Nasional

Kesehatan, Nasional, Pendidikan

Basic Life Skill: Kesiapsiagaan Kesehatan di Era Transformasi Sistem oleh dr. Akbar Kapita Baharsyah

ruminews.id – Salah satu materi penting dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur adalah “Basic Life Skill sebagai Kesiapsiagaan Kesehatan di Era Transformasi Sistem Kesehatan” yang dibawakan oleh dr. Akbar Kapita Baharsyah. Materi ini dirancang untuk membekali kader dengan kemampuan dasar penyelamatan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat kesehatan. Dalam pemaparannya, dr. Akbar menekankan bahwa transformasi sistem kesehatan tidak hanya berbicara tentang teknologi canggih, digitalisasi, dan pelayanan modern, tetapi juga soal kapasitas individu dalam menghadapi keadaan kritis. Keterampilan dasar seperti pertolongan pertama, resusitasi jantung paru (RJP), penanganan luka, hingga manajemen kondisi darurat merupakan pengetahuan yang wajib dikuasai setiap kader kesehatan. Di tengah realita keterbatasan akses layanan di banyak wilayah, kemampuan basic life skill menjadi ujung tombak penyelamatan nyawa. Hal ini sejalan dengan semangat kader HMI yang tidak hanya bergerak di ranah intelektual, tetapi juga hadir langsung sebagai pelayan sosial dan penggerak perubahan di masyarakat. Melalui penguatan materi ini, diharapkan kader mampu menjawab tantangan transformasi kesehatan dengan cara yang sederhana namun vital: mempersiapkan diri menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan kesehatan, menjaga kehidupan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Dian Sidik Arsyad: Transformasi Kesehatan. Masa Depan Digitalisasi Kesehatan Indonesia

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, salah satu sesi penting menghadirkan materi bertajuk “Transformasi Kesehatan; Masa Depan Digitalisasi Kesehatan Indonesia” yang dibawakan oleh Dian Sidik Arsyad, SKM., MKM., Ph.D. Dalam pemaparannya, Dian Sidik menegaskan bahwa masa depan sistem kesehatan Indonesia akan sangat bergantung pada digitalisasi. Mulai dari penerapan rekam medis elektronik, telemedicine, pemanfaatan big data kesehatan, hingga kecerdasan buatan, semuanya akan menjadi pondasi dalam pembangunan layanan kesehatan yang lebih efisien, cepat, dan akurat. Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi bukan tanpa tantangan. Ketimpangan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Jika transformasi digital hanya menyentuh kota-kota besar, sementara wilayah terpencil tertinggal, maka teknologi justru bisa memperlebar jurang ketidakadilan. Karena itu, ia mendorong para kader HMI untuk hadir sebagai agen perubahan. Tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penjaga nilai kemanusiaan, memastikan setiap inovasi digital benar-benar berpihak pada rakyat kecil dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua lapisan masyarakat.

Daerah, IKN, Nasional, Pemerintahan

Prabowo Subianto Tetapkan IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028

ruminews.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur akan resmi berstatus sebagai ibu kota politik pada tahun 2028 mendatang. Kepastian itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan IKN. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa pemindahan pusat pemerintahan ke Nusantara merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola negara sekaligus mewujudkan visi Indonesia yang lebih merata dan berkelanjutan. “Perencanaan dan pembangunan kawasan serta pemindahan ibu kota ke Nusantara dilaksanakan sebagai upaya mendukung terwujudnya Ibu Kota Nusantara menjadi Ibu Kota Politik pada tahun 2028,” demikian bunyi salah satu pasal dalam Perpres tersebut. Perpres ini juga mengatur target pembangunan kawasan yang mencakup lahan seluas 800 hingga 850 hektare. Dari total pembangunan tersebut, 20% diperuntukkan bagi gedung pemerintahan dan perkantoran, 50% untuk hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan, serta 50% lainnya ditujukan untuk pemenuhan sarana dan prasarana dasar kawasan. Selain itu, pemerintah menargetkan indeks aksesibilitas dan konektivitas IKN mencapai angka 0,74, sebagai tolok ukur kemudahan mobilitas masyarakat maupun aparatur negara. Langkah ini menandai komitmen pemerintahan Prabowo dalam melanjutkan pembangunan IKN sekaligus mempertegas peran Nusantara bukan hanya sebagai pusat administrasi baru, tetapi juga sebagai simbol persatuan politik bangsa Indonesia di masa depan.

