Daerah

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Uncategorized

Melinda Aksa, Resmi Jadi Dewan Pembina Srikandi APPI Makassar. Dorong Perempuan Tangguh dan Mandiri

ruminews.id, Makassar – Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, resmi didaulat sebagai Dewan Pembina dan Penasehat DPP Srikandi APPI (Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia) Kota Makassar, pada Senin (3/11/2025). Penetapan itu dilakukan dalam agenda audiensi bersama pengurus DPP, koordinator kecamatan, dan wilayah di kediaman Melinda Aksa. Dalam kesempatan itu, Melinda menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap langkah Srikandi APPI dalam memperkuat peran perempuan di berbagai sektor. “Saya merasa terhormat atas kepercayaan ini. Semoga Srikandi APPI menjadi wadah lahirnya perempuan tangguh, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Ketua Umum DPP Srikandi APPI Kota Makassar, Asriani Amiruddin, menjelaskan bahwa organisasi ini berdiri sejak Juli 2025 sebagai ruang pemberdayaan dan penguatan peran perempuan di bidang sosial, ekonomi, dan pembangunan masyarakat. “Kami berkomitmen menghadirkan organisasi yang solid, berdaya, dan menjadi suara perempuan Makassar,” ungkap Asriani. Sementara itu, Sekretaris Umum Suhartini menambahkan, pelantikan pengurus DPP Srikandi APPI akan digelar akhir November 2025, sebagai langkah awal memperkuat struktur organisasi dan arah gerak perjuangan. “Kami ingin Srikandi APPI menjadi motor penggerak perempuan muda agar lebih percaya diri dan berperan aktif dalam pembangunan,” tuturnya. Dengan dukungan penuh dari Dewan Pembina dan seluruh pengurus, Srikandi APPI Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam kegiatan sosial, edukatif, dan pemberdayaan di tingkat akar rumput. “Saya ingin Srikandi APPI menjadi penggerak perubahan yang membawa nilai kepemimpinan, solidaritas, dan kepedulian sosial,” pungkas Melinda.

Daerah, Makassar

Achmad Daeng Serre, Gubernur, Wakil Gubernur Dan Ketua DPRD Sulsel menyerukan Komitmen Persatuan pada Tudang Sipulung Pemuda Sulsel

