14 Desember 2025

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Munafri Beri PR Khusus RT/RW: Kelola Sampah Terbaik, Bisa Dapat Rp100 Juta & Penghargaan

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan pekerjaan rumah (PR) khusus kepada RT dan RW terpilih agar serius melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut akan menjadi indikator utama penilaian RT/RW terbaik yang berhak memperoleh penghargaan sekaligus insentif dengan nilai tinggi. Hal itu disampaikan Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, saat memberikan sambutan pada kegiatan Penutupan Festival Daur Bumi dalam rangka pelaksanaan Program Makassar, Bebas Sampah 2029. Dimanan, kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (14/12/2025). Dalam sambutannya, Appi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani di hilir semata. Menurutnya, pengelolaan harus dimulai dari hulu, yakni dari lingkungan RT dan RW. “RT dan RW harus mulai menyiapkan pengelolaan sampah yang baik di lingkungannya masing-masing. Ini akan menjadi indikator penilaian RT/RW terbaik, sehingga bisa mendapatkan penghargaan dan insentif yang tinggi,” tegas Appi. Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan insentif besar bagi RT terbaik yang mampu menjalankan pengelolaan sampah secara konsisten dan berkelanjutan. “Minimal 20 RT terbaik akan kita berikan insentif sebesar Rp100 juta per RT dalam satu tahun,” jelas Appi. Persoalan sampah bukan lagi isu sepele yang bisa diselesaikan dari hilir semata. Pemerintah Kota Makassar kini menempatkan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni RT dan RW. Melalui pendekatan berbasis komunitas, Munafri selaku pimpinan di kota ini, secara terbuka menantang RT dan RW terpilih untuk membuktikan keseriusannya dalam mengelola sampah secara mandiri, berkelanjutan, dan bernilai manfaat. Tantangan tersebut tidak hanya dibarengi dorongan moral, tetapi juga disertai komitmen insentif yang besar, yakni hingga Rp100 juta per RT bagi lingkungan yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan sampah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan Program Makassar Bebas Sampah 2029, sekaligus mengubah sampah dari persoalan menjadi potensi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, anggaran tersebut justru akan jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan biaya besar yang harus dikeluarkan pemerintah apabila persoalan sampah tidak mampu diselesaikan sejak dari sumbernya. “Artinya, biaya-biaya yang kita keluarkan ini, kalau kita konversi dengan persoalan ketika ini tidak mampu kita selesaikan dari hulu, itu akan jauh lebih besar. Bahkan akan menjadi persoalan sosial yang sangat-sangat besar,” tuturnya. Melalui Festival Daur Bumi dan Program Makassar Bebas Sampah 2029, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, partisipatif, serta berbasis lingkungan, demi mewujudkan kota yang bersih dan sehat. Tak hanya itu, Appi juga menantang para camat yang hadir untuk berperan aktif dalam mendukung program Makassar Bebas Sampah 2029, dengan melibatkan anak-anak muda sebagai penggerak di lapangan. “Untuk para camat yang hadir di sini, saya menantang agar harus membuat ranger-ranger (penjaga atau patroli) anak muda yang bisa langsung turun ke lapangan memantau,” imbuh Munafri. Lebih lanjut, orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknis pengelolaan, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Dari acara ini, begitu banyak hal baru yang bisa kita terima, begitu banyak pengetahuan yang dapat kita peroleh. Bagaimana mengelola sampah kedepannya,” katanya. “Persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah, bisa kita ubah dan jadikan sesuatu yang memberi manfaat bagi kita,” sambung Munafri. Menurutnya, langkah paling utama dalam menyelesaikan persoalan sampah adalah mengembalikan kesadaran kepada diri sendiri. Perubahan harus dimulai dari individu, kemudian diterapkan secara kolektif di lingkungan sekitar. “Yang paling utama harus dikembalikan kepada diri kita sendiri. Selanjutnya, perilaku ini juga harus diubah,” tegasnya. Munafri menekankan bahwa kebiasaan buruk dalam memperlakukan sampah harus segera ditinggalkan. Jika selama ini masyarakat terbiasa membuang sampah sembarangan dan tidak peduli terhadap kondisi lingkungan, maka pola pikir tersebut harus dibalik secara total. “Jika selama ini kita terbiasa membuang sampah di mana saja, pola pikir itu harus dibalik bahwa kita wajib membuang sampah pada tempatnya,” terangnya. “Jika kita tidak peduli terhadap kondisi lingkungan, maka kebiasaan itu juga harus diubah menjadi sikap yang sangat peduli terhadap lingkungan sekitar,” lanjut dia, menjelaskan. Ia mengingatkan, tanpa kepedulian dan cara pandang jangka panjang, persoalan lingkungan akan berkembang menjadi masalah besar yang berdampak luas bagi kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat. “Sebab, jika kita tidak berpikir jauh ke depan dan tidak ada lagi orang yang mau peduli, maka permasalahan lingkungan akan menjadi masalah yang sangat besar,” ungkap Munafri. Atas dasar itu, Pemerintah Kota Makassar terus menaruh perhatian serius terhadap isu kebersihan lingkungan. Menurut Munafri, kebersihan merupakan fondasi utama dalam menciptakan kota yang sehat dan berkelanjutan. “Kebersihan lingkungan adalah dasar dan pengetahuan mendasar yang tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dilaksanakan secara nyata dengan tindakan langsung untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” pungkasnya. Sedangkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Festival Daur Bumi yang berlangsung dengan lancar, tertib, serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Menurut Helmy, festival ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran warga Makassar terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan pelestarian bumi. “Alhamdulillah, Festival Daur Bumi tahun ini terselenggara dengan baik, lancar, dan tertib. Antusiasme warga Makassar juga sangat luar biasa,” ujar Helmy Budiman. Festival Daur Bumi diharapkan dapat terus menjadi ruang edukasi, inspirasi, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar melalui DLH berkomitmen untuk kembali menghadirkan Festival Daur Bumi pada tahun mendatang dengan konsep dan rangkaian kegiatan yang lebih menarik dan edukatif. “Festival ini akan kita hadirkan lagi tahun depan dengan acara yang lebih inovatif dan tentunya semakin melibatkan partisipasi masyarakat,” jelasnya. Pada hari terakhir festival, lanjut Helmy, kegiatan ditutup dengan talkshow atau sharing session bersama Pandawara Group, komunitas anak muda yang dikenal aktif dalam aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan. Dalam sesi tersebut, Pandawara Group berbagi pengalaman serta berbagai cara dan langkah konkret untuk menjadi generasi muda yang peduli lingkungan dan berani bergerak langsung di lapangan. “Mereka menjelaskan bagaimana cara menjadi Pandawara selanjutnya. Kita berharap, dari sini akan lahir anak-anak muda Makassar yang siap menjadi Pandawara berikutnya, menjadi agen perubahan bagi lingkungan,” tutup Helmy. Hadir pada kesmepatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin didampingi Ketua TP PKK Melinda Aksa, jajaran SKPD, para penggiat lingkungan,

