HMI Komisariat Unismuh Tantang Kapolresta Baru Berantas Tambang Ilegal hingga Tuntas

ruminews.idGOWA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Unismuh melalui Ketua Umumnya, Kifli, mendesak Kapolresta Gowa yang baru, Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang hingga kini masih marak terjadi di Kabupaten Gowa.

Kifli menilai aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat. Dampak yang ditimbulkan mulai dari kerusakan infrastruktur jalan, pencemaran udara akibat debu tambang, hingga terganggunya aktivitas warga di sekitar lokasi penambangan.

“Tambang ilegal di Kabupaten Gowa seolah tidak pernah benar-benar hilang. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa para pelaku merasa aman karena penegakan hukum belum berjalan maksimal. Masyarakat tentu berharap aparat penegak hukum mampu bertindak tegas terhadap seluruh aktivitas tambang ilegal,” ujar Kifli dalam keterangannya, Sabtu (2/8/2026).

Menurutnya, perubahan status Polres Gowa menjadi Polresta harus menjadi momentum untuk memperkuat supremasi hukum, bukan sekadar perubahan nomenklatur.

“Kami menantang Kapolresta Gowa yang baru agar misi ‘Gowa Tanpa Tambang Ilegal’ tidak berhenti sebagai slogan atau janji semata. Ini harus menjadi pekerjaan besar yang diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan,” tegasnya.

Kifli mengingatkan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin memiliki konsekuensi hukum yang jelas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mengatur sanksi pidana bagi pelaku penambangan tanpa izin.

Ia juga menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa memandang siapa pun yang terlibat.

“Kami ingin melihat pedang keadilan tetap tegak. Tajam ke atas, bukan hanya tajam ke bawah. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Jangan ada pihak yang kebal hukum dalam persoalan tambang ilegal,” katanya.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan sejumlah aktivis di lapangan, Kifli mengklaim masih ditemukan sejumlah titik tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gowa. Karena itu, ia berharap kepemimpinan Kapolresta yang baru mampu mengusut tuntas praktik-praktik tersebut.

“Hadirnya Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman kami harapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui penegakan hukum yang tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu terhadap para pelaku tambang ilegal,” ujarnya.

Kifli menegaskan HMI Cabang Gowa akan terus menjalankan perannya sebagai mitra kritis pemerintah dan aparat penegak hukum dengan mengawal setiap dugaan pelanggaran hukum yang terjadi di daerah tersebut.

“Kami dari HMI Unismuh Cabang Gowa Raya bersama kawan-kawan aktivis akan terus mengawal setiap tindakan yang melanggar hukum. Itu merupakan bagian dari tugas kami sebagai mitra kritis pemerintah dan institusi penegak hukum demi terwujudnya keadilan dan kepastian hukum di Kabupaten Gowa,” tutupnya.

Catatan redaksi: Berita ini memuat pernyataan dan tuntutan dari Ketua Umum HMI Unismuh Cabang Gowa Raya. Dugaan masih beroperasinya tambang ilegal merupakan klaim narasumber. Pihak Polresta Gowa maupun pihak lain yang disebut memiliki hak memberikan klarifikasi atau tanggapan untuk keberimbangan pemberitaan

Share

Scroll to Top