Pendidikan

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Munafri Puji Sekolah Muhammadiyah, Pendidikan dan Lingkungan Warisan Terbaik Bangsa

ruminews.id, MAKASSAR – Komitmen terhadap masa depan generasi muda kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Muhammadiyah serta purna paskibraka Indonesia Makassar dan BRilian. Bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Kapoposang No. 2 Makassar, Rabu (23/7/2025), berlangsung kegiatan penyerahan paket sekolah gratis serta peluncuran gerakan lingkungan bertajuk #BombebotolPlastik untuk siswa-siswi SD dan SMP Muhammadiyah se-Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret Muhammadiyah dalam memadukan kepedulian terhadap pendidikan dan lingkungan. Ia menilai bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat menentukan arah bangsa ke depan, dan karenanya, harus dapat diakses oleh semua kalangan. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pemberian bantuan perlengkapan sekolah, tetapi juga simbol penguatan nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan hidup sejak usia dini,” ujar Munafri. Appi menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang menggabungkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dan lingkungan hidup. Mewakili Pemerintah Kota, ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kontribusi Muhammadiyah dalam mencetak generasi muda yang cerdas, peduli, dan berkarakter. Lanjut dia, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah masa depan bangsa. “Oleh karena itu, kita harus memastikan pendidikan yang bermutu dan inklusif dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa perbedaan,” ujar Munafri. Wali kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah memberikan perhatian besar dalam sektor pendidikan, termasuk melalui kolaborasi lintas sektor bersama organisasi masyarakat dan individu. Salah satunya, kata dia, adalah sinergi antara Pemkot Makassar dan Muhammadiyah serta pihak terkait dalam penyediaan bantuan pendidikan. “Program ini tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan akses pendidikan, tapi juga menjadi kekuatan bagi orang tua untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya,” tambahnya. Peluncuran gerakan #BombebotolPlastik juga mendapat sorotan positif dari Munafri. Ia menyebut gerakan ini sebagai bagian dari upaya membentuk kesadaran lingkungan sejak dini di lingkungan sekolah. Pemkot Makassar, lanjutnya, telah menyusun berbagai program edukatif seperti pengelolaan sampah terpilah, pembuatan biopori, hingga pengembangan ekoenzim di sekolah. “Kami ingin generasi muda bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial,”tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, Munafri mengingatkan pentingnya pendidikan karakter atau budi pekerti sebagai dasar pembentukan kepribadian siswa. Nilai-nilai budaya lokal seperti Tapak Rama dan Siri’ Na Pacce disebutnya perlu terus diwariskan agar anak-anak Makassar tumbuh dengan identitas yang kuat dan akhlak yang mulia di tengah arus globalisasi dan informasi digital. “Anak-anak kita harus kuat dalam adat, agama, dan mentalnya agar kelak bisa menjadi pemimpin bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika dan bermartabat,” ujarnya. Munafri juga menyerahkan bantuan kepada sekolah tersebut. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi strategis antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan demi masa depan anak-anak Makassar yang lebih cerah. Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap bantuan paket sekolah gratis ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk lebih giat belajar dan mengejar cita-cita. Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Makassar KH. Said Akil Abdul Samad menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemkot Makassar terhadap program-program Muhammadiyah. “Muhammadiyah senantiasa berkomitmen dalam memajukan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap aktivitasnya,” jelasnya. Acara penyerahan bantuan dan launching gerakan #BombebotolPlastik berlangsung semarak dengan diikuti ratusan siswa, guru, orang tua, dan perwakilan instansi lain.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