Kesehatan, Makassar, Nasional

Pembukaan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HmI Cabang Makassar Timur

ruminews.id – Makassar, 19 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur resmi membuka Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, dengan diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari Cabang Makassar Timur hingga cabang-cabang HMI di luar Makassar Timur. Mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Peran Kader dalam Sistem Kesehatan Terintegrasi Berbasis Teknologi”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader kesehatan HMI untuk meneguhkan peran dan langkahnya dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam sambutannya, Koordinator Steering, Muhammad Raid Nabhan, yang juga menjabat sebagai Kepala Direktur Bidang Penelitian dan Partisipasi Pembangunan Kesehatan LKMI HMI Cabang Makassar Timur, menegaskan bahwa tema ini lahir dari refleksi mendalam atas kondisi bangsa saat ini. “Kita hidup di era percepatan teknologi, di mana layanan kesehatan semakin canggih, namun di saat yang sama masih banyak rakyat yang tidak mampu menjangkaunya. Di tengah ketimpangan sistem kesehatan, kader-kader HMI dituntut hadir sebagai katalisator. Mereka tidak hanya berhenti sebagai intelektual kampus, tetapi juga pelayan sosial yang berpihak pada umat dan memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil makmur, dari pikiran, tindakan, hingga perbuatan,” ujarnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa setiap kader harus mampu menjadi cahaya yang tidak hanya memantulkan ilmu, tetapi juga menghadirkan makna. Teknologi hanyalah sarana; tujuan akhirnya adalah melahirkan keadilan dan rahmat bagi sesama. Kesehatan tidak boleh dilihat semata sebagai urusan medis, melainkan bagian dari amanah kemanusiaan. Maka kader HMI dituntut menjaga keseimbangan antara kecerdasan akal dan ketulusan hati, antara kemampuan teknis dan keberpihakan sosial. Kegiatan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 ini diharapkan menjadi ruang lahirnya kader-kader kesehatan yang bukan hanya siap berkompetisi di dunia modern, tetapi juga senantiasa berpihak pada mereka yang tertindas. Sebab, sebagaimana ditegaskan Raid, “Ilmu tanpa keberpihakan hanyalah bayangan tanpa cahaya; sedang kader sejati adalah mereka yang menjadikan pikirannya sebagai lentera dan tindakannya sebagai jalan menuju kemaslahatan umat

Kesehatan, Nasional

Ketum DPP AMII mendesak Presiden Prabowo Subianto Mengevaluasi Progam MBG, Bila Perlu di bubarkan Program MBG di Ganti Dengan Sekolah Gratis.

ruminews.id – Ketua Umum DPP AMII Angkatan Muda Islam Indonesia M Fajar Priaditama yang biasa di Sapa Bung Fajar Mengungkapkan Bahwa sejak Presiden Prabowo dilantik menjadi Presiden Progam Makan Bergizi Gratis ini malah menciptakan Gizi Buruk Bagi Peserta Didik Sekolah yang ada di Indonesia. Ironinya hal ini malah di gembar gemborkan menjadi Program Unggulan yang mampu menjawab permasalahan yang ada dimasyarakat. Kami anggap ini ada Pembodohan Publik. Hari ini semakin banyak dan Terkuak semua dengan Ditemukannya 5.000 Dapur MBG Fiktif Lalu ada juga Peserta Didik 5.361 Anak di seluruh Indonesia Keracunan yang terbaru ini ada di Garut Jawa Barat Sekitar 365 Anak Sekolah Keracunan Ini semakin memperjelas ungkapan kami tadi Program ini adalah Program yang akan menciptakan Gizi Buruk Bagi anak Indonesia yang tadinya diharapkan dengan adanya Program MBG ini Peserta Didik Mampu berfikir Cepat Tepat dan Mencerdaskan Justru ini malah menimbulkan masalah baru bagi Bangsa Dan Negara ini. Kami Tegas saja Mendesak Kepada Presiden Prabowo Subianto Membubarkan BGN Badan Gizi Nasional Sebagai Pelaksananya Makan Bergizi Gratis Tak lupa juga sebagain besar Dapur Dapur MBG ini adalah Investornya Pejabat DPR, DPRD ini semakit terang benderang bahwasanya MBG itu Yang mendapatkan Gizi Gizi Terbaik adalah Investor itu yaitu DPR Dan DPRD dan anak anak Indonesia hanya mendapatkan Gizi Buruknya saja. Belom lagi Ketidak Sesuaian Penggunaan Anggaran Pengelolaan Makanan yang seharusnya Tp 10.000 menjadi Rp8.000 Ini menjadi insiden buruk bagi Nsgara ini parah maruk yang Kenyang dengan Gizi Gizi terbaik hanyalah Investornya yang sebagian besar sekilar 80% itu milik Pejabat di DPR dan DPRD. Sekali lagi kami mendesak agar Badan Gizi Nasional Dibubarkan saja karena tidak berdampak besar terhadap realisasi Programnya semua fiktif dan Bodong. Dan Di Ganti dengan Program Pendidikan Gratis untuk anak anak Indonesia dimulai dari TK SD SMP SMK sampai dengan Perguruan Tinggi kasih semua Alokasi Anggaran Peruntukan yang tadinya di BGN ke Kementrian Pendidikan Dan Kementrian Dikti dan Juga Kementrian Agama selaku Homebest Sekolah Sanawiyah. Kami yakin dengan adanya gebrakan ini Indonesia Akan Cerah dan Siap menghadapi Bonus Demografi di 2045 Ujar Fajar Ketum DPP AMII

