Pendidikan

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

KKNT Unhas 114 Lakukan Re-branding UMKM Ujung Lare untuk Tingkatkan Daya Saing dan Citra Produk

ruminews.id, Parepare – 11 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja NyataTematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang114 melakukan pendampingan re-branding bagi pelaku UMKM di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas merek, meningkatkan daya tarik produk, dan memperluas jangkauan pasar. Program ini menjadi bagian dari misi KKNT Unhas 114 dalammendorong UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar modern. Re-branding dilakukan dengan mempertimbangkantren desain terkini, segmentasi pasar, serta identitas unik darimasing-masing produk. Kegiatan dimulai dengan sesi diskusi bersama pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan merek yang sudah ada. Mahasiswa kemudian melakukan analisis terhadapdesain kemasan, logo, label, serta strategi pemasaran yang digunakan sebelumnya. Proses re-branding yang dilakukan meliputi pembuatan logo baru dengan visual modern dan mudah diingat sesuaikarakteristik produk, desain ulang kemasan menggunakankombinasi warna dan tipografi yang lebih menarik denganpenempatan informasi yang rapi, pembuatan label produk yang memuat informasi legalitas. Koordinator KKNT Unhas 114, Muhammad Fauzan Bachtiar, menjelaskan bahwa re-branding menjadi langkah penting agar UMKM dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. “Kemasan dan identitas merek adalah kesan pertama yang dilihat konsumen. Dengan re-branding, kami berharap produkUMKM Ujung Lare dapat tampil lebih profesional dan bersaingtidak hanya di pasar lokal, tetapi juga regional,” ujarnya. Salah satu pelaku UMKM, Ibu Ati, pemilik Bubble Ati, merasakan dampak positif dari perubahan yang dilakukan. ”Terima kasih banyak kepada mahasiswa KKNT Unhas 114 yang sudah membantu saya membuat spanduk jualan dan label produk. Sekarang tempat jualan saya kelihatan lebih rapi dan menarik, pembeli juga jadi gampang mengenali dagangan saya,”Katanya. Melalui program re-branding ini, diharapkan UMKM Ujung Lare tidak hanya mengandalkan kualitas rasa dan bahan baku, tetapi juga mampu membangun citra produk yang berkesan, relevan, dan memiliki daya tarik tinggi di pasaran.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

Legalitas UMKM Diperkuat, KKNT Unhas 114 Dampingi Pengurusan SPP-IRT hingga Penyerahan Sertifikat PIRT

ruminews.id, Parepare – 11 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja NyataTematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang114 melaksanakan pendampingan pembuatan Surat PersetujuanPendaftaran Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) bagi pelakuUMKM di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidangpengembangan UMKM yang bertujuan meningkatkan legalitasproduk pangan olahan rumahan. Dengan memiliki sertifikatPangan Industri Rumah Tangga (PIRT), pelaku usaha dapatmemperluas pemasaran dan meningkatkan kepercayaankonsumen. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap pengumpulandokumen persyaratan, pengisian formulir pendaftaran, hinggaproses pengajuan ke Dinas Kesehatan. Setelah proses selesai, sertifikat PIRT diserahkan secara resmi kepada pelaku UMKM penerima. Koordinator KKNT Unhas 114, Nur Uswah Isba, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu pelaku usaha memenuhi aspek legalitas, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai standar keamanan pangan. “Dengan adanya sertifikat PIRT, produk UMKM akan lebih mudah menembus pasar modern dan terjamin dari sisi keamanan pangan,” ujarnya. Salah satu pelaku UMKM penerima sertifikat PIRT, Ibu Ita, pemilik usaha Aneka Kue kering, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. “Saya sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Proses pengurusan PIRT ternyata tidak serumit yang saya bayangkan. Sekarang produk saya sudah punya izin resmi, jadi lebih percayadiri untuk memasarkannya ke toko-toko dan pameran,” tuturnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM Ujung Lare untuk lebih kompetitif dan berdaya saing, sekaligusmendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui produk panganolahan yang aman, berkualitas, dan memiliki izin resmi.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Kolaborasi Kesra dan Dinas Pendidikan Makassar Gelar Expo Hifdzi Qur’an untuk Pelajar SMP

