Author name: Fikri Haikal

Daerah, Pemuda, Pendidikan, Sinjai

Dinilai Tidak Transparan dan Fasilitas Minim, DEMA Menggugat Kampus UIAD Sinjai

ruminews.id, SINJAI – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai melayangkan protes keras dan menggugat pihak rektorat. Langkah ini diambil sebagai bentuk desakan agar pihak kampus segera melakukan reformasi tata kelola keuangan, perbaikan fasilitas, serta peningkatan mutu tenaga pendidik. Presiden Mahasiswa DEMA UIAD Sinjai, Mujahid Turaihan, menyatakan bahwa kampus yang kerap menggaungkan jargon akreditasi unggul ini justru mengalami ironi besar di dalam sistem internalnya. Menurutnya, ada tiga persoalan mendasar yang saat ini tengah menggerogoti UIAD Sinjai dari dalam. “Kami mempertanyakan transparansi anggaran, fasilitas kampus yang kurang memadai, dan adanya tenaga pendidik yang mulai kehilangan kompetensi serta relevansi,” tegas Mujahid dalam keterangan tertulisnya pada Juni 2026. DEMA UIAD Sinjai menyoroti tiga isu krusial yang dirasakan langsung oleh mahasiswa di area kampus. Ilusi Transparansi Anggaran: Pihak rektorat dinilai sangat tertutup terkait pos-pos pengalokasian dana kemahasiswaan, seperti dana SPP, BPP, biaya magang, hingga KKN. Mahasiswa menuntut rincian detail agar tidak muncul kecurigaan bahwa dana pendidikan hanya habis untuk mempergemuk birokrasi. Paradoks Fasilitas: Mahasiswa merasa dibebani biaya kuliah yang tinggi, namun fasilitas yang didapatkan sangat minim. Beberapa ruang kelas kekurangan proyektor, AC tidak merata, dan kursi banyak yang rusak. Selain itu, fasilitas dasar seperti toilet dinilai tidak higienis, area parkir semrawut, hingga adanya pembatasan penggunaan lift kampus dan biaya operasional bus kampus yang tinggi bagi ormawa. Erosi Kompetensi Dosen: DEMA menyayangkan masih adanya oknum pengajar yang menggunakan metode feodalistik kuno, malas memperbarui materi kuliah, dan hanya membaca lembar salindia (PPT) tanpa memberikan penjelasan substansial. Dugaan adanya praktik nepotisme dalam perekrutan dosen juga dinilai memperburuk mutu akademik. DEMA UIAD Sinjai menegaskan bahwa kritik ini adalah bentuk kepedulian nyata agar kampus kembali ke khittahnya (tujuan awal) sebagai ruang ilmiah yang bersih, berkualitas, dan berintegritas. Mahasiswa mengingatkan agar kampus tidak berubah menjadi korporasi yang hanya mengejar profit dengan mengorbankan hak-hak mahasiswanya. Jika pihak birokrasi UIAD Sinjai tetap bergeming dan tidak segera menindaklanjuti poin-poin tuntutan tersebut, DEMA dan seluruh elemen mahasiswa UIAD menyatakan siap turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa demi menuntut hak mereka. Sumber: Mujahid Turaihan

Internasional, Nasional, Olahraga

Inggris Ditahan Ghana Tanpa Gol, The Three Lions Tunda Asa 32 Besar

Ruminews.id, Boston — Timnas Inggris gagal memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Ghana dengan skor 0-0 pada laga kedua Grup L di Stadion Boston, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Skuad asuhan Thomas Tuchel tampil dominan sejak menit awal. Inggris menguasai jalannya pertandingan dan lebih banyak mengendalikan bola, tetapi kesulitan membongkar pertahanan rapat Ghana yang bermain disiplin di bawah arahan Carlos Queiroz. Sepanjang babak pertama, The Three Lions terus menekan namun gagal mencatatkan peluang yang benar-benar mengancam gawang Ghana. Sebaliknya, Ghana memilih menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat. Memasuki babak kedua, Ghana justru lebih dulu menghadirkan ancaman. Marvin Senaya hampir membawa The Black Stars unggul pada menit ke-50, tetapi pertahanan Inggris masih mampu mengamankan situasi. Inggris baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama pada menit ke-58 melalui Anthony Gordon. Namun, kiper Ghana Benjamin Asare tampil gemilang dengan menggagalkan peluang tersebut. Tekanan Inggris semakin meningkat menjelang akhir pertandingan. Elliot Anderson, Harry Kane, dan Bukayo Saka silih berganti mendapatkan peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta penampilan impresif Asare membuat gawang Ghana tetap aman. Peluang terbaik Inggris datang pada menit-menit akhir. Tembakan Saka berhasil ditepis Asare, sementara sundulan Nico O’Reilly hanya membentur tiang gawang. Kane juga gagal memanfaatkan bola muntah di depan gawang setelah tendangan volinya melambung di atas mistar. Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol yang tercipta. Hasil imbang ini membuat Inggris mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan belum mengamankan tiket ke babak 32 besar. Sementara itu, Ghana meraih poin pertamanya di Grup L dan masih menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Pada laga terakhir fase grup, Inggris wajib meraih hasil positif untuk memastikan langkah ke babak gugur. Di sisi lain, Ghana akan berusaha memaksimalkan pertandingan terakhir demi menjaga asa melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Internasional, Nasional, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Warisan Epik La Galigo dan Khas Kuliner, Memukau Delegasi Internasional di Makassar

