Author name: Admin01

Uncategorized

Komisi C DPRD Makassar Gelar RDP, Kafe Start Ur Day Diizinkan Beroperasi dengan Syarat

ruminews.id, Makassar – Komisi C DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti surat dari pemilik Kafe Start Ur Day terkait permohonan fasilitasi mediasi dengan pihak-pihak terkait, menyusul adanya penolakan dari warga Kompleks PT Pusri, Jalan Asoka, Kecamatan Panakukang, terhadap keberadaan kafe tersebut.   RDP yang berlangsung di gedung DPRD Makassar pada Jumat, 28 Februari 2025, menghasilkan keputusan bahwa Kafe Start Ur Day tetap dapat beroperasi. Namun, pemilik diwajibkan membuat surat pernyataan yang menjamin keamanan dan ketenteraman lingkungan kompleks. Apabila komitmen tersebut dilanggar, maka pemilik harus bersedia menutup kafe sebagai bentuk pertanggungjawaban.   Anggota Komisi C DPRD Makassar, Sangkala Saddiko, menjelaskan bahwa pemilik kafe telah memenuhi seluruh syarat dan regulasi yang berlaku dalam mendirikan usahanya. Ia menyayangkan penolakan dari sejumlah warga, termasuk ketua RT dan RW setempat, yang beranggapan bahwa keberadaan kafe dapat mengganggu keamanan, padahal kafe tersebut belum resmi beroperasi.   Diketahui, kafe tersebut didirikan oleh enam orang mahasiswa yang secara patungan mengambil kredit senilai Rp800 juta untuk memulai usaha demi mencari nafkah secara mandiri.   Komisi C pun menegaskan bahwa usaha Kafe Start Ur Day patut didukung karena memberikan dampak positif, khususnya dalam aspek ekonomi dan kewirausahaan generasi muda.   Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, mengimbau warga untuk menerima keberadaan kafe tersebut dengan lapang dada.   “Mestinya kita bersyukur ada anak-anak muda yang mau berusaha. Mereka tidak menempuh jalur yang salah. Di sini, kita tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Hukum, Kriminal

Kasus 4 Orang Hilang di 2024 Diduga Modus Sindikat Perdagangan Orang : Aktivis HMI Sulsel sebut Komnas HAM Diam