Penyuluhan Dalam Membangun Kesadaran Sertifikasi Halal Pada UMKM

ruminews.id, Parepare – 21 Juli 2025, Mahasiswa KKN Tematik 114 UniversitasHasanuddin menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan UMKM melalui Penyuluhan Sertifikasi Halal, bekerja samadengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah(UMKM), yang bertempat di Aula Kantor Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Acara ini dibuka secara resmi oleh Lurah Ujung Lare, Bapak Suryanzah, yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme parapelaku UMKM dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. “Sertifikasi halal bukan sekadar label, tapi merupakan bentukjaminan mutu dan komitmen terhadap standar kehalalan produk.Hal ini sangat penting agar produk UMKM kita mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Bapak Suryanzah. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahamanmenyeluruh kepada pelaku UMKM terkait pentingnya sertifikasi halal, prosedur pengajuan, serta manfaatnya dalam pengembangan usaha. Peserta berasal dari berbagai bidang usaha, seperti makanan dan minuman. Hendra Wijaya, selaku Business Home Advisor Rumah BUMNParepare, turut hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini. Ia membawakan materi mengenai peran strategis sertifikasi halal dalam mendorong peningkatan daya saing UMKM, baik di pasar nasional maupun global. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa rumahBUMN berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dalam proses pengurusan sertifikasi halal melalui program pendampingan dan fasilitasi yang berkelanjutan. “Sertifikasi halal adalah langkah penting agar produk UMKMdapat menembus pasar yang lebih luas. Kami dari BUMN siap mendukung, baik dari sisi edukasi, akses informasi, maupun sinergi program pembinaan UMKM,” jelas Kak Hendra. Para peserta juga dibekali informasi teknis seputar alur dansyarat pengajuan sertifikasi halal melalui BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), serta tips untuk mempercepat proses pengurusan dan menghindari kendala administratif. Kegiatan ini menjadi bagian dari program penyuluhan berkelanjutan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kelurahan Ujung Lare dalam rangka mendukung penguatan UMKM berbasis syariah, sekaligus menyambut regulasi wajib halal yang mulaiditerapkan secara bertahap di Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Ujung Lare semakin memahami urgensisertifikasi halal dan segera mengambil langkah konkret untuk mengurusnya demi keberlangsungan dan perkembangan usaha mereka. Kami mahasiswa KKN Tematik 114 Universitas Hasanuddin,mengucapkan syukur atas kelancaran kegiatan dan antusiasmepara peserta. Kami berharap penyuluhan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi UMKM dan menjadi langkah awal dalam membangun usaha yang lebih berkualitas serta bersertifikat halal.

Daerah, Makassar, Pendidikan, Tekhnologi

LTMI HMI Cabang MAKTIM Gelar Seminar Teknologi: Dorong Penguatan SDM dan Inovasi Energi Berkelanjutan

ruminews.id, Makassar, 19 Juli 2025 — Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur sukses menyelenggarakan Seminar Teknologi bertajuk “Smart and Green Energy Infrastructure dalam Mewujudkan Sistem Energi Berbasis Teknologi dan Berkelanjutan” pada Sabtu, 19 Juli 2025 di Aula Prof. Hardjoeno, Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LTMI dalam mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) kader HMI di bidang teknologi dan energi terbarukan, sejalan dengan perkembangan zaman dan tantangan global menuju transisi energi yang ramah lingkungan. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, Muh. Zulfikar Ridha, dan Direktur LTMI Cabang Makassar Timur, Erlangga Pratama Susilo. Dalam sambutannya, mereka menegaskan pentingnya peran intelektual muda Islam dalam menjawab tantangan ketahanan energi nasional berbasis inovasi dan keberlanjutan. Seminar ini menghadirkan para pembicara ahli di bidang energi dan teknologi, yakni: Prof. Ir. Nur Hamzah, M.T., Ph.D., Koordinator Prodi Teknik Energi Terbarukan PNUP, Andi Bayu Arief, S.E., M.Si., Kepala Bidang EBT Dinas ESDM Provinsi Sulsel. Ketiganya membahas tantangan dan peluang pengembangan infrastruktur energi cerdas (smart energy), arah kebijakan EBT nasional, serta pentingnya integrasi teknologi dalam menciptakan sistem energi berkelanjutan. Moderator seminar, Syahrul Gunawan, yang juga menjabat sebagai Kepala Deputi Teknologi Energi dan Sumber Daya Mineral LTMI, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret lembaga dalam membangun ekosistem keilmuan dan profesionalisme kader dalam bidang strategis nasional. Seminar ini dihadiri oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, di antaranya Universitas Hasanuddin, Universitas Dipa Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Universitas Teknologi Akba Makassar. Diharapkan, melalui kegiatan ini, LTMI semakin mempertegas perannya sebagai wadah kaderisasi dan transformasi ilmu pengetahuan di tengah dinamika perubahan zaman.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Wakil Wali Kota Makassar Apresiasi Musabaqah Hifdzil Qur’an II Antar Pesantren se-Sulawesi Selatan