ruminews.id, MAKASSAR — Langit senja di kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam menjadi saksi pembuka sebuah perhelatan diplomasi budaya berskala internasional. Hajatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang digelar di Kota Makassar, pada 23–25 Juni 2026 menghadirkan 41 delegasi dari 28 negara sahabat, dalam sebuah agenda yang memadukan diplomasi kuliner, budaya, dan promosi potensi ekonomi daerah. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan kegiatan yang digagas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tersebut menjadi ruang penting bagi Kota Makassar untuk memperkenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki kepada para duta besar, diplomat, dan perwakilan negara sahabat yang hadir. “IGS ini menjadi forum promosi Kota Makassar. Ini merupakan peluang besar bagi kami untuk memperlihatkan potensi yang dimiliki Kota Makassar,” ujar Munafri kepada awak media, saat doorstop usai jamuan makan malam resmi di Benteng Fort Rotterdam, Selasa (23/6/2026) malam. Kegiatan ini bukan sekadar jamuan kenegaraan, melainkan ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan identitas Kota Makassar kepada komunitas diplomatik dunia. Para delegasi yang terdiri atas Duta Besar, Kepala Perwakilan Negara Sahabat beserta pasangan, Konsul Jenderal, hingga pejabat korps diplomatik yang membidangi ekonomi, perdagangan, investasi, dan sosial budaya. Dalam kesempatan tersebut, para tamu disuguhi beragam kuliner khas Sulawesi Selatan yang dikurasi secara khusus sebagai representasi cita rasa daerah. Setidaknya belasan jenis menu kuliner unggulan dihadirkan dalam jamuan diplomatik di kawasan benteng bersejarah itu, menampilkan kekayaan rempah, teknik memasak tradisional, hingga sentuhan modern yang merefleksikan perkembangan gastronomi Makassar sebagai kota pelabuhan dan pusat pertemuan budaya sejak berabad-abad lalu. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar memaksimalkan seluruh potensi daerah untuk memberikan pengalaman langsung kepada para delegasi internasional. Salah satunya melalui jamuan makan malam yang menyajikan beragam kuliner khas Sulawesi Selatan sebagai bagian dari diplomasi gastronomi. “Malam ini kita menjamu para tamu dengan berbagai sajian makanan khas Sulawesi Selatan. Kita juga menampilkan budaya melalui pertunjukan seni dan musik,” tuturnya. “Ini menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Makassar secara lebih luas,” sambung mantan CEO PSM itu. Tidak hanya kuliner, suasana diplomasi semakin kuat dengan kehadiran pertunjukan seni epik La Galigo yang dipentaskan megah di atas panggung berbentuk kapal pinisi, simbol kebanggaan maritim masyarakat Sulawesi Selatan. Perpaduan visual ini menghadirkan pengalaman budaya yang imersif, seolah membawa para tamu menelusuri kembali jejak peradaban Bugis-Makassar yang kaya nilai sejarah dan filosofi. Karya sastra La Galigo sendiri, atau Sureq Galigo, merupakan salah satu mahakarya literatur dunia yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of the World sejak 2011. Naskah ini dikenal sebagai salah satu karya sastra terpanjang di dunia, dengan lebih dari 300.000 baris syair atau sekitar 6.000 halaman folio, bahkan melebihi panjang epik Mahabharata dan Ramayana. Isi cerita La Galigo mengangkat mitos penciptaan dunia, asal-usul manusia, serta kisah kepahlawanan Sawerigading yang menjadi simbol keberanian, pengembaraan, dan nilai-nilai luhur masyarakat Bugis. Melalui rangkaian kuliner dan pertunjukan budaya tersebut, IGS 2026 di Makassar tidak hanya menjadi ajang diplomasi, tetapi juga panggung penguatan citra kota sebagai gerbang utama Indonesia Timur, sekaligus mempertegas posisi Makassar sebagai simpul pertemuan antara sejarah, budaya, dan peluang kerja sama global di masa depan. Dengan adanya forum internasional yang menghadirkan delegasi dunia, menurut Appi, pendekatan gastrodiplomasi menjadi sarana membangun hubungan yang lebih luas di bidang ekonomi, investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional. “Melalui pendekatan gastronomi, kita membangun komunikasi yang lebih dekat. Tetapi efeknya tidak hanya soal kuliner. Kita berbicara tentang ekonomi, investasi, perdagangan, dan berbagai peluang kerja sama lainnya,” jelas Munafri. Politisi Golkar itu berharap, semakin banyak kegiatan internasional yang digelar di Makassar akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan dunia usaha lokal. Dalam rangkaian IGS 2026, Pemkot Makassar juga akan menggelar Business Forum yang menghadirkan pemerintah provinsi, sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan, sejumkah daerah lain, pelaku usaha, serta puluhan delegasi negara sahabat. Forum tersebut dilaksanakan di Hotel The Rinra, Jl. Metro Tanjung Bunga pada Rabu 24 Juni 2026, akan menjadi wadah untuk mempertemukan kebutuhan investasi dengan potensi yang dimiliki daerah. “Kita ingin memastikan apa yang menjadi kebutuhan mereka dan apa yang kita miliki untuk kita ekspos,” ungkapnya. “Tidak hanya Kota Makassar, tetapi juga kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan akan diberi ruang untuk memperkenalkan potensinya,” sambung Munafri. Wali Kota Makassar itu menilai, pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha lokal dengan jaringan diplomatik maupun investor dari berbagai negara. Lanjut dia, peluang dari para pengusaha di Kota Makassar bisa tersambung melalui para duta besar dan tamu-tamu yang hadir. Ia juga berharap sumber daya yang dimiliki pengusaha lokal dapat terekspos dengan baik sehingga membuka peluang ekonomi yang tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga hingga ke luar negeri. Terkait peluang investasi yang akan ditawarkan kepada para delegasi, Appi menyebut sejumlah sektor strategis telah disiapkan untuk dipresentasikan dalam forum bisnis. Di antaranya pengembangan sektor pariwisata, konektivitas kawasan kepulauan, pembangunan infrastruktur perkotaan, pengembangan kawasan industri, hingga kerja sama transportasi publik. “Ada beberapa potensi yang akan kita tawarkan, seperti sektor pariwisata, pengembangan kawasan Pulau Supermonde, pembangunan infrastruktur di Kota Makassar, peluang pengembangan kawasan industri dan pembangunan pabrik, termasuk transportasi publik,” jelasnya. Dia juga mengungkapkan bahwa dari 28 negara, terdapat 16 negara telah menyatakan minat untuk melakukan pertemuan lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Makassar guna menjajaki peluang kerja sama yang lebih spesifik. “Hari Rabu tanggal 23 Juni, ada sekitar 16 negara yang akan duduk bersama dengan kita. Kita akan membahas apa yang kita miliki, apa yang mereka butuhkan, dan peluang kerjasama” terang Munafri. Melalui Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap posisi kota ini sebagai gerbang utama Indonesia Timur semakin dikenal dunia internasional, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat perdagangan, investasi, pariwisata, dan diplomasi ekonomi di kawasan timur Indonesia. Selain itu, Appi mengungkapkan, sejumlah delegasi yang hadir mengaku baru pertama kali mengunjungi Kota Makassar. Meski sebelumnya telah mengenal nama Makassar, pengalaman datang langsung memberikan kesan positif terhadap perkembangan kota ini. Bahakan, nanyak di antara mereka baru pertama kali datang ke Makassar. “Mereka para delegasi, ada baru injak kaki di Makassar, mereka sering mendengar tentang Makassar, tetapi ketika datang langsung, mereka melihat bahwa Makassar memiliki karakter yang berbeda dibanding kota-kota lain. Mereka kagum,” tutur Munafri. “Bahkan, para delegasi memberikan apresiasi terhadap kuliner yang disajikan selama kegiatan berlangsung.

