Author name: Admin01

Nasional

‎Tidar Sulsel; Penghargaan DetikTimur Awards 2026 Bukti Dedikasi Ketua Andi Iwan Darmawan Aras (AIA)

ruminews.id – Makassar – Ketua DPD Gerindra Sulsel H. A. Iwan Darmawan Aras, SE, M.Si. Sosoknya baru saja disematkan sebagai penerima penghargaan “Detik Timur Awards 2026” sebagai Penerimah Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Akselerator Infrastruktur dan Konektivitas Ekonomi Daerah. ‎ ‎Penerima trofi penghargaan tersebut di berikan di malam penganugerahan detikTimur Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta. ‎ ‎Sebuah penghargaan prestisius yang bukan sekadar selembar piagam, melainkan sebuah pengakuan atas rekam jejak pengabdian. ‎ ‎Apresiasi atas penghargaan tersebut turut disampaikan Ketua Tidar Sulsel, Vonny Ameliani Suardi. Ia menilai penghargaan yang diterima Bapak Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kiprahnya dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di Sulawesi Selatan. ‎ ‎“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan. Apa yang diraih Bapak Andi Iwan Darmawan Aras menunjukkan bahwa dedikasi dan kerja nyata dalam mendorong pembangunan, khususnya di Sulawesi Selatan, mendapat apresiasi,” ujar Vonny. ‎ ‎Penghargaan DetikTimur Awards 2026 tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya peran tokoh daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkuat konektivitas ekonomi demi kemajuan Sulawesi Selatan. ‎ ‎ ‎ ‎

Hukum & Kriminal, Nasional, Pemuda

‎Ketua KNPI Sulsel, Vonny Ameliani; Desak Mendag Cabut Izin Perusahaan Miras Barter Ayat Al Qur’an

ruminews.id – Makassar – Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi (VAS), mengecam keras aksi promosi minuman keras (miras) berkedok tantangan hafalan Alquran yang mendadak viral di media sosial. ‎ ‎Ia menilai agama, khususnya Al-Qur’an, tidak seharusnya dijadikan bahan permainan, tantangan, maupun sarana promosi produk komersial. “Kami mengecam keras tindakan yang menjadikan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari gimmick atau promosi minuman keras. Ini sangat tidak pantas dan melukai sensitivitas umat Islam,” tegas Vonny. ‎ ‎Menurut Vonny, pihak yang terlibat harus bertanggung jawab dan menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran serius. Ia meminta penyelenggara maupun sponsor memperketat pengawasan terhadap seluruh aktivitas promosi agar tidak kembali menyinggung simbol, ajaran, dan nilai-nilai agama. “Kebebasan berekspresi tetap harus dibarengi tanggung jawab dan penghormatan terhadap nilai agama serta norma yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya tegas. ‎ ‎VAS juga mendesak secara tegas agar Menteri Perdagangan (Mendag) mencabut izin edar perusahaan miras barter ayat al Qur’an di seluruh wilayah Indonesia. ‎Sementara MUI juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang mana pun. ‎ ‎Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa gimik pemasaran yang memadukan ayat suci dengan minuman beralkohol telah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga hukum yang berlaku. ‎ ‎“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Prof Niam. ‎ ‎

Makassar, Nasional, Pemuda

‎KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

ruminews.id – Makassar – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke Kanwil DJBC Sulbagsel Makassar sebagai langkah awal memperkuat sinergi dan membangun kolaborasi strategis antara organisasi kepemudaan dengan instansi pemerintah. Pertemuan yang berlangsung di Kanwil DJBC Sulbagsel (Sulawesi Bagian Selatan), Jalan Urip Sumoharjo KM 4, Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program yang berdampak positif bagi generasi muda di Sulawesi Selatan. ‎”KNPI Sulsel berharap terjalin kolaborasi dan sinergi yang mampu membangun semangat pemuda untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami ingin menghadirkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi kemajuan pemuda di Sulawesi Selatan,” ujar Vonny. ‎ ‎Senada dengan itu, Ketua Bidang Pajak dan Kepabeanan KNPI Sulsel, Muhibul Haq, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan KNPI menjadi mitra strategis Kementerian Bea Cukai. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal terbentuknya ruang-ruang kerja sama yang lebih luas, mulai dari edukasi kepabeanan, peningkatan literasi ekspor impor, hingga kegiatan pemberdayaan pemuda yang melibatkan berbagai pihak. ‎ ‎Sementara itu, Bea Cukai Makassar yang diwakili oleh Cahya Nugraha, Mahendra Dahoklory selaku Kepala Seksi Intelijen Bidang Penindakan dan Penyidikan, serta Muhammad Amaluddin selaku Kepala Seksi Penindakan I Bidang Penindakan dan Penyidikan, menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka berharap KNPI Sulsel di bawah kepemimpinan Vonny Ameliani Suardi dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pemuda, terkait tugas dan fungsi Bea Cukai. ‎ ‎Melalui silaturahmi ini, KNPI Sulsel dan Bea Cukai Makassar optimistis dapat membangun hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi kelembagaan, tetapi juga melahirkan berbagai program inovatif yang mampu mencetak generasi muda Sulawesi Selatan yang berintegritas, berwawasan, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Makassar, Nasional, Politik