Nasional, Opini, Pemerintahan

“BBM Langka, Kepercayaan Pun Hilang: Potret Rapuhnya Tata Kelola Energi Indonesia”

ruminews.id – Di negeri yang setiap harinya bergerak dengan deru mesin, kelangkaan bahan bakar adalah isyarat getir tentang rapuhnya nadi pasokan energi. Januari – Februari 2025 pernah menjadi panggung awal kegelisahan itu: SPBU Shell dan BP – AKR kehabisan stok, meninggalkan bayangan antrian dan keluh-kesah pelanggan yang terhenti di tengah jalan. Kala itu, alasan yang digemakan sederhana rantai pasok tersendat, distribusi terhenti sesaat. Namun, siapa sangka gema yang sama kini kembali hadir, lebih lantang, lebih melelahkan. Sebulan terakhir, wajah – wajah resah kembali menumpuk di pompa bensin. BBM nonsubsidi kembali langka, seolah negeri ini tidak belajar dari riwayat yang baru saja tercatat. Ironisnya, keresahan publik tidak berhenti di sana. SPBU Pertamina, sebagai penyangga utama, menjadi lautan antrean. Mesin – mesin kendaraan berbaris layaknya kerumunan peziarah yang sabar menunggu giliran. Namun kesabaran itu perlahan tergerus oleh waktu kerja yang hilang, oleh keterlambatan yang kian merayap. Aplikasi yang digadang sebagai modernisasi justru menjadi belenggu baru. Barcode yang harus dipindai, nomor plat yang mesti diinput, menit-menit yang seharusnya efisien kini berubah menjadi jarum jam yang menyiksa. Apa artinya teknologi jika justru mengulur langkah rakyat yang terburu mengejar penghidupan? Modernitas, dalam wajahnya yang kaku, ternyata tak jarang melupakan denyut kesederhanaan yang paling dibutuhkan: kelancaran. Namun luka yang menganga tidak berhenti pada antrean atau tersendatnya pasokan. Tahun lalu, publik diguncang oleh terbongkarnya praktik pengoplosan besar-besaran di lingkup Pertamina Pertalite yang dicampur dan disulap menjadi Pertamax. Bukan sekadar permainan kotor, melainkan pengkhianatan telanjang terhadap bangsa. Kerugian negara yang ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah itu adalah darah yang mengalir deras keluar dari nadi perekonomian, meninggalkan rakyat dengan tangki kosong sementara segelintir orang menyalakan obor kekayaan dari hasil manipulasi. Kelangkaan BBM hari ini, jika ditilik lebih dalam, hanyalah wajah terbaru dari drama panjang pengelolaan energi yang rapuh, dipenuhi kelalaian, dan dinodai kerakusan. Apa arti janji manajemen energi yang kokoh, bila di satu sisi rakyat harus berdesakan dalam antrean, sementara di sisi lain negara dijarah dari dalam? Barangkali, yang hilang bukan hanya bensin dalam tangki, melainkan juga rasa percaya pada janji-janji pengelolaan energi yang mestinya lebih tangguh dan bersih. Negeri yang besar tak boleh kalah oleh antrean panjang di pompa bensin, apalagi oleh korupsi yang menggerogoti dari dalam. Sebab, pada setiap liter BBM yang tertahan atau dioplos di sanalah tergantung denyut kehidupan jutaan rakyatnya. Di titik inilah pertanyaan mendesak tak bisa lagi dihindari: di mana tanggung jawab pemerintah? Di mana keberanian direksi Pertamina untuk membersihkan rumahnya sendiri? Dan mengapa setiap kali rakyat dipaksa antre dan menanggung derita, para elite yang duduk di kursi kekuasaan hanya sibuk dengan narasi pembenaran? Negeri sebesar Indonesia tidak boleh kalah oleh antrean panjang di pompa bensin, apalagi oleh korupsi di tubuh perusahaan energi negara. Jika pemerintah dan direksi Pertamina terus menutup mata, maka setiap liter BBM yang tertahan di antrean akan berubah menjadi simbol pengkhianatan: bahwa kepentingan rakyat selalu ditempatkan di urutan terakhir, sementara kerakusan elit terus dipelihara di balik layar.