ruminews.id, MAKASSAR, – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar menggelar kegiatan Expo Hifdzi Qur’an dan Keterampilan tingkat SMP sederajat yang berlangsung di Masjid Raya dan Pesantren MIM, pada Sabtu, (9/8/2025). Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keterampilan di kalangan pelajar Makassar. Sebanyak 500 siswa SMP se-Makassar mengikuti lomba hafalan Al-Qur’an, pidato agama, olah limbah, cerdas cermat, hingga olahraga panahan. Lomba yang digelar meliputi beberapa kategori, di antaranya Lomba Hifdzil Qur’an Juz 30 dan 29 untuk putra dan putri, Ceramah Agama untuk putra dan putri, Limbah Majalah Dinding Islami, Cerdas Cermat, serta Lomba Panahan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Muhammad Syarief, yang dalam sambutannya mengungkapkan tujuan acara ini membangun karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan agama di kalangan generasi muda. “Kegiatan seperti ini tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih berkualitas, terutama dalam hal agama, keterampilan, dan kepemimpinan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pelajar Makassar semakin termotivasi untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” ujarnya. Syarief mengingatkan pentingnya menjaga kualitas iman di tengah tantangan zaman serta memperkuat kebersamaan antar umat Islam melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini. “Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pesantren, serta partisipasi aktif para pelajar, dapat tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam hal pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya. Syarief berharap melalui kegiatan ini, para pelajar Makassar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kualitas moral dan spiritual yang tinggi. “Inilah saatnya kita memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, baik dalam hafalan Al-Qur’an maupun dalam bidang keterampilan lainnya,” ujarnya Acara ini semakin meriah dengan adanya total hadiah yang disediakan mencapai 80 juta rupiah. Selain itu, semua peserta yang mengikuti lomba juga akan mendapatkan souvenir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Pada hari pertama kegiatan, acara diakhiri dengan Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Raya Makassar. Tabligh Akbar ini diisi oleh Ustadz Dr. Faisal Abd. Rahman memberikan tausiyah yang memotivasi peserta.

Daerah, Pangkep, Pendidikan

HMI Cabang Pangkep Hadirkan Dr. Fahri Bachmid, Bedah Legalisasi dalam Hukum Tata Negara di LK II Tingkat Nasional

ruminews.id, Pangkep — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan kapasitas intelektual kadernya melalui gelaran Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional. Forum prestisius ini menjadi ajang konsolidasi ide dan gagasan strategis kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu sesi yang mencuri perhatian digelar pada Jumat (8/8/2025) pukul 15.00 WITA di Aula DPRD Kabupaten Pangkep, mengangkat tema “Legalisasi dalam Hukum Tata Negara; Antara Norma, Kekuasaan, dan Legitimasi”. Hadir sebagai narasumber utama Dr. Fahri Bachmid, S.H., M.H., Pakar Hukum Tata Negara nasional yang dikenal kritis, lugas, dan memiliki analisis tajam terhadap dinamika ketatanegaraan Indonesia. Dalam pemaparannya, ia menyoroti hubungan kompleks antara norma hukum, praktik kekuasaan, dan problem legitimasi dalam kerangka negara hukum modern. “Sebuah norma hukum tidak selalu identik dengan keabsahan kekuasaan, apalagi legitimasi politik. Di sinilah pentingnya pemahaman mendalam tentang legalisasi, agar hukum tidak hanya menjadi alat kekuasaan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen keadilan,” tegas Dr. Fahri Bachmid di hadapan peserta. Ketua HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan Dr. Fahri Bachmid hadir dan membagikan pengetahuan berharga di forum LK II. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian materi strategis LK II HMI Cabang Pangkep yang digelar secara nasional. Lebih dari sekadar forum diskusi, momen ini diharapkan melahirkan perspektif hukum yang kritis, progresif, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Ketua PGRI Sulsel Sebut Program Seragam Gratis Pemkot Makassar Sangat Bermanfaat