Daerah, Jakarta, Nasional

Viral Ulang Tahun Anak Diberi Ferrari, H. Najmuddin Berhasil Raih Rekor MURI Pemberitaan Terbanyak

ruminews.id, Makassar — Perayaan ulang tahun anak H. Najmuddin yang sempat viral karena hadiah mobil mewah Ferrari kembali mencuri perhatian publik. Peristiwa tersebut resmi dan berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai peristiwa dengan pemberitaan media terbanyak. Informasi mengenai pencapaian tersebut disampaikan H. Najmuddin melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada hari Jumat lalu. Dalam postingan tersebut, ia mengungkapkan bahwa viralnya momen ulang tahun sang anak telah tercatat secara nasional berkat masifnya pemberitaan di berbagai media. Sejak pertama kali mencuat ke ruang publik, pemberitaan terkait perayaan tersebut menyebar luas di media online, media cetak, hingga platform media sosial. Tingginya intensitas pemberitaan inilah yang kemudian mengantarkan peristiwa tersebut meraih rekor MURI. Beragam respons publik pun mengiringi viralnya perayaan tersebut, mulai dari apresiasi hingga kritik. Meski demikian, keberhasilan meraih rekor MURI menunjukkan besarnya atensi masyarakat serta kuatnya peran media dalam membentuk arus informasi. Hingga berita ini diturunkan, isu tersebut masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik.