Nasional, Olahraga, Pemerintahan, Politik

Erick Thohir Dilantik Jadi Menpora: Energi Baru untuk Pemuda dan Olahraga Indonesia

ruminews.id, Jakarta – 17 September 25, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/9/2025). Erick Thohir menggantikan Dito Ariotedjo yang dicopot pada Senin (8/9/2025) lalu, sehingga posisi Menpora sempat kosong selama satu pekan yang lalu. Pelantikan ini berlangsung berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Tahun 2024-2029 yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti. Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” Ujar Erick di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu 17/09/2025 Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” tegasnya. Setelah itu, para menteri yang baru saja dilantik bersamaan menandatangani berita acara satu per satu. Acara pelantikanpun kemudian ditutup dengan pengumandangan lagu Indonesia Raya serta ucapan selamat dari Presiden RI dan para Menteri Kabinet Merah Putih yang sempat hadir. Sebelumnya, Erick Thohir menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak tahun 2019. Erick juga punya pengalaman panjang di dunia olahraga, salah satunya dengan menjadi Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Selain Erick Thohir, Presiden Prabowo juga melantik Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta sejumlah pejabat lainnya. Penulis: Randi. M

Ekonomi, Nasional, Pemerintahan

Dari Sekjen ISMEI, Kini Didapuk Jadi Sekjen Kementerian ESDM Prof. Ahmad Erani Yustika

ruminews.id – Jakarta, 16 September 2025, – Perombakan pejabat tinggi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membawa kejutan besar. Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Surat Keputusan Presiden yang menetapkan sejumlah nama baru, termasuk untuk posisi strategis Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM. Yang mengejutkan, jabatan Sekjen yang biasanya diisi pejabat karier internal Kementerian ESDM, kini dipercayakan kepada sosok dari luar kementerian: Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika. Prof. Erani bukan hanya seorang akademisi, melainkan juga aktivis dari Sekjen ISMEI (Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia) pada masa mudanya, dan saat ini menjadi Dewan Pakar Ikatan Alumni ISMEI (IKA ISMEI). Rekam jejak panjangnya dalam dunia gerakan mahasiswa, akademisi, hingga birokrasi membuat kehadirannya diyakini bisa membawa warna baru bagi kebijakan energi nasional. Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya ini memiliki pengalaman luas, antara lain: Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendes PDTT (2015–2017) Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kemendes PDTT (2017–2018) Staf Khusus Presiden Joko Widodo bidang Ekonomi (2017–2018) Selain itu, saat ini ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang dibentuk Presiden Prabowo. Adapun SK Presiden tertanggal 10 September 2025 itu juga menetapkan dua perombakan lain, yaitu: Jisman P. Hutajulu digantikan sebagai Dirjen Ketenagalistrikan dan dipindah menjadi Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM. Irjen Pol. Yudhiawan ditetapkan sebagai Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, menggantikan Letjen TNI (Purn.) Bambang Suswantono. Hingga berita ini diturunkan, Kementerian ESDM belum merilis keterangan resmi terkait waktu pelantikan. Namun, masuknya Prof. Ahmad Erani Yustika, aktivis ISMEI yang kini menjabat Sekjen ESDM, menandai babak baru keterlibatan tokoh gerakan mahasiswa ekonomi dalam panggung kebijakan strategis energi nasional.