ruminews.id, – Kasus 4 Orang Hilang di 2024 Diduga Modus Sindikat Perdagangan Orang : Aktivis HMI Sulsel sebut Komnas HAM DiamAkhir-akhir ini viral riak di media sosial, terkait isu Indonesia Gelap, Pagar Laut, Perampasan Ruang Hidup, Scincare Berbahaya, Uang Palsu, Korupsi, TPPU hingga Pelanggaran HAM seperti Sindikat Perdagangan Orang. Sebagaimana maraknya berita orang hilang yang dihimpun di media bahwa ada 4 orang warga yang berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat diberitakan hilang sepanjang tahun 2024. Maraknya orang hilang tersebut diduga ada indikasi modus Sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ; Aktivis HMI Sulawesi Selatan sebut Komnas HAM diam. Makassar, (26/02/2024). Pemberantasan kasus TPPO di Indonesia diatur dalam UU Nomor 21 Tahun 2007, dalam Undang Undang tersebut dijelaskan Perdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi, seperti berdampak pada penjualan organ tubuh dan merenggut nyawa orang lain. TPPO mencakup perbudakan, eksploitasi seksual, eksploitasi anak, tenaga kerja paksa, hingga pernikahan paksa sebagai bentuk pelanggaran HAM yang memberi dampak kepada perempuan, anak-anak, migran, pengungsi, hingga penyandang disabilitas. Kejahatan kemanusiaan ini diduga sebagai darurat TPPO karena pergerakan para sindikat terorganisasi secara nasional, regional, dan internasional. Berita Orang Hilang sepanjang tahun 2024 di Sulselbar. 1. Feni Ere (28), Warga Kecamatan Wara Barat, Palopo, Sulawesi Selatan. Pekerjaan Seles Mobil. Diduga hilang – berdasarkan LP Polres Palopo pada 27 Januari 2024. Feni Ere (28) ditemukan tinggal kerangka di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Senin, 10/2/2025. 2. Paramitha Titania Anggelica alias Mita (26). Dilaporkan ke Polres Wajo hilang 23 Juli 2024. Wanita asal Bottodongga, Desa Bottobenteng, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Diduga hilang dalam perjalanan ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah menggunakan Mobil Travel. 3. Hartina (17) dari Desa Landi Kanusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dilaporkan ke Polres Polman hilang, Rabu, 13/11/2024. Diduga hilang, dibawa kabur oleh OTK ke Morowali. 4. Jessica Sollu alias Chika (23), warga Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang ke Polres Palopo sejak Selasa, 12/11/2024. Pekerjaan sebagai karyawan pabrik nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Diduga hilang saat menaiki mobil travel dari Kota Palopo menuju tempat kerjanya. Menanggapi hal tersebut, Fungsionaris Badko HMI Sulsel, Iwan Mazkrib yang berperan di Bidang Hukum dan HAM mengatakan “Komnas HAM diam”. “Kita menyaksikan berita viralnya orang-orang hilang. Yang bahkan sampai saat ini pihak-pihak dari keluarga korban pun belum mendapatkan kepastian hukum. Sejauh ini belum juga ada respon dari pihak Komnas HAM. Kita kan tahu, apa yang menjadi fungsi dari Komnas HAM menurut undang-undang yang setara dengan lembaga negara lainnya dalam melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia. Masa iya, sepanjang tahun 2024 ada sekitar 4 orang korban, namun hingga saat ini pihak Komnas HAM masih diam. (ucapnya). Eks. Direktur Eksekutif LKBHMI Cabang Gowa Raya, Mazkrib menambahkan, “Nah, melihat deretan orang hilang tersebut kami menduga ada modus Sindikat TPPO. Modus dari TPPO kan, dimulai dari kasus orang hilang, kemudian ada kemiripan modus, korbannya rata-rata Perempuan yang bahkan dalam satu tahun terkahir laporan kepolisian pun belum ada kepastian hukum. Tentu kejahatan kemanusiaan ini menjadi perhatian khusus bagi semua pihak. Maka dari itu kami : 1. Mendesak Komnas HAM untuk tidak diam dan bertindak secara responsif sebagaimana amanat UU. 2. Mendesak Komnas HAM untuk melakukan koordinasi intens ke seluruh sektor pemerintahan untuk melakukan pencegahan kejahatan Sindikat TPPO. 3. Menantang Kepala Daerah Baru di Sulselbar, untuk menjadikan kebijakan prioritas yang pro dan peduli pada Perlindungan HAM. 3. Meminta Komnas HAM untuk mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan Modus Sindikat TPPO di Sulselbar. 4. Mengajak seluruh simpul aktivis dan akademik agar kasus ini dijadikan bahan kajian dan penelitian dalam melawan bahaya dari Modus Sindikat TPPO. 5. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi bahaya dari Modus Sindikat TPPO. “Kejahatan kemanusiaan tidak boleh ditolerir. Karena sewaktu-waktu siapa saja bisa jadi korban. Yakin Usaha Sampai.”(tutupnya)