Daerah, Gowa

Redefinisi Makna Inaugurasi, HIMASOA UINAM Kukuhkan Angkatan 2024 Lewat Proses Panjang Refleksi WINA

ruminews.id, GOWA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama (HIMASOA) UIN Alauddin Makassar resmi mengukuhkan Angkatan 2024 sebagai anggota penuh pada Sabtu (13/12/2025) di Hutan Pinus Rita Malompoa, Bissoloro. Pengukuhan ini menjadi puncak dari rangkaian panjang kaderisasi bertajuk “Refleksi WINA 2024” yang telah bergulir sejak bulan Maret hingga Desember ini. Berbeda dengan tradisi umum di mana inaugurasi sering dimaknai sempit sebagai panggung pentas seni satu malam, HIMASOA tahun ini melakukan terobosan dengan mengembalikan inaugurasi ke definisi aslinya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yakni sebagai “pengukuhan resmi”. Ketua Umum HIMASOA UINAM, Muh. Ridho Risqullah, menegaskan bahwa tahun ini pihaknya membedakan secara tegas antara seremoni perayaan dengan esensi pengukuhan. “Inaugurasi dalam KBBI adalah pengukuhan resmi, bukan penampilan seni satu malam. Berangkat dari keresahan itulah, kami mendesain Refleksi WINA 2024. Inilah inaugurasi mereka yang sesungguhnya: sebuah proses panjang pembentukan karakter yang tidak instan,” ujar Ridho dalam sambutannya. Proses pengukuhan ini dirancang secara holistik melalui tiga jenjang kegiatan yang menguji intelektual, sosial, dan mental kader: Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI): Membentuk ketajaman nalar akademis. Literasi Sosial: Pengabdian langsung di tengah masyarakat untuk mengasah kepekaan hati. Sosiologi Camp: Tahap akhir pembentukan jiwa korsa dan mentalitas kader. Sementara itu, Ketua Panitia Refleksi WINA 2024, Zakia Zalsabila, mengungkapkan bahwa perjalanan sembilan bulan ini penuh dengan tantangan. Dinamika internal, tekanan organisasi, hingga berbagai masalah yang dihadapi selama proses berjalan, justru menjadi kawah candradimuka bagi Angkatan 2024. “Menurut saya, proses ini akan mereka kenang seumur hidupnya. Bukan karena mudahnya, tapi justru karena banyaknya masalah dan dinamika yang berhasil mereka lalui bersama. Hal itulah yang membentuk karakter mereka menjadi tangguh seperti sekarang,” ungkap Zakia. Malam puncak di Bissoloro ditutup dengan pengambilan sumpah dan ikrar setia anggota. Dengan berakhirnya Sosiologi Camp, Angkatan 2024 resmi dinyatakan lulus dan diterima di rumah besar Sosiologi Agama. “Selamat bergabung, selamat berjanji. Pembuktian kalian sebagai mahasiswa Sosiologi yang sesungguhnya dimulai hari ini,” tutup Ridho Risqullah mengakhiri prosesi pengukuhan.

Daerah, Hukum, Makassar, Nasional, Pendidikan

FMPP Sulsel Soroti Dokumen SPK, Unhas Tegaskan Pakta Integritas yang Beredar adalah Palsu

