1 Agustus 2026

Bantaeng, Daerah, Pemerintahan, Pemuda

Nusrul Adriansyah Ketua Cabang Adatsampulonrua Soroti Perbaikan Jalan Swadaya Warga di Kampung Babangen, Pertanyakan Keseriusan Pemda Bantaeng

ruminews.id, Bantaeng – Perbaikan akses jalan di Kampung Babangen, Desa Pabumbungan, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, yang sepenuhnya dikerjakan melalui swadaya masyarakat menjadi potret nyata masih lemahnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama warga akhirnya diperbaiki berkat gotong royong dan hasil urunan masyarakat setempat, tanpa adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah.

Daerah, Gowa, Hukum & Kriminal, Pemerintahan, Pemuda

HMI Komisariat Unismuh Tantang Kapolresta Baru Berantas Tambang Ilegal hingga Tuntas

ruminews.id – GOWA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unismuh melalui Ketua Umumnya, Kifli, mendesak Kapolresta Gowa yang baru, Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang hingga kini masih marak terjadi di Kabupaten Gowa.

Daerah, Pemerintahan, Polewali Mandar

BADKO HMI Sulawesi Barat Soroti Seleksi Direktur PDAM Wai Tipalayo, Minta Pansel Cermat Verifikasi Peserta

Ruminews.id – Seleksi Direktur PDAM Wai Tipalayo sedang bergulir, dapat dilihat melalui laman resmi Kabupaten Polewali Mandar tahapan-tahapan seleksi mulai Pendaftaran 8-27 Juli, Pengumuman seleksi administrasi 31 Juli, Masa sanggah 31 Juli – 4 Agustus, Ujian kelayakan dan kepatuhan (UKK) 5-7 Agustus, hasil UKK 11 Agustus, Wawancara Akhir (menyesuaikan).

Nasional, Opini

Meneguhkan Kembali Peradaban Nusantara: Dari Kejayaan Kerajaan-Kerajaan Besar Menuju Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Penulis : Sultan Mulia Kusuma Nata Pakunegara – Sultan dari Istana Baitul Mulkiah Kesultanan Pakunegara Sanggau Kalimantan Barat. ruminews.id – Indonesia merupakan bangsa yang lahir dari perjalanan sejarah yang sangat panjang. Jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Nusantara telah menjadi pusat peradaban dunia yang melahirkan kerajaan-kerajaan besar dengan pengaruh politik, ekonomi, budaya, maritim, dan diplomasi internasional. Perjalanan peradaban Nusantara memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat sebagai bangsa yang maju, terbuka terhadap perdagangan internasional, serta mampu membangun tata pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang beradab. Kerajaan Sriwijaya, yang berkembang sejak abad ke-7, dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Berpusat di Sumatra, Sriwijaya menguasai jalur perdagangan internasional di Selat Malaka dan menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang dikunjungi para cendekiawan dari berbagai negara. Kejayaan Sriwijaya menunjukkan kemampuan bangsa Nusantara dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis perdagangan laut dan diplomasi antarbangsa. Memasuki abad ke-13, Kerajaan Singasari di Jawa Timur menjadi tonggak penting lahirnya cita-cita penyatuan Nusantara. Di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara, Singasari menjalankan Ekspedisi Pamalayu sebagai upaya memperkuat hubungan politik dan perdagangan dengan wilayah-wilayah di Sumatra sekaligus menghadapi ancaman dari Dinasti Yuan di Tiongkok. Gagasan penyatuan wilayah Nusantara mulai tumbuh pada masa ini. Cita-cita tersebut mencapai puncaknya pada masa Kerajaan Majapahit yang berdiri pada tahun 1293. Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit berkembang menjadi salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Asia Tenggara. Melalui Sumpah Palapa, Gajah Mada mencetuskan tekad untuk mempersatukan Nusantara. Wilayah pengaruh Majapahit membentang luas melalui jaringan perdagangan, hubungan politik, dan kerja sama antarkerajaan. Pada masa inilah lahir semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berasal dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, sebagai simbol persatuan dalam keberagaman yang kemudian menjadi semboyan resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memasuki abad ke-16, muncul Kerajaan Mataram Islam sebagai kekuatan besar di Pulau Jawa. Mataram melanjutkan tradisi pemerintahan Nusantara dengan mengembangkan sistem administrasi, budaya, pertanian, serta memperkuat identitas masyarakat Jawa. Pada masa Sultan Agung, Mataram berupaya menyatukan wilayah Jawa sekaligus melakukan perlawanan terhadap dominasi VOC. Semangat mempertahankan kedaulatan menjadi salah satu warisan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Memasuki masa kolonial, berbagai kerajaan Nusantara menghadapi tekanan dari bangsa-bangsa Eropa. Perlawanan terhadap kolonialisme berlangsung di berbagai daerah dan melahirkan banyak tokoh perjuangan. Kesadaran sebagai satu bangsa semakin menguat melalui Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah awal sejarah bangsa Indonesia, melainkan kelanjutan dari perjalanan panjang peradaban Nusantara yang telah berlangsung selama lebih dari seribu tahun. Nilai-nilai persatuan, gotong royong, keberagaman, toleransi, serta semangat membangun kejayaan bangsa telah diwariskan oleh kerajaan-kerajaan besar Nusantara kepada generasi penerus. Melalui pemahaman sejarah yang utuh, masyarakat Indonesia diharapkan semakin menghargai warisan peradaban bangsa, memperkuat identitas nasional, serta menjadikan nilai-nilai luhur para pendahulu sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. Namun demikian, menjelang 81 tahun kemerdekaan Indonesia, kondisi persatuan dan kesatuan bangsa masih menghadapi berbagai tantangan. Di tengah semangat kebangsaan yang terus dijaga, masih terdapat kesenjangan sosial, kemiskinan, ketidakadilan dalam akses pembangunan, serta persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masih perlu terus diperjuangkan bersama melalui penguatan solidaritas, pemerataan pembangunan, dan komitmen seluruh elemen bangsa. Perjalanan dari Sriwijaya, Singasari, Majapahit, Mataram hingga lahirnya Republik Indonesia merupakan satu mata rantai sejarah yang membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa besar yang memiliki peradaban tinggi dan peran penting dalam sejarah dunia. Pertanyaannya kapan Bangsa Indonesia mampu mengimbangi Kejayaan kerajaan2 besar di nusantara terdahulu.