Internasional, Olahraga

Ronaldo Ukir Rekor Bersejarah, Jadi Pemain Pertama yang Cetak Gol di Enam Edisi Piala Dunia

ruminews.id – Cristiano Ronaldo kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten Timnas Portugal itu mencatatkan rekor baru setelah mencetak dua gol dalam kemenangan telak Portugal 5-0 atas Uzbekistan pada laga fase grup Piala Dunia 2026. Dua gol tersebut menjadikan Ronaldo sebagai pemain pertama dalam sejarah yang berhasil mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Prestasi itu semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Pemain berusia 41 tahun tersebut kini tercatat mencetak gol pada Piala Dunia 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Catatan tersebut membuat Ronaldo kembali unggul atas rival abadinya, Lionel Messi, yang sejauh ini telah mencetak gol di lima edisi Piala Dunia. Keberhasilan Ronaldo mencetak gol secara konsisten dalam enam turnamen berbeda menjadi pencapaian yang sangat sulit ditandingi. Messi masih memiliki peluang untuk menyamai rekor tersebut apabila tampil dan mencetak gol pada Piala Dunia 2030. Namun, bintang Argentina itu akan berusia 43 tahun saat turnamen berlangsung. Selain mencetak rekor dunia baru, Ronaldo juga berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang legenda Portugal, Eusebio. Tambahan dua gol ke gawang Uzbekistan membuat koleksi gol Ronaldo di putaran final Piala Dunia mencapai 10 gol. Jumlah tersebut menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah Piala Dunia, melampaui torehan sembilan gol milik Eusebio yang dicetak pada edisi 1966. Eusebio selama puluhan tahun dikenal sebagai ikon sepak bola Portugal berkat penampilannya yang luar biasa di Piala Dunia 1966. Salah satu momen paling dikenang adalah ketika ia mencetak empat gol saat Portugal membalikkan ketertinggalan 0-3 menjadi kemenangan atas Korea Utara di babak perempat final. Kini, lebih dari setengah abad kemudian, Ronaldo berhasil melampaui rekor sang legenda dan mengukir sejarah baru bagi sepak bola Portugal. Daftar Pemain dengan Gol di Edisi Piala Dunia Terbanyak Cristiano Ronaldo — 6 edisi (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, 2026) Lionel Messi — 5 edisi (2006, 2014, 2018, 2022, 2026) Uwe Seeler — 4 edisi (1958, 1962, 1966, 1970) Pele — 4 edisi (1958, 1962, 1966, 1970) Miroslav Klose — 4 edisi (2002, 2006, 2010, 2014) Top Skor Portugal Sepanjang Sejarah Piala Dunia Cristiano Ronaldo — 10 gol Eusebio — 9 gol Pauleta — 4 gol José Augusto — 3 gol José Torres — 3 gol Gonçalo Ramos — 3 gol Rekor gol di enam edisi Piala Dunia berbeda menjadi bukti nyata konsistensi, ketahanan fisik, dan kualitas Cristiano Ronaldo yang mampu bersaing di level tertinggi selama lebih dari dua dekade. Sebuah pencapaian bersejarah yang mungkin akan sulit disamai dalam waktu dekat.