ruminews.id, MAKASSAR — Program seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, terus menuai respons positif dari berbagai kalangan. “Program ini meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi orang tua yang tergolong kurang mampu,” ujarnya, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hasnawi Haris, Senin (4/8/2025). Prof. Dr. Hasnawi Haris, menyampaikan pandangannya terkait kebijakan tersebut. Ia menilai, program ini memiliki nilai manfaat yang signifikan, terutama dalam konteks pemerataan akses pendidikan. “Seragam gratis yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Makassar tentu sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang berada dalam keterbatasan ekonomi,” jelasnya. “Tapi, tentu saja tidak semua masyarakat akan memandang kebijakan ini dari sudut yang sama,” tambah guru besar UNM itu. Ia menyebutkan, dalam realisasi kebijakan publik, perbedaan persepsi merupakan hal yang wajar. Namun, sebagai Ketua PGRI Sulsel, dirinya menekankan pentingnya pemerintah menjalankan program ini secara konsisten dan bertanggung jawab. “Program ini merupakan janji kampanye dari Pak Wali dan Ibu Wawali, sehingga sudah sepatutnya ditunaikan. Ini bukan hanya soal janji politik, tapi juga soal komitmen pada pemerataan kesempatan bagi seluruh anak bangsa,” tambahnya. Hasnawi juga menilai dinamika dalam proses distribusi yang masih berlangsung. Dalam konteks ini, menurutnya, penting memastikan tidak ada kendala administratif atau teknis yang menghambat pendistribusian. Selain itu, ia menyebut adanya aspirasi dari pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal yang ingin dilibatkan dalam proses produksi seragam. Menurut Hasnawi, hal tersebut bisa menjadi nilai tambah apabila dikelola secara adil dan transparan. “Ini bisa jadi sinergi positif antara kebijakan pendidikan dan penguatan ekonomi lokal, selama pelaksanaannya dikawal dengan baik,” jelasnya. Hasnawi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa program ini tetap harus dijalankan hingga tuntas, dengan prinsip akuntabilitas dan keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Kuncinya ada di pelaksanaan. Selama program ini bermanfaat dan dijalankan sesuai aturan, tentu akan mendapat apresiasi dari masyarakat luas,” pungkasnya.

Daerah, Makassar, Pendidikan

SAPMA PP Kota Makassar Jalin Kerja Sama dengan Universitas FAMIKA: Bantuan Pendidikan Gratis untuk Masyarakat Tidak Mampu

ruminews.id, Makassar, 04 Agustus 2025 – Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kota Makassar mengambil langkah signifikan dalam upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Hari ini, mereka secara resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Fajar (FAMIKA), sebuah kolaborasi yang berfokus pada penyediaan beasiswa pendidikan gratis. Kerja sama ini lahir dari komitmen bersama untuk membantu anak-anak muda berprestasi namun terkendala biaya agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Melalui program ini, SAPMA PP Kota Makassar dan FAMIKA akan bekerja sama dalam menyeleksi dan memberikan bantuan beasiswa penuh kepada calon mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Ketua SAPMA PP Kota Makassar, Husnul Mubarak, menyatakan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara dan jangan jadikan biaya sebagai penghalang untuk kiliah. “Kami percaya bahwa tidak ada lagi alasan bagi anak muda berprestasi untuk tidak kuliah karena masalah finansial. Kolaborasi dengan FAMIKA ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di Kota Makassar,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor Universitas FAMIKA, Syahrul Ramadhan, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mengapresiasi langkah konkret dari SAPMA PP Kota Makassar. Universitas FAMIKA selalu terbuka untuk kolaborasi yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu lebih banyak lagi generasi muda untuk meraih impian mereka melalui pendidikan,” ungkapnya. Adapun pilihan prodi dari Universitas Famika adalah sebagai berikut : 1. S1 Keperawatan 2. Profesi Ners 3. D3 Kebidanan 4. S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja 5. S1 Ilmu Biomedis 6. S1 Hukum 7. S1 Manajemen Adapun persyaratan penerima beasiswa pendidikan gratis sebagai berikut : 1. Lulusan SMA/SMK Se-derajat 3 tahun terakhir (Lulusan Tahun 2022, 2023, 2024) 2. Memiliki surat keterangan tidak mampu/memiliki kartu KIP Proses seleksi penerima beasiswa akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan mempertimbangkan prestasi akademik dan kondisi ekonomi calon mahasiswa. Diharapkan, program ini dapat menjadi jembatan bagi para pemuda kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