ruminews.id, Makassar — Riak kecil yang bermula dari selembar dokumen kini menggema di ruang publik kampus. Forum Masyarakat Pemerhati Pendidikan Sulawesi Selatan (FMPP Sulsel) menyoroti beredarnya dokumen bertajuk Surat Pernyataan dan Komitmen (SPK) yang diduga berkaitan dengan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa. Dokumen tersebut menyebar luas dan memantik perbincangan, terlebih setelah diunggah oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) Unhas pada Jumat (12/12). Menanggapi hal itu, Universitas Hasanuddin akhirnya angkat suara. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, dalam keterangan tertulis kepada media pada Sabtu (14/12), menegaskan bahwa dokumen yang beredar tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga menyesatkan. “Ini adalah klarifikasi sehubungan dengan beredarnya Pakta Integritas yang dipalsukan oleh oknum tertentu untuk mencederai nama baik Rektor Unhas,” tegas Ishaq. Dalam penjelasannya, Unhas mengurai sejumlah fakta sebagai bantahan tegas atas isu yang berkembang. Pertama, Pakta Integritas yang benar—yang disepakati Prof. Jamaluddin Jompa dengan salah satu penentu suara dalam pemilihan Rektor Unhas periode 2022–2026—sama sekali tidak menyebutkan partai politik mana pun, juga tidak mencantumkan nama individu tertentu. Kedua, isi Pakta Integritas tersebut bersifat normatif dan berlandaskan kepentingan institusional, semata-mata ditujukan untuk menjaga relasi harmonis antara Rektor terpilih dan pemerintah pusat, agar kebijakan nasional dapat disinergikan dengan kebijakan Universitas Hasanuddin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketiga, rekam jejak Prof. Jamaluddin Jompa selama memimpin Unhas dinilai menjadi saksi bisu atas sikap kenegarawanan dan ketidakberpihakannya pada partai politik mana pun. Bahkan, menjelang suhu politik nasional yang memanas pada Pilpres 2024, Prof. JJ mengeluarkan Maklumat Rektor tertanggal 2 Februari 2024 yang berisi imbauan kepada seluruh elemen bangsa untuk menghargai perbedaan pilihan politik, menolak kampanye hitam, serta menghindari penyebaran hoaks. Keempat, sebagai tuan rumah Forum Rektor Indonesia pada 5 Februari 2024, Rektor Unhas turut menjadi konseptor lahirnya Seruan Pemilu Damai Forum Rektor Indonesia—sebuah ikhtiar kolektif para rektor untuk menjaga pemilu yang aman, damai, dan beradab, serta mendorong masyarakat menggunakan hak pilih sesuai hati nurani. Kelima, pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUU-XXI/2023 yang memperbolehkan kampanye pemilu di lingkungan pendidikan, Rektor Unhas menerbitkan Peraturan Rektor Nomor 36/UN.4.1/2023 dan membentuk Satuan Tugas Kampanye melalui Keputusan Rektor Nomor 11179/UN4.1/KEP/2023. Kebijakan ini, menurut Ishaq, justru menjadi penegasan bahwa Unhas memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Keenam hingga kedelapan, Unhas juga menyinggung hubungan emosional Prof. JJ dengan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Hubungan tersebut terjalin dalam bingkai akademik, kebangsaan, dan diplomasi budaya—mulai dari seminar internasional, orasi ilmiah pada wisuda, hingga lawatan ke Kuala Lumpur untuk memperkuat hubungan serumpun Indonesia–Malaysia. “Berdasarkan keseluruhan penjelasan tersebut, dengan ini ditegaskan bahwa Pakta Integritas yang telah disebar ke berbagai media adalah palsu,” ujar Ishaq. Ia juga mengajak semua pihak untuk menghormati seluruh tahapan pemilihan Rektor Unhas yang telah berjalan sesuai aturan. Penjaringan suara Senat Akademik, lanjutnya, telah menghasilkan keunggulan signifikan bagi Prof. Jamaluddin Jompa dengan perolehan 74 suara atau sekitar 80 persen. “Kami menghimbau agar proses pemilihan Rektor diserahkan sepenuhnya kepada Majelis Wali Amanat (MWA), serta meminta semua pihak menahan diri dari provokasi dan kampanye negatif yang dapat mengusik ketenteraman kehidupan kampus,” katanya. Di tengah dinamika dan perbedaan, Unhas memilih berdiri pada satu garis: menjaga marwah akademik. “Siapa pun yang terpilih sebagai Rektor Unhas di MWA adalah yang terbaik. Kita wajib mendukung dan memberi kesempatan agar prestasi demi prestasi yang telah dicapai Prof. JJ selama periode pertama dapat dilanjutkan,” tutup Ishaq.

