritis bukan lagi rumah ilmu, tapi pabrik birokrasi. Seni bukan pajangan, ia adalah bahasa perlawanan. Jika kampus tidak memberi ruang, mahasiswa akan merebutnya,” tegas perwakilan UKM SB Esa. Gunawan Hatmin menekankan bahwa seni adalah medium filsafat dan refleksi sosial yang menjaga daya kritis mahasiswa. Sementara Tawakkal Mahmud mengingatkan agar mahasiswa tidak larut dalam pragmatisme politik kampus, melainkan terus berperan sebagai motor demokrasi substansial. Kegiatan tidak berhenti pada ruang dialog. Pasca-diskusi, acara dilanjutkan dengan pementasan seni dari para pekerja seni kampus. Pertunjukan meliputi *teater, seni rupa, musik, sastra, hingga musikalisasi puisi* yang menggugah, menyuarakan keresahan generasi muda, dan sekaligus menghidupkan imajinasi demokrasi. Pementasan ini menjadi bukti nyata bahwa seni di kampus bukan hanya retorika, tetapi praktik nyata perlawanan kultural. Dengan slogan “Seni Lawan Tirani”, UKM SB eSA bersama PSK Makassar menegaskan komitmennya untuk menjaga ruang kritis dan menyalakan kembali nurani demokrasi di tengah kampus yang semakin birokratis. Dialog dan pementasan ini menjadi momentum penting bahwa mahasiswa seni tidak hanya mencipta karya, tetapi juga merawat kebebasan berpikir sebagai fondasi demokrasi.

Daerah, Gowa, Pendidikan

UKM SB Esa Gandeng Pekerja Seni Kampus Makassar Gelar Dialog: Kampus dan Imaji Demokrasi

Makassar, 10 September 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya (UKM SB) Esa bekerja sama dengan komunitas Pekerja Seni Kampus (PSK) Makassar sukses menggelar dialog bertajuk “Kampus dan Imaji Demokrasi: Merawat Ruang Kritis”, yang berlangsung di Kampung Esa, Rabu (10/09). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Gunawan Hatmin (Mahasiswa Pascasarjana UINAM) dan Tawakkal Mahmud (Menteri Hukum dan HAM DEMA UINAM), serta dipandu oleh Alamzah Amor sebagai moderator. Dalam paparannya, Gunawan Hatmin menekankan bahwa kampus seharusnya tidak hanya menjadi ruang akademik formal, tetapi juga arena dialektika ide yang menjaga nalar kritis mahasiswa. Menurutnya, seni merupakan medium reflektif untuk menghidupkan imajinasi demokrasi yang tengah menghadapi tantangan serius. Sementara itu, Tawakkal Mahmud menyoroti realitas demokrasi Indonesia yang semakin pragmatis dan sarat kepentingan elit. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan komunitas seni dalam membuka ruang alternatif bagi kritik dan partisipasi publik, terutama menghadapi fenomena yang ia sebut sebagai “reset demokrasi”. Kegiatan dialog ini juga menjadi ruang konsolidasi antara pekerja seni kampus dengan gerakan mahasiswa dalam merawat tradisi intelektual yang kritis, progresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Dengan mengusung slogan “Seni Lawan Tirani”, acara ini tidak hanya menghadirkan diskusi mendalam, tetapi juga menegaskan komitmen pekerja seni muda untuk menghadirkan karya dan ruang kebudayaan sebagai bagian dari perjuangan demokrasi. “Kolaborasi UKM SB Esa dan PSK Makassar adalah bentuk ikhtiar menghadirkan kampus yang hidup, berjiwa kritis, serta mampu menjembatani gagasan demokrasi dengan ekspresi seni,” ujar panitia pelaksana dalam keterangannya. Dialog ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kolaboratif yang lebih luas, di mana seni tidak sekadar ekspresi estetis, tetapi juga menjadi instrumen kebudayaan untuk memperkuat demokrasi dan melawan segala bentuk hegemoni.