“Gencarkan Pencegahan Stunting, Mahasiswa KKN 114 Unhas Dorong Pola Makan Bergizi di Melalui Edukasi pencegahan Stunting di Kota Parepare”

ruminews.id, Parepare – 30 Juli 2025 ,Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 114 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Edukasi Pencegahan Stunting dengan Makanan Bergizi” di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Program ini diinisiasi oleh Jihan Ananta Azhary, mahasiswa Universitas Hasanuddin yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat melalui KKN. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu dengan balita, mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting pada anak sejak dini. Dalam kegiatan tersebut, Jihan memberikan penyuluhan door to door yang didampingi oleh Ibu PKK, serta Tim Tenaga Kesehatan Provinsi kepada para ibu mengenai stunting, dampak jangka panjangnya, serta cara pencegahannya melalui pola makan sehat. Selain itu, juga dibagikan pemahaman menu makanan bergizi seimbang yang mudah diolah dari bahan lokal yang terjangkau. “Saya berharap dengan edukasi ini, para ibu semakin sadar akan pentingnya asupan gizi yang cukup dan seimbang bagi tumbuh kembang anak. Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tapi juga menyangkut kualitas generasi di masa depan,” ujar Jihan saat ditemui di lokasi kegiatan. Para ibu balita penderita stunting turut menunjukkan antusiasme dan sangat terbuka dengan edukasi yang diberikan. “Terimakasih adik-adik KKN untuk edukasinya. Saya jadi tahu bahwa yang penting bukan cuma kenyang, tapi juga harus ada sayur, protein, dan karbohidrat. Anak saya juga sering susah makan, jadi saya tertarik coba menu yang tadi dijelaskan,” Ujar Mama Aisyah. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan drg. Nursyamsi, M.Kes dan Ibu PKK yang sekaligus mendampingi dalam kegiatan ini dan mengapresiasi langkah nyata mahasiswa dalam berkontribusi langsung terhadap isu kesehatan masyarakat yang strategis. “Intervensi langsung seperti ini sangat penting. Pencegahan stunting harus dimulai dari edukasi di level keluarga, dan program ini menjadi salah satu contoh pengabdian yang tepat sasaran,” tutur drg. Nursyamsi, M.Kes. Program ini diharapkan mampu menjadi pemicu gerakan sadar gizi di lingkungan masyarakat dan mendukung program nasional percepatan penurunan stunting khususnya di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

UMKM Ujung Lare On The Map! Mahasiswa Unhas & ITH Dorong UMKM Go Digital Lewat Google Profil Business

ruminews.id, Parepare – 29 Juli 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Institut Teknologi Habibie (ITH) berkolaborasi dalam program kerja bertajuk UMKM Parepare On The Map: Langkah Awal Go Digital dengan Google Profil Business, yang dilaksanakan di Kelurahan Ujung Lare, Kota Parepare. Program ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dalam upaya mendorong pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi era digital. Sebagai langkah awal, tim KKN menyelenggarakan sosialisasi bertema “UMKM Naik Kelas: dari Legalitas, Halal, hingga Go Digital” pada Senin, 21 Juli 2025 di Aula Kantor Kelurahan Ujung Lare. Sosialisasi ini memperkenalkan berbagai aspek penting dalam pengembangan UMKM, termasuk legalitas usaha, sertifikasi halal, serta pemanfaatan digital platform seperti Google Profil Business. Program ini kemudian dilanjutkan dengan pendampingan langsung secara door to door kepada pelaku UMKM di Kelurahan Ujung Lare, yang dilaksanakan pada 23–26 Juli 2025. Pendampingan ini membantu pelaku UMKM untuk mendaftarkan lokasi usahanya ke Google Maps melalui Google Profil Business, sebagai strategi awal untuk meningkatkan visibilitas usaha di dunia digital. Hingga saat ini, sebanyak 12 UMKM di Kelurahan Ujung Lare telah resmi terdaftar di Google Maps dan mulai merasakan dampaknya. “Setelah usaha saya di daftarkan di Google Maps, tadi saya dapat pelanggan dan dia mengaku dapat usaha saya lewat Google Maps,” ujar Bu Ida, pemilik usaha jahit di Ujung Lare. Kolaborasi antar mahasiswa dari dua perguruan tinggi ini juga membawa semangat sinergi lintas kampus dalam pengabdian masyarakat. “Bisa bekerja bersama teman-teman dari Unhas memberikan pengalaman baru bagi kami. Kolaborasi ini memperluas perspektif kami dan semoga dampaknya bisa benar-benar dirasakan UMKM di sini,” tutur Maharani Reva Awliya, mahasiswa ITH yang ikut dalam program ini. Program ini diharapkan menjadi titik awal bagi pelaku UMKM di Parepare untuk terus berkembang, tidak hanya dari sisi legalitas tetapi juga digitalisasi usaha. Tim KKN juga mendorong agar UMKM yang sudah terdaftar dapat berbagi pengalaman dan menginspirasi pelaku usaha lainnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Aliyah Mustika Ilham: Pemkot Makassar Dukung Kegiatan Kepemudaan yang Positif dan Efisien

