Pendidikan

Daerah, Gowa, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan

Militer Masuk Kampus, Mahasiswa FUF Bertanya: Di Mana Ruang Kebebasan Akademik UIN Alauddin?

ruminews.id, Gowa – Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Pertanyakan Kebebasan Akademik dan Batas Kehadiran Militer di Kampus Pada 1 September 2026. Kehadiran unsur militer di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memantik respons kritis dari Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF).

Nasional, Opini, Pemuda, Pendidikan

Dinamika Konsep Diri

Penulis: Nursila – Peserta LKK HMI CABANG BULUKUMBA Ruminews.id – Konsep diri merupakan cara seseorang memandang, mengenal, memahami, dan menilai dirinya sendiri. Konsep diri tidak terbentuk secara tiba-tiba, tetapi berkembang melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan, pendidikan, hubungan sosial, serta berbagai pengalaman yang dilalui seseorang.

Organisasi Mahasiswa
Makassar, Nasional, Opini, Pendidikan

Apakah Organisasi Mahasiswa Tidak Penting dalam Perkenalan Budaya Akademik bagi Mahasiswa Baru?

Penulis: Aqil Abdan Syakuran – Persiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Ruminews.id, Makassar – Setiap memasuki bulan Agustus hingga September, hampir seluruh perguruan tinggi melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Momentum ini semestinya menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal wajah kampus, memahami budaya akademik, mengenal sistem pendidikan, memahami hak dan kewajiban sebagai mahasiswa, serta mengenal organisasi kemahasiswaan sebagai bagian penting dari kehidupan kampus.

Nasional, Opini, Pemuda, Pendidikan, Religi

Perempuan dalam Perspektif Islam Jadi Sorotan LKK HMI Bulukumba: Meneguhkan Nilai, Menguatkan Peran

Penulis: Nursila Ningsi R Singke – HMI Cabang Luwu Utara Ruminews.id – Menurut saya, perempuan dalam Islam bukan hanya dipandang dari perannya dalam keluarga, tetapi juga sebagai individu yang memiliki hak, kewajiban, potensi, dan peran penting dalam kehidupan sosial. Melalui pembahasan ini, saya melihat bahwa penting bagi kader perempuan untuk memahami ajaran Islam dengan baik agar tidak hanya mengetahui kewajibannya, tetapi juga mampu memahami hak dan potensinya. Dengan pemahaman yang kuat, perempuan dapat menjalankan perannya dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Menurut saya, meneguhkan nilai berarti memperkuat pemahaman dan prinsip sebagai perempuan Muslim, sedangkan menguatkan peran berarti mendorong perempuan agar mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan organisasi. Karena itu, saya berharap pembahasan tentang perempuan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat menjadi bekal bagi kader untuk menjadi perempuan yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Pendidikan

Semarak Classmeet 17-an dan Pepenkris, Siswa SMP Budya Wacana Adu Kreativitas dan Kekompakan!

Oleh: Carissa Listya P. (Siswa SMP Budya Wacana) Ruminews.id, Yogyakarta – SMP Budya Wacana menggelar kegiatan Classmeet 17-an dan Pepenkris (Pekan Pendidikan Kristen) pada 18-20 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh siswa kelas 7 hingga kelas 9, serta melibatkan bapak/ibu guru dan karyawan SMP Budya Wacana.

Daerah, Pemuda, Pendidikan, Teknologi

Dobrak Keterbatasan Perangkat, KKN ITH III Sulap Smartphone Siswa SMAN 5 Barru Jadi Mesin Pencetak Website

Ruminews.id, BARRU – Ketiadaan perangkat laptop pribadi seringkali menjadi kendala utama bagi pelajar di daerah untuk mempelajari dan mempraktikkan ilmu pemrograman (coding). Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan III Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH), Muh. Aksa, yang bertugas di Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, meluncurkan inovasi bertajuk KREASI-HP (Kreator Edukasi Website via Handphone).