Daerah, Pangkep, Pendidikan

HMI dalam Cita Indonesia Emas 2045 ‎Ketua Umum HMI Cabang Pangkep Ikuti Advance Training LK III HMI Badko Kalimantan Selatan

ruminews.id – ‎Pangkep, 4 September 2025 – Muhammad Fadly, resmi mengikuti forum Advance Training (LK III) yang digelar HMI Badan Koordinasi Kalimantan Selatan sejak 31 Agustus hingga 07 September 2025. Forum ini menjadi salah satu jenjang tertinggi dalam perkaderan formal HMI yang dirancang untuk membentuk kader unggul, kritis, dan memiliki wawasan kepemimpinan strategis. ‎ ‎Dalam keterangannya, Fadly menegaskan bahwa partisipasi HMI dalam forum seperti ini adalah bentuk komitmen organisasi untuk ikut menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, seratus tahun kemerdekaan Indonesia harus menjadi momentum perwujudan cita kolektif bangsa: menghadirkan Indonesia yang adil, makmur, berdaya saing global, namun tetap berkarakter kebangsaan dan berkeadaban. ‎ ‎“Indonesia Emas bukan sekadar jargon pembangunan. Ia adalah proyek peradaban yang membutuhkan SDM unggul, kritis, dan berintegritas. HMI melalui perkaderan formal seperti LK III meneguhkan perannya untuk memastikan bahwa generasi muda Islam dan bangsa ini siap menjawab tantangan global,” ujar Fadly. ‎ ‎Lebih jauh, ia menyoroti fenomena bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030–2040. Kondisi ini bisa menjadi peluang emas bila dikelola dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan karakter generasi muda. Namun, tanpa perencanaan yang matang, bonus tersebut bisa berubah menjadi bencana demografi berupa meningkatnya pengangguran, ketimpangan sosial, dan melemahnya daya saing bangsa. ‎ ‎Fadly menegaskan, di sinilah peran HMI menjadi relevan. Sebagai organisasi mahasiswa Islam terbesar dan tertua di Indonesia, HMI telah memiliki nilai dasar perjuangan (NDP) yang menjadi pedoman kader untuk mengintegrasikan keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Hal ini membuat HMI selalu hadir sebagai bagian dari civil society yang mampu mengawal pembangunan nasional sekaligus menjaga arah moral bangsa. ‎ ‎“Advance Training bukan hanya forum diskusi intelektual, tapi juga ruang kaderisasi kepemimpinan transformasional. Kami ingin melahirkan kader yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga mampu bertindak strategis untuk membawa perubahan nyata di masyarakat,” tambahnya. ‎ ‎Kegiatan LK III ini menghadirkan berbagai materi strategis mulai dari geopolitik, ekonomi global, peran civil society, hingga penguatan ideologi kebangsaan. Para peserta dituntut untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merumuskan gagasan strategis yang dapat diterapkan di level lokal maupun nasional. ‎ ‎Dengan partisipasi Ketua Umum HMI Cabang Pangkep dalam forum ini, diharapkan lahir pemikiran-pemikiran baru dan rekomendasi strategis bagi bangsa. HMI menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi garda depan dalam mencetak generasi unggul, berdaya saing global, serta berintegritas moral demi mewujudkan cita Indonesia Emas 2045. ‎