ruminews.id, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda Kota Makassar dengan menerima audiensi dari Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Makassar di ruang kerjanya, Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (25/7/2025). Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Festival Pengkaderan Nasional HMI yang akan dilaksanakan pada 27 Juli hingga 6 Agustus 2025 dan direncanakan diikuti oleh ribuan kader HMI dari seluruh Indonesia. Dalam pertemuan ini, Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, menyampaikan maksud kedatangannya yang berharap kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar demi menyukseskan agenda tersebut. Menanggapi hal itu, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas semangat kader HMI dan menegaskan bahwa Pemkot Makassar mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu membangun karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. “Kami di Pemerintah Kota Makassar selalu terbuka untuk kegiatan-kegiatan kepemudaan yang positif dan produktif. Kegiatan seperti Festival Pengkaderan ini adalah bagian dari proses membangun generasi unggul yang berdaya saing dan berintegritas,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Namun demikian, Aliyah Mustika Ilham juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dan efisiensi. Ia menegaskan bahwa bentuk dukungan dari Pemkot Makassar harus melalui mekanisme yang jelas dan sesuai regulasi. Turut hadir mendampingi dalam audiensi ini Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Fathur Rahim, dan Kepala Bagian Umum, Firnandar Sabara. Sementara dari pihak HMI, hadir Ketua Umum KOHATI Cabang Makassar, Marwati Sumardi, Ketua Panitia Syafika Naura, dan Sekretaris Panitia Lelanur Pratiwi. Melalui audiensi ini, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa Pemkot Makassar senantiasa mendukung pada penguatan kapasitas anak muda sebagai agen perubahan, namun tetap mengedepankan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan profesional. “Pemuda adalah mitra strategis dalam pembangunan. Mari kita kolaborasi dengan tetap menjaga integritas, akuntabilitas, dan semangat untuk memajukan Makassar yang unggul, inklusif, aman dan berkelanjutan,” tutupnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Wali Kota Munafri Suarakan Atasi Krisis Anak dengan Keteladanan, Kedekatan, dan Kontrol Teknologi