Daerah, Jeneponto, Pemuda

AMII Sulsel Pimpin Musda XVI KNPI Jeneponto, Tetapkan Abd. Fajar M Sebagai Formatur

ruminews.id, Jeneponto – Suara ketukan palu sidang menjadi penanda berakhirnya satu fase dan dimulainya babak baru gerakan kepemudaan di Kabupaten Jeneponto. Di balik proses yang berlangsung tenang namun penuh dinamika itu, Ketua Umum Angkatan Muda Islam Indonesia (AMII) Sulawesi Selatan, Aditya Djohar, tampil memimpin jalannya Musyawarah Daerah (Musda) XVI DPD KNPI Kabupaten Jeneponto hingga melahirkan keputusan yang diterima seluruh peserta. Sebagai pimpinan sidang, Aditya didampingi Ilham Adam wakil sekertaris OKK DPD KNPI Sulsel dan beberapa perwakilan OKP yang ditunjuk sebagai pimpinan sidang, dengan tidak hanya memastikan seluruh tahapan persidangan berjalan sesuai mekanisme organisasi, tetapi juga menjaga ruang musyawarah tetap kondusif di tengah beragam aspirasi yang berkembang didalam forum yang mengedepankan dialog dan konsensus membuat forum berlangsung tertib hingga akhirnya menetapkan Abd. Fajar M sebagai Formatur sekaligus Ketua DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto periode 2026–2029 secara aklamasi. Momentum tersebut menjadi cerminan bahwa demokrasi organisasi tidak selalu diwarnai kompetisi yang tajam. Dalam Musda XVI, seluruh pemilik hak suara justru memilih menyatukan langkah dengan memberikan dukungan bulat kepada satu figur yang dinilai mampu membawa KNPI Jeneponto ke arah yang lebih progresif. Menurut Aditya Djohar, keberhasilan Musda bukan semata-mata tentang lahirnya seorang ketua baru, melainkan tentang terpeliharanya semangat persatuan di kalangan organisasi kepemudaan.  “Musda ini menunjukkan bahwa semangat persatuan masih menjadi fondasi utama gerakan pemuda. Proses yang berjalan kondusif dan menghasilkan keputusan secara aklamasi merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga soliditas KNPI sebagai rumah besar organisasi kepemudaan,” ujar Aditya. Kehadiran Ketua Umum AMII Sulsel sebagai pimpinan sidang juga memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan Musda. Dengan pengalaman organisasi yang dimilikinya, jalannya persidangan berlangsung efektif, mengedepankan tata tertib, serta memberikan ruang yang sama kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pandangan sebelum keputusan diambil secara mufakat. Di sisi lain, Abd. Fajar M yang ditetapkan sebagai formatur dan ketua terpilih menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk merangkul seluruh elemen kepemudaan di Kabupaten Jeneponto. “Kami mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersatu, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan pemuda dan pembangunan Kabupaten Jeneponto,” ungkapnya. Musda XVI tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa persatuan tetap menjadi energi utama dalam membangun gerakan pemuda. Forum musda KNPI Jeneponto berhasil menunjukkan bahwa musyawarah yang mengedepankan kebersamaan mampu melahirkan keputusan yang diterima seluruh peserta. Kini, estafet kepemimpinan telah berpindah. Harapan pun mengiringi langkah Abd. Fajar M untuk membawa KNPI Kabupaten Jeneponto menjadi organisasi yang semakin inklusif, adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto dalam mencetak generasi muda yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing.

Pemuda

Abd. Fajar M Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto Periode 2026–2029

ruminews.id – Jeneponto – Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jeneponto menetapkan Abd. Fajar M sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto periode 2026–2029 secara aklamasi. Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Musda XVI yang diselenggarakan setelah seluruh peserta yang memiliki hak suara menyatakan dukungan kepada Abd. Fajar M. Dengan tidak adanya calon lain yang memenuhi syarat, sidang pleno menetapkan Abd. Fajar M sebagai ketua terpilih secara aklamasi. Musda XVI KNPI Kabupaten Jeneponto menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi kepemudaan untuk memperkuat persatuan, sinergi, dan kolaborasi antara KNPI, organisasi kepemudaan (OKP), pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Dalam sambutannya usai ditetapkan, Abd. Fajar M menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta Musda. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun KNPI Kabupaten Jeneponto yang inklusif, solid, dan menjadi wadah berhimpun seluruh potensi pemuda. “Kami mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersatu, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan pemuda dan pembangunan Kabupaten Jeneponto,” ujarnya. Dengan terpilihnya Abd. Fajar M secara aklamasi, diharapkan DPD II KNPI Kabupaten Jeneponto semakin mampu menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan menjadi ruang pengembangan kreativitas, kepemimpinan, serta pengabdian generasi muda menuju Jeneponto yang lebih maju dan berdaya saing.

Scroll to Top