Gerindra Sulsel Optimistis Raih Formasi 3-4-3 di DPR RI 2029, AIA: All Out Attack

ruminews.id – MAKASSAR – Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), menegaskan optimisme partainya menghadapi Pemilu 2029 dengan mengusung strategi “All Out Attack” untuk merebut 10 kursi DPR RI dari Sulawesi Selatan. Target tersebut disampaikan AIA saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Gerindra Sulsel yang dihadiri Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di Makassar, Selasa (4/8/2026). AIA menjelaskan, target 10 kursi itu dirumuskan dalam skema 3-4-3, yakni tiga kursi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel III, empat kursi dari Dapil Sulsel II, dan tiga kursi dari Dapil Sulsel I. Menurutnya, perhitungan tersebut disusun berdasarkan kekuatan politik dan potensi elektoral yang dimiliki Partai Gerindra di setiap daerah pemilihan. “Kita siap all out attack. Target ini optimistis, tetapi juga rasional. Seluruh kader akan bekerja maksimal dengan mengerahkan tenaga, kemampuan, dan sumber daya untuk mewujudkan kemenangan Gerindra di Sulawesi Selatan,” tegas AIA disambut semangat para kader yang hadir dalam Rakorda. Rakorda Gerindra Sulsel juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dengan dilantiknya lima bupati sebagai Ketua DPC Partai Gerindra. Dengan pelantikan tersebut, kini terdapat 10 Ketua DPC Gerindra di Sulawesi Selatan yang berstatus sebagai kepala daerah, sebuah kekuatan politik yang diyakini akan semakin memperkuat mesin partai hingga ke tingkat akar rumput. ‎Bertambahnya kepala daerah yang memimpin DPC merupakan sinyal positif menuju kemenangan Gerindra pada Pemilu 2029.  sinergi antara struktur partai  akan menjadi modal besar untuk merealisasikan target formasi 3-4-3 sekaligus mengukuhkan Gerindra sebagai salah satu kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan.

Luwu Timur, Nasional, Opini

Memahami Konflik Lahan Laoli: Persoalan yang Berlangsung Hampir Tiga Dekade, Bukan Terjadi dalam Semalam

Penulis: Erwin Lessy – Penulis Buku Filsafat Ekonomi ruminews.id – Di tengah derasnya arus informasi, konflik lahan di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur menjadi perhatian publik nasional. Berbagai video, foto, dan potongan informasi beredar luas di media sosial. Ada yang menyebut masyarakat “diusir”, ada yang menilai pemerintah bertindak sewenang-wenang, sementara di sisi lain pemerintah menyatakan seluruh proses telah ditempuh sesuai ketentuan hukum.

Nasional, Opini

Meneguhkan Kembali Peradaban Nusantara: Dari Kejayaan Kerajaan-Kerajaan Besar Menuju Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Penulis : Sultan Mulia Kusuma Nata Pakunegara – Sultan dari Istana Baitul Mulkiah Kesultanan Pakunegara Sanggau Kalimantan Barat. ruminews.id – Indonesia merupakan bangsa yang lahir dari perjalanan sejarah yang sangat panjang. Jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Nusantara telah menjadi pusat peradaban dunia yang melahirkan kerajaan-kerajaan besar dengan pengaruh politik, ekonomi, budaya, maritim, dan diplomasi internasional. Perjalanan peradaban Nusantara memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat sebagai bangsa yang maju, terbuka terhadap perdagangan internasional, serta mampu membangun tata pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang beradab. Kerajaan Sriwijaya, yang berkembang sejak abad ke-7, dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Berpusat di Sumatra, Sriwijaya menguasai jalur perdagangan internasional di Selat Malaka dan menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang dikunjungi para cendekiawan dari berbagai negara. Kejayaan Sriwijaya menunjukkan kemampuan bangsa Nusantara dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis perdagangan laut dan diplomasi antarbangsa. Memasuki abad ke-13, Kerajaan Singasari di Jawa Timur menjadi tonggak penting lahirnya cita-cita penyatuan Nusantara. Di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara, Singasari menjalankan Ekspedisi Pamalayu sebagai upaya memperkuat hubungan politik dan perdagangan dengan wilayah-wilayah di Sumatra sekaligus menghadapi ancaman dari Dinasti Yuan di Tiongkok. Gagasan penyatuan wilayah Nusantara mulai tumbuh pada masa ini. Cita-cita tersebut mencapai puncaknya pada masa Kerajaan Majapahit yang berdiri pada tahun 1293. Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit berkembang menjadi salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Asia Tenggara. Melalui Sumpah Palapa, Gajah Mada mencetuskan tekad untuk mempersatukan Nusantara. Wilayah pengaruh Majapahit membentang luas melalui jaringan perdagangan, hubungan politik, dan kerja sama antarkerajaan. Pada masa inilah lahir semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berasal dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, sebagai simbol persatuan dalam keberagaman yang kemudian menjadi semboyan resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memasuki abad ke-16, muncul Kerajaan Mataram Islam sebagai kekuatan besar di Pulau Jawa. Mataram melanjutkan tradisi pemerintahan Nusantara dengan mengembangkan sistem administrasi, budaya, pertanian, serta memperkuat identitas masyarakat Jawa. Pada masa Sultan Agung, Mataram berupaya menyatukan wilayah Jawa sekaligus melakukan perlawanan terhadap dominasi VOC. Semangat mempertahankan kedaulatan menjadi salah satu warisan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Memasuki masa kolonial, berbagai kerajaan Nusantara menghadapi tekanan dari bangsa-bangsa Eropa. Perlawanan terhadap kolonialisme berlangsung di berbagai daerah dan melahirkan banyak tokoh perjuangan. Kesadaran sebagai satu bangsa semakin menguat melalui Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah awal sejarah bangsa Indonesia, melainkan kelanjutan dari perjalanan panjang peradaban Nusantara yang telah berlangsung selama lebih dari seribu tahun. Nilai-nilai persatuan, gotong royong, keberagaman, toleransi, serta semangat membangun kejayaan bangsa telah diwariskan oleh kerajaan-kerajaan besar Nusantara kepada generasi penerus. Melalui pemahaman sejarah yang utuh, masyarakat Indonesia diharapkan semakin menghargai warisan peradaban bangsa, memperkuat identitas nasional, serta menjadikan nilai-nilai luhur para pendahulu sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. Namun demikian, menjelang 81 tahun kemerdekaan Indonesia, kondisi persatuan dan kesatuan bangsa masih menghadapi berbagai tantangan. Di tengah semangat kebangsaan yang terus dijaga, masih terdapat kesenjangan sosial, kemiskinan, ketidakadilan dalam akses pembangunan, serta persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masih perlu terus diperjuangkan bersama melalui penguatan solidaritas, pemerataan pembangunan, dan komitmen seluruh elemen bangsa. Perjalanan dari Sriwijaya, Singasari, Majapahit, Mataram hingga lahirnya Republik Indonesia merupakan satu mata rantai sejarah yang membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa besar yang memiliki peradaban tinggi dan peran penting dalam sejarah dunia. Pertanyaannya kapan Bangsa Indonesia mampu mengimbangi Kejayaan kerajaan2 besar di nusantara terdahulu.