Daerah, Nasional, Opini, Pemerintahan, Pemuda

Presiden tolong buatkan kami jembatan agar kami nyaman kesekolah. Seorang anak pelosok meminta lansung dibuatkan jembatan terhadap presiden.

ruminews.id – Lantunan seorang anak pelosok yang berkata tolong buatkan kami jembatan itu murni dari hati-Nya, dan mungkin juga apa yang dia rasakan itulah yang keluar dari ucapannya, kedengarannya agak sederhana akan tetapi klw ini sampai kepada seorang yang sadar mungkin air matanya akan menetess ketika melihat anak anak bangsa setiap pergi mencari ilmu pengetahuan dengan mengendarai perahu kecil yang ada di pelosok desa lengggo kecamatan bulo. Dan Bukan hanya anak sekolah yang melaluinya akan tetapi warga sekitar mondar mandir keluar kota untuk memenuhi kebutuhan-Nya sehari hari Seperti makanan pokok, beras dan kebutuhan yang mendesak dan itu sala satunya jalan untuk menuju ibu kota. Belum lagi musim hujung yang mengganggu warga setempat dikarenakan air sungai akan menguap sehingga peruhu kecil yang dikendarai setiap harinya itu tidak memungkinkan lagi untuk dilewati, Apa lagi jalanan yang dilalui sehari hari dengan menggunakan roda dua (Motor) itu juga sangat tidak memungkinkan dikarenakan jalanan sangat tidak bagus untuk di laluinya sehari hari seperti hallnya becek, longsor dan sebagainya.. Walaupun adanya perahu kecil yang digunakan setiap pergi sekolah ataupun pulang sekolah semangat mereka untuk menuntut ilmu itu tidak pernah redup, dengan bayangan dibelakang anak anak ini selalu dihantai dengan perkataan orang tua mereka “Kalian Harus Sekolah dan Sukses jangan seperti kami lagi yang tidak bisa apa apa buta huruf dan tidak berkontribusi dalam kalangan masyarakat”. Hal inilah yang melatar belakangi mereka sehingga semangat belajar-Nya itu sangat tinggi dan tak terukur.. Ketika kita coba maknai lebih dalam dari perkataan anak tersebut, bahwa anak ini minat dan semangat belajar-Nya itu patut diapresiasi oleh pemerintah setempat, Maka dari itu Saya sebagai penulis sangat berharap penuh kepada pemerintah setempat, Desa, Kecamatan sampai tingkat Kabupaten agar kemudian hari anak anak ini bisa merasakan kenyamanan setiap pergi belajar ataupun menuntut ilmu pengetahuan.. Ada sebuah kutipan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara (“Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso”), menekankan bahwa pendidikan itu investasi, hak asasi, alat membebaskan, dan proses seumur hidup yang membentuk pribadi berkarakter dan masyarakat maju. ..