Uncategorized

Bertemu di Magelang, Husniah-Darmawangsyah Kompak Pakai Seragam Loreng

ruminews.id, GOWA – Retreat kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 memasuki hari keenam, Kamis (27/2/2025). Sebanyak 481 kepala daerah yang tidak bersengketa atau telah menyelesaikan proses sengketa di Mahkamah Konstitusi mengikuti pembekalan sejak Jumat (21/2/2025). Hari ini, para wakil kepala daerah baru bergabung dalam retreat yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Bupati Gowa, Husniah Talenrang, mengunggah momen kebersamaannya dengan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat kembali bertemu setelah pelantikan di Istana Negara pada Kamis (20/2/2025). Dalam foto yang dibagikan, keduanya tampak kompak mengenakan seragam loreng tentara—pakaian wajib peserta retreat—sambil duduk berdampingan dan mengacungkan jempol. “Alhamdulillah, hari ini bertemu kembali dengan Pak Wakil Bupati untuk bersama-sama mengikuti retreat,” ujar Husniah. Mereka akan mengikuti agenda pembekalan hingga acara penutupan pada Jumat (28/2/2025) siang. Sore harinya, Husniah dan Darmawangsyah akan kembali ke Gowa melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Penyambutan Meriah di Gowa Pemkab Gowa telah menyiapkan penyambutan khusus bagi Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030 ini. Sebanyak tiga bus Pemkab Gowa akan membawa unsur Forkopimda dan para kepala dinas untuk menjemput keduanya di Bandara Sultan Hasanuddin, yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 21.00 WITA. Di perbatasan Kabupaten Gowa-Kota Makassar, ribuan warga, termasuk camat, lurah, dan ASN, siap menyambut Husniah dan Darmawangsyah setelah salat tarawih pertama Ramadan 1446 Hijriah. Dari sana, pasangan pemimpin daerah ini akan menaiki mobil jeep terbuka menuju Balla Lompoa atau Istana Kerajaan Gowa, sebagai simbol dimulainya kepemimpinan mereka di tanah Gowa.

Daerah, Pertanian

Rembuk Tani dan Panen Raya Padi DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Wajo Berjalan Sukses