Ekonomi, Nasional, Opini, Pemuda

Darurat: Kita Harus Bertindak

Penulis: Nur Rahman Hasim – Penggiat Literasi Denyut Ekonomi Kita ruminews.id – Rupiah bukan cuma angka di money changer. Dia cermin daya beli 280 juta orang Indonesia. Setiap kali rupiah melemah vs dolar, yang kerasa langsung: harga beras impor, cicilan motor, sampai harga sparepart. Tapi melemahnya rupiah juga bukan kiamat ekonomi. Dia sinyal bahwa ada arus dana global yang lagi berubah. Tekanan dari Luar Faktor paling dominan tetap dolar AS. Kalau The Fed naikin suku bunga, investor global narik dana dari negara berkembang termasuk RI buat parkir di US Treasury yang bunganya tinggi + aman. Ditambah defisit transaksi berjalan kita, karena impor minyak, gandum, kedelai masih besar. Dolar yang keluar > dolar yang masuk, wajar rupiah ketekan. Struktur Ekonomi Kita masih tergantung impor energi + bahan baku. Harga minyak dunia naik = kebutuhan dolar kita naik. Produktivitas ekspor non-migas juga belum seimbang buat nutup. Selama struktur ini belum berubah, rupiah akan sensitif banget sama guncangan global. Ini PR jangka panjang, bukan salah BI semata. Yang langsung kerasa di Dompet Barang impor naik harganya. HP, laptop, mesin pabrik, BBM, bahan pangan. Inflasi ikut naik, daya beli turun. Pemerintah + BUMN + swasta yang punya utang dolar juga repot. Cicilan utang jadi bengkak pas dirupiahkan, APBN ketekan. Buat mahasiswa yang kuliah di luar, orang tua pasti ngerasain beratnya. Untungnya Juga Melemah 5-8% itu justru vitamin buat eksportir. Sawit, batubara, tekstil, furniture jadi lebih kompetitif di pasar global. UMKM ekspor marginnya naik. Sektor pariwisata juga diuntungkan: turis asing ngerasa Indonesia “diskon”. Kiriman TKI/TKW pas ditukar ke rupiah juga lebih besar. Jadi pelemahan wajar bisa bantu neraca dagang. Jaga Stabilitas, Bukan Lawan Pasar BI nggak bisa dan nggak perlu “memaksa” rupiah ke level tertentu. Tugasnya jaga volatilitas biar nggak liar. Jurusnya 3: naikin suku bunga biar imbal hasil aset rupiah menarik, intervensi pasar jual dolar dari cadangan devisa, dan jaga kepercayaan investor lewat komunikasi yang kredibel. Stabil > kuat. Rupiah stabil bikin pelaku usaha berani investasi. Sebagai Warga Melemahnya rupiah itu alarm, bukan vonis. Alarm buat pemerintah: percepat hilirisasi, kurangi impor energi, genjot ekspor nilai tambah. Alarm buat kita: bijak kelola keuangan. Punya utang dolar? Hati-hati. Punya usaha ekspor? Ini momentum. Intinya, rupiah kuat itu tujuan, tapi rupiah stabil + produktivitas naik itu yang lebih penting buat kesejahteraan jangka panjang.

Barru, Daerah, Pemerintahan

Menguji Nyali Pemkab Barru Di Balik “Karpet Merah” PT Conch dan Dugaan Pelanggaran Hukum Ekologis

ruminews.id, ​MAKASSAR — Gelombang penolakan terhadap PT Conch Semen Indonesia di Kabupaten Barru telah bergeser dari sekadar aksi protes jalanan menjadi perlawanan berbasis advokasi hukum yang mematikan. Koalisi masyarakat sipil, akademisi, dan aktivis lingkungan kini yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Hukum Lingkungan membongkar sekian lapisan regulasi yang diduga ditabrak demi memuluskan jalan bagi raksasa semen asal Tiongkok tersebut. ​Kehadiran korporasi ini tidak lagi dipandang sebagai investasi, melainkan bentuk “penjajahan ekologis” yang dilegalkan oleh lemahnya pengawasan di daerah. Azhari Hamid Kordinator Aliansi Pemerhati Hukum Lingkungan menilai proses perizinan dan rencana amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) PT Conch Cacat substansi. Secara hukum, setiap industri ekstraktif wajib tunduk pada instrumen pencegahan pencemaran yang ketat. Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)—yang sebagian besar ketentuannya diperketat dalam UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja—setiap usaha yang berdampak penting bagi lingkungan wajib memiliki Persetujuan Lingkungan yang transparan. Kami menuding ada indikasi dugaan pelanggaran serius terhadap: Pasal 26 UU PPLH: Terkait pelibatan masyarakat dalam penyusunan Amdal. Warga ring satu di Barru mengklaim partisipasi mereka hanyalah formalitas di atas kertas, bukan persetujuan yang lahir dari pemahaman utuh. Pasal 65 UU PPLH: Yang menjamin hak setiap orang atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Mengizinkan industri semen beremisi tinggi di dekat pemukiman warga dan kawasan esensial adalah pelanggaran langsung terhadap hak konstitusional. ​Konflik ini juga menyasar pada dugaan pelanggaran tata ruang. Jika lokasi yang dibidik oleh PT Conch berada di luar zona peruntukan industri atau menabrak kawasan lindung karst maka Pemkab Barru dan pihak korporasi dapat terjerat sanksi pidana serius. ​Sesuai dengan Pasal 73 UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, pejabat pemerintah yang menerbitkan izin tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dapat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda miliaran rupiah. ​Mengapa kami menolakan di kab Barru Karena masyarakat tidak ingin menjadi korban berikutnya dari rekam jejak grup Conch di Indonesia. Kami merujuk pada prinsip Precautionary Principle (Prinsip Kehati-hatian Dini) yang diatur dalam hukum internasional dan hukum lingkungan nasional.Tegas Azhari Hamid ​Melihat catatan hitam entitas bisnis ini di daerah lain—mulai dari isu penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal, sengketa lahan dengan masyarakat adat, hingga sanksi administratif terkait kepatuhan pengelolaan limbah di wilayah Kalimantan, Sulawesi Utara dan Papua Barat sehingga Kami dari Aliansi pemerhati Hukum lingkungan memiliki dasar hukum dan moral yang kuat untuk menolak. Kami memperingatkan Gubernur Sulsel dan Bupati Barru membiarkan PT Conch tanpa restu mutlak dari warga dan evaluasi hukum yang transparan adalah bentuk pembangkangan terhadap konstitusi, demi memanjakan oligarki korporasi internasional. Tidak boleh ada investasi yang berdiri di atas pelanggaran hukum, mengabaikan tata ruang, dan mengorbankan keselamatan rakyat. Hukum harus menjadi panglima, dan kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan korporasi. Jika Pemprov Sulsel dan Pemkab Barru nekat meloloskan PT Conch dengan mengorbankan RTRW demi investasi, maka ini bukan lagi kelalaian administrasi, melainkan kejahatan jabatan yang bisa dipidana, dan kami akan mengelar aksi besar besaran kehadiran PT Conch. Tutup Azhari Hamid