Opini, Pendidikan

Kampus Megah, Intelektualitas yang Rapuh

ruminews.id – Di tengah kota Makassar, berdiri sebuah kampus megah. Pilar-pilarnya menjulang, arsitekturnya gagah, catnya berkilau. Namun di dalamnya, segala yang bernama kebebasan, intelektualitas, dan keberanian justru merapuh. Di balik kemegahan bangunan, ada kehampaan: belajar hanya soal absen, organisasi dicurigai, diskusi ditakuti, suara mahasiswa dibungkam. Kampus, yang seharusnya menjadi rahim peradaban dan ladang subur bagi lahirnya gagasan, perlahan menjelma penjara yang membungkam. Ruang organisasi dibatasi, diskusi dan kajian intelektual dihapus seolah menjadi virus yang menakutkan. Akademia kehilangan denyutnya, hanya tersisa rutinitas kaku bernama absen dan presentasi kelompok yang miskin esensi. Ironisnya, organisasi yang seharusnya menjadi lidah perlawanan justru kehilangan orientasi. Mereka bagai perahu tanpa kompas, terombang-ambing dalam arus birokrasi kampus, lupa bahwa sejarah mahasiswa adalah sejarah keberanian melawan ketidakadilan. Sementara itu, mahasiswa lain larut dalam apatisme: lebih nyaman menjadi penonton daripada pelaku, lebih rela menjadi angka dalam presensi daripada suara yang menuntut perubahan. Lebih parah lagi, tenaga pengajar yang seharusnya menyalakan api pengetahuan justru banyak yang hadir tanpa ruh. Alih-alih menginspirasi dan menyalakan api intelektual, banyak yang hanya hadir sebagai pengisi waktu, mengulang slide lama, menjejali mahasiswa dengan formalitas, seakan kuliah hanya rutinitas administratif, bukan proses pencerahan. Pendidikan akhirnya kehilangan makna, tinggal kulit tanpa isi, sekadar prosedur administratif menuju ijazah. Inilah wajah kampus kita hari ini: represif pada gerakan, kaku pada organisasi, kerdil pada kebebasan. Megah di bangunan, rapuh di pemikiran. Juga membunuh jiwa bangsa. Sebab, dari ruang-ruang diskusi yang dibungkam itulah seharusnya lahir pemikiran kritis, dari organisasi yang dipersempit itulah terbentuk kepemimpinan yang visioner. Jika semua itu dihapuskan, maka kampus hanya akan melahirkan generasi yang patuh, bukan generasi yang berpikir; generasi yang tunduk, bukan generasi yang berani. Pertanyaannya sederhana: Apakah kita rela kampus menjadi pabrik gelar tanpa jiwa? Apakah kita akan terus diam ketika ruang belajar, ruang berorganisasi, dan ruang berpikir kita dilucuti? Jika mahasiswa diam, maka sejarah akan mencatat kita sebagai generasi yang kalah sebelum berjuang.

Internasional, Jakarta, Nasional, Pendidikan

PB HMI Tegaskan Sikap Internasional, Jalin Persahabatan dengan Kedubes Iran

ruminews.id, Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Bidang Hubungan Internasional melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia. Pertemuan berlangsung pada Senin (25 Agustus 2025) di Kantor Kedutaan Besar Iran, Menteng, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan mengutus Ketua Bidang Hubungan Internasional, Muhammad Arsyi Jailolo, bersama jajaran Bidang Hubungan Internasional (HI) PB HMI. Rombongan diterima langsung oleh Dr. Mohammad Reza Ebrahimi, Konselor Kebudayaan Kedubes Iran. Diskusi berjalan dengan suasana intens namun penuh keakraban. Kedua pihak menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama yang erat, khususnya di bidang kepemudaan, kebudayaan, serta pendidikan. PB HMI menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mengambil peran aktif dalam praktik soft diplomacy, dengan menjadikan mahasiswa sebagai agen perdamaian, persahabatan, dan kerja sama antarbangsa. Selain membahas kerja sama ke depan, pertemuan juga menyinggung situasi global, termasuk konflik yang masih berlangsung di Palestina. PB HMI menyampaikan dukungan penuh kepada perjuangan rakyat Palestina serta menegaskan kembali bahwa Israel bukanlah negara yang sah dan telah melakukan tindakan keji terhadap rakyat Palestina. Sikap ini sejalan dengan semangat persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) yang dipegang teguh PB HMI. Melalui pertemuan ini, PB HMI menyatakan kesiapan untuk terus mempererat hubungan dengan masyarakat dan institusi Iran, baik melalui jalur mahasiswa, pemuda, maupun perwakilan resmi Pemerintah Iran di Indonesia. Harapannya, inisiatif ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun jejaring internasional yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Nasional, Pendidikan

HMI Cabang Makassar Timur Terima Tanah Wakaf, Momentum Baru Perjuangan Kaderisasi