ruminews.id, MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) II antar pondok pesantren se-Sulawesi Selatan, yang digelar oleh Ikatan Keluarga Darul Huffadh (IKDH) Cabang Makassar, Jumat (18/7/2025), di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Musabaqah Hifdzil Qur’an bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan para santri. “Al-Qur’an adalah sumber cahaya, petunjuk, dan pedoman hidup umat Islam. Mereka yang menghafalnya dan mengamalkannya adalah penjaga cahaya itu sendiri, para huffadh yang mulia di sisi Allah SWT,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Ia juga menekankan bahwa para peserta merupakan generasi emas yang kelak akan membawa masa depan bangsa ke arah yang lebih baik, dengan menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai fondasi kehidupan. Menutup sambutannya, Aliyah Mustika Ilham berharap para peserta terus meningkatkan hafalan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an, serta menjadikan ajang ini sebagai motivasi untuk menjaga semangat belajar dan beribadah. “Menang atau tidak, kalian semua adalah juara karena telah memilih jalan mulia sebagai penghafal Al-Qur’an. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dalam menegakkan syiar Islam di tengah masyarakat,” pungkasnya. Kehadiran Wakil Wali Kota Makassar didampingi oleh Asisten I Pemkot Makassar, Andi Muh Yasir, serta Kabag Kesra, Mohammad Syarief. Turut hadir pula Asisten II Pemprov Sulsel, dr Muh Ichsan Mustari; Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huffadh, Al Ustaz Sa’ad Said; dan Ketua Umum IKDH Cabang Makassar, Ustaz Rajuddin. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Rajuddin menyampaikan bahwa MHQ II digelar sebagai upaya untuk menyatukan pondok pesantren se-Sulawesi Selatan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di antara santri dan lembaga pendidikan Islam. Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menjiwai dan mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkokoh peran pesantren sebagai penjaga moral dan spiritual umat.

Daerah, Pangkep, Pendidikan

Ketua HMI Cabang Pangkep Fadli Muhammad Tanggapi Isu Pemberhentiannya: “Sarat Muatan Politis”

ruminews.id, Pangkep – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, akhirnya angkat bicara menanggapi isu pemberhentian dirinya yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurut Fadli, riak-riak tersebut sarat dengan kepentingan politik dan tidak berdasar secara struktural maupun konstitusional. “Sejauh ini tidak ada persoalan antara saya dengan pengurus komisariat. Maka, wacana pemberhentian ini jelas sangat politis,” ujar Fadli dalam keterangannya, Senin (14/7/2025). Ia juga mengingatkan kepada adik-adik komisariat agar tidak mudah dijadikan alat oleh pihak-pihak yang memiliki ambisi pribadi untuk merebut posisi ketua cabang. Fadli menegaskan, dirinya masih menjabat secara sah sebagai Ketua HMI Cabang Pangkep berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang masih berlaku hingga saat ini. “HMI memiliki aturan main yang jelas. Usulan pemberhentian bisa disampaikan, tapi itu bukan dasar untuk mencopot ketua cabang, apalagi menunjuk penjabat (PJ) baru secara sepihak,” tegasnya. Fadli pun menilai bahwa mosi tidak percaya yang diarahkan kepadanya tidak hanya cacat prosedural, tetapi juga berpotensi membahayakan marwah organisasi. “Bayangkan jika hanya karena mosi tidak percaya tanpa proses formal, seorang ketua bisa diberhentikan begitu saja. Ini preseden yang tidak baik bagi organisasi sebesar HMI,” jelasnya. Di tengah polemik ini, Fadli menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus justru tengah fokus mempersiapkan pelaksanaan Latihan Kader (LK) II tingkat nasional yang akan digelar dalam waktu dekat. “Sebenarnya saya enggan menanggapi, karena kami sedang bekerja maksimal untuk agenda besar organisasi. Tapi saya perlu luruskan agar kader tidak terpengaruh oleh dinamika yang bermuatan ambisi pribadi,” tutup Fadli.