Nasional, Opini, Pendidikan

Krisis Identitas, Literasi, dan Moralitas dalam Dunia Kampus.

Penulis: Kahar Ali Husain Zahra – Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar ruminews.id – Kampus sering dipandang sebagai ruang lahirnya generasi intelektual yang kritis, kreatif, dan berintegritas. Di dalamnya mahasiswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk jati diri, cara berpikir kritis dan sistematis, serta nilai-nilai kehidupan dan moralitas. Idealnya, dunia pendidikan menjadi tempat tumbuhnya manusia yang cerdas secara intelektual, spiritual, sekaligus matang secara moralitas. Namun, miris melihat realitas yang terjadi menunjukkan adanya tiga persoalan besar yang semakin terasa dalam dunia kampus berdasarkan pengalaman penulis, yakni krisis identitas, krisis literasi, dan krisis moralitas. Krisis identitas terlihat ketika banyak mahasiswa kehilangan arah dan tujuan pendidikan. Seolah-olah ia melanjutkan pendidikan karena tuntan untuk bekerja lebih baik daripada yang tidak mengeyang pendidikan lebih tinggi. Tentu kita tidak menolak pekerjaan, tapi ketika kuliah hanya tujuannya untuk bekerja semata. Inilah yang akan mengalami kriris identitas, literasi dan moralitas. Sebagian pun menjalani kuliah hanya untuk memperoleh gelar, dan menaikkan strata sosial sebagai seorang sarjana, tanpa memahami makna menjadi insan akademik dan agen perubahan sosial serta peradaban untuk generasi masa yang akan datang. Mereka mudah terbawa arus tren, budaya populer, dan pengaruh media sosial sehingga sulit menemukan jati diri yang autentik. Krisis literasi tampak dari menurunnya minat membaca, diskusi, lemahnya kemampuan memahami teks secara mendalam, serta kurangnya budaya menulis. Informasi diperoleh secara cepat melalui media digital, tetapi tidak selalu dipahami secara kritis dan sistematis. Hanya menelaah informasi saja, tanpa validasi sehingga pada akhirnya serba hoax (informasi yang tidak benar). Krisis moralitas terlihat dari meningkatnya praktik plagiarisme, kecurangan akademik, perundungan, intoleransi, ujaran kebencian, membentuk kelompok-kelompok di pada para dosen maupun mahasiswa. Sehingga hilangnya sikap hormat terhadap etika akademik baik pada beberapa dosen dan mahasiswa. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk karakter yang kuat. Oleh karena itu, menurut penulis perlunya ada edisi revisi dalam sistem pendidikan yang lebih mengenalkan identitas jati diri, memperkenalkan dan mengembangkan budaya literasi, diskusi, serta mempraktikkan moralitas yang bisa dijadikan sebagai teladan. Pertama: Krisis Identitas; Mahasiswa Kehilangan Arah. Mahasiswa seharusnya menjadi kelompok yang memiliki kesadaran kritis dan pola pikir sistematis terhadap realitas yang sedang menimpa masyarakat. Namun, banyak mahasiswa mengalami kebingungan identitas akibat tekanan sosial, budaya pergaulan, budaya konsumtif, dan dominasi media digital. Mereka lebih sibuk membangun citra di media sosial daripada membangun kualitas diri. Walaupun, tidak bisa kita tolak bahwa memang media sosial sebagai salah satu untuk dijadikan sebagai pengembangan diri. Namun, yang kita tolak ketika media sosial dijadikan sebagai satu-satunya untuk mengembangkan kualitas diri. Karena seringkali di media sosial juga kita mendapatkan informasi tidak benar. Akibatnya, identitas akademik bergeser menjadi identitas simbolik atau formalitas lebih penting terlihat pintar daripada benar-benar belajar dan betul-betul pintar melalui proses literasi. Krisis identitas juga muncul ketika pendidikan hanya dipahami sebagai alat mencari pekerjaan. Sekali lagi penulis tekankan, bahwa kita tidak menolak pekerjaan. Tapi, ketika kuliah hanya untuk mencari pekerjaan, lebih baik tidak perlu melanjutkan kuliah. Sehingga pada akhirnya, kampus tidak lagi dipandang sebagai ruang pencarian ilmu dan memperkenalkan jati diri mahasiswa serta pembentukan karakter yang beretika, melainkan sekadar jalur memperoleh ijazah dan sebagai alat untuk mencari pekerjaan. Adapun