ruminews.id, MAKASSAR-Setiap peradaban bangsa di dunia ini, akan mengalami sebuah perubahan mendasar hingga kemajuan karena adanya satu unsur yang berperan aktif. Unsur itu adalah disebut pemuda, mereka yang berumur produktif dan menjadi kekuatan demografi dalam suatu negara. Khususnya di Indonesia sebagai bangsa yang besar, peran pemuda sangatlah penting dan sentral sebagai penggerak bangsa. Dalam peringatan Sumpah Pemuda ke 97 tahun, pada 28 oktober 2025 anggota DPR RI Komisi 7 Dapil Sulawesi Selatan 1 Bapak H. Achmad Daeng Serre, melaksanakan Tudang Sipulung bersama Pemerintah Sulawesi Selatan, yang di inisiasi bersama bapak Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Ibu Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Tudang Sipulung ini melibatkan seluruh organisasi kepemudaan (OKP) Se-Sulawesi Selatan, dengan sinergitas Kepemudaan dengan seluruh lapisan kelompok pemuda, baik berlatar belakang iman dan juga progresifitas kepemudaan. Di dalam indoor Phinisi Point Mall Makassar, menjadi saksi sejarah Deklarasi Persatuan Pemuda Untuk Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerukan pentingnya konsolidasi dan ikatan kekeluargaan antara kelompok pemuda. Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi, nampak antusias menghadiri rangkaian tudang sipulung pemuda Sulsel dan pawai vespa dan OKP di CPI Makassar, Selasa, 28 Oktober 2025. Selain itu juga melakukan penanam pohon tabebuya. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi kegiatan ini. Di depan lintas OKP dan pecinta vespa, ia juga menekankan tentang peran serta pemuda dalam pembangunan manusia untuk Sulsel maju dan berkarakter. “Untuk itulah, komitmen pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang cerdas berdaya saing dengan tetap menjunjung tinggi nilai karakter orang Sulawesi Selatan,” tandas Andi Sudirman. “Para Tokoh pemuda selalu dikenal solid, kreatif, dan penuh semangat persaudaraan. Ini sejalan dengan nilai Sumpah Pemuda, yaitu bersatu untuk membangun negeri. Kami di Pemerintah Provinsi tentu memberikan ruang seluasnya bagi kegiatan positif seperti ini,” ujar Fatmawati. Wagub Fatmawati Rusdi yang tampil menarik perhatian dengan mengenakan kostum bertema pahlawan serta mengendarai Vespa SS90 berwarna biru, salah satu seri Vespa langka yang menjadi daya tarik tersendiri. Hal serupa ditegaskan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, bapak H. Ahmad Dg. Serre, “Dalam membangun Sulawesi Selatan, peran pemuda dalam membangun sulsel sangat dibutuhkan, peran dalam organisasi kepemudaan dapat mendorong kemandirian ekonomi, peningkatan pendidikan, dan peran pemuda dalam memajukan sektor umkm dan pariwisata, menurut H. Dedde sapaan untuk nama beliau, bahwa semua itu kita membutuhkan peran okp dan juga tokoh-tokoh muda sulsel dalam menjaga spirit aplikasi terhadap nilai-nilai lokal, seperti sipakatau, sipakainga, dan sipakalebbi. H. Dedde juga menerima beberapa aspirasi dari peserta okp dan mahasiswa, khususnya dalam pengembangan wilayah pariwisata yang sangat dibutuhkan di beberapa kabupaten di sulsel. Dalam kesempatan ini pula dihadiri Ketua DPRD Sulsel ibu Drg. Rahmatika Dewi, atau ibu cicu sapaan akrab beliau. Dalam sosialisasi 4 pilar dan Tudang sipulung ini, ibu cicu juga menerima banyak aspirqsi dari beberapa peserta okp, khususnya mengenai penguatan dan perlindungan perempuan. Tudang Sipulung ini ditutup dengan Deklarasi pemuda bersatu untuk sulsel maju dan berkarakter, harapannya Tuduang Sipulung ini menjadi berkelanjuran sebegai sarana, rembuk pemuda melalui okp.

Daerah, Ekonomi, Makassar, Pendidikan

Sinergi untuk Wirausaha Muda: Badko HMI Sulsel dan Disperindag Sulsel Teken MoU Pasca HMI Business Class

ruminews.id, Makassar, 3 November 2025 — Setelah sukses menggelar kegiatan HMI Business Class pada 30–31 Oktober 2025 di Makassar Creative Hub, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Selatan melangkah lebih jauh dengan menjalin kerja sama strategis bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan (Disperindag Sulsel). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung pada Senin, 3 November 2025 ini dilakukan oleh Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan Badko HMI Sulsel dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai simbol dimulainya kolaborasi nyata antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem wirausaha yang lebih kuat di Sulawesi Selatan. Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam program pengembangan wirausaha muda, pelatihan industri kreatif, dan pendampingan bisnis berbasis inovasi. MoU ini menjadi tindak lanjut konkret dari semangat yang diusung dalam kegiatan HMI Business Class — yakni membentuk generasi muda yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing global. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan Badko HMI Sulsel menyampaikan bahwa HMI ingin berperan aktif dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif dan UMKM di kalangan pemuda. “Kami ingin kader HMI tidak hanya cakap berdiskusi, tapi juga tangguh dalam berwirausaha dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulsel mengapresiasi inisiatif kolaboratif ini. “Kami melihat semangat luar biasa dari HMI Sulsel untuk ikut mendorong lahirnya pengusaha muda. Pemerintah provinsi tentu siap bersinergi dalam mewujudkan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya. Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program strategis yang mempertemukan dunia akademik, organisasi kepemudaan, dan sektor industri dalam satu tujuan: mencetak generasi muda yang kreatif, berdaya, dan siap menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan.