Daerah, Makassar, Pendidikan

Darubiah untuk negeri : Seminar Program Kerja KKNT 114 UNHAS desa Darubiah

ruminews.id, Makassar – Desa Darubiah menjadi saksi semangat perubahan dan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir saat Mahasiswa KKNT Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Seminar Program Kerja, Selasa, 15 Juli 2025. Bertempat di Balai Desa Darubiah, kegiatan ini mengangkat tema Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Darubiah, Ibu Dewi Asniar, S.E., yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para mahasiswa yang akan mengabdi selama lebih dari satu bulan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kontribusi nyata dari dunia kampus untuk membantu membuka potensi desa dan memberikan warna baru dalam dinamika sosial-ekonomi masyarakat. “Semangat mahasiswa ini adalah harapan baru bagi kami di desa, khususnya dalam menggali kekayaan alam dan tradisi lokal agar dapat dikenal lebih luas,” ujar Ibu Dewi Asniar. Desa Darubiah sendiri terdiri dari tiga dusun: Dauhe, Biralohe, dan Kasuso seluruhnya memiliki karakteristik kuat sebagai wilayah pesisir. Profesi utama masyarakat adalah nelayan, disertai dengan kekayaan budaya dan antusiasme tinggi dalam kehidupan sosial. Kekayaan lokal seperti makanan tradisional Uhu’-uhu’, potensi wisata pantai seperti Marumasa, Panaikang Birayya, dan Kasuso, serta tradisi tenun sarung (pattennung) menjadi perhatian khusus dalam penyusunan program kerja mahasiswa. Koordinator KKNT 114 Desa Darubiah, Adrian Hidayat, menyampaikan laporan tim yang berjumlah 9 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, terdiri dari 6 pria dan 3 wanita. Dalam sambutannya, Adrian mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat dan memaparkan komitmen mahasiswa untuk bekerja sama, membaur, dan memberikan kontribusi optimal selama masa pengabdian. “Kami hadir di sini bukan hanya membawa nama kampus, tetapi juga semangat perubahan dan teknologi sebagai alat bantu agar Darubiah dapat bersaing dalam skala nasional hingga internasional,” ujar Adrian. Dosen Pembimbing Lapangan, Rahmatullah, S.I.P., M.Si., turut memberikan arahan dan semangat kepada para mahasiswa maupun masyarakat yang hadir. Ia menekankan pentingnya membimbing mahasiswa agar tetap dalam jalur semangat kemandirian, menjadikan potensi lokal sebagai dasar pengembangan program yang realistis dan berdampak nyata. “Mahasiswa hadir untuk belajar dan berbagi, tapi juga perlu bimbingan dari masyarakat agar proses pengabdian menjadi mutual-saling menguatkan,” tegas Rahmatullah. Dalam seminar ini, Mahasiswa KKNT 114 menyampaikan 10 usulan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi, diskusi dengan tokoh masyarakat, dan kebutuhan mendesak di lapangan. Kesepuluh program tersebut difokuskan pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, serta mengangkat semangat gotong royong dan kebersamaan desa. Seminar berlangsung hangat dan interaktif, dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda desa, pengrajin lokal, dan perwakilan masing-masing dusun. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang menegaskan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun Darubiah yang mandiri, inovatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Dengan semangat bersama, Seminar Program Kerja KKNT Gel. 114 UNHAS di Desa Darubiah resmi dibuka sebagai awal dari perjalanan pengabdian yang diharapkan memberi manfaat luas bagi desa dan sebagai pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Nasional, Pendidikan, Politik