dampaknya yakni Mahasiswa kehilangan idealisme, menurunnya kepedulian sosial, mudah terpengaruh tren tanpa refleksi kritis, Kesulitan menentukan tujuan hidup dan kontribusi pada masyarakat. Kedua: Krisis Literasi; Banyak Informasi, Sedikit Pemahaman. Pada di era digital ini, akses informasi sangat mudah dan cepat. Namun kemudahan dan kecepatan tersebut tidak otomatis melahirkan masyarakat yang literatur yang benar-benar autentik. Banyak mahasiswa terbiasa membaca potongan informasi, judul berita, atau unggahan media sosial tanpa melakukan pendalaman analisis untuk melihat kebenarannya. Akibatnya, terbiasa instan dan pragmatis dalam kehidupannya. Krisis literasi ditandai oleh: Rendahnya minat membaca buku, diskusi dan jurnal, ketergantungan pada ringkasan instan, lemahnya kemampuan menulis ilmiah, kurangnya budaya diskusi akademik, mudah percaya pada informasi yang belum tervalidasi kebenarannya. Oleh karenanya, fenomena seperti ini berbahaya karena kampus seharusnya menjadi pusat produksi pengetahuan, bukan sekadar tempat konsumsi informasi dan tidak tervalidasi. Ketiga: Krisis Moralitas, Ilmu Tanpa Etika. Persoalan yang paling mengkhawatirkan adalah ketika kecerdasan intelektual tidak diiringi dengan kematangan moralitas dan spritualitas. Kasus plagiarisme, titip absen, manipulasi data penelitian, hingga ujaran kebencian menunjukkan adanya pelemahan integritas akademik. Sebagian mahasiswa mengejar nilai dan prestasi, tetapi mengabaikan kejujuran dan tanggung jawab. Tentu sebagai nilai dan prestasi sah-sah saja, hanya yang menjadi problem ketika kejujuran dan tanggung jawab di kampus semakin mengalami krisis. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan sering kali lebih menekankan hasil daripada proses. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa harapan kita hasilnya bagus, tetapi apakah melalui proses kejujuran di dalamnya. Padahal, tujuan pendidikan bukan hanya menghasilkan orang pintar, tetapi juga manusia yang jujur, adil, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, hubungan antara Identitas, Literasi, dan Moralitas. Ketiga krisis tersebut sebenarnya saling berkaitan. Rantai masalah yang saling memengaruhi. Pertama; Krisis Identitas: mahasiswa seolah-olah kehilangan arah dan tujuan kehidupan. Kedua; Krisis Literasi: Membaca dan berpikir kritis melemah, sehingga semua serba instan. Ketiga; Krisis Moralitas: Etika dan integritas ikut melemah karena krisisnya identitas dan literasi. Mahasiswa yang kehilangan identitas cenderung tidak memiliki motivasi belajar yang kuat. Hanya sekedar pergi kuliah, setelah itu pulang kos, dan kalau malas di kos pulang kampung, atau kadang penulis mengunakan 3K (Kuliah, Kos, Kampung). Akibatnya, identitas jati diri melemah, literasi melemah dan moralitas melemah. Ketika identitas dan literasi melemah, kemampuan berpikir kritis menurun, sehingga seseorang lebih mudah melakukan tindakan yang tidak etis di kampus, kos dan kampung halaman. Adapun beberapa yang menjadi tawaran untuk mengatasi ketiga krisis tersebut, kampus perlu melakukan langkah-langkah berikut: Tawaran terhadap mahasiswa: Membangun budaya membaca, menulis, dan berdiskusi. Memperkuat pendidikan karakter dan etika akademik. Mendorong mahasiswa terlibat dalam kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat. Tawaran terhadap dosen: Menjadikan dosen sebagai teladan integritas (dosen yang benar saja, yang tidak benar tidak perlu dijadikan teladan). Dosen mengembangkan ruang dialog yang sehat dan terbuka (bukan menjadi tolok ukur apa yang dikatakan dosen). Menanamkan kesadaran bahwa ilmu harus digunakan untuk kemaslahatan bersama (bagi dosen yang sadar dengan ini). Krisis identitas, literasi, dan moralitas dalam dunia kampus merupakan tantangan serius yang saling berkaitan. Mahasiswa yang kehilangan arah hidup cenderung mengalami penurunan semangat intelektual, sementara lemahnya budaya literasi membuat kemampuan berpikir kritis menurun. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat

Internasional, Olahraga

Messi Ukir Sejarah, Geser Klose dan Jadi Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

ruminews.id – Lionel Messi kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten tim nasional Argentina itu resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah melampaui rekor milik legenda Jerman, Miroslav Klose. Rekor bersejarah tersebut tercipta saat Argentina menghadapi Austria pada fase grup Piala Dunia 2026. Messi mencetak dua gol yang membawa Albiceleste meraih kemenangan 2-0 sekaligus memastikan langkah mereka ke babak gugur. Tambahan dua gol tersebut membuat koleksi gol Messi di ajang Piala Dunia mencapai 18 gol, melewati catatan 16 gol yang sebelumnya dipegang Klose sejak tahun 2014. Pencapaian ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier gemilang pemain yang telah mengantarkan Argentina meraih gelar juara dunia pada edisi 2022. Sebelumnya, Messi telah menyamai rekor Klose melalui hattrick ke gawang Aljazair pada laga pembuka Argentina di Piala Dunia 2026. Beberapa hari kemudian, ia sukses berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen paling bergengsi tersebut. Menariknya, Messi mencatatkan rekor ini menjelang ulang tahunnya yang ke-39 tahun. Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, ia masih menjadi sosok sentral dalam permainan Argentina dan terus menunjukkan kualitas yang membuatnya disegani di panggung dunia. Keberhasilan Messi memecahkan rekor Klose mendapat pujian dari berbagai kalangan. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menyebut sang megabintang sebagai pemimpin yang selalu hadir di saat tim membutuhkan. Sementara para penggemar sepak bola di seluruh dunia ramai-ramai memberikan penghormatan atas pencapaian yang dianggap sebagai salah satu tonggak terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Dengan torehan 18 gol dan peluang tampil lebih banyak di Piala Dunia 2026, rekor Messi masih berpotensi bertambah. Namun yang pasti, namanya kini tercatat sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, melampaui Miroslav Klose dan mengukuhkan warisannya sebagai legenda abadi sepak bola dunia. Berikut lima besar pencetak gol terbanyak Piala Dunia: Lionel Messi (Argentina) – 18 gol (28 pertandingan) Miroslav Klose (Jerman) – 16 gol (24 pertandingan) Ronaldo (Brasil) – 15 gol (19 pertandingan) Gerd Muller (Jerman) – 14 (13 pertandingan) Kylian Mbappe (Prancis) – 14 (15 pertandingan)

Daerah, Gowa, Pemerintah kabupaten Gowa, Pemerintahan, Pendidikan

Perkuat Kolaborasi Majukan Pendidikan di Gowa, Wakil Bupati Apresiasi Pengukuhan Bunda Guru

ruminews.id, MAKASSAR — Wakil Bupati Gowa, Andi Darmawangsyah Muin, memberikan apresiasi atas pengukuhan Andi Tenri Indah sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Gowa. Ia menilai Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan itu merupakan figur yang tepat karena memiliki rekam jejak dalam memperjuangkan hak-hak guru dan dunia pendidikan. Andi Tenri Indah, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Gowa dalam acara yang digelar di Hotel Golden Tulip, Makassar, Sabtu (20/6/2026). Pengukuhan tersebut menjadi yang pertama di Sulawesi Selatan dan dihadiri Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab, Sekretaris PGRI Sulsel Dr Abdi, Ketua PGRI Kabupaten Gowa H. Sappe Mangiriang, jajaran pemerintah daerah, pengurus PGRI, kepala sekolah, dan para guru. Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyambut baik pengukuhan tersebut. Menurutnya, kehadiran Bunda Guru menjadi langkah baru dalam memperkuat sinergitas pemerintah dan organisasi profesi guru dalam memajukan dunia pendidikan. Menurutnya, memajukan pendidikan di Gowa butuh kebersamaan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan stakeholder pendidikan. Termasuk PGRI, maupun bunda guru yang sudah dikukuhkan. Ia menilai PGRI Kabupaten Gowa telah mengambil keputusan yang tepat dengan mengukuhkan Andi Tenri Indah sebagai Bunda Guru. Selain menjabat Ketua Komisi E DPRD Sulsel yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan rakyat, Andi Tenri juga dinilai memiliki kepedulian terhadap perjuangan para guru di Sulawesi Selatan. “Saya bangga dengan dedikasi Ibu Andi Tenri Indah dalam memperjuangkan kepentingan guru, termasuk saat mengawal berbagai persoalan guru di Kabupaten Luwu Utara. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik untuk kemajuan dunia pendidikan,” ujar Darmawangsyah. Ia juga berharap kontingen PGRI Kabupaten Gowa mampu meraih prestasi terbaik pada Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porseni) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Sidrap. Sementara itu, Andi Tenri Indah menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya sebagai Bunda Guru Kabupaten Gowa. “Ini adalah sebuah kepercayaan yang sangat besar bagi saya. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen untuk terus membersamai perjuangan para guru,” katanya. Ketua Komisi E DPRD Sulsel itu menilai guru merupakan profesi mulia yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak generasi penerus bangsa. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka mengabdikan diri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari tangan para gurulah lahir generasi yang cerdas dan berkarakter,” ujarnya. Menurut politisi Partai Gerindra itu, perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Namun, di sisi lain, kesejahteraan dan perlindungan profesi guru juga harus menjadi perhatian bersama. “Guru berhak mendapatkan kesejahteraan, perlindungan, dan kenyamanan dalam bekerja. Jika hak-hak mereka terpenuhi, saya yakin para guru akan semakin optimal dalam mendidik generasi bangsa,” tegasnya. Sekretaris PGRI Sulawesi Selatan, Dr Abdi, mengatakan pengukuhan Bunda Guru PGRI Kabupaten Gowa merupakan momen bersejarah karena menjadi yang pertama di Sulawesi Selatan. Menurutnya, penetapan Bunda Guru tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui pertimbangan dan kriteria yang ditetapkan organisasi. “Kabupaten Gowa menjadi daerah pertama di Sulawesi Selatan yang mengukuhkan Bunda Guru PGRI. Ibu Andi Tenri Indah dipilih karena memiliki rekam jejak yang baik dalam memperjuangkan hak-hak guru dan memiliki kedekatan dengan dunia pendidikan,” katanya. Hal senada disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Gowa, H. Sappe Mangiriang. Ia mengatakan pengukuhan Andi Tenri Indah merupakan hasil pembahasan panjang pengurus PGRI dengan mempertimbangkan figur yang memiliki kepedulian dan komitmen terhadap dunia pendidikan. Menurut Sappe, rekam jejak Andi Tenri Indah dalam mengawal aspirasi guru di Sulawesi Selatan, termasuk mendampingi berbagai persoalan tenaga pendidik di Kabupaten Luwu Utara, menjadi salah satu alasan utama penetapannya sebagai Bunda Guru Kabupaten Gowa. “Kami melihat Ibu Andi Tenri Indah memiliki kepedulian nyata terhadap guru. Beliau tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga aktif memperjuangkan kepentingan para tenaga pendidik. Karena itu, kami yakin beliau layak menjadi Bunda Guru Kabupaten Gowa,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Sappe juga mengungkapkan sejumlah program PGRI Kabupaten Gowa, di antaranya mengikuti Porseni PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidrap dengan target meningkatkan prestasi, serta pembangunan Gedung PGRI Kabupaten Gowa yang peletakan batu pertamanya direncanakan pada 25 November 2026 bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Ia berharap kehadiran Bunda Guru Kabupaten Gowa dapat menjadi penyemangat bagi para guru sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gowa. *(FZ)*