Daerah, Makassar, Olahraga, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Munafri Dorong Penguatan Sepak Bola Usia Dini di Makassar

ruminews.id, MAKASSAR — Semangat sepak bola kembali bergelora di Kota Makassar. Ratusan anak dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) di Sulawesi Selatan memenuhi Lapangan Bosowa Sport Center, Minggu (2/11/2025). Jalan Teuku Umar, Makassar. Dimana, laga ajang Grassroots Football Festival yang digelar oleh PSSI Sulawesi Selatan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, wadah bagi usia dini. Di tengah sorak sorai dan tawa ceria para peserta, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir memberikan dukungan langsung bagi bibit-bibit muda sepak bola di Kota ini. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar pertandingan, tetapi bagian dari upaya membangun fondasi masa depan sepak bola Indonesia dari akar rumput. Hadir pada kesempatan ini, Indra Sjafri. Ia mantan pelatih timnas U-20 dan mantan pemain sepak bola profesional Indonesia. pernah melatih klub Bali United. Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar itu menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan sportivitas seluruh peserta, pelatih, dan para orang tua yang turut hadir memberikan dukungan. “Kita perlu menjunjung tinggi sportivitas. Saya bangga kepada seluruh pengurus dan terutama orang tua yang mendampingi anak-anaknya berlatih hari ini,” imbuh Appi. Mantan Chief Executive Officer (CEO) itu juga mengungkapkan rasa bahagianya atas kehadiran pelatih tim nasional, Coach Indra Sjafri, bersama jajaran PSSI yang membawa kegiatan ini ke Kota Makassar. “Senang sekali Coach Indra beserta teman-teman dari PSSI telah membawa acara ini ke Makassar. Ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap sepak bola, khususnya di kota kita, semakin baik,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut menyinggung soal pentingnya pembenahan infrastruktur sepak bola di Makassar. Ia mengakui masih ada keterbatasan, namun berkomitmen memberikan perhatian serius terhadap pengembangan fasilitas olahraga di kota ini. “Memang kita belum punya infrastruktur yang ideal, tapi berikan kesempatan pada pemerintah kota untuk menyiapkan itu. Kota ini punya sejarah sepak bola dan banyak talenta hebat,” jelasnya. “Sayang kalau tidak kita akomodir dengan baik. Insya Allah, dalam waktu yang tidak lama lagi, lapangan latihan dan stadion baru akan kita hadirkan di Kota Makassar berlokasi di Untia,” tambah Appi. Mengakhiri sambutannya, Munafri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Grassroots Football Festival. Ketua Golkar Makassar ini berharap kegiatan ini menjadi wadah berkelanjutan bagi pembinaan pemain muda di Makassar dan Indonesia Timur. “Mari bersama-sama terus d menyiapkan atlet muda agar bisa menjadi pemain masa depan, pengisi ruang Tim Nasional dan klub-klub besar Indonesia,” pungkasnya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Sulawesi Selatan, Ahmad Jufri, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Makassar yang memberikan dukungan langsung di lapangan. ” Terima kasih Pak Wali sudah hadir. Anak-anak ini berasal dari seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB) di Sulsel,” ucapnya. “Kami minta perwakilan setiap SSB mengirim lima anak, jadi total ada sekitar 140 anak. Kegiatannya memang berlangsung satu hari,” lanjutnya. Ahmad Jufri menambahkan bahwa tujuan utama dari program Grassroots Football ini adalah memperkenalkan sepak bola sejak usia dini dengan pendekatan yang menyenangkan. Dimana, Grassroots ini untuk memperkenalkan sepak bola di usia dini, bagaimana bermain bola dengan ceria. “Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, yang hadir langsung melihat anak-anak bermain kompetisi di lokasi ini,” tutup dia.

Daerah, Gowa, Makassar, Olahraga, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Buka dan Ikut Berlaga di Turnamen Golf Mayor’s Cup Semarak HUT Kota Ke-418