Jakarta, Nasional, Pemerintahan, Politik, Uncategorized

Representasi Perempuan di Parlemen Turun Imbas Mundurnya Saraswati: Suara Sekum Kohati PB HMI

ruminews.id, Jakarta – Saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan berbagai permasalahan, salah satunya yaitu adanya keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra. Hal tersebut menuai kontroversi dan perbincangan di sudut-sudat cafe serta memantik para aktivis perempuan untuk berkomentar, salah satunya dari Dri Fia Yulanda (Sekretaris Umum Kohati PB HMI). Yola sapaanya, menyampaikan, menyayangkan dan rasa keprihatinannya atas keputusan mundurnya Rahayu Saraswati sebagai Anggota DPR RI F-Gerindra, karena hal ini menandai mulai berkurangnya sosok figur perempuan muda yang selama ini membawa semangat pembaruan di parlemen. “Apalagi Saraswati tidak hanya berkiprah di parlemen, akan tetapi Rahayu Saraswati pun dikenal dengan rekam jejak prestasi sangat membanggakan. Pernah menjadi anggota DPR RI periode 2014–2019 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029,” ujar Yola. Diluar dari politik bahkan aktif dalam isu-isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui organisasi Saraswati Learning Center, yang fokus pada pendidikan inklusif bagi anak-anak difabel. Perempuan ini juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra serta berperan dalam berbagai forum nasional maupun internasional yang menyoroti isu kesetaraan gender dan partisipasi generasi muda, ungkap Yola. “Keputusan Saraswati tersebut dinilai sebagai kehilangan besar bagi representasi perempuan yang sangat progresif di parlemen, sebab selama ini ia mampu menghadirkan energi segar, responsivitas, dan kedekatan dengan aspirasi rakyat kecil,” ucap yola. Lebih lanjut, Yola menilai, bahwa Saraswati adalah sosok perempuan yang merepresentasikan aktivis muda berkapasitas intelektual mumpuni, dekat dengan kalangan organisasi kepemudaan, serta menghadirkan gagasan otentik bagi generasi muda. Apalagi dengan adanya kemunduran ini tanda berkurangnya keterwakilan perempuan di parlemen. Keterwakilan perempuan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan terwakilinya kepentingan-kepentingan perempuan dalam berbagai kebijakan sehingga sangat disayangkan. Seharusnya, Saraswati dapat terus mengupayakan dan menyuarakan aspirasi-aspirasi anak muda dan perempuan dengan tetap bertahan di parlemen sehingga tetap menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda. Maka dari itu, dia mengajak seluruh perempuan untuk mengembangkan potensinya sebagai generasi penerus bangsa dan harus berani mengambil alih ruang-ruang strategis sehingga kuota 30% keterwakilan perempuan seterusnya meningkat demi masa depan bangsa, tutup Yola.

Makassar, Nasional, Pemerintahan

Ulvi Trisna Damayanti, Mahasiswi Keperawatan Gigi, menyuarakan kegelisahannya atas mundurnya Saraswati dari kursi parlemen.

ruminews.id, Makassar – “Keputusan itu,” ucap Ulvi lirih, “seperti angin yang tiba-tiba mencabut satu-satunya lentera yang selama ini menyala bagi kaum muda dan perempuan di Senayan.” Menurutnya, sosok Saraswati bukan hanya sekadar wakil rakyat, melainkan wajah dari semangat baru—yang mampu menautkan harapan generasi muda, perempuan, dan terutama mereka yang berada di lingkar kerentanan, termasuk kaum disabilitas. Setiap langkah Saraswati di parlemen, tambah Ulvi, selalu mengandung denyut kepedulian dan keberpihakan yang nyata. “Maka, sungguh disayangkan bila kursi itu dibiarkan kosong dari representasi perempuan muda. Suara yang mestinya mengalir deras dari sana kini seakan terhenti,” tuturnya. Ulvi pun mengajak Partai Gerindra untuk meninjau kembali keputusan tersebut. Baginya, rekam jejak dan kiprah Saraswati adalah bukti tak terbantahkan bahwa ia masih sangat dibutuhkan. “Gerindra jangan sampai menutup mata dari perjuangan yang telah menyalakan obor bagi banyak hati. Kehilangan beliau bukan hanya kehilangan bagi partai, tetapi kehilangan bagi bangsa,” pungkasnya.

Scroll to Top