ruminews.id, Wajo- Dewan Pengurus Cabang Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Wajo Periode 2024-2029 menggelar acara Rembuk Tani dan dan Panen Raya Padi di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu 26/02/2025 sekira 13.00 Wita. Rembuk tani dan panen raya padi tersebut juga dirangkaikan dengan reses atau temu konstituen Anggota DPR Provinsi Andi Saiful Misbahuddin. Ullah, Ketua Pemuda Tani Indonesia Cabang Wajo mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan mempertemukan para petani dalam satu wadah untuk saling menyampaikan aspirasi demi mewujudkan swasembada pangan dan petani yang sejahtera “Acara ini kami buat untuk mengetahui permasalahan apa saja yang ada di petani, kita ingin swasembada pangan namun mustahil kita swasembada pangan kalau petani di lapangan masih menjerit” ungkapnya. “Kecamatan Gilireng ini adalah lokasi proyek bendungan, tetapi masyarakat disini tidak ada jaminan bisa menikmati air bendungan tersebut nah hal ini yang perlu jadi atensi bersama sebab kecamatan gilireng ini juga merupakan lumbung pangan kabupaten wajo” tambahnya. Kapolsek Gilireng AKP Reski sangat mengapresiasi kegiatan dari pemuda tani indonesia cabang wajo ini, ia mengatakan bahwa dirinya juga seorang petani, ia juga menjelaskan bahwa masih ada masyarakat yang belum mendapat uang ganti rugi bagi masyarakat yang tanahnya terdampak. “Saya juga petani, mungkin ada bantuan untuk masyarakat kecamatan gilireng terutama masyarakat yang terdampak bendung gilireng yang belum ada ganti rugi.” Jelas Pria Asal Bone ini. Penyuluh Pertanian sekaligus mewakili Kepala Dinas Pertanian Abdul Malik menjelaskan untuk pertanian Padi dan jagung didampingi oleh Kepolisian dan TNI. “Sekarang jadi program khusus, padi didampingi oleh TNI dan jagung didampingi oleh polisi.” Katanya Abdul Malik juga menjelaskan bahwa ada brigade pangan yang dikhususkan untuk daerah pertanian lahan sawah. “Sekarang ada kelompok brigade pangan, terutama di daerah sentra pertanian, seperti lahan sawah.” Jelasnya. Abdul Malik juga menuturkan bahwa Petani sekarang harus terdaftar di aplikasi untuk mendapat pupuk subsidi dan terdaftar dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). “Bapak dan ibu harus terdaftar dalam rdkk, dan dalam bentuk aplikasi dan aplikasi simluhtan untuk mendapatkan pupuk subsidi.” Tuturnya. Abdul Malik juga menjelaskan untuk mendukung program Swasembada Pangan untuk menyampaikan masalah dan membuat proposal. “Alsintan sekarang ini oleh pak menteri untuk mencapai swasembada pangan dan setiap lokasi diminta apa masalahnya dan membuat proposal.” Jelasnya. H.Mustafa selaku Ketua Dewan Penasehat Pemuda Tani Indonesia Cabang Wajo menyatakan sangat bangga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat kecamatan gilireng harus berterima kasih di ketua PTI Wajo yang juga merupakan putra daerah Kecamatan Gilireng. Anggota DPRD Wajo juga mengatakan berterimah kasih kepada Andi Saiful karena telah hadir dan mempejuangkan para petani. “Saya bangga dengan kegiatan ini, ini pertama kalinya diadakan dan di persatukan kami dari DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Daerah di satu tempat. Kinerja yang luar biasa dari Ullah pak Ketua PTI Wajo. Saya wakilta di wajo berterimah kasih kepada Asm.” Kata Pembina DPC PTI Wajo ini. H. Mustafa juga mengatakan DPC Pemuda Tani Indonesia Wajo agar bisa mendampingi masyarakat untuk pendaftaran di Aplikasi RDKK dan Simluhtan. “Saya berharap DPC Pemuda Tani Indonesia mendamping masyarakat di aplikasi” Dirinya juga menjelaskan terkait perintah Prabowo Subianto untuk memperjuangkan para petani. “Perintah Pak Prabowo perjuangkan para petani, bukan lagi berjuang melawan penjajah tapi berjuang secara politik.” Jelasnya. H. Mustafa juga menjelaskan dirinya meninggalkan karirnya di Kepolisian untuk kembali ke Wajo demi memperjuangkan masyarakat. “Demi rakyat wajo saya tinggalkan karir di brimob.” Jelasnya. ASM akronim Andi Saiful Misbahuddin mengatakan bahwa Pemuda Tani Indonesia telah berkerjasama dengan Pupuk Indonesia untuk pupuk bagi petani. “Pupuk indonesia kerjasama dengan pemuda tani indonesia, dan saya memperjuangkan pupuk untuk masyarakat.” Katanya. ASM juga mengatakan bahwa pihaknya telah memperjuangkan Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian), untuk petani di Kabupaten Wajo. “Pemuda tani indonesia Sulsel memperjuangkan Alsintan untuk masyarakat.” Katanya. Ia juga menuturkan bahwa DPC Pemuda Tani Indonesia Wajo akan membantu masyarakat untuk pendaftaran di aplikasi Simluthan. “Kami akan membantu masyakat untuk pendaftaran di aplikasi Simluthan.” Tuturnya. ASM juga mengatakan bahwa Kementerian Pertanian telah menaggarkan 4.6 Triliun Rupiah untuk pemenuhan pupuk di Provinsi Sulawesi Selatan. “Kementan anggarkan 4,6 T untuk pupuk di Sulsel.” Katanya. Sekedar Diketahui DPC Pemuda Tani Indonesia juga memberikan bantuan Traktor Dua Roda sejumlah 2 unit, Bibit Jagung, Bibit Padi, Mesin Pompa Air, dan Sumur Bor di Kabupaten Wajo.

Nasional, Politik

Rahayu Saraswati: Pola Pikir Kolonial Hambat Anak Muda, Saatnya Mandiri Lewat Wirausaha dan Inventasi.