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan, Prov Sulawesi Selatan

Penataan PKL di Benteng Rotterdam Dapat Dukungan DPRD Sulsel, Relokasi Pedagang Disertai Solusi

ruminews.id, MAKASSAR — Di tengah gencar penertiban dan penataan kawasan kota, dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar justru terus berdatangan dari berbagai kalangan. Kali ini, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Fauzi Wawo atau yang akrab disapa Uci, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penertiban dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di atas trotoar maupun saluran drainase. Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Makassar A tersebut, langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, merupakan bagian dari upaya menghadirkan tata kota yang lebih tertib, nyaman, dan estetis tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat kecil. “Bagi kami, tentu memberikan dukungan dan support full kepada pak Wali Kota dalam melakukan penataan dan penertiban jualanndiatas trotoar. Dukungan ini sangat penting untuk estetika kota. Maka kami PKB memberi ikan dukungan dan mengawal kebijakan pak Appi,” jelasnya, Senin (22/6/2026) malam. Uci menilai kebijakan relokasi PKL yang dilakukan pemerintah bukan semata-mata penggusuran, melainkan disertai solusi berupa penyediaan lokasi baru yang lebih layak dan nyaman untuk berusaha. Ia mencontohkan penataan kawasan sekitar Benteng Rotterdam yang saat ini menjadi salah satu fokus penataan pemerintah kota. Menurutnya, para pedagang telah disiapkan lokasi relokasi di pasar kampung baru, yang lebih tertata sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan. “Relokasi disertai solusi, diberikan ruang untuk PKL mencari nafkah. Karena itu saya sebagai wakil Ketua DPRD Provinsi mendukung ketika pemerintah Kota untuk penataan kota,” ujarnya. Ketua DPC PKB Kota Makassar itu menegaskan, penertiban PKL yang menempati trotoar dan saluran drainase sangat penting untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum kepada masyarakat. Menurutnya, trotoar merupakan hak pejalan kaki yang harus dijaga dan tidak boleh berubah fungsi menjadi area berjualan. Begitu pula saluran drainase yang harus bebas dari hambatan agar mampu mengalirkan air secara optimal dan mengurangi risiko genangan. ” Tujuannya untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagai hak pejalan kaki, serta menjaga estetika tata ruang Kota Makassar,” katanya. Ia menambahkan, keberanian Pemerintah Kota Makassar dalam melakukan penataan kota patut diapresiasi karena menyentuh persoalan yang selama ini dianggap sensitif dan sulit diselesaikan. “Tentu kita mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam penataan kota,” tuturnya. “Tujuannya jelas, mengembalikan fungsi fasilitas umum, menjamin hak pejalan kaki, serta mencegah penyumbatan saluran air yang memicu genangan dan banjir,” lanjutnya. Lebih jauh, Uci mengaku salut terhadap langkah tegas yang diambil Wali Kota Makassar. Menurutnya, kebijakan penataan ruang publik seperti yang dilakukan saat ini merupakan langkah besar yang belum banyak dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya. Bagi dia, mengembalikan fungsi-fungsi ruang publik agar bisa digunakan masyarakat luas adalah langkah yang sangat penting “Menurut saya ini luar biasa. Saya sangat salut dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota karena berani melakukan ini. ” tuturnya. Dia menilai penataan kota selalu memiliki tantangan besar karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Namun, selama dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan menyediakan solusi, kebijakan tersebut harus didukung demi kepentingan yang lebih luas. “Ini bukan pekerjaan mudah, risikonya besar karena harus berhadapan dengan berbagai kepentingan, termasuk masyarakat kecil. Tapi, itulah tantangan perlu dijalankan,” tegasnya. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh politik tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan kota yang lebih tertib, bersih, aman, dan nyaman. Oleh seba itu, ia menambahkan penataan kawasan publik yang selama ini semrawut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus memperkuat wajah Makassar sebagai kota metropolitan yang modern dan berdaya saing. “Kami PKB tetap bersama pak Wali. Tentu, penertiban dilakukan dengan baik dan tetap memperhatikan nasib para pedagang, maka hasilnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kota Makassar,” tukasnya. (*)

Scroll to Top