Opini, Pemuda

LK III BADKO HMI PAPUA BARAT – PAPUA BARAT DAYA: KAPITALISME DIGITAL & SEMESTINYA KADER HMI BERSIKAP

ruminews.id – Di persimpangan zaman, kita tersesat dalam puja-puja baru, bernama kapitalisme digital. Kehidupan keseharian akibatnya tidak sesederhana purba kala lagi. Rutinitas keseharian seperti kerja, kesukaan dan referensi mental dalam jamuan kapitalisme digital. Menyediakan dan menentukan tindakan narasi hidup kita. Ia membentuk hasrat, membelah perhatian, dan mengubah pengalaman menjadi komoditi. Setiap scroll, setiap klik, setiap like adalah data—bahan mentah yang diolah menjadi algoritma untuk membentuk budaya massal yang seragam. Jauh-jauh hari di abad 20, pemikir mazhab Frankfurt, Horkheimer dan Adorno sudah mengingatkan kita bahwa imbas dari sengkarut persimpangan ini adalah manusia teralienasi dan reifikasi. Teralienasi dalam makna tidak lagi menjadi makhluk sosial dan reifikasi bermakna sebagai benda-benda yang berhakikat komoditas semata, hal itu kemudian memunculkan industri budaya. Industri budaya tak lagi lahir dari kegelisahan kreatif atau permenungan panjang, filosofis dan bernilai. Lahir dari pola konsumsi yang diprediksi mesin, direplikasi tanpa jiwa, dan disebar untuk memenuhi kuota. Yang intim kemudian menjadi pertunjukan, yang sakral menjadi konten, dan yang substansial lenyap dalam pusaran viralitas yang fana. Dalam gelombang yang menggurita ini, suara individu tenggelam. Manusia direduksi menjadi profil, preferensi, dan pola perilaku. Kebudayaan, yang sejatinya adalah ruang dialektika untuk mencari makna, berubah menjadi pasar yang riuh rendah. Di pasar ini, perhatian adalah mata uang tertinggi. Dan untuk meraihnya, kedalaman dikorbankan, kompleksitas diratakan, yang kontroversial dijadikan umpan. Hasilnya adalah budaya yang terfragmentasi namun paradoksal. Kita merasa terkoneksi secara global, tetapi terasing dalam ruang gema yang hanya menggemakan apa yang sudah kita sukai. Kita disuguhi ilusi keberagaman, padahal didikte oleh logika kapital platform yang haus akan retensi dan konversi. Di tengah arus persimpangan ini, organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hadir bukan dengan romantisismenya dalam perjuangan politis mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, hadir dan eksis dengan kerangka berpikir yang mencoba membaca zaman dengan kacamata Nilai Dasar Perjuangan (NDP), seperangkat nilai-nilai yang saling terkoneksi di tiap bagiannya. NDP bukan dogma beku; tetapi prinsip hidup para kader HMI yang menempatkan Tauhid sebagai poros. Dalam konteks kapitalisme digital, Tauhid ini menjadi benteng melawan penyembahan berhala-berhala baru. Penyembahan pada data, tren, efisiensi buta yang mengabaikan martabat. Ia mengingatkan bahwa di balik segala kalkulasi algoritmik, ada manusia yang punya hak untuk merdeka—tidak hanya sebagai konsumen juga komoditas, tetapi sebagai subjek yang berdaulat atas narasi hidupnya sendiri. Melalui lensa NDP, tiap kader HMI mesti memahami nilai intelektualitas dan spiritualitas dalam yang kemudian mengembalikan liberasi dan humanisasi menemukan bentuknya yang kontekstual. Liberasi adalah pembebasan dari penjajahan baru oleh platform yang menguasai ruang publik dan privat, yang mengubah relasi menjadi transaksi. Humanisasi adalah upaya keras untuk tetap menempatkan akal budi, empati, dan kebijaksanaan kolektif di atas kepentingan komodifikasi. Peran kader HMI dalam mitigasi masifnya kapitalisme digital ini adalah dengan mengajak kembali pada kesadaran kritis, bahwa teknologi harus tunduk pada etika, bahwa kemajuan harus diukur dari sejauh mana ia memanusiakan, bukan mengeksploitasi. Ini berarti mendorong literasi digital yang bukan sekadar terampil menggunakan aplikasi, tetapi mampu mengurai kuasa di balik kode, mampu memilih yang substansial di tengah banjir konten, erosi pikiran dan berani membangun ruang kreatif otonom yang tidak sepenuhnya bergantung pada logika platform kapitalis. Ini soal penentuan sikap. Apakah manusia hanya sekadar pengguna yang patuh, atau pencipta yang sadar. Kapitalisme digital dengan industri budayanya ingin kita tetap menjadi sumber data yang pasif. NDP, dalam tangan kader-kader yang faham, mengajak untuk membangun kesadaran bahwa kebudayaan sejati lahir dari kebebasan yang bertanggung jawab, dari upaya mencari kebenaran yang tidak bisa diukur dengan metrik, dan dari keberanian untuk merawat hal-hal yang dalam, meski tidak laku di pasar popularitas. Akhirnya medan perjuangan tidak sebatas di jalanan dengan barikade, tetapi juga di ruang digital dengan kesadaran, di ruang diskusi dengan ketajaman analisis, dan dalam diri setiap kader yang menolak untuk dijual menjadi komoditi. Mungkin di situlah relevansi NDP untuk membebaskan, memanusiakan, dan mengangkat kembali martabat kemanusiaan, bahkan di alam maya yang dianggap kekinian ini.