ruminews.id, GOWA—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin membuka secara resmi Mayor’s Cup Golf Tournament yang di helat oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar. Ajang sporitivitas ini berlangsung sehari di di Lapangan Golf Padivalley, Gowa, Minggu (2/11/2025). Turnamen ini merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar ini dibuka dengan shotgun oleh Munafri pada pagi hari sebagai tanda dimulainya turnamen. Wali Kota yang akrab disapa Appi itu tidak hanya membuka, tapi juga ikut bermain bersama peserta hingga selesai. Dalam turnamen itu, Ia juga berkesempatan mendapatkan pairing bersama Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong. . Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mayor’s Cup yang untuk pertama kalinya diadakan Pemerintah Kota Makassar. Selain menjadi rangkaian dari HUT ke-418 Kota Makassar, Ia berharap ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, namun lebih jauh, menjadi sarana membangun kolaborasi lintas sektor demi kemajuan kota. Serta memperkuat hubungan baik antarwilayah dan antarinstansi. “Pemerintah tidak mungkin berdiri sendiri dalam memberikan pelayanan, dibutuhkan kolaborasi dengan para pengusaha, komunitas, dan stakeholder lainnya. Lewat kegiatan golf ini, kita membangun kebersamaan itu,” ujar Munafri. Munafri menegaskan bahwa Mayor’s Cup akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Makassar. Selain memperebutkan piala bergilir, turnamen ini diharapkan menjadi ajang rutin yang semakin berkembang setiap tahunnya. “Insyaallah ini akan kita selenggarakan setiap tahun. Harapannya, Mayor’s Cup bisa semakin besar, semakin ramai, dan semakin diminati oleh golfer dari seluruh Indonesia,” ucapnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Mayor’s Cup, Andi Hudli Huduri yang juga Tim Ahli Wali Kota Makassar, menguraikan bahwa turnamen ini diikuti oleh total 140 peserta, mulai dari Forkopimda hingga masyarakat dari berbagai daerah. “40 diantaranya dari Forkopimda Provinsi dan Kota Makassar sebagai undangan VIP, dan 100 nya adalah peserta umum secara nasional,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborssi dan Dispora Kota Makassar serta seluruh sponsor yang ikut mendukung kesuksesan acara tersebut.(*)

Hukum, Makassar, Pendidikan, Uncategorized

KOHATI Cabang Makassar: Perguruan Tinggi Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Arena Kekuasaan dan Kekerasan Seksual ❗️

ruminews.id, Makassar – Kita dikejutkan. Kita muak. Kita geram. Bagaimana mungkin, di tengah gemerlap nama besar lembaga akademik, justru muncul noda hitam yang mencoreng nilai kemanusiaan dan moralitas? Di sebuah Perguruan Tinggi Negeri ternama di Makassar, (Universitas Negeri Makassar) seorang pimpinan kampus justru diduga melakukan tindakan yang menginjak harga diri dan kehormatan perempuan. Bagi Kohati Cabang Makassar, kejadian ini bukan sekadar insiden  ini tamparan keras bagi dunia pendidikan, sebuah alarm yang memekakkan telinga nurani kita semua. “Sangat ironis ketika perguruan tinggi yang seharusnya menjadi simbol intelektualitas dan moral justru berubah menjadi ladang subur bagi kekerasan seksual,” tegas Ketua Umum Kohati Cabang Makassar dengan nada kecewa namun lantang. Perguruan tinggi semestinya menjadi ruang aman, nyaman, dan bebas berekspresi, bukan tempat di mana ketakutan tumbuh di balik tembok kelas dan ruang dosen. Namun apa yang kita saksikan hari ini? Ketika kasus kekerasan seksual mencuat, proses penyelesaiannya diseret lamban, ditutupi rapat, demi menjaga nama baik institusi. Seolah-olah reputasi lebih berharga daripada martabat manusia. Lalu di mana Satgas PPKS yang digadang-gadang sebagai benteng pelindung mahasiswa? Di mana suara tegas para akademisi yang dulu lantang berbicara soal etika dan moralitas? Semua menjadi pertanyaan yang menggantung di kepala, menghantui rasa keadilan kita. Kohati Cabang Makassar menegaskan, setiap bentuk pembiaran adalah kejahatan kedua setelah kekerasan itu sendiri. Kampus tidak boleh lagi menjadi ruang sunyi yang menelan jeritan korban. Kampus harus menjadi tempat tumbuhnya keberanian, bukan ketakutan. Tempat belajar, bukan tempat bersembunyi dari kebenaran. Sudah saatnya semua elemen kampus pimpinan, dosen, mahasiswa, organisasi, dan Satgas PPKS bersatu menjaga ruang akademik dari segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual. Tingkatkan awareness, tanamkan empati, dan tegakkan keadilan tanpa kompromi. Karena setiap diam terhadap kekerasan adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan.