Tanggapan Arief Rosyid : Kelakar Cak Imin Jadi Bentuk Nggak Paham Sejarah

ruminews.id, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013-2015, Arief Rosyid Hasan, memberikan respons tegas dalam unggahannya terhadap pernyataan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebut, “Kalau tak tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII, itu HMI.” Menanggapi Pernyataan Cak Imin: “Kalau Tak Tumbuh dari Bawah, Pasti Bukan PMII, Itu HMI Arief Rosyid Hasan (Ketum PB HMI 2013-2015) Pernyataan Cak Imin tersebut disampaikan dalam acara pengukuhan Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang belakangan menuai beragam tanggapan, khususnya dari kalangan kader dan alumni HMI. Melalui akun media sosialnya, Arief Rosyid menyebut pernyataan itu sebagai “ahistoris, simplistik, dan menyesatkan.” Arief menegaskan bahwa HMI sebagai organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, didirikan pada 5 Februari 1947 di tengah perjuangan kemerdekaan, justru tumbuh dari kekuatan akar rumput, bukan dari elit kekuasaan. “HMI tumbuh dari semangat keumatan dan kebangsaan yang mengakar kuat di tengah masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa yang merasakan langsung tantangan sosial dan nasional pada masa penjajahan dan revolusi,” tulis Arief dalam unggahannya. Arief juga bilang, kalau kelakar Cak Imin jadi bentuk nggak paham sejarah sekaligus kontribusi besar HMI buat bangsa dan negara. Ia pun menyayangkan kelakar Cak Imin itu, seharusnya Ketum PKB tersebut bisa kasih ungkapan yang arif dan bijak. “Pernyataan seperti itu tidak mendidik publik, apalagi generasi muda, yang seharusnya diajak bersatu menghadapi tantangan bangsa,” ucap Arief. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menempatkan sejarah gerakan mahasiswa secara adil dan proporsional. Jangan jadikan kekayaan sejarah organisasi menjadi alat untuk saling menjatuhkan. Baik HMI, PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, KAMMI, dan lainnya- semua telah berkontribusi besar dalam membangun Indonesia. Salam Pergerakan. Yakin Usaha Sampai!

Daerah, Pangkep, Pendidikan

Intermediate Training LK II Tingkat Nasional 2025 HMI Cabang Pangkep Resmi di Umumkan.

ruminews.id, PANGKEP – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep secara resmi mengumumkan pelaksanaan Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) tingkat nasional yang akan digelar pada 5-14 Agustus 2025. Kegiatan ini mengusung tema: “Rejuvinasi Trajektori HMI: Spirit Perjuangan Kader Mewujudkan Generasi Insan Cita.” Ketua Umum HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas kaderisasi di tubuh HMI, khususnya dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Intermediate Training ini bukan sekadar agenda formal organisasi, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar strategis untuk membentuk kader yang intelektual, idealis, dan mampu menjadi lokomotif perubahan. Dengan tema ‘Rejuvinasi Trajektori HMI’, kami ingin menegaskan kembali semangat perjuangan kader HMI dalam mewujudkan generasi insan cita di tengah dinamika nasional,” ujar Fadli Muhammad. Berikut adalah rangkaian jadwal pelaksanaan LK II HMI Cabang Pangkep 2025: 13 Juli 2025 – Publish Proposal 28 Juli 2025 – Pengumuman Kelulusan Peserta 31 Juli – 4 Agustus 2025 – Screening Test 4 Agustus 2025 – Pengumuman Hasil Screening 5 – 14 Agustus 2025 – Pelaksanaan Intermediate Training Fadli menambahkan bahwa panitia telah mempersiapkan kegiatan ini secara matang, termasuk penguatan kurikulum, penyusunan materi, dan pemilihan pemateri dari berbagai kalangan akademisi, tokoh nasional, serta alumni HMI yang berkompeten. “Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi kader HMI se-Indonesia untuk mengikuti pelatihan ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat melahirkan kader-kader visioner yang tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga memiliki integritas dan semangat pengabdian,” tegas Fadli. Pelatihan tingkat nasional ini rencananya akan digelar secara luring penuh di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta dapat mengakses pengumuman resmi melalui kanal media sosial HMI Cabang Pangkep dan contact person panitia pelaksanapelaksana HP. 0877-87882573 Indra Gunawan ketua panitia.

Makassar, Pendidikan

Mendalami Islam Melalui Pendekatan Sains, Hasanuddin : Upaya Memahami Konteks Perubahan Social Societ