Ekonomi, Gowa, Makassar, Nasional, Pemuda, Pendidikan

Tim PKM PGPAUD UNM Latih Guru PAUD Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis Loose Parts

ruminews.id GOWA – Upaya meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis Loose Parts yang menyasar guru PAUD di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Loose Parts untuk Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD” tersebut dilaksanakan pada 18 April 2026 dan diikuti 20 guru PAUD yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) PAUD Kecamatan Bajeng. Program ini dipimpin Faradillah Rusliana, S.Psi., M.Pd., bersama tim dosen dan mahasiswa. Kegiatan merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui Dana PNBP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM) Tahun 2026. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya melalui penguatan kapasitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, ekonomis, dan sesuai dengan konteks lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilatarbelakangi masih adanya keterbatasan pemahaman dan keterampilan sebagian guru PAUD dalam merancang media pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. Padahal, proses pembelajaran pada jenjang PAUD membutuhkan media yang dapat memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, mencoba, menyusun, mengombinasikan berbagai benda, serta memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Melalui pelatihan tersebut, para guru diperkenalkan dengan konsep Loose Parts, yakni material yang dapat dipindahkan, disusun, dibongkar, dikombinasikan, dan digunakan kembali dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Pemanfaatan material tersebut dinilai memberikan keleluasaan bagi guru untuk menciptakan media pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar sehingga dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang ekonomis. Pelaksanaan pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif dan learning by doing. Para guru tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perancangan hingga praktik pembuatan media pembelajaran. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan analisis kebutuhan, penyampaian materi, lokakarya perancangan media, praktik pembuatan media, simulasi penggunaan media dalam pembelajaran, pendampingan, evaluasi, hingga tindak lanjut. Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut adalah Roda Pintar Loose Parts. Media ini memanfaatkan berbagai bahan sederhana yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar dan dirancang untuk mendukung aktivitas bermain yang kreatif serta eksploratif. Roda Pintar Loose Parts dapat dikembangkan untuk menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial-emosional hingga kreativitas. Selain menghasilkan produk media pembelajaran, pelatihan juga memberikan pengalaman baru bagi guru dalam mengoptimalkan material sederhana menjadi sarana pembelajaran yang memiliki nilai edukatif. Para guru didorong untuk tidak hanya bergantung pada media pembelajaran siap pakai, tetapi mampu merancang dan mengembangkan media secara mandiri berdasarkan tujuan pembelajaran, karakteristik anak, serta potensi lingkungan masing-masing satuan PAUD. Melalui kegiatan tersebut, tim PKM berharap kompetensi guru PAUD dapat semakin meningkat dan berdampak pada terciptanya proses pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, kontekstual, serta berpusat pada anak. Kompetensi yang diperoleh selama pelatihan juga diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di satuan PAUD masing-masing. Dengan demikian, pemanfaatan Loose Parts tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini sekaligus menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas pendidik dan mendukung peningkatan mutu pendidikan anak usia dini. Ke depan, praktik pengembangan media pembelajaran berbasis Loose Parts diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi pada satuan PAUD lainnya, sehingga bahan sederhana dan potensi lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.

Ekonomi, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Prov Sulawesi Selatan

Dorong Hidup Bersih dan Zero Waste, Tim PKM UNM Edukasi Atlet Kampus Olah Limbah Buah Jadi Eco-Enzyme

ruminews.id, Makassar – Upaya meningkatkan kesadaran atlet terhadap kebersihan kulit sekaligus mendorong pengelolaan limbah organik dilakukan melalui kegiatan edukasi dan tutorial pembuatan eco-enzyme bagi atlet kampus. Kegiatan bertajuk “Edukasi dan Tutorial Optimalisasi Eco-Enzyme Berbasis Limbah Buah sebagai Foot Spray Antimikroba untuk Pencegahan Infeksi Kulit pada Atlet Kampus” tersebut dilaksanakan pada 13 Agustus 2026.

Scroll to Top