Daerah, Makassar, Pendidikan

MPA GlOEOCAPSA Biologi FMIPA UNM Sukses Melaksanakan Seminar Lingkungan Hidup

ruminews.id – Mahasiswa Pencinta Alam Biologi Universitas Negeri Makassar atau MPA Gloeocapsa Biologi UNM baru baru ini melaksanakan kegiatan Seminar Lingkungan Hidup dengan mengangkat tema ” Dampak Aktivitas Kapitalis Ekstraktif Terhadap Ruang Hidup Sosial & Biodiversitas” pada (Sabtu/1/11/2025). Kegiatan ini diisi dengan mengundang 3 pemateri yang juga memiliki latar belakang disiplin ilmu di wilayah Konservasi Lingkungan, yakni Dr. Helmy Budiman S. STP., MM (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar), Fadillah Abdullah ( Divisi Keterlibatan Perempuan WALHI Sulsel) dan Muh. Rais Abidin S, PD., ST., M, PD., C EIA, (Dosen Geografi FMIPA UNM). Kegiatan ini juga dihadiri oleh tamu undangan yang berasal dari kalangan organisasi Pencinta Alam mulai dari MPA, KPA hingga juga dihadiri BEM UNM & Forum Mapala UNM. Dalam upaya mengajak seluruh komponen pegiat alam muda dan bonus demografi yang ada di Makassar agar kedepannya bisa lebih menjaga tatanan masyarakat yang hidup bersentuhan lansung dengan lingkungan dan siklus infrastruktur ekonomis yang seringkali tidak berjalan berdampingan sehingga perlu untuk dipahami dan diawasi oleh kalangan anak muda. Hendriawang selaku Ketua Umum MPA Gloeocapsa menyatakan bahwa anak muda saat ini mesti lebih peduli dan lebih jeli melihat kondisi lingkungan yang kian terekspansi oleh kegiatan kegiatan ekstraktif sehingga banyak menyengsarakan masyarakat sekitar dan penting untuk diadvokasikan khusunya bagi kalangan MAPALA. Kegiatan ini juga dihadiri lansung oleh Ketua Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar ayahanda Prof. Dr. Muhiddin Palennari, S. PD., M. Pd dan juga Wakil Dekan 3 Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam UNM ayahanda Prof. Uca, S. SI., M, Si. Juga dalam sambutan mereka mendukung kegiatan mahasiswa yang memerhatikan kondisi lingkungan yang saat ini banyak dieksploitasi oleh ekspansi bisnis tanpa memperhatikan ruang hidup masyarakat lokal.

Daerah, Ekonomi, Infotainment, Makassar, Nasional, Pendidikan

Program Studi Manajemen FEB UNM Mempersiapkan Diri Sebagai Program Studi Unggulan Di Asia Tenggara Lewat ICOMAN 2025