ruminews.id, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur kembali mengukir jejak sejarah perjuangan. Pada Rabu, 27 Agustus 2025. HMI Maktim resmi menerima sebidang tanah wakaf yang akan dijadikan basis perjuangan sekaligus sekretariat organisasi. Tanah wakaf ini diberikan oleh Kanda Sakkir Hanafi, alumni HMI Maktim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, yang kini juga dipercaya sebagai Ketua Ikatan Alumni FKM Unhas. Lahan seluas 165 meter persegi di Kampung Parang, dekat Perumahan Dosen Unhas, bukan sekadar sebidang tanah biasa. Bagi kader HMI, tanah ini adalah modal juang yang akan memperkokoh oleh kaderisasi, menjadi ruang dialektika intelektual, dan pusat konsolidasi gerakan. Ketua HMI Cabang Makassar Timur, Muhammad Zulfikar Ridha, menegaskan bahwa wakaf ini adalah amanah besar yang harus dijaga oleh segenap kader. “Wakaf ini bukan hanya tanah, tapi simbol perjuangan. Ia adalah amanah dan modal juang yang harus kita kelola secara visioner demi memastikan estafet kaderisasi dan pergerakan intelektual HMI Maktim terus berlanjut,” ujar Zulfikar. Saat ini, akta wakaf sedang dalam proses pengurusan di Kementerian Agama sebelum kemudian diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk penerbitan sertifikat resmi. Sekretariat di atas tanah wakaf tersebut direncanakan akan mulai dibangun usai pelaksanaan Latihan Kader II (Intermediate Training) pada 22 September 2025. Pada momentum Intermediate Training itu, HMI Cabang Makassar Timur juga akan menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, yang dijadwalkan menyerahkan langsung sertifikat tanah wakaf. Kehadiran Nusron, yang juga merupakan alumni HMI, menjadi bukti bahwa sinergi kader dan alumni adalah bagian dari kekuatan perjuangan. Turut hadir dalam momentum bersejarah ini, mantan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar periode 2021–2023, Andi Ikram Rifqi, yang menekankan bahwa wakaf ini adalah strategi jangka panjang bagi keberlangsungan perkaderan. “Ini bukan sekadar wakaf, ini adalah langkah strategis untuk mengokohkan kaderisasi. Semoga tanah wakaf ini menjadi amal jariyah bagi pemberinya sekaligus penguat jalan juang kader HMI Maktim di masa depan,” ujar Ikram. Penulis : Ahmad Fauzan Suneth

Daerah, Pangkep, Pendidikan

UNIVERSITAS SAWERIGADING GELAR PKM DOSEN & KKN MAHASISWA ANGKATAN XXVIII DI KELURAHAN BORIAPPAKA, PANGKEP

ruminews.id – Pangkep, 26 Agustus 2025 – Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Angkatan XXVIII Tahun 2025 di Kelurahan Boriappaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan serta Kemudahan Pengurusan Berkas Pertanahan” sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum UNSA, Dr. Dian Eka Kusuma Wardani, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PKM dan KKN bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan tanggung jawab moral perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata. “Sosialisasi ini diharapkan dapat memperluas wawasan hukum dan administrasi warga, sehingga mereka lebih percaya diri dalam mengakses layanan publik,” ujarnya. Koordinator KKN UNSA, Muhammad Awal Ramadhan, menyampaikan laporan pelaksanaan. Ia menekankan bahwa mahasiswa KKN Angkatan XXVIII akan berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk mengintegrasikan program sosialisasi dengan kegiatan pemberdayaan lokal. Mewakili Pemerintah Kabupaten Pangkep, Asisten III Pemda Pangkep, Abbas Hasan, A.P., M.M., memberikan sambutan sekaligus orasi ilmiah. Ia menegaskan pentingnya pajak bumi dan bangunan (PBB) dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada sesi pemaparan, Abdul Kahar Mustakim, S.Kom., Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pangkep, menjelaskan mekanisme pembayaran PBB yang kini semakin mudah, cepat, dan transparan. Sementara itu, Raden Detty Septiani Aisyah, S.H., M.H., Kepala Sub Bagian Data Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pangkep menyanpaikan kemudahan layanan pertanahan yang bertujuan memperkuat kepastian hukum dan membantu masyarakat dalam pengelolaan aset tanah. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Lurah Boriappaka, Muhammad Ali, S.H. Ia menyebut kehadiran UNSA melalui PKM dan KKN sebagai energi positif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Aqramawardana, S.H., M.H., dosen pembimbing KKN sekaligus moderator. Ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini lahir dari sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Sawerigading kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan PKM dan KKN yang berdampak nyata. Sosialisasi diharapkan mampu meningkatkan literasi hukum, fiskal, dan administrasi masyarakat, sehingga mereka lebih mandiri, berdaya, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah ke depan.

Scroll to Top