ruminews.id – Makassar, Advance Training atau Latihan Kader (LK III) tingkat nasional yang diadakan oleh Badan Koordinasi HMI Sulawesi Selatan berlokasi di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Kota Makassar, Rabu (28/5/20125) dihadiri oleh Ketua Umum PB HMI periode 2004-2006, Hasanuddin sebagai narasumber. Membahas lebih dalam terkait “Penafsiran Al Quran dan Pendalaman Islam Melalui Pendekatan Fisika Kuantum”, Hasanuddin atau sapa Kak Acang menyampaikan relevansi fisika kuantum sebagai pendekatan dalam memahami islam. Hasanuddin menyampaikan perlu adanya diskursus kader HMI dalam melihat penafsiran Al Quran melalui pendekatan-pendekatan yang saintifik. “Kalau kita lihat hari ini, menggunakan pendekatan fisika klasik dalam mempelajari atau mendalami nilai-nilai islam sudah tidak relevan. Perlu pendekatan berbeda untuk mempelajari islam, seperti pendekatan fisika kuantum yang harus lebih di fokuskan lagi. Ini menjadi diskusi menarik bagi seluruh kader HMI dalam melihat lebih dalam ajaran atau nilai-nilai islam, terlebih islam merupakan landasan fundamental HMI.” ujar Hasanuddin saat menyampaikan materinya. Hasanuddin juga menyampaikan terkait keharusan kader HMI dalam rekonstruksi pemikiran dalam memandang islam yang relevan dengan perkembangan zaman. “Islam sebagai ajaran yang mampu bertahan hingga akhir zaman, haruslah relevan dengan perkembangan zaman. Perkembangan teknologi menjadi keniscayaan bagi ummat manusia dan kader HMI harus mampu beradaptasi dalam pemanfaatan teknologi, namun tidak boleh melenceng dari nilai-nilai islam.”tambahnya. Lebih lanjut, Hasanuddin juga menyampaikan pentingnya kader HMI khususnya terhadap jebolan Advance Training (LK 3) kali ini untuk membangun kembali khazanah berdiskusi terkait keislaman. “Budaya membaca dan diskusi yang diajarkan di HMI perlu kiranya dikembalikan dalam ruang-ruang keilmuan khususnya diskursus terkait keislaman. Harus ada lompatan pemikiran dari HMI melihat perkembangan zaman hari ini, tidak terus bicara revolusi industri dan teknologi 4.0 saja, namun sudah harus mampu bicara 5.0,6.0 dan seterusnya.” Tutupnya

Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Wali Kota Munafri Dorong Peran Aktif Dewan Pendidikan Tingkatkan Mutu Sekolah

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya peran aktif Dewan Pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar. Menurut Munafri, Dewan Pendidikan memiliki posisi strategis dalam mendorong terciptanya layanan pendidikan yang bermutu guna melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan andal. “Kami berharap Dewan Pendidikan dapat memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Makassar dalam upaya perbaikan kualitas pendidikan. Masih banyak hal yang ingin kami benahi,” ujar Munafri saat menerima kunjungan Dewan Pendidikan Kota Makassar di Balai Kota, Rabu (14/5/2025). Ia menambahkan, Dewan Pendidikan berperan dalam menyusun dan mengembangkan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dinamika pendidikan saat ini. Munafri yang juga akrab disapa Appi mengatakan, Dewan Pendidikan diharapkan mampu menjadi jembatan dalam menyampaikan gagasan-gagasan kebijakan strategis untuk mengatasi persoalan pendidikan dan menawarkan solusi alternatif. “Dewan Pendidikan harus menjadi mitra yang mampu menyampaikan aspirasi dan solusi dari masyarakat. Ini penting untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar, Rudianto Lallo, menyampaikan bahwa kunjungan pihaknya bertujuan melaporkan masa akhir kepengurusan yang akan berakhir pada Mei 2025. “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Wali Kota Makassar dan Dinas Pendidikan untuk membentuk kepengurusan baru demi kelanjutan peran Dewan Pendidikan,” jelas Rudianto yang akrab disapa RL. Ia menegaskan bahwa selama masa kepengurusan, Dewan Pendidikan telah menjalankan peran sebagai mitra strategis Dinas Pendidikan dengan memberikan masukan, saran, dan rekomendasi terkait peningkatan mutu serta penyelesaian persoalan pendidikan di Makassar. “Tugas ini kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, semangat kolaboratif, dan komitmen untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik, inklusif, dan berdaya saing,” tambahnya. Sebagai informasi, keanggotaan Dewan Pendidikan Kota Makassar terdiri dari berbagai unsur, antara lain perwakilan guru, organisasi profesi seperti PGRI, sekolah swasta, praktisi pendidikan, jurnalis pendidikan, tokoh masyarakat, hingga anggota DPRD dari Komisi D yang membidangi pendidikan. (*)

Scroll to Top