ruminews.id – Makassar, 1 November 2025 — Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM), menegaskan posisinya sebagai salah satu program studi unggul di kawasan Asia Tenggara dengan sukses menyelenggarakan International Conference on Management (ICOMAN) 2025. Konferensi yang bertema “The Future of Management Practices and Sustainable Business Transformation in the Era of AI and the Green Economy” ini diikuti akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara melalui platform daring Zoom Meeting, Sabtu (1/11). Kegiatan ICOMAN 2025 dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn., didampingi oleh Dekan FEB UNM, Prof. Dr. Basri Bado, S.Pd., M.Si., serta Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Anwar, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Karta Jayadi menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Program Studi Manajemen FEB UNM yang konsisten membangun jejaring akademik lintas negara. “ICOMAN adalah bukti bahwa UNM memiliki komitmen kuat terhadap internasionalisasi pendidikan tinggi. Forum ini mempertemukan para pakar dan peneliti untuk mencari solusi inovatif atas tantangan dunia bisnis dan manajemen di era kecerdasan buatan dan ekonomi hijau,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Basri Bado, selaku Dekan FEB UNM, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi UNM sebagai center of excellence dalam riset manajemen berkelanjutan di Asia Tenggara. “Kolaborasi lintas negara yang dihadirkan melalui ICOMAN menunjukkan bahwa FEB UNM telah diakui dalam jaringan akademik internasional. Kami ingin menjadikan konferensi ini sebagai ruang kolaborasi untuk menghasilkan riset yang berdampak global,” tegasnya.   Konferensi ini menghadirkan enam pembicara utama dari lima negara: Dr. Hety Budiyanti, S.E., M.Ak. – Universitas Negeri Makassar, Indonesia; Maheni Ika Sari, S.E., M.M. – Universitas Muhammadiyah Jember, Indonesia; Dr. Habsah Binti Muhamad Sabli – Politeknik Mukah Sarawak, Malaysia; Dr. Nandita Mishra – Chetana’s Institute of Management & Research, India; Dr. Mahesh Luthia – Chetana’s Institute of Management & Research, India; Client Wiliam M. Malinao, Ph.D., LPT – Ifugao State University, Filipina Mereka membahas topik-topik penting seperti sustainable finance, green investment, digital transformation, entrepreneurship innovation, hingga AI-driven business management. Menurut Dr. Anwar, S.E., M.Si., Ketua Program Studi Manajemen sekaligus Ketua Panitia, konferensi ini menjadi ruang sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mengembangkan praktik manajemen yang berkelanjutan. “ICOMAN tidak hanya mempertemukan pemikir dari berbagai negara, tetapi juga mendorong UNM berperan aktif dalam menghasilkan pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan global,” ungkapnya. ICOMAN 2025 diselenggarakan bekerja sama dengan sejumlah universitas mitra di Asia, antara lain Universitas Muhammadiyah Jember (Indonesia), Chetana’s Institute of Management & Research (India), Politeknik Mukah Sarawak (Malaysia), dan Ifugao State University (Filipina). Makalah terpilih dari konferensi ini akan diterbitkan dalam International Proceedings terindeks Index Copernicus International, sebagai upaya memperluas kontribusi riset ilmiah Indonesia di tingkat global. “Kami ingin menjadikan ICOMAN sebagai agenda tahunan yang memperkuat posisi UNM sebagai pusat riset dan inovasi manajemen berkelanjutan di Asia Tenggara,” tutup Dr. Anwar. International Conference on Management (ICOMAN) merupakan forum ilmiah tahunan yang diinisiasi oleh Program Studi Manajemen FEB UNM sejak 2023. Kegiatan ini berfokus pada isu-isu transformasi bisnis, teknologi, dan keberlanjutan. Tahun 2025 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya konferensi ini diakui secara regional sebagai ajang kolaborasi akademik unggulan Asia Tenggara.

Daerah, Makassar, Pendidikan

HMI Business Class: Dorong Semangat Kewirausahaan di Kalangan Kader HMI Sulawesi Selatan

ruminews.id, Makassar, 31 Oktober 2025 — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan kegiatan HMI Business Class pada tanggal 30–31 Oktober 2025 bertempat di Makassar Creative Hub. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi kader HMI serta generasi muda Sulawesi Selatan yang ingin terjun ke dunia bisnis. Dengan mengusung semangat “Muda, Mandiri, dan Menginspirasi”, kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber inspiratif dari kalangan pengusaha, pelaku industri kreatif, dan praktisi bisnis. Para peserta mendapatkan pembekalan tentang strategi membangun usaha, digital marketing, ekspor-impor, hingga manajemen keuangan UMKM. Ketua Umum Badko HMI Sulsel, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen HMI dalam mencetak kader yang tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga berdaya saing secara ekonomi. “HMI harus hadir sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi umat. Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul pengusaha muda baru yang lahir dari rahim HMI,” ujarnya. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Selain sesi materi, acara juga diisi dengan forum diskusi interaktif dan networking session antar peserta dan narasumber, sehingga membuka peluang kolaborasi dan ide bisnis baru. Penutupan kegiatan HMI Business Class ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta dan narasumber, serta komitmen bersama untuk terus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan kader HMI se-Sulawesi Selatan

Daerah, Gowa, Pemerintahan, Pendidikan

Warisan Kereta Cepat Whoosh: Beranikah Prabowo Mengaudit ‘Dosa’ Era Jokowi?