ruminews, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengajak generasi muda menjadi entrepreneur dengan menciptakan bisnis atau usaha sendiri, daripada bergantung kepada pemerintah dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, menjadi entrepreneur dimulai dengan peta kemampuan kita. Kalau punya kreativitas, jadilah pengusaha, jadilah entrepreneur, daripada ngomel nggak ada kerjaan, bikin kerjaan buat teman-teman. Kalau, misalnya, lo bisa masak, bikinlah bisnis kuliner, bisa jahit, bikinlah bisnis fesyen,” kata Saraswati di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/2/2024). Menurutnya, jika generasi muda masih mengharapkan lowongan pekerjaan dari pemerintah, hal itu mencerminkan pola pikir era kolonial, di mana rakyat bergantung pada pemimpinnya atau priyayi untuk memberikan pekerjaan. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di era teknologi yang semakin maju, anak muda sebaiknya tidak hanya mengandalkan sektor-sektor industri yang telah melewati masa otomasi. Menurutnya, masih banyak sektor bisnis lain yang potensial untuk dikembangkan. “Walaupun dengan catatan sebenarnya banyak yang nanti akan secara industri itu besar. Agroindustri pasti akan tetap besar dan diprediksi akan meningkat, karena food security kita salah satu fokus utamanya Presiden,” ujar Saraswati. Selain mendorong generasi muda untuk berwirausaha, Rahayu juga mengajak mereka untuk mengelola keuangan dengan berinvestasi. Ia menilai bahwa hanya mengandalkan tabungan atau uang yang disimpan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan finansial di masa depan. “Kalau masih dengan pemikiran seperti itu, nanti 10 tahun kemudian udah saatnya anak-anaknya masuk kuliah, duitnya nggak cukup. Caranya adalah investasi,” ucapnya. Rahayu juga menyoroti langkah pemerintah yang telah meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memiliki target yang jelas terhadap badan investasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa dari sekian banyak dana yang diinvestasikan, pemerintah menargetkan agar badan tersebut dapat menghasilkan dividen berkali-kali lipat. Pemerintah juga merencanakan berbagai megaproyek yang investasinya akan dikelola oleh Danantara, salah satunya proyek hilirisasi. Ada 20 sampai 25 yang akan diinvestasikan, salah satunya untuk bauksit, dan segala macam hilirisasi yang nilai tambahnya untuk ekonomi Indonesia itu bisa sampai 32 kali lipat,” tuturnya

Daerah, Hukum, Makassar

Badko HMI Sulsel Minta Pemprov Evaluasi Ulang Kerjasama Pengelolaan Tambang Perseroda Sulsel

ruminews.id, Makassar – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan (BADKO HMI SULSEL) menyoroti kerjasama PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) dengan PT. Ifoshdeco dalam pengelolaan tambang di Blok Lingke Utara, dan Bulu Bakang di Luwu Timur. Hal tersebut disampaikan langsung dalam rilisan media oleh Ketua Bidang Lingkungan Hidup BADKO HMI, Ahmad Muzawir Saleh pada Kamis (27/02/2025). Ia menyayangkan jika konsesi tambang yang baru saja dimenangkan oleh Perseroda Sulsel dengan potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi daerah kemudian malah menggandeng perusahaan yang berasal dari luar Sulsel. “Kami sangat menyayangkan jika Perseroda ini malah menggandeng perusahaan dari luar, yang pada dasarnya harus meningkatkan kemandirian daerah dalam pengelolaan sumber daya” ujarnya. Bahkan menurut Muzawir, PT. SCI (Perseroda) harusnya sebagai pemenang lelang dapat mengelola secara mandiri, bahkan bila harus menggandeng perusahaan lain, maka harusnya mempertimbangkan dan memprioritaskan sumberdaya lokal. “Perseroda ini harus mendapatkan evaluasi serius dari Pemerintah Provinsi agar pemberdayaan sumber daya lokal agar dapat menjadi penggerak ekonomi Sulsel, jika pertimbangan yang diberikan tidak berorientasi pada kepentingan daerah maka tentu Pemprov harus mengevaluasi Direktur Perseroda Sulsel” tegasnya. Selain itu, Muzawir menegaskan akan melakukan langkah pengawalan atas isu tersebut, sebab menurutnya konsesi tambang Perseroda tersebut merupakan langkah awal untuk membangun ekonomi Sulsel secara mandiri melalui sumber daya alamnya. “Selama ini kita terus di eksploitasi oleh perusahaan luar, keputusan Perseroda ini yang memutuskan kembali menggandeng perusahaan luar dengan jumlah saham 49 persen tentunya harus di evaluasi ulang oleh Pemerintah Provinsi” ungkapnya. “Intinya kami akan kawal agar pemerintah berkomitmen memberdayakan potensi lokal, kami akan gulirkan di DPRD, Pemprov hingga ke jalan agar apa yang menjadi hak masyarakat lokal itu dapat terpenuhi” tegasnya.