Pemuda

Abd. Fajar M Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto Periode 2026–2029

ruminews.id – Jeneponto – Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jeneponto menetapkan Abd. Fajar M sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto periode 2026–2029 secara aklamasi. Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Musda XVI yang diselenggarakan setelah seluruh peserta yang memiliki hak suara menyatakan dukungan kepada Abd. Fajar M. Dengan tidak adanya calon lain yang memenuhi syarat, sidang pleno menetapkan Abd. Fajar M sebagai ketua terpilih secara aklamasi. Musda XVI KNPI Kabupaten Jeneponto menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi kepemudaan untuk memperkuat persatuan, sinergi, dan kolaborasi antara KNPI, organisasi kepemudaan (OKP), pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Dalam sambutannya usai ditetapkan, Abd. Fajar M menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta Musda. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun KNPI Kabupaten Jeneponto yang inklusif, solid, dan menjadi wadah berhimpun seluruh potensi pemuda. “Kami mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersatu, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan pemuda dan pembangunan Kabupaten Jeneponto,” ujarnya. Dengan terpilihnya Abd. Fajar M secara aklamasi, diharapkan DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto semakin mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan menjadi ruang pengembangan kreativitas, kepemimpinan, serta pengabdian generasi muda menuju Jeneponto yang lebih maju dan berdaya saing.

Daerah, Pendidikan

Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa UNHAS Gelombang 116 Edukasi Masyarakat Desa Tosora melalui Pembuatan Pestisida Nabati Berbahan Bawang Putih

ruminews.id – Desa Tosora, Wajo –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin Gelombang 116 melaksanakan program kerja individu bertajuk *”Pemanfaatan Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) sebagai Pestisida Nabati yang Ramah Lingkungan”* pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah salah satu warga Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai peserta. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pestisida yang lebih aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga memperkenalkan teknik pembuatan pestisida nabati yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan demonstrasi secara langsung mengenai tahapan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar bawang putih. Peserta diajak memahami proses mulai dari persiapan bahan, pengolahan ekstrak bawang putih, hingga cara pengaplikasiannya pada tanaman. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab mengenai manfaat serta efektivitas penggunaan pestisida nabati. Pestisida nabati memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pestisida kimia. Selain berasal dari bahan alami yang lebih ramah lingkungan, pestisida ini relatif aman digunakan sesuai petunjuk, mudah terurai sehingga tidak meninggalkan residu berbahaya dalam jangka panjang, serta memiliki biaya pembuatan yang lebih terjangkau. Pemanfaatan pestisida nabati juga menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus mendukung praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan. Melalui program kerja ini, diharapkan masyarakat Desa Tosora dapat mempraktikkan secara mandiri pembuatan pestisida nabati sebagai salah satu solusi pengendalian hama yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam mendorong inovasi sederhana yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik pertanian berkelanjutan. Penulis: Nur Aliya Mendong – Posko Desa Tosora

Scroll to Top