ruminews.id, Makassar – Proyek Kereta Cepat Whoosh yang akhir-akhir ini menjadi perhatian publik kini menghadirkan beragam opini baik dari kalangan pengamat politik hingga para aktivis hari ini, Salah satunya hadir dari Ketua Dema Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, Muh Alwi Nur.  Alwi Menegaskan bahwa Panggung telah hadir di depan mata Presiden Prabowo Subianto, yang berkuasa dengan janji menggelegar untuk memberantas korupsi “tanpa pandang bulu”, kini dihadapkan pada ujian pertamanya. Ujian itu bukan datang dari lawan politik, melainkan dari warisan pendahulunya, Joko Widodo: Kereta Cepat Whoosh. Whoosh adalah monumen baja yang melambangkan bagaimana sebuah proyek bisa dipaksakan, mengabaikan akal sehat, dan kini, diduga kuat menjadi praktik Mark Up. Mari kita jujur. Sejak awal, proyek Whoosh adalah sebuah drama yang dipaksakan. Publik dibuai dengan ilusi manis bahwa ini murni business-to-business (B2B), tanpa sepeser pun uang rakyat. Sebuah kebohongan yang akhirnya terbongkar. Ketika biaya membengkak—sebuah cost overrun yang sudah diprediksi banyak ahli—tabir itu robek. APBN terpaksa digelontorkan melalui PMN untuk menyelamatkan proyek yang sakit-sakitan ini. Perencanaan yang serampangan dan studi kelayakan yang diduga “diatur” demi mengejar target politis, kini meninggalkan borok utang triliunan. Lanjut Alwi Kini, KPK telah mengendus bau busuk dari proyek ini. Penyelidikan atas dugaan mark-up telah dimulai. Ini bukan lagi sekadar rumor. Data pembanding menjeritkan ketidakwajaran: biaya per kilometer di Indonesia tiga kali lipat lebih mahal daripada di negara asalnya. Selisih puluhan juta dolar per kilometer ini bukankah perampokan uang negara? Jika ini bukan indikasi korupsi terstruktur, lalu apa namanya? Pertanyaannya, siapa yang bermain? Proyek raksasa yang melibatkan dua negara dan utang jumbo ini mustahil diputuskan di level bawah. Jejaknya pasti mengarah ke atas, ke pusat kekuasaan era Jokowi. Tegas Alwi~ Muh Alwi Nur juga melanjutkan pandangannya dengan 2 premis yang merujuk ke Presiden Indonesia yaitu: Prabowo: Antara Janji Kampanye dan Sandera Politik Di sinilah letak jantung persoalannya. Prabowo kini terjebak dalam dilema paling pelik. Di satu sisi, ia berkoar-koar akan menghabisi praktik korupsi yang “merampok uang rakyat”. Di sisi lain, proyek yang diduga di mark up ini adalah proyek dari rezim yang memuluskan jalannya ke Istana. Rakyat kini menonton: Apakah Prabowo benar-benar seorang panglima yang berani membongkar borok, atau ia sekadar sandera politik yang tidak akan pernah berani menyentuh “zona nyaman” pendahulunya? Mengaudit tuntas proyek Whoosh berarti siap mengadili keputusan-keputusan di era Jokowi. Ini berarti membuka kotak pandora kalau kata mitologi Yunani, yang mungkin akan menyeret nama-nama besar di lingkaran kekuasaan lama—lingkaran yang kini sebagian besar masih berada di sekeliling Prabowo. Publik tidak butuh lagi retorika. Rakyat malas dengan sandiwara. Jika penyelidikan KPK ini mandek, atau hanya menyentuh “ikan teri” sementara “hiu” dibiarkan bebas, maka habislah kepercayaan publik. Ini adalah pertaruhan integritas Prabowo. Jika ia gagal—atau lebih buruk, memilih untuk gagal—demi “stabilitas” politik, maka janji pemberantasan korupsi itu hanyalah bualan kosong di atas panggung kampanye. Waktu akan membuktikan apakah ia singa pemberantas korupsi, atau sekadar penjaga gerbang bagi dosa-dosa rezim lama. Tutup Alwi

Scroll to Top