Daerah, Nasional, Opini, Pemuda

28 November: Peringatan yang Kita Diamkan, Dampak yang Kita Rasakan

ruminews.id – Beberapa hari yang lalu, Indonesia kembali melewati 28 November, Hari Menanam Pohon, sebuah momentum penting yang seharusnya mengingatkan kita pada tanggung jawab terhadap bumi. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan ini hanya lewat sebagai tanggal biasa. Sepi kegiatan, minim gerakan, dan nyaris tak terdengar gaungnya. Padahal, inilah hari yang sejak lama menjadi simbol kepedulian, tempat perusahaan menjalankan CSR lingkungan, komunitas menggerakkan bibit, hingga masyarakat diajak menanam harapan melalui akar-akar kecil di tanah. Tetapi realitas hari ini berkata lain. Hari Menanam Pohon kita abaikan, hutan kita hilang, cuaca tak menentu, dan alam membalas dengan cara paling pahit. Dari banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, hingga polusi udara yang semakin brutal. Semua ini bukan hanya fenomena alam, tetapi respons dari kerusakan yang kita biarkan terus terjadi. Kita seperti menjalankan rutinitas tanpa rasa: mengabaikan tanggal penting, tapi terkejut ketika bencana datang tanpa mengetuk. Indonesia sekarang berada di titik yang semakin miris. Bukan karena alamnya melemah, tetapi karena manusianya terlalu cuek. Jika satu hari peringatan saja tak mampu membuat kita bergerak, bagaimana mungkin kita berharap perubahan besar terjadi? Bagaimana kita bisa bermimpi tentang lingkungan yang sehat jika pepohonan yang menjadi fondasinya tidak lagi kita prioritaskan? Hari Menanam Pohon seharusnya bukan hanya agenda seremonial, tapi peringatan keras bahwa pohon bukan sekadar tumbuhan. Mereka penjaga air, penahan bencana, penyaring udara, peneduh masa depan. Ketika hari penting ini kita diamkan, maka jangan heran bila alam pun membiarkan penderitaan datang tanpa kompromi. Semoga lewat tulisan ini, kita tidak hanya menyalahkan keadaan, tetapi juga bercermin. Jika ingin Indonesia tetap hijau dan hidup, maka kepedulian tidak bisa lagi ditunda. Pohon bisa kita tanam kapan saja yang tidak bisa ditunda adalah kesadaran kita. Minggu, 30/11/2025 Griya Bakti Utama

Internasional, Olahraga

Kunjungan Singkat Lionel Messi Berujung Kericuhan Di India

ruminews.id – Kunjungan singkat Lionel Messi dalam rangkaian turnya di India berubah menjadi malam yang getir dan gaduh. Stadion Salt Lake, Kolkata, yang semula dipenuhi harap dan doa para penggemar, mendadak menjadi saksi pecahnya kekecewaan. Kursi-kursi dirusak, benda-benda melayang ke arah lapangan, amarah massa meletup setelah mimpi melihat sang idola runtuh sebelum benar-benar terwujud. Ribuan pasang mata telah menebus tiket berharga fantastis sekitar Rp2,2 juta—demi secuil momen bersama legenda hidup sepak bola dunia. Namun, yang tersaji hanya lintasan langkah singkat Messi mengitari lapangan, tertutup barisan pejabat dan selebriti. Bagi banyak penggemar, jarak itu terasa lebih jauh dari sekadar pagar pembatas: ia menjelma tembok kekecewaan. Kekecewaan mencapai puncaknya ketika Messi, penyerang Argentina dan bintang Inter Miami, digiring pihak keamanan meninggalkan stadion hanya sekitar 20 menit setelah kemunculan jauh dari harapan 45 menit yang beredar. Harap yang patah pun berubah menjadi permusuhan; malam yang seharusnya dirayakan justru berakhir anarkis. Pemerintah Benggala Barat merespons cepat. Kepala Menteri Mamata Banerjee menyatakan dirinya “sangat terganggu dan terkejut” atas peristiwa memalukan tersebut. Melalui platform X, ia mengumumkan pembentukan komite penyelidikan untuk mengurai sebab-musabab insiden, menetapkan pertanggungjawaban, serta merumuskan langkah pencegahan agar luka serupa tak terulang. “Komite akan melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden tersebut, menetapkan pertanggungjawaban, dan merekomendasikan langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujar Banerjee, Ahad, 14 Desember 2025. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Lionel Messi dan “para pencinta olahraga” atas apa yang terjadi. Malam itu, Kolkata belajar pahit: ketika harap ditinggikan tanpa pengelolaan yang arif, satu langkah singkat bisa memantik badai panjang.

Scroll to Top