Uncategorized

Ketua DPRD Makassar Dukung FKPM Sebagai Mitra Strategis Kepolisian

ruminews.id, Makassar – Ketua DPRD Makassar, Supratman, menyatakan dukungannya terhadap Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Dalam pertemuan bersama Koordinator FKPM Andi Pasamangi Wawo dan para ketua FKPM tingkat kecamatan se-Kota Makassar, Supratman menegaskan pentingnya peran FKPM sebagai jembatan komunikasi antara warga dan kepolisian Pada Selasa, 25 Februari 2025.  Ia berencana berkoordinasi untuk mencari solusi pendanaan bagi FKPM, termasuk kemungkinan melalui dana hibah, meskipun belum tercantum dalam nomenklatur anggaran saat ini. Supratman, dari Fraksi NasDem, juga menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung segala upaya peningkatan keamanan masyarakat.   Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, turut mengapresiasi peran FKPM dalam membantu tugas-tugas kepolisian di tengah keterbatasan personel.

Gowa, Politik

Bupati Gowa Antusias Belajar dari 10 Menteri di Akmil Magelang

ruminews.id, MAGELANG – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengikuti retreat kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Selasa (25/2/2025). Ia berkesempatan belajar langsung dari 10 menteri yang memberikan materi inspiratif. “Seru sekali belajar langsung dari para menteri yang berpengalaman,” ujar Husniah. Sejak pagi hingga sore, ia menyimak materi dari Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan Arifatul Khoiri Fauzi, hingga Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Di malam harinya, giliran Ketua KPK, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BPKP yang menyampaikan materi. Persiapan Penyambutan di Gowa Retreat ini berlangsung hingga 28 Februari 2025. Sementara Husniah di Magelang, kepemimpinan Gowa sementara dipegang Wakil Bupati Darmawangsyah Muin. Setelah selesai, Husniah akan dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, lalu menuju Istana Tamalate (Balla Lompoa) di Gowa. Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah, mengatakan penyambutan ini akan bertepatan dengan malam pertama Ramadan, sehingga akan dilakukan dengan sederhana dan bernuansa Islami. “Kami ingin acara ini berjalan khidmat dan tidak membebani masyarakat,” ujarnya. Bupati dan Wakil Bupati Gowa dijadwalkan tiba pada Jumat (28/2/2025) malam dan akan disambut langsung oleh pegawai serta masyarakat Kabupaten Gowa.