ruminews.id, MAKASSAR — Suasana penuh keceriaan dan semangat menyelimuti Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu pagi, saat ribuan anak dan orang tua memadati arena peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025. Acara yang digagas oleh Bunda PAUD Kota Makassar ini berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba mewarnai, penampilan seni anak, hingga aksi sosial berupa sunat massal gratis. Mengusung semangat “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar dalam menegaskan komitmennya terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak sejak usia dini. Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Mahmud, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak-anak. “Anak-anak kita adalah cerminan masa depan bangsa. Apa yang kita tanam hari ini akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” ujarnya. “Maka menjadi tanggung jawab kita semua pemerintah, orang tua, pendidik, hingga komunitas untuk memastikan mereka tumbuh dengan cinta, gizi yang cukup, dan ruang berekspresi yang positif,” lanjut Melinda. Oleh sebab itu, Ketua TP PKK Kota Makassar itu, juga menegaskan pentingnya membangun lingkungan ramah anak yang mampu mendukung tumbuh kembang secara holistik — baik secara fisik, emosional, sosial, dan intelektual. Menurutnya, pendidikan anak usia dini harus menjadi gerakan bersama yang konsisten dan berkelanjutan. Maka, harus diperkuat sinergi untuk menyediakan pendidikan PAUD yang berkualitas dan menyenangkan. “Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk bermain, belajar, dan mengekspresikan diri tanpa tekanan. Di situlah kreativitas dan karakter mereka mulai tumbuh,” imbuhnya. Ia menegaskan, rangkaian kegiatan peringatan HAN kali ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa dampak nyata, khususnya melalui kegiatan sunat massal gratis yang diikuti puluhan anak dari berbagai kecamatan di Kota Makassar. Layanan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemkot Makassar, Dinas Kesehatan, dan tenaga medis dari berbagai rumah sakit mitra. Keceriaan anak-anak terlihat di seluruh penjuru lapangan. Lomba mewarnai yang diikuti oleh ratusan peserta PAUD menjadi ajang unjuk kreativitas, sekaligus sarana pembelajaran yang menyenangkan. Tak kalah menarik, panggung pertunjukan seni juga dipenuhi oleh berbagai penampilan unik dan menggemaskan dari anak-anak, mulai dari tari tradisional hingga lagu-lagu anak nasional. Melinda Aksa juga menyampaikan pesan harapannya kepada seluruh anak-anak Indonesia, khususnya di Makassar: “Selamat Hari Anak Nasional 2025 untuk seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak Kota Makassar yang hebat dan luar biasa. Jadilah generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,’ ucapnya. Momentum HAN 2025 di Kota Makassar menjadi pengingat kuat bahwa perlindungan anak bukanlah sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang harus terus diupayakan. Pemerintah Kota Makassar bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperluas layanan ramah anak, meningkatkan kualitas PAUD, dan menciptakan kota yang aman dan membahagiakan bagi setiap anak. Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan pentingnya keterlibatan penuh semua elemen masyarakat dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak Indonesia. Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025, Munafri menyuarakan keprihatinannya terhadap peningkatan kasus-kasus yang melibatkan anak-anak di Makassar, sekaligus menyerukan aksi nyata untuk mencetak generasi emas 2045. “Anak-anak adalah masa depan Indonesia, dan tugas kita bukan hanya mendidik mereka, tetapi juga mengantarkan mereka menjadi generasi emas yang hebat di tahun 2045,” tegas Munafri. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah pengaruh negatif teknologi dan gadget yang tak terkendali di kalangan anak-anak, khususnya di usia pendidikan dasar. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi membawa manfaat, penggunaan tanpa pendampingan bisa merusak perkembangan mental, moral, dan sosial anak-anak. “Kita harus mulai berani membatasi penggunaan gadget di jenjang pendidikan dasar. Tidak semua informasi baik untuk mereka. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan dan memfilter konten yang dikonsumsi anak-anak,” ujarnya. Munafri juga menekankan pentingnya kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Di tengah kesibukan modern, perhatian orang tua sering kali teralihkan dari kebutuhan psikologis anak-anak, padahal kedekatan itulah yang menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter anak. “Anak-anak membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih dari orang tuanya. Kedekatan emosional dengan orang tua akan berdampak besar terhadap kejiwaan dan ketangguhan mental anak,” tambahnya. Selain itu, Munafri mengajak para pendidik dan orang tua untuk membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan berbasis nilai dan etika, termasuk dalam membedakan kegiatan anak laki-laki dan perempuan agar tetap sesuai dengan norma dan budaya lokal. “Kita tidak hanya bicara pendidikan formal, tapi juga pendidikan karakter, adab, dan nilai-nilai budaya kita. Local wisdom seperti siri’ na pacce harus kembali diajarkan sebagai bekal hidup mereka di masa depan,” jelasnya. Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, berkomitmen penuh dalam mendukung program-program pembangunan anak, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun perlindungan hukum dan sosial. Menurutnya, menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendidik adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. “Kalau kita ingin Indonesia benar-benar menjadi negara besar di tahun 2045, maka hari ini kita harus serius membentuk anak-anak kita menjadi manusia unggul cerdas, berakhlak, dan kuat secara mental,” pungkasnya.

Scroll to Top