OPINI

Presiden tolong buatkan kami jembatan agar kami nyaman kesekolah. Seorang anak pelosok meminta lansung dibuatkan jembatan terhadap presiden.

ruminews.id – Lantunan seorang anak pelosok yang berkata tolong buatkan kami jembatan itu murni dari hati-Nya, dan mungkin juga apa yang dia rasakan itulah yang keluar dari ucapannya, kedengarannya agak sederhana akan tetapi klw ini sampai kepada seorang yang sadar mungkin air matanya akan menetess ketika melihat anak anak bangsa setiap pergi mencari ilmu pengetahuan dengan mengendarai perahu kecil yang ada di pelosok desa lengggo kecamatan bulo. Dan Bukan hanya anak sekolah yang melaluinya akan tetapi warga sekitar mondar mandir keluar kota untuk memenuhi kebutuhan-Nya sehari hari Seperti makanan pokok, beras dan kebutuhan yang mendesak dan itu sala satunya jalan untuk menuju ibu kota. Belum lagi musim hujung yang mengganggu warga setempat dikarenakan air sungai akan menguap sehingga peruhu kecil yang dikendarai setiap harinya itu tidak memungkinkan lagi untuk dilewati, Apa lagi jalanan yang dilalui sehari hari dengan menggunakan roda dua (Motor) itu juga sangat tidak memungkinkan dikarenakan jalanan sangat tidak bagus untuk di laluinya sehari hari seperti hallnya becek, longsor dan sebagainya..

Walaupun adanya perahu kecil yang digunakan setiap pergi sekolah ataupun pulang sekolah semangat mereka untuk menuntut ilmu itu tidak pernah redup, dengan bayangan dibelakang anak anak ini selalu dihantai dengan perkataan orang tua mereka “Kalian Harus Sekolah dan Sukses jangan seperti kami lagi yang tidak bisa apa apa buta huruf dan tidak berkontribusi dalam kalangan masyarakat”. Hal inilah yang melatar belakangi mereka sehingga semangat belajar-Nya itu sangat tinggi dan tak terukur..

Ketika kita coba maknai lebih dalam dari perkataan anak tersebut, bahwa anak ini minat dan semangat belajar-Nya itu patut diapresiasi oleh pemerintah setempat, Maka dari itu Saya sebagai penulis sangat berharap penuh kepada pemerintah setempat, Desa, Kecamatan sampai tingkat Kabupaten agar kemudian hari anak anak ini bisa merasakan kenyamanan setiap pergi belajar ataupun menuntut ilmu pengetahuan..

Ada sebuah kutipan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara (“Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso”), menekankan bahwa pendidikan itu investasi, hak asasi, alat membebaskan, dan proses seumur hidup yang membentuk pribadi berkarakter dan masyarakat maju. ..

Share Konten

Opini Lainnya

IMG-20261029-WA0024
Tiga Kartu Sakti dan Penurunan Kemiskinan Luwu Timur: Membaca Kemajuan, Menjawab Tantangan Kesejahteraan
Kanye West
Kelak, Oksigen Dijual di Koperasi Merah Putih
Kanye West
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Daya Beli: Ketika Tiket Konser Laris di Tengah Tekanan Hidup
Merah Muda Abstrak Lucu Halaman Kosong A4 Landscape_20261028_121738_0000
Kesetaraan Gender: Perempuan Diberi Panggung, Siapa yang Memegang Kendali?
Merah Muda Abstrak Lucu Halaman Kosong A4 Landscape_20261028_102326_0000
Di Bawah Tatapan Publik: Ekspektasi Sosial, Kebebasan Perempuan, dan Luka Psikologis KBGO
a43a1159-a9be-454a-9e9b-599ce41477eb
Menjaga Nyala Jiwa Sumpah Pemuda: Melindungi Generasi dari Ancaman HIV demi Masa Depan Bangsa
Muzakkir (3)
Drama Berulang Bernama Karhutla: Ketika Asap Menjadi Kabut Ironi di Negeri Komedi
Kongres HMI Bandar Lampung
Kongres HMI Bandar Lampung: Lebih dari Sekadar Pergantian Pimpinan, Tapi Penegasan Sikap Kritis terhadap Pemerintahan
IMG_1223
Di Balik Gelar Sarjana: Krisis Nalar dan Integritas Akademik di Perguruan Tinggi
Muzakkir (3)
Memastikan Pendidikan Tinggi Yang Berkualiatas dan Berkeadilan di tengah kampanye Pendidikan Gratis
Scroll to Top