Hukum, Makassar

Ma’REFAT INSTITUTE Soroti Kejahatan Ruang dan Lingkungan Hidup di Indonesia

ruminews.id, Makassar- Ma’REFAT INSTITUTE Sulawesi Selatan kembali menggelar agenda Ma’REFAT INFORMAL MEETING (REFORMING) yang ke-20, pada Minggu 23 Februari 2025. Agenda kali ini mengusung tema “Kejahatan Ruang dan Lingkungan Hidup di Negeri ini, Mungkinkah Dihentikan?” Kegiatan diskusi tersebut, dilaksanakan tepat pada pukul 13.30 WITA di Kantor LINGKAR-Ma’REFAT, Kota Makassar. Pertemuan kali ini menghadirkan Dr. Ahkam Jayadi, S.H., M.H., selaku Akademisi & Ketua Forum Studi Pancasila UIN Alauddin Makassar, Muadz Ardin yang merupakan Direktur Lembaga Inisiasi Lingkungan dan Masyarakat (LINGKAR) Sulawesi serta Mohammad Muttaqin Azikin sebagai Planolog yang juga Pemerhati Tata Ruang dan Lingkungan dari Ma’REFAT INSTITUTE. Indonesia menghadapi berbagai bentuk kejahatan lingkungan yang semakin kompleks saat ini. Deforestasi yang terus meningkat, konversi hutan menjadi perkebunan sawit atau pertambangan tanpa memperhatikan dampak ekologis, alih fungsi lahan dan tata ruang yang tidak berkelanjutan, pembangunan infrastruktur yang mengabaikan kelestarian lingkungan, dan masih banyak deretan kasus lainnya yang terjadi. “Ada satu istilah menarik yang disajikan oleh penyelenggara diskusi ini, yaitu Ekosida. Istilah ini sebenarnya bukan hal baru, wacana ini sudah menjadi pendiskusian sejak satu abad yang lalu.” Ungkap Muadz Ardin membuka sesi pemaparan. Ekosida merupakan tindakan merusak lingkungan secara terencana, sistematis, dan masif. Lebih lanjut Muadz menjelaskan, “Persoalan lingkungan ini terjadi akibat eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan dan sumber daya alam. Eksploitasi inilah yang merusak sumber penghidupan masyarakat.” Ekosida pada akhirnya menyebabkan musnahnya fungsi ekologis, sosial, dan budaya sebagai bagian dari kehidupan manusia. Data World Ecology menyebutkan, 70% lebih efek rumah kaca yang terjadi sejak 1988 hingga hari ini hanya diakibatkan oleh 100 korporasi global. Mereka inilah yang memberikan sumbangsih efek rumah kaca yang mesti ditanggung oleh masyarakat global hari ini. Sayangnya, ketika kita hendak melakukan advokasi dan protes terhadap korporasi-korporasi tersebut, tindakan ekosida yang mereka lakukan tidak memiliki payung hukum secara internasional untuk menantang akuntabilitas perusahaan tersebut. “Di Indonesia, di banyak isu lingkungan dan agraria kita mengalami stagnasi dan kemandegan dalam menyelesaikan persoalan ini. Kita harus mulai mengambil langkah bagaimana memutus rantai impunitas dari korporasi-korporasi yang banyak melakukkan ekosida. Ini yang perlu dipikirkan dan menjadi pembahasan diskusi dalam advokasi lingkungan ke depannya,” kata Muadz mengakhiri sesinya. Bagi Mohammad Muttaqin Azikin, “Ekosida adalah bunuh diri ekologis.” Muttaqin melanjutkan, hal ini bisa terjadi karena kita memberikan amanah kepada orang-orang yang tidak tepat untuk mengelola sumber daya alam yang kita miliki, bahkan mereka para penyelenggara negara, sering kali membuat regulasi yang memungkinkan untuk terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang kita hadapi. Sebagai Planolog dan Pemerhati Tata Ruang, Muttaqin menyayangkan penataan ruang tidak menjadi hal mendasar yang diperhatikan oleh pemerintah. “Padahal dalam konstitusi dan perundangan kita, seperti Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang jelas sekali menyebutkan, pemerintah menyelenggarakan penataan ruang untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sayangnya ini tidak kita temui di dalam praktiknya,” terang Muttaqin. Muttaqin menjelaskan bahwa sejak Undang-Undang Cipta Kerja disahkan, skema besar pembangunan di Indonesia berubah secara drastis. Undang-Undang ini memberikan karpet merah kepada para investor untuk dengan mudah melakukan pembangunan di Indonesia, yang seringkali mengabaikan perencanaan tata ruang dan merusak lingkungan. “Konstitusi kita dan Pancasila hanya menjadi penghias saja karena dalam implementrasinya semua diabaikan. Penyelenggara negara bahkan terkadang menjadi pelaku kejahatan lingkungan di Indonesia,” tutup Muttaqin. Mengapa kejahatan lingkungan masih terus terjadi? Bagi Ahkam Jayadi, ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, “Lemahnya penegakan hukum, banyak terjadi korupsi di sektor kehutanan dan lingkungan namun berakhir tanpa hukuman yang tegas. Belum lagi kepentingan ekonomi yang berseberangan dengan kepentingan konservasi. Korporasi-korporasi besar yang memiliki kepentingan ekonomi dengan mudah mendapatkan celah untuk tetap beroperasi meski merusak lingkungan. Dan masih banyak lagi yang terjadi di lapangan.” Hal ini dibenarkan oleh Muadz selaku Direktur LINGKAR Sulawesi, “Dalam banyak kasus, hari ini kita melaporkan perusahaan-perusahaan pelanggar tersebut, tapi keesokannya bisa jadi langsung berubah, kita yang menjadi terlapor.” Meskipun terdapat pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 yang mengatur bahwa setiap orang yang memperjuangkan hak lingkungan hidup tidak dapat dituntut, namun implementasinya tidak seperti itu. Melanjutkan sesinya, Ahkam Jayadi yang merupakan Dosen Ilmu Hukum di Universitas Alauddin Makassar ini mengungkapkan, “Meskipun tantangannya besar, bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Penegakan hukum yang tegas dan transparan harus diperjuangkan, memastikan bahwa pelaku kejahatan lingkungan mendapatkan hukuman yang setimpal.” Selanjutnya menurut Ahkam, reformasi kebijakan tata ruang dan sumber daya alam harus mulai dilakukan, termasuk di dalamnya membatasi alih fungsi hutan dan lahan konservasi untuk perkebunan dan pertambangan, dan memberikan ruang kepada publik dalam perencanaan pembangunan dan pengawasan terhadap perusakan lingkungan. Tema yang diusung dalam REFORMING kali ini menggambarkan keresahan, kegelisahan, dan kegeraman dalam melihat situasi belakangan ini, di mana problem lingkungan dan tata ruang sudah sangat kasat mata, dan berlangsung terus menerus seolah-olah tanpa ada upaya untuk memperbaiki. Dalam diskusi ini, hadir berbagai peserta dari latar belakang yang berbeda, mulai dari akademisi perguruan tinggi, pendidik/kepala sekolah, mahasiswa, wirausahawan, hingga aktivis sosial, berkumpul untuk membahas kejahatan tata ruang dan lingkungan hidup yang terjadi di depan mata kita. “Pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan dan keuntungan semata, harus dihentikan. Sudah saatnya kita menggunakan paradigma Pancasila di dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.” Pungkas Muttaqin Azikin mengakhiri sesi REFORMING hari itu. Diskusi berakhir pada pukul 16.30 WITA [*]

Ekonomi

HIPMI Culinary Indonesia Siap Lantik Pengurus Baru: Dorong Inovasi dan Solidaritas di Dunia Kuliner

ruminews.id, Makassar- HIPMI Culinary Indonesia (HCI) akan menggelar pelantikan kepengurusan baru pada 5 Maret 2025 di Makassar. Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang peningkatan kapasitas bagi para pengusaha kuliner di Sulawesi Selatan. Rangkaian kegiatan meliputi sesi pelatihan dari para ahli industri serta buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan di bulan Ramadan. Ketua Pelaksana kegiatan, Kanda Wahyu Tasmin, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan momentum penting bagi HCI untuk memperkuat jejaring dan meningkatkan keterampilan anggotanya. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi para pengusaha muda di industri kuliner. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kolaborasi,” ujarnya. HCI sendiri merupakan organisasi di bawah HIPMI yang berfokus pada pengembangan wirausaha di sektor kuliner. Di bawah kepemimpinan Ketua Formatur, Kanda Sulvicar, HCI berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, kreativitas, dan kolaborasi di industri makanan dan minuman. Sebagai bagian dari acara pelantikan, para peserta akan mendapatkan pelatihan eksklusif dari praktisi kuliner berpengalaman. Sesi ini akan membahas strategi bisnis, inovasi produk, serta tantangan dan peluang di industri kuliner yang terus berkembang. Puncak acara akan ditutup dengan buka puasa bersama, yang menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan antar anggota HCI. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pengusaha kuliner serta membawa dampak positif bagi perkembangan industri makanan dan minuman di Sulawesi Selatan.

Scroll to Top